Jumat, 24 Desember 2010

Minta Performa Terbaik

PADANG - Tak sekadar laga amal yang berorientasi pada hasil pertandingan saat menjamu Semen Padang, pelatih Arema, Miroslav Janu juga memantau performa masing-masing pemainnya. Ternyata hasilnya, Miro belum begitu puas dengan penampilan seluruh pemainnya.
             Padahal pelatih asal Republik Ceko ini berharap pasukannya bisa menunjukkan performa terbaik mereka untuk gambaran tim inti yang bakal dipersiapkan menghadapi laga derby Malang, Arema lawan Persema di Stadion Kanjuruhan, 4 Januari 2011 nanti.
          "Ya, dari ujicoba kemarin saya mau lihat kerja keras pemain untuk bisa masuk tim inti. Kalau mau masuk tim inti, pemain harus lebih bagus lagi performanya, tidak boleh seperti ini," demikian evaluasi Miro perihal performa timnya yang kurang memuaskan sehingga hanya memetik hasil imbang 0-0.
          Pada dasarnya, Miro mengingatkan pemainnya bahwa untuk bisa masuk dalam tim inti harus bisa main bagus dalam setiap laga ujicoba Arema. Sehingga tidak ada jaminan, pemain yang selama ini masuk tim inti bakal terus masuk dalam starting eleven jika tak mampu menunjukkan performa terbaiknya di laga ujicoba.
          "Mau tim inti, harus main bagus, kemarin hasil imbang itu di laga ujicoba, dan
nanti akan beda lagi untuk pertandingan kompetisi, bisa lebih berat lagi, jadi harus tampil maksimal," yakin Miro yang mengevaluasi dari setiap lini timnya saat menghadapi Semen Padang itu.
          Mulai penjaga gawang, Ahmad Kurniawan, tak bisa tampil full 2x45 menit karena mengeluh mengalami kram dan minta ganti Aji Saka sejak awal babak kedua. Lini belakang pun mendapat sorotan Miro yang juga tak maksimal, khususnya di sektor bek sayap. Apalagi, Alfarisi, bek sayap kanan dan kiri Arema ini juga tak bisa tampil full lantaran juga kram di pertengahan babak kedua.
           Organisasi lini tengah Arema pun tak berjalan maksimal, khususnya di babak kedua, dengan adanya beberapa pergantian pemain. Sementara lini depan, Miro menyayangkan adanya tiga peluang bagus yang harusnya bisa berbuah gol pada babak pertama.
            Untuk ukuran tim Arema yang tak bisa tampil full team dengan sederet pilar tak bisa tampil, karena lima pemain gabung Timnas dan dua pemain asing tak ikut ke Padang, hasil imbang lawan tuan rumah sebenarnya sudah cukup bagus. Namun Miro merasa tidak cukup puas dengan performa pemain pengganti yang sebenarnya berpeluang masuk dalam tim inti.          
         "AK minta ganti karena kram, Alfarisi juga kram, saya tidak tahu ini problem, nanti bisa datang problem lagi. Saya sudah ganti pemain, tapi tidak jalan dengan bagus," ungkap Miro yang coba memaksimalkan pergantian hingga enam pemain.
          Padahal sesuai perjanjian saat tehnical meeting, harusnya hanya bisa ganti lima pemain. Namun dalam kondisi Alfarisi cedera, Miro akhirnya meminta kesepakatan pelatih Semen Padang melalui pengawas pertandingan untuk lakukan pergantian terakhir, atau pergantian yang keenam kalinya.
        "Saya mau ganti semua pemain yang ada, kenapa hanya boleh ganti lima pemain, ini hanya ujicoba, tidak mungkin  kita jauh-jauh datang dari Malang ke Padang, beberapa pemain tidak main dan hanya untuk tidur dan jalan-jalan. Semua harus main, dan saya harus bisa ganti pemain " sebut Miro.
         Sehingga dari 18 pemain Arema yang berangkat ke Padang, hanya Waluyo yang tak bisa main karena cedera. Sedangkan 17 pemain lainnya mendapat kesempatan main, dengan durasi waktu yang berbeda-beda sesuai performa yang ditunjukkan kepada tim pelatih. (bua/lim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar