BALI-Janji manajemen Arema untuk membayar gaji pemain di awal bulan Desember ini ternyata meleset. Padahal sebelumnya manajemen Arema menjanjikan pembayaran gaji pemain ini dalam kisaran waktu pada tanggal 1 hingga 10 Desember kemarin.
Ternyata hingga Jumat (10/12) kemarin, tim pelatih dan pemain Arema yang berharap-harap cemas menunggu kiriman dari manajemen itu, tak kunjung datang. Hingga kemarin siang, tak ada transfer gaji untuk pemain-pemain Arema.
“Saya sudah tanya, hari ini tidak ada transfer, sekarang hari Jumat, dan sudah siang, jadi sudah tidak ada kiriman gaji,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang per tanggal 15 Desember besok, gajinya tiga bulan belum dibayar manajemen.
Sedangkan untuk pemain, per tanggal 8 Desember lalu, gaji pemain sudah tiga bulan belum dibayar. Kondisi ini yang membuat pemain menjadi resah, apalagi manajemen Arema sebelumnya telah menjanjikan untuk bayar gaji di awal Desember ini.
“Sudah biasa, kalau dijanjikan dibayar tanggal 10 Desember ini, mungkin baru akan dibayar tanggal 10 bulan depan. Kita harus siap ini, biar tidak sakit hati,” ungkap salah satu pemain Arema sebelum memulai latihan, kemarin pagi.
Bahkan demi untuk membeli oleh-oleh di Bali, si pemain ini meminta ditransfer uang dari istrinya.
“Ya, mau bagaimana lagi, saya memang belum dapat gaji selama tiga bulan ini,” sebut pemain yang tak mau namanya disebutkan ini.
“Manajemen Arema memang menjanjikan tanggal 10 Desember ini akan dibayar gaji kami, tapi ternyata sampai hari ini belum ada kabar. Sekarang sudah tiga bulan lagi, kami belum dibayar,” sebut pemain Arema yang lainnya.
Miro pun memahami kondisi pemainnya yang banyak mengeluh seputar gaji mereka. Maklum, selama di Bali, Pierre Njanka dan kawan-kawan sudah bekerja keras menyelesaikan program latihan yang tak ringan, namun belum juga dapat hak mereka.
“Problem utama kita adalah uang, saya sudah bilang itu sebelumnya, dan ini masalah pengurus. Soal gaji ini harus ada solusi saat kita kembali ke Malang nanti, karena kompetisi sudah dekat,” sebut Miro kepada Malang Post.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, timnya tidak bisa terus menerus dalam kondisi tanpa gaji seperti saat ini. Apalagi di sisa putaran pertama ini, tim kebangaan Aremania ini akan melakoni sembilan pertandingan lagi.
“Nanti kita akan ada sembilan pertandingan lagi untuk sisa putaran pertama, bisa tidak bagus, kalau tidak ada gaji, karena kita banyak pertandingan. Kalau tidak ada uang, bisa habis, mau target apa lagi,” demikian Miro pasrah.
Mantan pelatih Slavia Praha ini mengakui, hampir disetiap latihan Arema, pemain menanyakan gaji mereka. “Kita kerja, sekarang dimana ada gaji, saya mau apa lagi kalau tidak ada uang,” sebut pelatih yang pernah menukangi Arema tahun 2007 lalu ini. (bua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar