Sabtu, 25 Desember 2010

Parpol Rebutan Timnas

JAKARTA – Moncernya penampilan tim nasional Indonesia di ajang AFF Suzuki Cup 2010, mematik perhatian partai politik (parpol). Tidak tanggung-tanggung, parpol berebut pengaruh dengan mengusung nama timnas.
Paling tidak hal itu dilakukan Partai Demokrat dan PKS. Jika PD menyediakan seribu tiket untuk nonton final AFF di Stadion Bukit Jalil untuk para TKI, PKS juga akan mengerahkan dukungan agar menonton timnas.
‘’Saya akan nonton dengan TKI. Kami menyiapkan lewat DPLN (Dewan Pengurus Luar Negeri) Partai Demokrat di Malaysia, Untuk membantu menyiapkan tiket bagi saudara kita di sana yang ingin memberikan dukungan. Kami minta seribu tiket,’’ kata Anas Urbaningrum disela-sela diskusi di Marios Place, Menteng, Jakarta, Kamis (23/12).
Menurut Anas, permintaan tiket itu mudah-mudahan bisa segera disiapkan, karena panitia hanya menyiapkan 15 ribu tiket untuk suporter Indonesia.
Mudah-mudahan dapat, karena ini teknis dan terkait kuota yang jumlahnya kecil hanya 15 ribu. Ini pasti rebutan. Saya harapkan sih dari 15 ribu itu bisa disiapkan,’’ katanya.
Anas berharap pada hasil pertandingan leg pertama memastikan kemenangan Indonesia sehingga pada leg kedua di Gelora Bung Karno, Rabu (29/12) tinggal menjadi perayaan kemenangan bagi Timnas.
‘’Saya bukan peramal, tapi harapan bahwa pertandingan di Bukit Jalil menjadi akad nikah kemenangan Indonesia di Senayan akan menjadi resepsi kemenangan Indonesia,’’ kata Anas yang menolak menyebut prediksi hasil pertandingan.
Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berjanji akan mengerahkan massanya menonton final AFF antara Indonesia vs Malaysia.
Sekjen DPP PKS, Anis Matta mengatakan, PKS ingin menjadikan partai final Piala AFF antara Indonesia Vs Malaysia sebagai ajang pesta rakyat.
Untuk itu, kata Anis, PKS akan mengerahkan supporter di pertandingan yang akan dilangsungkan di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu, (26/12) dan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, (29/12).
‘’DPP PKS akan mengerahkan supporter ke Bukit Jalil Malaysia dan Gelora Bung Karno untuk mendukung Timnas. Sementara untuk daerah, DPP sudah instruksikan seluruh DPW dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS untuk menggelar acara nonton bareng bersama rakyat sekitar. Kami ingin peristiwa ini menjadi ajang pesta rakyat,’’ ujar Sekjen DPP PKS Anis Matta, di Jakarta, Kamis (23/12).
Menurut Anis, keberhasilan tim nasional melaju ke final merupakan sebuah prestasi yang membanggakan dan harus disyukuri. Peristiwa ini sekaligus juga menjadi unsur penguat nasionalisme dan pemersatu bangsa.
Anis berharap dukungan dan antusiasme masyarakat Indonesia bisa menjadi modal utama dan motivasi yang kuat bagi para pemain untuk membawa pulang piala AFF.
‘’Bangsa ini sudah lama haus prestasi, terutama dalam sepakbola. Melihat perjalanan mereka sampai final, saya haqul yakin, semua itu akan dapat terwujud,’’ katanya.
Selain itu, Anis juga menyerukan agar peristiwa olahraga ini tidak dipolitisasi dan digunakan pihak-pihak tertentu sebagai alat pencitraan. Apalagi saling mengklaim hal ini sebagai bagian dari jasa atau keberhasilan satu kelompok. ‘’Biarkan rakyat menikmati pesta olahraga ini tanpa politisasi,’’ ujarnya.(fas/was/jpnn)

Jumat, 24 Desember 2010

Harga Tiket Final AFF Suzuki Cup 2010 Naik

Tiket pertandingan final leg-2 AFF Suzuki Cup 2010 di Jakarta, Rabu (29/12) mengalami kenaikan di semua kategori. Tiket termurah seharga Rp 75 ribu dan yang termahal dihargai senilai Rp 1 juta.

Tak seperti babak semi final yang memiliki harga sama dengan penyisihan, tiket kategori III (tribun atas) kali ini mengalami kenaikkan menjadi Rp 75 ribu. Kategori II (belakang gawang) juga naik menjadi Rp 150 ribu.

Untuk kategori lebih tinggi juga mengalami kenaikan. Kategori I akan dijual dengan harga Rp 200 ribu. VIP Timur naik dari Rp 250 ribu menjadi Rp 350 ribu. Begitupula dengan VIP Barat yang kini harus ditebus dengan harga Rp 500 ribu. Dan, yang paling mahal dengan kenaikkan seratus persen adalah untuk kategori VVIP dengan harga Rp 1 juta.

Rencananya, tiket ini sudah mulai dijual pada tanggal 23-27 Desember. Seperti sebelumnya, pada kurun waktu tersebut pembeli akan mendapatkan voucher untuk ditukar kemudian dengan tiket asli pada tanggal 28 Desember 2010.

Mekanisme penjualan tiket akan dilakukan melalui dua cara, online dan manual. Penjualan secara online dikhususkan untuk tiket VVIP dan VIP Barat, sedangkan yang lainnya dilakukan secara manual. Khusus penjualan via online, masih terus dimonitor efektifitasnya. Pasalnya, penjualan tiket secara online saat ini hanya 1 persen dari total keseluruhan.

“ Padahal sistem penjualan secara online ini adalah solusi jitu bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket tanpa harus repot – repot mengantri. Sayang, masih belum banyak masyarakat yang terbiasa melakukan pembelian secara online dengan kartu kredit,” ungkap Joko Driyono, Ketua LOC Indonesia.

Tak Cuma kenaikan dalam harga tiket, jumlah tiket yang dijual pun mengalami peningkatan. LOC akan mencetak sebanyak 77 ribu lembar tiket, terbanyak sejak babak penyisihan hingga final yang berada di kisaran 60 ribu – 70 ribu.

Harga tiket Final Leg II Piala AFF 2010:

VVIP Rp 1 juta
VIP Barat Rp 500 ribu
VIP Timur Rp 350 ribu
Kategori I Rp 200 ribu
Kategori II (belakang gawang) Rp 150 ribu
Kategori III (tribun atas) Rp 75 ribu

Derby d’Ngalam Batal?

MALANG – Bayang-bayang laga derbi tim sekota, derby d’Ngalam, Arema versus Persema, batal digelar, kian mendekati nyata. Itu jika menilik dari komentar pelatih Persema, Timo Scheunemann. Pelatih asal Jerman ini mengaku, Persema akan mundur dari Super Liga.
Jika itu benar-benar terjadi, secara otomatis derby d’Ngalam yang sedianya digelar 4 Januari 2011 mendatang, batal digelar. Karena Persema akan turun di Liga Primer Indonesia (LPI) pada 8 Januari 2011.
Menariknya, ’pembatalan’ derby d’Ngalam itu justru terjadi saat Timo bertemu Miroslav Janu, di Bandara Soekarno Hatta kemarin. Miro baru saja membawa Arema berujicoba di Padang, sedang Timo, kembali dari manager meeting LPI. Keduanya berada dalam satu pesawat menuju Surabaya.
Keduanya juga terlibat pembicaraan cukup serius, sesaat sebelum naik ke pesawat Lion Air. Dari pembicaraan itu, Miro akhirnya mengetahui bahwa Arema batal menghadapi Persema di stadion Kanjuruhan, 4 Januari mendatang.
‘’Persema sudah habis. Timo tadi (kemarin, Red.) bilang Persema mundur dari ISL dan ikut LPI. Dia (Timo) habis ikut acara meeting tim-tim LPI di Jakarta. Jadi Arema tidak akan bertanding lawan Persema, 4 Januari nanti,’’ ungkap Miro, kemarin siang.
Meski hingga saat ini belum ada surat resmi dari PT Liga Indonesia yang menggelar ISL terkait kepastian mundurnya Persema, Miro mulai ancang-ancang untuk merubah program latihannya, untuk bisa fokus lawan Persija Jakarta.
‘’Kalau kita tidak bertanding lawan Persema, kita akan langsung fokus untuk laga away menghadapi Persija, 9 Januari. Mungkin jadwal kompetisi akan berubah semua. Apalagi kata Timo yang mundur selain Persema juga Persibo dan PSM,’’ kata Miro.
Begitu mendarat di bandara Juanda, Surabaya, Timo saat dikonfirmasi Malang Post membenarkan rencana Persema untuk mundur dari ISL. Pasalnya itu sudah menjadi keputusan dari Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang, Peni Suparto.
Kebetulan Peni yang juga Wali Kota Malang ini ikut hadir bersama Timo dalam acara peluncuran kompetisi LPI di Jakarta. Timo pun tak bisa menolak, menyusul tim Persema adalah bagian dari Pengcab PSSI Kota Malang yang diketaui Peni Suparto.
‘’Ya, saya kaget juga disuruh Pak Peni untuk datang di acara meeting LPI. Sepertinya memang mengarah Persema mundur dari ISL. Apalagi Pak Peni telah menyampaikan kalau Persema sudah tidak ada uang,’’ terang Timo.
‘’Kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi di Persema, makanya Persema pilih mundur dari ISL dan gabung LPI,’’ sambung pelatih berdarah Jerman yang lama tinggal di Malang ini kepada Malang Post sebelum keluar dari bandara.
Namun terpisah, Peni Suparto justru mengaku belum memutuskan tim mana yang akan diturunkan di LPI. Inep, panggilan akrab Peni Suparto, juga menyebut Persema akan turun di dua kompetisi. LPI dan ISL.   
Hanya yang menarik, Inep memang menugaskan Timo untuk melatih tim Persema yang bakal turun di LPI. Meski belum diputuskan tim mana yang turun di LPI. Apakah tim Persema senior yang sementara itu turun di ISL, ataukan tim Persema U-21 yang sempat ikut laga pramusim LPI.
‘’Iya, pelatihnya (Persema LPI) Pak Timo. Soal pemainnya tidak ada masalah. Kan semua pemain Persema (ISL maupun U-21). Persema ini punya banyak klub (klub lokal binaan Persema, Red), kita bisa saja tinggal ambil-ambil pemain dari klub-klub itu,’’ ujar Inep sembari melangkah meninggalkan ruangan pelantikan Direktur PDAM Kota Malang, kemarin.
Terpilihnya Timo sebagai pelatih Persema di LPI tentunya juga mengejutkan manajemen. Sebab, Timo selama ini fokus mendampingi Bima Sakti dkk mempersiapkan diri turun di kompetisi Super Liga.
Belum lagi, beberapa tim pelatih dan pemain mulai gusar dengan ancaman PSSI yang siap memberi sanksi kepada pihak yang kedapatan turun di LPI, kompetisi yang dinilai illegal oleh PSSI.
Apalagi manajemen Persema juga sudah membentuk tim baru, Persema FC yang jauh-jauh hari diproyeksikan turun di LPI. Tim yang kini dilatih Amin Zakaria ini sudah show of force dengan ikut ambil bagian di pra-seasion LPI Grup B di Solo, awal Desember lalu.
‘’Pemain kontrak dengan Persema, bukan dengan PSSI. Mereka tetap tanggung jawab kita,’’ lanjut Inep.
Pria yang konon bakal menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) di PT Liga Premier Indonesia ini menyebut, LPI menginginkan, kemajuan sepakbola nasional, begitu juga dengan PSSI.
Jika tujuannya sama, PSSI seharusnya justru mengayomi LPI, bukan memusuhi. Selain itu, Inep dengan yakin menyebut tidak akan ada sanksi bagi Persema, begitu tim pelatih dan pemain ketika turun di LPI nantinya.
‘’Menurut saya kalau PSSI bijak, tidak akan ada sanksi. Karena, tujuannnya sama-sama untuk memajukan sepakbola nasional. Kalau tujuannya sama, ya mari sama-sama meraih tujuan itu. Jangan anggap LPI itu sebagai musuh,’’ pungkas Inep. (bua/aim/poy)

Revi Biasakan Semua Posisi

PADANG - Kondisi lini belakang Arema yang minim pemain, memaksa pelatih Arema, Miroslav Janu untuk melakukan rotasi posisi. Salah satu pemain yang menjadi 'korban' rotasi itu adalah Juan Revi. Pemain yang biasanya sebagai gelandang bertahan ini dicoba sebagai bek sayap kanan, dan juga sebagai bek sayap kiri.
          Mau tidak mau, Revi harus siap di posisi yang tak biasa ditempatinya saat Arema dijamu Semen Padang pada laga amal di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (22/12) sore lalu. Pertama sebagai bek kanan, Revi menggantikan Waluyo yang cedera, disusul pada pertengahan babak kedua diplot sebagai bek kiri.
         "Pokoknya aku ini harus siap ganti-ganti posisi, untungnya aku memang pernah di kiri, maupun di kanan juga bisa. Sekarang, kanan dan kiri oke," ungkap Revi yang pernah memperkuat Persikoba Batu dan tim sepakbola PON Jawa Timur bersama Benny Wahyudi dan Wahyu Gunawan yang kini juga sama-sama memperkuat Arema.
          "Bahkan saya juga pernah sebagai stoper saat di Persikoba dan di tim PON Jatim, khususnya saat tidak ada pilihan pemain, atau sebagai pemain pengganti," sambung pemain asal Malang ini yang posisi sebenarnya adalah gelandang bertahan.
           Rotasi posisi dilakukan Miro menyusul tak ada pemain untuk posisi bek sayap murni, kecuali Alfarisi yang bisa kanan atau kiri. Kebetulan bek muda dari Arema U21 ini juga mengalami cedera pada pertengahan babak kedua. Sementara Wahyu Gunawan yang tampil sejak babak kedua di posisi bek kiri, hanya bermain 26 menit, lantaran Miro kurang mempercayainya.
         Bek sayap Arema lainnya, yaitu Zulkifli Syukur dan Benny Wahyudi tengah bergabung dengan Timnas Indonesia. Satu lagi Hermawan, bek kiri Arema ini tak ikut ke Padang karena masih dalam proses penyembuhan cedera di bagian lututnya. (bua/lim)  

Minta Performa Terbaik

PADANG - Tak sekadar laga amal yang berorientasi pada hasil pertandingan saat menjamu Semen Padang, pelatih Arema, Miroslav Janu juga memantau performa masing-masing pemainnya. Ternyata hasilnya, Miro belum begitu puas dengan penampilan seluruh pemainnya.
             Padahal pelatih asal Republik Ceko ini berharap pasukannya bisa menunjukkan performa terbaik mereka untuk gambaran tim inti yang bakal dipersiapkan menghadapi laga derby Malang, Arema lawan Persema di Stadion Kanjuruhan, 4 Januari 2011 nanti.
          "Ya, dari ujicoba kemarin saya mau lihat kerja keras pemain untuk bisa masuk tim inti. Kalau mau masuk tim inti, pemain harus lebih bagus lagi performanya, tidak boleh seperti ini," demikian evaluasi Miro perihal performa timnya yang kurang memuaskan sehingga hanya memetik hasil imbang 0-0.
          Pada dasarnya, Miro mengingatkan pemainnya bahwa untuk bisa masuk dalam tim inti harus bisa main bagus dalam setiap laga ujicoba Arema. Sehingga tidak ada jaminan, pemain yang selama ini masuk tim inti bakal terus masuk dalam starting eleven jika tak mampu menunjukkan performa terbaiknya di laga ujicoba.
          "Mau tim inti, harus main bagus, kemarin hasil imbang itu di laga ujicoba, dan
nanti akan beda lagi untuk pertandingan kompetisi, bisa lebih berat lagi, jadi harus tampil maksimal," yakin Miro yang mengevaluasi dari setiap lini timnya saat menghadapi Semen Padang itu.
          Mulai penjaga gawang, Ahmad Kurniawan, tak bisa tampil full 2x45 menit karena mengeluh mengalami kram dan minta ganti Aji Saka sejak awal babak kedua. Lini belakang pun mendapat sorotan Miro yang juga tak maksimal, khususnya di sektor bek sayap. Apalagi, Alfarisi, bek sayap kanan dan kiri Arema ini juga tak bisa tampil full lantaran juga kram di pertengahan babak kedua.
           Organisasi lini tengah Arema pun tak berjalan maksimal, khususnya di babak kedua, dengan adanya beberapa pergantian pemain. Sementara lini depan, Miro menyayangkan adanya tiga peluang bagus yang harusnya bisa berbuah gol pada babak pertama.
            Untuk ukuran tim Arema yang tak bisa tampil full team dengan sederet pilar tak bisa tampil, karena lima pemain gabung Timnas dan dua pemain asing tak ikut ke Padang, hasil imbang lawan tuan rumah sebenarnya sudah cukup bagus. Namun Miro merasa tidak cukup puas dengan performa pemain pengganti yang sebenarnya berpeluang masuk dalam tim inti.          
         "AK minta ganti karena kram, Alfarisi juga kram, saya tidak tahu ini problem, nanti bisa datang problem lagi. Saya sudah ganti pemain, tapi tidak jalan dengan bagus," ungkap Miro yang coba memaksimalkan pergantian hingga enam pemain.
          Padahal sesuai perjanjian saat tehnical meeting, harusnya hanya bisa ganti lima pemain. Namun dalam kondisi Alfarisi cedera, Miro akhirnya meminta kesepakatan pelatih Semen Padang melalui pengawas pertandingan untuk lakukan pergantian terakhir, atau pergantian yang keenam kalinya.
        "Saya mau ganti semua pemain yang ada, kenapa hanya boleh ganti lima pemain, ini hanya ujicoba, tidak mungkin  kita jauh-jauh datang dari Malang ke Padang, beberapa pemain tidak main dan hanya untuk tidur dan jalan-jalan. Semua harus main, dan saya harus bisa ganti pemain " sebut Miro.
         Sehingga dari 18 pemain Arema yang berangkat ke Padang, hanya Waluyo yang tak bisa main karena cedera. Sedangkan 17 pemain lainnya mendapat kesempatan main, dengan durasi waktu yang berbeda-beda sesuai performa yang ditunjukkan kepada tim pelatih. (bua/lim)

Jamu Persijap di Kanjuruhan

MALANG - Usai tiga kali menggelar ujicoba di Stadion Gajayana, manajemen Arema merancang untuk ujicoba berikutnya menghadapi Persijap Jepara digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (26/12) lusa. Itu sesuai dengan keinginan pelatih Arema, Miroslav Janu yang menginginkan ujicoba terakhir Arema ini digelar di Kanjuruhan.       
            "Ya, sesuai prmintaan Miro ujicoba Arema lawan Persijap, tanggal 26 Desember nanti digelar di Stadion Kanjuruhan, sore hari mulai pukul 15:00 WIB," ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji kepada Malang Post, perihal jadwal ujicoba Singo Edan sebelum menjamu Persema di Stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti.
          Miro menginginkan laga digelar di Stadion Kanjuruhan, lantaran timnya sudah lama tak bertanding di kandangnya itu. Ujicoba lawan Persijap bisa jadi kesempatan timnya untuk beradaptasi lagi dengan Kanjuruhan, setelah laga terakhir menghadapi Pelita Jaya di stadion milik Pemkab Malang itu pada 3 November lalu.
         Namun Miro sempat ragu untuk menggelar ujicoba timnya di Kanjuruhan, khususnya menyangkut jumlah penonton yang datang. Pelatih asal Republik Ceko ini pun sempat meminta manajemen untuk mengganti ujicoba Arema digelar di Stadion Gajayana. Pertimbangan Miro terkait dengan adanya pertandingan final Piala AFF leg pertama antara Timnas Indonesia lawan Malaysia, Minggu malam.
         Miro khawatir, jumlah penonton di Stadion Kanjuruhan bakal sepi karena dipengaruhi oleh jarak yang jauh, membuat Aremania memilih untuk menunggu laga Timnas. Sedangkan jika digelar di Gajayana mulai pukul 15.00 WIB, Aremania juga bisa menikmati laga timnas sejak awal.
         "Izin pertandingan Arema lawan Persijap sudah turun dan jadi digelar di Stadion Kanjuruhan. Mudah-mudahan saja, pertandingan nanti bisa berjalan lancar dan sukses," sebut Darmaji yang pada laga ujicoba Arema menghadapi Persid Jember beberapa waktu lalu, panpel hanya mendapatka Rp 30 juta.
      Khusus untuk ujicoba lawan Persijap di Kanjuruhan, menurut Darmaji, panpel telah menetapkan untuk harga tiket ekonomi Rp. 10 ribu, VIP Rp 20 ribu dan VVIP Rp 30 ribu. Bonus yang akan diterima Pierre Njanka dkk sangat bergantung pada hasil pemasukan dari laga ujicoba lawan Persijap ini. (bua/lim)

Kamis, 23 Desember 2010

Terima Kasih Arema

PADANG - Kehadiran Arema untuk memenuhi undangan Semen Padang benar-benar mendapat apresiasi dari supporter tuan rumah, kemarin sore. Pasalnya pertandingan di Stadion H. Agus Salim ini digelar untuk amal para korban bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Mentawai.
Seperti yang dinyanyikan kelompok supporter Semen Padang, Spartack, mereka beberapakali menyampaikan terima kasih kepada tim Arema. “Terima kasih Arema Malang, dari kami Spartacks,” demikian kalimat yang dinyanyikan supporter yang berada di tribun selatan ini.
Pelatih Semen Padang, Nil Maizar pun mengucapkan terima kasih kepada tim Arema yang jauh-jauh datang ke Padang untuk laga amal. Apalagi menurut pelatih asal Padang ini, tim asuhannya mendapat pelajaran yang berharga dari hasil imbang laga ujicoba kemarin sore.
“Ya, kita ucapkan terima kasih kepada tim Arema, atas simpatinya untuk datang ke Padang dalam laga amal sore ini, salam hormat untuk tim Arema dan Aremania semua di Malang,” ungkap Nil maizar kepada Malang Post saat ditemui usai pertandingan yang berakhir imbang 0-0 ini.
Perihal hasil imbang tersebut, Maizar mengaku cukup puas dengan penampilan pasukannya yang sudah lama tidak ada pertandingan karena jeda kompetisi. Setidaknya dari ujicoba tersebut, menurut mantan pemain Semen Padang ini bisa diketahui performa pemainnya.
“Saya cukup puas dengan ujicoba sore ini, setelah satu bulan kita tidak ada pertandingan, saya lihat sentuhan pemain dari kaki ke kaki masih bisa mereka tunjukkan. Tapi kita akui finishing touch lini depan kita masih lemah, ini yang harus kita benahi sebelum kompetisi bergulir lagi,” terang Maizar.
Sementara untuk permainan tim Arema sendiri, pelatih yang juga pernah memperkuat Timnas ini mengaku cukup bagus. Khususnya di babak pertama, menurutnya Arema tampil menekan dan memiliki peluang bagus dari Noh Alamshah yang cukup membahayakan gawang Semen Padang.
“Arema tim bagus, mereka ada peluang dari Alamshah, yang berhasil menipu lini belakang kita, ini juga harus kita benahi dan kita evaluasi untuk persiapan kompetisi nanti. Tapi secara keseluruhan, hasil imbang ini adalah hasil yang fair, karena kita sama-sama tampil menyerang,” pungkas Maizar. (bua/lim)

Sepi, Sumbangkan Rp 15 Juta

PADANG - Panitia laga amal antara Semen Padang menghadapi Arema sepertinya gagal untuk memaksimalkan pemasukan dari hasil penjualan tiket di Stadion H. Agus Salim, kemarin sore. Pasalnya dari stadion berkapasitas maksimal 10 ribu penonton itu, hanya terisi sekitar tiga ribu penonton.
Beruntung untuk biaya pelaksanaan pertandingan ini ditanggung pihak sponsor, sehingga tak sampai merugi. Sehingga menurut keterangan pihak panitia, dari laga amal kemarin sore, jumlah yang disumbangkan untuk korban bencana gempa bumi dan Tsunami di Mentawai ini hanya sekitar Rp 15 juta.
“Ya, penonton sore ini sepi, jumlahnya mungkin sekitar tiga ribu orang, mungkin karena waktu pelaksanannya kurang tepat, yaitu banyak orang yang sedang liburan. Untuk hasil bantuan yang disumbangkan untuk Mentawai sekitar Rp 15 juta,” ungkap Arya, manajer media officer Semen Padang.
Jumlah tersebut, tak semuanya dari tiket yang dijual Rp 50 ribu untuk VIP dan Rp 25 ribu untuk ekonomi, melainkan juga dari hasil lelang kostum pemain Semen Padang dan Arema. Termasuk juga sumbangan langsung dari pejabat di lingkungan Kota Semen Padang.
Lelang kostum pemain ini dimulai sebelum kick off babak pertama, dengan pertama melepas kostum milik Vendry Mofu, bek Semen Padang asal Papua. Sayangnya kostum yang dilepas dengan harga Rp 300 ribu itu belum ada yang meminatinya.
Disusul kostum milik Saktiawan Sinaga yang laku terjual Rp 300 ribu kepada Ebi, salah seorang warga Padang. Untuk kostun pemain Arema, yaitu milik Ridhuan, laku terjual Rp 300 ribu kepada Ica yang juga membeli kostum kiper Semen Padang, Syamsidar seharga Rp 300 ribu.
Menariknya, setelah kostum milik Noh Alamshah seharga Rp 300 ribu laku pada salah satu penonton VIP bernama Irham, berikutnya striker Arema yang akrab disapa Along itu membeli kostum kapten tim Semen Padang, Ellie Aiboy seharga Rp 300 ribu. Lelang pun dilanjutkan pada jeda babak pertama, sebelum sumbangan ini diserahkan secara simbolis kepada korban bencana Mentawai.
Untuk lelang kostum termahal adalah kostum milik striker andalan Semen Padang, Edaward Wilson Yunior. Kostumnya dibeli Pengda PSSI Sumatera Barat seharga Rp 3 juta. Sedangkan kostum gelandang Semen Padang asal Korea, Hu Hyunko laku Rp 1 juta. (bua/lim)

Buang Peluang

PADANG - Arema harus puas dengan hasil imbang tanpa gol saat dijamu Semen Padang dalam laga amal di stadion H. Agus Salim, Padang, kemarin sore. Hasil tersebut cukup pantas bagi kedua tim yang tampil saling menyerang, meski Arema memiliki peluang untuk menang.
Wartawan Malang Post, Buari dari Padang melaporkan, ada dua peluang bagus di babak pertama yang dimilliki striker Arema, Noh ‘Along’ Alamshah. Menit 28, striker asal Singapura ini menyambut umpan silang Esteban Gullien dengan tandukannya, sayang bola hanya membentur mistar gawang Semen Padang dan gagal berbuah gol.
Satu lagi menit 37, peluang emas dimiliki Along saat lepas dari jebakan offside lini belakang Semen Padang. Along yang sudah tinggal berhadapan dengan kiper, gagal mengarahkan bola ke ruang kosong, sehingga bola masih bisa diblok kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra.
Selain peluang milik Along yang diposisikan sebagai target man, striker sayap kiri Arema, Dendi Santoso juga memiliki peluang bagus menit 27. Sayang, Dendi yang menusuk dari sektor kanan pertahanan Semen Padang kurang tenang dalam mengeksekusi peluangnya, sehingga hilang begitu saja.
Secara umum, pada babak pertama Arema mampu menguasai jalannya permainan, setidaknya mengimbangi tuan rumah yang sebenarnya juga tampil menyerang. Namun, Ellie Aiboy dkk tampaknya masih belum menemukan irama permainan terbaik mereka.
Tercatat pada babak pertama, tim berjuluk Kabau Sirah ini hanya memiliki dua peluang bagus lewat kaki Saktiawan Sinaga. Dua peluang tersebut masih bisa dipatahkan kiper Arema, Ahmad Kurniawan yang kemarin mendapat sambutan hangat dari suporter Semen Padang.
Memasuki babak kedua, pelatih Arema, Miroslav Janu mengganti tiga pemain sekaligus. AK yang adalah mantan pemain Semen Padang musim lalu ini keluar digantikan Aji Saka, lalu Dendi diganti Musafri dan Tommy Pranata diganti Wahyu Gunawan. Sedangkan Semen Padang hanya mengganti Saktiawan dengan Dedi Hartono.
Pada 45 menit yang kedua ini, Semen Padang mulai menemukan gaya permainannya. Tim asuhan Nil Maizar ini tampil lebih menekan, dan saat pertandingan baru berjalan dua menit, Ellie membuka peluang lewat tendangan kaki kanannya, namun masih bisa diamankan Aji Saka.
Miro terus melanjutkan pergantian pemainnya, yaitu menit 58, Esteban digantikan Rony Firmansyah. Bukan lebih baik, permainan Arema tampak kacau, sehingga menit 64, Semen Padang berhasil mencetak gol lewat tendangan kaki Suheri Daud, namun wasit memutuskan posisinya sudah offside.
Dalam posisi tertekan, Miro menarik Gunawan yang baru masuk itu pada menit 71 dan digantikan Irfan Raditya. Rotasi posisi pemain di lini belakang pun tak terhindarkan, Revi yang di awal babak pertama sebagai bek kiri, lalu gelandang bertahan, akhirnya ke posisi bek kiri menggantikan posisi Gunawan.
Irfan di posisikan sebagai gelandang bertahan, hingga akhirnya menit menit 74, bek kiri Arema, Alfarisi mengalami cedera dan ditarik keluar menit 74. Sehingga Miro menginstruksikan Musafri untuk turun membantu pertahanan, dan memasukkan Amirudin sebagai gelandang kiri.
Menurut kesepakatan semula, harusnya hanya ada lima pergantian pemain. Sehingga Miro terpaksa meminta kebijaksanaan pengawas pertandingan dan meminta kesepakatan pelatih Semen Padang untuk bisa menambah satu kali pergantian, saat Alfarisi mengalami cedera.
Lima menit jelang pertandingan usai, giliran Njanka coba naik membantu serangan, dengan posisi sebagai gelandang. Posisinya digantikan Irfan yang berduet dengan Leo di lini belakang Arema. Kedudukan imbang tanpa gol bertahan hingga babak kedua usai.
’’Kita menghadapi tim yang tampil full team. Hasil ini sudah cukup bagus. Kita tidak ada delapan pemain inti, okelah kita bisa seri, tapi sebenarnya kita bisa menang, kalau di babak pertama itu bisa tercipta dua gol,’’ komentar Miro kepada Malang Post, usai pertandingan.
’’Babak pertama kita main bagus, kita ada tiga peluang bagus yang harusnya 200 persen jadi gol. Babak kedua saya ganti pemain, kualitas permainan kita turun, karena organisasi permainan tidak jalan. Saya coba untuk improvisasi posisi pemain, tidak apa-apa,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini. (bua/avi)

Langsung Libur Natal

PADANG - Usai ujicoba menghadapi Semen Padang, tim Arema dijadwalkan bertolak dari padang pukul 06.00 WIB pagi ini. Penerbangan dari Bandara Minangkabau, Padang menuju Jakarta, dan dilanjutkan terbang ke Surabaya.
    Diperkirakan baru sore ini, rombongan tim Arema akan tiba di Malang. “Ya, besok pagi kita langsung pulang, dengan penerbangan pukul 06.00 WIB,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan, kemarin sore.
    Sesuai agenda tim Arema, pasca  ujicoba di Padang ini, pemain mendapat jatah libur Natal. Mulai Kamis (23/12) hari ini, pemain langsung libur hingga Sabtu (25/12), bagi yang merayakan hari Natal, atau bagi pemain yang beragama Kristen.
    Sedangkan untuk pemain yang tak merayakan Natal, Pelatih Arema, Miroslav Janu hanya memberi jatah libur untuk hari Kamis dan Jumat. Pada Sabtu sore, pemain yang beragama Islam, menurut Miro sudah harus kembali latihan.
    “Ya, besok pemain sudah libur Natal, bagi yang merayakan Natal bisa libur sampai tanggal 25 Desember, tapi untuk yang muslim, tanggal 25 sore sudah latihan lagi bersama saya,” terang Miro, kemarin sore.
    “Termasuk Noh Alamshah dan Ridhuan juga harus latihan lagi, untuk yang Kristen kalau mau ikut latihan juga tidak apa-apa, terserah mereka, karena ini untuk persiapan ujicoba lawan Persijap,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini.
    Di antara tiga pemain asing Arema yang berangkat ke Padang, Pierre Njanka memastikan bakal berpisah di Jakarta. Kapten tim Arema ini memilih langsung berkumpul dengan keluarganya yang berada di Jakarta untuk merayakan Natal.
    Sementara ujicoba Arema menghadapi Perijap, Minggu (26/12) depan, menurut rencana akan digelar di Stadion Kanjuruhan. Meski terakhir diketahui, Miro ternyata masih mempertimbangkan untuk digelar di Stadion Gajayana. (bua/lim)

Kehabisan Stok Lini Belakang

PADANG - Kondisi tidak menguntungkan dihadapi tim Arema beberapa jam sebelum menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, kemarin sore. Pelatih Arema, Miroslav Janu mengaku kehabisan stok pemain di lini belakang. Rotasi posisi pun tak bisa dihindari tim berjuluk Singo Edan ini.
        Satu dari 18 pemain yang dibawa ke Padang yaitu Waluyo ternyata mengalami masalah di bagian jari kaki kanannya. Pemain yang digadang-gadang mengisi posisi bek kanan ini mengaku tak bisa tampil. Sementara Miro tak memiliki pilihan lainnya untuk posisi bek sayap.
        Dua bek sayap Arema, Zulkifli Syukur dan Benny Wahyudi tengah memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF. Satu lagi, Hermawan tak dibawa ke Padang karena masih dalam proses penyembuhan cedera lututnya. Termasuk Purwaka Yudhi, bek  yang juga masih terapi cedera otot perutnya ini tak ikut ke Padang.
          "Sudah tidak ada lagi pemain lagi untuk lini belakang, kita kehabisan stok pemain belakang, tapi kita harus tetap main," ungkap Miro kepada Malang Post perihal kondisi timnya yang tak memiliki pilihan lagi, khususnya untuk posisi bek sayap kanan dengan absennya Waluyo.
         Miro akhirnya memilih Juan Revi, gelandang bertahan Arema ini untuk posisi bek sayap kanan. Sedangkan bek sayap kiri, pelatih asal Republik Ceko ini mempercayakannya pada Alfarisi. Kebetulan pemain jebolan Arema U21 ini bisa sebagai bek kanan maupun bek kiri.
         "Ya, Revi terpaksa kita tarik ke bek sayap, tidak apa-apa, tidak ada pemain belakang lainnya, Waluyo cedera. Saya minta ke dokter, agar sebelum Arema ujicoba lawan Persijap Jepara (26/12), Waluyo sudah harus sembuh," sebut Miro yang dibuat pusing dengan kondisi pemainnya.
         Menurut keterangan dokter tim Arema, Albert Rudianto, masalah di bagian jari kaki Waluyo adalah semacam jamur atau rangen. Meski sebenarnya sudah diobati, namun belum juga membaik. "Besok, Waluyo akan kita bawa ke dokter spesialis kulit," katanya.
           Sementara pengganti Purwaka untuk berduet dengan Pierre Njanka, Miro memilih Leonard Tumpamahu. Menurut mantan pelatih Slavia Praha ini, Leo adalah pilihan yang ada, selain Irfan Raditya yang pada laga kemarin masih sebagai pemain cadangan.
    Menariknya, di awal babak kedua, Miro menurunkan Wahyu Gunawan sebagai bek sayap kiri, dengan menarik keluar Tommy Pranata, sehingga Revi bisa kembali sebagai gelandang bertahan, namun itu hanya berlangsung 26 menit.
    Gunawan ditarik kembali dan Irfan dimasukkan untuk posisi gelandang bertahan, dan Revi ganti sebagai bek kiri. Dan kondisi Arema diperparah dengan cedera yang dialami Alfarisi, sehingga Musafri yang ditarik ke belakang sebagai bek kanan.
    “Alfarisi hanya mengalami cedera ringan, otot di bagian pahanya ada yang tertarik, tapi tidak begitu masalah,” terang dr. Albert perihal kondisi bek serba bisa itu usai ujicoba kemarin sore. (bua/lim)

Rabu, 22 Desember 2010

Suporter Malaysia Ancam Hina Lagu Indonesia Raya

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Timnas Merah Putih belum lagi berlaga menghadapi Malaysia di final, namun aroma balas dendam sudah digelorakan para suporter Negeri Jiran tersebut. Genderang perang antara kedua kelompok suporter dari dua negara berbeda ini terlihat jelas di salah satu forum internet milik netter Malaysia.

Dalam laga tandang yang berlangsung di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Desember mendatang, para suporter Malaysia ternyata sudah siap menyerang dan menjatuhkan mental pemain Timnas Garuda. Mereka akan mengejek saat lagu kebanggaan Indonesia Raya dinyanyikan.

Dari situs http://www.topix.com/forum/world/malaysia/, tertulis judul lagu kebangsaan Indon akan dihina. Selasa, (21/12/2010) saat situs ini diunduh, sudah sekitar 596 yang ikut berkomentar dalam forum ini. Berbagai komentar dirilis dalam forum ini.

"Usah marah jika lagu kebangsaan indon dihina pada final di Bukit Jalil ahad ini ya indog..,Memang ini sudah disepakati oleh supporter malaysia. mereka akan mengejek disaat lagu kebangsaan indon dinyanyikan. kehkehkehkehkehkeh," tulis Mr F di forum internet tersebut.

Bahkan, sebuah komentar muncul dibawahnya, "ada khabar angin bendera indon akan turut dibakar pada malam tersebut secara langsung disaksikan oleh jutaan peminat bolasepak Malaysia dan Indognesial."

Namun, seorang pendukung Timnas Indonesia, Jedi, langsung membalasnya. @Mr F: silakan saja kaum malon(sith) toh.. kami rakyat INDONESIA juga akan melakukan hal yang sama ke kalian tanggal 29.. hehe.. bahkan jauh lebih mengerikan..^^

Mr F berkomentar lagi. "Usah mrengek-rengek lagu indonsial raya kalian diperlekehkan oleh supporter malaysia ahad ini..Usah menangis ya indog!kehkehkehkeh tunggu.."

Seseorang berinisial TKI kemudian menulis.."mana berani kalian (kaum malon) bakar bendera. Kita taulah kualitas kaum malon...malon... malon... jangan mimpi disiang bolong...!!!

Ada komentar dari warga Indonesia yang memakai nama, bajingan_kecil juga berkomentar. "eh malon, enggak engaca apa kalau sebelumnya kalian di pecundangi 5-1 ???? engaca donk...pecundang kok teriak menang APA KATA DUNIA ????

Namun, Mr F ternyata tak mau kalah. Ia kembali menulis, "kami udah rasakan bagaimana lagu kebangsaan kami dihina pada pembukaan tempoh hari..kali ini indon akan merasakan bagaimana rasanya lagu indonsial raya kalian dihina secara langsung dan disaksikan oleh jutaan rakyat kalian. tunggu ya..kehkehkehkehkehkeh. tunggu tanggal 26 ini ramai indon yang jadi gila.."

Tak jauh dari komentar yang ditulis Mr F, kali ini giliran seseorang yang memakai nama, MALON LASER IS LOSER, menulis, "ok deh Mr F, siap siap aja tgl 29/12/2010, para Suporter BONEK, JAKMANIA, BOBOTOH, AREMANIA,dan BARUDAK VIKING menyatakan suporter malon akan dipukuli...."

Siap Diteror Malaysia

JAKARTA -  Tim nasional (timnas) Indonesia akan mendapat ujian sesungguhnya. Untuk kali pertama, Firman Utina dkk akan  menjalani laga tandang dalam Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) 2010.
Itu pun langsung berlaga dalam laga putaran pertama final melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil pada 26 Desember mendatang. Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, lolos ke final setelah memenangi lima pertandingan  yang dilakoni. Tiga kali di babak penyisihan dua kali di fase di semifinal. Tapi semua pertandingan itu dilakukan di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Jadi, kehebatan Firman Utina cs sama sekali berlum teruji di kandang lawan.
Nah, sebelum terbang ke Kualu Lumpur, Malaysia, pada Jumat lusa (24/12),  jeda waktu semifinal ke final dimaksimalkan betul oleh pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl untuk mematangkan timnya, baik dari sisi strategi permainan maupun mentalnya.
Dipastikan, di putaran pertama final, Indonesia akan mendapat teror habis-habisan baik dari dalam lapangan maupun dari tribun penonton di Stadion Bukit Jalil. Bermain di hadapan publiknya sendiri, Malaysia pasti bakal tampil sangat percaya diri.
Tapi, Riedl percaya tim asuhannya bisa mengatasi. Bahkan, pelatih asal Austria itu menyatakan, menghadapi Malaysia  dirinya akan tetap menginstrusikan bermain menyerang seperti pada pertemuan di babak penyisihan grup lalu yang berkesudahan dengan skor 5-1 (1/12) untuk Indonesia.
Menurut Riedl, bermain bertahan justru akan membuat timnya tidak bisa tampil maksimal. ‘’Tim ini masih cukup kuat untuk tampil menyerang di kandang Malaysia,’’ jelas Riedl usai memimpin latihan di lapangan timnas, Senayan, Jakarta, kemarin.
‘’Mungkin kami akan sedikit tampil bertahan di awal laga. Tapi, pada prinsipnya, kami akan tetap tampil menyerang,’’ lanjut dia.
Indonesia sempat memilih strategi bertahan sambil mencari kesempatan menjebol gawang lawan. Bahkan, saat menghadapi Thailand, Riedl menerapkan strategi serangan balik di laga akhir babak penyisihan grup A (7/12). Padahal, saat itu, Indonesia sudah memastikan lolos dengan predikat juara grup.
Tapi karena lebih banyak bertahan, saat itu gawang Indonesia justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-68 lewat Suree Sukha. Untung, Indonesia berhasil bangkit dan membalik keadaan lewat dua gol penalti Bambang Pamungkas. Indonesia pun menang dengan skor 2-1.
Sementara itu, dalam latihan kemarin pagi, dua pemain  yang dibelit cedera Firman Utina dan Oktavianus Maniani masih menjalani latihan terpisah dengan pemain lain. Itu dilakukan agar cedera yang dialami tidak keduanya bertambah parah.
Firman dan Okto, sapaan karib Oktavianus, mengalami cedera setelah membela Pasukan Garuda melawan Filipina di leg kedua semifinal (19/12). Firman mengalami cedera lutut kanan, sedangkan Okto cedera hamstring.
Usai latihan, Fiman mengatakan kondisinya sudah membaik. Namun, tim medis dan fisioterapis timnas Indonesia memintanya untuk tetap beristirahat agar bisa benar-benar pulih sebelum tampil di final nanti.
‘’Kondisi saya sudah mulai pulih. Sudah mulai enakan. Tapi, belum bisa dipaksakan untuk latihan dan masih diminta untuk tetap istirahat,’’ ucap Firman. .
Dalam latihan kemarin, Firman dan Okto didampingi oleh fisioterapis Mathias Ibo dan Muhammad Yanizar. Kedua pemain tersebut hanya menjalani latihan ringan dan selesai lebih dulu dibanding pemain lainnya.
‘’Kami akan upayakan agar keduanya (Firman dan Okto) bisa pulih sebelum bertemu Malaysia di final,’’ ujar Mathias.
 Dalam sesi latihan kemarin, Riedl juga memisahkan pemain-pemain yang jadi starter lawan Filipina. Maman Abdurahman dkk mendapat porsi latihan game bola tangan dan permainan mirip sepak takraw. Sebaliknya, pemain-pemain yang tampil sebagai pelapis mendapat menu lebih berat.
 Selain mengasah kemampuan dribbling, pemain-pemain tersebut juga diminta bertarung satu lawan satu dalam mencetak gol. Di antara pemain yang mendapat porsi latihan berat kemarin adalah Irfan Bachdim. Pemain yang lagi digandrungi penggila bola tanah air itu  di laga terakhir tidak dimainkan karena cedera pangkal paha. (ali/jpnn)

Awas Dendam Kabau

PADANG - Setelah sempat mengalahkan Semen Padang 3-1 di Stadion Kanjuruha, (31/10) lalu, sore ini, giliran Arema bakal dijamu di Stadion H Agus Salim Padang.
Meski sekadar laga amal untuk korban bencana Tsunami Mentawai, namun aroma dendam sudah dipancarkan tim Kabau Sirah, julukan Semen Padang (SP). Betapa tidak, SP ingin menunjukkan kedigdayaannya di hadapan publiknya. Karena sepanjang ISL digelar di Padang, SP tak terkalahkan. Sedang bagi Arema sendiri, laga sore nanti adalah pertandingan ujicoba pertama di luar kandang. Tak heran jika setibanya di Padang siang hari, sore harinya Piere Njanka dkk langsung mencoba lapangan H Agus Salim.
Bagi pemain cadangan, bisa jadi pertandingan itu menjadi momen penting untuk unjuk gigi. Pasalnya, Arema masih dalam formasi minus lima pemain yang bergabung dengan Timnas Indonesia di Piala AFF, plus Chmelo Roman dan Ridhuan yang tak dibawa ke Padang.
Dua pemain asing Arema itu tak dibawa dengan asalan yang berbeda. Roman tak ikut karena ada cedera di bagian  jari kakinya, meski cedera tersebut tidak serius dan terakhir diketahui gelandang asal Slovakia ini ternyata berangkat ke Singapura untuk mengurus KITAS pacarnya.
Sedangkan Ridhuan yang sudah masuk dalam daftar pemain ke Padang, mendadak membatalkan diri berangkat kemarin pagi. Gelandang asal Singapura ini izin tidak ikut dengan alasan sakit diare.
Untuk itu, Miro telah menyiapkan formasi baru yang diharapkannya bisa menunjukkan performa terbaik mereka di laga amal, sore ini. Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, ujicoba di kandang Semen Padang ini cukup bagus untuk mengasah mental bertanding pasukannya.
‘’Ujicoba lawan Semen Padang ini sudah kita programkan satu bulan yang lalu. Kita sudah banyak ujicoba di kandang, dan belum ujicoba di luar kandang. Padahal setelah kita lawan Persema di kandang, 4 Januari nanti, kita akan menghadapi laga away,’’ ungkap Miro.
‘’Jadi ini ujucoba away yang bagus untuk Arema, tapi kita tahu, kita banyak pemain yang absen, lima pemain gabung timnas, Roman dan Ridhuan tidak ikut. Ya, tidak apa-apa, kita akan coba semua pemain, kita akan lihat performa semua pemain,’’ sambungnya usai latihan di stadion H. Agus Salim, kemarin sore.
‘’Saya tahu Semen Padang tim yang bagus, mereka memiliki pemain-pemain yang bagus, mulai lini depan sampai belakang, mereka punya pemain berkualitas. Saya sering lihat mereka main televisi, Semen Padang main teknik dan punya kecepatan. Saya mau lihat problem tim saya besok (sore ini, Red.),’’ jelasnya.
Meski demikian Miro tak mau mengalah begitu saja, meski laga ini sebatas untuk ujicoba. “Ya, saya tetap tidak mau kalah, meski hanya ujicoba, saya mau menang, kita akan coba maksimal,’’ yakin Miro yang diperkirakan bakal tetap tampil dengan skema 4-3-3 seperti biasanya.
Untuk lini depan, dari latihan terakhir kemarin sore, diperkirakan Arema menurunkan Fahrudin, Alamshah dan Musafri yang akhirnya berangkat ke Padang menggantikan tiket milik Ridhuan. Lini tengah ada Juan Revi, Esteban Gulien dan Rony Firmansyah. Lini belakang Alfarisi, Waluyo, Irfan dan Njanka.
Sementara untuk mengamuk tamunya, pelatih SP asal Payakumbuh Nil Maizar yakin akan bermain full team. Kepastian niat pemegang lisensi A AFC itu diungkapkannya langsung saat menjalani sesi latihan kemarin pagi di lapangan Kompleks pabrik semen tertua di Sumbar itu.
’’Menghadapi tim tamu kali ini, kami akan bermain dengan kekuatan penuh. Hingga tadi (kemarin, red) kondisi pemain masih dalam kondisi optimum dan siap untuk melakoni laganya besok (hari ini, red),’’ tambahnya.
‘’Ya, meski ini laga ujicoba, kita ingin membalas kekalahan menyakitkan saat di Malang,’’ katanya. (bua/avi)

Bayang-Bayang Gempa Padang

PADANG - Datang ke Kota Padang, tim Arema tanpa ada risiko. Untuk urusan yang satu ini, rombongan tim Arema rupanya menyimpan bayang-bayang terjadinya gempa di Padang beberapa waktu lalu. Apalagi, Arema datang untuk laga amal korban gempa dan Tsunami di Pulau Nias.
Meski tak begitu besar pengaruhnya, paling tidak kota Padang sebagai kota langganan gempa ada di benak pemain. Seperti diakui kiper Arema, Aji Saka, belum-belum sudah menerima informasi bahwa Padang tengah kembali dilanda gempa.
Tepatnya saat tim Arema tengah transit di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Aji mendapat pesan singkat dari keluarganya bahwa Padang dan Yogykarta dikabarkan ada gempa. Langsung pesan singkat itu, menyebar di antara pemain Arema, meski juga belum tahu persis yang terjadi di Padang.
"Ya, tadi saya dapat sms, kalau Padang dan Yogyakarta mengalami gempa, tidak tahu seperti apa, katanya ada beritanya di ANTV, saya diminta untuk hati-hati di Padang," ungkap Aji yang dibenarkan Fahrudin dan Waluyo yang juga mendengar informasi adanya gempa itu.
Sementara, satu pemain Arema yang asli dari Padang, Tommy Pranata membenarkan bahwa di Padang memang sering gempa. Termasuk gempa yang terjadi kemarin, menurutnya sesuatu yang tak asing bagi penduduk Padang. Untuk itu Tommy meminta rekan-rekannya siap jika sewaktu-waktu datang gempa.
"Ya, di Padang memang sudah biasa terjadi gempa, seperti hujan saja, tiba-tiba datang gempa. Rasakan saja nanti, karena sekarang masih sering gempa, seperti tadi kabarnya juga ada gempa," terang Tommy yang pernah dua musim memperkuat Semen Padang.
Begitu tiba di Padang, pemain pun masih mendapati bekas reruntuhan bangunan yang terkena gempa, 30 September 2009 lalu. Salah satu pemain yang tak bisa melupakan bencana gempa yang merenggut banyak nyawa itu adalah kiper Arema, Ahmad Kurniawan. Kiper asal Jakarta ini gabung dengan Semen Padang saat terjadi gempa.
 "Ya, saya ikut merasakan saat terjadi gempa, tapi mess pemain Semen Padang tak sampai hancur, mudah-mudah tak ada lagi gempa seberat itu," ungkap AK yang satu musim memperkuat Semen Padang dan ikut mengantarkan tim berjuluk Kabau Sirah ini promosi ke Liga Super.
Pemain Arema pun dibuat merinding saat melewati hotel Abacang yang hancur dihajar gempa. Dan kebetulan saat tiba di Bunda Hotel, tempat tim Arema menginap selama di Padang, kondisinya masih renovasi. Sehingga membuat pemain sempat was-was juga.
"Meski di hotel, kita tidak bisa senang-senang, kita harus siaga juga, dan nanti malam mungkin bisa gak nyenyak tidur ini," ungkap Leo Tupamahu saat tiba di hotel, pada pukul 16:00 WIB, kemarin sore. (bua) 

Tanpa Ball Boy

PADANG - Lantaran jatah dari panitia laga amal hanya terbatas untuk 25 orang, tim Arema terpaksa tak mengikutsertakan ball boy saat berangkat ke Padang, kemarin pagi. Bahkan meassure atau tukang pijat pun, hanya membawa satu orang untuk melayani 18 pemain yang ikut ke Padang.
Untuk sementara, Sekretaris Tim Arema yang juga ketua rombongan ke Padang, Muhammad Taufan harus merangkap sebagai ball boy. Termasuk juga ikut menyiapkan segala perlengkapan untuk Pierre Njanka dkk yang dijadwalkan menghadapi Semen Padang, sore ini.
 "Sebelum berangkat saya sudah belajar untuk mengurusi bola dan perlengkapan lainnya untuk latihan, sekarang saya juga harus merangkap sebagai ball boy. Ya mau bagaimana lagi, jatah dari panitia hanya untuk 25 orang," ungkap M. Taufan, kepada Malang Post.
Sebagai risiko, pemain-pemain Arema pun tak bisa begitu saja meninggalkan tas mereka saat masuk atau saat keluar dari bandara. Seperti saat masuk bandara Abdurrahman Saleh, Malang untuk terbang ke Jakarta, masing-masing pemain diinstruksikan untuk membawa tas mereka sendiri.
Jika biasanya ada bagian perlengkapan atau ball boy yang ikut membawakan tas pemain, kini mereka harus bawa tas mereka masing-masing. Pasalnya, dalam jumlah supporting staf yang terbatas ini, sudah terlalu sibuk dengan barang bawaan tim yang juga tak sedikit.
 "Ayo tasnya dibawa sendiri-sendiri, tidak ada orang yang bantu, tidak apa-apa," ungkap manager coach Arema, Miroslav Janu, kemarin pagi. Bahkan pelatih asal Republik Ceko ini pun harus membawa sendiri dua tas yang dibawanya.
Begitupun saat tiba dibandara Minangkabau, Padang, pemain harus tanggung jawab dengan tas mereka masing-masing. Termasuk perlengkapan untuk latihan kemarin sore, pemain diminta sudah menyiapkan sendiri, sebelum berangkat latihan di Stadion H. Agus Salim, Padang.
"Nanti latihan jam lima (kemarin sore), sebelum masuk kamar, kaos dan sepatu sudah harus diambil sendiri-sendiri dan dibawa ke kamar, nanti saat berangkat latihan sudah siap, di sini tak ada orang, harus ambil sendiri," demikian pengumuman dari Miro di atas bus saat menuju hotel.
Setiba di hotel, M. Taufan dibantu Salek, meassure Arema sibuk membagikan kaos dan sepatu untuk pemain. Sekaligus sibuk memompa bola untuk latihan kemarin sore. Bahkan harus dibantu beberapa pemain untuk memompa bola. (bua/lim)

Motivasi Gaji Cair

PADANG - Suasana berbeda dirasakan di tim Arema, saat tiba di Padang, kemarin sore. Penggawa tim berjuluk Singo Edan  ini terlihat banyak senyum, tepatnya saat rombongan tim baru mendarat di bandara Minangkabau, pukul 15.00 WIB.
Maklum, begitu pemain menyalakan handphone, mereka dapan pesan singkat dari Bank Mandiri atau sms bangking bahwa telah sudah ada transfer gaji dari manajemen Arema. Sebagian pemain lainnya, menyempatkan cek langsung di ATM.
Menurut informasi, manajemen Arema telah melakukan transfer satu kali gaji pemain itu sejak pukul 11.00 WIB, kemarin siang. Kapten tim Arema, Pierre Njanka pun telah mendapat kabar, bahwa gaji pemain akan diterima pukul 14.00 WIB.
Namun pada waktu tersebut, pemain masih harus mematikan handphone mereka karena masih di dalam pesawat, hingga akhirnya diketahui saat mendarat. Pemain pun lebih banyak senyum, setelah yang mereka tunggu-tunggu akhirnya diterima.
“Sudah masuk, kita sudah terima sms pemberitahuannya,” ungkap Fakhrudin, saat pesawat baru  mendarat. “Alhamdulillah, gaji sudah cair, sekarang semua pemain langsung sumringah,” sambung gelandang Arema ini.
Menurut pengakuannya, gaji yang diterima ini penuh untuk satu bulan gaji. “Hebat ya Arema, belum tanggal 1 (Januari), pemain sudah bisa menerima gaji,” kata Fakhrudin sambil tersenyum tampak mengabari keluarganya perihal gaji cair ini.
Suasana yang berbeda ini pun terbawa pada suasana latihan Arema di stadion H. Agus Salim, kemarin sore. Pemain tampak lebih bersemangat, menyiapkan diri untuk laga ujicoba menghadapi Semen Padang, sore ini mulai pukul 16.00 WIB.
Njanka pun berharap, rekan-rekannya tampil dengan motivasi tinggi menghadapi tim tuan rumah. Setidaknya dengan modal motivasi telah menerima satu kali gaji, bek Arema asal Kamerun ini ingin timnya memenangkan laga sore ini.
“Ya, sekarang kita ada motivasi lagi setelah hari ini menerima satu kali gaji, kita harus kuat menghadapi Semen Padang. Kita harus konsentrasi untuk laga besok. Meski besok laga amal, ini menjadai persiapan Arema di kompetisi resmi,” terang Njanka.
“Semua pemain harus siap untuk menghadapi Semen Padang besok, tapi kita juga tidak mau ada pemain yang cedera, karena kita tetap memikirkan laga lawan Persema, 4 Januari nanti. Besok kita main enjoy saja, dan fokus tidak boleh kalah,” sambung mantan pemain Persija Jakarta ini kepada Malang Post, usai latihan, kemarin sore. (bua/lim)

Selasa, 21 Desember 2010

Satu Kali Gaji Cair

MALANG - Setelah hampir dua pekan belum ada kejelasan perihal gaji pemain dan pelatih Arema yang pernah dijanjikan awal bulan Desember lalu, manajemen rencananya akan mencairkan hak mereka, Selasa (21/12) hari ini.
Menurut informasi, Senin (20/12) kemarin, manajemen Arema telah mendapatkan uang untuk pembayaran gaji pemain dan pelatih itu. Namun belum bisa langsung ditransfer, lantaran total uang tersebut baru bisa untuk setengah bulan gaji. Jika tak ada kendala, tambahan uang untuk satu kali gaji baru diterima manajemen hari ini. Sehingga satu kali gaji yang nilainya sekitar Rp 900 juta itu baru dibagikan hari ini juga.
‘’Insya Allah, gaji bisa diselesaikan besok (hari ini, Red.), biar tim berangkat ke Padang dengan lega. Karena saya tahu, gaji telat tiga bulan, mereka pasti dongkol,’’ ungkap pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara, kemarin sore.
‘’Ya, mudah-mudahan saja, besok (hari ini, Red.) ada kabar gembira untuk tim Arema. Sekarang (kemarin, Red.) saya mau urus semuanya di Surabaya, agar besok bisa beres semua,’’ sambung pria yang juga Ketua Panpel Arema ini sesaat sebelum meninggalkan kantor Arema.
Dijadwalkan pagi ini, Arema berangkat ke Padang untuk memenuhi undangan Semen Padang pada laga amal di stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (22/12) besok. Sehingga manajemen berusaha keras, hari ini juga ada pembayaran gaji pemain.
Namun tak ada penjelasan resmi, perihal sumber keuangan Arema untuk membayar satu kali gaji ini. Meski kabarnya, manajemen Arema mendapat talangan, karena dana dari pihak sponsor hingga saat ini ternyata belum ada kepastian.
Pembayarn gaji oleh manajemen ini bukan yang pertama, pada pertengahan bulan November lalu, pemain juga telah menerima gaji mereka. Saat itu, manajemen mengaku untuk pembayaran gaji pertama, yaitu bulan Agustus.
Sedangkan pembayaran gaji kali ini untuk bulan September, sehingga manajemen tinggal menyisakan tanggungan dua bulan gaji lagi. ‘’Mohon doa restunya, semoga besok (hari ini, Red.) bisa beres,’’ sebut media officer Arema, Sudarmaji.
Sementara itu, sikap pemain memilih untuk tak banyak berharap sebelum mereka benar-benar menerima uang di tangan. Maklum, pemain tak mau kecewa jika ternyata hari ini manajemen Arema masih belum bisa bayar gaji.
Apalagi di internal tim Arema, beredar informasi bahwa gaji pemain dan pelatih akan dibayar sekitar hari Sabtu (25/12) nanti. Meski diantara pemain juga masih belum yakin, satu kali gaji untuk mereka akan diselesaikan manajemen dalam minggu ini.
‘’Kita sudah sering menerima janji soal gaji ini. Kita tidak mau sakit hati lagi, kalau ternyata besok tetap tak ada gaji, jadi kita tunggu saja besok. Meski kami tetap percaya, manajemen berusaha mencari uang untuk bayar gaji,’’ ungkap salah seorang pemain Arema yang tak mau namanya disebutkan di koran. (bua/avi)

Berharap Latihan di Padang

MALANG-Sesuai jadwal, rombongan tim Arema akan berangkat ke Padang, pagi ini. Tim asuhan Miroslav Janu ini bertolak ke Padang dari mess pemain di jalan Welirang, pukul 06.30 WIB, melalui bandara Abdurrahman Saleh, Malang.
Membawa 18 pemain, tim Arema dari Malang menuju Jakarta, dan melajutkan perjalanan ke Padang pukul 13.00 WIB, siang ini. Diperkirakan, sekitar pukul 15.00 WIB, Pierre Njanka dan kawan-kawan sudah tiba di Padang.
Dari 27 pemain Arema dan lima pemain gabung Timnas Indonesia, tersisa empat pemain yang dipastikan tak dibawa ke Padang. Empat pemain yang tinggal di Malang yaitu Chmelo Roman, Musafri, Hermawan dan Purwaka.
Mereka akan latihan bersama asisten pelatih Arema, Joko Susilo, pagi ini. Sedangkan 18 pemain yang berangkat ke Padang, hingga kemarin sore masih belum mendapatkan kepastian jadwal latihan untuk coba lapangan.
“Kita sudah minta kepada pihak panitia untuk bisa latihan di stadion H. Agus Salim, Padang. Bisa latihan sore atau malam, lihat jam kick off pertandingannya nanti, masih kita konfirmasi,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan.
Kebetulan, musim ini adalah kali pertama Semen Padang merasakan kompetisi Indonesia Super League. Sehingga hampir semua pemain Arema belum pernah merasakan rumput stadion H. Agus Salim, kecuali Ahmad Kurniawan.
Kiper Arema ini, musim lalu memperkuat tim berjuluk Kabau Sirah itu. Sedangkan untuk pemain yang lain, baru pertama ini datang ke Padang untuk tampil dalam laga amal yang digelar manajemen Semen Padang, Rabu (22/12) besok.
Pelatih Arema, Miroslav Janu sendiri berharap pasukannya bisa berlatih di Padang, karena kemarin sengaja memberi jatah libur pada Pierre Njanka dkk. Pelatih asal Republik Ceko ini tak mau timnya dua hari libur tanpa latihan. (bua)

Daftar 18 Pemain Arema ke Padang
1.    Ahmad Kurniawan
2.    Aji Saka
3.    Pierre Njanka
4.    Irfan Raditya
5.    Wahyu Gunawan
6.    Waluyo
7.    Johan Ahmad Farizi
8.    Leonard Tumpamahu
9.    Esteban Gullien
10.    Juan Revi
11.    Tomi Pranata
12.    Roni Firmansyah
13.    M. Ridhuan
14.    Fakhrudin
15.    Noh Alamshah
16.    Dendi Santoso
17.    Ahmad Amirudin
18.    Sunarto

Tiket Final Rp 1 Juta

JAKARTA - Panitia Lokal Piala AFF 2010 mulai mempersiapkan diri dan berbenah jelang penyelenggaraan final akhir bulan ini. Salah satu yang dibenahi adalah soal pengkoordinasian suporter.
Selain itu, juga sudah ditetapkan harga tiket untuk final. Paling mahal, tiket dijual seharga Rp 1 juta dan paling murah Rp 75 ribu. Tiket-tiket itu bisa dipesan secara online ataupun langsung (manual).
Panitia juga akan menambah jumlah loket pemesanan dan pembelian tiket. Sedang jumlah tiket yang dicetak mencapai 77 ribu.
Ketua Panitia Lokal, Joko Driyono, menyebut pihaknya berusaha mengetatkan pengamanan supaya tidak ada penumpukan massa di sekitar stadion Gelora Bung Karno. Nantinya, yang akan ada di ring satu GBK, hanya akan diisi oleh suporter pemegang tiket.
’’Jadi panitia itu, untuk menghindari penumpukan massa seperti semifinal kedua kemarin. Kami sudah meminta keamaanan untuk melakukan sweeping di ring 3. Jadi di dalam ring 1 hanya pemegang tiket yang ada di situ,’’ ujarnya.
Sweeping itu dilakukan pada Hari-H pertandingan dan saat penukaran voucher. Loket dibuka pada jam 10 pagi sampai jam 5 sore.
Joko juga mengungkapkan, antrean terakhir suporter akan ditutup pada pukul 17.00 WIB. Namun, proses pembelian tiket untuk antrean terakhir itu akan tetap dilayani sampai habis.
Informasi lainnya, kelompok suporter akan mendapatkan alokasi tiket khusus dan mendapatkan potongan harga per tiket. ‘’Untuk kelompok suporter mendapatkan jatah 10.000 dengan potongan harga tiket 10-15 ribu tiket,’’ tandasnya.
Panitia menetapkan pembatasan pemesanan tiket final leg kedua Piala AFF 2010 di Jakarta. Untuk tiket pertandingan 29 Desember tersebut, satu orang hanya boleh memesan karcis maksimal lima buah.
Informasi lain, pemesan online (kemungkinan besar tetap di rajakarcis.com dan mytickets.com), hanya untuk tiket kategori VVIP dan VIP Timur. Adapun semua tiket kelas ekonomi (Kategori 1-3) dan VIP Barat, hanya bisa dipesan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno. (jpnn)

Suporter Siap Serbu Malaysia

SBY : Saya Jadi Jaga Gawang Saja!
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia diminta untuk memastikan alokasi tiket bagi suporter Indonesia yang akan menyaksikan leg pertama final piala AFF di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia sudah banyak yang menyatakan minat untuk menyaksikan langsung tim Garuda berlaga melawan Timnas Malaysia. ‘’Tadi (kemarin, Red.) saya sudah sampaikan ke Pak Da'i Bachtiar, Dubes kita di sana (Malaysia, Red.), untuk segera mengurusnya dengan tim penyelenggara di sana,’’ kata Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (20/12).
Leg pertama laga final piala AFF akan digelar pada 26 Desember. Sedangkan leg kedua digelar 29 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Andi mengatakan, saat ini ada 2 juta WNI di Malaysia. Selain itu, juga ada para suporter yang ingin datang langsung ke Malaysia. ‘’Ini juga sedang kami bicarakan bagaimana organisasinya dengan baik, sehingga mereka mendapatkan tiket di sana,’’ kata Andi.
Sebaliknya, lanjut Andi, Indonesia juga akan menjamin penonton Malaysia bisa mendapat jatah tiket di leg kedua. ‘’Sehingga dua-duanya fair,’’ kata Andi.
Sementara euforia kemenangan tim Garuda atas Filipina masih dirasakan di Istana. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung kemenangan Timnas dalam pidatonya di acara penganugerahan penghargaan di bidang industri.
Usai menyaksikan pengambilan sumpah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisioner Komisi Yudisial, SBY juga mengajak ngobrol para pimpinan lembaga tinggi negara tentang kemenangan Timnas.
Menurut SBY, sepak bola telah berhasil menyatukan bangsa. SBY mengatakan, dalam kehidupan politik, sudah biasa terjadi benturan di antara elit politik. Namun, yang penting rakyat tidak terpecah belah. Melalui sepak bola, kata dia, semua merasakan kesatupaduan.
‘’Tidak ada yang menbeda-bedakan identitas mereka, apapun asal daerahnya, sukunya, etnisnya, agamanya, porfesinya, bahkan partai politiknya, mereka semua satu: rakyat indonesia yang bangga akan negerinya, bangga akan merah putih, dan mudah-mudahan tradisi dan budaya begini bisa kita terus kembangkan,’’ kata SBY
SBY mengatakan, untuk mendongkrak prestasi sepak bola, tidak boleh dengan salingmenyalahkan dan berputus asa. ‘’Tidak mungkin sebuah olahraga bisa dimajukan kalau yang ada hanya rasa skeptis, pesimis, apalagi putus asa, dan hanya salah menyelahkan satu sama lain,’’ katanya.
Dalam leg kedua final di Gelora Bung Karno, SBY juga akan kembali menonton langsung. ‘’Nanti tanggal 29, saya jadi ’jaga gawang’ saja ya,’’ kata SBY kepada para pimpinan tinggi negara. (sof/jpnn/avi)

Pantang Cedera Untuk Persema

MALANG-Pelatih Arema, Miroslav Janu sempat mengkhawatirkan performa pemainnya yang bergabung di Timnas Indonesia. Khususnya dengan pemain yang jarang mendapat kesempatan tampil di turnamen Piala AFF 2010.
Namun kini, Miro sepertinya juga mulai was-was dengan kondisi pemainya, yang selalu masuk starting line up. Setidaknya dua dari lima pemain itu, hampir selalu masuk tim inti, yaitu Zulkifli Syukur dan Ahmad Bustomi.
Bahkan pada laga kedua menghadapi Timnas Filipina, tiga pemain Arema masuk starting eleven, yaitu Zulkifli, Bustomi dan Yongki Ariwibowo. Mereka bertiga, ikut mengantarkan kemenangan Indonesia 1-0 atas Filipina.
Sayangnya, Miro tak mau banyak komentar perihal performa ketiganya di Timnas. “Kamu tanya pelatih Timnas saja,” ungkap pelatih asal Republik Ceko ini saat ditemui di kantor Arema, kemarin siang.
Terlepas itu, Miro mulai berhitung dengan jadwal Timnas Indonesia yang lolos ke final Piala AFF. Menghadapi Timnas Malaysia, laga final juga menggunakan system home-away seperti di babak semifinal kemarin.
Pada leg pertama atau laga final pertama, Timnas Indonesia akan bertandang ke Malaysia, Minggu (26/12) nanti. Disusul leg kedua, Indonesia vs Malaysia digelar di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12) depan.
Khusus untuk leg kedua tersebut, menurut Miro sudah cukup dekat dengan jadwal pertandingan Arema di kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Tepatnya mendekati laga Arema lawan Persema di stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti.
“Ya, pertandingan Timnas tanggal 29 Desember, sudah dekat dengan pertandingan Arema, lihat nanti kondisi pemain,” sebut Miro berharap Arema bisa tampil full team saat meladeni Laskar Ken Arok nanti.
Untuk itu, mantan pelatih Slavia Praha ini pun tak membawa beberapa pemain yang masih dalam proses penyembuhan cedera ke Padang. Seperti Chmelo Roman, Purwaka Yudhi dan Hermawan harus melakukan terapy dan latihan fitness di Malang.
Miro menginginkan, seluruh pemainnya siap tempur dalam laga derby Malang nanti. Khususnya Roman, gelandang asal Slovakia yang mengalami cedera di bagian jari kaki kirinya ini diminta untuk terapy penyembuhan, selama tim Arema di Padang.
“Saya tiga minggu latihan terus, dan tidak ada waktu untuk recovery, dan sekarang ada waktu lima hari untuk terapi, dan nanti bisa kembali latihan lagi, sedikit demi sedikit,” ungkap Roman di kantor Arema, kemarin siang.
 “Cedera saya ini tidak serius, tapi saya memang tidak ikut ke Padang untuk terapi, agar nanti bisa tampil maksimal  di pertandingan resmi,” sambung pemain yang mengalami cedera saat ujicoba lawan Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu ini. (bua)

Senin, 20 Desember 2010

Bukti Aremania Tertib

MALANG-
Rally Motor Aremania 2010 benar-benar mendapat sambutan meriah. Total lebih dari 300 peserta menyemarakkan kegiatan konvoi menuju Pantai Balekambang itu kemarin. Mereka merupakan Aremania asal berbagai korwil yang tersebar di Malang Raya. Turut ambil bagian pula Arema Police dan klub Phantom Malang.
Start dilakukan di halaman depan kantor Malang Post pukul 7.00 WIB. Seluruh peserta tampak mengenakan atribut Arema dan tak lupa melengkapi diri dengan peralatan berkendara sesuai standar keamanan. Selama rally berlangsung, seluruh peserta memang diwajibkan mentaati prosedur tertib berkendara di jalan raya.
Kegiatan rally kemarin diikuti pula oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Drs.Agus Salim. Kapolres yang dikenal hobby mengendarai motor gedhe (moge) ini juga memimpin prosesi pemberangkatan. Sebelum start, pimpinan tertinggi Kepolisian Resort Kota Malang itu tak lupa membagikan helm standar ‘cantik’ kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Kalpolres menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia kegiatan rally karena turut mensosialisasikan konvoi tertib safety riding. “Jadi rasanya tak berlebihan bila saya mendukung penuh sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita beri contoh bahwa kita semua bisa menghargai pengendara lain selama perjalanan nanti,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh peserta.
Ketua Panitia Rally, Hendri Anugerah juga tak ketinggalan mengobarkan semangat peserta jelang start. “Dengan event ini, kita buktikan bahwa Aremania bisa tertib. Semoga perjalanan kita lancar sampai tujuan.Tunjukkan kita bisa!” tandasnya disambut teriakan bersemangat seluruh peserta.
Rute perjalanan rally tidak mengalami perubahan. Yaitu start di kawasan depan Stasiun Kota Baru dan finish di Pantai Balekambang. Jalur yang dilalui mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumi Ayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo-Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Suwaru- Wonokerto- Bantur.
Sesampainya di Pantai Balekambang, seluruh peserta dihibur dengan orkes musik dangdut di panggung yang telah disiapkan panitia. Pihak panitia bahkan telah menyiapkan door prize bagi para peserta. “Kita sudah siapkan door prize menarik. Jumlahnya banyak sekali. Tak perlu khawatir, semua peserta bakal kebagian,” tambah Hendri. (tom/bua)

AK ‘Menghilang’

MALANG-
Setelah tampil penuh 2x45 menit dalam laga ujicoba menghadapi Persid Jember, Sabtu (18/12) malam, kipper Arema, Ahmad Kurniawan (AK) tak muncul pada sesi latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi.
Managercocah Arema, Miroslav Janu pun dibuat bingung, karena AK ‘menghilang’ tanpa pesan. Termasuk pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto menurut Miro juga tidak mengetahui keberadaan kakak kandung Kurnia Meiga itu.
“Saya tidak tahu, dimana AK. Dia tidak ikut latihan tanpa izin, pelatih kiper juga tidak tahu kemana,” ungkap Miro menilai AK tidak disiplin. Tak hanya AK, dua pemain lainnya yang tak ikut latihan kemarin pagi adalah Purwaka dan Musafri.
Khusus untuk Purwaka, menurut Miro sedang mencari pengobatan alternatif untuk cedera otot perutnya. Sedangkan Musafri yang izin ke Lampung untuk menghadiri pernikahan saudaranya, hingga kemarin pagi masih belum kembali.
Terlepas itu, kondisi latihan ini masih lebih baik, karena hanya AK yang tak latihan tanpa izin ke pelatih. Pasalnya, untuk program recovery usai ujicoba lawan Persela Lamongan, Selasa (14/12) kemarin, semua pemain tak datang.
Sehingga dari daftar kipper Arema, hanya tersisa Aji Saka yang menyelesaikan menu latihan, kemarin pagi. Sementara AK yang dihubungi melalui telpon genggamnya mengaku, tak datang latihan karena terlambat. “Saya telat datang ke latihan,” katanya tanpa merinci secara detail perihal keterlambatannya itu. (bua)

Tinggalkan Empat Pemain

MALANG - Usai menuntaskan tiga ujicoba di Stadion Gajayana, terakhir mengalahkan Persid Jember 4-0, Arema kini konsentrasi untuk mengikuti laga amal, menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Rabu (22/12) lusa.
Rombongan Arema sendiri dijadwalkan berangkat ke Padang, Selasa (21/12) besok pagi. Sesuai rencana, tim asuhan Miroslav Janu ini akan berkekuatan 18 pemain ke Padang. Empat pemain ditinggal di Malang. Miro memutuskan empat pemain yang tak ikut ke Padang, usai latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi. Satu pemain asing, Chmelo Roman, dan tiga pemain lokal yaitu Hermawan, Purwaka Yudhi dan Musafri.
Kecuali Musafri, ketiga pemain yang tidak masuk dalam daftar rombongan tim Arema ini mengalami cedera, atau masih dalm proses penyembuhan cedera. Sedangkan Musafri, dianggap indispliner oleh Miro karena tak datang saat latihan.
Bahkan striker asal Ternate itu tak ikut ujicoba Arema lawan Persid, karena izin ada urusan keluarga di Lampung. Sedangkan Miro menganggap Musafri bisa datang tepat waktu untuk bisa ujicoba, sekaligus mengikusi sesi latihan terakhir, kemarin pagi.
’’Musafri sebenarnya kemarin ada nominasi untuk berangkat ke Padang, tapi sekarang saya putuskan dia tetap disini bersama Roman, Hermawan dan Purwaka,’’ ungkap Miro ditemui usai renang di family club, Araya, kemarin pagi.
Untuk Roman, Hermawan dan Purwaka sengaja tak dibawa karena harus melakukan terapi untuk cedera mereka. Seperti halnya Hermawan dalam proses penyembuhan cedera lututnya dan Roman ada cedera di bagian jari kaki kirinya.
Sedangkan Purwaka yang kemarin juga tak ikut latihan, masih berkutat dengan cedera otot perut di bagian bawahnya. ’’Purwaka cedera lama, saya tidak tahu, katanya mau lakukan pengobatan tradisional, lihat nanti kondisinya,’’ terang Miro.
Menurut keterangan Miro, empat pemain yang tinggal di Malang ini akan ditangani oleh Joko Susilo. Kebetulan asisten pelatih yang akrab disap Gethuk ini batal berangkat ke Tarakan untuk ikut menangani tim Arema U-21.
Mantan striker Arema yang sebenarnya diproyeksikan ke Tarakan ini tak jadi berangkat kemarin pagi, lantaran Miro menganggap tak ada gunanya karena tim U-21 yang ikut turnamen itu, tanpa diperkuat satu pun pemain Arema senior.
Roman, Hermawan, Purwaka dan Musafri dijadwalkan mulai latihan Selasa (21/12) pagi, bersamaan rekan-rekannya berangkat ke Padang. Mereka harus berlatih fitness di family club, Araya hingga Kamis (23/12) nanti.
’’Empat pemain yang tidak ikut ke Padang nanti akan latihan sendiri bersama Joko,’’ sebut Miro yang sebelumnya sempat menominasikan dua pemain senior, yaitu Wahyu Gunawan dan Amirudin untuk gabung tim Arema U-21 ke Tarakan.
Namun Gunawan dan Amirudin yang rencananya bersama Hermawan dan Purwaka tak ikut ke Padang, diputuskan tetap berangkat. Gantinya Roman dan Musafri yang harus jaga kondisi di Malang bersama Gethuk.
’’Saya kemarin sudah izin, saya ada acara keluarga, nikah adik ipar saya. Tapi saya juga latihan walaupun saya tidak ikut ujicoba sama latihan pagi, saya tetap latihan sendiri,’’ demikian pembelaan dari Musafri perihal absennya.
’’Acara kemarin (di Lampung) baru selesai jam lima sore, sedangkan pesawat dari Bandar Lampung sudah tidak ada, baru ada tadi pagi,’’ sambung mantan pemain Persija ini tampaknya masih berharap ada peluang untuk tetap ikut berangkat ke Padang.
Sayangnya, panitia laga amal di Padang memutuskan rombongan tim Arema, maksimal 25 orang. Itu pun setelah Arema mengajukan tambahan tiga pemain lagi, dengan konsekuensi berangkat sehari sebelum pertandingan untuk mengurangi biaya akomodasi yang rencana semula harusnya mulai Senin (20/12) hari ini. (bua/avi)

Tak Ada Evaluasi

MALANG-
Sesaat setelah menang 4-0 atas Persid Jember dalam laga ujicoba di stadion Gajayana, Sabtu (18/12) malam, pelatih Arema, Miroslav Janu memilih untuk langsung meninggalkan lapangan, tanpa ada komentar perihal hasil timnya itu.
Pelatih asal Republik Ceko ini rupanya sengaja tak memberi keterangan karena menilai tak ada yang perlu di evaluasi dari pemapilan timnya. Miro mengaku, laga lawan Tim Divisi I itu hanya sekedar ujicoba biasa, dan dianggapnya seperti latihan.
“Ya, lawan Persid tidak usah ada evaluasi, nanti saat ujicoba lawan Semen Padang (22/12) dan saat ujicoba lawan Persijap Jepara  (26/12), kemarin hanya ujicoba biasa, seperti latihan,” ungkap Miro usai latihan kemarin pagi.
Pada ujicoba yang minim penonton itu, empat gol Arema dicetak Leonard Tumpamahu (11’), M Ridhuan (38’), M Fakhrudin (51’) dan Esteban Guillen (72’). Ini adalah kemenangan kedua Arema dalam tiga kali ujicoba di Gajayana.
Dua ujicoba sebelumnya, Arema menang 3-1 atas Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu dan ditahan Persela Lamongan imbang 0-0, Selasa (14/12) lalu. Secara umum, dari ujicoba itu Miro mengakui penyelesaian akhir timnya masih belum maksimal.
Sementara usai lawan Persid, pemain Arema langsung digenjot latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi. Miro membagi pemainnya menjadi tiga kelompok, dengan tiga menu latihan yang berbeda.
Satu kelompok terdiri empat orang, yaitu pemain yang tidak tampil lawan Persid. Terdiri dari Wahyu Gunawan, Ahmad Amirudin, Sunarto dan kiper Aji Saka. Mereka lari di kompleks perumahan dipimpin asisten pelatih Joko Susilo dan Dwi Sasmianto.
 Kelompok kedua dipimpin langsung Miro adalah pemain-pemain yang tampil lawan Persid, namun tidak full 2x45 menit. Mereka adalah Pierre Njanka, Noh Alamshah, Ridhuan, Dendi Santoso, Fakhrudin, Alfarisi dan beberapa pemain lainnya.
Dibanding kelompok kedua ini, kelompok pertama harus lari lebih lama, karena mereka memang tidak tampil. Kelompok ketiga adalah, pemain yang tidak ikut lari, dan hanya latihan fitness di family club, Araya.
Mereka adalah pemain-pemain yang pada pertandingan tersebut tampil penuh 2x45 menit, atau pemain yang tengah mengalami cedera seperti Roman dan Hermawan. Usai latihan tersebut, pemain langsung jacuzzy, renang dan pijat.
Recovery ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi kebugaran pemain. Khususnya jelang laga ujicoba berikutnya menghadapi Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (22/12) lusa. Dan untuk hari ini, Miro memberi jatah libur pada pemainnya. (bua)