MALANG- Kegiatan ‘Aremania Rally Motor Wisata 2010’ hari Minggu (19/12) besok dipastikan bakal meriah. Saat ini sudah ada sekitar 300 orang yang terdaftar sebagai peserta. Mereka berasal dari berbagai korwil Aremania yang tersebar di seluruh Malang Raya. Hal itu menunjukkan antusiasme Aremania untuk menyemarakkan sekaligus mensukseskan acara rally kali ini.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, pihak panitia sudah mendapat restu dari pihak Polres Malang Kota. Bahkan Kapolresta Malang Kota, AKBP Agus Salim kabarnya menyambut baik kegiatan rally motor ini.
“Pihak kepolisian mendukung acara ini. Kapolres Malang Kota malah berencana menyumbang door prize. Beliau bahkan berniat mengikuti rally. Karena mengaku sudah cukup lama tidak berkunjung ke Pantai Balekambang,” tandas Ketua Panitia, Hendri Anugerah kepada Malang Post kemarin.
Demi untuk mendukung event Aremania ini, ada kegiatan yang terpaksa ‘dikorbankan’ oleh Kapolresta Malang Kota tersebut.
“Kapolres Malang Kota bahkan sampai membatatlkan acara touring moge (motor gedhe) ke Prigen. Beliau menghimbau pesertanya untuk memeriahkan Aremania Rally Motor Wisata,” imbuh Hendri.
Kini, fokus panitia adalah mempersiapkan kegiatan sebaik mungkin sebelum hari-H pelaksanaan.
“Karena banyak pihak baik dari sponsor maupun kepolisian total mendukung demi suksesnya acara ini, sekarang tinggal bagaimana Aremania membalas dukungan itu dengan menyemarakkan acara ini sebagai peserta,” terang Hendri.
Start rally besok pagi mulai pukul 6.00 WIB di depan Stasiun Kota Baru dan finish di Pantai Balekambang. Rute perjalanan mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumi Ayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo_Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Suwaru- Wonokerto- Bantur.
Peserta nantinya akan dikawal oleh Pat Wal dari Polresta Malang dan Polres Malang. Setiap peserta wajib mentaati tata tertib yang sudah ditentukan oleh panitia, yang meliputi aspek kelengkapan diri macam memakai helm standart dan membawa surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, dan memeperhatikan aspek ketertiban dan kesantunan selama perjalanan.(tom/jon)
Sabtu, 18 Desember 2010
Tak Lagi Masuk LPI
MALANG-Nama tim Arema Indonesia dipastikan tak lagi masuk dalam daftar peserta Liga Primer Indonesia (LPI). Itu bisa diketahui dari official web site LPI di http://ligaprimerindonesia.co.id, tak ada nama Arema lagi.
Padahal sebelumnya, Arema Indonesia sempat tercantum sebagai salah satu peserta, lengkap dengan logo Singo Edan. Hal ini bisa menunjukkan Arema memang tak terdaftar sebagai peserta LPI seperti yang dikhawatirkan Aremania.
Namun LPI tetap mencatumkan 18 nama peserta kompetisi yang sudah menggelar laga pramusimnya ini. Tiga diantaranya adalah tim dari Liga Super Indonesia yaitu Persema, Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro.
Peserta lainnya yaitu Batavia FC, Bogor Raya FC, Jakarta 1928, Solo FC, Bandung FC, Medan Chiefs, Tangerang United, Bali FC, Semarang United, Persebaya, Real Mataram, Cement Padang, Makassar City, Manado United dan PSMS Bintang.
Menyusul tak adanya lagi nama Arema di daftar peserta LPI ini, manajemen Arema menyambutnya dengan baik.
“Itu langkah bijaksana, karena Arema konsisten di ISL (Indonesia Super League),” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji.
“Ya, kita anggap itu langkah yang bijaksana, karena untuk meminimalisir polemic yang terjadi. Terima kasih atas pengertian pengelola web site, yang telah memahami komitmen Arema di ISL,” sambung mantan wartawan ini.
Kebetulan pendaftaran untuk ikut LPI ini dilakukan 8 Desember lalu, dan ini artinya Arema tidak ikut terdaftar. Manajemen Arema beranggapan, pihak pengelola LPI sudah mengerti setelah sebelumnya sempat melakukan sosialiasi di Malang.
“Kita berharap konsistensi ini berlanjut, karena saat ini Arema fokus dengan persoalan internal tim Arema, kita ingin selesaikan masalah internal Arema, juga untuk persiapan ISL dan persiapan tampil di LCA,” terang Darmaji.
“Kita yakin Aremania akan menerima lega keputusan dari LPI ini, dan memang selayaknya seperti itu, karena Arema sejak awal memang tak pernah ikut LPI,” sambung pria asal Banyuwangi ini kepada Malang Post. (bua/jon)
Padahal sebelumnya, Arema Indonesia sempat tercantum sebagai salah satu peserta, lengkap dengan logo Singo Edan. Hal ini bisa menunjukkan Arema memang tak terdaftar sebagai peserta LPI seperti yang dikhawatirkan Aremania.
Namun LPI tetap mencatumkan 18 nama peserta kompetisi yang sudah menggelar laga pramusimnya ini. Tiga diantaranya adalah tim dari Liga Super Indonesia yaitu Persema, Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro.
Peserta lainnya yaitu Batavia FC, Bogor Raya FC, Jakarta 1928, Solo FC, Bandung FC, Medan Chiefs, Tangerang United, Bali FC, Semarang United, Persebaya, Real Mataram, Cement Padang, Makassar City, Manado United dan PSMS Bintang.
Menyusul tak adanya lagi nama Arema di daftar peserta LPI ini, manajemen Arema menyambutnya dengan baik.
“Itu langkah bijaksana, karena Arema konsisten di ISL (Indonesia Super League),” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji.
“Ya, kita anggap itu langkah yang bijaksana, karena untuk meminimalisir polemic yang terjadi. Terima kasih atas pengertian pengelola web site, yang telah memahami komitmen Arema di ISL,” sambung mantan wartawan ini.
Kebetulan pendaftaran untuk ikut LPI ini dilakukan 8 Desember lalu, dan ini artinya Arema tidak ikut terdaftar. Manajemen Arema beranggapan, pihak pengelola LPI sudah mengerti setelah sebelumnya sempat melakukan sosialiasi di Malang.
“Kita berharap konsistensi ini berlanjut, karena saat ini Arema fokus dengan persoalan internal tim Arema, kita ingin selesaikan masalah internal Arema, juga untuk persiapan ISL dan persiapan tampil di LCA,” terang Darmaji.
“Kita yakin Aremania akan menerima lega keputusan dari LPI ini, dan memang selayaknya seperti itu, karena Arema sejak awal memang tak pernah ikut LPI,” sambung pria asal Banyuwangi ini kepada Malang Post. (bua/jon)
Kamis, 16 Desember 2010
Aremania Peduli Panti Asuhan
MALANG-Aksi kepedulian sosial yang dilakukan Aremania tak berhenti hanya saat memberi bantuan untuk korban bencana Gunung Merapi, beberapa waktu lalu. Aremania pun juga peduli pada yatim-piatu yang membutuhkan sumbangan.
Untuk itu, pagi ini, sekelompok Aremania berencana menggelar aksi peduli itu dengan mendatangi lima panti asuhan untuk memberi bantuan. Aksi yang berkaitan dengan hari Assura ini akan dipimpin oleh Ade ‘d’Kross’ Herawanto.
“Marhaban ya Assura. Salah satu amalan Assura adalah memberi anak yatim dan banyak memberi shodaqoh. Besok pagi kita rencananya akan mengantarkan bantuan atas nama Aremania untuk empat atau lima panti asuhan,” ungkap Ade, kemarin sore.
“Kita lakukan ini supaya dapat barokah dan doa anak yatim bagi Arema dan Aremania,” sambung pimpinan grup band d’Kross yang juga Aremania ini akan berangkat memberi bantuan dari studionya, mulai pukul 09.00 WIB pagi ini.
Aksi semacam ini bukan kali pertama kali dilakukan Aremania, dan bahkan sudah menjadi agenda rutin supporter fanatik Arema ini. Khususnya di hari-hari istimewa, seperti hari Assura yang jatuh tepat hari ini, yaitu hari kemenangan para nabi. (bua/jon)
Untuk itu, pagi ini, sekelompok Aremania berencana menggelar aksi peduli itu dengan mendatangi lima panti asuhan untuk memberi bantuan. Aksi yang berkaitan dengan hari Assura ini akan dipimpin oleh Ade ‘d’Kross’ Herawanto.
“Marhaban ya Assura. Salah satu amalan Assura adalah memberi anak yatim dan banyak memberi shodaqoh. Besok pagi kita rencananya akan mengantarkan bantuan atas nama Aremania untuk empat atau lima panti asuhan,” ungkap Ade, kemarin sore.
“Kita lakukan ini supaya dapat barokah dan doa anak yatim bagi Arema dan Aremania,” sambung pimpinan grup band d’Kross yang juga Aremania ini akan berangkat memberi bantuan dari studionya, mulai pukul 09.00 WIB pagi ini.
Aksi semacam ini bukan kali pertama kali dilakukan Aremania, dan bahkan sudah menjadi agenda rutin supporter fanatik Arema ini. Khususnya di hari-hari istimewa, seperti hari Assura yang jatuh tepat hari ini, yaitu hari kemenangan para nabi. (bua/jon)
Batal Lawan Persiwa
MALANG - Dua tim Liga Super memutuskan untuk batal ujicoba lawan Arema. Setelah sebelumnya Persibo Bojonegoro, giliran Persiwa Wamena menyatakan tak jadi untuk ujicoba lawan Arema yang rencananya digelar, Sabtu (18/12) lusa.Padahal sebelumnya, tim asuhan Suharno itu telah menyatakan kesanggupannya untuk menjajal kekuatan Singo Edan. Mendadak, Persiwa mundur dari program ujicoba Arema menghadapi tim selevel, yang sebenarnya telah disusun jauh-jauh hari.
’’Ya, Persiwa batal ujicoba lawan Arema karena banyak pemainnya yang mengalami cedera dan menyatakan tidak siap untuk ujicoba lawan Arema, Sabtu besok,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
Jika Persiwa yang saat ini tengah menggelar pemusatan latihan di Malang hingga 22 Desember mendatang gagal ujicoba lawan Arema karena terkendala pemain cedera, sebelumnya Persibo membatalkan diri karena memenuhi undangan ujicoba di Malaysia.
Persiwa sebenarnya tidak termasuk kriteria yang diinginkan pelatih Arema, Miroslav Janu karena belum bertemu di pertandingan resmi Liga Super. Namun Miro memutuskan bisa ujicoba lawan Persiwa, demi menggantikan posisi Persibo.
Kenyataannya, Persiwa juga membatalkan diri karena banyak pemain cedera. Kabarnya, saat ini hanya tinggal 13 pemain Persiwa yang dalam kondisi siap untuk laga ujicoba, namun tim pelatih memilih tak mau memaksakan ujicoba tersebut.
’’Kita membatalkan ujicoba lawan Persiwa karena banyak pemain yang sakit, satu pemain menikah dan dua pemain asing belum bergabung. Jadi jumlah pemain terbatas, hanya ada 13 pemain,’’ ungkap manajer media officer Persiwa, Hendro Mardiko.
Sedikitnya ada tiga pemain Persiwa yang sakit, dan dua pemain asing yang belum bergabung itu adalah Eddy Boakay Foday dan Erick Weeks. ’’Persiwa tidak siap untuk ujicoba dengan kondisi banyaknya pemain yang absen ini,’’ sambungnya.
Sedangkan untuk alternatif ujicoba pada hari Sabtu ini, manajemen Arema kini tengah menunggu kepastian rencana kedatangan Kuala Lumpur FC. Tim asal Malaysia ini menurut rencana akan datang ke Malang untuk ujicoba lawan Arema.
’’Ya, untuk ujicoba Sabtu besok, kita masih menunggu kepastian dari Kuala Lumpur FC, dan kita sekarang berharap dengan Kuala Lumpur FC untuk datang ke Malang dan ujicoba lawan Arema,’’ sebut Darmaji kepada Malang Post.
Jika sesuai rencana, ujicoba Arema berikutnya ini akan digelar di stadion Kanjuruhan, Sabtu malam. Kabarnya, itu sesuai dengan permintaan dari official tim Kuala Lumpur FC yang mengingingkan pertandingan digelar malam hari.
Arema sangat berharap bisa menggelar internasional friendly match ini demi mendapatkan pemasukan yang lebih banyak dari hasil penjualan tiket. Maklum, kedatangan Kualalumpur FC ini bisa memberi daya tarik tersendiri untuk Aremania.
Sementara itu, dari ujicoba lawan Persela Lamongan di stadion Gajayana, Selasa (14/12) kemarin, panpel Arema mendapat pemasukan sebesar Rp 117 juta. Jumlah ini tak jauh beda dari hasil ujicoba sebelumnya, saat lawan Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu.
Meski pemasukan ini lebih dari cukup untuk biaya operasional laga ujicoba, namun kurang untuk bisa membantu krisis keuangan Arema. Menyusul jumlah Aremania yang hadir dari laga ujicoba ini memang masih belum sesuai dengan harapan.
‘’Kita respon positif saja, mungkin informasi jadwal jam yang berubah, sebab semula laga ujicoba lawan Persela itu digelar malam, ternyata berganti sore karena memang kondisi lampu stadion Gajayana rusak,’’ yakin Darmaji. (bua/avi)
’’Ya, Persiwa batal ujicoba lawan Arema karena banyak pemainnya yang mengalami cedera dan menyatakan tidak siap untuk ujicoba lawan Arema, Sabtu besok,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
Jika Persiwa yang saat ini tengah menggelar pemusatan latihan di Malang hingga 22 Desember mendatang gagal ujicoba lawan Arema karena terkendala pemain cedera, sebelumnya Persibo membatalkan diri karena memenuhi undangan ujicoba di Malaysia.
Persiwa sebenarnya tidak termasuk kriteria yang diinginkan pelatih Arema, Miroslav Janu karena belum bertemu di pertandingan resmi Liga Super. Namun Miro memutuskan bisa ujicoba lawan Persiwa, demi menggantikan posisi Persibo.
Kenyataannya, Persiwa juga membatalkan diri karena banyak pemain cedera. Kabarnya, saat ini hanya tinggal 13 pemain Persiwa yang dalam kondisi siap untuk laga ujicoba, namun tim pelatih memilih tak mau memaksakan ujicoba tersebut.
’’Kita membatalkan ujicoba lawan Persiwa karena banyak pemain yang sakit, satu pemain menikah dan dua pemain asing belum bergabung. Jadi jumlah pemain terbatas, hanya ada 13 pemain,’’ ungkap manajer media officer Persiwa, Hendro Mardiko.
Sedikitnya ada tiga pemain Persiwa yang sakit, dan dua pemain asing yang belum bergabung itu adalah Eddy Boakay Foday dan Erick Weeks. ’’Persiwa tidak siap untuk ujicoba dengan kondisi banyaknya pemain yang absen ini,’’ sambungnya.
Sedangkan untuk alternatif ujicoba pada hari Sabtu ini, manajemen Arema kini tengah menunggu kepastian rencana kedatangan Kuala Lumpur FC. Tim asal Malaysia ini menurut rencana akan datang ke Malang untuk ujicoba lawan Arema.
’’Ya, untuk ujicoba Sabtu besok, kita masih menunggu kepastian dari Kuala Lumpur FC, dan kita sekarang berharap dengan Kuala Lumpur FC untuk datang ke Malang dan ujicoba lawan Arema,’’ sebut Darmaji kepada Malang Post.
Jika sesuai rencana, ujicoba Arema berikutnya ini akan digelar di stadion Kanjuruhan, Sabtu malam. Kabarnya, itu sesuai dengan permintaan dari official tim Kuala Lumpur FC yang mengingingkan pertandingan digelar malam hari.
Arema sangat berharap bisa menggelar internasional friendly match ini demi mendapatkan pemasukan yang lebih banyak dari hasil penjualan tiket. Maklum, kedatangan Kualalumpur FC ini bisa memberi daya tarik tersendiri untuk Aremania.
Sementara itu, dari ujicoba lawan Persela Lamongan di stadion Gajayana, Selasa (14/12) kemarin, panpel Arema mendapat pemasukan sebesar Rp 117 juta. Jumlah ini tak jauh beda dari hasil ujicoba sebelumnya, saat lawan Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu.
Meski pemasukan ini lebih dari cukup untuk biaya operasional laga ujicoba, namun kurang untuk bisa membantu krisis keuangan Arema. Menyusul jumlah Aremania yang hadir dari laga ujicoba ini memang masih belum sesuai dengan harapan.
‘’Kita respon positif saja, mungkin informasi jadwal jam yang berubah, sebab semula laga ujicoba lawan Persela itu digelar malam, ternyata berganti sore karena memang kondisi lampu stadion Gajayana rusak,’’ yakin Darmaji. (bua/avi)
AFC Percaya Kanjuruhan
MALANG-Tanpa harus melewati proses verifikasi stadion, tim Arema dipastikan bakal berkandang di Stadion Kanjuruhan untuk kompetisi AFC Champions League atau Liga Champions Asia 2011 nanti.
Kepastian Kanjuruhan untuk home base Arema dipastikan manajer media officer Arema, Sudarmaji usai mengikuti workshop yang digelar federasi sepakbola Asia, AFC beberapa waktu lalu di Pataling Jaya, Malaysia.
“Ya, AFC memutuskan tidak ada verifikasi untuk Stadion Kanjuruhan, dan AFC memastikan bahwa Arema akan bermain di Stadion Kanjuruhan untuk ajang Liga Champions Asia nanti,” terang Darmaji.
Sedangkan terkait kondisi lampu Stadion Kanjuruhan yang masih belum memenuhi standart FIFA, menurut mantan wartawan ini, manajemen Arema telah mendapat jaminan dari pihak pengelola stadion.
“Soal lampu, kita ada surat jaminan dari pengelola stadion, bahwa lampu Stadion Kanjuruhan akan ditingkatkan sesuai dengan standart. Tapi yang penting, sekarang sudah ada jaminan dari AFC bahwa venue Arema nanti di Kanjuruhan,” sebut Darmaji.
Sementara itu, terkait pendaftaran pemain untuk LCA yang rencananya mulai digelar awal Maret nanti, maksimal tanggal 2 Februari 2011 mendatang. Belum bisa dipastikan, jumlah pemain yang bakal didaftarkan Arema nanti.
Pastinya Arema berada di grup G bersama Cerezo Osaka (Jepang), Shandong Luneng (China) dan Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan). Menurut jadwal, laga pertama Arema akan melakoni away ke kandang Cerezo Osaka, 2 Maret nanti. (bua/jon)
Kepastian Kanjuruhan untuk home base Arema dipastikan manajer media officer Arema, Sudarmaji usai mengikuti workshop yang digelar federasi sepakbola Asia, AFC beberapa waktu lalu di Pataling Jaya, Malaysia.
“Ya, AFC memutuskan tidak ada verifikasi untuk Stadion Kanjuruhan, dan AFC memastikan bahwa Arema akan bermain di Stadion Kanjuruhan untuk ajang Liga Champions Asia nanti,” terang Darmaji.
Sedangkan terkait kondisi lampu Stadion Kanjuruhan yang masih belum memenuhi standart FIFA, menurut mantan wartawan ini, manajemen Arema telah mendapat jaminan dari pihak pengelola stadion.
“Soal lampu, kita ada surat jaminan dari pengelola stadion, bahwa lampu Stadion Kanjuruhan akan ditingkatkan sesuai dengan standart. Tapi yang penting, sekarang sudah ada jaminan dari AFC bahwa venue Arema nanti di Kanjuruhan,” sebut Darmaji.
Sementara itu, terkait pendaftaran pemain untuk LCA yang rencananya mulai digelar awal Maret nanti, maksimal tanggal 2 Februari 2011 mendatang. Belum bisa dipastikan, jumlah pemain yang bakal didaftarkan Arema nanti.
Pastinya Arema berada di grup G bersama Cerezo Osaka (Jepang), Shandong Luneng (China) dan Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan). Menurut jadwal, laga pertama Arema akan melakoni away ke kandang Cerezo Osaka, 2 Maret nanti. (bua/jon)
Pagi-Sore ini di Gajayana
MALANG-Setelah sehari kemarin, pemain Arema ‘libur’ latihan, Pierre Njanka dan kawan-kawan kembali menjalani rutinitas mereka. Dijadwalkan pagi dan sore ini, tim asuhan pelatih Miroslav Janu ini akan berlatih di Stadion Gajayana.
Kepastian jadwal latihan Arema ini diperoleh usai pertemuan pemain dan tim pelatih Arema di mess pemain di Jalan Welirang, kemarin siang. Secara keseluruhan, belum ada keterangan resmi perihal hasil rapat tertutup itu.
Namun, satu dari keputusan rapat adalah latihan Arema, pagi dan sore ini digelar di Stadion Gajayana.
“Ya, besok pagi dan sore latihan di Stadion Gajayana,” ungkap asisten pelatih Arema, Tony Ho usai pertemuan.
Sedangkan Miro tak memberikan keterangan apa pun terkait dengan hasil pertemuan tersebut.
“Jangan cari informasi dari saya, tanya pengurus saja,” sebut pelatih asal Republik Ceko ini sesaat sebelum meninggalkan mess pemain.
Diperkirakan dalam pertemuan selama 30 menit lebih itu, membahas keluhan pemain seputar gaji yang tertunda. Meski dalam pertemuan yang digagas pemain dan pelatih Arema tersebut tidak ada pengurus yang datang.
“Masih belum ada solusi, kita tadi cuma bicara saja, dan yang pasti besok kita sudah latihan lagi, pagi dan sore di Stadion Gajayana,” yakin kapten tim Arema, Pierre Njanka kepada Malang Post, kemarin siang.
Belum bisa dipastikan menu latihan Arema, dua kali dalam sehari ini. Kemungkinan, latihan ini dipersiapkan Miro untuk rencana uji coba tim asuhannya pada hari Sabtu (18/12) lusa.
“Jangan tanya saya soal pertemuan tadi, kalau saya siap saja untuk latihan, dan sejak tadi pagi, saya juga sudah siap latihan,” terang asisten pelatih Arema, Joko Susilo ini yang sempat ikut mendampingi Miro saat menunggu pemain untuk latihan di Araya, kemarin pagi.
Kehadiran tim Arema latihan di Stadion Gajayana nanti tentu saja akan menarik perhatian bagi Aremania. Suporter fanatik ini dipastikan terus mendampingi tim kesayangannya. Selain itu pemain akan tetap menunjukkan loyalitasnya dengan hadir latihan di hadapan Aremania. (bua/jon)
Kepastian jadwal latihan Arema ini diperoleh usai pertemuan pemain dan tim pelatih Arema di mess pemain di Jalan Welirang, kemarin siang. Secara keseluruhan, belum ada keterangan resmi perihal hasil rapat tertutup itu.
Namun, satu dari keputusan rapat adalah latihan Arema, pagi dan sore ini digelar di Stadion Gajayana.
“Ya, besok pagi dan sore latihan di Stadion Gajayana,” ungkap asisten pelatih Arema, Tony Ho usai pertemuan.
Sedangkan Miro tak memberikan keterangan apa pun terkait dengan hasil pertemuan tersebut.
“Jangan cari informasi dari saya, tanya pengurus saja,” sebut pelatih asal Republik Ceko ini sesaat sebelum meninggalkan mess pemain.
Diperkirakan dalam pertemuan selama 30 menit lebih itu, membahas keluhan pemain seputar gaji yang tertunda. Meski dalam pertemuan yang digagas pemain dan pelatih Arema tersebut tidak ada pengurus yang datang.
“Masih belum ada solusi, kita tadi cuma bicara saja, dan yang pasti besok kita sudah latihan lagi, pagi dan sore di Stadion Gajayana,” yakin kapten tim Arema, Pierre Njanka kepada Malang Post, kemarin siang.
Belum bisa dipastikan menu latihan Arema, dua kali dalam sehari ini. Kemungkinan, latihan ini dipersiapkan Miro untuk rencana uji coba tim asuhannya pada hari Sabtu (18/12) lusa.
“Jangan tanya saya soal pertemuan tadi, kalau saya siap saja untuk latihan, dan sejak tadi pagi, saya juga sudah siap latihan,” terang asisten pelatih Arema, Joko Susilo ini yang sempat ikut mendampingi Miro saat menunggu pemain untuk latihan di Araya, kemarin pagi.
Kehadiran tim Arema latihan di Stadion Gajayana nanti tentu saja akan menarik perhatian bagi Aremania. Suporter fanatik ini dipastikan terus mendampingi tim kesayangannya. Selain itu pemain akan tetap menunjukkan loyalitasnya dengan hadir latihan di hadapan Aremania. (bua/jon)
Pemain Tetap Mau Latihan
Pierre Njanka, Kapten Tim Arema
Aksi pemain tak datang latihan kemarin pagi, sepertinya tak lepas dari sosok Pierre Njanka. Maklum, kapten tim Arema ini selalu menjadi panutan untuk rekan-rekannya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sehingga saat tak ada satu pun pemain yang datang ke mess untuk berangkat latihan di Araya, kemarin pagi. Tim pelatih Arema memilih untuk mendatangi bek asal Kamerun ini untuk membahas persoalan yang membuat pemain tak latihan.
Usai tiga asisten pelatih Arema datang ke rumahnya, giliran wartawan Malang Post, Buari, untuk menemui Njanka, kemarin sore. Berikut petikan wawancara Malang Post dengan pemain yang pernah tampil di Piala Dunia ini.
Halo, apa kabar?
Baik
Untuk apa tadi asisten pelatih dan perwakilan manajemen datang menemuimu?
Tadi asisten pelatih datang kesini untuk cari solusi soal pemain. Terus nanti, rencananya jam 12 siang (kemarin siang), ada rapat lagi dengan pemain, lihat nanti apa ada pengurus yang datang.
Bagaimana ceritanya, sampai pagi ini pemain tak datang latihan?
Selama ini pemain tunggu terus gaji mereka, tapi tidak ada penjelasan yang pasti, cuma ada janji. Lalu tadi malam (Selasa malam), pemain sepakat tidak latihan, untuk menunggu kepastian gaji.
Jadi pemain memang sudah tidak mau latihan lagi?
Anak-anak sebenarnya mau latihan, tapi selama ini tidak ada pengurus lagi yang mau jelaskan soal gaji ini, cuma ada janji. Saya mau tetap latihan, dan tidak hanya saya, semua mau tetap latihan. Cuma hari ini kita tidak latihan, agar pengurus tahu, bahwa pemain mulai marah. Tapi saya percaya gaji akan tetap turun.
Sebenarnya, aksi tidak latihan ini ide siapa? Apa ada yang sengaja mengajak pemain tidak latihan? Karena ada kabar, kalau pemain diminta tidak latihan agar Arema akhirnya bisa beralih ikut LPI (Liga Primer Indonesia), benar demikian?
Kita tidak latihan ini hanya dari inisiatif pemain, tidak ada hubungannya dengan LPI, apalagi banyak pemain yang juga tidak mau Arema ikut LPI, jadi tidak ada yang menyuruh pemain tidak latihan.
Apa tidak ada cara yang lain, selain tidak datang latihan?
Sebenarnya sudah lama pemain mau mogok latihan, tapi saya berusaha meyakinkan anak-anak untuk tetap latihan. Tapi tadi malam sepertinya sudah sepakat untuk tidak datang latihan pagi ini.
Sebenarnya apa yang diharapkan pemain dari manajemen?
Kita tahu kondisi keuangan manajemen Arema. Kita tidak menutut gaji kita langsung dibayar tiga bulan, cukup satu bulan dulu, dan perlu ada penjelasan perihal gaji ini, bukan hanya janji-janji saja. Ada beberapa pemain yang sudah terlanjur ambil cicilan mobil, dan berharap dari gaji mereka di Arema, kasihan kalau mobilnya harus sampai disita. (*)
Aksi pemain tak datang latihan kemarin pagi, sepertinya tak lepas dari sosok Pierre Njanka. Maklum, kapten tim Arema ini selalu menjadi panutan untuk rekan-rekannya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sehingga saat tak ada satu pun pemain yang datang ke mess untuk berangkat latihan di Araya, kemarin pagi. Tim pelatih Arema memilih untuk mendatangi bek asal Kamerun ini untuk membahas persoalan yang membuat pemain tak latihan.
Usai tiga asisten pelatih Arema datang ke rumahnya, giliran wartawan Malang Post, Buari, untuk menemui Njanka, kemarin sore. Berikut petikan wawancara Malang Post dengan pemain yang pernah tampil di Piala Dunia ini.
Halo, apa kabar?
Baik
Untuk apa tadi asisten pelatih dan perwakilan manajemen datang menemuimu?
Tadi asisten pelatih datang kesini untuk cari solusi soal pemain. Terus nanti, rencananya jam 12 siang (kemarin siang), ada rapat lagi dengan pemain, lihat nanti apa ada pengurus yang datang.
Bagaimana ceritanya, sampai pagi ini pemain tak datang latihan?
Selama ini pemain tunggu terus gaji mereka, tapi tidak ada penjelasan yang pasti, cuma ada janji. Lalu tadi malam (Selasa malam), pemain sepakat tidak latihan, untuk menunggu kepastian gaji.
Jadi pemain memang sudah tidak mau latihan lagi?
Anak-anak sebenarnya mau latihan, tapi selama ini tidak ada pengurus lagi yang mau jelaskan soal gaji ini, cuma ada janji. Saya mau tetap latihan, dan tidak hanya saya, semua mau tetap latihan. Cuma hari ini kita tidak latihan, agar pengurus tahu, bahwa pemain mulai marah. Tapi saya percaya gaji akan tetap turun.
Sebenarnya, aksi tidak latihan ini ide siapa? Apa ada yang sengaja mengajak pemain tidak latihan? Karena ada kabar, kalau pemain diminta tidak latihan agar Arema akhirnya bisa beralih ikut LPI (Liga Primer Indonesia), benar demikian?
Kita tidak latihan ini hanya dari inisiatif pemain, tidak ada hubungannya dengan LPI, apalagi banyak pemain yang juga tidak mau Arema ikut LPI, jadi tidak ada yang menyuruh pemain tidak latihan.
Apa tidak ada cara yang lain, selain tidak datang latihan?
Sebenarnya sudah lama pemain mau mogok latihan, tapi saya berusaha meyakinkan anak-anak untuk tetap latihan. Tapi tadi malam sepertinya sudah sepakat untuk tidak datang latihan pagi ini.
Sebenarnya apa yang diharapkan pemain dari manajemen?
Kita tahu kondisi keuangan manajemen Arema. Kita tidak menutut gaji kita langsung dibayar tiga bulan, cukup satu bulan dulu, dan perlu ada penjelasan perihal gaji ini, bukan hanya janji-janji saja. Ada beberapa pemain yang sudah terlanjur ambil cicilan mobil, dan berharap dari gaji mereka di Arema, kasihan kalau mobilnya harus sampai disita. (*)
Rabu, 15 Desember 2010
Antara Kualalumpur FC dan Persiwa
MALANG-Laga uji coba Arema berikutnya akan digelar Sabtu (18/12) mendatang, dan rencananya digelar di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan lawan yang bakal dihadapi Singo Edan, hingga kemarin masih belum ada kepastian, yaitu antara Kualalumpur FC atau Persiwa Wamena.
Khusus untuk Persiwa, tim asal Papua ini tengah mengadakan pemusatan latihan di Malang, dan pada dasarnya siap untuk uji coba lawan Arema. Meski dari segi kriteria sebenarnya kurang memenuhi syarat dari pelatih Arema, Miroslav Janu.
Pasalnya, Persiwa tidak termasuk tim yang sudah pernah dihadapi Arema, dan baru akan bertemu di laga resmi Super Liga 10 Februari mendatang. Meski terakhir Miro juga tak mempersoalkan timnya untuk uji coba lawan Persiwa.
Sementara itu, dijadwalkan ada tim asal Malaysia, yaitu Kualalumpur FC yang berpeluang untuk menggelar internasional friendly match menghadapi Arema. Meski hingga kemarin, belum ada kepastian Kualalumpur FC itu untuk datang ke Malang.
“Untuk uji coba tanggal 19 Desember besok, saya masih belum tahu. Coba tanya ke pengurus, bisa Persiwa atau bisa juga Kualalumpur FC, lihat nanti,” ungkap Miro saat disnggung agenda uji coba Arema berikutnya.
Manajemen Arema sendiri juga belum memastikan, calon lawan uji coba Arema, Sabtu nanti. Meski menurut keterangan manajer media officer Arema, Sudarmaji, hingga kemarin sore masih Persiwa yang menjadi alternatif pertama.
“Ya, kalau sampai saat ini seperti Persiwa yang sudah siap untuk uji coba lawan Arema, tapi kita lihat kepastiannya besok, karena memang ada tim Kualalumpur FC yang rencananya juga mau uji coba lawan Arema,” sebut Darmaji.
Menurut informasi, untuk rencana uji coba lawan Persiwa, manajemen Arema hanya menanggung match fee tim asuhan Suharno ini. Pasalnya untuk transportasi dan akomodasi, Persiwa berada di Malang hingga 22 Desember nanti.
Sedangkan jika Arema menghadapi Kualalumpur FC, manajemen Arema kabarnya harus menangung akomodasi dan transportasi selama di Malang. Sedangkan untuk match fee, manajemen Arema tak memberikan itu. (bua/jon)
Khusus untuk Persiwa, tim asal Papua ini tengah mengadakan pemusatan latihan di Malang, dan pada dasarnya siap untuk uji coba lawan Arema. Meski dari segi kriteria sebenarnya kurang memenuhi syarat dari pelatih Arema, Miroslav Janu.
Pasalnya, Persiwa tidak termasuk tim yang sudah pernah dihadapi Arema, dan baru akan bertemu di laga resmi Super Liga 10 Februari mendatang. Meski terakhir Miro juga tak mempersoalkan timnya untuk uji coba lawan Persiwa.
Sementara itu, dijadwalkan ada tim asal Malaysia, yaitu Kualalumpur FC yang berpeluang untuk menggelar internasional friendly match menghadapi Arema. Meski hingga kemarin, belum ada kepastian Kualalumpur FC itu untuk datang ke Malang.
“Untuk uji coba tanggal 19 Desember besok, saya masih belum tahu. Coba tanya ke pengurus, bisa Persiwa atau bisa juga Kualalumpur FC, lihat nanti,” ungkap Miro saat disnggung agenda uji coba Arema berikutnya.
Manajemen Arema sendiri juga belum memastikan, calon lawan uji coba Arema, Sabtu nanti. Meski menurut keterangan manajer media officer Arema, Sudarmaji, hingga kemarin sore masih Persiwa yang menjadi alternatif pertama.
“Ya, kalau sampai saat ini seperti Persiwa yang sudah siap untuk uji coba lawan Arema, tapi kita lihat kepastiannya besok, karena memang ada tim Kualalumpur FC yang rencananya juga mau uji coba lawan Arema,” sebut Darmaji.
Menurut informasi, untuk rencana uji coba lawan Persiwa, manajemen Arema hanya menanggung match fee tim asuhan Suharno ini. Pasalnya untuk transportasi dan akomodasi, Persiwa berada di Malang hingga 22 Desember nanti.
Sedangkan jika Arema menghadapi Kualalumpur FC, manajemen Arema kabarnya harus menangung akomodasi dan transportasi selama di Malang. Sedangkan untuk match fee, manajemen Arema tak memberikan itu. (bua/jon)
Along-Ridhuan Langsung Main
MALANG-Dua pemain Arema asal Singapura, Noh ‘Along’ Alam Shah dan Muhammad Ridhuan gabung lebih cepat, dari prakiraan manajemen yang dijadwalkan datang hari ini. Keduanya sudah gabung sejak laga uji coba di stadion Gajayana, kemarin sore.
Bahkan Along dan Ridhuan yang ternyata sudah tiba di Malang Senin (13/12) kemarin bisa langsung main sejak awal babak kedua menghadapi Persela. Along menggantikan posisi Sunarto dan Ridhuan ganti Fakhrudin.
Meski tampak kelelahan, dua pemain yang baru gabung dari Timnas Singapura di piala AFF ini berusaha tampil maksimal. Sementara pelatih Arema, Miroslav Janu mengaku belum bisa menilai performa dua pemainnya itu.
“Saya tidak lihat satu atau dua pemain, saya mau lihat semua pemain, lihat kondisinya nanti saat uji coba lagi tanggal 18 Desember. Saya tidak mau langsung menilai performa pemain,” ungkap Miro usai pertandingan, kemarin sore.
“Kita tidak bisa lihat performa pemain itu bagus atau tidak hanya dalam waktu 45 menit saja, lihat lagi nanti saat uji coba,” sambung pelatih asal Republik Ceko menjadwalkan uji coba berikutnya, Sabtu (18/12) besok.
Sementara itu, Ridhuan yang ditemui usai pertandingan mengaku, baru tiba di Malang, Senin (13/12) kemarin. “Ya, saya datang kemarin bersama Along,” kata gelandang sayap kanan Arema ini.
Dibanding lima pemain Arema yang gabung Timnas Indonesia di ajang Piala AFF, Ridhuan dan Along kembali lebih cepat, lantaran Timnas Singapura gagal melaju ke babak semifinal setelah kalah tipis 0-1 atas Timnas Vietnam, Rabu (8/12) lalu.
“Ya kecewa tidak bisa lolos ke semifinal, tapi mau bagaimana lagi, kita suadah berusaha maksimal, dan tidak bisa bertemu Timnas Indonesia. Kalau ketemu, mestinya seru,” terang Ridhuan usai pertandingan, kemarin sore. (bua/jon)
Bahkan Along dan Ridhuan yang ternyata sudah tiba di Malang Senin (13/12) kemarin bisa langsung main sejak awal babak kedua menghadapi Persela. Along menggantikan posisi Sunarto dan Ridhuan ganti Fakhrudin.
Meski tampak kelelahan, dua pemain yang baru gabung dari Timnas Singapura di piala AFF ini berusaha tampil maksimal. Sementara pelatih Arema, Miroslav Janu mengaku belum bisa menilai performa dua pemainnya itu.
“Saya tidak lihat satu atau dua pemain, saya mau lihat semua pemain, lihat kondisinya nanti saat uji coba lagi tanggal 18 Desember. Saya tidak mau langsung menilai performa pemain,” ungkap Miro usai pertandingan, kemarin sore.
“Kita tidak bisa lihat performa pemain itu bagus atau tidak hanya dalam waktu 45 menit saja, lihat lagi nanti saat uji coba,” sambung pelatih asal Republik Ceko menjadwalkan uji coba berikutnya, Sabtu (18/12) besok.
Sementara itu, Ridhuan yang ditemui usai pertandingan mengaku, baru tiba di Malang, Senin (13/12) kemarin. “Ya, saya datang kemarin bersama Along,” kata gelandang sayap kanan Arema ini.
Dibanding lima pemain Arema yang gabung Timnas Indonesia di ajang Piala AFF, Ridhuan dan Along kembali lebih cepat, lantaran Timnas Singapura gagal melaju ke babak semifinal setelah kalah tipis 0-1 atas Timnas Vietnam, Rabu (8/12) lalu.
“Ya kecewa tidak bisa lolos ke semifinal, tapi mau bagaimana lagi, kita suadah berusaha maksimal, dan tidak bisa bertemu Timnas Indonesia. Kalau ketemu, mestinya seru,” terang Ridhuan usai pertandingan, kemarin sore. (bua/jon)
Tetap Sama Kuat
MALANG - Laga uji coba Arema melawan Persela Lamongan di Stadion Gajayana, sore kemarin berakhir dengan hasil imbang 0-0. Hasil ini sama saat Arema bertanding di Stadion Surajaya di putaran pertama Indonesia Super League (ISL), Minggu 24 Oktober lalu.
Di laga uji coba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton itu, tim asuhan pelatih Subangkit tampil full team. Hanya satu pemain asingnya asal Singapura Mustafic Fakruddin yang tidak main karena belum gabung tim setelah membela negaranya di ajang Piala AFF. Persela sengaja menurunkan seluluh kekuatannya untuk menguji mental pemainnya di lanjutan ISL.
Sementara Arema juga menurunkan seluruh pemain asingnya minus Chmelo Roman yang kemarin ke Jakarta. Duo Singapura Noh Alam Shah dan M Ridhuan sudah dimainkan pelatih Miroslav Janu di babak kedua. Begitupula Pierre Njanka dan Esteban Guillen dimainkan sejak kick off dimulai.
Di awal-awal babak pertama, Arema tampil kurang greget. Komunikasi antar pemain kurang padu. Selain itu, pemain sering kehilangan bola sehingga lawan lebih banyak menguasai bola.
Justru tim lawan terlebih dahulu memiliki peluang cetak gol melalui Jimmy Suparto di menit ke empat. Peluang ini tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Arema yang dijaga Ahmad Kurniawan. Beruntung gawang kakak kandung Kurnia Meiga ini masih terselamatkan.
Arema baru memiliki peluang di menit ke 14 melalui striker mudanya Dendi Santoso. Melalui serangan balik dan tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang Persela I Koman Putra, bola dihalau pemain belakang lawan.
Beberapa menit kemudian Dendi berhasil masuk daerah pertahanan Persela. Namun ia tidak memiliki peluang tembak karena dihalang-halangi Charis Yulianto.
Satu menit kemudian, Persela kembali memiliki peluang melalui Zaenal Arifin. Tendangan kerasnya dihalau Waluyo dengan kepalanya. Namun bola justru meluncur deras ke arah gawang Arema. Beruntung Ahmad Kurniawan menepisnya dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Di menit ke 20 Arema nyaris mencetak gol setelah kapten Persela melakukan kesalahan. Bermaksud menghalau bola, justru mengarah ke Ahmad Amirudin. Namun pemain asal Makassar ini kalah cepat sehingga bola dibuang Fabiano.
Striker Persela Bakorwi menyia-siakan peluang emas setelah mendapat umpan pojok. Berdiri sendiri tanpa pengawalan dan gawang sudah dalam keadaan kosong, namun tendangannya melambung tinggi. Hingga babak pertama usai, kedua tim gagal mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Arema menarik enam pemainnya dan memasukkan Noh Alam Shah, Irfan Raditya, M Ridhuan, Roni Firmansyah, Gunawan dan TA Musafri. Masuknya enam pemain ini sedikit menambah daya serang pemain-pemain Arema. Terutama, TA Musafri yang sering merepotkan barisan belakang Persela yang ditempati Fabiano, Charis Yulianto, Slamet Riayadi dan Taufik.
Terbukti, babak pertama baru berjalan enam menit, TA Musafri yang mendapat umpan dari M Ridhuan nyaris cetak gol. Tendangan pemain yang musim lalu memperkuat Persija Jakarta itu dihalau I Komang Putra.
Di menit ke 53 I Komang Putra membuat kesalahan fatal dengan memberikan bola justru jatuh di kaki Esteban Guillen. Hanya saja, Esteban gagal memanfaatkannya sehingga peluang terbuang sia-sia.
Hingga pertengahan babak kedua, baik Arema maupun Persela terus melakukan serangan. Kedua tim juga melakukan beberapa pergantian untuk memenangkan pertandingan. Namun, hingga pertandingan usai, tak satu pun gol yang tercipta. Kkedudukan hingga pertandingan usai tetap imbang 0-0.(bua/jon)
Di laga uji coba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton itu, tim asuhan pelatih Subangkit tampil full team. Hanya satu pemain asingnya asal Singapura Mustafic Fakruddin yang tidak main karena belum gabung tim setelah membela negaranya di ajang Piala AFF. Persela sengaja menurunkan seluluh kekuatannya untuk menguji mental pemainnya di lanjutan ISL.
Sementara Arema juga menurunkan seluruh pemain asingnya minus Chmelo Roman yang kemarin ke Jakarta. Duo Singapura Noh Alam Shah dan M Ridhuan sudah dimainkan pelatih Miroslav Janu di babak kedua. Begitupula Pierre Njanka dan Esteban Guillen dimainkan sejak kick off dimulai.
Di awal-awal babak pertama, Arema tampil kurang greget. Komunikasi antar pemain kurang padu. Selain itu, pemain sering kehilangan bola sehingga lawan lebih banyak menguasai bola.
Justru tim lawan terlebih dahulu memiliki peluang cetak gol melalui Jimmy Suparto di menit ke empat. Peluang ini tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Arema yang dijaga Ahmad Kurniawan. Beruntung gawang kakak kandung Kurnia Meiga ini masih terselamatkan.
Arema baru memiliki peluang di menit ke 14 melalui striker mudanya Dendi Santoso. Melalui serangan balik dan tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang Persela I Koman Putra, bola dihalau pemain belakang lawan.
Beberapa menit kemudian Dendi berhasil masuk daerah pertahanan Persela. Namun ia tidak memiliki peluang tembak karena dihalang-halangi Charis Yulianto.
Satu menit kemudian, Persela kembali memiliki peluang melalui Zaenal Arifin. Tendangan kerasnya dihalau Waluyo dengan kepalanya. Namun bola justru meluncur deras ke arah gawang Arema. Beruntung Ahmad Kurniawan menepisnya dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Di menit ke 20 Arema nyaris mencetak gol setelah kapten Persela melakukan kesalahan. Bermaksud menghalau bola, justru mengarah ke Ahmad Amirudin. Namun pemain asal Makassar ini kalah cepat sehingga bola dibuang Fabiano.
Striker Persela Bakorwi menyia-siakan peluang emas setelah mendapat umpan pojok. Berdiri sendiri tanpa pengawalan dan gawang sudah dalam keadaan kosong, namun tendangannya melambung tinggi. Hingga babak pertama usai, kedua tim gagal mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Arema menarik enam pemainnya dan memasukkan Noh Alam Shah, Irfan Raditya, M Ridhuan, Roni Firmansyah, Gunawan dan TA Musafri. Masuknya enam pemain ini sedikit menambah daya serang pemain-pemain Arema. Terutama, TA Musafri yang sering merepotkan barisan belakang Persela yang ditempati Fabiano, Charis Yulianto, Slamet Riayadi dan Taufik.
Terbukti, babak pertama baru berjalan enam menit, TA Musafri yang mendapat umpan dari M Ridhuan nyaris cetak gol. Tendangan pemain yang musim lalu memperkuat Persija Jakarta itu dihalau I Komang Putra.
Di menit ke 53 I Komang Putra membuat kesalahan fatal dengan memberikan bola justru jatuh di kaki Esteban Guillen. Hanya saja, Esteban gagal memanfaatkannya sehingga peluang terbuang sia-sia.
Hingga pertengahan babak kedua, baik Arema maupun Persela terus melakukan serangan. Kedua tim juga melakukan beberapa pergantian untuk memenangkan pertandingan. Namun, hingga pertandingan usai, tak satu pun gol yang tercipta. Kkedudukan hingga pertandingan usai tetap imbang 0-0.(bua/jon)
Aremania Menunggu Yuli Sumpil
MALANG-Ada pemandangan menarik saat pertandingan Arema melawan Persela dalam laga uji coba di Stadion Gajayana, kemarin sore. Aremania yang menyaksikan laga berakhir imbang 0-0 itu, awalnya nyanyiannya kurang atraktif. Terutama di tribun sebelah timur yang biasanya dipimpin dirijen Yuli Sumpil.
Sementara di tribun selatan, nyanyian Aremania terus berkumandang. Suporter Persela Lamongan yang terkenal dengan sebutan LA Mania pun ikut gabung di tribun selatan. Awalnya LA Mania yang jumlahnya hanya puluhan orang itu berada di tribun selatan VIP.
Aremania yang berada di tribun timur pun berbondong-bondong ke tribun selatan gabung nyanyi bersama. Di tribun timur yang sempat penuh sesak, penontonya banyak pindah ke tribun selatan. Pemandangan ini berlangsung hingga pertengahan babak kedua.
Pada saat pertandingan memasuki babak kedua, tepatnya menit ke 65, Yuli Sumpil baru datang dan langsung memimpin Aremania di tribun timur. Aremania yang ada di tribun selatan pun kembali berduyun-duyun ke tribun timur, mengikuti Yuli Sumpil.
‘’Tadi aremania banyak yang pindah ke selatan karena dikira ada Yuli Sumpil,’’ kata salah satu Aremania yang hadir di stadion kemarin sore. (bua/jon)
Sementara di tribun selatan, nyanyian Aremania terus berkumandang. Suporter Persela Lamongan yang terkenal dengan sebutan LA Mania pun ikut gabung di tribun selatan. Awalnya LA Mania yang jumlahnya hanya puluhan orang itu berada di tribun selatan VIP.
Aremania yang berada di tribun timur pun berbondong-bondong ke tribun selatan gabung nyanyi bersama. Di tribun timur yang sempat penuh sesak, penontonya banyak pindah ke tribun selatan. Pemandangan ini berlangsung hingga pertengahan babak kedua.
Pada saat pertandingan memasuki babak kedua, tepatnya menit ke 65, Yuli Sumpil baru datang dan langsung memimpin Aremania di tribun timur. Aremania yang ada di tribun selatan pun kembali berduyun-duyun ke tribun timur, mengikuti Yuli Sumpil.
‘’Tadi aremania banyak yang pindah ke selatan karena dikira ada Yuli Sumpil,’’ kata salah satu Aremania yang hadir di stadion kemarin sore. (bua/jon)
Selasa, 14 Desember 2010
Pembuktian Loyalitas Aremania
MALANG - Usai delapan hari di Bali untuk pemusatan latihan, saatnya Arema kembali menjajal kekuatannya menghadapi tim selevel. Singo Edan akan menjamu Persela Lamongan di stadion Gajayana, sore ini mulai pukul 15.30 WIB.
Ini ujicoba kedua Arema di Gajayana, setelah sebelumnya menggilas Deltras Sidoarjo 3-1. Managercoach Arema, Miroslav Janu berharap, hasil ujicoba kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Tak hanya skor pertandingan namun juga pemasukan. Miro berharap, Aremania datang memadati stadion Gajayana demi memberi pemasukan untuk manajemen Arema yang tengah dilanda krisis keuangan. Menurutnya, pemasukan dari tiket ujicoba ini adalah salah satu cara untuk mengatasi krisis itu.
’’Ya, kalau Aremania suka dengan Arema dan memiliki Arema, harus datang ke stadion. Aremania harus datang semua agar Arema bisa jalan lagi,’’ ungkap Miro usai memimpin latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore.
’’Kita sebenarnya bisa saja ujicoba lawan tim lokal. Tapi kita mau beri ujicoba yang bagus dan berkualitas. Ini semua untuk Aremania. Makanya kita harap Aremania bisa datang semua untuk bantu keuangan Arema,’’ sambungnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Republik Ceko ini berharap, sore ini tak sampai turun hujan untuk menarik minat Aremania ke Gajayana. Menurutnya, semakin banyak Aremania yang datang, Arema akan mendapat uang dari pemasukan tiket itu.
’’Tidak apa-apa main sore, meski untuk Aremania sebenarnya lebih baik kalau main malam. Kita berharap Aremania tetap support Arema,’’ sebut Miro yang sempat kaget menyusul perubahan kick off dari malam hari menjadi sore hari.
Sementara itu, terkait persiapan timnya, pelatih yang pernah menangani Arema tahun 2007 lalu ini mengaku akan coba maksimal, meski dengan kondisi tim berlogo kepala Singa ini masih tak diperkuat delapan pemainnya yang gabung Timnas.
Lima pemain, yaitu Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, Benny Wahyudi, Ahmad Bustomi dan Yongki Ariwibowo gabung Timnas Indonesia untuk semifinal Piala AFF, sedangkan Noh Alamshah dan Muhamad Ridhuan belum kembali dari Timnas Singapura.
’’Kita akan coba maksimum, meski kita tidak ada pemain inti. Sedangkan Persela saya lihat pemain mereka ada semua, mungkin mereka bisa tampil full team,’’ terang Miro yang sempat dua kali ujicoba lawan tim lokal di Bali.
Disinggung perihal kondisi pemainnya yang bakal tampil tanpa gaji selama tiga bulan, Miro tak mau membahasnya. ’’Mau apa lagi, target kita besok untuk ujicoba saja, seperti ujicoba sebelumnya,’’ yakin mantan pelatih Slavia Praha ini.
Untuk komposisi pemain Arema yang bakal diturunkan sore ini, Miro dengan pola 4-3-3 mengandalkan Alfarizi, Leo Tupamahu, Pierre Njanka dan Waluyo di lini belakang. Lini tengah ada Esteban Gullien, Juan Revi dan Sunarto.
Sunarto diplot sebagai second striker menggantikan posisi Chmelo Roman yang kemarin sore tampaknya ada masalah dengan jari kaki kirinya yang cedera. Sedangkan untuk lini depan ada Amirudin, Dendi Santoso dan Fahrudin.
Pada latihan terakhir kemarin sore, selain mencoba skema permainan dalam tiga perempat lapangan, Miro juga membenahi lini pertahanan Arema. Khususnya Pierre Njanka dkk difokuskan untuk mengantisipasi bola-bola mati, dari tendangan sudut maupun dari tendangan bebas. (bua/avi)
Ini ujicoba kedua Arema di Gajayana, setelah sebelumnya menggilas Deltras Sidoarjo 3-1. Managercoach Arema, Miroslav Janu berharap, hasil ujicoba kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Tak hanya skor pertandingan namun juga pemasukan. Miro berharap, Aremania datang memadati stadion Gajayana demi memberi pemasukan untuk manajemen Arema yang tengah dilanda krisis keuangan. Menurutnya, pemasukan dari tiket ujicoba ini adalah salah satu cara untuk mengatasi krisis itu.
’’Ya, kalau Aremania suka dengan Arema dan memiliki Arema, harus datang ke stadion. Aremania harus datang semua agar Arema bisa jalan lagi,’’ ungkap Miro usai memimpin latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore.
’’Kita sebenarnya bisa saja ujicoba lawan tim lokal. Tapi kita mau beri ujicoba yang bagus dan berkualitas. Ini semua untuk Aremania. Makanya kita harap Aremania bisa datang semua untuk bantu keuangan Arema,’’ sambungnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Republik Ceko ini berharap, sore ini tak sampai turun hujan untuk menarik minat Aremania ke Gajayana. Menurutnya, semakin banyak Aremania yang datang, Arema akan mendapat uang dari pemasukan tiket itu.
’’Tidak apa-apa main sore, meski untuk Aremania sebenarnya lebih baik kalau main malam. Kita berharap Aremania tetap support Arema,’’ sebut Miro yang sempat kaget menyusul perubahan kick off dari malam hari menjadi sore hari.
Sementara itu, terkait persiapan timnya, pelatih yang pernah menangani Arema tahun 2007 lalu ini mengaku akan coba maksimal, meski dengan kondisi tim berlogo kepala Singa ini masih tak diperkuat delapan pemainnya yang gabung Timnas.
Lima pemain, yaitu Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, Benny Wahyudi, Ahmad Bustomi dan Yongki Ariwibowo gabung Timnas Indonesia untuk semifinal Piala AFF, sedangkan Noh Alamshah dan Muhamad Ridhuan belum kembali dari Timnas Singapura.
’’Kita akan coba maksimum, meski kita tidak ada pemain inti. Sedangkan Persela saya lihat pemain mereka ada semua, mungkin mereka bisa tampil full team,’’ terang Miro yang sempat dua kali ujicoba lawan tim lokal di Bali.
Disinggung perihal kondisi pemainnya yang bakal tampil tanpa gaji selama tiga bulan, Miro tak mau membahasnya. ’’Mau apa lagi, target kita besok untuk ujicoba saja, seperti ujicoba sebelumnya,’’ yakin mantan pelatih Slavia Praha ini.
Untuk komposisi pemain Arema yang bakal diturunkan sore ini, Miro dengan pola 4-3-3 mengandalkan Alfarizi, Leo Tupamahu, Pierre Njanka dan Waluyo di lini belakang. Lini tengah ada Esteban Gullien, Juan Revi dan Sunarto.
Sunarto diplot sebagai second striker menggantikan posisi Chmelo Roman yang kemarin sore tampaknya ada masalah dengan jari kaki kirinya yang cedera. Sedangkan untuk lini depan ada Amirudin, Dendi Santoso dan Fahrudin.
Pada latihan terakhir kemarin sore, selain mencoba skema permainan dalam tiga perempat lapangan, Miro juga membenahi lini pertahanan Arema. Khususnya Pierre Njanka dkk difokuskan untuk mengantisipasi bola-bola mati, dari tendangan sudut maupun dari tendangan bebas. (bua/avi)
Persela Mainkan Kekuatan Terbaik
MALANG-Keseriusan ditunjukkan kubu Persela Lamongan menyongsong laga uji coba menantang Arema di Stadion Gajayana sore ini. Total 25 pemain diboyong dalam lawatan ke kandang singa kali ini. Hal itu mengindikasikan bahwa pelatih Subangkit berniat menurunkan kekuatan terbaiknya dalam partai ekshibisi nanti.
Setibanya di Malang siang kemarin, para penggawa tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu langsung digenjot latihan sore harinya. Latihan berdurasi sekitar satu jam tersebut diikuti oleh seluruh pemain, minus Mustafic Fachrudin yang belum kembali usai membela timnas Singapura di ajang AFF Cup 2010.
Lapangan luar Stadion Gajayana sore itu menjadi jujugan tempat berlatih anak-anak Lamongan. Kesempatan menjajal Stadion Gajayana urung dilakukan karena di waktu bersamaan, stadion kebanggaan warga Kota Malang itu digunakan Persema (tim ISL) beruji coba melawan Persema FC.
Selain materi latihan ringan, sore itu para penggawa Persela juga berlatih game selama sepuluh menit. Subangkit membagi skuadnya menjadi dua tim. Tim tanpa rompi didominasi para pemain yang selama ini kerap diturunkan sebagai starter di pertandingan resmi. Sementara, tim berompi hijau mayoritas berisikan para pemain cadangan.
Disinggung soal strategi apa yang akan diterapkan saat menghadapi Arema, Subangkit tidak menjelaskan secara rinci. Namun, mantan entranador Persema itu mengisyaratkan bakal memainkan skuad terbaiknya sebagai starter.
“Kita tetap turunkan kekuatan terbaik. Seperti saya ungkap sejak awal, kita tidak akan main-main dalam uji coba ini. Kita serius menghadapi Arema,” terang pelatih yang dikenal tegas ini.
Besar kemungkinan posisi di bawah mistar dipercayakan kepada I Komang Putra. Mantan penjaga gawang Persema yang akrab dipanggil ‘IKP’ itu menunjukkan progress yang baik dalam beberapa pertandingan terakhir Persela. Kuartet lini belakang mungkin tidak banyak berubah. Kapten Fabiano R Bertrand bakal berduet dengan bek senior, Charis Yulianto sebagai tembok di jantung pertahanan. Sementara Taufik Kasrun dan Slamet Riyadi mengisi posisi bek sayap kanan dan kiri.
Lini tengah bakal diisi oleh Zaenal Arifin, Hendro Siswanto, Jimmy Suparno dan Feri Ariawan. Kuartet sektor gelandang tersebut disiapkan untuk menopang duet maut lini depan. Posisi ujung tombak bisa jadi diplot kepada Emalue Serge dan Riduoane Barkaoui. Dalam latihan kemarin, kedua striker asing itu sengaja diduetkan.
Sinyal bakal dimainkannya Barkaoui tentu cukup mengherankan. Sebelumnya, kondisi fisik penyerang asal Maroko itu diragukan bisa tampil melawan Arema.
“Dia baru saja bergabung dengan tim. Kondisi fisiknya masih belum bagus. Tapi tidak ada opsi lain di lini depan. Kita lihat saja nanti,” tutur Subangkit kepada Malang Post.
Meski tidak menutup kemungkinan rotasi pemain dalam laga uji coba nanti, Subangkit mengaku tidak akan banyak melakukan pergantian.
“Rotasi memang baik. Tapi terlalu banyak melakukan pergantian juga tidak efektif. Arema tim yang bagus dengan materi pemain merata. Saya paham dengan permainan mereka. Pilihan terbaik adalah menurunkan tim terbaik pula,” pungkasnya. (tom/jon)
Setibanya di Malang siang kemarin, para penggawa tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu langsung digenjot latihan sore harinya. Latihan berdurasi sekitar satu jam tersebut diikuti oleh seluruh pemain, minus Mustafic Fachrudin yang belum kembali usai membela timnas Singapura di ajang AFF Cup 2010.
Lapangan luar Stadion Gajayana sore itu menjadi jujugan tempat berlatih anak-anak Lamongan. Kesempatan menjajal Stadion Gajayana urung dilakukan karena di waktu bersamaan, stadion kebanggaan warga Kota Malang itu digunakan Persema (tim ISL) beruji coba melawan Persema FC.
Selain materi latihan ringan, sore itu para penggawa Persela juga berlatih game selama sepuluh menit. Subangkit membagi skuadnya menjadi dua tim. Tim tanpa rompi didominasi para pemain yang selama ini kerap diturunkan sebagai starter di pertandingan resmi. Sementara, tim berompi hijau mayoritas berisikan para pemain cadangan.
Disinggung soal strategi apa yang akan diterapkan saat menghadapi Arema, Subangkit tidak menjelaskan secara rinci. Namun, mantan entranador Persema itu mengisyaratkan bakal memainkan skuad terbaiknya sebagai starter.
“Kita tetap turunkan kekuatan terbaik. Seperti saya ungkap sejak awal, kita tidak akan main-main dalam uji coba ini. Kita serius menghadapi Arema,” terang pelatih yang dikenal tegas ini.
Besar kemungkinan posisi di bawah mistar dipercayakan kepada I Komang Putra. Mantan penjaga gawang Persema yang akrab dipanggil ‘IKP’ itu menunjukkan progress yang baik dalam beberapa pertandingan terakhir Persela. Kuartet lini belakang mungkin tidak banyak berubah. Kapten Fabiano R Bertrand bakal berduet dengan bek senior, Charis Yulianto sebagai tembok di jantung pertahanan. Sementara Taufik Kasrun dan Slamet Riyadi mengisi posisi bek sayap kanan dan kiri.
Lini tengah bakal diisi oleh Zaenal Arifin, Hendro Siswanto, Jimmy Suparno dan Feri Ariawan. Kuartet sektor gelandang tersebut disiapkan untuk menopang duet maut lini depan. Posisi ujung tombak bisa jadi diplot kepada Emalue Serge dan Riduoane Barkaoui. Dalam latihan kemarin, kedua striker asing itu sengaja diduetkan.
Sinyal bakal dimainkannya Barkaoui tentu cukup mengherankan. Sebelumnya, kondisi fisik penyerang asal Maroko itu diragukan bisa tampil melawan Arema.
“Dia baru saja bergabung dengan tim. Kondisi fisiknya masih belum bagus. Tapi tidak ada opsi lain di lini depan. Kita lihat saja nanti,” tutur Subangkit kepada Malang Post.
Meski tidak menutup kemungkinan rotasi pemain dalam laga uji coba nanti, Subangkit mengaku tidak akan banyak melakukan pergantian.
“Rotasi memang baik. Tapi terlalu banyak melakukan pergantian juga tidak efektif. Arema tim yang bagus dengan materi pemain merata. Saya paham dengan permainan mereka. Pilihan terbaik adalah menurunkan tim terbaik pula,” pungkasnya. (tom/jon)
Serge Kangen Aremania
MALANG-Memori indah membela Arema selama empat musim selalu membekas di hati Emalue Serge. Dua gelar juara Copa Indonesia pernah diraihnya bersama tim Singo Edan. Penyerang asal Kamerun ini dianggap sebagai salah seorang aktor sukses Arema menggondol Piala Indonesia kala itu. Pantas nama Serge selalu dielu-elukan warga Malang yang masih menganggapnya sebagai pemain pujaan.
Semangat itu pula yang ditunjukkan Serge saat harus kembali ke Malang. Namun kini situasinya berbeda. Pemain 25 tahun itu bakal kembali tampil di hadapan puluhan ribu Aremania dengan status pemain tim lawan. Serge menjadi amunisi Persela Lamongan yang bertandang ke Stadion Gajayana menantang Arema dalam partai uji coba yang dilangsungkan sore ini.
Secara terang-terangan, penggawa Laskar Joko Tingkir bernomor punggung 10 itu menyatakan kangen dengan atmosfer sepak bola Malang. Kesempatan menghadapi Arema bakal dimanfaatkannya untuk mengobati rasa kangen tersebut.
“Senang rasanya bisa bertemu Arema. Aku kangen atmosfer sepak bola Malang. Terlebih kotanya yang bagus dan cantik,” ungkap Serge kepada Malang Post kemarin.
Sebagai pemain yang pernah menjadi bagian dari tim berlogo kepala singa itu, Serge merasa memiliki kedekatan emosional yang sangat erat dengan Malang. Suasana kekeluargaan di kota ini membuatnya menganggap Malang sebagai tempat tinggal keduanya.
“Kalau libur, aku pasti sempatkan ke Malang. Aku punya banyak teman di sini,” tuturnya ramah.
Tidak hanya itu, top scorer Arema di ajang Copa Indonesia 2006 ini menyebutkan ada hal lain yang selalu membuatnya kangen dengan Arema dan Malang. Apalagi kalau bukan faktor Aremania. “Siapa pemain Arema yang tidak kangen dengan Aremania. Mereka semua sudah seperti keluarga aku. Di luar lapangan, sampai kapanpun saya selalu dukung Arema” ujarnya bersemangat.
Meski kecintaannya terhadap bekas klubnya tak pernah pudar, suami Tchoumke Davin ini bertekad tetap professional saat diturunkan pada laga uji coba nanti. Sebagai pemain professional, dia berjanji akan memberikan yang terbaik bagi tim yang dibelanya. Serge menyatakan tak gentar harus menghadapi mantan tim yang masih dipujanya.
“Arema tim yang kuat. Materi pemain mereka bagus dan merata. Kita harus tampilkan yang terbaik saat menghadapi mereka,” imbuhnya menanggapi.
Pemain yang berulang tahun setiap tanggal 21 Februari ini tak lupa memberikan suntikan moril kepada para pemain Arema meski belum menyampaikannya secara langsung.
“Ada kabar pemain Arema cukup pusing soal gaji. Tentu itu bisa hambat mereka untuk jadi juara lagi. Tapi semoga tidak mempengaruhi permainan mereka di lapangan,” pungkas pemain yang suka mengecat rambutnya dengan warna kuning itu. (tom/jon)
Semangat itu pula yang ditunjukkan Serge saat harus kembali ke Malang. Namun kini situasinya berbeda. Pemain 25 tahun itu bakal kembali tampil di hadapan puluhan ribu Aremania dengan status pemain tim lawan. Serge menjadi amunisi Persela Lamongan yang bertandang ke Stadion Gajayana menantang Arema dalam partai uji coba yang dilangsungkan sore ini.
Secara terang-terangan, penggawa Laskar Joko Tingkir bernomor punggung 10 itu menyatakan kangen dengan atmosfer sepak bola Malang. Kesempatan menghadapi Arema bakal dimanfaatkannya untuk mengobati rasa kangen tersebut.
“Senang rasanya bisa bertemu Arema. Aku kangen atmosfer sepak bola Malang. Terlebih kotanya yang bagus dan cantik,” ungkap Serge kepada Malang Post kemarin.
Sebagai pemain yang pernah menjadi bagian dari tim berlogo kepala singa itu, Serge merasa memiliki kedekatan emosional yang sangat erat dengan Malang. Suasana kekeluargaan di kota ini membuatnya menganggap Malang sebagai tempat tinggal keduanya.
“Kalau libur, aku pasti sempatkan ke Malang. Aku punya banyak teman di sini,” tuturnya ramah.
Tidak hanya itu, top scorer Arema di ajang Copa Indonesia 2006 ini menyebutkan ada hal lain yang selalu membuatnya kangen dengan Arema dan Malang. Apalagi kalau bukan faktor Aremania. “Siapa pemain Arema yang tidak kangen dengan Aremania. Mereka semua sudah seperti keluarga aku. Di luar lapangan, sampai kapanpun saya selalu dukung Arema” ujarnya bersemangat.
Meski kecintaannya terhadap bekas klubnya tak pernah pudar, suami Tchoumke Davin ini bertekad tetap professional saat diturunkan pada laga uji coba nanti. Sebagai pemain professional, dia berjanji akan memberikan yang terbaik bagi tim yang dibelanya. Serge menyatakan tak gentar harus menghadapi mantan tim yang masih dipujanya.
“Arema tim yang kuat. Materi pemain mereka bagus dan merata. Kita harus tampilkan yang terbaik saat menghadapi mereka,” imbuhnya menanggapi.
Pemain yang berulang tahun setiap tanggal 21 Februari ini tak lupa memberikan suntikan moril kepada para pemain Arema meski belum menyampaikannya secara langsung.
“Ada kabar pemain Arema cukup pusing soal gaji. Tentu itu bisa hambat mereka untuk jadi juara lagi. Tapi semoga tidak mempengaruhi permainan mereka di lapangan,” pungkas pemain yang suka mengecat rambutnya dengan warna kuning itu. (tom/jon)
Besok, Along-Ridhuan Datang
MALANG-Hingga latihan kemarin sore, dua pilar Arema asal Singapura, Noh ‘Along’ Alam Shah dan Muhammad Ridhuan belum juga bergabung. Dua pemain yang baru memperkuat Timnas Singapura di ajang Piala AFF ini masih belum kembali.
Padahal Timnas Singapura dipastikan gagal melangkah ke babak semifinal setelah di laga terakhir babak penyisihan grup kalah tipis 1-0 atas tuan rumah Vietnam, Rabu (8/12) kemarin. Pelatih Arema, Miroslav Janu pun menunggu kedatangan mereka.
“Dua pemain Singapura belum ada, saya tidak tahu kapan mereka akan datang. Menurut pengurus, mereka tidak bisa dihubungi, jadi saya tidak tahu kapan mereka akan datang,” ungkap Miro usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore.
Kehadiran Along dan Ridhuan sebenarnya sangat diharapkan Miro untuk secepatnya bisa gabung latihan Arema. Khususnya untuk persiapan Singo Edan jelang laga derby Malang, menghadapi Persema, 4 Januari mendatang.
Sementara menurut keterangan manajemen Arema, dijadwalkan paling cepat, Rabu (15/12) besok, keduanya sudah datang. Itu jika sesuai rencana, dan kemungkinan mereka bisa ikut laga uji coba Arema berikutnya, Sabtu (18/12) nanti.
“Kalau menurut informasi dari Pak Abriadi (Pelaksana Harian PT Arema Indonesia), Along dan Ridhuan akan datang ke Malang antara satu sampai dua hari lagi,” sebut manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore. (bua/jon)
Padahal Timnas Singapura dipastikan gagal melangkah ke babak semifinal setelah di laga terakhir babak penyisihan grup kalah tipis 1-0 atas tuan rumah Vietnam, Rabu (8/12) kemarin. Pelatih Arema, Miroslav Janu pun menunggu kedatangan mereka.
“Dua pemain Singapura belum ada, saya tidak tahu kapan mereka akan datang. Menurut pengurus, mereka tidak bisa dihubungi, jadi saya tidak tahu kapan mereka akan datang,” ungkap Miro usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore.
Kehadiran Along dan Ridhuan sebenarnya sangat diharapkan Miro untuk secepatnya bisa gabung latihan Arema. Khususnya untuk persiapan Singo Edan jelang laga derby Malang, menghadapi Persema, 4 Januari mendatang.
Sementara menurut keterangan manajemen Arema, dijadwalkan paling cepat, Rabu (15/12) besok, keduanya sudah datang. Itu jika sesuai rencana, dan kemungkinan mereka bisa ikut laga uji coba Arema berikutnya, Sabtu (18/12) nanti.
“Kalau menurut informasi dari Pak Abriadi (Pelaksana Harian PT Arema Indonesia), Along dan Ridhuan akan datang ke Malang antara satu sampai dua hari lagi,” sebut manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore. (bua/jon)
Beli Sepatu, Tunggu Gaji
MALANG-Ada yang menarik dari penampilan gelandang Arema asal Slovakia, Chmelo Roman pada sesi latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore. Tak biasanya, Roman mengenakan sepatu yang berbeda, antara kaki kanan dan kaki kirinya.
Pada kaki kanannya mengenakan sepatu warna hijau, dan kaki kirinya dengan sepatu warna putih. Menariknya, kedua sepatu itu bukan milik Roman sendiri, melainkan punya Yongki Ariwibowo dan Aji Saka yang sengaja dipinjam Roman.
Menurut pengakuan Roman, sepatu miliknya kekecilan dan tak bisa dipaksa untuk dipakai lantaran kondisi jari kakinya ada yang cedera. Bahkan sekalipun mengenakan sepatu yang selang-seling itu, Roman mengaku masih kesakitan.
“Saya ada sepatu, tapi sekarang saya harus pakai sepatu berbeda, karena kaki saya cedera. Sepatu saya kekecilan dan sakit sekali, sepatu yang saya pinjam hari ini lebih besar, tapi masih sakit sedikit,” ungkap Roman kepada Malang Post.
Sementara untuk membeli sepatu baru, Roman mengaku masih harus menunggu pembayaran gaji dari manajemen Arema. “Saya tidak ada uang untuk beli sepatu baru, saya masih tunggu gaji,” katanya usai latihan, kemarin sore.
Tak hanya terkait dengan sepatunya, pemain yang hampir tiga musim memperkuat Arema ini juga terkendala dengan cederanya yang tak mendapatkan perawatan memadai lantaran kondisi keuangan Arema.
“Saya cedera sejak dari lawan Deltras dulu, dan Arema tidak ada uang untuk dokter, laga uji coba besok (sore ini lawan Persela), saya tidak main, karena besok saya pergi ke Jakarta jemput istri saya dari Slovakia,” terang Roman.
Sementara itu, kapten tim Arema, Pierre Njanka berusaha bersabar untuk menunggu kabar baik dari manajemen Arema.
“Ya kita tunggu saja, mungkin besok ada kabar baik, kita belum terima gaji,” katanya sebelum latihan. (bua/jon)
Pada kaki kanannya mengenakan sepatu warna hijau, dan kaki kirinya dengan sepatu warna putih. Menariknya, kedua sepatu itu bukan milik Roman sendiri, melainkan punya Yongki Ariwibowo dan Aji Saka yang sengaja dipinjam Roman.
Menurut pengakuan Roman, sepatu miliknya kekecilan dan tak bisa dipaksa untuk dipakai lantaran kondisi jari kakinya ada yang cedera. Bahkan sekalipun mengenakan sepatu yang selang-seling itu, Roman mengaku masih kesakitan.
“Saya ada sepatu, tapi sekarang saya harus pakai sepatu berbeda, karena kaki saya cedera. Sepatu saya kekecilan dan sakit sekali, sepatu yang saya pinjam hari ini lebih besar, tapi masih sakit sedikit,” ungkap Roman kepada Malang Post.
Sementara untuk membeli sepatu baru, Roman mengaku masih harus menunggu pembayaran gaji dari manajemen Arema. “Saya tidak ada uang untuk beli sepatu baru, saya masih tunggu gaji,” katanya usai latihan, kemarin sore.
Tak hanya terkait dengan sepatunya, pemain yang hampir tiga musim memperkuat Arema ini juga terkendala dengan cederanya yang tak mendapatkan perawatan memadai lantaran kondisi keuangan Arema.
“Saya cedera sejak dari lawan Deltras dulu, dan Arema tidak ada uang untuk dokter, laga uji coba besok (sore ini lawan Persela), saya tidak main, karena besok saya pergi ke Jakarta jemput istri saya dari Slovakia,” terang Roman.
Sementara itu, kapten tim Arema, Pierre Njanka berusaha bersabar untuk menunggu kabar baik dari manajemen Arema.
“Ya kita tunggu saja, mungkin besok ada kabar baik, kita belum terima gaji,” katanya sebelum latihan. (bua/jon)
Senin, 13 Desember 2010
Persiwa Siap Lawan Arema
MALANG-Batalnya Persibo Bojonegoro sebagai lawan latih tanding Arema pada laga uji coba yang rencana akan digelar 18 Desember mendatang di Stadion Kanjuruhan, membuat manajemen tim Singo Edan mencari penganti. Manajemen berupaya mencari alternatif lawan lain untuk diajak berujicoba. Salah satu tim yang diincar Persiwa Wamena.
Sebelumnya manajemen mencoba mengajak Pelita Jaya untuk uji coba. Namun dari segi biaya, cukup besar karena harus menanggung biaya Jajang Mulyana dkk ke Malang naik pesawat. Sedangkan Persiwa Wamena, meski tim asal Lembah Baliem, Jaya Pura, namun kini sedang melakukan TC di Turen. Sehingga biaya yang ditanggung Arema nanti tidak terlalu besar.
Sebelumnya, Persibo mendadak membatalkan rencana meladeni Arema dalam pertandingan uji coba lantaran lebih memilih tawaran tim lain. Kabarnya, tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini memilih untuk memenuhi undangan uji coba di Malaysia pada tanggal 15 hingga 21 Desember. Secara lisan, manajemen Persibo sudah membatalkan rencana mereka untuk datang ke Malang.
Pembatalan tersebut rupanya memantik kekecewaan pelatih Miroslav Janu. Arsitek tim Singo Edan itu pun meminta kepada manajemen agar segera mencarikan lawan latih tanding. Lawan uji coba harus segera ditentukan karena sejumlah agenda Arema telah disusun sedemikian rupa hingga akhir tahun nanti. Pada 4 Januari mendatang, Arema sudah harus melakoni laga perdana tahun 2011 dengan menjamu ‘saudara tua’nya, Persema di Stadion Kanjuruhan.
Nah, wacana mengundang Persiwa untuk beruji coba terbesit lantaran tim asal ranah Papua itu kebetulan sedang mempersiapkan tim di Malang. Tim dari Lembah Baliem itu menggelar pemusatan latihan (TC) di Malang sejak 25 November lalu. Dua minggu terakhir, tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah itu menghabiskan masa TC di daerah Turen. Selama di sana, Persiwa sempat melakoni satu kali uji coba melawan Kaki Mas Dampit, yang berhasil mereka menangkan dengan skor telak 6-1.
Ketika disinggung soal wacana adanya tawaran dari kubu Arema, pihak Persiwa tidak menampik. Meski begitu, mereka belum berani mengiyakan. Hal itu disampaikan oleh asisten manajer Persiwa, Agus Santoso.
“Kita tunggu izin dari manajer tim dulu. Kalau Pak Jhon Banua (manajer) bilang setuju, kita pun baru berani bilang oke,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.
Ditanya soal kesiapan, tim pelatih yang dikepalai Suharno mengaku siap saja bila ditantang tim berlogo kepala singa dalam partai eksibisi. Sekalipun kedua tim belum pernah bertemu secara resmi ajang ISL musim ini, uji coba sangat bermanfaat bagi kedua belah kubu.
“Kalau tim pelatih tidak ada masalah. Tapi tetap saja, kita harus izin dulu kepada manajemen,” imbuh Agus.
Saat ini Persiwa tim masih belum komplet. Hal ini disebabakan beberapa pemain pilar mereka masih belum kembali dari kampung halaman masing-masing. Pemain asing macam Erick Weeks Lewis rencananya juga baru bergabung dengan tim di Malang hari ini.
Arema sempat menghadapi Persiwa belum lama ini. Tepatnya di ajang Inter Island Cup bulan September lalu. Peter Romaropen dkk berhasil menahan imbang Singo Edan yang bertindak selaku tuan rumah kala itu.(tom/jon)
Sebelumnya manajemen mencoba mengajak Pelita Jaya untuk uji coba. Namun dari segi biaya, cukup besar karena harus menanggung biaya Jajang Mulyana dkk ke Malang naik pesawat. Sedangkan Persiwa Wamena, meski tim asal Lembah Baliem, Jaya Pura, namun kini sedang melakukan TC di Turen. Sehingga biaya yang ditanggung Arema nanti tidak terlalu besar.
Sebelumnya, Persibo mendadak membatalkan rencana meladeni Arema dalam pertandingan uji coba lantaran lebih memilih tawaran tim lain. Kabarnya, tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini memilih untuk memenuhi undangan uji coba di Malaysia pada tanggal 15 hingga 21 Desember. Secara lisan, manajemen Persibo sudah membatalkan rencana mereka untuk datang ke Malang.
Pembatalan tersebut rupanya memantik kekecewaan pelatih Miroslav Janu. Arsitek tim Singo Edan itu pun meminta kepada manajemen agar segera mencarikan lawan latih tanding. Lawan uji coba harus segera ditentukan karena sejumlah agenda Arema telah disusun sedemikian rupa hingga akhir tahun nanti. Pada 4 Januari mendatang, Arema sudah harus melakoni laga perdana tahun 2011 dengan menjamu ‘saudara tua’nya, Persema di Stadion Kanjuruhan.
Nah, wacana mengundang Persiwa untuk beruji coba terbesit lantaran tim asal ranah Papua itu kebetulan sedang mempersiapkan tim di Malang. Tim dari Lembah Baliem itu menggelar pemusatan latihan (TC) di Malang sejak 25 November lalu. Dua minggu terakhir, tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah itu menghabiskan masa TC di daerah Turen. Selama di sana, Persiwa sempat melakoni satu kali uji coba melawan Kaki Mas Dampit, yang berhasil mereka menangkan dengan skor telak 6-1.
Ketika disinggung soal wacana adanya tawaran dari kubu Arema, pihak Persiwa tidak menampik. Meski begitu, mereka belum berani mengiyakan. Hal itu disampaikan oleh asisten manajer Persiwa, Agus Santoso.
“Kita tunggu izin dari manajer tim dulu. Kalau Pak Jhon Banua (manajer) bilang setuju, kita pun baru berani bilang oke,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.
Ditanya soal kesiapan, tim pelatih yang dikepalai Suharno mengaku siap saja bila ditantang tim berlogo kepala singa dalam partai eksibisi. Sekalipun kedua tim belum pernah bertemu secara resmi ajang ISL musim ini, uji coba sangat bermanfaat bagi kedua belah kubu.
“Kalau tim pelatih tidak ada masalah. Tapi tetap saja, kita harus izin dulu kepada manajemen,” imbuh Agus.
Saat ini Persiwa tim masih belum komplet. Hal ini disebabakan beberapa pemain pilar mereka masih belum kembali dari kampung halaman masing-masing. Pemain asing macam Erick Weeks Lewis rencananya juga baru bergabung dengan tim di Malang hari ini.
Arema sempat menghadapi Persiwa belum lama ini. Tepatnya di ajang Inter Island Cup bulan September lalu. Peter Romaropen dkk berhasil menahan imbang Singo Edan yang bertindak selaku tuan rumah kala itu.(tom/jon)
Arema Tak Mau Main-main
MALANG- Setelah melakoni pemusatan latihan alias training center (TC) di Bali selama kurang lebih sepekan, penggawa Singo Edan bakal kembali merasakan atmosfer pertandingan Indonesian Super League (ISL) dalam waktu dekat.
Besok sore di Stadion Gajayana, Arema akan menjamu Persela Lamongan dalam friendly match. Sebelum menjamu Persela, pada 1 Desember lalu, tim asuhan pelatih Miroslav Janu beruji coba dengan sesama tim ISL, Deltras Sidoarjo. Piere Njanka dkk sukses menjinakkan The Lobster (julukan Deltras) dengan skor akhir 3-1. Kemenangan tentunya ingin diulang para pemain tim berlogo kepala singa saat menjamu lawan asal Lamongan nanti.
Arema sendiri menatap laga latih tanding kontra Persela dengan serius. Mereka tentu tidak mau menyepelekan lawan apalagi bakal bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.
Tidak ada kamus ‘main-main’ bagi kubu tuan rumah. ’’Ini bukan cuma sekadar uji coba biasa. Kita tidak mau main-main,’’ ungkap asisten pelatih, Joko Susilo kepada Malang Post kemarin.
Target maksimal alias poin sempurna menjadi harga mati bagi Chmelo Roman dkk. Itupun belum tentu cukup membuat pelatih Miroslav Janu puas. Permainan menawan nan mematikan lawan lah yang diidamkan pelatih asal Ceko itu terhadap performa skuad asuhannya.
Meski baru saja melakoni serangkaian agenda latihan fisik yang cukup menguras tenaga di Bali, dipastikan kondisi fisik Juan Revi dkk tak mengalami masalah berarti untuk menghadapi Persela besok. ‘’Kan sudah istirahat dua hari sepulang dari Bali. Tentunya tidak ada masalah. Kondisi fisik anak-anak Insya Allah sudah bagus,’’ terang Joko.
Mantan pemain Arema yang akrab dipanggil Gethuk ini optimis bahwa laga uji coba melawan Persela justru berdampak positif bagi perkembangan tim.
‘’Anak-anak memang sudah disiapkan untuk menghadapi partai uji coba ini. Justru jangan sampai terlalu lama waktu terbuang untuk menunggu pertandingan resmi,’’ tukasnya.
Menurutnya, dengan jadwal uji coba yang padat maka setiap pemain akan terus merasakan atmosfer kompetisi yang ketat. ‘’Jangan sampai pemain kehilangan suasana bertanding di kompetisi resmi. Atmosfer kompetisi yang mereka rasakan jangan sampai turun,’’ tandas Joko.
Joko mengisyaratkan bahwa head coach Miroslav Janu bakal memainkan amunisi terbaiknya pada partai uji coba nanti. ‘’Kita buktikan bahwa tidak akan main-main. Tim inti pasti turun. Minus para pemain yang masih membela timnas,’’ beber asisten pelatih yang semasa jayanya dikenal sebagai penyerang haus gol ini.
Disinggung soal strategi apa yang akan dimainkan oleh Miro, Joko menolak membeberkan. Menurutnya, strategi mutlak merupakan wewenang pelatih kepala. ‘’Kita pernah melawan mereka sebelumnya. Miro jelas lebih paham lagi soal lawan. Strategi nanti kita lihat saja di lapangan,’’ tuturnya halus.
Kedua tim sebelumnya memang sempat bertemu, yaitu saat Persela menjadi tuan rumah di Stadion Surajaya Lamongan pada 24 Oktober lalu. Pada laga putaran pertama ISL 2010-2011 tersebut, Arema berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor kacamata alias 0-0. (tom/avi)
Besok sore di Stadion Gajayana, Arema akan menjamu Persela Lamongan dalam friendly match. Sebelum menjamu Persela, pada 1 Desember lalu, tim asuhan pelatih Miroslav Janu beruji coba dengan sesama tim ISL, Deltras Sidoarjo. Piere Njanka dkk sukses menjinakkan The Lobster (julukan Deltras) dengan skor akhir 3-1. Kemenangan tentunya ingin diulang para pemain tim berlogo kepala singa saat menjamu lawan asal Lamongan nanti.
Arema sendiri menatap laga latih tanding kontra Persela dengan serius. Mereka tentu tidak mau menyepelekan lawan apalagi bakal bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.
Tidak ada kamus ‘main-main’ bagi kubu tuan rumah. ’’Ini bukan cuma sekadar uji coba biasa. Kita tidak mau main-main,’’ ungkap asisten pelatih, Joko Susilo kepada Malang Post kemarin.
Target maksimal alias poin sempurna menjadi harga mati bagi Chmelo Roman dkk. Itupun belum tentu cukup membuat pelatih Miroslav Janu puas. Permainan menawan nan mematikan lawan lah yang diidamkan pelatih asal Ceko itu terhadap performa skuad asuhannya.
Meski baru saja melakoni serangkaian agenda latihan fisik yang cukup menguras tenaga di Bali, dipastikan kondisi fisik Juan Revi dkk tak mengalami masalah berarti untuk menghadapi Persela besok. ‘’Kan sudah istirahat dua hari sepulang dari Bali. Tentunya tidak ada masalah. Kondisi fisik anak-anak Insya Allah sudah bagus,’’ terang Joko.
Mantan pemain Arema yang akrab dipanggil Gethuk ini optimis bahwa laga uji coba melawan Persela justru berdampak positif bagi perkembangan tim.
‘’Anak-anak memang sudah disiapkan untuk menghadapi partai uji coba ini. Justru jangan sampai terlalu lama waktu terbuang untuk menunggu pertandingan resmi,’’ tukasnya.
Menurutnya, dengan jadwal uji coba yang padat maka setiap pemain akan terus merasakan atmosfer kompetisi yang ketat. ‘’Jangan sampai pemain kehilangan suasana bertanding di kompetisi resmi. Atmosfer kompetisi yang mereka rasakan jangan sampai turun,’’ tandas Joko.
Joko mengisyaratkan bahwa head coach Miroslav Janu bakal memainkan amunisi terbaiknya pada partai uji coba nanti. ‘’Kita buktikan bahwa tidak akan main-main. Tim inti pasti turun. Minus para pemain yang masih membela timnas,’’ beber asisten pelatih yang semasa jayanya dikenal sebagai penyerang haus gol ini.
Disinggung soal strategi apa yang akan dimainkan oleh Miro, Joko menolak membeberkan. Menurutnya, strategi mutlak merupakan wewenang pelatih kepala. ‘’Kita pernah melawan mereka sebelumnya. Miro jelas lebih paham lagi soal lawan. Strategi nanti kita lihat saja di lapangan,’’ tuturnya halus.
Kedua tim sebelumnya memang sempat bertemu, yaitu saat Persela menjadi tuan rumah di Stadion Surajaya Lamongan pada 24 Oktober lalu. Pada laga putaran pertama ISL 2010-2011 tersebut, Arema berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor kacamata alias 0-0. (tom/avi)
Aremania Nagrem Deklarasi
MALANG-Korwil Aremania terus bertambah seiring tim Singo Edan melakoni kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Setelah Korwil Sawojajar yang dideklarasikan beberapa waktu lalu, kali ini giliran Korwil Nagrem atau Mergan dideklarasikan di Kantor Kelurahan Tanjungrejo, Mergan, Minggu (12/12) kemarin siang.
Deklarasi Korwil Nagrem ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri perwakilan Aremania Malang Raya saja. Beberapa kelompok supporter dari Jawa Timur maupun Jakarta, ikut memberikan dukungan terhadap berdirinya Aremania asal Mergan ini.
Kelompok supporter yang hadir diantaranya The Jak, pendukung setia Persija Jakarta dan LA Mania, kelompok supporter Persela Lamongan.
Sementara dari Malang Raya hadir dari Wajak, Poncokusumo, Gunung Kawi, Pujon, Pakisaji, Kasembon, Dinoyo, Sumpil, Sawojajar. Tidak hanya itu, Aremania Blitar dan sekitarnya juga hadir. Termasuk perwakilan Aremania Plat E atau Aremania Madiun juga hadir memberikan support terhadap berdirinya Aremania Nagrem.
Para perwakilan korwil Aremania ini pun dari berbagai kalangan seperti sopir angkutan, tukang parker, pedagang di pasar burung. Termasuk korwil Wajak yang diwakili Anggota DPRD Kabupaten Malang Muklas.
Dari jajaran Manajemen Arema dihadiri Manajer Komersial Sri Handayani atau yang dikenal dengan panggilan Mbak Sri. Dalam sambutannya, wanita yang juga menjadi penasehat Aremania Kaltimatan Timur ini mengaku salut terhadap Aremania.
‘’Apapun kondisinya yang terjadi kemelut dai di manajemen, Aremania tetap kompak memberikan dukungan kepada tim Arema,’’ kata Mbak Sri.
Menurut Mbak Sri, sebagai warga asli Malang sudah tidak asing lagi dengan Mergan. Sejak kecil ia tinggal di Sukun dan pernah menetap di Mergan.
‘’Saya balik dari Balikpapan kembali ingin partisipasi untuk mendukung Arema,’’ tambah wanita yang menjadi pengusahan sukses di Kaltim ini.
Sementara itu, hadirnya beberapa perwakilan supporter di Jawa Timur di deklarasi Aremania Nagrem semakin menunjukkan Aremania menjadi panutan supporter lain. Banyak lagu-lagu Aremania yang digunakan supporter lain.
‘’Ini menunjukkan supporter di Jawa Timur semakin kompak. Kita juga sudah berkoordinasi dengan beberapa supporter di Jawa Timur lainnya seperti dari Banyuwangi dan Jember,’’ terang perwakilan Aremania Tembel Ponidi saat memberikan sambutan.
Puncak acara deklarasi ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Mbak Sri dan diberikan ke perwakilan Aremania Nagrem. Sementara itu menurut ketua Korwil Nagrem, Ricky, anggotanya mencapai 97 Aremania.(jon)
Deklarasi Korwil Nagrem ini terasa istimewa karena tidak hanya dihadiri perwakilan Aremania Malang Raya saja. Beberapa kelompok supporter dari Jawa Timur maupun Jakarta, ikut memberikan dukungan terhadap berdirinya Aremania asal Mergan ini.
Kelompok supporter yang hadir diantaranya The Jak, pendukung setia Persija Jakarta dan LA Mania, kelompok supporter Persela Lamongan.
Sementara dari Malang Raya hadir dari Wajak, Poncokusumo, Gunung Kawi, Pujon, Pakisaji, Kasembon, Dinoyo, Sumpil, Sawojajar. Tidak hanya itu, Aremania Blitar dan sekitarnya juga hadir. Termasuk perwakilan Aremania Plat E atau Aremania Madiun juga hadir memberikan support terhadap berdirinya Aremania Nagrem.
Para perwakilan korwil Aremania ini pun dari berbagai kalangan seperti sopir angkutan, tukang parker, pedagang di pasar burung. Termasuk korwil Wajak yang diwakili Anggota DPRD Kabupaten Malang Muklas.
Dari jajaran Manajemen Arema dihadiri Manajer Komersial Sri Handayani atau yang dikenal dengan panggilan Mbak Sri. Dalam sambutannya, wanita yang juga menjadi penasehat Aremania Kaltimatan Timur ini mengaku salut terhadap Aremania.
‘’Apapun kondisinya yang terjadi kemelut dai di manajemen, Aremania tetap kompak memberikan dukungan kepada tim Arema,’’ kata Mbak Sri.
Menurut Mbak Sri, sebagai warga asli Malang sudah tidak asing lagi dengan Mergan. Sejak kecil ia tinggal di Sukun dan pernah menetap di Mergan.
‘’Saya balik dari Balikpapan kembali ingin partisipasi untuk mendukung Arema,’’ tambah wanita yang menjadi pengusahan sukses di Kaltim ini.
Sementara itu, hadirnya beberapa perwakilan supporter di Jawa Timur di deklarasi Aremania Nagrem semakin menunjukkan Aremania menjadi panutan supporter lain. Banyak lagu-lagu Aremania yang digunakan supporter lain.
‘’Ini menunjukkan supporter di Jawa Timur semakin kompak. Kita juga sudah berkoordinasi dengan beberapa supporter di Jawa Timur lainnya seperti dari Banyuwangi dan Jember,’’ terang perwakilan Aremania Tembel Ponidi saat memberikan sambutan.
Puncak acara deklarasi ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Mbak Sri dan diberikan ke perwakilan Aremania Nagrem. Sementara itu menurut ketua Korwil Nagrem, Ricky, anggotanya mencapai 97 Aremania.(jon)
Minggu, 12 Desember 2010
Cari Rekaman Cerezo Osaka
BALI - AFC Champions League atau Liga Champion Asia 2011 baru akan digelar awal Maret nanti. Tepatnya untuk laga perdana Arema, dijadwalkan menghadapi tim asal Jepang, Cerezo Osaka pada tanggal 2 Maret mendatang.
Namun pelatih Arema, Miroslav Janu mulai berburu rekaman pertandingan calon lawannya itu. Khususnya rekaman pertandingan Cerezo Osaka saat tampil di kompetisi Liga Jepang, atau J-League musim kemarin.
‘’Saya tidak mungkin datang ke Jepang untuk melihat pertandingan Cerezo Osaka, jadi mulai sekarang saya harus cari rekaman pertandingannya. Sudah tidak ada waktu lagi,’’ ungkap Miro menganggap rekaman itu penting untuk persiapan timnya.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, mendapatkan rekaman pertandingan calon lawan itu adalah sesuatu yang lumrah. Pasalnya, tim lawan juga akan mencari rekaman pertandingan tim Arema.
Bahkan ada kemungkinan, manajemen Cerezo Osaka bakal mengirimkan utusan mereka untuk memata-matai permainan Arema. Itu juga yang dilakukan tim lawan saat Arema tampil di LCA tahun 2007 lalu.
Sementara Miro dengan alasan anggaran, tidak memungkinkan untuk melakukan cara serupa dengan datang langsung ke Jepang untuk melihat calon lawannya. Satu-satunya cara adalah dengan mempelajari lewat rekaman pertandingannya.
‘’Sudah biasa untuk mendapatkan rekaman pertandingan lawan, mungkin bisa cari dari televisi di Jepang yang menyiarkan Liga Jepang,’’ sebut Miro yang sudah memesan rekaman Cerezo Osaka itu pada manajemen Arema.
Mantan pelatih Slavia Praha ini menyarankan manajemen Arema untuk mendapatkan rekaman pertandingan itu lewat travel atau biro perjalanan wisata. Tak hanya pertandingan Cerezo Osaka, Miro juga berharap rekaman yang lain.
Selain Arema dan Cerezo Osaka, dua tim lainnya yang tergabung di grup G berdasarkan hasil drawing LCA di Malaysia, Selasa (7/12) lalu yaitu Shandong Luneng (China) dan Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan).
‘’Ini bukan kompetisi kampung, kita harus mempersiapkan dengan baik, termasuk mempelajari rekaman pertandingan mereka,’’ terang Miro yang tahun 2007 lalu juga mendampingi tim Arema di LCA.
Tak cukup mencari rekaman pertandingan Cerezo Osaka, pelatih yang terkenal disiplin untuk urusan fisik ini juga mulai mencari data perihal cuaca di kota Osaka, Jepang. Seperti yang dilakukannya melalui ponsel salah satu pemain Arema.
Kebetulan, ponsel milik Chmelo Roman bisa memantau kondisi cuaca di beberapa kota besar di dunia secara online. Miro pun meminta gelandang Arema asal Sloavakia ini untuk melihat cuaca di Kota Osaka.
‘’Hari ini cuaca di Osaka plus 10, tapi kemarin saya lihat minus 6, jadi disana memang musim dingin,’’ ungkap Roman menunjukkan suhu di kota Osaka yang bisa dibawah nol derajat Celsius.
Miro pun meyakinkan, dalam kondisi suhu plus 10 derajat Celsius saja, pemain Arema dipastikan bakal kedinginan, apalagi sampai minus. Untuk itu, persiapan untuk itu sangat diperlukana timnya demi hasil maksimal.
‘’Dalam suhu seperti itu, kita bisa terkendala, dan mungkin kita tidak bisa main karena kedinginan. Sedangkan kita tidak ada waktu untuk adaptasi, karena kita ada waktu sehari sebelum pertandingan, itu bisa ganggu kondisi tubuh pemain,’’ yakin Miro.
Secara umum, pelatih yang juga pernah menukangi PSM Makassar tahun 2005 ini mengaku, kualitas tim yang bakal bersaing di grup G ini tak jauh beda. Meski juga tak dipungkirinya, kualitas kompetisi di masing-masing negara ini berbeda.
Sehingga Miro memilih untuk tak mematok target timnya di ajang kompetisi paling bergengsi ini. Apalagi banyak faktor non teknis yang bisa mempengaruhi hasil Arema, termasuk adanya kendala anggaran untuk Singo Edan. (bua/avi)
Namun pelatih Arema, Miroslav Janu mulai berburu rekaman pertandingan calon lawannya itu. Khususnya rekaman pertandingan Cerezo Osaka saat tampil di kompetisi Liga Jepang, atau J-League musim kemarin.
‘’Saya tidak mungkin datang ke Jepang untuk melihat pertandingan Cerezo Osaka, jadi mulai sekarang saya harus cari rekaman pertandingannya. Sudah tidak ada waktu lagi,’’ ungkap Miro menganggap rekaman itu penting untuk persiapan timnya.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, mendapatkan rekaman pertandingan calon lawan itu adalah sesuatu yang lumrah. Pasalnya, tim lawan juga akan mencari rekaman pertandingan tim Arema.
Bahkan ada kemungkinan, manajemen Cerezo Osaka bakal mengirimkan utusan mereka untuk memata-matai permainan Arema. Itu juga yang dilakukan tim lawan saat Arema tampil di LCA tahun 2007 lalu.
Sementara Miro dengan alasan anggaran, tidak memungkinkan untuk melakukan cara serupa dengan datang langsung ke Jepang untuk melihat calon lawannya. Satu-satunya cara adalah dengan mempelajari lewat rekaman pertandingannya.
‘’Sudah biasa untuk mendapatkan rekaman pertandingan lawan, mungkin bisa cari dari televisi di Jepang yang menyiarkan Liga Jepang,’’ sebut Miro yang sudah memesan rekaman Cerezo Osaka itu pada manajemen Arema.
Mantan pelatih Slavia Praha ini menyarankan manajemen Arema untuk mendapatkan rekaman pertandingan itu lewat travel atau biro perjalanan wisata. Tak hanya pertandingan Cerezo Osaka, Miro juga berharap rekaman yang lain.
Selain Arema dan Cerezo Osaka, dua tim lainnya yang tergabung di grup G berdasarkan hasil drawing LCA di Malaysia, Selasa (7/12) lalu yaitu Shandong Luneng (China) dan Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan).
‘’Ini bukan kompetisi kampung, kita harus mempersiapkan dengan baik, termasuk mempelajari rekaman pertandingan mereka,’’ terang Miro yang tahun 2007 lalu juga mendampingi tim Arema di LCA.
Tak cukup mencari rekaman pertandingan Cerezo Osaka, pelatih yang terkenal disiplin untuk urusan fisik ini juga mulai mencari data perihal cuaca di kota Osaka, Jepang. Seperti yang dilakukannya melalui ponsel salah satu pemain Arema.
Kebetulan, ponsel milik Chmelo Roman bisa memantau kondisi cuaca di beberapa kota besar di dunia secara online. Miro pun meminta gelandang Arema asal Sloavakia ini untuk melihat cuaca di Kota Osaka.
‘’Hari ini cuaca di Osaka plus 10, tapi kemarin saya lihat minus 6, jadi disana memang musim dingin,’’ ungkap Roman menunjukkan suhu di kota Osaka yang bisa dibawah nol derajat Celsius.
Miro pun meyakinkan, dalam kondisi suhu plus 10 derajat Celsius saja, pemain Arema dipastikan bakal kedinginan, apalagi sampai minus. Untuk itu, persiapan untuk itu sangat diperlukana timnya demi hasil maksimal.
‘’Dalam suhu seperti itu, kita bisa terkendala, dan mungkin kita tidak bisa main karena kedinginan. Sedangkan kita tidak ada waktu untuk adaptasi, karena kita ada waktu sehari sebelum pertandingan, itu bisa ganggu kondisi tubuh pemain,’’ yakin Miro.
Secara umum, pelatih yang juga pernah menukangi PSM Makassar tahun 2005 ini mengaku, kualitas tim yang bakal bersaing di grup G ini tak jauh beda. Meski juga tak dipungkirinya, kualitas kompetisi di masing-masing negara ini berbeda.
Sehingga Miro memilih untuk tak mematok target timnya di ajang kompetisi paling bergengsi ini. Apalagi banyak faktor non teknis yang bisa mempengaruhi hasil Arema, termasuk adanya kendala anggaran untuk Singo Edan. (bua/avi)
Pantau Kondisi Meiga
BALI-Meski satu dari tiga kiper Arema tidak mengukuti program pemusatan latihan di Bali, yaitu Kurnia Meiga Hermansyah. Meski demikian, pelatih kiper Arema Dwi Sasmianto mengaku terus memantau kiper yang tengah bergabung dengan Timnas Indonesia diajang Piala AFF itu.
Menurut pelatih kiper yang akrab disapa Kirun ini, tidak ada masalah dengan kondisi Meiga. Meski kiper muda ini, dari pertandingan Timnas Indonesia di babak penyisihan grup, tak pernah masuk line up. Untuk kiper cadangan Markus Haris Maulana, Timnas memilih Ferry Rotinsulu.
“Meiga sudah saya telpon, dan saya masih kontak-kontak dengannya. Dia memang tidak masuk line up di Timnas, tapi dia tidak ada masalah. Dia juga tidak mengalami cedera, mungkin dia dipersiapkan untuk Timnas di SEA Games,” ungkap Kirun kepada Malang Post, kemarin pagi.
Sedangkan Headcoach Arema, Miroslav Janu sebenarnya mengkhawatirkan kondisi Meiga yang belum mendapat kesempatan tampil. Khususnya menyangkut performa adik kandung Ahmad Kurniawan (AK) ini, bisa menurun jika tak pernah tampil dalm sebuah pertandingan.
“Untuk sekadar kiper ketiga, kenapa Timnas tidak ambil dari kiper Persija Jakarta, itu dekat dengan Timnas. Jadi kalau butuh tinggal datang dan bergabung, sehingga Meiga masih bisa berlatih bersama Arema,” sebut Miro perihal posisi Meiga yang sebenarnya sebagai kiper utama Arema.
Praktis hanya ada AK dan Aji Saka, dua kiper Arema yang menyelesaikan pemusatan latihan di Bali. Itu pun AK tak bisa maksimal lantaran selama dua hari mengalami sakit dan absen latihan.
“Untuk mengetahui hasil TC, akan kitra lihat nanti saat uji coba,” terang Kirun. (bua/jon)
Menurut pelatih kiper yang akrab disapa Kirun ini, tidak ada masalah dengan kondisi Meiga. Meski kiper muda ini, dari pertandingan Timnas Indonesia di babak penyisihan grup, tak pernah masuk line up. Untuk kiper cadangan Markus Haris Maulana, Timnas memilih Ferry Rotinsulu.
“Meiga sudah saya telpon, dan saya masih kontak-kontak dengannya. Dia memang tidak masuk line up di Timnas, tapi dia tidak ada masalah. Dia juga tidak mengalami cedera, mungkin dia dipersiapkan untuk Timnas di SEA Games,” ungkap Kirun kepada Malang Post, kemarin pagi.
Sedangkan Headcoach Arema, Miroslav Janu sebenarnya mengkhawatirkan kondisi Meiga yang belum mendapat kesempatan tampil. Khususnya menyangkut performa adik kandung Ahmad Kurniawan (AK) ini, bisa menurun jika tak pernah tampil dalm sebuah pertandingan.
“Untuk sekadar kiper ketiga, kenapa Timnas tidak ambil dari kiper Persija Jakarta, itu dekat dengan Timnas. Jadi kalau butuh tinggal datang dan bergabung, sehingga Meiga masih bisa berlatih bersama Arema,” sebut Miro perihal posisi Meiga yang sebenarnya sebagai kiper utama Arema.
Praktis hanya ada AK dan Aji Saka, dua kiper Arema yang menyelesaikan pemusatan latihan di Bali. Itu pun AK tak bisa maksimal lantaran selama dua hari mengalami sakit dan absen latihan.
“Untuk mengetahui hasil TC, akan kitra lihat nanti saat uji coba,” terang Kirun. (bua/jon)
Mess Baru Lebih Representatif
MALANG-Pemain Arema langsung masuk mess baru di Wisma Merdeka, Jalan Welirang, usai datang dari Bali, kemarin sore. Rombongan tim Arema tiba di mess pukul 18.00 WIB, dibarengi dengan guyuran hujan.
Begitu pertama kali menginjakkan kaki di mess yang baru ini, baik pemain maupun pelatih Arema terlihat senang. Maklum, kondisi mess milik Univeritas Merdeka Malang ini lebih representatif dibanding mess yang lama di Jalan Semeru.
Pemain pun langsung naik ke lantai dua yang sudah ada 17 kamar, lengkap dengan nama masing-masing pemain di setiap kamar tersebut. Satu kamar ditempati dua pemain, dan sudah dibagi oleh manajemen Arema.
Khusus untuk official tim, termasuk kamar tim pelatih Arema berada di lantai satu. Mess yang baru ini juga sudah dilengkapi dengan ruang pertemuan yang cukup representative untuk acara rapat atau koordinasi tim.
“Mess ini bagus, bersih dan ada ruang untuk pertemuannya, saya suka disini,” ungkap Miro yang memeriksa langsung kondisi kamar per kamar yang bakal ditempati pemainnya mulai Sabtu (11/12) kemarin.
Dibanding mess yang lama, kondisi Wisma Merdeka ini memang lebih terawat dan layak untuk ditempati Pierre Njanka dkk. Kondisinya pun lebih tenang, karena mess yang lama berada di pingir jalan raya.
“Ya, mess ini bagus, dan lebih bagus dibanding yang dulu, kamar mandinya juga banyak, semua jadi satu di atas, semoga kita semua kerasan di mess yang baru ini,” ungkap striker Arema, Dendi Santoso usai masuk di kamarnya.
Satu-satunya keluhan pemain adalah menyangkut tempat tidur untuk masing-masing kamar, ternyata baru ada satu. Sementara satu kamar ditempati dua pemain, dan satu kasur tersebut tidak cukup ideal untuk dua orang.
Sementara itu, sebelum pemain Arema masuk dalam mess baru, pengurus Arema lebih dulu mengadakan acara syukuran, kemarin siang. Syukuran dengan acara potong tumpeng itu dihadiri staf kantor Arema, termasuk pengelola mess Arema. (bua/jon)
Begitu pertama kali menginjakkan kaki di mess yang baru ini, baik pemain maupun pelatih Arema terlihat senang. Maklum, kondisi mess milik Univeritas Merdeka Malang ini lebih representatif dibanding mess yang lama di Jalan Semeru.
Pemain pun langsung naik ke lantai dua yang sudah ada 17 kamar, lengkap dengan nama masing-masing pemain di setiap kamar tersebut. Satu kamar ditempati dua pemain, dan sudah dibagi oleh manajemen Arema.
Khusus untuk official tim, termasuk kamar tim pelatih Arema berada di lantai satu. Mess yang baru ini juga sudah dilengkapi dengan ruang pertemuan yang cukup representative untuk acara rapat atau koordinasi tim.
“Mess ini bagus, bersih dan ada ruang untuk pertemuannya, saya suka disini,” ungkap Miro yang memeriksa langsung kondisi kamar per kamar yang bakal ditempati pemainnya mulai Sabtu (11/12) kemarin.
Dibanding mess yang lama, kondisi Wisma Merdeka ini memang lebih terawat dan layak untuk ditempati Pierre Njanka dkk. Kondisinya pun lebih tenang, karena mess yang lama berada di pingir jalan raya.
“Ya, mess ini bagus, dan lebih bagus dibanding yang dulu, kamar mandinya juga banyak, semua jadi satu di atas, semoga kita semua kerasan di mess yang baru ini,” ungkap striker Arema, Dendi Santoso usai masuk di kamarnya.
Satu-satunya keluhan pemain adalah menyangkut tempat tidur untuk masing-masing kamar, ternyata baru ada satu. Sementara satu kamar ditempati dua pemain, dan satu kasur tersebut tidak cukup ideal untuk dua orang.
Sementara itu, sebelum pemain Arema masuk dalam mess baru, pengurus Arema lebih dulu mengadakan acara syukuran, kemarin siang. Syukuran dengan acara potong tumpeng itu dihadiri staf kantor Arema, termasuk pengelola mess Arema. (bua/jon)
Hanya Libur Sehari
MALANG-Usai delapan hari di Bali dalam program pemusatan latihan, pelatih Arema, Miroslav Janu memberi kesempatan timnya untuk libur sehari, Minggu (12/12) ini. Pemain Arema dijadwalkan kembali latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, Senin (13/12) sore.
Latihan kali ini dipersiapkan Miro untuk Arema menghadapi Persela Lamongan dalam laga uji coba di Stadion Gajayana, Selasa (14/12) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Manajemen Arema sengaja menggelar uji coba kedua di Gajayana ini malam hari untuk mengakomodir yang tak bisa datang sore.
Kebetulan dari laga uji coba sebelumnya lawan Deltras Siadoarjo yang digelar sore, jumlah penonton yang datang belum maksimal, karena dianggap bersamaan dengan jam kerja. Sehingga laga lawan Pesrsela digelar malam, dengan harapan, bisa ada peningkatan jumlah penonton.
"Ya, pertandingan uji coba Arema menghadapi Persela digelar di Stadion Gajayana, Selasa malam," ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, perihal jadwal laga ujicoba Arema menghadapi Persela yang rencananya datang ke Malang dengan kekuatan full team.
Tim Persela sendiri dijadwalkan datang Senin (13/12) siang. Tim asuhan Subangkit ini menadapat kesempatan uji coba lapangan Selasa (14/12) pagi, atau beberapa jam sebelum uji coba lawan Arema pada malam harinya.
Setelah menjamu Persela, Pierre Njanka dkk akan kembali uji coba di Stadion Kanjuruhan, 18 Desember nanti. Sedangkan lawannya, manajamen masih mencari pengganti Persibo Bojonegoro yang membatalkan diri untuk datang ke Malang.
Sebagai alternatif, manajemen Arema mempertimbangkan untuk uji coba lawan Pelita Jaya. Namun biaya yang harus ditanggung untuk mendatangkan tim selevel ini tentunya tidak sedikit. Sehingga ada kemungkinan Arema akan mengajak Persiwa Wamena untuk uji coba, yang tengah melakukan pemusatan latihan di Turen.
Laga uji coba Arema berikutnya adalah menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember nanti.
"Ya, kita jadi uji coba lawan Semen Padang, kita akan berangkat tanggal 20 Desember," ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu.
Untuk uji coba terakhir Arema akan digelar di Stadion Kanjuruhan, 26 Desember mendatang. Tim kebangaan Aremania akan menjamu Persijap Jepara yang sebelumnya sudah pernah menghadapi Arema di Kanjuruhan, beberapa waktu lalu. (bua/jon)
Latihan kali ini dipersiapkan Miro untuk Arema menghadapi Persela Lamongan dalam laga uji coba di Stadion Gajayana, Selasa (14/12) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Manajemen Arema sengaja menggelar uji coba kedua di Gajayana ini malam hari untuk mengakomodir yang tak bisa datang sore.
Kebetulan dari laga uji coba sebelumnya lawan Deltras Siadoarjo yang digelar sore, jumlah penonton yang datang belum maksimal, karena dianggap bersamaan dengan jam kerja. Sehingga laga lawan Pesrsela digelar malam, dengan harapan, bisa ada peningkatan jumlah penonton.
"Ya, pertandingan uji coba Arema menghadapi Persela digelar di Stadion Gajayana, Selasa malam," ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, perihal jadwal laga ujicoba Arema menghadapi Persela yang rencananya datang ke Malang dengan kekuatan full team.
Tim Persela sendiri dijadwalkan datang Senin (13/12) siang. Tim asuhan Subangkit ini menadapat kesempatan uji coba lapangan Selasa (14/12) pagi, atau beberapa jam sebelum uji coba lawan Arema pada malam harinya.
Setelah menjamu Persela, Pierre Njanka dkk akan kembali uji coba di Stadion Kanjuruhan, 18 Desember nanti. Sedangkan lawannya, manajamen masih mencari pengganti Persibo Bojonegoro yang membatalkan diri untuk datang ke Malang.
Sebagai alternatif, manajemen Arema mempertimbangkan untuk uji coba lawan Pelita Jaya. Namun biaya yang harus ditanggung untuk mendatangkan tim selevel ini tentunya tidak sedikit. Sehingga ada kemungkinan Arema akan mengajak Persiwa Wamena untuk uji coba, yang tengah melakukan pemusatan latihan di Turen.
Laga uji coba Arema berikutnya adalah menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember nanti.
"Ya, kita jadi uji coba lawan Semen Padang, kita akan berangkat tanggal 20 Desember," ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu.
Untuk uji coba terakhir Arema akan digelar di Stadion Kanjuruhan, 26 Desember mendatang. Tim kebangaan Aremania akan menjamu Persijap Jepara yang sebelumnya sudah pernah menghadapi Arema di Kanjuruhan, beberapa waktu lalu. (bua/jon)
Demi Aremania
MALANG-Tim Arema baru saja menyelesaikan program pemusatan latihan atau training centar (TC) di Bali, Sabtu (11/12) kemarin. Meski berangkat dalam kondisi kurang ideal, pemain Arema mengakui, TC yang dimulai Sabtu (4/12) lalu tersebut memberi hasil positif.
Seperti yang disebutkan kapten tim Arema, Pierre Njanka, selama TC di bali, rekan-rekannya telah berlatih keras demi persiapan tampil di Indonesia Super League dan Liga Champions Asia yang rencananya akan bergulir awal bulan Desember 2011 nanti.
"Ya, dari TC di Bali ini, hasilnya positif untuk pemain. Selama TC, kita kerja dengan bagus, latihan dengan bagus, dan sekarang fokus untuk kompetisi ISL tanggal 4 Januari nanti, menghadapi Persema," ungkap Njanka kepada Malang Post, kemarin pagi.
Selama TC di Bali, pemain tak hanya difokuskan untuk latihan fisik, namun juga latihan teknik dan taktik. Termasuk ada dua kali uji coba Arema menghadapi tim lokal Bali, Senin (6/12) dan Kamis (9/12) lalu. Itu semua diselesaikan pemain Arema dengan baik.
"Kita di Bali ini bisa latihan dengan konsentrasi, tidak ada gangguan, pemain kerja bagus untuk persiapan ISL dan LCA nanti. Termasuk nanti rencana uji coba itu untuk persiapan Arema tampil di ISL dan LCA," terang bek Arema asal Kamerun ini.
Meski sebenarnya pemain Arema menunggu pembayaran gaji mereka, Njanka mengaku tak mau lagi membahas soal gaji itu. Menurutnya, pemain Arema saat ini berusaha untuk tetap profesional menjalani semua program dari tim pelatih.
"Kita berusaha profesional, dan kita kerja keras untuk Aremania yang selalu ada di belakang kita. Kita sudah tahu, tima Arema memang tidak ada uang, dan saya tidak mau bahas soal gaji itu," yakin Njaka berusaha bijaksana dengan kondisi keuangan Arema.
Namun Njanka tentunya tidak bisa mengatur satu per satu yang dipikirkan pemain Arema. Menyusul urusan gaji ini, tak hanya persoalan di lapangan, namun juga terkait dengan kelurga pemain. Hasil TC tim Arema ini pun akan dibuktikan, saat laga uji coba menghadapi Persela Lamongan, Selasa (14/12) lusa.(bua/jon)
Seperti yang disebutkan kapten tim Arema, Pierre Njanka, selama TC di bali, rekan-rekannya telah berlatih keras demi persiapan tampil di Indonesia Super League dan Liga Champions Asia yang rencananya akan bergulir awal bulan Desember 2011 nanti.
"Ya, dari TC di Bali ini, hasilnya positif untuk pemain. Selama TC, kita kerja dengan bagus, latihan dengan bagus, dan sekarang fokus untuk kompetisi ISL tanggal 4 Januari nanti, menghadapi Persema," ungkap Njanka kepada Malang Post, kemarin pagi.
Selama TC di Bali, pemain tak hanya difokuskan untuk latihan fisik, namun juga latihan teknik dan taktik. Termasuk ada dua kali uji coba Arema menghadapi tim lokal Bali, Senin (6/12) dan Kamis (9/12) lalu. Itu semua diselesaikan pemain Arema dengan baik.
"Kita di Bali ini bisa latihan dengan konsentrasi, tidak ada gangguan, pemain kerja bagus untuk persiapan ISL dan LCA nanti. Termasuk nanti rencana uji coba itu untuk persiapan Arema tampil di ISL dan LCA," terang bek Arema asal Kamerun ini.
Meski sebenarnya pemain Arema menunggu pembayaran gaji mereka, Njanka mengaku tak mau lagi membahas soal gaji itu. Menurutnya, pemain Arema saat ini berusaha untuk tetap profesional menjalani semua program dari tim pelatih.
"Kita berusaha profesional, dan kita kerja keras untuk Aremania yang selalu ada di belakang kita. Kita sudah tahu, tima Arema memang tidak ada uang, dan saya tidak mau bahas soal gaji itu," yakin Njaka berusaha bijaksana dengan kondisi keuangan Arema.
Namun Njanka tentunya tidak bisa mengatur satu per satu yang dipikirkan pemain Arema. Menyusul urusan gaji ini, tak hanya persoalan di lapangan, namun juga terkait dengan kelurga pemain. Hasil TC tim Arema ini pun akan dibuktikan, saat laga uji coba menghadapi Persela Lamongan, Selasa (14/12) lusa.(bua/jon)
Langganan:
Postingan (Atom)