Sabtu, 16 April 2011
Ketika Jemariku Menari
Buku yang berjudul "Ketika Jemariku Menari" adalah sebuah buku yang ditulis oleh Bambang Pamungkas. Rencananya buku ini akan dilaunching pada 16 April 2011 di Kantor Tabloid Bola di Palmerah pada pukul 10.00 WIB. Harga buku perdana dari Bepe ini akan berharga Rp.60,000,00.
Latihan Sejam, Empat Gol
MALANGPOST – Noh Alam ‘Along’ Shah menjadi bintang kemenangan Arema Indonesia saat menang 4-2 (2-1) atas PSPS Pekanbaru di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin. Striker asal Singapura ini berhasil memborong empat gol kemenangan Singo Edan di menit 15, 34, 52 dan 70.
Pada laga itu, adalah penampilan pertama Along, sapaan akrabnya usai absen akibat akumulasi kartu kuning tepatnya saat timnya menjamu Persija Jakarta (10/4).
Tidak banyak gaya diciptakan Along saat coba merayakan satu per satu gol yang dibuatnya. Dari gol pertama hingga keempat, dia coba menandainya dengan melakukan sujud syukur di atas rumput lapangan.
Sejurus kemudian, pemain timnas Singapura ini terlihat beberapa kali membasuh mukanya dengan kedua tangannya. Dia juga tampak tersenyum lebar saat rekan setimnya menghampirinya untuk mengucapkan selamat atas keberhasilannya.
Seusai pertandingan, Along juga tidak banyak berkomentar. Dia justru ingin berbagi keberhasilannya dengan seluruh awak tim. Kepada wartawan, dia membagi masing-masing golnya sebagai hadiah spesial bagi keluarganya.
Tak ketinggalan, golnya juga diapresiasikan untuk rekan setimnya dan Aremania yang selama ini terus mendukung perjuangan skuad Arema. Kini, tambahan empat gol tersebut menambah koleksi gol Along di Indonesia Super Liga (ISL) menjadi total sembilan gol.
‘’Tanggal 12 (April, Red) itu, ultah istri saya. Tanggal 13 (April, Red), itu ultah dua anak saya. Gol itu juga untuk Arema dan Aremania. Terimakasih kepada teman-teman di Arema, tanpa umpan teman-teman di Arema, saya tidak bisa cetak gol,’’ ujar Along kepada Malang Post sambil masuk ke lorong ruang ganti pemain tim tuan rumah.
Sementara itu, ucapan selamat atas keberhasilan Along juga sampaikan pelatih Arema, Miroslav ‘Miro’ Janu seusai laga. Meski sejatinya, pelatih asal Ceko tersebut tidak habis pikir Along bisa mencetak empat gol.
Padahal, Miro mencatat, Along tidak menjalani latihan di lapangan selama sepanjang 10 hari, karena mengalami sakit. Namun, Along dipilih sebagai starter karena Along menyatakan kesiapannya tampil sebagai starter.
Pemain bernomor punggung 12 Arema ini lebih banyak menjalani latihan sendiri, diantaranya fitness untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
Dia baru latihan di lapangan saat tim menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan, tepatnya pada H-1 laga lawan PSPS, Kamis (14/4) sore. Disamping itu, Arema sendiri juga tidak bisa memainkan dua striker mudanya saat menjamu PSPS, kemarin. Yakni Sunarto dan Yongki Ariwibowo karena akumulasi kartu. Meski di barisan depan, Arema juga masih memiliki Musafri dan Dendi Santoso.
‘’Saya tidak bisa mainkan Sunarto dan Yongki. Kemarin (Kamis, Red), saya tanya Along, dia jawab tetap mau main. Bisa starter, dan bisa main 45 menit atau full time lihat di pertandingan. Tapi tadi (lawan PSPS, Red), dia cetak empat gol. Saya tidak mengerti, ini bisa terjadi. Along tidak ada latihan 10 hari, hanya latihan satu jam saja, kemarin (H-1 laga, Red). Inilah Along,’’ ujar Miro dalam jumpa pers. (poy/avi)
Pada laga itu, adalah penampilan pertama Along, sapaan akrabnya usai absen akibat akumulasi kartu kuning tepatnya saat timnya menjamu Persija Jakarta (10/4).
Tidak banyak gaya diciptakan Along saat coba merayakan satu per satu gol yang dibuatnya. Dari gol pertama hingga keempat, dia coba menandainya dengan melakukan sujud syukur di atas rumput lapangan.
Sejurus kemudian, pemain timnas Singapura ini terlihat beberapa kali membasuh mukanya dengan kedua tangannya. Dia juga tampak tersenyum lebar saat rekan setimnya menghampirinya untuk mengucapkan selamat atas keberhasilannya.
Seusai pertandingan, Along juga tidak banyak berkomentar. Dia justru ingin berbagi keberhasilannya dengan seluruh awak tim. Kepada wartawan, dia membagi masing-masing golnya sebagai hadiah spesial bagi keluarganya.
Tak ketinggalan, golnya juga diapresiasikan untuk rekan setimnya dan Aremania yang selama ini terus mendukung perjuangan skuad Arema. Kini, tambahan empat gol tersebut menambah koleksi gol Along di Indonesia Super Liga (ISL) menjadi total sembilan gol.
‘’Tanggal 12 (April, Red) itu, ultah istri saya. Tanggal 13 (April, Red), itu ultah dua anak saya. Gol itu juga untuk Arema dan Aremania. Terimakasih kepada teman-teman di Arema, tanpa umpan teman-teman di Arema, saya tidak bisa cetak gol,’’ ujar Along kepada Malang Post sambil masuk ke lorong ruang ganti pemain tim tuan rumah.
Sementara itu, ucapan selamat atas keberhasilan Along juga sampaikan pelatih Arema, Miroslav ‘Miro’ Janu seusai laga. Meski sejatinya, pelatih asal Ceko tersebut tidak habis pikir Along bisa mencetak empat gol.
Padahal, Miro mencatat, Along tidak menjalani latihan di lapangan selama sepanjang 10 hari, karena mengalami sakit. Namun, Along dipilih sebagai starter karena Along menyatakan kesiapannya tampil sebagai starter.
Pemain bernomor punggung 12 Arema ini lebih banyak menjalani latihan sendiri, diantaranya fitness untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
Dia baru latihan di lapangan saat tim menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan, tepatnya pada H-1 laga lawan PSPS, Kamis (14/4) sore. Disamping itu, Arema sendiri juga tidak bisa memainkan dua striker mudanya saat menjamu PSPS, kemarin. Yakni Sunarto dan Yongki Ariwibowo karena akumulasi kartu. Meski di barisan depan, Arema juga masih memiliki Musafri dan Dendi Santoso.
‘’Saya tidak bisa mainkan Sunarto dan Yongki. Kemarin (Kamis, Red), saya tanya Along, dia jawab tetap mau main. Bisa starter, dan bisa main 45 menit atau full time lihat di pertandingan. Tapi tadi (lawan PSPS, Red), dia cetak empat gol. Saya tidak mengerti, ini bisa terjadi. Along tidak ada latihan 10 hari, hanya latihan satu jam saja, kemarin (H-1 laga, Red). Inilah Along,’’ ujar Miro dalam jumpa pers. (poy/avi)
Miro Cuekin Protes PSPS
MALANGPOST – Head coach Arema Indonesia, Miroslav ‘Miro’ Janu puas dengan kemenangan 4-2 (2-1) timnya atas tamunya PSPS Pekanbaru di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin. Kemenangan ini menandai sukses Singo Edan tidak terkalahkan hingga empat laganya secara beruntun pada lanjutan Indonesia Super Liga (ISL). Meski tertinggal cepat 0-1 oleh lawannya, Arema kemudian mampu bangkit hingga sukses menyarangkan empat gol penghantar kemenangan.
Di laga ini, PSPS memberikan perlawanan sengit dengan tampil menyerang dan menekan Arema hingga mengurung separuh lapangan. Pantas, Miro merasa lega setelah timnya mampu mengamankan tiga angka laga kandangnya dengan kemenangan itu.
Dia cukup jeli dengan cepat menarik Beny Wahyudi yang dinilainya tampil tidak bagus dan kemudian menempatkan gelandang serba bisa Juan Revi di bek kanan. Sedangkan, Waluyo berposisi di kiri membantu peran dua bek tengah, Romah Golian dan Purwaka Yudhi.
‘’Alasan (ganti Benny, Red)? Saya tidak mau alasan, main tidak bagus, saya ganti pemain. Dimana cari alasan, ini sudah biasa. Kita tahu, babak pertama main jelek, tidak 100 persen konsentrasi. Pemain PSPS bisa cepat (cetak gol), karena tidak ada main sebelumnya. Mereka full team, PSPS ada pmain bagus, Shin Hyun Joon teknik bagus, Herman Dzumafo sangat fit. Kenapa PSPS tidak main seperti ini saat main Persipura, hari ini (kemarin, Red), mereka main kerja keras,’’ terang Miro dalam jumpa pers, seusai laga.
Mantan pelatih PSM Makassar ini enggan berkomentar soal nada protes pelatih PSPS, Abdurahman Gurning atas kepemimpinan wasit, Mardi (Purwakarta). Miro selayaknya juga protes lantaran timnya juga seharusnya dapat penalti dari wasit saat Amirudin benar dijatuhkan oleh defender lawan.
Disamping itu, dia menegaskan, empat gol Arema yang dicetak Noh Alam Shah seluruhnya punya proses bersih. Tiga diantaranya dari hasil standart situasi dan satu gol terakhir dari kombinasi antara Amirudin, Chmelo Roman dan Noh Alam Shah.
‘’Saya tidak mau protes, ini pelatih (PSPS) lawan protes. Kalau bicara soal penalti, Amirudin juga bersih penalti. Soal kartu kuning, saya tidak mau cari komentar. Soal wasit asing, setiap disini, ada wasit asing, ada siaran langsung terus. Sudah lama tidak ada wasit lokal disini. Harus obyektif, berapa kali posisi seperti ini,’’ imbuhnya.
‘’Okelah belakang, babak kedua kita main bagus. 30 menit main bagus. Sudah 4-1 mulai tidak konsentrasi, sudah hilang konsentrasi lima menit terakhir. Saya tahu, ini pertandingan susah. Bisa alasan wasit wasit wasit, tidak apa-apa. Tapi, empat gol kita semua bersih,’’ pungkas Miro.
Sebelumnya, nada protes disampaikan kubu PSPS seusai laga. Pelatih PSPS, Abdurahman Gurning mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan timnya.
Dia menyebut, timnya seharusnya dapat beberapa penalti disaat pemainnya dilanggar pemain Arema di kotak terlarang, namun wasit membiarkannya.
Sebaliknya, ketika pemain PSPS melakukan pelanggaran, wasit langsung menunjuk pelanggaran. Walhasil, timnya sempat melakukan aksi mogok selama lima menit sebagai bentuk kekecewaan.
Mantan pelatih Persitara Jakarta Utara ini menilai, timnya sudah bermain bagus, tapi karena ulah wasit, mental pemainnya langsung drop. Pasalnya, PSPS datang di Malang untuk curi angka, makanya tetap menampilkan skema menyerang untuk mampu mencetak gol, dan tim bisa meraih kemenangan.
Tapi permainan ciamik timnya kacau dikarenakan ulah wasit. Meski diakuinya, kiper Dede Sulaiman merupakan pemain yang bermain paling jelek, hingga terpaksa harus digantikan oleh kiper lainnya, Fance Haryanto.
‘’Menurut saya, ini semua pertandingan yang buat rusuh itu wasit. Makanya kita adakan tadi mogok, okelah terjadi gol. Tadi Along bilang lepas, tapi itu gol. Herman berapa kali dilanggar lawan, tapi wasit tidak beri penalti. Kita main bola, mau cari menang, bukan cari draw. Sebelum main, kita bilang mau main tertutup, tapi itu strategi. Gol ketiga PSPS, ada yang banyak sms ke saya, Lopez dari Deltras, gol tiga PSPS, itu murni gol, tapi dianulir,’’ terang Gurning, pelatih PSPS, seusai laga. (poy/avi)
Di laga ini, PSPS memberikan perlawanan sengit dengan tampil menyerang dan menekan Arema hingga mengurung separuh lapangan. Pantas, Miro merasa lega setelah timnya mampu mengamankan tiga angka laga kandangnya dengan kemenangan itu.
Dia cukup jeli dengan cepat menarik Beny Wahyudi yang dinilainya tampil tidak bagus dan kemudian menempatkan gelandang serba bisa Juan Revi di bek kanan. Sedangkan, Waluyo berposisi di kiri membantu peran dua bek tengah, Romah Golian dan Purwaka Yudhi.
‘’Alasan (ganti Benny, Red)? Saya tidak mau alasan, main tidak bagus, saya ganti pemain. Dimana cari alasan, ini sudah biasa. Kita tahu, babak pertama main jelek, tidak 100 persen konsentrasi. Pemain PSPS bisa cepat (cetak gol), karena tidak ada main sebelumnya. Mereka full team, PSPS ada pmain bagus, Shin Hyun Joon teknik bagus, Herman Dzumafo sangat fit. Kenapa PSPS tidak main seperti ini saat main Persipura, hari ini (kemarin, Red), mereka main kerja keras,’’ terang Miro dalam jumpa pers, seusai laga.
Mantan pelatih PSM Makassar ini enggan berkomentar soal nada protes pelatih PSPS, Abdurahman Gurning atas kepemimpinan wasit, Mardi (Purwakarta). Miro selayaknya juga protes lantaran timnya juga seharusnya dapat penalti dari wasit saat Amirudin benar dijatuhkan oleh defender lawan.
Disamping itu, dia menegaskan, empat gol Arema yang dicetak Noh Alam Shah seluruhnya punya proses bersih. Tiga diantaranya dari hasil standart situasi dan satu gol terakhir dari kombinasi antara Amirudin, Chmelo Roman dan Noh Alam Shah.
‘’Saya tidak mau protes, ini pelatih (PSPS) lawan protes. Kalau bicara soal penalti, Amirudin juga bersih penalti. Soal kartu kuning, saya tidak mau cari komentar. Soal wasit asing, setiap disini, ada wasit asing, ada siaran langsung terus. Sudah lama tidak ada wasit lokal disini. Harus obyektif, berapa kali posisi seperti ini,’’ imbuhnya.
‘’Okelah belakang, babak kedua kita main bagus. 30 menit main bagus. Sudah 4-1 mulai tidak konsentrasi, sudah hilang konsentrasi lima menit terakhir. Saya tahu, ini pertandingan susah. Bisa alasan wasit wasit wasit, tidak apa-apa. Tapi, empat gol kita semua bersih,’’ pungkas Miro.
Sebelumnya, nada protes disampaikan kubu PSPS seusai laga. Pelatih PSPS, Abdurahman Gurning mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan timnya.
Dia menyebut, timnya seharusnya dapat beberapa penalti disaat pemainnya dilanggar pemain Arema di kotak terlarang, namun wasit membiarkannya.
Sebaliknya, ketika pemain PSPS melakukan pelanggaran, wasit langsung menunjuk pelanggaran. Walhasil, timnya sempat melakukan aksi mogok selama lima menit sebagai bentuk kekecewaan.
Mantan pelatih Persitara Jakarta Utara ini menilai, timnya sudah bermain bagus, tapi karena ulah wasit, mental pemainnya langsung drop. Pasalnya, PSPS datang di Malang untuk curi angka, makanya tetap menampilkan skema menyerang untuk mampu mencetak gol, dan tim bisa meraih kemenangan.
Tapi permainan ciamik timnya kacau dikarenakan ulah wasit. Meski diakuinya, kiper Dede Sulaiman merupakan pemain yang bermain paling jelek, hingga terpaksa harus digantikan oleh kiper lainnya, Fance Haryanto.
‘’Menurut saya, ini semua pertandingan yang buat rusuh itu wasit. Makanya kita adakan tadi mogok, okelah terjadi gol. Tadi Along bilang lepas, tapi itu gol. Herman berapa kali dilanggar lawan, tapi wasit tidak beri penalti. Kita main bola, mau cari menang, bukan cari draw. Sebelum main, kita bilang mau main tertutup, tapi itu strategi. Gol ketiga PSPS, ada yang banyak sms ke saya, Lopez dari Deltras, gol tiga PSPS, itu murni gol, tapi dianulir,’’ terang Gurning, pelatih PSPS, seusai laga. (poy/avi)
Jumat, 15 April 2011
Dia yg berulang tahun (05-M Fachruddin)
Muhammad Fachrudin (lahir di Sidoarjo, Jatim , 14 April 1982; umur 28 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia. Sebelumnya ia memperkuat Persebaya Surabaya dan Persisam Samarinda masing-masing setengah musim di Divisi Utama 2008/2009. Ia biasa menempati posisi sebagai pemain Gelandang Serang, dan Striker.Dia dikenal sebagai "Goyang Gergaji" karena selebrasinya yang "Khas" saat mencetak goal ke gawang lawan. Pada era kepemimpinan pelatih Robert Rene Alberts, M Fachruddin selalu dapat kepercayaan sebagai starter, hal ini dikarenakan dia mempunyai solorun yang sangat mematikan lawannya dan mempunyai umpan crossing yang sangat memanjakan bagi para pemain depan Arema Indonesia. Akan tetapi pada era kepemimpinan Miroslav Janu talenta M.Fachruddin kurang ter-ekspose dikarenakan dia kurang mendapat kepercayaan sebagai starter. semoga dengan goalnya ke gawang Shandong Luneng FC beberapa waktu lalu, kepercayaan dirinya semakin bertambah.
| Tahun | Klub | |
| 2003-2004 2005 2006 2007-2008 2008 2009 2009-2010 2010- | Deltras Sidoarjo Persegi Gianyar Persiba Balikpapan Persijap Jepara Persebaya Surabaya Persisam Samarinda Arema Indonesia Arema Indonesia |
| Nama lengkap | Muhammad Fachrudin | |||||||||||||||||
| Tanggal lahir | 14 April 1982 | |||||||||||||||||
| Tempat lahir | ||||||||||||||||||
| Tinggi | 170 cm | |||||||||||||||||
| Posisi bermain | Midfielder, Striker | |||||||||||||||||
Pantang Imbang
Sore ini, Arema Jamu PSPS di Kanjuruhan
MALANGPOST -Dibanding tiga lawan Arema sebelumnya, Sriwijaya FC, Persib Bandung dan Persija Jakarta, di atas kertas, PSPS Pekanbaru tak sehebat ketiganya. Paling tidak dari posisi klasemen sementara, PSPS beberapa tingkat dibawah tiga tim itu.
Namun Arema tak bisa menganggap remeh PSPS yang datang menantang Arema dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, sore ini mulai pukul 15.30 WIB, live ANTV.
Mengacu hasil pertemuan tiga pertandingan sebelumnya, Arema belum bisa menang dari PSPS. Dua kali imbang di kandang PSPS, dan sekali Arema dipaksa memetik satu poin saat ditahan imbang 0-0 di Kanjuruhan, musim lalu.
Untuk itu, tim asuhan Abdurahman Gurning ini tak bisa dianggap enteng, sekalipun bermain di hadapan Aremania. Tim yang bercokol di peringkat 12 klasemen sementara ini setiap saat bisa mengejutkan tuan rumah Arema.
‘’Kita sudah pelajari kekuatan tim PSPS melalui rekaman pertandingan PSPS lawan Persipura. Kita sudah siap lawan PSPS besok (sore ini, Red.). Seperti pertandingan lainnya, persiapan kita biasa saja,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu.
‘’Kita banyak pemain yang akumulasi kartu dan ada pemain yang cedera. Tapi kita sudah siapkan taktik dan strategi untuk lawan PSPS,’’ sambungnya kepada Malang Post usai latihan di stadion Kanjuruhan, kemarin sore.
Pelatih asal Republik Ceko ini mengaku telah menyiapkan line up timnya yang sore ini kehilangan lima pemain. Esteban Gullian dan Ahmad Kurniawan cedera, Yongki dan Zulkifli akumulasi kartu kuning, serta Sunarto kartu merah.
Beruntung striker Arema asal Singapura yang juga kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah sudah bisa tampil setelah laga sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning. Meski kondisi Along tampaknya belum fit 100 persen.
‘’Kita mau menang, meski di setiap pertandingan kita selalu tampil dengan komposisi pemain yang berbeda. Kita harus menang untuk bisa bersaing di papan atas,’’ yakin Miro mengaku timnya dihadapkan pada jadwal yang berat.
Khususnya dengan melakoni dua kompetisi berbeda, ISL dan Liga Champions Asia, membuat timnya harus berbagi konsentrasi. Seperti usai lawan PSPS ini, Arema langsung bertolak ke Cina untuk pertandingan LCA.
Sementara itu, perihal kekuatan lawannya, Miro menilai PSPS menilai barisan penyerang yang bagus. Sebut saja Djumafo Herman dan Isnaini layak untuk diwaspadai barisan pertahanan Arema demi raihan poin sempurna.
Selain mewaspadai kekuatan lawan, tak kalah pentingnya adalah menjaga motivasi pemain Arema sendiri. Sekalipun pemain sudah menerima satu kali gaji dari hasil tiket pertandingan Arema lawan Persija, namun itu belum cukup.
Menyusul saat ini, gaji pemain masih belum sepenuhnya beres, yaitu tersisas 1,5 bulan lagi. Apalagi dua kali bonus kemenangan Arema saat mengalahkan Persib dab Persija ternyata masih belum diterima Zulkifli dkk.
‘’Sekarang saya tidak tahu, hasil pertandingan besok itu untuk gaji atau tidak, atau mungkin untuk biaya Arema ke Cina,’’ sebut Miro mengaku tidak mudah memotivasi pemain dalam kondisi gaji dan bonus yang tak lancar.
Terlepas itu, raihan tiga poin tidak bisa ditawar-tawar lagi, untuk Arema jaga peluang pertahankan gelar juara. Pasalnya, Arema (34 poin), terpaut 10 poin dengan pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura (44 poin). (bua/avi)
MALANGPOST -Dibanding tiga lawan Arema sebelumnya, Sriwijaya FC, Persib Bandung dan Persija Jakarta, di atas kertas, PSPS Pekanbaru tak sehebat ketiganya. Paling tidak dari posisi klasemen sementara, PSPS beberapa tingkat dibawah tiga tim itu.
Namun Arema tak bisa menganggap remeh PSPS yang datang menantang Arema dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, sore ini mulai pukul 15.30 WIB, live ANTV.
Mengacu hasil pertemuan tiga pertandingan sebelumnya, Arema belum bisa menang dari PSPS. Dua kali imbang di kandang PSPS, dan sekali Arema dipaksa memetik satu poin saat ditahan imbang 0-0 di Kanjuruhan, musim lalu.
Untuk itu, tim asuhan Abdurahman Gurning ini tak bisa dianggap enteng, sekalipun bermain di hadapan Aremania. Tim yang bercokol di peringkat 12 klasemen sementara ini setiap saat bisa mengejutkan tuan rumah Arema.
‘’Kita sudah pelajari kekuatan tim PSPS melalui rekaman pertandingan PSPS lawan Persipura. Kita sudah siap lawan PSPS besok (sore ini, Red.). Seperti pertandingan lainnya, persiapan kita biasa saja,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu.
‘’Kita banyak pemain yang akumulasi kartu dan ada pemain yang cedera. Tapi kita sudah siapkan taktik dan strategi untuk lawan PSPS,’’ sambungnya kepada Malang Post usai latihan di stadion Kanjuruhan, kemarin sore.
Pelatih asal Republik Ceko ini mengaku telah menyiapkan line up timnya yang sore ini kehilangan lima pemain. Esteban Gullian dan Ahmad Kurniawan cedera, Yongki dan Zulkifli akumulasi kartu kuning, serta Sunarto kartu merah.
Beruntung striker Arema asal Singapura yang juga kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah sudah bisa tampil setelah laga sebelumnya absen karena akumulasi kartu kuning. Meski kondisi Along tampaknya belum fit 100 persen.
‘’Kita mau menang, meski di setiap pertandingan kita selalu tampil dengan komposisi pemain yang berbeda. Kita harus menang untuk bisa bersaing di papan atas,’’ yakin Miro mengaku timnya dihadapkan pada jadwal yang berat.
Khususnya dengan melakoni dua kompetisi berbeda, ISL dan Liga Champions Asia, membuat timnya harus berbagi konsentrasi. Seperti usai lawan PSPS ini, Arema langsung bertolak ke Cina untuk pertandingan LCA.
Sementara itu, perihal kekuatan lawannya, Miro menilai PSPS menilai barisan penyerang yang bagus. Sebut saja Djumafo Herman dan Isnaini layak untuk diwaspadai barisan pertahanan Arema demi raihan poin sempurna.
Selain mewaspadai kekuatan lawan, tak kalah pentingnya adalah menjaga motivasi pemain Arema sendiri. Sekalipun pemain sudah menerima satu kali gaji dari hasil tiket pertandingan Arema lawan Persija, namun itu belum cukup.
Menyusul saat ini, gaji pemain masih belum sepenuhnya beres, yaitu tersisas 1,5 bulan lagi. Apalagi dua kali bonus kemenangan Arema saat mengalahkan Persib dab Persija ternyata masih belum diterima Zulkifli dkk.
‘’Sekarang saya tidak tahu, hasil pertandingan besok itu untuk gaji atau tidak, atau mungkin untuk biaya Arema ke Cina,’’ sebut Miro mengaku tidak mudah memotivasi pemain dalam kondisi gaji dan bonus yang tak lancar.
Terlepas itu, raihan tiga poin tidak bisa ditawar-tawar lagi, untuk Arema jaga peluang pertahankan gelar juara. Pasalnya, Arema (34 poin), terpaut 10 poin dengan pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura (44 poin). (bua/avi)
Hasil Tiket Tetap Untuk Gaji
MALANGPOST – Tugas berat terus menanti manajemen Arema Indonesia seiring mendampingi kiprah Singo Edan di kompetisi Indonesia Super Liga (ISL) musim ini. Mereka harus pandai-pandai dalam mengelola keuangan tim untuk dapat mencukupi seluruh kebutuhan tim. Betapa tidak, disaat berjuang melunasi pembayaran gaji pemain, manajemen juga harus menyelesaikan tunggakan lainnya.
Siang kemarin, manajemen Arema Indonesia ‘ditagih’ Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Malang melakukana perwakilannya dengan datang langsung ke Kantor Arema. Pasalnya, manajemen Arema masih belum melunasi pembayaran pajak penyelenggaraan pertandingan kandang Singo Edan. Berapa jumlah tunggakan itu? Manajemen tim juara Super Liga ini enggan membeberkan secara pasti nominalnya, namun diisyaratkan jumlahnya lumayan besar.
‘’Perwakilan dispenda datang dalam rangka menanyakan tanggungan pajak kita. Kita memang masih memiliki tanggungan pajak. Kita sudah transparan, termasuk ke teman-teman media. Dan kami berharap dukungan seluruh pihak atas hal ini. Kita tidak bisa menyebutkan, yang jelas kita masih punya tanggungan pajak yang lumayan besar,” aku Sudarmaji, Media Officer PT Arema Indonesia kepada wartawan di Kantor Arema, siang kemarin.
Mantan wartawan ini menyampaikan, tunggakan tersebut terjadi, sebagai dampak tidak langsung, dari setelah adanya kebijakan manajemen Arema terkait hasil pendapatan tiket pertandingan diprioritaskan untuk pembayaran gaji pemain. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, manajemen Arema selalu menyampaikan permohonan maaf dan dipensasi waktu kepada pihak dispenda.
Sudarmaji menjelaskan, Arema tidak meminta untuk pemutihan. Arema pun akan melunasi tunggakan itu sesuai dengan aturan wajib pajak dari hasil penyelenggaraan laga. Manajemen Arema sadar jika home Arema memang memiliki magnet untuk menciptakan animo tinggi dan mendatangkan penonton dengan jumlah besar. Tunggakan itu akan dibayar usai Ahmad Bustomi dkk menuntaskan serangkaian laga AFC Champions League (LCA) dengan memaksimalkan hasil laga home tersisa milik Arema.
‘’Dalam aturannya, pajak itu 20 persennya, dan kita menyetujui untuk membayar 10 persen. Dengan asumsi, setelah menyelesaikan LCA, kemudian away ke Semen Padang, Pelita Jaya Karawang dan Persijap Jepara, setelah itu kita main di home. Disisa home itulah kita maksimalkan untuk membayar seluruh tanggungan yang menjadi kewajiban Arema,” tambah Sudarmaji sembari mengisyaratkan hasil laga home lawan PSPS kembali diprioritaskan untuk pembayaran gaji pemain. (poy/bua)
Siang kemarin, manajemen Arema Indonesia ‘ditagih’ Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Malang melakukana perwakilannya dengan datang langsung ke Kantor Arema. Pasalnya, manajemen Arema masih belum melunasi pembayaran pajak penyelenggaraan pertandingan kandang Singo Edan. Berapa jumlah tunggakan itu? Manajemen tim juara Super Liga ini enggan membeberkan secara pasti nominalnya, namun diisyaratkan jumlahnya lumayan besar.
‘’Perwakilan dispenda datang dalam rangka menanyakan tanggungan pajak kita. Kita memang masih memiliki tanggungan pajak. Kita sudah transparan, termasuk ke teman-teman media. Dan kami berharap dukungan seluruh pihak atas hal ini. Kita tidak bisa menyebutkan, yang jelas kita masih punya tanggungan pajak yang lumayan besar,” aku Sudarmaji, Media Officer PT Arema Indonesia kepada wartawan di Kantor Arema, siang kemarin.
Mantan wartawan ini menyampaikan, tunggakan tersebut terjadi, sebagai dampak tidak langsung, dari setelah adanya kebijakan manajemen Arema terkait hasil pendapatan tiket pertandingan diprioritaskan untuk pembayaran gaji pemain. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, manajemen Arema selalu menyampaikan permohonan maaf dan dipensasi waktu kepada pihak dispenda.
Sudarmaji menjelaskan, Arema tidak meminta untuk pemutihan. Arema pun akan melunasi tunggakan itu sesuai dengan aturan wajib pajak dari hasil penyelenggaraan laga. Manajemen Arema sadar jika home Arema memang memiliki magnet untuk menciptakan animo tinggi dan mendatangkan penonton dengan jumlah besar. Tunggakan itu akan dibayar usai Ahmad Bustomi dkk menuntaskan serangkaian laga AFC Champions League (LCA) dengan memaksimalkan hasil laga home tersisa milik Arema.
‘’Dalam aturannya, pajak itu 20 persennya, dan kita menyetujui untuk membayar 10 persen. Dengan asumsi, setelah menyelesaikan LCA, kemudian away ke Semen Padang, Pelita Jaya Karawang dan Persijap Jepara, setelah itu kita main di home. Disisa home itulah kita maksimalkan untuk membayar seluruh tanggungan yang menjadi kewajiban Arema,” tambah Sudarmaji sembari mengisyaratkan hasil laga home lawan PSPS kembali diprioritaskan untuk pembayaran gaji pemain. (poy/bua)
Kamis, 14 April 2011
Arema Butuh Aremania
MALANGPOST–Penggawa Arema sangat berharap mendapat dukungan penuh Aremania dan pecinta sepakbola Malang Raya. Tak terkecuali, harapan itu bisa dirasakan Ahmad Bustomi dkk saat menjamu tamunya PSPS Pekanbaru di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jumat (15/4) besok. Mereka ingin tribun stadion milik Pemkab Malang itu seluruhnya terisi penonton.
Harapan itu diwakili pelatih Arema Indonesia, Miroslav ‘Miro’ Janu. Ia menyebut, penonton yang datang langsung ke stadion harus bisa sepenuh saat Singo Edan menjamu Persija Jakarta. Di pertandingan bertajuk big match itu, penggawa Arema menilai penonton memenuhi seluruh jengkal dari tribun stadion yang menjadi kandang Singo Edan baik di ajang Indonesia Super Liga (ISL) dan AFC Champions League (LCA).
‘’I hope Aremania bisa datang seperti saat home Arema lawan Persija. Kondisi itu bagus untuk menambah motifasi dan semangat pemain di dalam lapangan. Atsmofir pertandingan itu juga akan bagus,” harap Miro kepada Malang Post, sore kemarin.
Hadirnya ribuan Aremania dan publik sepakbola Malang Raya dirasa sangat mampu menambah semangat dan mental tanding Amad Bustomi dkk. So, pantas jika Miro dan pasukkannya kemudian kecewa jika sampai penonton yang hadir di stadion lantas sepi. Mereka pun berharap, minimnya jumlah penonton seperti saat Arema menjamu Shandong Luneng di LCA, beberapa waktu lalu, kembali terjadi di laga home lawan PSPS. Kala itu, penonton hanya berjumlah 5 ribu penonton.
‘’Pemain Arema akan baik thinking (berpikir, Red) dan untuk mental pemain, jika penonton kembali penuh. Bagus sekali kondisi saat tim lawan Persija, hujan deras terus selama pertandingan, tapi banyak orang dan Aremania datang di semua tribun stadion. Harus full, full terus,” pungkas mantan Direktur Teknis Persigo Gorontalo ini. (poy/jon)
Harapan itu diwakili pelatih Arema Indonesia, Miroslav ‘Miro’ Janu. Ia menyebut, penonton yang datang langsung ke stadion harus bisa sepenuh saat Singo Edan menjamu Persija Jakarta. Di pertandingan bertajuk big match itu, penggawa Arema menilai penonton memenuhi seluruh jengkal dari tribun stadion yang menjadi kandang Singo Edan baik di ajang Indonesia Super Liga (ISL) dan AFC Champions League (LCA).
‘’I hope Aremania bisa datang seperti saat home Arema lawan Persija. Kondisi itu bagus untuk menambah motifasi dan semangat pemain di dalam lapangan. Atsmofir pertandingan itu juga akan bagus,” harap Miro kepada Malang Post, sore kemarin.
Hadirnya ribuan Aremania dan publik sepakbola Malang Raya dirasa sangat mampu menambah semangat dan mental tanding Amad Bustomi dkk. So, pantas jika Miro dan pasukkannya kemudian kecewa jika sampai penonton yang hadir di stadion lantas sepi. Mereka pun berharap, minimnya jumlah penonton seperti saat Arema menjamu Shandong Luneng di LCA, beberapa waktu lalu, kembali terjadi di laga home lawan PSPS. Kala itu, penonton hanya berjumlah 5 ribu penonton.
‘’Pemain Arema akan baik thinking (berpikir, Red) dan untuk mental pemain, jika penonton kembali penuh. Bagus sekali kondisi saat tim lawan Persija, hujan deras terus selama pertandingan, tapi banyak orang dan Aremania datang di semua tribun stadion. Harus full, full terus,” pungkas mantan Direktur Teknis Persigo Gorontalo ini. (poy/jon)
Amankan Tiga Poin
MALANGPOST–Menang sudah menjadi target utama skuad Arema saat melakoni match day ke 21 –nya di Indonesia Super Liga (ISL). Ya, tepatnya saat Singo Edan giliran ditantang tamunya PSPS Pekanbaru di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Jumat (15/4) besok sore. Terlebih, Ahmad Bustomi dkk kembali bermain di depan publiknya sendiri, Aremania yang sangat loyal terhadap tim kesayangannya.
Ya, raihan tiga angka akan membawa Arema terus menipiskan selisih poin dari pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura (44 poin, 20 laga). Singo Edan kini berada di posisi ketiga dengan koleksi 24 poin. Diposisi kedua, bercokol Semen Padang sebagai runner up (28 poin, 20 laga). Di laga terakhirnya, mereka menang 3-0 atas tuan rumah Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (12/4) lalu.
‘’Kami harus bisa amankan tiga angka di pertandingan kandang lawan PSPS nanti. Tambahan tiga poin itu penting bagi kami untuk terus memperdekat selisih poin dengan Persipura Jayapura di puncak klasemen ISL, dan terus berusaha bersaing untuk jadi yang teratas,” terang Abriadi Muhara, Manajer Arema Indonesia kepada Malang Post, siang kemarin.
Kemenangan tandang Semen Padang itu cukup disayangkan kubu Singo Edan. Itu karena, mereka harus memiliki selisih empat poin yang sebelumnya sempat dipangkas hanya sisakan satu poin. Tidak ada hasil lain, kata Abriadi, kemenangan wajib diraih tim asuhan pelatih Miroslav ‘Miro’ Janu. Meski demikian, manajemen Arema selalu mengingatkan agar penggawa Singo Edan tidak sampai meremehkan PSPS.
Meski di klasemen sementara, calon lawannya ini masih tertahan di sebagai penghuni papan tengah. Namun, mereka baru menjalani 17 laga dengan catatan enam kali menang, tiga kali seri dan delapan kali tumbang. Asykar Bertuah berada di posisi 12 klasemen dengan total koleksi 21 poin. Arema sendiri juga sedikit bernafas lega, karena posisinya tidak sampai dilalui Persisam Samarinda menyusul tim Elang Borneo ini keok 1-4 dari tuan rumah Persib Bandung, semalam.
‘’Dalam perkembangannya, di ISL saat memang bisa diketahui bagaimana kekuatan masing-masing pesertanya. Hanya saja, kami tetap tidak boleh sampai meremehkan PSPS. Mereka tetap patut diwaspadai, mereka tentunya punya semangat ingin raih poin maksimal saat away lawan Arema di Malang,” harap Abriadi. (poy/jon)
Ya, raihan tiga angka akan membawa Arema terus menipiskan selisih poin dari pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura (44 poin, 20 laga). Singo Edan kini berada di posisi ketiga dengan koleksi 24 poin. Diposisi kedua, bercokol Semen Padang sebagai runner up (28 poin, 20 laga). Di laga terakhirnya, mereka menang 3-0 atas tuan rumah Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (12/4) lalu.
‘’Kami harus bisa amankan tiga angka di pertandingan kandang lawan PSPS nanti. Tambahan tiga poin itu penting bagi kami untuk terus memperdekat selisih poin dengan Persipura Jayapura di puncak klasemen ISL, dan terus berusaha bersaing untuk jadi yang teratas,” terang Abriadi Muhara, Manajer Arema Indonesia kepada Malang Post, siang kemarin.
Kemenangan tandang Semen Padang itu cukup disayangkan kubu Singo Edan. Itu karena, mereka harus memiliki selisih empat poin yang sebelumnya sempat dipangkas hanya sisakan satu poin. Tidak ada hasil lain, kata Abriadi, kemenangan wajib diraih tim asuhan pelatih Miroslav ‘Miro’ Janu. Meski demikian, manajemen Arema selalu mengingatkan agar penggawa Singo Edan tidak sampai meremehkan PSPS.
Meski di klasemen sementara, calon lawannya ini masih tertahan di sebagai penghuni papan tengah. Namun, mereka baru menjalani 17 laga dengan catatan enam kali menang, tiga kali seri dan delapan kali tumbang. Asykar Bertuah berada di posisi 12 klasemen dengan total koleksi 21 poin. Arema sendiri juga sedikit bernafas lega, karena posisinya tidak sampai dilalui Persisam Samarinda menyusul tim Elang Borneo ini keok 1-4 dari tuan rumah Persib Bandung, semalam.
‘’Dalam perkembangannya, di ISL saat memang bisa diketahui bagaimana kekuatan masing-masing pesertanya. Hanya saja, kami tetap tidak boleh sampai meremehkan PSPS. Mereka tetap patut diwaspadai, mereka tentunya punya semangat ingin raih poin maksimal saat away lawan Arema di Malang,” harap Abriadi. (poy/jon)
Antisipasi Tiket Palsu
MALANGPOST–Panpel Arema tidak ingin kembali alami kebocoran tiket home Singo Edan saat tim menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, besok sore. Mereka bertekad, pengalaman buruk itu cukup terjadi saat Arema menuai kemenangan 2-1 (2-0) atas tamunya Persija Jakarta, Minggu (10/4) lalu.
Abriadi Muhara, Ketua Panpel Arema Indonesia, menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan formula baru untuk menangkal adanya kebocoran tiket, tak terkecuali terjadinya fenomena pemalsuan tiket. Diantaranya, adalah mereka siap merotasi petugas di porter yang bertugas di masing-masing pintu masuk stadion dan bagian ticketing.
‘’Kami akan lakukan hal itu, ada rotasi petugas yang akan bertugas di pertandingan lawan PSPS nanti. Kami memang masih menyusun terobosan dengan lebih dahulu melakukan pengkajian, sebelum akhirnya direalisasikan,” terang Abriadi kepada Malang Post, siang kemarin.
Pria yang juga menjabat sebagai manajer Arema Indonesia ini mengatakan, kebocoran tiket tersebut sangat merugikan Arema. Fenomena tersebut juga tidak bisa diterima Aremania sejati yang selama ini datang ke stadion dengan membeli tiket langsung. Selain itu, Aremania juga disarankan agar bisa waspada dan teliti dalam membeli tiket, jangan sampai membeli tiket palsu.
Ditambahkannya, pemasukkan tiket pertandingan sangat penting bagi keberlangsungan hidup Arema. Pasalnya, tim juara bertahan Super Liga Indonesia (ISL) juga sangat bertumpu dari hasil penjualan tiket pertandingan homenya. Terlebih, manajemen Arema juga terus berusaha dan berjuang agar sektor financial tim bisa lebih sehat kedepannya.
‘’Sungguh disayangkan jika sampai masih ada kebocoran tiket nantinya. Pastinya, hal itu bukan Aremania, karena Aremania sangat memahami bagaimana pentingnya hasil penjualan tiket laga home Arema untuk membantu financial tim. Kami juga meminta bantuan Aremania, agar juga teliti dan membantu upaya panpel agar kebocoran tiket ini tidak sampai terjadi lagi,” harap Abriadi. (poy/jon)
Abriadi Muhara, Ketua Panpel Arema Indonesia, menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan formula baru untuk menangkal adanya kebocoran tiket, tak terkecuali terjadinya fenomena pemalsuan tiket. Diantaranya, adalah mereka siap merotasi petugas di porter yang bertugas di masing-masing pintu masuk stadion dan bagian ticketing.
‘’Kami akan lakukan hal itu, ada rotasi petugas yang akan bertugas di pertandingan lawan PSPS nanti. Kami memang masih menyusun terobosan dengan lebih dahulu melakukan pengkajian, sebelum akhirnya direalisasikan,” terang Abriadi kepada Malang Post, siang kemarin.
Pria yang juga menjabat sebagai manajer Arema Indonesia ini mengatakan, kebocoran tiket tersebut sangat merugikan Arema. Fenomena tersebut juga tidak bisa diterima Aremania sejati yang selama ini datang ke stadion dengan membeli tiket langsung. Selain itu, Aremania juga disarankan agar bisa waspada dan teliti dalam membeli tiket, jangan sampai membeli tiket palsu.
Ditambahkannya, pemasukkan tiket pertandingan sangat penting bagi keberlangsungan hidup Arema. Pasalnya, tim juara bertahan Super Liga Indonesia (ISL) juga sangat bertumpu dari hasil penjualan tiket pertandingan homenya. Terlebih, manajemen Arema juga terus berusaha dan berjuang agar sektor financial tim bisa lebih sehat kedepannya.
‘’Sungguh disayangkan jika sampai masih ada kebocoran tiket nantinya. Pastinya, hal itu bukan Aremania, karena Aremania sangat memahami bagaimana pentingnya hasil penjualan tiket laga home Arema untuk membantu financial tim. Kami juga meminta bantuan Aremania, agar juga teliti dan membantu upaya panpel agar kebocoran tiket ini tidak sampai terjadi lagi,” harap Abriadi. (poy/jon)
Rabu, 13 April 2011
Optimis Sikat PSPS
Sore ini Latihan di Gajayana
MALANGPOST-Setelah sempat ditahan Sriwijaya FC imbang 1-1 di stadion Kanjuruhan, Arema kembali ke jalurnya yang benar. Dua laga home terakhir tim berjuluk Singo Edan ini berhasil memetik kemenangan, saat menaklukkan Persib 2-0 dan Persija 2-1.
Hasil positif ini tentu diharapkan bisa berlanjut saat Arema kembali melajutkan laga kandangnya. Yaitu saat menjamu PSPS Pekanbaru dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011, Jumat (15/4) lusa.
Meski dalam kondisi masih tampil pincang dengan sedert pemain harus absen, Arema dituntut mampu raih hasil sempurna. Menyusul hanya dengan tambahan tiga poin, tim asuhan Miroslav Janu ini jaga peluang untuk berasing di puncak klasemen.
Pada pertandingan yang terhitung cukup krusial ini Arema masih belum bisa menurunkan galandang asal Uruguay, Esteban Gullien yang cedera hamstring. Ditambah tiga pemain absen karena hukuman akumulasi kartu kuning dan kartu merah.
Zulkifli dan Yongki Ariwibowo absen karena akumulasi kartu kuning dan Sunarto dalam kartu merah. Beruntung Arema bisa turunkan Noh ’Along’ Alamshah yang sudah bebas dari akumulasi kartu kuning, meski kondisinya lama tak latihan pasca cedera.
Dalam kondisi tidak bisa tampil full team ini, Zulkifli tetap optimis Arema mampu raih hasil terbaik. Menyusul semua pemain siap mengisi posisi yang dibutuhkan tim Arema sesuai dengan taktik dan strategi pelatih.
“Saya memang absen saat lawan PSPS karena akumulasi kartu kuning, tapi saya rasa tidak ada masalah, karena masih ada pemain yang lain, seperti Benny bisa bermain di posisi itu (bek kanan),” ungkap Zulkifli, kemarin sore.
Jika Benny ditarik ke bek kanan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Zulkifli, maka bek kiri bisa kembali ditempat Waluyo seperti laga terakhir Arema lawan Persija. Atau ada Alfarizi yang beberapa pertandingan diplot untuk bek kiri.
Zulkifli mengakui, PSPS adalah tim yang bagus, meski saat ini posisi masih teseok-seok diperingkat 12 klasemen sementara ISL. Bek asal Makassar ini cukup yakin Arema raih tiga poin saat bermain di hadapan Aremania.
“PSPS tim yang bagus, mereka juga mengandalkan kolektifitas permainan yang bagus, tapi kami optimis bisa mengalahkan mereka, apalagi kita bermain di depan Aremania,” yakin Zulkifli kepada Malang Post.
Sementara itu, usai mendapat jatah libur sehari kemarin, Zulkifli dkk akan kembali memulai latihan untuk persiapan lawan PSPS. Latihan intensif jelang lawan PSPS ini digelar di stadion Gajayana, sore ini.
“Ya, besok sore (sore ini) kita latihan di stadion Gajayana untuk mulai persiapan menghadapi PSPS,” sebut asisten pelatih Arema, Dwi Sasmianto perihal agenda latihan tim Arema dua hari jelang lawan PSPS. (bua)
MALANGPOST-Setelah sempat ditahan Sriwijaya FC imbang 1-1 di stadion Kanjuruhan, Arema kembali ke jalurnya yang benar. Dua laga home terakhir tim berjuluk Singo Edan ini berhasil memetik kemenangan, saat menaklukkan Persib 2-0 dan Persija 2-1.
Hasil positif ini tentu diharapkan bisa berlanjut saat Arema kembali melajutkan laga kandangnya. Yaitu saat menjamu PSPS Pekanbaru dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011, Jumat (15/4) lusa.
Meski dalam kondisi masih tampil pincang dengan sedert pemain harus absen, Arema dituntut mampu raih hasil sempurna. Menyusul hanya dengan tambahan tiga poin, tim asuhan Miroslav Janu ini jaga peluang untuk berasing di puncak klasemen.
Pada pertandingan yang terhitung cukup krusial ini Arema masih belum bisa menurunkan galandang asal Uruguay, Esteban Gullien yang cedera hamstring. Ditambah tiga pemain absen karena hukuman akumulasi kartu kuning dan kartu merah.
Zulkifli dan Yongki Ariwibowo absen karena akumulasi kartu kuning dan Sunarto dalam kartu merah. Beruntung Arema bisa turunkan Noh ’Along’ Alamshah yang sudah bebas dari akumulasi kartu kuning, meski kondisinya lama tak latihan pasca cedera.
Dalam kondisi tidak bisa tampil full team ini, Zulkifli tetap optimis Arema mampu raih hasil terbaik. Menyusul semua pemain siap mengisi posisi yang dibutuhkan tim Arema sesuai dengan taktik dan strategi pelatih.
“Saya memang absen saat lawan PSPS karena akumulasi kartu kuning, tapi saya rasa tidak ada masalah, karena masih ada pemain yang lain, seperti Benny bisa bermain di posisi itu (bek kanan),” ungkap Zulkifli, kemarin sore.
Jika Benny ditarik ke bek kanan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Zulkifli, maka bek kiri bisa kembali ditempat Waluyo seperti laga terakhir Arema lawan Persija. Atau ada Alfarizi yang beberapa pertandingan diplot untuk bek kiri.
Zulkifli mengakui, PSPS adalah tim yang bagus, meski saat ini posisi masih teseok-seok diperingkat 12 klasemen sementara ISL. Bek asal Makassar ini cukup yakin Arema raih tiga poin saat bermain di hadapan Aremania.
“PSPS tim yang bagus, mereka juga mengandalkan kolektifitas permainan yang bagus, tapi kami optimis bisa mengalahkan mereka, apalagi kita bermain di depan Aremania,” yakin Zulkifli kepada Malang Post.
Sementara itu, usai mendapat jatah libur sehari kemarin, Zulkifli dkk akan kembali memulai latihan untuk persiapan lawan PSPS. Latihan intensif jelang lawan PSPS ini digelar di stadion Gajayana, sore ini.
“Ya, besok sore (sore ini) kita latihan di stadion Gajayana untuk mulai persiapan menghadapi PSPS,” sebut asisten pelatih Arema, Dwi Sasmianto perihal agenda latihan tim Arema dua hari jelang lawan PSPS. (bua)
PSPS Datang Bawa Masalah
MALANGPOST - Jika sesuai jadwal, rombongan tim PSPS Pekanbaru bakal tiba di Malang, sore ini. Tim berjuluk Askar Bertuah ini datang untuk menantang Arema dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, Jumat (15/4) lusa.
Pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning menyebut, dia berangkat ke Malang dengan membawa 18 pemain. Meski siap tampil full team, Gurning mengaku kondisi mental tanding anak didiknya tengah bermasalah.
Bahkan mantan pelatih Persitara ini mengaku mental bertanding pasukannya terancam tidak maksimal saat lawan Arema nanti. Itu setelah pada laga home PSPS, saat lawan Persiwa Wamena, Senin (11/4) kemarin dibatalkan karena adanya kerusuhan Pilkada di Riau.
Gurning mengaku, timnya merasa kecewa dengan adanya pembatalan pertandingan lawan Persiwa tersebut. ’’Kami memang kecewa dengan pembatalan secara mendadak ini. Saat itu spirit anak-anak sedang tinggi-tingginya untuk bisa meraih kemenangan atas Persiwa,’’ katanya.
’’Tentu bila kemarin kami bisa menang, itu akan menjadi modal yang berharga untuk bisa menghadapi Arema. Saat ini mental tanding anak-anak saya akui terpengaruh dengan pembatalan kemarin,’’ sambung Gurning saat dihubungi Malang Post kemarin sore.
Bahkan dia mengaku tidak memiliki persiapan apapun untuk menghadapi Arema. Karena pasca larangan bertanding lawan Persiwa itu, Djumafo dkk tidak melakoni latihan apapun.
’’Lawan Arema kami tidak ada persiapan apa-apa. Setelah tidak jadi main, hari Senin kemarin, tim memang libur latihan. Rencananya latihan lagi di lapangan baru kami lakukan, Kamis nanti (14/4) saat sesi ujicoba lapangan di Malang,’’ jelas Gurning.
Untuk itu, pelatih yang pernah berkarier di klub PSMS Medan ini memilih tak mau muluk-muluk dengan target timnya saat dijamu Arema lusa. Gurning hanya berharap agar pasukannya bisa menampilkan permainan yang baik saat lawan Arema.
‘’Untuk target lawan Arema, kami realistis saja dengan hanya menargetkan bisa curi poin. Saya berharap anak-anak bisa menampilkan permainan terbaiknya di Malang nanti,’’ terang Gurning.
Menurut rencana, rombongan tim PSSI berangkat pagi ini dari Pekanbaru, menuju Bandara Juanda, Surabaya dengan transit lebih dulu di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Diperkirakan, Gurning dan pasukannya tiba di Malang sekitar pukul 15.00 WIB, dan langsung menuju Hotel Kartika Graha, tempat mereka menginap selama ada di Malang. (mg3/bua)
Pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning menyebut, dia berangkat ke Malang dengan membawa 18 pemain. Meski siap tampil full team, Gurning mengaku kondisi mental tanding anak didiknya tengah bermasalah.
Bahkan mantan pelatih Persitara ini mengaku mental bertanding pasukannya terancam tidak maksimal saat lawan Arema nanti. Itu setelah pada laga home PSPS, saat lawan Persiwa Wamena, Senin (11/4) kemarin dibatalkan karena adanya kerusuhan Pilkada di Riau.
Gurning mengaku, timnya merasa kecewa dengan adanya pembatalan pertandingan lawan Persiwa tersebut. ’’Kami memang kecewa dengan pembatalan secara mendadak ini. Saat itu spirit anak-anak sedang tinggi-tingginya untuk bisa meraih kemenangan atas Persiwa,’’ katanya.
’’Tentu bila kemarin kami bisa menang, itu akan menjadi modal yang berharga untuk bisa menghadapi Arema. Saat ini mental tanding anak-anak saya akui terpengaruh dengan pembatalan kemarin,’’ sambung Gurning saat dihubungi Malang Post kemarin sore.
Bahkan dia mengaku tidak memiliki persiapan apapun untuk menghadapi Arema. Karena pasca larangan bertanding lawan Persiwa itu, Djumafo dkk tidak melakoni latihan apapun.
’’Lawan Arema kami tidak ada persiapan apa-apa. Setelah tidak jadi main, hari Senin kemarin, tim memang libur latihan. Rencananya latihan lagi di lapangan baru kami lakukan, Kamis nanti (14/4) saat sesi ujicoba lapangan di Malang,’’ jelas Gurning.
Untuk itu, pelatih yang pernah berkarier di klub PSMS Medan ini memilih tak mau muluk-muluk dengan target timnya saat dijamu Arema lusa. Gurning hanya berharap agar pasukannya bisa menampilkan permainan yang baik saat lawan Arema.
‘’Untuk target lawan Arema, kami realistis saja dengan hanya menargetkan bisa curi poin. Saya berharap anak-anak bisa menampilkan permainan terbaiknya di Malang nanti,’’ terang Gurning.
Menurut rencana, rombongan tim PSSI berangkat pagi ini dari Pekanbaru, menuju Bandara Juanda, Surabaya dengan transit lebih dulu di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Diperkirakan, Gurning dan pasukannya tiba di Malang sekitar pukul 15.00 WIB, dan langsung menuju Hotel Kartika Graha, tempat mereka menginap selama ada di Malang. (mg3/bua)
Selasa, 12 April 2011
Tiket Bocor, Gaji Kurang
MALANGPOST - Adanya kebocoran tiket pada laga home Arema, sebenarnya bukan cerita baru. Meski jarang terekspose, hampir disetiap laga kandang tim berjuluk Singo Edan ini pastinya terjadi yang namanya kebocoran tiket tersebut.
Terakhir saat laga home menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/4) kemarin, kebocoran tersebut kembali terjadi. Manajemen Arema pun buka suara terkait adanya kebocoran ini.
Maklum dari hasil pertandingan tersebut, manajemen Arema menargetkan mampu membayar satu kali gaji pemain yang hingga saat ini sudah tertunda 2,5 bulan. Sehingga adanya kebocoran tiket tersebut dirasa cukup merugikan tim Arema.
Jumlah kebocorannya pun terbilang cukup tinggi, yaitu Rp 70 juta lebih. Tepatnya manajemen Arema mengalami kerugian Rp 70.410.000. Sedikit banyak nilai kebocoran ini jadi kerugian tersendiri untuk manajemen Arema.
Menurut keterangan Pelaksana Harian PT Arema Indonesia yang juga Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara, adanya kebocoran ini diketahui berdasarkan selisih jumlah penonton yang masuk dengan jumlah tiket yang terjual.
Jika berdasarkan perhitungan yang dilakukan Dispenda Kabupaten Malang, jumlah penonton yang terhitung checker (alat hitung) berjumlah 32.957 orang. Sedangkan jumlah sebenarnya dari tiket yang terjual hanya 29.400 lembar.
’’Jumlah pasti penonton berdasarkan pemasukan tiket ekonomi 27.939 lembar yaitu Rp 838.170.000, tiket VIP 1.298 lembar yaitu Rp 129.800.000, dan tiket VVIP 163 lembar yaitu Rp 24.450.000, total Rp 992.420.000,’’ jelas Abriadi.
’’Angka kebocorannya sangat tinggi kalau berdasar checker Dispenda, total penonton 32.597, sedang total penonton berdasarkan tiket 29.400, selisihnya 3.197. Kalau dipotong freepass sebanyak 850, prediksi penonton masuk tanpa tiket sebanyak 2.347 orang,’’ sambungnya.
Angka dua ribu lebih masuk stadion tanpa memberikan pemasukan pada manajemen Arema tentu bukan nilai yang sedikit. Jika itu dihitung dengan harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, maka angka kebocorannya Rp 70.410.000.
Pantas saja, meski kondisi stadion Kanjuruhan sudah terlihat penuh sesak, namun sejatinya tiket yang ada di loket masih tersisa banyak. Diduga, kebocoran tiket ini terjadi lantaran banyaknya tiket aspal (asli tapi palsu) yang beredar.
Apalagi panpel Arema telah memiliki barang bukti adanya tiket aspal tersebut. Sedikitnya ada delapan tiket aspal. Tiket aspal itu dibuat dari tiket asli yang disambung dengan sobekan tiket yang harusnya itu diamankan oleh petugas portir di pintu masuk stadion.
Sehingga ada dugaan, beredarnya tiket aspal ini melibatkan petugas oknum portir. ’’Sebagai evaluasi, maka kita akan mengganti porter yang selama ini dikendalikan Zipur, dan kita juga akan melakukan rolling di bagian tiketing,’’ sebut Abriadi.
Tak hanya melakukan upaya pencegahan tersebut, manajemen Arema juga akan menggelar sayembara terbuka bagi pihak-pihak yang berhasil menangkap penyebar tiket palsu laga home Arema ini bakal mendapatkan hadiah.
’’Jadi bagi yang bisa menangkap oknum ini, kita akan berikan hadiah dan kalau perlu hadiah uang. Karena peredaran tiket palsu ini sangat merugikan Arema. Kita jamin identitas yang melaporkan atau yang menangkap oknum tersebut, karena ini akan langsung diproses secara hukum oleh pihak kepolisian,’’ yakin Abriadi.
Sementara itu, sebagai dampak adanya kebocoran tiket ini, jumlah pemasukan bersih yang diperoleh manajemen Arema ternyata tak sampai Rp 1 miliar. Sedangkan target untuk bisa membayar satu kali gaji pemain sebasar Rp 1,1 miliar.
’’Ya, dengan penghasilan Rp 992 jutaan itu, maka untuk satu kali gaji pemain masih kurang sekitar Rp 300 jutaan,’’ terang Abriadi yang tampaknya harus kembali cari utangan untuk membayar gaji pemain yang rencananya ditransfer hari ini juga. (bua/avi)
Terakhir saat laga home menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/4) kemarin, kebocoran tersebut kembali terjadi. Manajemen Arema pun buka suara terkait adanya kebocoran ini.
Maklum dari hasil pertandingan tersebut, manajemen Arema menargetkan mampu membayar satu kali gaji pemain yang hingga saat ini sudah tertunda 2,5 bulan. Sehingga adanya kebocoran tiket tersebut dirasa cukup merugikan tim Arema.
Jumlah kebocorannya pun terbilang cukup tinggi, yaitu Rp 70 juta lebih. Tepatnya manajemen Arema mengalami kerugian Rp 70.410.000. Sedikit banyak nilai kebocoran ini jadi kerugian tersendiri untuk manajemen Arema.
Menurut keterangan Pelaksana Harian PT Arema Indonesia yang juga Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara, adanya kebocoran ini diketahui berdasarkan selisih jumlah penonton yang masuk dengan jumlah tiket yang terjual.
Jika berdasarkan perhitungan yang dilakukan Dispenda Kabupaten Malang, jumlah penonton yang terhitung checker (alat hitung) berjumlah 32.957 orang. Sedangkan jumlah sebenarnya dari tiket yang terjual hanya 29.400 lembar.
’’Jumlah pasti penonton berdasarkan pemasukan tiket ekonomi 27.939 lembar yaitu Rp 838.170.000, tiket VIP 1.298 lembar yaitu Rp 129.800.000, dan tiket VVIP 163 lembar yaitu Rp 24.450.000, total Rp 992.420.000,’’ jelas Abriadi.
’’Angka kebocorannya sangat tinggi kalau berdasar checker Dispenda, total penonton 32.597, sedang total penonton berdasarkan tiket 29.400, selisihnya 3.197. Kalau dipotong freepass sebanyak 850, prediksi penonton masuk tanpa tiket sebanyak 2.347 orang,’’ sambungnya.
Angka dua ribu lebih masuk stadion tanpa memberikan pemasukan pada manajemen Arema tentu bukan nilai yang sedikit. Jika itu dihitung dengan harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, maka angka kebocorannya Rp 70.410.000.
Pantas saja, meski kondisi stadion Kanjuruhan sudah terlihat penuh sesak, namun sejatinya tiket yang ada di loket masih tersisa banyak. Diduga, kebocoran tiket ini terjadi lantaran banyaknya tiket aspal (asli tapi palsu) yang beredar.
Apalagi panpel Arema telah memiliki barang bukti adanya tiket aspal tersebut. Sedikitnya ada delapan tiket aspal. Tiket aspal itu dibuat dari tiket asli yang disambung dengan sobekan tiket yang harusnya itu diamankan oleh petugas portir di pintu masuk stadion.
Sehingga ada dugaan, beredarnya tiket aspal ini melibatkan petugas oknum portir. ’’Sebagai evaluasi, maka kita akan mengganti porter yang selama ini dikendalikan Zipur, dan kita juga akan melakukan rolling di bagian tiketing,’’ sebut Abriadi.
Tak hanya melakukan upaya pencegahan tersebut, manajemen Arema juga akan menggelar sayembara terbuka bagi pihak-pihak yang berhasil menangkap penyebar tiket palsu laga home Arema ini bakal mendapatkan hadiah.
’’Jadi bagi yang bisa menangkap oknum ini, kita akan berikan hadiah dan kalau perlu hadiah uang. Karena peredaran tiket palsu ini sangat merugikan Arema. Kita jamin identitas yang melaporkan atau yang menangkap oknum tersebut, karena ini akan langsung diproses secara hukum oleh pihak kepolisian,’’ yakin Abriadi.
Sementara itu, sebagai dampak adanya kebocoran tiket ini, jumlah pemasukan bersih yang diperoleh manajemen Arema ternyata tak sampai Rp 1 miliar. Sedangkan target untuk bisa membayar satu kali gaji pemain sebasar Rp 1,1 miliar.
’’Ya, dengan penghasilan Rp 992 jutaan itu, maka untuk satu kali gaji pemain masih kurang sekitar Rp 300 jutaan,’’ terang Abriadi yang tampaknya harus kembali cari utangan untuk membayar gaji pemain yang rencananya ditransfer hari ini juga. (bua/avi)
Golo Akui Dalam Tekanan
MALANGPOST-Meski dua gol kemenangan Arema atas Persija dicetak Chmelo Roman dan Sunarto, pelatih Arema, Miroslav Janu memutuskan Roman Golian sebagai man of the match atau pemain terbaik pada pertandingan di stadion Kanjuruhan tersebut.
Pelatih asal Republik Ceko ini mengaku penampilan Golian sepanjang 2x45 menit cukup bagus menghalau setiap serangan yang dibangun Persija. Bahkan Greg Nwokolo sebagai motor serangan Persija dibuat mati kutu.
“Golian super, dia main bagus. Kemarin dia sudah main bagus, dan lawan Persija dia main bagus lagi. Sebagai man of the match, menurut saya Golian,” sebut Miro yang pada laga tersebut menduetkan Golian dengan Purwaka.
Sementara stopper Arema asal Slovakia ini kepada Malang Post mengakui pertandingan lawan Persija kemarin cukup berat baginya. Apalagi saat Arema bermain dengan 10 pemain di babak kedua, Persija lebih leluasa menyerang.
Pemain yang akrab disapa Golo ini pun mengakuai dirinya dalam tekanan. Khususnya setelah Persija sempat cetak satu gol lewat tandukan Bambang Pamungkas, Golo mati-matian mengamankan daerah pertahanan Arema.
“Ya, itu pertandingan yang keras dan penuh tekanan, tapi yang penting Arema bisa menang dan saya senang dengan hasil ini,” ungkap Golo disela-sela program recovery di Famiuly Club Araya, kemarin pagi.
Setelah sempat beberapa pertandingan dibangku cadangkan, Golo mulai mendapatkan kepercayaan pelatih untuk menempati posisi starting line up. Pemain yang gabung sejak putaran kedua ini masuk menggantikan posisi Pierre Njanka.
Sayangnya, rekan senegara Chmelo Roman ini tak bisa diandalkan Arema untuk ajang Liga Champions Asia. Padahal pada pertandingan LCA tersebut, bisa menjadi ujian kualitas yang sebenarnya di lini belakang Arema. (bua)
Pelatih asal Republik Ceko ini mengaku penampilan Golian sepanjang 2x45 menit cukup bagus menghalau setiap serangan yang dibangun Persija. Bahkan Greg Nwokolo sebagai motor serangan Persija dibuat mati kutu.
“Golian super, dia main bagus. Kemarin dia sudah main bagus, dan lawan Persija dia main bagus lagi. Sebagai man of the match, menurut saya Golian,” sebut Miro yang pada laga tersebut menduetkan Golian dengan Purwaka.
Sementara stopper Arema asal Slovakia ini kepada Malang Post mengakui pertandingan lawan Persija kemarin cukup berat baginya. Apalagi saat Arema bermain dengan 10 pemain di babak kedua, Persija lebih leluasa menyerang.
Pemain yang akrab disapa Golo ini pun mengakuai dirinya dalam tekanan. Khususnya setelah Persija sempat cetak satu gol lewat tandukan Bambang Pamungkas, Golo mati-matian mengamankan daerah pertahanan Arema.
“Ya, itu pertandingan yang keras dan penuh tekanan, tapi yang penting Arema bisa menang dan saya senang dengan hasil ini,” ungkap Golo disela-sela program recovery di Famiuly Club Araya, kemarin pagi.
Setelah sempat beberapa pertandingan dibangku cadangkan, Golo mulai mendapatkan kepercayaan pelatih untuk menempati posisi starting line up. Pemain yang gabung sejak putaran kedua ini masuk menggantikan posisi Pierre Njanka.
Sayangnya, rekan senegara Chmelo Roman ini tak bisa diandalkan Arema untuk ajang Liga Champions Asia. Padahal pada pertandingan LCA tersebut, bisa menjadi ujian kualitas yang sebenarnya di lini belakang Arema. (bua)
Senin, 11 April 2011
Happy B'day 02 Purwaka Yudhi
Purwaka Yudhi Pratomo (lahir di Lampung, 11 April 1984; umur 26 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia. Sebelumnya ia memperkuat Deltras Sidoarjo, Persekabpas Pasuruan dan Gresik United. Purwaka adalah salah satu anggota timnas PSSI U-23 SEA Games 2007 Thailand. Ia biasa menempati posisi sebagai pemain bertahan dan Gelandang
Klub
- Deltras Sidoarjo
- Persekabpas Pasuruan
- Deltras Sidoarjo
- Gresik United
- Arema Malang
.
Timnas
- PSSI U-23
Gelar
- Juara Liga Super Indonesia 2009/2010 bersama Arema Indonesia
- Runner up Piala Indonesia 2010
Terima Kasih Aremania
MALANGPOST - Arema akhirnya berhasil membayar lunas kekalahan pada putaran pertama lalu di Jakarta saat kalah 1-2 dari Persija. Kemarin giliran Singo Edan berhasil mengalahkan tim berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 2-1 di stadion Kanjuruhan, tadi malam.
Kemenangan ini pun disambut gembira tim pelatih dan pemain Arema yang sempat tertekan pada babak kedua. Khususnya pelatih Arema, Miroslav Janu tampak emosional menerima kemenangan timnya dari tim yang cukup tangguh itu.
’’Ini pertandingan beda atmosfir dengan pertandingan Liga Champions Asia saat Arema lawan Shanong Luneng. Malam ini Persija main ofensif dan babak kesatu kita main ofensif, kita lakukan pressing dengan baik dan dapat dua gol,’’ evaluasi Miro.
’’Babak kedua, dengan Sunarto dapat kartu merah, permainan sedikit berubah. Kita sebenarnya mau ganti Sunarto, tapi ini pemain muda, lakukan kesalahan dan dapat kartu merah,’’ sambungnya saat jumpa pers usai pertandingan.
Secara umum, menurut pelatih asal Republik Ceko ini permainan timnya tadi malam cukup imbang dengan Persija. Bahkan ada peluang Persija untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2, tadi malam.
’’Kita main penuh malam ini (semalam, Red.). Terima kasih pemain yang semuanya kerja keras dan hampir mati. Kita sebenarnya bisa saja ditahan imbang. Persija punya peluang bagus saat menurunkan Makor dan Bambang Pamungs,’’ terang Miro.
Diakuinya, Persija tim yang bagus dengan kualitas serangan yang cukup berbahaya. ’’Tapi malam ini kita semua main bagus dan disiplin. Kita juga ada dua sampai tiga peluang di babak kedua tadi,’’ jelasnya.
Mantan pelatih Slavia Praha ini meyakinkan, sejak awal pemainnya memangh diinstruksikan untuk bermain cepat. Menurutnya dengan kondisi lapangan becek karena diguyur hujan tidak menjadi persoalan timnya.
’’Terima kasih Aremania yang datang memenuhi stadion Kanjuruhan, mereka dukung Arema penuh semangat, meski hujan deras. Terima kasih pemain yang tampil bagus dan terimakasih Persija. Ini kualitas permainan yang tinggi,’’ pungkas Miro.
Sementara itu pelatih Persija Rahmad Dharmawan merasa kecewa dengan hasil yang diraih timnya menelan kekalahan 1-2. Menginggat banyak peluang yang tercipta melalui pemain-pemainnya. Terutama di babak kedua setelah Arema bermain dengan sepuluh pemain karena Sunarto diganjar kartu merah.
Beberapa kali melalui Agu Casmir, Bambang Pamungkas maupun Greg mengancam gawang Singo Edan. ‘’Kita memiliki banyak peluang namun penyelesaian akhir yang kurang. Itulah sepak bola,’’ kata Rahmad Dharmawan dalam sesi jumpa press setelah pertandingan.
Menurut pelatih asal Metro Lampung itu, seharusnya timnya bisa mencetak gol lebih banyak. Hanya saja, banyak peluang yang terbuang sia-sia.
Kekecewaan mantan pelatih Sriwijaya dan Persipura ini juga dikarenakan timnya mendapat hukuman penalti di menit-menit awal babak pertama.
Alasannya, ia tidak mengerti dengan keputusan wasit asal Malaysia itu dengan memberikan hadiah penalti. ‘’Tetapi kita tetap menghormati keputusan wasit. Saya sendiri tidak mengerti wasit memberikan hadiah penalti,’’ katanya. (bua/avi)
Kemenangan ini pun disambut gembira tim pelatih dan pemain Arema yang sempat tertekan pada babak kedua. Khususnya pelatih Arema, Miroslav Janu tampak emosional menerima kemenangan timnya dari tim yang cukup tangguh itu.
’’Ini pertandingan beda atmosfir dengan pertandingan Liga Champions Asia saat Arema lawan Shanong Luneng. Malam ini Persija main ofensif dan babak kesatu kita main ofensif, kita lakukan pressing dengan baik dan dapat dua gol,’’ evaluasi Miro.
’’Babak kedua, dengan Sunarto dapat kartu merah, permainan sedikit berubah. Kita sebenarnya mau ganti Sunarto, tapi ini pemain muda, lakukan kesalahan dan dapat kartu merah,’’ sambungnya saat jumpa pers usai pertandingan.
Secara umum, menurut pelatih asal Republik Ceko ini permainan timnya tadi malam cukup imbang dengan Persija. Bahkan ada peluang Persija untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2, tadi malam.
’’Kita main penuh malam ini (semalam, Red.). Terima kasih pemain yang semuanya kerja keras dan hampir mati. Kita sebenarnya bisa saja ditahan imbang. Persija punya peluang bagus saat menurunkan Makor dan Bambang Pamungs,’’ terang Miro.
Diakuinya, Persija tim yang bagus dengan kualitas serangan yang cukup berbahaya. ’’Tapi malam ini kita semua main bagus dan disiplin. Kita juga ada dua sampai tiga peluang di babak kedua tadi,’’ jelasnya.
Mantan pelatih Slavia Praha ini meyakinkan, sejak awal pemainnya memangh diinstruksikan untuk bermain cepat. Menurutnya dengan kondisi lapangan becek karena diguyur hujan tidak menjadi persoalan timnya.
’’Terima kasih Aremania yang datang memenuhi stadion Kanjuruhan, mereka dukung Arema penuh semangat, meski hujan deras. Terima kasih pemain yang tampil bagus dan terimakasih Persija. Ini kualitas permainan yang tinggi,’’ pungkas Miro.
Sementara itu pelatih Persija Rahmad Dharmawan merasa kecewa dengan hasil yang diraih timnya menelan kekalahan 1-2. Menginggat banyak peluang yang tercipta melalui pemain-pemainnya. Terutama di babak kedua setelah Arema bermain dengan sepuluh pemain karena Sunarto diganjar kartu merah.
Beberapa kali melalui Agu Casmir, Bambang Pamungkas maupun Greg mengancam gawang Singo Edan. ‘’Kita memiliki banyak peluang namun penyelesaian akhir yang kurang. Itulah sepak bola,’’ kata Rahmad Dharmawan dalam sesi jumpa press setelah pertandingan.
Menurut pelatih asal Metro Lampung itu, seharusnya timnya bisa mencetak gol lebih banyak. Hanya saja, banyak peluang yang terbuang sia-sia.
Kekecewaan mantan pelatih Sriwijaya dan Persipura ini juga dikarenakan timnya mendapat hukuman penalti di menit-menit awal babak pertama.
Alasannya, ia tidak mengerti dengan keputusan wasit asal Malaysia itu dengan memberikan hadiah penalti. ‘’Tetapi kita tetap menghormati keputusan wasit. Saya sendiri tidak mengerti wasit memberikan hadiah penalti,’’ katanya. (bua/avi)
Alhamdulillah Bayaran.
MALANGPOST - Begitu pertama kali masuk ke dalam lapangan sesaat setelah tiba di stadion Kanjuruhan, tadi malam, pemain dan tim pelatih Arema tampak bisa tersenyum. Maklum, mereka datang menyaksikan kondisi stadion penuh dengan penonton.
Pertanda target manajemen untuk bisa membayar satu kali gaji pemain bisa terpenuhi. Setidaknya dari ukuran jumlah penonton yang hadir, pemasukan dari hasil penjualan tiket semestinya cukup untuk membayar gaji pemain.
Benar saja, dari hasil checker atau alat hitung oleh Dispenda Kabupaten Malang tercatat stadion Kanjuruhan dipenuhi 32 ribu lebih penonton. Tepatnya ada 32.957 orang yang datang ke stadion milik Pemkab Malang tersebut.
Namun belum ada rincian dari jumlah tersebut, untuk penonton ekonomi, VIP dan VIP. Pastinya menurut kalkulasi panpel Arema, diperkirakan dari hasil penjualan tiket tersebut bisa mencapai angka Rp 1 miliar lebih.
’’Alhamdulillah. Hasil kalkulasi kita, Insya Allah hasil pertandingan malam ini bisa sampai Rp 1 milar,’’ ungkap Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara kepada Malang Post usai pertandingan tadi malam.
Menurut perhitungannya, pemasukan kotor dari hasil big match semalam Rp 1,2 miliar, dengan asumsi tiket yang terjual 32.800 lembar. Sehingga dengan jumlah tersebut, cukup untuk membayar satu kali gaji pemain Arema sebesar Rp 1,1 miliar.
’’Ya, kalau dari asumsi kita dengan jumlah penonton bersih 32.800, maka pemasukan kotor kita adalah Rp 1,2 miliar. Berarti itu cukup untuk membayar satu kali gaji. Alhamdulillah,’’ sebut Abriadi.
Jumlah Rp 1 miliar lebih tersebut bisa dicapai oleh panpel Arema menyusul harga tiket pertandingan Arema lawan Persija memang naik, seperti harga tiket untuk pertandingan Liga Champions Asia.
Tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Kenaikan harga tiket ini berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen Arema dan Aremania demi untuk bisa membayar gaji pemain yang sudah terlambat 2,5 bulan.
Menurut rencana, Senin (11/4) hari ini, atau paling lambat besok, hasil penjualan tiket itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemain Arema. Itu sesuai dengan komitmen manajemen untuk membayar gaji pemain dari hasil tiket.
Kehadiran Aremania tadi malam benar-benar membuktikan loyalitas mereka pada Arema. Tak hanya dukungan secara finansial, sepanjang 2x45 menit, Aremania tak henti memberi support pada perjuangan Zulkifli dkk, tadi malam. (bua/avi)
Pertanda target manajemen untuk bisa membayar satu kali gaji pemain bisa terpenuhi. Setidaknya dari ukuran jumlah penonton yang hadir, pemasukan dari hasil penjualan tiket semestinya cukup untuk membayar gaji pemain.
Benar saja, dari hasil checker atau alat hitung oleh Dispenda Kabupaten Malang tercatat stadion Kanjuruhan dipenuhi 32 ribu lebih penonton. Tepatnya ada 32.957 orang yang datang ke stadion milik Pemkab Malang tersebut.
Namun belum ada rincian dari jumlah tersebut, untuk penonton ekonomi, VIP dan VIP. Pastinya menurut kalkulasi panpel Arema, diperkirakan dari hasil penjualan tiket tersebut bisa mencapai angka Rp 1 miliar lebih.
’’Alhamdulillah. Hasil kalkulasi kita, Insya Allah hasil pertandingan malam ini bisa sampai Rp 1 milar,’’ ungkap Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara kepada Malang Post usai pertandingan tadi malam.
Menurut perhitungannya, pemasukan kotor dari hasil big match semalam Rp 1,2 miliar, dengan asumsi tiket yang terjual 32.800 lembar. Sehingga dengan jumlah tersebut, cukup untuk membayar satu kali gaji pemain Arema sebesar Rp 1,1 miliar.
’’Ya, kalau dari asumsi kita dengan jumlah penonton bersih 32.800, maka pemasukan kotor kita adalah Rp 1,2 miliar. Berarti itu cukup untuk membayar satu kali gaji. Alhamdulillah,’’ sebut Abriadi.
Jumlah Rp 1 miliar lebih tersebut bisa dicapai oleh panpel Arema menyusul harga tiket pertandingan Arema lawan Persija memang naik, seperti harga tiket untuk pertandingan Liga Champions Asia.
Tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Kenaikan harga tiket ini berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen Arema dan Aremania demi untuk bisa membayar gaji pemain yang sudah terlambat 2,5 bulan.
Menurut rencana, Senin (11/4) hari ini, atau paling lambat besok, hasil penjualan tiket itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemain Arema. Itu sesuai dengan komitmen manajemen untuk membayar gaji pemain dari hasil tiket.
Kehadiran Aremania tadi malam benar-benar membuktikan loyalitas mereka pada Arema. Tak hanya dukungan secara finansial, sepanjang 2x45 menit, Aremania tak henti memberi support pada perjuangan Zulkifli dkk, tadi malam. (bua/avi)
Minggu, 10 April 2011
Balas Dendam Lunas
Aremania Surabaya-Berbekal usung misi "revans" atas kekalahan pada putaran pertama di senayan 2-1 Arema Indonesia kembali menunjukkan keganasannya saat bermain di stadion Kanjuruhan kepanjen kabupaten Malang. Dengan bermain di bawah dukungan 35 ribu supporter militan yang dimiliki oleh Arema yaitu Aremania, Arema langsung menguasai dan mendominasi pertandingan. Sejak dilanggarnya Roman Chamelo pada menit ke-5 Arema sudah dapat mencetak goal hanya kurang dari waktu 5 menit. Awal kemenangan Arema dicetak melalui titik putih oleh striker asal Slovakia bernomor punggung 9 yaitu Roman Chamelo setelah ia dijatuhkan di dalam kotak terlarang tersebut
Memasuki menit ke 14 dominasi dan determinasi pemain Arema tidak berhenti, alhasil pada menit ke 15 kartu truf yang selama ini menjadi pemain pengganti yaitu young lion Sunarto berhasil menggandakan keunggulan memanfaatkan bola liar hasil tembakan keras dari kaki Zulkifli Syukur. Keunggulan 2-0 membuat kedua tim bermain keras bahkan sempat melahirkan kartu kuning bagi sang kapten Zulkifli Syukur dan Sunarto. Persija sempat beberapa kali membahayakan gawang Arema melalui seorang pemain yang dominan dengan kecepatannya yaitu Greg Nwokolo. Keunggulan 2-0 untuk Arema bertahan hingga turun minun
Di babak ke-2 Persija Jakarta mencoba memanfaatkan berkurangnya determinasi permainan Arema. Dengan memasukkan Bambang Pamungkas serangan anak-anak ibu kota ini menjadi lebih hidup. Entah apa yang terjadi, pemain Arema yang selama ini menjadi kartu penyelamat bagi tim Arema berubah menjadi malapetaka untuk tim Arema, Sunarto mengantongi dua kartu kuning dan harus memaksa wasit dari Malaysia itu mengeluarkan kartu merah setelah dia dengan sengaja menggapai bola tinggi dengan tangannya. Keluarnya satu dari pemain Arema benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak ibu kota untuk memperkecil keadaan. Alhasil melalui soloran yang dilakukan oleh Greg yang memberikan umpan kepada BP langsung disambut oleh sundulan mematikan oleh BP. Goal! 2-1 masih keunggulan Arema. Sayangnya waktu tidak cukup untuk BP dkk menyelamatkan Persija dari kekalahan. Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit asal Malaysia, kedudukan masih 2-1 untuk Arema. -Ichal-
Memasuki menit ke 14 dominasi dan determinasi pemain Arema tidak berhenti, alhasil pada menit ke 15 kartu truf yang selama ini menjadi pemain pengganti yaitu young lion Sunarto berhasil menggandakan keunggulan memanfaatkan bola liar hasil tembakan keras dari kaki Zulkifli Syukur. Keunggulan 2-0 membuat kedua tim bermain keras bahkan sempat melahirkan kartu kuning bagi sang kapten Zulkifli Syukur dan Sunarto. Persija sempat beberapa kali membahayakan gawang Arema melalui seorang pemain yang dominan dengan kecepatannya yaitu Greg Nwokolo. Keunggulan 2-0 untuk Arema bertahan hingga turun minun
Di babak ke-2 Persija Jakarta mencoba memanfaatkan berkurangnya determinasi permainan Arema. Dengan memasukkan Bambang Pamungkas serangan anak-anak ibu kota ini menjadi lebih hidup. Entah apa yang terjadi, pemain Arema yang selama ini menjadi kartu penyelamat bagi tim Arema berubah menjadi malapetaka untuk tim Arema, Sunarto mengantongi dua kartu kuning dan harus memaksa wasit dari Malaysia itu mengeluarkan kartu merah setelah dia dengan sengaja menggapai bola tinggi dengan tangannya. Keluarnya satu dari pemain Arema benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak ibu kota untuk memperkecil keadaan. Alhasil melalui soloran yang dilakukan oleh Greg yang memberikan umpan kepada BP langsung disambut oleh sundulan mematikan oleh BP. Goal! 2-1 masih keunggulan Arema. Sayangnya waktu tidak cukup untuk BP dkk menyelamatkan Persija dari kekalahan. Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit asal Malaysia, kedudukan masih 2-1 untuk Arema. -Ichal-
Langganan:
Postingan (Atom)


