MALANGPOST - Arema akhirnya berhasil membayar lunas kekalahan pada putaran pertama lalu di Jakarta saat kalah 1-2 dari Persija. Kemarin giliran Singo Edan berhasil mengalahkan tim berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 2-1 di stadion Kanjuruhan, tadi malam.
Kemenangan ini pun disambut gembira tim pelatih dan pemain Arema yang sempat tertekan pada babak kedua. Khususnya pelatih Arema, Miroslav Janu tampak emosional menerima kemenangan timnya dari tim yang cukup tangguh itu.
’’Ini pertandingan beda atmosfir dengan pertandingan Liga Champions Asia saat Arema lawan Shanong Luneng. Malam ini Persija main ofensif dan babak kesatu kita main ofensif, kita lakukan pressing dengan baik dan dapat dua gol,’’ evaluasi Miro.
’’Babak kedua, dengan Sunarto dapat kartu merah, permainan sedikit berubah. Kita sebenarnya mau ganti Sunarto, tapi ini pemain muda, lakukan kesalahan dan dapat kartu merah,’’ sambungnya saat jumpa pers usai pertandingan.
Secara umum, menurut pelatih asal Republik Ceko ini permainan timnya tadi malam cukup imbang dengan Persija. Bahkan ada peluang Persija untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2, tadi malam.
’’Kita main penuh malam ini (semalam, Red.). Terima kasih pemain yang semuanya kerja keras dan hampir mati. Kita sebenarnya bisa saja ditahan imbang. Persija punya peluang bagus saat menurunkan Makor dan Bambang Pamungs,’’ terang Miro.
Diakuinya, Persija tim yang bagus dengan kualitas serangan yang cukup berbahaya. ’’Tapi malam ini kita semua main bagus dan disiplin. Kita juga ada dua sampai tiga peluang di babak kedua tadi,’’ jelasnya.
Mantan pelatih Slavia Praha ini meyakinkan, sejak awal pemainnya memangh diinstruksikan untuk bermain cepat. Menurutnya dengan kondisi lapangan becek karena diguyur hujan tidak menjadi persoalan timnya.
’’Terima kasih Aremania yang datang memenuhi stadion Kanjuruhan, mereka dukung Arema penuh semangat, meski hujan deras. Terima kasih pemain yang tampil bagus dan terimakasih Persija. Ini kualitas permainan yang tinggi,’’ pungkas Miro.
Sementara itu pelatih Persija Rahmad Dharmawan merasa kecewa dengan hasil yang diraih timnya menelan kekalahan 1-2. Menginggat banyak peluang yang tercipta melalui pemain-pemainnya. Terutama di babak kedua setelah Arema bermain dengan sepuluh pemain karena Sunarto diganjar kartu merah.
Beberapa kali melalui Agu Casmir, Bambang Pamungkas maupun Greg mengancam gawang Singo Edan. ‘’Kita memiliki banyak peluang namun penyelesaian akhir yang kurang. Itulah sepak bola,’’ kata Rahmad Dharmawan dalam sesi jumpa press setelah pertandingan.
Menurut pelatih asal Metro Lampung itu, seharusnya timnya bisa mencetak gol lebih banyak. Hanya saja, banyak peluang yang terbuang sia-sia.
Kekecewaan mantan pelatih Sriwijaya dan Persipura ini juga dikarenakan timnya mendapat hukuman penalti di menit-menit awal babak pertama.
Alasannya, ia tidak mengerti dengan keputusan wasit asal Malaysia itu dengan memberikan hadiah penalti. ‘’Tetapi kita tetap menghormati keputusan wasit. Saya sendiri tidak mengerti wasit memberikan hadiah penalti,’’ katanya. (bua/avi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar