Sabtu, 11 Desember 2010

Aremania Rally Wisata

MALANG-Persiapan kegiatan ‘Aremania Rally Motor Wisata 2010’ semakin dimatangkan. Hingga kini pendaftaran peserta masih dibuka oleh pihak panitia. Untuk memudahkan segenap Aremania yang ingin berpartisipasi, panitia membuka pendaftaran di masing-masing korwil terdekat.
Pihak panitia sendiri sudah mendapat restu dari pihak Polres Malang Kota. Bahkan Kapolresta Malang Kota, AKBP Agus Salim kabarnya menyambut baik kegiatan rally motor ini.
“Pihak kepolisian mendukung acara ini. Kapolres Malang Kota malah berencana menyumbang door prize. Beliau bahkan berniat mengikuti rally. Karena mengaku sudah cukup lama tidak berkunjung ke Pantai Balekambang,” tandas Ketua Panitia, Hendri Anugerah kepada Malang Post kemarin.
Sedangkan jaminan dari pihak Polres Kabupaten Malang masih sebatas lisan saja. Hal ini disebabkan pihak panitia rally baru mengirimkan permohonan ke Polres Kabupaten kemarin lusa.
“Tinggal menunggu surat dari Kapolres Kabupaten Malang. Mungkin Senin (13/12) lusa sudah keluar,” terang Hendri.
Pihak kepolisian memang sangat kooperatif dalam rangka pelaksanaan acara ini. Hal ini dikarenakan kegiatan Aremania Rally Motor Wisata 2010 tidak hanya merupakan acara konvoi atau sekadar iring-iringan motor suporter. Lebih dari itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendukung program ‘safety riding’ yang digalakkan kepolisian di kawasan Malang Raya. Contohnya aturan berkendara yang aman, menggunakan alat keamanan seperti helm standart bagi pengendara, juga menyalakan lampu di siang hari.
Izin juga telah diberikan oleh pihak Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Balekambang. Kepastian tersebut tentunya semakin menjamin kelancaran kegiatan nanti. Saat ini, total tercatat sudah ada 240 orang yang mendaftar sebagai peserta. Jumlah tersebut dipastikan semakin bertambah mendekati hari-H pelaksanaan.
Kegiatan rally motor ini akan dilakukan pada 19 Desember mendatang. Start mulai pukul 06.00 WIB di depan Stasiun Kota Baru dan finish di Pantai Balekambang. Rute perjalanan mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumiayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo_Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Suwaru- Wonokerto- Bantur.
Peserta nantinya akan dikawal oleh Patwal dari Polresta Malang dan Polres Malang. Setiap peserta wajib mentaati tata tertib yang sudah ditentukan oleh panitia, yang meliputi aspek kelengkapan diri macam memakai helm standart dan membawa surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, dan memeperhatikan aspek ketertiban dan kesantunan selama perjalanan. (tom/jon)

Filipina si Kuda Hitam,Terancam Batal Main di GBK

JAKARTA - Keuntungan besar Indonesia menggelar dua laga semifinal kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta terancam. Pasalnya, PFF (PSSI-nya Filipina), mengajukan banding kepada pihak AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara ) setelah berita bahwa laga diputuskan digelar di Indonesia tersiar.
Sekjen PSSI Nugraha Besoes membenarkan kabar tersebut saat ditemui di kantor PSSI, kemarin siang (10/12). Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan dari AFF jika PFF mengajukan banding untuk menggelar pertandingan di Filipina atau Vietnam.
‘’Itu memang benar. Mereka mengajukan permohonan untuk menunda keputusan itu dan sekaligus opsi agar bisa diselenggarakan di Filipina atau memindah pertandingan minimal ke tempat yang netral,’’ kata pria yang akrab disapa Kang Nug tersebut.
Jika memang banding tersebut diterima, maka, surat bernomor AFF/Suzuki Cup (PMS 10)/dt. yang memutuskan pertandingan digelar di Indonesia bisa gugur. Karena itu, PSSI langsung menggelar rapat pada sore harinya tentang kabar itu.
Hanya, Nugraha optimistis pihak AFF tidak akan merubah keputusannya karena terlalu mendadak dan harus meminta persetujuan dari lawan, dalam hal ini Indonesia. Selain itu, sikap Filipina yang ingin menggelar pertandingan di Filipina dengan mencoba memenuhi fasilitas stadion mereka bakal sulit disetujui.
‘’Memang syaratnya tidak terlalu sulit hanya menambah kapasitas tempat duduk stadion menjadi 30 ribu. Juga, meningkatkan kekuatan lampu dari yang mereka miliki 800 lux menjadi 1200 lux. Tapi, itu kan butuh waktu lama,’’ paparnya.
Dengan waktu hanya tersisa sekitar enam hari saja, opsi pembenahan pasti butuh waktu dan bisa menyebabkan laga semifinal diundur. Sehingga, pihaknya tetap tenang.
Namun, dia masih belum mendapatkan keputusan banding itu hingga kemarin sore karena masih menunggu keputusan dari pihak AFF. Beredar kabar simpang siur, bahwa langkah yang diambil Filipina tersebut agar mendapatkan pembagian hasil dari penjualan tiket yang sebelumnya sudah di plot total untuk Indonesia.
Sayang, Nugraha masih cukup sulit dikonfirmasi terkait hal itu. Hanya, salah satu  pengurus PSSI, Deputi Bidang Teknis Iman Arif menyebutkan bahwa tidak ada perubahan terkait keputusan tuan rumah dari AFF.
‘’Sudah aman. Filipina telah meminta kepastian di Jakarta. Itu Sesuai dengan arahan terakhir Sekjen PSSI. Laga tetap di Jakarta,’’ ujarnya lewat pesan singkat (SMS) tadi malam.
Sebenarnya perubahan keputusan mendadak dari Filipina tidak bisa dilepaskan dari konflik yang sedang terjadi di tubuh PFF sendiri. Ya,  sebelumnya pihak yang meminta ke AFF  untuk menggelar pertandingan home di Indonesi dan disetujui adalah mantan Peresiden PFF, Mari Martinez. Sedangkan, Presiden PFF baru, Mariano Arneta tidak setuju sehingga langsung mengajukan banding. (aam/jpnn)

Janji Gaji Meleset

BALI-Janji manajemen Arema untuk membayar gaji pemain di awal bulan Desember ini ternyata meleset. Padahal sebelumnya manajemen Arema menjanjikan pembayaran gaji pemain ini dalam kisaran waktu pada tanggal 1 hingga 10 Desember kemarin.
Ternyata hingga Jumat (10/12) kemarin, tim pelatih dan pemain Arema yang berharap-harap cemas menunggu kiriman dari manajemen itu, tak kunjung datang. Hingga kemarin siang, tak ada transfer gaji untuk pemain-pemain Arema.
“Saya sudah tanya, hari ini tidak ada transfer, sekarang hari Jumat, dan sudah siang, jadi sudah tidak ada kiriman gaji,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang per tanggal 15 Desember besok, gajinya tiga bulan belum dibayar manajemen.
Sedangkan untuk pemain, per tanggal 8 Desember lalu, gaji pemain sudah tiga bulan belum dibayar. Kondisi ini yang membuat pemain menjadi resah, apalagi manajemen Arema sebelumnya telah menjanjikan untuk bayar gaji di awal Desember ini.
“Sudah biasa, kalau dijanjikan dibayar tanggal 10 Desember ini, mungkin baru akan dibayar tanggal 10 bulan depan. Kita harus siap ini, biar tidak sakit hati,” ungkap salah satu pemain Arema sebelum memulai latihan, kemarin pagi.
Bahkan demi untuk membeli oleh-oleh di Bali, si pemain ini meminta ditransfer uang dari istrinya.
“Ya, mau bagaimana lagi, saya memang belum dapat gaji selama tiga bulan ini,” sebut pemain yang tak mau namanya disebutkan ini.
“Manajemen Arema memang menjanjikan tanggal 10 Desember ini akan dibayar gaji kami, tapi ternyata sampai hari ini belum ada kabar. Sekarang sudah tiga bulan lagi, kami belum dibayar,” sebut pemain Arema yang lainnya.
Miro pun memahami kondisi pemainnya yang banyak mengeluh seputar gaji mereka. Maklum, selama di Bali, Pierre Njanka dan kawan-kawan sudah bekerja keras menyelesaikan program latihan yang tak ringan, namun belum juga dapat hak mereka.
“Problem utama kita adalah uang, saya sudah bilang itu sebelumnya, dan ini masalah pengurus. Soal gaji ini harus ada solusi saat kita kembali ke Malang nanti, karena kompetisi sudah dekat,” sebut Miro kepada Malang Post.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, timnya tidak bisa terus menerus dalam kondisi tanpa gaji seperti saat ini. Apalagi di sisa putaran pertama ini, tim kebangaan Aremania ini akan melakoni sembilan pertandingan lagi.
“Nanti kita akan ada sembilan pertandingan lagi untuk sisa putaran pertama, bisa tidak bagus, kalau tidak ada gaji, karena kita banyak pertandingan. Kalau tidak ada uang, bisa habis, mau target apa lagi,” demikian Miro pasrah.
Mantan pelatih Slavia Praha ini mengakui, hampir disetiap latihan Arema,  pemain menanyakan gaji mereka. “Kita kerja, sekarang dimana ada gaji, saya mau apa lagi kalau tidak ada uang,” sebut pelatih yang pernah menukangi Arema tahun 2007 lalu ini. (bua)

Arema Memiliki Kekuatan Tersembunyi

Irsam Soetarto Aremania Sidoarjo
Secara tim, skuad Arema FC di LCA 2011 tentu lebih baik dari skuad tahun 2007, karena Arema 2007 berbekal juara Copa sedangkan Arema 2011 adalah Juara ISL yang lebih berprestasi dan bergengsi. Apalagi ditambah peraturan baru dari AFC untuk jatah pemain asing yakni 3+1, maksudnya tiga pemain asing non Asia + satu asing dari Asia. Berbekal dari hal di atas maka Arema FC berhak menurunkan hampir seluruh pemain asingnya (empat orang). Hal berbeda dengan tahun 2007 yang hanya tiga asing.
Materi Arema FC di LCA 2011 juga masih 80 persen bermaterikan pemain Juara ISL 2010 sehingga keterpaduan tim masih dapat terjaga dengan baik. Yang berbeda adalah style pelatih dari Robert Albert ke Miroslav Janu. Hal ini terlihat ketika diawal-awal kompetisi dimana para pemain terlihat agak kebingungan dengan pola-pola yang dikehendaki Miro.
Miro sudah melihat bahwa tahun 2011, Arema FC akan mengarungi kompetisi lebih banyak lagi (ISL, PI, dan LCA) sehingga dibutuhkan ketahanan fisik dan stamina plus agar dapat meraih hasil yang lebih baik. Atau mungkin juga berbekal pengalaman LCA 2007 lalu, dimana stamina pemain Indonesia kedodoran di babak kedua, maka point utama adalah fisik. Terlihat bagaimana Miro menerapkan drill-drill fisik selama jeda kompetisi seperti TC di Bali kemarin.
Bertanding melawan tim-tim Korea dan Jepang, bukan hanya membutuhkan skill yang baik tetapi juga stamina prima. Mereka bermain cepat, kolektif, dan fisik mumpuni karena ditunjang skill individu yang baik, tinggi badan di atas rata-rata dan menu-menu makanan berprotein tinggi.
Seorang rekan penulis yang juga ex-timnas Indonesia dan masih bermain di salah satu klub ISL, mengomentari skill pemain-pemain Jepang ketika dia mengalami sendiri harus berhadapan dengan mereka di lapangan. “tas .. tis .. tas .. tis .. sana, sini, sana, sini.. Persis kayak orang main PS aja !!”
Sekaipun demikian ada satu hal membanggakan dari tim Arema FC 2011. Dalam Starting Eleven, tim ini ditunjang oleh tujuh pemain Timnas (lima Indonesia dan dua Singapore) dan ex-timnas Piere Njanka. Jadi 90 persen pemain Arema FC adalah para pemain unggulan. Ditambah dua asing berkualitas (Roman dan/atau Esteban) maka Arema FC masih berpeluang bisa mengalahkan lawan-lawannya.
Selama Arema FC bisa memanfaatkan sebaik-baiknya peluang sebagai tuan rumah di Kanjuruhan ketika melawan tim-tim luar negeri tersebut, mungkin sejarah akan dibuat oleh Arema FC di LCA kali ini !!
Hasil drawing di Kuala Lumpur, menempatkan Arema FC harus melakoni laga pertama tandang ke Jepang melawan Cerezo Osaka tgl 1 Maret 2011. Walau kans kecil untuk bisa menang atau bahkan menahan imbang, namun ada faktor keuntungannya disini.
Sebagai partai pembuka, tentunya pemain Arema FC perlu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional, pengalaman bertanding langsung, dan peraturan ketat LCA. Belum lagi perjalanan jauh yg harus ditempuh ke Osaka Jepang memakan waktu sekitar 12 jam dari Malang. Pastinya ada semacam demam panggung disini. Walau kemungkinan besar akan kehilangan poin di Jepang, laga ini bisa berfungsi sebagai arena pencerahan Arema FC untuk laga-laga selanjutnya.
Dua laga berikutnya Arema FC akan bertindak sebagai tuan rumah melawan dua tim Korea dan China. Inilah momentum untuk tancap gas dan meraup poin semaksimal mungkin.

FAKTOR NON-TEKHNIS
Salah satu hal melemahkan kekuatan tim Arema FC ketika bertanding tandang ke luar negeri di tingkat LCA adalah minimnya waktu recovery pemain setelah perjalanan panjang dari Malang. Demikian dikeluhkan oleh pelatih Miro.
Sesuai peraturan LCA 2011, bahwa tim tamu akan dijamu oleh tim tuan rumah pada H-2 hingga H+1. Artinya jika mengikuti peraturan tersebut, maka Arema FC hanya memiliki waktu recovery tidak sampai 24 jam setelah kedatangannya, hari berikutnya harus sudah latihan dan mencoba lapangan, dan bertanding di hari selanjutnya. Jelas cukup pendek untuk persiapan suatu pertandingan internasional.
Belum lagi faktor perlunya aklimatisasi (penyesuaian cuaca) di negara-negara yang jelas memiliki suhu lebih dingin dari Indonesia.
Namun jika Arema FC harus menambah waktu persiapannya lebih lama, maka dibutuhkan biaya ekstra. Mengingat biaya akomodasi, transportasi, makan-minum, sewa lapangan untuk latihan, laundry dan lain-lain di negara tersebut cukup tinggi dan tidak ditanggung tim tuan rumah.
Namun ada satu kekuatan tersembunyi Arema FC, selain faktor dana dan managerial. Hal tersebut tak lain dan tak bukan adalah para suporter setianya, Aremania dan Aremanita … !!!
Sejarah telah membuktikan bagaimana para Aremania dan Aremanita dan bahkan Aremania Licek dengan setia dan semangat luar biasa dalam mendukung tim pujaannya hingga mencapai prestasi tertinggi dalam ISL 2010. Mereka tahu persis bahwa dukungan nyanyian, sorakan, dan gerakan-gerakan atraktif mampu membangkitkan semangat juang para pemain ketika sudah mulai kelelahan, tertekan atau lebih semangat lagi.
Aremania pulalah tercatat sebagai satu-satunya suporter klub di Indonesia yang mampu ikut menghidupi tim dengan berduyun-duyun datang ke stadion dan membeli tiket. Oleh karena itu, diharapkan dukungan sepenuh hati para Aremania dan Aremanita nantinya dalam pertandingan-pertandingan kandang di Kanjuruhan.
Selain itu, dengan label tim-tim luar negeri, skill individu dan kerjasama tim, serta dari sistim kompetisi yang lebih baik pula, maka pertandingan di Kanjuruhan pasti akan menarik dan enak untuk ditonton.
Dengan disiarkan langsung oleh TV secara nasional (RCTI), dilihat langsung oleh tim AFC, dan dipantau se Asia, maka inilah kesempatan emas para Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sportifitas dan kreatifitas mereka dalam mendukung tim dilevel yang lebih tinggi dari ISL.
Menurut pengalaman penulis, suporter tim-tim Jepang, Korea, dan China kurang memiliki semangat dan kreatifitas seperti Aremania/nita. Mereka hanya tepuk tangan, bersorak, atau berteriak. Tetapi Arema memiliki lagu-lagu kebanggaan dan gerakan-gerakan atraktif yang menjadi ciri khasnya.
Bahkan Presiden dan Manager klub Jepang Kawasaki Frontale sempat bertanya kepada penulis ketika berada di Kanjuruhan tahun 2007 mengomentari atraksi suporter Aremania saat itu : “Luar biasa … hebat, hebat. Bagaimana mereka bisa begitu padu? Kapan latihannya ?”
Nah sekarang terserah Arema FC dan Aremania/nita … tetapi inilah tahun kesempatan kita  !!! (bersambung)

Siang ini Masuk Mess Baru

BALI-Setelah satu musim menempati mess milik Bentoel di Jalan Semeru, pemain Arema akan segera pindah mess baru. Dijadwalkan hari ini, pemain Arema akan pindah mess baru di Wisma Merdeka di Jalan Welirang.
Begitu kembali dari pemusatan latihan di Bali, rombongan tim Arema akan lengsung menuju mess baru. Rencananya siang ini, saat tim Arema tiba, akan ada acara potong tumpeng untuk menandai ditempatinya mess baru.
“Ya, besok (hari ini) tim Arema langsung masuk di mess yang baru, dan rencananya sebelum pindahan ke mess baru ini, kita adakan acara potong tumpeng dulu,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan, kemarin sore.
Jika sesuai jadwal, rombongan tim Arema terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali, siang ini pukul 13.00 WITA. Diperkirakan tiba di Bandara Juanda, Surabaya pukul 13.00 WIB, dan jika lancar maka tim Arema tiba di Malang sekitar pukul 16.00 WIB.
Mess baru untuk pemain Arema ini adalah hasil kerjasama manajemen Arema dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Kerjasama sponsorship antara Unmer dengan Arema ini untuk satu musim kompetisi.
Sedangkan untuk mess pemain yang lama sudah dikembalikan kepada manajemen Bentoel. Kabarnya, mess yang  sebelumnya digunakan untuk karyawan Bentoel itu sudah laku.(bua/jon)

Khawatirkan Persiapan SEA Games

BALI-Pelatih Arema, Miroslav Janu mengakui program tranining center (TC) atau pemusatan latihan timnya di Bali tak bisa maksimal karena tak diikuti semua pemain Arema. Menyusul ada delapan pemain yang gabung Timnas untuk piala AFF. Mereka yakni Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Kurnia Meiga, Yongki Ariwibowo dan Benny Wahyudi gabung di Timnas Indonesia. Sedangkang Noh Alam Shah dan Muhamad Ridhuan memperkuat Timnas Singapura yang baru gagal melangkah ke semifinal.
Diantara delapan pemain itu, pelatih Arema, Miroslav Janu mengkhawatirkan kondisi Meiga, Yongki dan Benny yang jarang sekali tampil. Namun Miro masih beruntung, karena kompetisi dihentikan untuk kepentingan Timnas tersebut.
Justru yang menjadi kekhawatiran pelatih asal Republik Ceko ini adalah saat Timnas U-23 melakukan persiapan untuk SEA Games. Ada kemungkinan kompetisi tetap berjalan, sekalipun ada beberepa pemain Arema gabung di Timnas U-23.
“Ya, problem lagi saat bulan Januari nanti, saat persiapan SEA Games. Arema bisa kehilangan Meiga, Dendi dan Yongki, ini bahaya,” ungkap Miro yang memprediksikan tiga pemain Arema itu akan dipanggil ke Timnas U-23.
Dari segi usia, tiga pemain itu masih cukup memenuhi syarat untuk gabung Timnas SEA Games yang rencananya masih ditangani Alfred Riedl. Meiga dan Yongki hampir pasti, sedangkan Dendi berpeluang untuk dipanggil Riedl lagi.
“Tidak hanya tiga pemain itu, bisa juga kita kehilangan Sunarto dan Alfarizi kalau ikut dipanggil Timnas U-23. Saya sudah ditelpon asisten pelatih Timnas untuk itu, tapi masih belum saya jawab,” sebut Miro perihal daftar pemainnya yang diorder Timnas.
Sebelumnya Alfarisi sempat disebut-sebut akan dipanggil Timnas, lantaran kualitas bek yang baru promosi dari tim Arema U-21 itu cukup menjanjikan. Termasuk Sunarto, striker yang juga baru naik ke tim senior ini berpeluang dipanggil Timnas.
“Persipura yang pintar, dia tidak mau kirim pemain ke Timnas, mereka bisa terus kumpul untuk latihan bersama. Saya tidak mengerti kenapa saat Boaz tidak mau datang ke Timnas, tidak ada sanksi untuknya,” terang Miro kepada Malang  Post. (bua/jon)

Cari Ganti Persibo

BALI-Persibo Bojonegoro mendadak membatalkan rencana uji coba lawan Arema yang rencana semula digelar di Stadion Kanjuruhan, 18 Desember mendatang. Tim berjuluk Angling Dharma ini memilih untuk memenuhi undangan uji coba di Malaysia.
Tim Persibo mendapatkan undangan laga persahabatan di Malaysia pada tanggal 15 hingga 21 Desember.  Menurut keterangan manajer Persibo, Taufik Risnendar undangan tersebut berasal dari klub sepak bola milik tentara Malaysia.
Dengan keberangkatan Persibo ke Malaysia, tim asuhan Sartono Anwar ini akhirnya membatalkan rencana uji coba lawan Arema. Secara lisan, manajemen Persibo sudah membatalkan rencana mereka untuk datang ke Malang.
Kebetulan hingga saat ini, manajemen Persibo belum memeberi jawaban secara resmi atas surat undangan uji coba Arema. Padahal manajemen Arema sudah mengatur jadwal uji coba Arema, setelah lawan Persela Lamongan, 14 Desember akan menjamu Persibo.
Atas perubahan agenda uji coba Arema ini, Managercoach Arema, Miroslav Janu tampak kaget dengan pembatalan yang dilakukan manajemen Persibo. Sehingga pelatih asal Republik Ceko ini akhir meminta manajemen Arema untuk mencari alternatif pengganti Persibo.
 “Persibo sepertinya memang tidak serius untuk uji coba lawan Arema, kita harus cari pengganti Persibo, mungkin Pelita Jaya mau datang dan uji coba lawan Arema,” ungkap Miro usai latihan di Stadion Samudra, kemarin pagi.
Sesuai jadwal semula, usai uji coba tanggal 18 Desember nanti, tim Arema akan memenuhi undangan uji coba lawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember mendatang. Berikutnya uji coba terakhir, rencananya lawan Persijap Jepara, 26 Desember nanti. (bua)

Urus Paspor Kolektif

BALI-Jelang Arema tampil di AFC Champions League atau Liga Champions Asia 2011, sebagian besar pemain ternyata belum memiliki paspor untuk ke luar negeri. Itu diketahui dari hasil pendataan yang dilakukan Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan.
Sebagian lagi memiliki paspor, namun masa berlakunya sudah akan berakhir, sehingga harus diperpanjang. Persyaratannya adalah, enam bulan sebelum berakhir masa berlakukanya, sudah harus melakukan perpanjangan paspor.
“Ya, setelah saya data, ternyata banyak pemain yang belum memiliki paspor, dan juga ada yang memiliki tapi masa berlaku paspornya sudah berakhir, jadi harus urus lagi,” ungkap M Taufan tanpa menyebutkan daftar pemain yang belum ada paspor.
Menurut keterangannya, pengurusan paspor untuk pemain ini akan dilakukan secara berkelompok atau secara kolektif.
“Pengurusan paspor ini akan dilakukan manajemen secara kolektif,” sambung mantan wartawan ini.
Belum dipastikan waktu untuk pengurusan paspor pemain ini. Pastinya, laga pertama Arema di LCA nanti adalah away ke kandang Cerezo Osaka, Jepang. Jika tak secepatnya memilki paspor, pemain tentu tidak bisa berangkat ke Jepang. (bua/jon)

Jumat, 10 Desember 2010

Miro Tunggu Along-Ridhuan

BALI-Timnas Singapura tersingkir dari ajang Piala AFF 2010. Tim yang diperkuat dua pemain Arema, Noh Alam Shah dan Muhamad Ridhuan ini kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Vietnam pada laga terakhirnya, Rabu (8/12) malam.
Singapura akhirnya harus puas diperingkat tiga dengan empat poin, sedangkan Vietnam lolos ke semifinal sebagai juara grup bersama Philipina sebagai runner up. Philipina akan menghadapi Timnas Indonesia di babak semifinal nanti.
Menyusul tersingkirnya Singapura ini, pelatih Arema, Miroslav Janu berharap dua pilar asingnya itu segera bisa kembali ke Malang. Pasalnya, Alam Shah dan Ridhuan sudah lama tidak mengikuti program latihan Arema sejak gabung Timnas.
“Ya, Alam Shah dan Ridhuan harus cepat kembali ke Malang. Saya tidak tahu kapan, pengurus yang harusnya menghubungi mereka untuk cepat kembali, karena Singapura sudah selesai,” ungkap Miro kepada Malang Post, kemarin sore.
Pelatih asal Republik Ceko ini tak ingin keduanya terlalu lama meninggalkan latihan Arema. Seperti halnya saat Dendi Santoso kembali dari Timnas, Miro minta langsung bergabung untuk menyesuaikan dengan program latihannya.
Khusus untuk Alam Shah dan Ridhuan, Miro tampaknya tak bisa leluasa memantau kondisi perkembangan keduanya. Meski pada laga terakhir Singapura kemarin, Miro mengaku sempat menyaksikannya secara langsung melalui Star Sport TV.
“Ya, saya lihat pertandingan Singapura lawan Vietnam, Alam Shah main sejak awal sampai akhir, tapi Ridhuan tampil sebagai pemain pengganti di akhir babak kedua. Saya tidak tahu, kenapa Ridhuan tidak masuk starter,” sebut Miro.
Lantaran porsi penampilan Ridhuan yang hanya beberapa menit itu, setelah menggantikan Khairul Amri, striker Singapura yang cedera, Miro mengkhawatirkan performa Ridhuan akan menurun saat kembali gabung dengan Arema.
Seperti halnya beberapa pemain Arema yang gabung di Timnas, seperti Kurnia Meiga, Yongki Ariwibowo dan Benny Wahyudi, menurut Miro tidak bagus jika lebih banyak duduk sebagia pemain cadangan. Sedangkan dua pemain lainnya, yaitu Zulkifli dan Ahmad Bustomi mendapat peluang tampil bersama Timnas Indonesia. (bua/jon)

AREMA DIHADANG CUACA

KUALA LUMPUR – Arema Indonesia, tampaknya tidak hanya bakal menghadapi tim tangguh asal Korea, China dan Jepang. Tapi juga harus melawan cuaca dingin selama mengikuti AFC Champions League (Liga Champion Asia - LCA) tahun depan.
Saat presentasi masing-masing klub di Hilton Hotel Petaling Jaya Kuala Lumpur Malaysia kemarin, masalah cuaca menjadi perhatian serius perwakilan Arema. Abriadi Muhara dan Sudarmaji, menanyakan soal cuaca itu kepada wakil dari Shandong Luneng China, Cerezo Osaka Jepang maupun Jeonbuk Hyundai Motors Korea. Sebab, cuaca di tiga negara yang bertetangga itu, pada Maret sampai Mei, memasuki musim dingin.
Wang Jisheng, General Manager Shandong Luneng China, mengatakan umumnya cuaca di tiga negara yakni China, Korea dan Jepang hampir sama. Pada Maret sampai Mei, biasanya datang musim dingin. ’’Suhunya diperkirakan sekitar 10 derajat celcius, bahkan bisa dibawahnya,’’ katanya.
Hal tersebut dibenarkan pula oleh Akira Hasegawa, Top Team Technical Departemen, Cerezo Osaka dan An Sung Jae, Deputy General Manager dari Jeonbuk Hyundai Motors asal Korea.
Mereka juga sempat menanyakan cuaca di Malang. Abriadi menjelaskan, ketika LCA berlangsung, cuaca di Malang rata-rata panas, meski hujan kadang turun secara tiba-tiba. ’’Pagi bisa saja panas, tapi menjelang sore bisa dingin, bahkan hujan,’’ ujarnya.
Kondisi itu, kata Akira, bisa berdampak pada kondisi kesehatan pemainnya. Karena itu, Akira memastikan akan mengirim perwakilannya ke Malang guna memantau seputar akomodasi, trasnportasi, termasuk kebutuhan lainnya, sebelum timnya dijamu Singo Edan.
Sedang bagi Arema sendiri, Abriadi sudah melakukan komunikasi dengan tim pelatih. Termasuk sudah meminta agar tim pelatih dan pemain menyiapkan pola latihan yang bisa menyesuaikan kondisi cuaca di tiga negara tersebut. ’’Kita punya waktu tiga bulan untuk menyiapkan, agar pemain bisa beradaptasi dengan cuaca disana,’’ ujarnya.
Masalah lain yang perlu diantisipasi Singo Edan, lamanya perjalanan. Ketiga tim lawan mengaku, dari bandara ke hotel tempat tim menginap, cukup jauh.
Di China, jarak antara bandara ke hotel kawasan Jinan China, tempat home base Shandong Luneng berjarak sekitar 150 km, butuh sekitar 2 jam perjalanan.
Menuju kandang Jeonbuk Hyundai Korea di kawasan Jeonju City, berjarak sekitar 250 km, butuh waktu sekitar 3 jam. Sedangkan dari Osaka lumayan pendek, sekitar 55 km dari Bandara.

RAHASIAKAN KICK OFF
Menariknya, dari empat klub yang tampil di Grup G LCA ini, tidak satupun membocorkan jam kick off. Alasannya, semua menunggu keputusan dari AFC. Kendati masing-masing klub telah diminta informasi terkait jam kick off kemarin.
Namun dari informasi yang digali Arema, untuk Shandong Luneng kemungkinan bermain sore hari, karena hasil sidak AFC, lampu stadion mereka bermasalah dan tidak sesuai dengan standar AFC. Sedang di Korea dan Jepang, dipastikan bermain malam hari, lantaran mereka terbiasa main malam hari usai jam kerja.
Selain itu, di grup G ini juga mendapat perhatian khusus dari Benjamin Tan, Competition Officer. Dia memastikan laga di grup G akan berlangsung seru. Sebab keempat tim yang bergabung memiliki suporter yang besar dan fanatik.
Khusus untuk Arema Indonesia, Ben menyampaikan apresiasinya yang tinggi. Bahkan dia cerita ke tim calon lawan Arema Indonesia, bila bermain di Malang, benar-benar mendapatkan atmosfir sepakbola yang luar biasa.
Maklum, Ben pada Maret lalu pernah datang ke Malang melakukan verifikasi sekaligus berkesempatan menonton langsung pertandingan resmi Arema Indonesia.
‘’Saya salut dengan suporter Arema Indonesia, atmosfirnya sangat bagus. Saya yakin nanti pertandingan akan berlangsung ramai dan sukses,’’ ujarnya sambil berjanji April nanti dia akan kembali berkunjung ke Malang.
Ben mengaku tahu Arema Indonesia, tidak hanya setelah datang ke Malang. Tapi sebelumnya dia mengaku dekat dengan duo Singapura, Noh Alam Shah dan Ridhuan Muhammad.
Dia mengaku kedua pemain itu sangat cocok dengan karakter Arema Indonesia. Dia optimis Arema Indonesia bisa membuat sulit ketiga calon lawannya di LCA. (tom/avi) 

Peluang Arema di LCA

catatan Irsam Soetarto Aremania Sidoarjo
Selamat untuk Arema FC yg akhirnya disahkan AFC langsung masuk dalam Group Stage Group G dalam perhelatan LCA (ACL) 2011 sebagai konsekuensi Juara ISL 2010. Ini adalah pengalaman kedua Arema dalam kompetisi paling akbar antar klub se-Asia tersebut. Sedangkan juara Piala Indonesia 2010 Sriwijaya FC harus berjuang mati-matian melawan Muang Thong United (Juara Thailand League 2010) dan Al Ain (juara bertahan AFC Cup 2010 dari Uni Emirat Arab) di babak Play-Off.
Apakah Arema akan lebih berhasil kali ini atau justru sama seperti pengalaman tahun 2007 kemarin yang hanya finish di urutan ketiga dan tidak lolos ke putaran 16 besar selanjutnya?

CALON LAWAN AREMA FC
Di Group G terdiri atas 4 tim yang tersusun berdasarkan unggulan :
1.    Jeonbuk Hyundai Motors (Korsel)
2.    Cerezo Osaka (Jepang)
3.    Shandong Luneng (China)
4.    Arema FC (Indonesia)

Dari sejarah LCA, tim-tim dari Korea dan Jepang selalu mendominasi Group Timur dan umumnya melaju hingga minimal perempat-final. Bahkan dalam lima tahun terakhir tim-tim dari Korea dan Jepang berhasil mendominasi juara LCA :
2006 :  Jeonbuk Hyunday Motors (Korsel)
2007 :  Urawa Red Diamond  (Jepang)
2008 :  Gamba Osaka  (Jepang)
2009 :  Pohang Stellers  (Korea Selatan)
2010 :  Seongnam Ilhwa  (Korea Selatan)

Jeonbuk Hyundai Motors sebagai wakil Korsel adalah mantan juara LCA 2006 dan telah berpartisipasi sebanyak lima kali berturut-turut. Musim ini Jeonbuk finish diurutan ketiga di K-League, setelah mengalahkan Seongnam Ilhwa (Juara LCA 2010) di laga terakhir. Menurut penulis tim ini adalah terkuat di Group G.
Cerezo Osaka (Jepang) layak ditempatkan pada urutan unggulan kedua. Walau berstatus Pendatang Baru di LCA, tapi Runner-up J-League 2010, dibawah sang juara Nagoya Grambus, tentunya memiliki keunggulan tim dan individu pemain dibanding Shandong Luneng dan Arema FC. Shandong Luneng (China) adalah urutan ketiga di Chinese Super League (CSL) dan dua tahun lalu berpartisipasi di LCA berada di Group G bersama Sriwijaya FC. Karena sistim kompetisi lebih baik dari ISL berdasarkan ranking dari AFC, maka logis jika berada pada unggulan ketiga. Arema FC berada pada unggulan terakhir.

GROUP NERAKA ?
Sehari setelah drawing di Kuala Lumpur, beberapa Media Malang dan Aremania menulis bahwa Arema berada di Group Neraka. Penulis kurang sependapat hal demikian. Kenapa? karena sebutan Group Neraka adalah bila dalam satu group terdapat tiga atau empat tim besar atau unggulan utama yang harus saling mengalahkan dibabak pendahuluan atau Group Stage.
Menurut rilis situs AFC, Group Neraka LCA 2011 sesungguhnya adalah Group A (wilayah barat), dimana terdapat tim raksasa Saudi Arabia Al Hilal (Semi-finalis LCA 2010 dan juara Liga 2010), Sepahan dari Iran (Juara Liga 2010 dan finalis LCA 2007), Al Gharafa dari Qatar (Juara Liga 2010), dan Al Jazira dari Uni Emirat Arab (runner-up Liga)
Di Group G sepertinya hanya Jeonbuk Motors yang terlihat pede untuk melaju ke babak selanjutnya. Sementara tiga tim lainnya masing berpeluang untuk mengikuti tim Korsel tsb.
Walau wakil dari Jepang, Cerezo Osaka adalah debutan di LCA, bahkan juga bukan juara J-League tahun ini. Tim ini di Jepang juga belum memiliki nama besar seperti Urawa Red, Gamba Osaka, Kashima Antler atau bahkan Kawasaki Frontale yang pernah mengalahkan Arema di kandang maupun tandang 2007 lalu. Tentunya hanya sedikit diatas tim China dan Arema FC.
Sementara Shandong Luneng, menurut penulis tidaklah spesial. Walau dua tahun lalu berhasil mengalahkan Sriwijaya 5-0 di Jinan China, namun ketika bertanding di Jaka Baring Palembang mereka juga dapat dikalahkan 0-4 tanpa balas. Sama seperti tim Changchun FC yang berhasil menggelontor Persipura tahun lalu di Yatai China dlm LCA 2009 dengan skor telak 9-0, tetap juga tidak bisa berbuat banyak di Gelora Bung Karno dan dibantai 2-0 tanpa balas oleh Persipura. Selama ini tim-tim dari China masih belum berkelas seperti tim-tim dari Korsel atau Jepang.
Dengan kalkulasi di atas maka Arema FC masih berpeluang mengikuti Jeonbuk Korsel masuk babak Knock Out 16 besar. (bersambung)

Batal Latihan Karena Hujan

BALI-Tak seperti hari Senin (6/12) pagi, sebelum Arema uji coba lawan Putra Perkanthi, pemain masih bisa latihan di Pantai Kuta. Namun, kemarin latihan tak bisa dilakukan. Tim Arema terhalang hujan untuk berangkat latihan di Pantai Kuta.
Sesuai jadwal, Pierre Njanka dan kawan-kawan harusnya berangkat menuju pantai pada pukul 09.15 WITA, namun hujan yang turun mulai pukul 07.00 WITA ini, tak kunjung reda hingga sekitar pukul 10.30 WITA.
“Saya sudah tunggu, tapi hujan tidak berhenti, sekarang mau latihan dimana, sudah pagi ini tidak ada latihan,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang tepaksa membatalkan program latihan timnya, kemarin pagi.
Pemain dan pelatih Arema sebenarnya menunggu hujan reda, setidaknya pada pukul 09.30 WITA untuk berangkat latihan di pantai. Namun ternyata, cuaca tidak bersahabat, membuat program latihan dibatalkan.
Beruntung, ini hanya latihan ringan, lantaran kemarin sore tim Arema ada program uji coba menghadapi tim lokal Bali. Latihan kemarin pagi hanya stretching atau peregangan untuk menjaga kondisi pemain tetap fit.
“Biasanya kalau pertandingan sore juga tidak ada latihan pagi, mungkin ini karena kita sedang melakukan pemusatan latihan di Bali. Tapi kalau hujan begini, mau latihan dimana,” sebut asisten pelatih Arema, Joko Susilo.
Tanpa latihan pagi, pemain langsung pemanasan sekitar 45 menit sebelum laga uji coba kemarin sore. Sementara pagi ini, tim Arema kembali menjadwalkkan latihan di Stadion Samudra, mulai pukul 09.30 WITA. (bua/jon)

Arema Dewata Terhibur

BALI-Sukses Arema menang besar atas tim Pespa dalam laga uji coba di Stadion Gelora Samudra, Bali, kemarin sore benar-benar menjadi hiburan tersendiri untuk Arema Dewata yaitu arek-arek Malang yang berada di Bali. Ratusan Arema Dewata ini datang memadati tribun VIP dan tribun ekonomi lengkap dengan atribut Aremania dan spanduknya. Mereka tak henti memberi dukungan pada tim kesayangannya, sejak kick off babak pertama.
Nyanyian dukungan dari Arema Dewata ini membuat Pierre Njanka dkk merasa main di kandangnya. Praktis, Stadion Samudra benar-benar ‘dikuasai’ Aremania yang merantau hingga Pulau Bali ini.
“Arema Dewata yang datang ini dari seluruh penjuru di Bali. Mereka senang Arema datang ke Bali dan ini adalah bentuk dukungan Arema Dewata pada tim Arema,” ungkap Geger, salah satu pentolan Arema Dewata, kemarin sore.
Kebetulan tim Arema tidak ada jadwal pertandingan resmi di Bali, menyusul di Bali sudah tak ada tim Liga Super. Terakhir Arema ke Bali tahun 2007 lalu, juga bersama Miroslav Janu, saat Bali masih memiliki tim Persegi Gianyar.
Sehingga kedatangan tim Arema ke Bali dalam rangka pemusatan latihan ini benar-benar disambut antusias oleh Arema Dewata. Tak hanya dua kali uji coba yang dipadati Aremania ini, saat latihan pun, mereka setia menunggu tim kesayangannya.
Begitu usai pertandingan, mereka tanpa dikomando mengambil kesempatan untuk foto bersama dan minta tanda tangan. Baik pelatih dan pemain Arema pun melayani mereka dengan sabar, meski sudah dalam kondisi kelelahan.
“Harapan kami Arema Dewata untuk tim Arema adalah agar tim ini bisa lebih baik lagi, untuk segala hal,” harap Geger yang juga mengundang pemain, pelatih dan official tim Arema dalam sebuah jamuan makan malam di sebuah rumah makan di Jimbaran, Bali. (bua/jon)

Hajar Pespa 9-1

BALI-Hasil gemilang diraih Arema saat uji coba melawan tim lokal Bali, Pespa (Persatuan Sepakbola Padang Sambiang) dengan skor telak 9-1 (5-1) di Stadion Gelora Samudra, Badung, kemarin sore. Pada laga uji coba kedua dalam rangkaian pemusatan latihan atau training center (TC) di Bali ini, Arema tampil lebih baik dibanding uji coba sebelumnya yang menang 3-1 atas tim Putra Perkanthi, di Stadion Yoga Perkanthi, Senin (6/12) lalu.
Sembilang gol kemenangan Arema dicetak Leo Tupamahu (3’), Roni Firmansyah (20’), Farhrudin (39’, 43’), Chmelo Roman (45’), Amirudin (66’, 78’) dan  Musafri (67’, 84). Sedangkan satu-satunya gol balasan tuan rumah dicetak Wijaya menit 40.
Secara keseluruhan, Arema meski tanpa beberapa pemain pilarnya di Timnas, unggul segalanya atas Pespa. Meski tim asuhan Miroslav Janu ini sempat hilang konsentrasi sehingga tim asal Denpasar ini berhasil curi satu gol dari serangan balik.
Terlepas itu, Arema mampu menguasai jalannya pertandingan, sejak kick off babak pertama hingga akhir babak kedua. Terbukti lima gol berhasil diciptakan Roman dkk pada babak pertama, ditambah empat gol lagi pada babak kedua.
Pada babak pertama, Miro menurunkan formasi pemain dengan kiper Aji Saka, lini belakang Alfarisi, Leo Tupamahu, Pierre Njanka dan Waluyo. Lini tengah ada Roni Firmansyah, Roman dan Juan Revi. Lini depan ada Deni Santoso, Sunarto dan Fahrudin.
Babak kedua, tetap dengan pola 4-3-3, kiper tetap Aji Saja, lini belakang Alfarisi, Irfan Raditya, Leo dan Revi yang ditarik sebagai bek kanan. Lini tengah Roman, Tommy Pranata dan Roni yang kemudian digantikan pemain U-21 Gilang Dedik Permadi.
Lini depan ditempati Amirudin Musafri dan Dendi Santoso yang pada babak pertama sebagai striker sayap kiri berganti posisi di tengah. Namun menit 68, bersamaan dengan digantinya Roni, Dendi juga diganti oleh Andik Faturrohman, striker U-21.
“Kita berterimakasih kepada tim Arema yang sore ini telah memberi pelajaran kepada kami. Sore ini, kita menghadapi tim berkualitas sekelas Arema sebagai tim Liga Super,” komentar pelatih Pespa I Kadek Ediana usai pertandingan, kemarin sore.
“Team work dan kekompakan tim Arema cukup bagus, ini pelajaran berharga buat kami yang baru berkumpul hari ini, karena saat ini rehat kompetisi,” sambung pelatih yang mengantarkan Pespa sebagai juara kompetisi Perseden ini.
Arema yang diuntungkan dengan kondisi lapangan bagus sebenarnya bisa unggul lebih dari sembilan gol. Sayang, dengan sedikitnya ada enam peluang bagus yang dimiliki lini depan, harus terbuang percuma karena kurang tenang.
Sebut saja peluang yang dimiliki Dendi dan Roman pada babak pertama, harusnya minimal bisa tercipta tiga gol lagi. Sedangkan pada babak kedua, Musafri telah membuang peluang gol tiga kali di depan gawang Pespa.
“Pertandingan sore ini memang harusnya bisa cetak lebih banyak gol lagi, tapi sembilan gol ini juga sudah cukup, setiap pertandingan itu tidak sama. Saya tidak mau evaluasi satu per satu pemain, saya bicara tim,” ungkap Miro.
Secara umum, pelatih asal Republik Ceko ini mengaku puas dengan performa timnya. Meski harus kebobolan satu gol, timnya sudah bermain sesuai dengan instruksinya yaitu bermain dengan bola-bola bawah.
“Sore ini uji coba yang bagus, pemain bisa enjoy, semua pemain bisa tampil dengan banyak kombinasi serangan, mereka bisa main cepat dengan bola-bola bawah. Pemain kerja keras selama TC di Bali ini,” yakin Miro kepada Malang Post. (bua/jon)

Kamis, 09 Desember 2010

AFC andalkan Aremania

MALAYSIA – Sebuah tugas berat, tampaknya bakal diemban Aremania, suporter fanatik Arema. Bagaimana tidak, badan sepakbola Asia, Asian Football Confederation (AFC), berharap Aremania mampu meningkatkan animo penonton di gelaran AFC Champions League (Liga Champion Asia) yang dinilai mulai menurun. Penegasan itu disampaikan Competition Director AFC, Tokuaki Suzuki kepada perwakilan Arema Indonesia Football Club (AIFC), Abriadi Muhara (pelaksana harian PT Arema Indonesia) dan Sudarmaji (media officer).
Suzuki saat berbincang singkat dengan perwakilan Arema mengatakan, pada laga yang digelar AFC tahun 2009, jumlah total penonton rata-rata setiap pertandingan sebanyak 11.000-an orang dari tiga kali pertandingan. Tahun 2010 menurun drastis sebesar 74 persen, yakni rata-rata hanya dilihat sekitar 2.900 penonton.
Usai presentasi pada kegiatan AFC Elite Education Seminar 2011 di Hotel Hilton Petaling Jaya Kualalumpur kemarin, Suzuki sudah mengetahui suporter Arema Indonesia, yakni Aremania merupakan suporter fanatik dan memiliki jumlah yang besar.
’’Karena itu, kami yakin kehadiran Arema Indonesia di Grup G, akan menaikkan spectator (penonton, Red), setelah sebelumnya turun drastis,’’ katanya sambil mengucapkan selamat kembali gabung di kompetisi LCA tahun ini, kepada Arema.
Suzuki menambahkan, Indonesia tercatat tertinggi jumlah penontonnya di kawasan Asia Tenggara. Hanya Singapura yang mencatat rata-rata jumlah penonton agak banyak sekitar dua ribuan, tapi tahun ini turun hanya 26 persen.
Sedangkan jumlah rata-rata penonton terbesar tahun ini ditempati China dengan lebih dari 20 ribu penonton, tapi hanya mengalami ke naikan 8 persen dibanding tahun lalu.
Prosentase tertinggi kenaikan di Saudi Arabia, naik 50 persen dari rata-rata jumlah yang menikmati sepak bola tahun 2009, tahun 2010 menjadi sekitar 19 ribuan. 
Dengan dipastikan jumlah Aremania yang menonton akan membludak, utamanya saat laga home di Stadion Kanjuruhan, Suzuki mengingatkan agar suporter jangan melakukan perilaku buruk di lapangan.
Suzuki berpesan utamanya agar suporter tidak membawa atau menyalakan fireworks, atau mercon, kembang api, sebab sesuai aturan FIFA, pelanggaran sangat berat.
Dalam seminar hari pertama kemarin, acara dibuka oleh pejabat teras AFC. Mr Hasan Abdullah, dalam kesempatan itu, Hasan mengatakan bahwa AFC bertekat terus meningkatkan kualitas kompetisi, agar tim-tim di kawasan Asia mampu berbicara di level kompetisi dunia menyaingi klub-klub Eropa dan Amerika Latin. Untuk, AFC akan terus melakukan pembinaan terhadap klub untuk lebih profesional, serta pembinaan kualitas pemain.
Selain itu, secara resmi Arema mengajukan Stadion Kanjuruhan di Kepanjen Kabupaten Malang, sebagai venue laga di Liga Champion Asia (AFC Champions League) musim 2011.
Bukan itu saja, Arema juga mengajukan jadwal kick off laga yang diikuti tim-tim terbaik di Asia itu, pada 15.00 WIB. Padahal di banyak negara, kick off biasanya digelar malam hari.
Arema sendiri di LCA 2011, akan tergabung di grup G bersama Cerezo Osaka Jepang, Jeonbuk Hyundai Motors Korea dan Shandong Luneng China.
‘’Kami memang mengajukan Stadion Kanjuruhan sebagai stadion resmi untuk LCA nanti. Termasuk jam kick off kami ajukan pada 15.00 WIB,’’ ujar Sudarmaji, media officer Arema, kepada Malang Post, kemarin via sambungan internasional.
Dalam presentasi di Hotel Hilton Petaling Jaya Kuala Lumpur tersebut, Arema diwakili pelaksana harian Abriadi Muhara. Presentasi itu termasuk bagaimana klub Arema itu sendiri, akomodasi dan transportasi menuju ke Malang.
‘’Termasuk kami juga membawa berkas-berkas dan slide seputar Stadion Kanjuruhan dan Arema. Karena peserta lainnya juga seperti itu,’’ katanya.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Arema Indonesia, Abriadi dan Sudarmaji juga saling berkenalan dengan tim lain yang akan bertemu di Grup G.
Sementara itu, tim-tim pesaing Arema yakni Cerezo Osaka Jepang akan memakai Nagai Stadium Osaka, Jeonbuk Hyundai Korea menggunakan Jeonju World Cup Stadium dan Shandong Luneng China, memakai Shandong Sports Centre Stadium, Jinan. (tom/avi)

Minimal Lolos 16 Besar

BALI - Hasil drawing AFC Champions League atau Liga Champion Asia 2011 telah memastikan Arema berada di grup G bersama Cerezo Osaka (Jepang), Shandong Luneng (China) dan Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan).
Meski belum mengetahui kekuatan masing-masing tim di grup G ini, di atas kertas Arema cukup berpeluang untuk bersaing di LCA 2011. Meski itu tidak mudah dan pelatih Arema, Miroslav Janu tidak mau bicara soal target timnya nanti.
Namun kapten tim Arema, Pierre Njanka berharap minimal bisa mengantarkan Singo Edan lolos hingga ke putaran kedua atau babak 16 besar. Sedangkan untuk target juara, bek Arema asal Kamerun ini tidak mau muluk-muluk.
‘’Untuk target di LCA, ya minimal kita harus bisa lolos ke putaran kedua. Menurut saya itu sudah bagus untuk tim Arema, setelah lolos ke putaran kedua, kita pikir lagi target berikutnya,’’ yakin Njanka kepada Malang Post.
Sesuai regulasi dari AFC selaku federasi sepakbola Asia yang menggelar LCA ini, tiap grup akan meloloskan dua tim ke fase berikutnya. Khusus untuk peluang Arema, lolos dengan minimal sebagai runner up grup G masih terbuka lebar.
Setidaknya dari tiga calon lawan Arema, tampaknya hanya tim asal China, Shandong Luneng sebagai pesaing terberat. Kebetulan, Arema dan Shandong Luneng lolos ke penyisihan grup LCA dengan status sebagai tim juara.
Sedangkan Cerezo Osaka adalah juara 3 Liga Jepang (J-League) dan Jeonbuk Hyundai Motors juara 3 Liga Korea (K-League). Namun dua tim ini juga tak bisa diremehkan, menyusul kualitas kompetisi di Jepang dan Korea tentunya lebih baik dibanding Indonesia.
Sementara untuk persiapan tim Arema jelang LCA yang akan bergulir awal Maret nanti, Njanka mengaku belum mau membahasnya. Menurut mantan pemain Persija Jakarta ini, masih lama untuk Arema fokus tampil di LCA.
‘’Aku tidak mau bicara soal persiapan LCA dulu, nanti saja karena itu masih lama. Sekarang kita fokus di kompetisi ISL dulu. Kita mau konsentrasi ISL dulu, paling tidak sampai putaran pertama ini selesai,’’ sebut Njanka.
Sementara itu, gelandang Arema asal Uruguay, Esteban Gullien belum mau bicara banyak seputar LCA. Pasalnya, kompetisi paling bergengsi ini baru akan digelar usai putaran pertama ISL, tepatnya laga pertama menghadapi Cerezo Osaka, 2 Maret nanti.
‘’Lihat saja nanti, mungkin setelah putaran pertama selesai, saya  sudah tidak di Arema lagi, jadi belum tahu,’’ ungkap Esteban yang hingga kemarin mengaku masih belum mengetahui calon lawan Arema di LCA nanti. (bua/avi)

Esteban Tak Mungkin Naturalisasi

BALI-Sukses Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2010 tampaknya tak lepas dari naturalisasi pemain asing, Cristian Gonzales. Meski juga harus diakui, pemain lokal lainnya memberi banyak kontribusi untuk Timnas.
Terlepas itu, naturalisasi mendapat dukungan dari gelandang Arema asal Uruguay, Esteban Gullien. Bahkan rekan senegaranya Gonzales ini menyimpan harapan bisa naturalisasi menjadi warga Negara Indonesia dan memperkuat Timnas.
“Bukan saya tidak mau untuk naturalisasi, tapi tidak bisa, karena saya sudah ada istri bukan orang Indonesia. Kalau Gonzales itu istrinya orang Indonesia,  kecuali saya punya anak di Indonesia, mungkin bisa,” terang Esteban.
“Saya tidak tahu persis  untuk peryaratan naturalisasi itu, yang jelas saat ini Timnas Indonesia menjadi lebih baik dengan adanya pemain naturalisasi ini. Seperti lini depan, sekarang tak hanya bertumpu pada Bambang Pamungkas,” sambungnya.
Menurut pemain yang sudah lama malang-melintang di sepekbola Indonesia ini, Timnas Indonesia sebelum adanya kebijakan naturalisasi lebih banyak bertumpu pada pemain Timnas yang itu-itu saja, seperti striker lokal hanya ada Bambang Pamungkas.
“Sehingga itu menjadi beban tersendiri bangi Bambang, karena ada tanggung jawab yang besar, dia jadi tertekan. Tapi sekarang beda, dengan adanya Gonzales, ada juga Irfan, jadi banyak pilihan di lini depan,” yakin Esteban.
Diakuinya, performa Timnas Indonesia membaik dengan adanya tambahan pemain berkualitas semacam Gonzales. Meski juga sempat menjadi perdebatan, lantaran dengan adanya pemain naturalisasi ini, mengurangi kesempatan pemain Indonesia.
“Lebih bagus lagi, kalau ada satu pemain naturalisasi di lini tengah, dan satu lagi di lini belakang, sehingga persaingan pemain Timnas akan semakin kompetitif, dan pemain Timnas tidak hanya itu-itu saja,” sebut Esteban. (bua/jon)

Padang-Tarakan Terancam Batal

BALI-Rencana Arema mengikuti uji coba di luar kandang terancam batal. Yakni memenuhi undangan Semen Padang dan Kota Tarakan. Semua terkendala kebijakan dari Managercoach Miroslav Janu yang memutuskan keduanya bakal batal berangkat.
Pertama terkait dengan undangan dari manajemen Semen Padang untuk menggelar laga amal di stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember mendatang, Miro mempertanyakan match fee untuk tim asuhannya.
Menurut surat undangan dengan nomer 317/KRE/KSSP/12.2010 tertanggal 4 Desember, manajemen Semen Padang siap menanggung akomodasi dan transportasi untuk rombongan tim Arema yang berjumlah 20 orang.
Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa Semen Padang pun siap memberi match fee, namun tak dijelaskan nilainya. Menurut informasi, untuk laga Semen Padang lawan Arema itu, panitia kabarnya siap memberi match fee sekitar Rp 7 juta.
 “Kalau kita hanya dapat match fee hanya Rp 7 juta, kita tidak mau berangkat, jauh-jauh ke Padang. Arema saja bayar match fee untuk laga uji coba lawan Deltras Rp 15 juta,” ungkap Managercoach Arema, Miroslav Janu.
 “Kita tidak mau, mereka (Semen Padang) dapat banyak pemasukan dari laga lawan Arema, tapi kita hanya dapat match fee Rp 7 juta, ya lihat saja nanti,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini tak mau merugi untuk datang ke Padang.
Rencananya tim inti yang akan berangkat ke Padang, lantaran Arema sudah pernah bertemu beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk memenuhi undangan Kota Tarakan, manajemen Arema rencananya akan mengirimkan tim Arema U-21.
Miro tak mau mengirim tim inti dalam turnamen segi empat di Tarakan itu lantaran dua tim Liga Super yang bakal dihadapi adalah Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta. Kedua tim masih belum dihadapi Arema pada laga resmi Liga Super.
Persoalannya panitia dari Tarakan meminta tim Arema juga mengikutsertakan satu atau dua pemainnya dari tim senior. Termasuk keinginan untuk bisa mengundang satu pemain asing Arema bergabung dalam turnamen tersebut.
Sayangnya, dalam turnamen yang digelar 19-28 Desember ini, Miro memastikan tak bisa mengirim pemain seniornya untuk gabung tim Arema U-21. Pasalnya, dengan delapan pemain Arema gabung Timnas, jumlah pemain Arema sudah terbatas.
Kebetulan pemain asing Arema juga tengah merayakan hari Natal, sehingga tak memungkinkan untuk berangkat ke Tarakan. Kini, pihak panitia tengah mempertimbangkan ulang untuk mengajak Arema dalam turnamen tersebut.
“Ya, kita mau bagaimana lagi, itu adalah keputusan dari pelatih, kita sudah berusaha meyakinkan, dan kita serahkan keputusannya kembali pada manajemen dan pelatih,” sebut Sekretaris ti Arema, Muhammad Taufan. (bua/jon) 

Beri Motivasi

BALI-Setelah menang 3-1 pada laga uji coba pertama menghadapi Putra Perkanthi, Senin (6/12) lalu, giliran Arema akan menghadapi Pespa (Persatuan Sepakbola Padang Sambiang), Denpasar, di Stadion Gelora Samudra, Badung, Bali, sore ini.
Ini adalah uji coba kedua atau uji coba terakhir Arema dalam rangkaian pemusatan latihan di Bali. Bagi pelatih Arema, Miroslav Janu, target uji coba kedua ini juga tak jauh beda seperti uji coba sebelumnya, yaitu untuk memantau performa seluruh pemainnya.
“Sama seperti kemarin, saya mau coba semua pemain, lihat kondisi pemain besok, ada pemain sakit atau pemain cedera,” ungkap Miro yang tim asuhannya masih saja terganggu konsentrasinya dengan urusan gaji yang belum cair.
Seperti saat usai latihan fisik di Pantai Kuta, kemarin pagi, pemain kembali menanyakan seputar gaji ini. Maklum, kondisi latihan yang berat, selalu saja mengingat pemain atas hak mereka yang belum dibayar hingga tiga bulan ini.
Sehingga laga uji coba lawan tim lokal asal Denpasar ini pun untuk menguji konsentrasi pemain yang tak pernah lepas memikirkan gaji mereka. Itu juga bagi pemain yang masih mau tampil, karena sebagian tampaknya kurang semangat uji coba.
“Jadi saya harus terus beri motivasi pemain, tapi saya tidak tahu sampai kapan, hampir setiap latihan mereka selalu tanya soal gaji. Khususnya saat latihan berat, mereka selalu sindir soal gaji,” sebut Miro ingin timnya tetap konsentrasi di uji coba.
“Saya tahu, wajah mereka bergurau, tapi mereka serius tanya gaji, tapi mau bagaimana. Saya selalu beri motivasi pemain, sekarang mau bicara apa, kamu lihat, mereka tanya gaji, dan pengurus janji tanggal 10 Desember, lihat nanti,” sambungnya.
Miro mengakui, selama TC di Bali ini, pemainnya sudah berlatih dengan bagus, meski dari hasil evaluasi laga ujicoba pertama kemarin, masih ada pemainnya yang kurang konsentrasi. Harapannya, kerjas keras pemainnya ini segara bisa dibayar.
“Kita selalalu kerja keras, tapi tiga bulan tanpa gaji. Pemain latihan bagus, dan mereka tetap serius, tapi tidak ada gaji. Mau bagaimana lagi, saya harus terus beri mereka motivasi, termasuk untuk uji coba besok,” katanya.
Sementara itu, kapten tim Arema meminta rekan-rekannya untuk tetap fokus dan konsentrasi. Setidaknya agar tidak sampai kebobolan seperti saat Arema menang 3-1 dari Putra Perkannhti, itu lantaran lini belakang Arema kurang konsentrasi.
“Ya, kita harus fokus dan konsentrasi, di babak pertama maupun di babak kedua, kita harus tetap main bagus. Soal gaji, saya tidak mau bicara itu, saya sudah bosan bahas gaji,” sebut Njanka yang selama ini ikut meredam emosi rekan-rekannya.
Menurut informasi, dibanding Putra Perkanthi, kekuatan tim Pespa lebih bagus, sehingga Singo Edan dituntut lebih waspada jika tak ingin dipermalukan tim lokal asal Denpasar ini. Setidaknya sebagai tim Liga Super, tentu malu jika harus menuai kekalahan.
Beruntung Arema dipastikan tak akan berjuang sendiri, pasalnya ada ratusan Arema Dewata yang siap memberi dukungan pada tim asuhan Miroslav Janu. Seperti halnya saat lawan Putra Perkanthi, mereka datang dengan atribut Aremania memberi dukungan pada Piere Njanka dkk. (bua/jon)

Latihan Kecepatan

BALI-Setelah sehari sebelumnya hanya latihan di lapangan Stadion Samudra, pemain Arema kembali digenjot latihan fisik di Pantai Kuta, Bali, kemarin pagi. Kali ini, pelatih Arema, Miroslav Janu memfoskukan latihan kecepatan untuk Pierre Njanka dkk.
“Ya, pagi ini kita latihan speed (kecepatan). Kita latihan satu jam, ada kualitas latihan yang bagus,” ungkap Miro usai latihan.
Dalam waktu satu jam tesebut, ada lima jenis latihan kecepatan yang harus diselesaikan pemain. Masing-masing jenis latihan tersebut harus diulang enam kali, dengan kecepatan mulai 70 persen hingga 100 persen. Secara keseluruhan, pemain Arema mampu menyelesaikan menu latihan kecepatan tersebut.
Disela-sela latihan kecepatan, Miro juga memberikan happy game dengan bola tangan. Pemain dibagi dua kelompok, bermain bola tidak dengan kaki, tapi dengan tangan sepertinya basket, dan latihan ini cukup menyita perhatian pengunjung pantai.
Tidak seperti sebelumnya, Miro sengaja memilih Pantai Kuta bagian utara dimana banyak pengunjung yang datang dibanding pantai sebelah selatan. Sehingga latihan Arema yang berganti-ganti jenis ini pun menjadi tontotanan.
Baik turis asing maupun turis lokal, sengaja berhenti untuk melihat aksi pemain Arema melahap menu latihan dari Miro. Boleh jadi, itu membuat pemain Arema tampak penuh semangat berlatih.
“Saya lihat pemain menyelesikan latihan dengan bagus, mereka semangat latihan,” sebut Miro yang sebelum latihan menginstruksikan pasukannya agar konsentrasi pada latihan, meski sebenarnya banyak ‘godaan’ dari turis asing yang lewat. (bua/jon)

Cedera, Aji Paksa Latihan

BALI-Hingga latihan Rabu (8/12) kemarin, pagi dan sore, kiper Arema Ahmad Kurniawan tak kunjung bergabung dengan rekan-rekannya. Sudah dua hari, kiper yang akrab disapa AK ini absen latihan karena alasan sakit.
Menurut keterangan dokter tim Arema, Albert Rudianto kondisi sakit yang dialami AK sebenarnya sulit untuk dipastikan. Lebih tepatnya, menurut hasil pemeriksaan, kakak kandung Kurnia Meiga ini sebenarnya tidak sakit.
“Kalau menurut saya tidak ada yang sakit, tapi AK masih mengaku sakit, jadi susah, mau bagaimana lagi,” ungkap dr. Albert perihal kondisi perihal AK.
Dalam kondisi hanya membawa dua kiper selama pemusatan latihan di Bali ini, Aji Saka mengalami cedera saat sesi latihan di Pantai Kuta, kemarin pagi. Kiper cadangan Arema ini mengalami cedera di bagian tungkak kaki kirinya.
Cedera tersebut didapat saat happy game, kaki Aji terinjak kaki Alfarisi saat terjadi kemelut. Hingga mantan kiper Arema U-21 ini pun harus mendapatkan perawatan dari tim medis, dan tak melanjutkan program latihan berikutnya.
Aji pun berjalan terpincang-pincang dan harus dipapah pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto. Namun meski cedera, Aji memili untuk tetap gabung latihan di Stadion Samudra, Badung  dengan bagian tungkaknya dibebat perban.
Seperti hari sebelumnya, saat kontrol game, selain Aji Saka maka Dwi juga harus turun sebagai penjaga gawang. Pelatih kiper yang akrab disapa Kirun ini menggantikan posisi AK yang sudah dua hari tak ikut latihan Arema.
“Ya, sebenarnya terasa nyeri di bagian tungkak ini, tapi mau bagaimana lagi. Saya paksakan tetap ikut latihan, saya tidak tega kalau pak Dwi jadi kiper sendiri. Apalagi saya ini dikontrak memang untuk latihan,” ungkap Aji ditemui usai latihan.
“Besok (sore ini) AK pasti sudah fit dan bisa main, kalau dia memang dikontrak untuk main,” yakin Aji kepada Malang Post.
Jika sore ini AK masih mengaku sakit dan kondisi cedera Aji tak bisa dipaksa untuk main, maka laga ujicoba Arema terancam tanpa kiper. Ini sebagai resiko, Arema hanya bawa dua kiper, dan pelatih Arema, Miroslav Janu tak berniat panggil kiper U-21.
Sementara itu dari sesi latihan kemarin pagi, tak hanya AK yang absent karena sakit, Wahyu Gunawan juga tak latihan karena sakit. Namun sore harinya, bek kiri Arema itu sudah gabung latihan bersama rekan-rekannya di Stadion Samudra.
“Saya tadi pagi diare dan sedikit  greges, jadi tak ikut latihan, dan sore ini kondisiku sudah membaik dan bisa ikut latihan,” terang Gunawan perihal kondisinya yang hingga kemarin masih mendapat perawatan dari dokter. (bua/jon)

Rabu, 08 Desember 2010

Jadwal Arema di LCA

Matchday 1
Rabu 02-03-2011 Corezo Osaka (JPN) Vs Arema FC (INA)
Osaka Nagai Stadium (JPN)

Matchday 2
Rabu 16-03-2011 Arema FC (INA) Vs Jeonbuk Hyundai Motors (KOR)
Kanjuruhan Stadium (INA)

Matchday 3
Selasa 05-04-2011 Arema FC (INA) Vs Shandong Luneng (CHN)
Kanjuruhan Stadium (INA)

Matchday 4
Rabu 20-04-2011 Shandong Luneng (CHN) Vs Arema FC (INA)
Shandong Sports Centre Stadium, Jinan (CHN)

Matchday 5
Selasa 03-05-2011 Arema FC (INA) Vs Corezo Osaka (JPN)
Kanjuruhan Stadium (INA)

Matchday 6
Selasa 10-05-2011 Jeonbuk Hyundai Motors (KOR) Vs Arema FC (INA)
Jeonju World Cup Stadion, Jeonju (KOR)

Miro Tunggu Gaji

ALI-Selama ini yang lebih banyak terekspos perihal keterlambatan gaji adalah milik pemain, namun ternyata tim pelatih Arema juga belum menerima hak mereka. Kondisi ini yang sempat dikeluhkan Managercoach Arema, Miroslav Janu.
Menurut Miro adanya tudingan bahwa hanya pemain yang belum menerima gaji itu tidaklah fair. Pasalnya menurut pelatih asal Republik Ceko ini, dirinya juga belum menerima gaji dari manajemen Arema, sudah hampir tiga bulan.
“Nanti tanggal 15 Desember ini, saya sudah tiga bulan belum terima gaji, jadi bukan hanya pemain, pelatih juga bekerja tanpa gaji. Saya sudah empat bulan kerja di Arema, tiga bulan tanpa gaji,” ungkap Miro kepada Malang Post.  
 “Selama ini dipikir saya sudah dapat gaji, dan tidak ada yang protes pada manajemen. Saya sama seperti pemain, belum ada gaji, dan dipikir saya ini tidak ada anak dan istri yang hidup dari gaji saya,” sambungnya.
Pelatih yang pernah menukai Arema dan PSM Makassar ini tampakanya mulai merasakan beratnya menjalani kerja di Arema tanpa gaji. Sedangkan kebutuhan keluarganya di Ceko terus berjalan, dengan jumlah yang tak sedikit.
Seperti untuk membiayai anaknya yang sekolah, membayar asuransi maupun harus membayar pajak dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. “Kalau mengerti seperti ini, saya mungkin tidak akan datang ke sini,” katanya.
Lebih lanjut, Miro mencontohkan kasus keterlambatan gaji ini dengan sepakbola di Eropa. Menurutnya, baik pemain maupun pelatih jika selama tiga bulan tak mendapatkan gajinya, maka mereka bisa secara otomatis kontraknya berakhir.
 “Jadi kalau selama tiga bulan tidak terima gaji, maka pemain bisa berstatus free transfer, bisa keluar dan ganti klub,  tidak peduli dikontrak mahal, itu sudah otomatis,” yakin Miro perihal persoalan gaji untuk sepakbola Eropa.
Menyusul kondisi keuangan Arema yang kembang-kempis ini, dan gaji masih harus menunggu dana dari sponsor, Miro pun sempat mengkhawatirkan Arema bisa batal berangkat di kompetisi Liga Champhions Asia, mulai awal Maret 2011 nanti.
Pasalnya, Miro meyakinkan kebutuhan anggaran untuk LCA tidak sedikit, baik itu untuk persiapan maupun saat berangkat ke luar negeri nanti. Sementara tim Arema sudah terlanjur terdaftar sebagai salah satu peserta yang lolos dalam penyisihan grup LCA.    “Kenapa harus ikut LCA kalau memang tidak siap uang, Arema bisa terkena sanksi yang besar, kalau nanti ternyata tidak bisa berangkat LCA, untuk TC (pemusatan latihan) di Bali saja tidak cukup, kemana bisa LCA,” sebut Miro.
Satu hal yang dicontohkan Miro adalah kebutuhan jersey untuk laga away Arema di luar negeri. Sebut saja Arema bermain di Jepang atau di Korea yang tengah musim dingin, dibutuhkan kelengkapan tim khusus untuk musim dingin.    Sementara dari Lotto, sebagai sponsor apparel Arema, tak menyediakan jersey untuk musim dingin tersebut. Sehingga mau tidak mau, manajemen Arema harus menyiapkan sendiri, jika ingin persiapan berangkat dengan maksimal.
“Hati-hati nanti bisa tidak berangkat LCA kalau tidak ada uang,” sebut Miro masih berusaha bersabar menunggu haknya dibayar oleh manajemen Arema yang hingga saat ini masih menunggu pencairan dana dari pihak sponsor. (bua/nug/Malangpost)

Langsung Ditantang Jepang

MALAYSIA – Langkah Arema di ajang AFC Champions League 2011 atau biasa disebut Liga Champion Asia (LCA) dipastikan benar-benar berat. Betapa tidak, Singo Edan harus menghadapi tim-tim kuat di Asia.
Bergabung di Grup G, Arema harus bertemu Cerezo Osaka Jepang (peringkat 3 J-League), Shandong Luneng China (juara Liga Super China) dan Jeonbuk Hyundai Motors Korsel (peringkat 3 K-League). Jelas bukan pekerjaan mudah bagi penggawa asuhan Miroslav Janu untuk bisa sekadar lolos dari penyisihan grup. Apalagi, dilaga perdana yang bakal digelar 1 Maret 2011 nanti, Arema langsung bertandang ke Nagai Stadium di Osaka Jepang, bertemu tuan rumah Cerezo Osaka. (lihat grafis).
Media officer Arema, Sudarmadji yang hadir langsung dalam drawing di PJ Hilton Hotel Petaling Jaya Malaysia kemarin, justru mengaku cukup tertantang dengan hasil tersebut. Apalagi jika melihat calon lawan Arema.
‘’Kita belum tahu bagaimana reaksi pelatih. Kalau manajemen siap saja. Justru kami merasa beruntung mendapat lawan tangguh,’’ ujar Sudarmadji.
Alasannya, kata dia, dengan bertemu tim tangguh, bakal membawa banyak dampak positif selanjutnya, terlepas dari peluang Arema untuk mengatasi perlawanan mereka di lapangan. Beberapa hal yang menjadi keuntungan, yaitu bisa belajar banyak soal kualitas permainan dan kualitas pengelolaan klub dari ketiga tim asal Asia Timur tersebut.
Baik Cerezo, Shandong maupun Jeonbuk dikenal professional dalam urusan pengelolaan klub. Pantas pula bila tim mereka bisa bertengger di papan atas kompetisi domestik masing-masing. Tim yang secara manajemen dan permainan berada di level tinggi itulah yang ingin dicontoh oleh Arema agar semakin maju.
Keuntungan lain yang didapat adalah soal antusiasme penonton. Datangnya tiga lawan tangguh asal luar negeri ke Malang pastinya bakal menyedot animo Aremania untuk hadir langsung mendukung tim pujaannya di stadion.
’’Dipastikan pertandingan lawan mereka bakal mengundang animo Aremania untuk berbondong-bondong ke stadion. Aremania tentunya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut,’’ imbuh Sudarmadji.
Meski peluang bisa dikatakan cukup berat, Arema dipastikan tak bakal menyerah sebelum bertanding. Tim arahan pelatih Miroslav Janu tentu ingin menunjukkan kapasitas sebagai tim juara Indonesia yang tak bisa diremehkan dan dipandang sebelah mata begitu saja.
‘’Target Arema jelas agar tetap bisa berbicara di level Asia. Semoga kita bisa membuat kejutan dengan mengandaskan mereka,’’ kata pria asal Banyuwangi ini.
Namun berkaca pada LCA musim 2007 lalu, menghadapi tim-tim asal Korea dan Jepang, Arema tidak pernah bisa menang. Kala itu, Arema hanya mampu meraih empat poin. Poin itu didapat dari Bangkok University. Yakni imbang tanpa gol di Bangkok dan menang 1-0 di Stadion Gajayana.
Sementara lawan Chunan Dragon Korea, Arema selalu Kalah. Di Korea kalah 0-2 dan di Gajayana kalah 0-1. Sedang lawan Kawasaki Frontale Jepang, Arema kalah 1-3 di Gajayana dan kalah 0-3 di Jepang.
Namun di LCA musim 2011 nanti, setiap tim akan mendapat subsidi biaya perjalanan sebesar USD 30 ribu (sekitar Rp 290 juta). Jika di pertandingan babak penyisihan menang, tim bakal mendapat prize money USD 40 ribu (sekitar Rp 360 juta), kalau seri prize money hanya USD 20 ribu (sekitar Rp 180 juta).  (tom/avi)

Yang Muda, Yang Kerja

foto: Pemain Arema U-21 membantu angkat air minum untuk latihan.

BALI-Resiko sebagai pemain muda yang bergabung dengan tim senior di Liga Super, harus siap untuk ‘diplonco’. Seperti halnya beberapa pemain Arema U-21 yang gabung dengan tim Arema senior, harus siap untuk kerja lebih keras.
Bukan hanya urusan keras saat latihan, namun juga di luar lapangan. Tepatnya sebelum atau sesudah latihan, mereka harus ikut membantu ball boy untuk angkut-angkut barang, termasuk angkat air minum untuk latihan.
Kebetulan saat ini ada empat pemain Arema U-21 yang gabung dengan tim senior. Selain Sunarto dan Alfarisi yang sudah masuk dalam bagian tim senior, ada Gilang Andik Permadi dan Andik Faturrohman yang ikut pemusatan latihan di Bali.
Empat pemain muda ini bergantian untuk membantu bagian perlengkapan, baik itu angkat tas sepatu maupun ikut angkat bola, dari bus ke lapangan  dan sebaliknya. Termasuk saat latihan di pantai Kuta, mereka juga yang angkat dari hotel.
 “Tidak mengapa mas,” ungkap Sunarto perihal kesibukannya untuk membantu tim Arema ini. Mereka pun tak pernah mengeluh, dan tak banyak bicara seperti halnya pemain senior yang tentu tak akan bersedia untuk ikut angkat-angkat barang.
Selama ini, pelatih Arema, Miroslav Janu memang meminta mereka pemain muda untuk kerja lebih keras, baik untuk urusan latihan maupun yang tak ada hubungannya dengan latihan, seperti harus ikut angkat mistar gawang.
Boleh jadi, itu semacam aturan tak terulis, bahwa yang muda yang harus kerja. Maklum, pemain-pemain mudah ini memang jarang ada kesempatan untuk masuk dalam tim inti, sehingga diminta untuk kerja keras selama latihan.“Kita memang masukan pada pemain-pemain muda ini untuk berlatih serius, tanpa terpengaruh dengan senior mereka, karena ini juga untuk mereka sendiri nanti. Mereka memang harus hormat pada yang senior, tapi untuk urusan latihan, mereka harus bisa lebih baik dari seniornya,” sebut asisten pelatih Arema, Tony Ho. (bua/nug)

Gagal Tantangan 2 Juta

BALI-Banyak cara dilakukan kapten tim Arema, Pierre Njanka untuk memotivasi rekan-rekannya. Bek Arema yang cukup keras untuk membimbing pemain-pemain muda ini memberi tantangan pada striker Arema, Musafri usai latihan di pantai Kuta.
Musafri yang memang suka berlatih sendiri mendapat tantangan dari Njanka untuk melakukan juggling atau mengontrol bola dengan kaki tanpa menyentuh tanah dan tanpa henti, mulai dari pantai Kuta sampai hotel Summer.
Kebetulan jarak antara hotel tempat tim Arema menginap dengan pantai Kuta hanya sekitar 500 meter. Njanka menjanjikan uang Rp 2 juta jika Musafri mampu melakukan juggling dari pantai Kuta hingga ke hotel.
Sayangnya, mantan striker Perija itu gagal menyelesaikan tantangan dari Njanka. Bola dari kaki Musafri jatuh pada 300 meter sebelum hotel atau tepatnya di depan hard Rock Café, Bali disaat sudah bisa menyeberangi jalan dari pantai Kuta.
“Sebenarnya saya bisa menyelesaikan tantangan ini, tapi tali sepatu saya lepas, mau bagaimana lagi, ya gagal,” ungkap Musafri perihal usahanya mendapatkan Rp 2 juta dari Njanka harus gagal di tengah jalan. Padahal teman-temannya cukup mendukungnya untuk menyelesaikan tantangan itu. (bua/nug.Malangpost)

Purwaka Pulang, AK Sakit

BALI-Komposisi 22 pemain yang dibawa Managercoach Arema, Miroslav Janu untuk program pemusatan latihan atau training center (TC) di Bali berkurang satu pemain. Yaitu Purwaka Yudhi, terpaksa harus dipulangkan ke Malang.
Bek Arema itu meninggalkan rekan-rekannya Senin (6/12) siang, dan sudah tak kelihatan saat laga ujicoba lawan PS Putra Perkanthi. Purwaka harus pulang menyusul  kondisi cedera otot perut bagian bawahnya kembali kambuh.
Cedera lama ini kembali dirasakan Purwaka pada hari pertama TC di Bali, yaitu saat digenjot latihan fisik di pantai Kuta, Minggu (5/12) pagi. Sehingga saat latihan Minggu sore, pemain asal Lampung ini memilih hanya nonton di pinggir lapangan.“Purwaka sudah pulang, cedera lamanya sakit lagi. Saya tidak mengerti, sudah enam dokter, termasuk dokter spesialis bilang tidak ada masalah dengan cederanya, tapi Purwaka bilang sakit terus,” ungkap Miro, kemarin pagi.
“Saya tidak tahu, dia pulang untuk cari alternatif penyembuhan, saya tidak tahu apalagi. Hari ini Ahmad Kurniawan (kiper) tidak ikut latihan karena sakit, saya tidak tahu kenapa sakit terus, tanya dokter,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini.
Sementara dokter tim Arema, Albert Rudinato mengakui, kondisi Purwaka memang tidak bisa dipaksakan untuk terus ikut latihan di Bali, sehingga diputuskan untuk pulang. Sedangkan AK absen latihan karena sakit demam.
“Purwaka cederanya yang lama sakit lagi, dia kemarin sudah tak bisa ikut latihan, jadi disuruh pulang saja dan terapi di Malang. Sedangkan AK tak ikut latihan karena sakit demam, saya masih akan cek lagi kondisinya nanti,” jelas dr. Albert.
Lantaran jumlah pemain kini tinggal 21 orang, Miro tak bisa melakukan control game secara idela 11 lawan 11 pemain. Bahkan pada sesi latihan di stadion Samudra, kemarin pagi, hanya ada satu kiper yaitu Aji Saka yang ‘dihajar’ sendiri.
Miro pun tak ada rencana untuk memanggil satu pemain atau kiper Arema U-21 untuk gabung TC Bali. Menurutnya, untuk posisi penjaga gawang, pelatih kiper Dwi Sasmianto bisa dimaksimalkan jika AK memang belum bisa latihan.“Tidak perlu panggil kiper lagi, masih ada Dwi, dia masih bagus untuk jadi kiper,” sebut Miro. Dan Dwi ‘Kirun’ Sasmianto pun menjawabnya dengan tampil menggantikan Aji saat sesi latihan fisinishing touch, kemarin pagi.
Meski gerakannya tak selincah saat masih jadi kiper Arema, Kirun masih cukup cekatan menghalau bola. Namun tentunya tak bisa maksimal, karena faktor usia tak bisa memaksa Kirun tampil untuk benar-benar mengganti posisi AK. (bua/nug/Malangpost)

Evaluasi Pemain

Hasil Ujicoba, Menang 3 Kalah 1

BALI-Faktor kelelahan setelah digenjot latihan fisik tampaknya membawa pengaruh pada hasil laga ujicoba Arema menghadapi tim lokal, PS Putra Perkanthi di stadion Yoga Perkanthi, Jimbaran, Senin (6/12).
Menghadapi tim yang levelnya jauh dibawah Arema ini, Pierre Njanka dkk hanya menang 3-1. Tiga gol kemenangan Arema dicetak pada babak pertama, dan satu gol balasan tuan rumah terjadi babak kedua.
Pada babak pertama, pelatih Arema, Miroslav Janu menurunkan formasi pemain yang selama ini sering masuk line up, sedangkan di babak kedua, ganti pemain yang biasa cadangan plus dua pemain Arema U-21.
Atas kemenangan tiga gol pada babak pertama dan kalah satu gol di babak kedua itu, Miro langsung mengevaluasi pemainnya. Lantaran secara umum penampilan tim Arema, khususnya di babak kedua tak sesuai harapan.
“Ya, usai ujicoba kita lakukan evaluasi pemain, kita babak pertama bisa menang 3-0, kenapa babak kedua kita kalah 0-1.Kita tidak bisa seperti ini, harusnya kita bisa menang lebih banyak lagi,” ungkap Miro, usai latihan kemarin pagi.
Formasi pemain di babak pertama sore itu adalah kiper Ahmad Kurniawan, belakang Pierre Njanka, Leo Tupamahu, Gunawan dan Waluyo, tengah Roni Firmansyah, Esteban Gullien dan Chmelo Roman, depan Dendi Santoso, Sunarto dan Musafri.
Pada babak kedua, kiper diganti Aji Saka,  belakang tetap Njanka dan Leo ditambah Hermawan serta Alfarisi, tengah ada Juan Revi, Tommy Pranata dan Gilang (U-21), depan Amirudin, Fakhrudin dan Andik Faturrohman (U-21).
Untuk penampilan di 45 menit pertama, Arema yang menurunkan tiga pemain asingnya mampu menguasai jalannya permainan. Gol pertama menit 7 dicetak Roman melalui eksekusi penalti, setelah pemain belakang Putra Perkanthi melakukan handsball.
Disusul gol kedua menit 23, kembali dicetak Roman lewat tendangan keras kaki kirinya setelah menerima umpan matang dari Musafri. Lalu gol ketiga menit 33 dicetak Sunarto melalui sundulan setelah meneruskan umpan silang Gunawan.
Selain tiga gol ini, Arema beberapa kali memiliki peluang bagus, seperti dari kaki Musafri maupun Roman, namun gagal berbuah gol. Mereka tampak kurang konsentrasi, dan terlalu bernafsu untuk cetak gol, sehingga peluang terbuang percuma.
Sedangkan di babak kedua, meski menguasai permainan, lini depan Arema tak mampu cetak gol. Justru tuan rumah melalui tendangan bebas menit 69 diselesaikan striker Putra Perkanthi, Andika melalui tandukannya menjebol gawang Arema.
Pemain Arema tampak kebingungan menghadapi tim lokal yang banyak dihunu pemain muda ini. Padahal Juan Revi dkk sebenarnya mendapat menu latihan yang sama dan instruksi yang sama seperti tim pada babak pertama.“Mereka (Putra Perkanthi) sepertinya ada line up yang lebih bagus pada babak kedua, kita ada problem finishing, dan  kita selalu paksa main di tengah, kita kurang bermain dari sayap, kurang ada bola-bola crossing,” jelas Miro.
Untuk itu, pada sesi latihan di stadion Samudra, Badung, kemarin pagi, pelatih asal Slavia Praha ini, kembali membenahi bola-bola crossing serta finishing. Termasuk memberi menu latihan teknik dasar passing dan kontrol bola.Sementara itu, perihal gol tunggal Putra Perkanthi yang diawali dari bola mati itu, Miro mengakui pemainnya kurang konsentrasi. Kapten tim Arema, Pierre Njanka pun mengakui, penampilan timnya pada babak kedua memang tidak bagus.
 “Babak pertama sudah bagus, tapi babak kedua kita tidak bagus, sekarang kita harus konsentrasi dan harus fokus untuk latihan dan ujicoba,” sebut Njanka kepada Malang Post usai latihan, kemarin pagi. (bua/nug/malangpost)

Selasa, 07 Desember 2010

Hasil Drawing LCA 2011

West Asia

Group A
1. Al-hilal (KSA)
2. Al-Gharafa (QAT)
3. Al-Jazira (UEA)
4. Sepahan (IRN)

Group B
1. Esteghlal (IRN)
2. Al-Nassr (KSA)
3. Pakhtakor (UZB)
4. Winner West Play Off

Group C
1. Al-Wahda (UEA)
2. Piroozi (IRN)
3. Al-ittihad (KSA)
4. Bunyodkor (UZB)

Group D
1. Al-Rayyan (QAT)
2. Emirates (UEA)
3. Zob ahn (IRN)
4. Al-Shabab (KSA)

East Asia

Group E
1. Jeju United (KOR)
2. Melbourne Victory (AUS)
3. Gamba Osaka (JPN)
4. Tiajin Teda (CHN)

Group F
1. Hangzhou Greentown (CHN)
2. FC Seoul (KOR)
3. Winner East Play Off
4. Nagoya Grampus (JPN)

Group G
1. Cerezo Osaka (JPN)
2. Shandong Luneng (CHN)
3. Jeonbuk Hyundai Motors (KOR)
4. Arema FC (INA)

Group H
1. Sydney FC (AUS)
2. Kashima Antlers or Winner Emperor's Cup
3. Shanghai Shenhua (CHN)
4. Suwon Samsung Bluewings (KOR)

Timnas Tak Ingin Suporter Kecewa

Jakarta (beritajatim.com) - Timnas Indonesia akan menjalani laga terakhir Grup A AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (7/12). Apapun hasil pertandingan ini tidak akan mengubah posisi Irfan Bachdim dkk sebagai pemuncak grup A.

Meski sudah tidak lagi menentukan, para pemain tetap akan bermain serius menghadapi Thailand. Seperti ditegaskan oleh pelatih Alfred Riedl, timnas tak inign mengecewakan puluhan ribu suporternya yang sengaja datang langsung ke stadion untuk mendukung mereka.

“Kami akan melakukan perubahan dalam komposisi pemain sekitar 30 persen. Target kami adalah tetap menampilkan permainan yang bagus dan memenangkan pertandingan. Kami disini bukan untuk berlibur dan harus memberikan yang terbaik. Timnas tak ingin suporter kecewa,” kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih timnas Indonesia.

Perubahan itu juga terkait dengan kondisi beberapa pemain yang kurang fit seperti Hamka Hamzah dan Yesaya Desnam. Selain itu juga menjaga pemain dari hukuman akumulasi kartu kuning saat semi final nanti. Hingga dua pertandingan, ada dua pemain Indonesia yang telah terkena kartu kuning, yakni Ahmad Bustomi dan Firman Utina.

Lebih lanjut, Wolfgang Pikal memprediksikan Thailand akan bermain menyerang total. Pasalnya mereka membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke semi final. Kondisi ini tidak lantas membuat Indonesia takut.

“Dengan permainan menyerang yang ditunjukkan Thailand, saya harap akan memberikan ruang kosong pada pertahanan mereka. Sektor itulah yang harus kita manfaatkan dengan maksimal,” ungkap Wolfgang.

Yang jelas, para tim pelatih Indonesia meminta pemainnya untuk tetap waspada terhadap Thailand yang punya rekor bagus jika bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ada empat pemain yang menjadi pusat perhatian.

“Kita mewaspadai playmaker tim Thonglao Datsakorn, pencetak dua gol Sarayoot Chaikamdee, striker berpengalaman Teerasil Dangda dan Suree Sukha yang sangat cepat da sering mengirimkan umpan crossing yang berbahaya,” papar Wolfgang. [but]

Robson: Ini Stadion Keberuntungan Thailand

Jakarta (beritajatim.com) - Timnas Thailand optimistis menyikapi laga terakhir Grup A AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (7/12). Pelatih Thailand, Bryan Robson meyakini pemainnya bisa mengatasi berbagai tekanan di lapangan.

“Thailand dihuni oleh skuad yang sangat berpengalaman. Mereka sudah terbiasa tampil di stadion besar yang dipenuhi penonton. Mereka pasti bisa mengatasi tekanan apapun,” kata Robson dengan yakin.

Selain faktor pengalaman pemainnya, mantan bintang Manchester United ini juga menyatakan Thailand selalu beruntung jika tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno. “Ini boleh dibilang sebagai stadion keberuntungan bagi Thailand. Di luar itu, jika para pemain percaya diri dengan kemampuan mereka, kemenangan pada laga lawan Indonesia pasti bisa diraih,” tegas Robson.

Mantan pelatin Middlesbrough ini juga tidak menganggap Indonesia yang kemungkinan tampil dengan pemain pelapis sebagai keuntungan. Ia justru berpikir sebaliknya. Para pemain cadangan itu memiliki tenaga yang masih fresh dan punya motivasi tinggi untuk membuktikan kualitasnya kepada pelatih maupun fans.

Pertandingan antara Indonesia melawan Thailand ini akan mulai berlangsung pada pukul 19:30 WIB. Di saat yang bersamaan, timnas Malaysia juga bertanding melawan Laos di Stadion Jakabaring, Palembang.

Riedl,kita manfaatkan kelelahan Thailand

Jakarta--Pelatih timnas senior Alfred Riedl akan memanfaatkan kelelahan yang dialami Thailand saat kedua tim saling bentrok dalam pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa [7/12/2010].

Pertandingan antara Indonesia dan Thailand ini sudah tidak menentukan bagi tuan rumah, namun menjadi laga hidup-mati bagi tim Gajah Putih. Thailand wajib memenangi duel ini jika ingin merebut tiket ke semifinal.

“Thailand adalah tim yang bagus, dan mempunyai banyak peluang mencetak gol melawan Malaysia dan Laos. Tapi kelemahan mereka ada pada kondisi fisik pemainnya yang tidak bugar. Kelemahan ini yang akan kami manfaatkan,” ujar Riedl.

“Tapi kami tetap waspada. Thailand pasti akan bermain ngotot, karena mereka ingin memenangi pertandingan ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk tetap menang.”

Riedl juga mengindikasikan bakal melakukan perombakan di semua sektor menghadapi laga ini. Pelatih asal Austria ini mengaku dirinya sudah harus memikirkan kondisi pemain untuk laga semifinal. “Akan ada beberapa perubahan pemain yang diturunkan, bisa kemungkinan dua, tiga atau empat pemain untuk semua sektor. Kualitas antara pemain yang telah diturunkan dan yang belum tidak ada perbedaan. Kemampuan mereka tak perlu diragukan,” kata Riedl

Senin, 06 Desember 2010

Jelang drawing LCA, Arema tanpa euforia

Drawing grup Liga Champion Asia (LCA) tak lama lagi dihelat, tepatnya Selasa (7/12) di Kuala Lumpur Malaysia. Sebagai salah satu wakil dari Indonesia, selain Sriwijaya FC, Arema nampaknya tak terlalu euforia. Realistis?

Manajer-Coach Arema, Miroslav Janu tidak terlalu ambisius dalam mengantarkan Singo Edan ke level Asia. Sebagai pelatih yang pernah membawa Arema ke LCA pada 2007 silam, Miro rupanya paham benar bagaimana persaingan di sana.

“Untuk lolos fase grup saja sudah sulit. Itu yang perlu diketahui. Kita menghadapi tim-tim yang bagus,” ujar Miro, sebagaimana dilansir oleh SI (5/12).

“Klub dari Indonesia menghadapi problem sendiri ketika melakukan pertandingan away. Apalagi jika jarak tempuh jauh seperti di Jepang, China atau Australia. Biasanya tim hanya menginap dua atau tiga hari dan nyaris tak punya waktu untuk recovery dan konsentrasi ke pertandingan.”

Miro mengakui tim Indonesia, termasuk Arema, belum bisa disandingkan dengan kekuatan Asia. Baik dari kualitas pemain, mental maupun pendanaan, Indonesia masih jauh di bawah negara lain yang masuk LCA. Perbedaan itu bahkan tak menjamin tim Indonesia sukses, sekalipun di kandang.

Ia menunjuk tim asal Indonesia yang pernah berjibaku di ajang tersebut. Belum pernah ada yang benar-benar kompetitif dan merajai fase grup. Itu diprediksi juga akan terjadi di LCA musim ini, dimana Indonesia mengirimkan Arema dan Sriwijaya FC. Sementara Persipura kebagian jatah di AFC Cup. (ksi/onn/ovi)