MALANG-Jika dua kubu PSSI jadi bersatu melalui mediasi AFC sebagai federasi
sepakbola Asia, kompetisi musim depan dipastikan hanya satu. Sehingga
untuk beberapa tim yang kini terpecah menjadi dua, seperti halnya Arema,
mau tidak mau harus kembali bersatu dalam satu kompetisi yang akan
datang. Wacana untuk Arema bersatu pun sempat dilontarkan
manajemen Arema yang berlaga di Kompetisi Indonesian Premier League
(IPL). Hanya saja, keinginan mereka untuk merger dengan Arema yang
berlaga di Indonesia Super League (ISL) untuk sementara ini tampaknya
baru bertepuk sebelah tangan.Kubu Arema IPL pun enggan untuk berkomentar, meski
mereka yang mengawali wacana rekonsiliasi. Bukan kapasitas saya
menanggapi hal tersebut. Tentang merger, itu merupakan bagian
petinggi-petinggi yang ada di Arema,ungkap Media Officer Arema IPL,
Noor Ramadhan saat ditemui Malang Post di Stadion Gajayana, kemarin
sore.
Pria yang juga wartawan ini pun menyarankan untuk menayakan hal merger
tersebut kepada Fanda Susilo. Kebetulan penasehat Arema IPL ini juga
hadir di Stadion Gajayana dalam sesi foto bersema. Silahkan bisa
tanyakan kepada Ibu Fanda untuk mengenai merger dan rekonsiliasi, ucapnya. Sayang, Fanda yang disebut-sebut sebagai perwakilan dari Ancora
(investor tim Arema IPL,red) tersebut juga enggan berkomentar perihal
wacana merger Arema. Waduh, maaf ya, untuk sementara ini saya tidak mau
berkomentar soal merger maupun rekonsiliasi, kata wanita asal Surabaya
ini.Sementara itu, Aremania lebih menunggu perkembangan
yang terjadi dengan tim Arema maupun kondisi sepakbola Indonesia. Mereka
berharap ada solusi terbaik untuk satu Arema kedepan. Meski sebagian
diantara mereka dengan tegas menolak adanya wacana penggabungan Arema
IPL dan Arema ISL.Tidak ada istilah penggabungan atau penyatuan. Semua
tahu, kalau Arema itu sejak zaman dulu hanya satu, dibawah bendera
Arema Indonesia. Yang benar itu Arema IPL membubarkan diri, dan
investornya gabung saja,ungkap Sutikno, Aremania korwil Blitar Raya
perihal kemungkinan merger dua Arema.Pada dasarnya Aremania ingin Arema hanya ada satu,
dan kembali seperti dulu. Meski untuk itu tentunya tidak mudah, karena
dua Arema kini sama-sama memiliki kepengurusan, manajemen dan tim yang
berkompetisi di level tertinggi. Sehingga nada penolakan untuk merger
pun disampaikan manajemen Arema ISL.Itu tergantung kedua belah pihak saja, bagaimana
solusi terbaik agar Arema kembali satu. Kalau aku pribadi ingin Arema
kembali seperti dulu lagi, rakyat Malang prihatin kenapa Arema sampai
jadi begini ini,ungkap Tembel alias Ponidi, Aremania korwil Stasiun
kepada Malang Post.Bahkan saudara Arema (Arek Malang, Red) yang di
perantauan jga turut prihatin melihat kondisi sepakbola Arema ada dua
tim, yang sama-sama pakai nama Arema. Ya, mudah-mudahan ada jalan
keluar, dan yang terpenting suara rakyat Aremania perlu di dengar,
kembalikan Arema satu lagi,sambungnya.Perihal penolakan Arema ISL untuk merger dengan Arema
IPL dan hanya mau menerima pihak Ancora sebagai sponsor, Tembel menilai
itu bisa jadi solusi terbaik. Meski dirinya berada dalam kapasitas
menunggu solusi terbaik drai kedua belah pihak. Ya, syukur kalau itu
solusi terbaik,katanya.Kalau aku sih Arema IPL itu saya anggap tidak ada
karena kompetisinya saja sudah tidak jelas, saya pribadi sangat-sangat
tidak setuju ada merger. Masyarakat bola Malang sudah tahu bahwa Arema
ISL yang dimaui masyarakat Malang Raya, terang Ludy, Aremania korwil
Gunung Kawi.Praktis, tawaran merger tampaknya bukan sebuah
solusi, khususnya bagi Arema ISL dan sebagian besar Aremania. Meski juga
tak menutup kemungkinan, ada upaya penggabungan dengan berbagai syarat.
Dengan lebih dulu Arema ISL membahasnya dengan seluruh Aremania
pendukungnya.Arema itu harusnya Cuma satu, tapi kalaupun digabung
itu perlu proses yang panjang, dari pembagian posisi ditambah manajemen
dan lain-lain, tapi yang terpenting saat ini saya mendukung saya Arema
yang saya dukung (Arema ISL, Red), masalah menjadi satu dengan IPL saya
kembalikan hasil musyawarah antara manajemen ISL dan Aremania,yakin
Hansano, Aremania korwil Plat AE. (bua)
Sabtu, 14 Juli 2012
Suharno Siap Lanjut
MALANG- Bicara soal sukses Arema mengamankan jatah bermain di kompetisi level
tertinggi musim depan, tentu tak lepas dari peran Suharno sebagai
pelatih Singo Edan. Diangkat sebagai head coach Arema saat klub berlogo
kepala singa masih terbenam di zona degradasi, akhirnya Ferry Aman
Saragih dkk finish di peringkat 12 klasemen akhir Indonesia Super League
(ISL) 2011-2012.
Tactician berlisensi A AFC itu mampu memanfaatkan 10 pertandingan
tersisa dengan baik, sehingga tim pujaan Aremania tak sampai turun
kasta. Suharno mengantar skuadra Singo Edan memetik lima kemenangan dan
sekali seri di kandang, dua kali imbang sebagai tim tamu serta dua kali
takluk di kandang lawan. Total 18 poin dihasilkan klub berlogo kepala
singa selama dinakhodai pelatih yang namanya mulai berkibar saat
menukangi Gelora Dewata di era Galatama tersebut.
Namun seiring keberhasilannya memenuhi target yang dibebankan manajemen
begitu resmi memulai tugasnya per 10 Mei lalu, masih belum ada kepastian
apakah Suharno akan tetap menjadi der trainer Arema musim 2012-2013.
Setelah menyerahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, Kamis (12/7)
lalu, praktis tugasnya sebagai head coach telah tuntas.
Seputar masa depan mantan pelatih Persiwa Wamena itu, manajemen
tampaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Meski begitu,
saat disinggung kesiapannya kembali menangani klub berlogo kepala singa,
Suharno mantap menyatakan siap. Setelah saya serahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, artinya
tugas saya sudah selesai. Saya juga sudah memenuhi target untuk
menyelematkan Arema dari degradasi. Soal bagaimana kelanjutan saya di
tim ini, semua bergantung kebijakan manajemen. Tapi kalau memang masih
diberi kepercayaan (sebagai pelatih kepala, Red), saya siap kembali
mengemban tanggung jawab,serunya saat dihubungi Malang Post siang
kemarin.
Terlepas dari kemungkinan masa depannya di Arema, sebagai warga Malang,
pelatih yang berdomisili di Sengkaling Regency itu merasa tersanjung
diberi amanat mengarsiteki tim kebanggaan Kera Ngalam sekalipun tak
sampai separo masa kompetisi.Terima kasih kepada semua yang telah mensupport tim ini. Bagaimanapun,
sukses Arema bisa bertahan bukan hanya semata karena peran saya. Masih
ada empat asisten saya, mulai dari Joko Susilo, Dwi Sasmianto, Kuncoro
dan Khoiful Ajid. Juga kepada pengurus dan tentunya Aremania,papar
Suharno yang saat dihubungi kemarin mengaku sedang berada di tanah
kelahirannya, Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai kilas balik saja, Suharno resmi diumumkan sebagai head coach
Singo Edan dalam konferensi pers di Kantor Arema, Jalan Kertangera,
tanggal 10 Mei lalu. Kala itu, skuadra Singo Edan baru saja menuntaskan
tur away Pekanbaru dan Solo yang sama-sama berakhir kekalahan.
Tak ingin tim terus terpuruk, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas
dengan mengangkat Suharno sebagai pelatih kepala dan mengembalikan Joko
Gethuk Susilo sebagai asisten pelatih.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, mantan pelatih PSS Sleman itu masih
berkonsentrasi menyiapkan timnas senior Indonesia yang menjalani
pemusatan latihan di Yogyakarta. Merasa terpanggil menyelamatkan Arema
dari ancaman degradasi, Suharno lantas mengiyakan tawaran manajemen
Singo Edan.
Hanya selang beberapa jam setelah resmi menjabat head coach, tanggal 10
Mei malam, pelatih yang mengawali kariernya sebagai pemain di klub
Perkesa 78 itu langsung memimpin latihan Seme Patrick dkk yang bersiap
menghadapi Persisam Samarinda pada tanggal 12 Mei. Debut Suharno
berjalan mulus seiring kemenangan 1-0 Singo Edan atas Persisam.
(tom/bua)
tertinggi musim depan, tentu tak lepas dari peran Suharno sebagai
pelatih Singo Edan. Diangkat sebagai head coach Arema saat klub berlogo
kepala singa masih terbenam di zona degradasi, akhirnya Ferry Aman
Saragih dkk finish di peringkat 12 klasemen akhir Indonesia Super League
(ISL) 2011-2012.
Tactician berlisensi A AFC itu mampu memanfaatkan 10 pertandingan
tersisa dengan baik, sehingga tim pujaan Aremania tak sampai turun
kasta. Suharno mengantar skuadra Singo Edan memetik lima kemenangan dan
sekali seri di kandang, dua kali imbang sebagai tim tamu serta dua kali
takluk di kandang lawan. Total 18 poin dihasilkan klub berlogo kepala
singa selama dinakhodai pelatih yang namanya mulai berkibar saat
menukangi Gelora Dewata di era Galatama tersebut.
Namun seiring keberhasilannya memenuhi target yang dibebankan manajemen
begitu resmi memulai tugasnya per 10 Mei lalu, masih belum ada kepastian
apakah Suharno akan tetap menjadi der trainer Arema musim 2012-2013.
Setelah menyerahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, Kamis (12/7)
lalu, praktis tugasnya sebagai head coach telah tuntas.
Seputar masa depan mantan pelatih Persiwa Wamena itu, manajemen
tampaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Meski begitu,
saat disinggung kesiapannya kembali menangani klub berlogo kepala singa,
Suharno mantap menyatakan siap. Setelah saya serahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, artinya
tugas saya sudah selesai. Saya juga sudah memenuhi target untuk
menyelematkan Arema dari degradasi. Soal bagaimana kelanjutan saya di
tim ini, semua bergantung kebijakan manajemen. Tapi kalau memang masih
diberi kepercayaan (sebagai pelatih kepala, Red), saya siap kembali
mengemban tanggung jawab,serunya saat dihubungi Malang Post siang
kemarin.
Terlepas dari kemungkinan masa depannya di Arema, sebagai warga Malang,
pelatih yang berdomisili di Sengkaling Regency itu merasa tersanjung
diberi amanat mengarsiteki tim kebanggaan Kera Ngalam sekalipun tak
sampai separo masa kompetisi.Terima kasih kepada semua yang telah mensupport tim ini. Bagaimanapun,
sukses Arema bisa bertahan bukan hanya semata karena peran saya. Masih
ada empat asisten saya, mulai dari Joko Susilo, Dwi Sasmianto, Kuncoro
dan Khoiful Ajid. Juga kepada pengurus dan tentunya Aremania,papar
Suharno yang saat dihubungi kemarin mengaku sedang berada di tanah
kelahirannya, Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai kilas balik saja, Suharno resmi diumumkan sebagai head coach
Singo Edan dalam konferensi pers di Kantor Arema, Jalan Kertangera,
tanggal 10 Mei lalu. Kala itu, skuadra Singo Edan baru saja menuntaskan
tur away Pekanbaru dan Solo yang sama-sama berakhir kekalahan.
Tak ingin tim terus terpuruk, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas
dengan mengangkat Suharno sebagai pelatih kepala dan mengembalikan Joko
Gethuk Susilo sebagai asisten pelatih.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, mantan pelatih PSS Sleman itu masih
berkonsentrasi menyiapkan timnas senior Indonesia yang menjalani
pemusatan latihan di Yogyakarta. Merasa terpanggil menyelamatkan Arema
dari ancaman degradasi, Suharno lantas mengiyakan tawaran manajemen
Singo Edan.
Hanya selang beberapa jam setelah resmi menjabat head coach, tanggal 10
Mei malam, pelatih yang mengawali kariernya sebagai pemain di klub
Perkesa 78 itu langsung memimpin latihan Seme Patrick dkk yang bersiap
menghadapi Persisam Samarinda pada tanggal 12 Mei. Debut Suharno
berjalan mulus seiring kemenangan 1-0 Singo Edan atas Persisam.
(tom/bua)
Jumat, 13 Juli 2012
Tugas Suharno Selesai, Serahkan Rapor Pemain
MALANG- Pasca tim menuntaskan lawatan ke kandang Persela Lamongan yang
sekaligus partai terakhir di pentas Indonesia Super League (ISL) musim
ini, siang kemarin manajemen Arema langsung mengadakan pertemuan dengan
awak skuad Singo Edan. Meeting yang digelar mulai pukul 12.00 WIB di Mes
Wisma Unmer, Jalan Welirang tersebut diikuti tim pelatih, pemain dan
supporting staff.
Dari pihak manajemen hadir langsung direktur utama klub, Ruddy Widodo,
didampingi direktur bisnis, Fuad Ardiansyah, legal officer Eko Hendro
Prasetyo dan manajer media officer, Sudarmaji. Penyerahan rapor evaluasi
dari tim pelatih kepada manajemen menjadi agenda utama dalam pertemuan
yang berlangsung tertutup tersebut. Laporan evaluasi diserahkan langsung head coach Arema, Suharno yang
siang kemarin didampingi para asistennya, mulai dari Joko Susilo,
Kuncoro dan Dwi Sasmianto. Hari ini (kemarin, Red) kami serahkan
berkas-berkas rapor pemain kepada manajemen. Artinya, tugas tim pelatih
sudah selesai untuk kompetisi musim ini. Selanjutnya semua keputusan
bergantung manajemeterang Suharno kepada Malang Post.
Meski sudah menyerahkan berkas penilaian, rencananya antara manajemen
dengan tim pelatih masih akan merapatkan barisan lagi Senin (16/7)
depan. Pertemuan tersebut dirancang sebagai kelanjutan pembahasan rapor
yang tentunya sudah dipelajari oleh manajemen. Nanti akan ada agenda
lanjutan antara manajemen dengan tim pelatih hari Senin lanjut manajer
media officer Arema, Sudarmaji.<br>
Pada pertemuan berdurasi tak lebih dari 60 menit siang kemarin,
manajemen juga menyampaikan sejumlah hal terkait kebijakan klub kepada
para pemain. Utamanya soal kelanjutan nasib Firmansyah Apriliyanto dkk
saat kompetisi telah rampung. Pasalnya, kontrak pemain rata-rata masih
tersisa beberapa bulan.
Diantaranya berakhir bulan Agustus, namun ada pula yang terikat kontrak
sampai bulan Desember. Kabarnya urusan gaji yang tersisa akan dilunasi
tiap bulan sampai masa kontrak tuntas. Ada beberapa pemain yang
kontraknya berakhir Juli. Namun rata-rata sampai Agustus dan ada
sebagian sampai Desember, ungkap Dirut Arema, Ruddy Widodo. Kami jelaskan kepada pemain bahwa manajemen akan tetap memenuhi
komitmen dan kewajiban sesuai kontrak meski sudah tidak ada lagi latihan
dan kompetisi. Selama masih terikat kontrak dengan Arema, artinya opsi
penuh masih di Arema dan mereka belum bisa melakukan negosiasi dengan
klub lain kecuali sudah dilepas. Itu pun harus sesuai mekanisme yang
berlaku,sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga menyampaikan terima kasih
kepada para pemain atas kerja kerasnya sepanjang musim ini. “Kami
ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas kerjasamanya selama ini.
Mulai dari mereka yang sudah berjuang sejak putaran pertama, maupun
yang baru gabung di putaran kedua,sebut Ruddy.
Perjuangan tim kebanggaan Aremania ini dimulai dengan persiapan yang
sangat mepet pada putaran pertama lalu, berdampak tim terseok-seok di
papan bawah. Namun dengan segala daya dan upaya, akhirnya Arema berhasil
lolos dari degradasi dan finish di posisi 12. Sekaligus dari hasil ini
memastikan Singo Edan masih bertahan di ISL musim depan. (tom/bua)
sekaligus partai terakhir di pentas Indonesia Super League (ISL) musim
ini, siang kemarin manajemen Arema langsung mengadakan pertemuan dengan
awak skuad Singo Edan. Meeting yang digelar mulai pukul 12.00 WIB di Mes
Wisma Unmer, Jalan Welirang tersebut diikuti tim pelatih, pemain dan
supporting staff.
Dari pihak manajemen hadir langsung direktur utama klub, Ruddy Widodo,
didampingi direktur bisnis, Fuad Ardiansyah, legal officer Eko Hendro
Prasetyo dan manajer media officer, Sudarmaji. Penyerahan rapor evaluasi
dari tim pelatih kepada manajemen menjadi agenda utama dalam pertemuan
yang berlangsung tertutup tersebut. Laporan evaluasi diserahkan langsung head coach Arema, Suharno yang
siang kemarin didampingi para asistennya, mulai dari Joko Susilo,
Kuncoro dan Dwi Sasmianto. Hari ini (kemarin, Red) kami serahkan
berkas-berkas rapor pemain kepada manajemen. Artinya, tugas tim pelatih
sudah selesai untuk kompetisi musim ini. Selanjutnya semua keputusan
bergantung manajemeterang Suharno kepada Malang Post.
Meski sudah menyerahkan berkas penilaian, rencananya antara manajemen
dengan tim pelatih masih akan merapatkan barisan lagi Senin (16/7)
depan. Pertemuan tersebut dirancang sebagai kelanjutan pembahasan rapor
yang tentunya sudah dipelajari oleh manajemen. Nanti akan ada agenda
lanjutan antara manajemen dengan tim pelatih hari Senin lanjut manajer
media officer Arema, Sudarmaji.<br>
Pada pertemuan berdurasi tak lebih dari 60 menit siang kemarin,
manajemen juga menyampaikan sejumlah hal terkait kebijakan klub kepada
para pemain. Utamanya soal kelanjutan nasib Firmansyah Apriliyanto dkk
saat kompetisi telah rampung. Pasalnya, kontrak pemain rata-rata masih
tersisa beberapa bulan.
Diantaranya berakhir bulan Agustus, namun ada pula yang terikat kontrak
sampai bulan Desember. Kabarnya urusan gaji yang tersisa akan dilunasi
tiap bulan sampai masa kontrak tuntas. Ada beberapa pemain yang
kontraknya berakhir Juli. Namun rata-rata sampai Agustus dan ada
sebagian sampai Desember, ungkap Dirut Arema, Ruddy Widodo. Kami jelaskan kepada pemain bahwa manajemen akan tetap memenuhi
komitmen dan kewajiban sesuai kontrak meski sudah tidak ada lagi latihan
dan kompetisi. Selama masih terikat kontrak dengan Arema, artinya opsi
penuh masih di Arema dan mereka belum bisa melakukan negosiasi dengan
klub lain kecuali sudah dilepas. Itu pun harus sesuai mekanisme yang
berlaku,sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga menyampaikan terima kasih
kepada para pemain atas kerja kerasnya sepanjang musim ini. “Kami
ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas kerjasamanya selama ini.
Mulai dari mereka yang sudah berjuang sejak putaran pertama, maupun
yang baru gabung di putaran kedua,sebut Ruddy.
Perjuangan tim kebanggaan Aremania ini dimulai dengan persiapan yang
sangat mepet pada putaran pertama lalu, berdampak tim terseok-seok di
papan bawah. Namun dengan segala daya dan upaya, akhirnya Arema berhasil
lolos dari degradasi dan finish di posisi 12. Sekaligus dari hasil ini
memastikan Singo Edan masih bertahan di ISL musim depan. (tom/bua)
Rabu, 11 Juli 2012
Coba Skema Berbeda
LAMONGAN- Absennya Munhar tampaknya sungguh menjadi pukulan telak bagi
skuadra Singo Edan. Sampai-sampai, tim pelatih Arema harus mengubah
pakem formasi andalannya selama ini demi menyiasati kehilangan palang
pintu asal Sidoarjo tersebut. Klub berlogo kepala singa diyakini bakal
memainkan pola berbeda saat meladeni tuan rumah Persela Lamongan dalam
pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya
sore ini. Dalam simulasi game saat latihan pagi kemarin, tampak tiga stopper
dimainkan sekaligus. Rekan duet Munhar, Seme Pierre Patrick kali ini
dipasangkan dengan Johan Ibo dan Steven Hesketh. Kolaborasi tiga bek
sejajar ini belum pernah dicoba Singo Edan, karena umumnya mengandalkan
dua stopper saja dengan ditopang dua bek sayap untuk melengkapi kuartet
lini belakang. Sebelumnya, head coach Arema, Suharno memang sudah mengutarakan niatnya
mengaplikasikan strategi berbeda untuk meredam Laskar Joko Tingkir
(julukan Persela). Diantaranya adalah formasi 3-6-1. "Dengan formasi
tersebut, kita masih punya tiga orang free di belakang. Artinya kita
akan memperkuat lini tengah untuk memenangkan permainan," beber pelatih
berlisensi A AFC itu.
Dengan strategi ini, artinya dua bek sayap yang biasa beroperasi di lini
belakang akan bergerak lebih maju layaknya gelandang. Namun mereka tak
hanya dituntut efektif menggalang serangan, namun juga aktif membantu
pertahanan. Ada kalanya formasi ini nanti bisa ditransformasikan menjadi
5-3-2, 3-5-2 hingga 3-4-3. "Sebetulnya formasi ini fleksibel. Saat
menyerang maupun bertahan kita bisa siasati cepat perubahannya. Hanya
saja kali ini ada tiga stopper murni di belakang," imbuh asisten pelatih
Joko 'Gethuk' Susilo. Mereka yang berperan sebagai bek sayap adalah Khusnul Yuli dan Johan
Ahmad Farisi atau lebih akrab dipanggil Alfarizie. Sedangkan stabilitas
lini tengah akan dipercayakan pada duet gelandang muda, Hendro Siswanto
dan Ferry Aman Saragih. Dengan strategi lebih memperkuat pertahanan,
bisa jadi Hendro dan Ferry bakal lebih dioptimalkan sebagai gelandang
jangkar. Untuk urusan menopang daya dobrak, Alain N'Kong dan Muhammad Ridhuan
tampaknya bakal berperan ekstra selain sebagai penunjang ujung tombak,
juga mengatur tempo serangan dari second line. Dua legiun impor Singo
Edan ini selain dikenal piawai melakukan tusukan dari lini kedua, juga
aktif menyisir dari sektor sayap. Sedangkan Herman Dzumafo akan tetap menjadi gacoan untuk mengobrak-abrik
jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir. Bomber asal Kamerun yang telah
mengoleksi enam gol untuk Singo Edan itu akan dipasang sebagai target
man, berbeda dari beberapa laga sebelumnya dimana el capitano Arema itu
bermain lebih sebagai penyerang bayangan di belakang striker murni macam
Sunarto. (tom/bua)
skuadra Singo Edan. Sampai-sampai, tim pelatih Arema harus mengubah
pakem formasi andalannya selama ini demi menyiasati kehilangan palang
pintu asal Sidoarjo tersebut. Klub berlogo kepala singa diyakini bakal
memainkan pola berbeda saat meladeni tuan rumah Persela Lamongan dalam
pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya
sore ini. Dalam simulasi game saat latihan pagi kemarin, tampak tiga stopper
dimainkan sekaligus. Rekan duet Munhar, Seme Pierre Patrick kali ini
dipasangkan dengan Johan Ibo dan Steven Hesketh. Kolaborasi tiga bek
sejajar ini belum pernah dicoba Singo Edan, karena umumnya mengandalkan
dua stopper saja dengan ditopang dua bek sayap untuk melengkapi kuartet
lini belakang. Sebelumnya, head coach Arema, Suharno memang sudah mengutarakan niatnya
mengaplikasikan strategi berbeda untuk meredam Laskar Joko Tingkir
(julukan Persela). Diantaranya adalah formasi 3-6-1. "Dengan formasi
tersebut, kita masih punya tiga orang free di belakang. Artinya kita
akan memperkuat lini tengah untuk memenangkan permainan," beber pelatih
berlisensi A AFC itu.
Dengan strategi ini, artinya dua bek sayap yang biasa beroperasi di lini
belakang akan bergerak lebih maju layaknya gelandang. Namun mereka tak
hanya dituntut efektif menggalang serangan, namun juga aktif membantu
pertahanan. Ada kalanya formasi ini nanti bisa ditransformasikan menjadi
5-3-2, 3-5-2 hingga 3-4-3. "Sebetulnya formasi ini fleksibel. Saat
menyerang maupun bertahan kita bisa siasati cepat perubahannya. Hanya
saja kali ini ada tiga stopper murni di belakang," imbuh asisten pelatih
Joko 'Gethuk' Susilo. Mereka yang berperan sebagai bek sayap adalah Khusnul Yuli dan Johan
Ahmad Farisi atau lebih akrab dipanggil Alfarizie. Sedangkan stabilitas
lini tengah akan dipercayakan pada duet gelandang muda, Hendro Siswanto
dan Ferry Aman Saragih. Dengan strategi lebih memperkuat pertahanan,
bisa jadi Hendro dan Ferry bakal lebih dioptimalkan sebagai gelandang
jangkar. Untuk urusan menopang daya dobrak, Alain N'Kong dan Muhammad Ridhuan
tampaknya bakal berperan ekstra selain sebagai penunjang ujung tombak,
juga mengatur tempo serangan dari second line. Dua legiun impor Singo
Edan ini selain dikenal piawai melakukan tusukan dari lini kedua, juga
aktif menyisir dari sektor sayap. Sedangkan Herman Dzumafo akan tetap menjadi gacoan untuk mengobrak-abrik
jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir. Bomber asal Kamerun yang telah
mengoleksi enam gol untuk Singo Edan itu akan dipasang sebagai target
man, berbeda dari beberapa laga sebelumnya dimana el capitano Arema itu
bermain lebih sebagai penyerang bayangan di belakang striker murni macam
Sunarto. (tom/bua)
Paham Karakter Miro
LAMONGAN-Lama bekerja sama dengan Miroslav Janu, membuat Joko 'Gethuk' Susilo
cukup mengenal karakter head coach Persela Lamongan asal Ceko itu.
Termasuk untuk urusan strategi di lapangan. Maklum saja, sejak kali
pertama Miro menjadi pelatih Singo Edan tahun 2007 silam, Gethuk sudah
menjadi asistennya. Termasuk saat Miro kembali mengarsiteki Arema musim
lalu. Pemahaman itulah yang sangat berguna bagi skuadra Singo Edan untuk
meredam Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) sore ini. Gethuk sebagai
asisten pelatih Arema tentunya sudah menjabarkan segala hal yang
diperlukan untuk melemahkan strategi andalan Miro. Sebaliknya pelatih
asal Eropa Timur itu tentu masih sulit memprediksi strategi tim tamu
karena saat ini Arema ditukangi Suharno. Kepada Malang Post, Gethuk memaparkan beberapa karakteristik Miro dalam
meramu skuad besutannya. Satu yang paling menonjol dari sosok der
trainer kelahiran 8 November 1959 itu adalah semangat pantang mundurnya.
Sesulit apapun kondisi internal yang mengganggu persiapan tim, Miro
tetap akan fokus penuh ke pertandingan yang harus dihadapi. Seperti misalnya aksi mogok latihan yang dilakukan para pemain Persela
beberapa waktu lalu lantaran keterlambatan gaji tetap tak akan
mempengaruhi konsentrasi entrenador berusia 53 tahun tersebut jelang
derby Jatim di Stadion Surajaya sore nanti. "Saya melihat Miro adalah
pelatih yang tidak peduli dengan keadaan klub. Entah sedang kondusif
atau tidak. Yang penting bagi dia, setiap pertandingan harus fight,"
beber Gethuk kemarin. Soal skema permainan, pola yang paling familiar dijadikan pakem oleh
mantan asisten pelatih Slavia Prague itu adalah formasi klasik 4-4-2.
"Dia selalu mengandalkan 4-4-2 murni. Jadi serangan mengandalkan bek
sayap dan winger. Kecepatan dari sektor sayap lapangan akan benar-benar
dioptimalkan," urai Gethuk. Untuk menangkal efektifitas permainan 4-4-2 ala Miro, pelatih asal Cepu
itu menilai ada strategi ampuh yang bisa dilakukan Seme Patrick dkk.
Yang paling utama tentu saja tampil disiplin sepanjang 2 x 45 menit.
"Untuk meredamnya kita harus disiplin menjaga sektor sayap dan
standar-standar situasi. Semua lini harus disiplin dan jangan kalah saat
situasi satu lawan satu," tandas tactician berusia 41 tahun tersebut.
Sebagai tim tamu, Arema harus benar-benar rapat membangun benteng
pertahanan karena pasttinya Miro akan menginstruksikan anak asuhnya
untuk tampil ofensif. "Sebagai tuan rumah, mereka pasti akan bermain
menyerang. Kita sebagai tim tamu baiknya meladeni permainan tersebut
tidak total defensif, namun harus lebih rapat dalam organisasi
pertahanan," imbuh Gethuk. Satu hal lagi, pelatih berlisensi A Nasional itu juga menyerukan kepada
Johan Ibo dkk untuk mewaspadai setiap set piece lawan. Hal ini bisa
disiasati dengan meminimalisir pelanggaran di area pertahanan sendiri.
"Bola-bola mati Persela akan sangat berbahaya. Miro adalah salah satu
pelatih yang selalu menekankan latihan set piece untuk timnya," pungkas
Gethuk kepada Malang Post. (tom/bua)
cukup mengenal karakter head coach Persela Lamongan asal Ceko itu.
Termasuk untuk urusan strategi di lapangan. Maklum saja, sejak kali
pertama Miro menjadi pelatih Singo Edan tahun 2007 silam, Gethuk sudah
menjadi asistennya. Termasuk saat Miro kembali mengarsiteki Arema musim
lalu. Pemahaman itulah yang sangat berguna bagi skuadra Singo Edan untuk
meredam Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) sore ini. Gethuk sebagai
asisten pelatih Arema tentunya sudah menjabarkan segala hal yang
diperlukan untuk melemahkan strategi andalan Miro. Sebaliknya pelatih
asal Eropa Timur itu tentu masih sulit memprediksi strategi tim tamu
karena saat ini Arema ditukangi Suharno. Kepada Malang Post, Gethuk memaparkan beberapa karakteristik Miro dalam
meramu skuad besutannya. Satu yang paling menonjol dari sosok der
trainer kelahiran 8 November 1959 itu adalah semangat pantang mundurnya.
Sesulit apapun kondisi internal yang mengganggu persiapan tim, Miro
tetap akan fokus penuh ke pertandingan yang harus dihadapi. Seperti misalnya aksi mogok latihan yang dilakukan para pemain Persela
beberapa waktu lalu lantaran keterlambatan gaji tetap tak akan
mempengaruhi konsentrasi entrenador berusia 53 tahun tersebut jelang
derby Jatim di Stadion Surajaya sore nanti. "Saya melihat Miro adalah
pelatih yang tidak peduli dengan keadaan klub. Entah sedang kondusif
atau tidak. Yang penting bagi dia, setiap pertandingan harus fight,"
beber Gethuk kemarin. Soal skema permainan, pola yang paling familiar dijadikan pakem oleh
mantan asisten pelatih Slavia Prague itu adalah formasi klasik 4-4-2.
"Dia selalu mengandalkan 4-4-2 murni. Jadi serangan mengandalkan bek
sayap dan winger. Kecepatan dari sektor sayap lapangan akan benar-benar
dioptimalkan," urai Gethuk. Untuk menangkal efektifitas permainan 4-4-2 ala Miro, pelatih asal Cepu
itu menilai ada strategi ampuh yang bisa dilakukan Seme Patrick dkk.
Yang paling utama tentu saja tampil disiplin sepanjang 2 x 45 menit.
"Untuk meredamnya kita harus disiplin menjaga sektor sayap dan
standar-standar situasi. Semua lini harus disiplin dan jangan kalah saat
situasi satu lawan satu," tandas tactician berusia 41 tahun tersebut.
Sebagai tim tamu, Arema harus benar-benar rapat membangun benteng
pertahanan karena pasttinya Miro akan menginstruksikan anak asuhnya
untuk tampil ofensif. "Sebagai tuan rumah, mereka pasti akan bermain
menyerang. Kita sebagai tim tamu baiknya meladeni permainan tersebut
tidak total defensif, namun harus lebih rapat dalam organisasi
pertahanan," imbuh Gethuk. Satu hal lagi, pelatih berlisensi A Nasional itu juga menyerukan kepada
Johan Ibo dkk untuk mewaspadai setiap set piece lawan. Hal ini bisa
disiasati dengan meminimalisir pelanggaran di area pertahanan sendiri.
"Bola-bola mati Persela akan sangat berbahaya. Miro adalah salah satu
pelatih yang selalu menekankan latihan set piece untuk timnya," pungkas
Gethuk kepada Malang Post. (tom/bua)
Selasa, 10 Juli 2012
Tak Peduli Masalah Persela
MALANG-Jelang derby Jatim di Stadion Surajaya, Rabu (11/7) besok, tuan rumah
Persela Lamongan justru banyak direcoki permasalahan gaji yang tak
kunjung dibayarkan. Akibatnya, bukannya mematangkan persiapan untuk
menjinakkan Singo Edan, Gustavo Lopes dkk malah mogok latihan. Sejak
pekan lalu, para penggawa Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) menolak
kewajiban latihan selama hak mereka belum dibayarkan.<br>
Pertemuan dengan pihak manajemen yang diwakili Manajer Deby Kurniawan
dan Bendahara Munif Syarif yang dihadiri serta oleh pelatih Miroslav
Janu dengan dua asistennya, Didik Ludiyanto dan Assegaf, Sabtu (7/7)
lalu bahkan dianggap tidak menghasilkan apa-apa. Muncul rumor pemain
Persela akan menolak bertanding bila problem gaji ini tak juga beres
hingga hari-H pertandingan.
Namun desas-desus tersebut ditanggapi dingin oleh kubu Singo Edan. Head
coach Arema, Suharno secara tegas menyatakan problem di kubu lawan tidak
akan mempengaruhi persiapan timnya yang bertekad menjegal Laskar Joko
Tingkir di kandangnya. Menurut pelatih yang rela meninggalkan jabatan di
timnas senior Indonesia demi menyelamatkan Singo Edan dari jerat
degradasi itu, hal yang harus dipikirkan timnya adalah mematangkan
persiapan sebaik mungkin.
Urusan jadi bertanding atau tidak, dianggapnya urusan saat sudah berada
di lapangan. "Saya tidak mau mengomentari soal hal itu (Persela mogok
latihan, Red). Yang kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan tim
sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan demi meraih hasil terbaik
di kandang Persela," seru Suharno usai memimpin latihan timnya di
Stadion Gajayana pagi kemarin.
Suharno menimpali, tentu akan sangat riskan bila Arema terlalu berharap
ketidaksiapan lawan menghadapi derby Jatim besok. Pasalnya, bagaimanapun
Persela adalah tim yang sangat mumpuni dari segi kualitas pemain.
"Mereka secara tim sudah jadi. Saat di lapangan, para pemainnya sudah
saling memahami. Untuk kualitas teknik juga tidak bisa diremehkan.
Karena itulah kita harus tetap waspada walaupun mereka bilang tidak
latihan," lanjut entrenador berlisensi A AFC tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemain Persela melakukan aksi mogok
latihan karena terbentur keterlambatan gaji. Ada yang mengatakan
keterlambatan hingga tiga bulan, namun ada yang menyebut hanya dua
bulan. Rinciannya, gaji untuk bulan April yang dibayarkan bulan Mei dan
gaji bulan Mei yang dibayarkan bulan Juni. Untuk bulan Juni, seharusnya
dibayarkan Juli ini. Tapi belum bisa dikatakan terlambat karena
pembayarannya setiap tanggal 15.
Persela sendiri saat ini bertengger di peringkat empat klasemen
sementara ISL 2011-2012 dan hanya menyisakan satu pertandingan
pamungkas. Andai akhirnya tumbang dari Arema, posisi mereka terancam
melorot karena disalip Persija Jakarta maupun Pelita Jaya FC Karawang.
Namun bila mampu menundukkan Singo Edan, Laskar Joko Tingkir tetap todak
bisa naik ke peringkat tiga karena terpaut enam poin dari Persiwa
Wamena yang sudah mengkapling podium ketiga akhir musim. (tom/bua)
Persela Lamongan justru banyak direcoki permasalahan gaji yang tak
kunjung dibayarkan. Akibatnya, bukannya mematangkan persiapan untuk
menjinakkan Singo Edan, Gustavo Lopes dkk malah mogok latihan. Sejak
pekan lalu, para penggawa Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) menolak
kewajiban latihan selama hak mereka belum dibayarkan.<br>
Pertemuan dengan pihak manajemen yang diwakili Manajer Deby Kurniawan
dan Bendahara Munif Syarif yang dihadiri serta oleh pelatih Miroslav
Janu dengan dua asistennya, Didik Ludiyanto dan Assegaf, Sabtu (7/7)
lalu bahkan dianggap tidak menghasilkan apa-apa. Muncul rumor pemain
Persela akan menolak bertanding bila problem gaji ini tak juga beres
hingga hari-H pertandingan.
Namun desas-desus tersebut ditanggapi dingin oleh kubu Singo Edan. Head
coach Arema, Suharno secara tegas menyatakan problem di kubu lawan tidak
akan mempengaruhi persiapan timnya yang bertekad menjegal Laskar Joko
Tingkir di kandangnya. Menurut pelatih yang rela meninggalkan jabatan di
timnas senior Indonesia demi menyelamatkan Singo Edan dari jerat
degradasi itu, hal yang harus dipikirkan timnya adalah mematangkan
persiapan sebaik mungkin.
Urusan jadi bertanding atau tidak, dianggapnya urusan saat sudah berada
di lapangan. "Saya tidak mau mengomentari soal hal itu (Persela mogok
latihan, Red). Yang kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan tim
sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan demi meraih hasil terbaik
di kandang Persela," seru Suharno usai memimpin latihan timnya di
Stadion Gajayana pagi kemarin.
Suharno menimpali, tentu akan sangat riskan bila Arema terlalu berharap
ketidaksiapan lawan menghadapi derby Jatim besok. Pasalnya, bagaimanapun
Persela adalah tim yang sangat mumpuni dari segi kualitas pemain.
"Mereka secara tim sudah jadi. Saat di lapangan, para pemainnya sudah
saling memahami. Untuk kualitas teknik juga tidak bisa diremehkan.
Karena itulah kita harus tetap waspada walaupun mereka bilang tidak
latihan," lanjut entrenador berlisensi A AFC tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemain Persela melakukan aksi mogok
latihan karena terbentur keterlambatan gaji. Ada yang mengatakan
keterlambatan hingga tiga bulan, namun ada yang menyebut hanya dua
bulan. Rinciannya, gaji untuk bulan April yang dibayarkan bulan Mei dan
gaji bulan Mei yang dibayarkan bulan Juni. Untuk bulan Juni, seharusnya
dibayarkan Juli ini. Tapi belum bisa dikatakan terlambat karena
pembayarannya setiap tanggal 15.
Persela sendiri saat ini bertengger di peringkat empat klasemen
sementara ISL 2011-2012 dan hanya menyisakan satu pertandingan
pamungkas. Andai akhirnya tumbang dari Arema, posisi mereka terancam
melorot karena disalip Persija Jakarta maupun Pelita Jaya FC Karawang.
Namun bila mampu menundukkan Singo Edan, Laskar Joko Tingkir tetap todak
bisa naik ke peringkat tiga karena terpaut enam poin dari Persiwa
Wamena yang sudah mengkapling podium ketiga akhir musim. (tom/bua)
Senin, 09 Juli 2012
Motivasi Tingggi Akhir Kompetisi
Layaknya sebuah proses seleksi yang cukup panjang selama satu musim kompetisi,
maka laga Arema menghadapi Persela Lamongan menjadi kunci penutupnya.
Terutama untuk pemain-pemain Arema yang bakal melakoni laga pamungkasnya
di luar kandang, bakal tampil dengan motivasi tinggi.Menyusul di laga terakhir kompetisi Indonesia Super
League (ISL) 2011/2012 ini, boleh jadi kesempatan terakhir Seme
Patrick dkk menunjukkan kepada manajemen bisa dipertahankan untuk musim
depan. Sehingga pemain dituntut tampil lebih maksimal, di Stadion
Surajaya, Lamongan, Rabu (11/7) lusa.Tidak hanya kepada manajemen Arema, penampilan
gemilang pemain tentunya juga sebagai nilai tawar pada klub-klub yang
lain, musim depan. “Saya harap pemain tampil dengan motivasi tinggi di
Lamongan, meski sebenarnya tak hanya pada pertandingan terakhir saja,
seharusnya disetiap pertandingan para pemain tampil maksimal,” ungkap
pelatih Arema, Suharno. Masing-masing pemain memiliki kesempatan untuk unjuk
kebolehan, namun Suharno menekankan kerjasama tim harus tetap
diprioritaskan Dendi Santoso dkk. Meski pada akhirnya nasib
masing-masing pemain ditentukan sendiri, Suharno berharap pasukannya
raih kemenangan dengan sebuah kekompakan.
“Bolehlah para pemain menunjukan skill individu mereka, tapi ingat ini
kerjasama tim dan jangan egois,” harap pelatih yang mematok target
maksimal di kandang Persela ini. Lantaran Suharno ingin membuktikan, tim
asuhannya benar-benar bebas dari jeratan degradasi tanpa bergantung
hasil tim lain.Pemain Arema pun bertekad akan kembali tampil maksimal saat dijamu
Laskar Joko Tingkir (julukan Persela). Baik itu pemain yang langganan
starter maupun pemain yang selama ini cadangan, bertekad ingin
menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Stadion Surajaya, Lamongan.
“Lawan Persela, saya harus bermain maksimal bila dipercaya turun oleh
coach Suharno,” ujar Catur Pamungkas, gelandang Arema. “Ini bukan karena
semata-mata kompetisi akan berakhir, saya akan tampil maksimal. Tapi
saya ingin menyuguhkan penampilan terbaik saya, di pertandingan terakhir
musim ini,” lanjutnya.
Senada dengan mantan pemain Persekam Metro FC tersebut, Sunarto juga
akan menampilkan permainan terbaiknya di kandang Persela. Seperti di
laga yang sudah-sudah, mantan pemain Akademi Arema ini siap tampil
maksimal.“Setiap pertandingan saya tetap berusaha untuk tampil
maksimal, bukan cuma saat laga tertentu saja,” katanya.
Begitu juga dengan Charis Yulianto mengaku akan tampil maksimal. Mantan
pemain Persela ini kemungkinan diproyeksikan oleh Suharno untuk
mengganti posisi Munhar yang absent karena akumulasu kartu kuning. “
Bila dipercaya turun lawan Persela, tentunya saya berusaha tampil tak
mengecewakan,” ucapnya.
maka laga Arema menghadapi Persela Lamongan menjadi kunci penutupnya.
Terutama untuk pemain-pemain Arema yang bakal melakoni laga pamungkasnya
di luar kandang, bakal tampil dengan motivasi tinggi.Menyusul di laga terakhir kompetisi Indonesia Super
League (ISL) 2011/2012 ini, boleh jadi kesempatan terakhir Seme
Patrick dkk menunjukkan kepada manajemen bisa dipertahankan untuk musim
depan. Sehingga pemain dituntut tampil lebih maksimal, di Stadion
Surajaya, Lamongan, Rabu (11/7) lusa.Tidak hanya kepada manajemen Arema, penampilan
gemilang pemain tentunya juga sebagai nilai tawar pada klub-klub yang
lain, musim depan. “Saya harap pemain tampil dengan motivasi tinggi di
Lamongan, meski sebenarnya tak hanya pada pertandingan terakhir saja,
seharusnya disetiap pertandingan para pemain tampil maksimal,” ungkap
pelatih Arema, Suharno. Masing-masing pemain memiliki kesempatan untuk unjuk
kebolehan, namun Suharno menekankan kerjasama tim harus tetap
diprioritaskan Dendi Santoso dkk. Meski pada akhirnya nasib
masing-masing pemain ditentukan sendiri, Suharno berharap pasukannya
raih kemenangan dengan sebuah kekompakan.
“Bolehlah para pemain menunjukan skill individu mereka, tapi ingat ini
kerjasama tim dan jangan egois,” harap pelatih yang mematok target
maksimal di kandang Persela ini. Lantaran Suharno ingin membuktikan, tim
asuhannya benar-benar bebas dari jeratan degradasi tanpa bergantung
hasil tim lain.Pemain Arema pun bertekad akan kembali tampil maksimal saat dijamu
Laskar Joko Tingkir (julukan Persela). Baik itu pemain yang langganan
starter maupun pemain yang selama ini cadangan, bertekad ingin
menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Stadion Surajaya, Lamongan.
“Lawan Persela, saya harus bermain maksimal bila dipercaya turun oleh
coach Suharno,” ujar Catur Pamungkas, gelandang Arema. “Ini bukan karena
semata-mata kompetisi akan berakhir, saya akan tampil maksimal. Tapi
saya ingin menyuguhkan penampilan terbaik saya, di pertandingan terakhir
musim ini,” lanjutnya.
Senada dengan mantan pemain Persekam Metro FC tersebut, Sunarto juga
akan menampilkan permainan terbaiknya di kandang Persela. Seperti di
laga yang sudah-sudah, mantan pemain Akademi Arema ini siap tampil
maksimal.“Setiap pertandingan saya tetap berusaha untuk tampil
maksimal, bukan cuma saat laga tertentu saja,” katanya.
Begitu juga dengan Charis Yulianto mengaku akan tampil maksimal. Mantan
pemain Persela ini kemungkinan diproyeksikan oleh Suharno untuk
mengganti posisi Munhar yang absent karena akumulasu kartu kuning. “
Bila dipercaya turun lawan Persela, tentunya saya berusaha tampil tak
mengecewakan,” ucapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






