MALANGPOST - Meski musim lalu Arema hanya bercokol di posisi runner up, tim berjuluk Singo Edan ini sejatinya berpeluang tampil di ajang AFC Champions League atau Liga Champions Asia musim depan. Minimal memulainya dari babak play off.
Pasalnya untuk musim kemarin, PSSI gagal menggelar pertandingan Copa atau Piala Indonesia yang semestinya sang juara berhak tampil di play off LCA. Sedangkan Arema seharusnya cukup mendapat jatah tampil di AFC Cup.
Kini, baik Arema maupun Persipura yang mendapat jatah langsung tampil di LCA terancam batal. Itu jika AFC (Asian Football Confederation) benar-benar menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait persiapan kompetisi yang amburadul.
Bukan hanya lantaran format kompetisi yang rencananya digelar dua wilayah, namun juga kemungkinan karena jadwal kompetisi yang molor. Menyusul ada indikasi PSSI bakal menunda kompetisi hingga bulan November nanti.
’’Kami prihatin dan kalau benar kompetisi ini ditunda tentu kami kecewa,’’ ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. ’’Ya, keputusan itu sungguh mengecewakan bagi Arema maupun Aremania, karena kita punya kans untuk promosi di level Asia,’’ sambungnya.
Hingga kini memang belum ada rilis resmi dari PSSI untuk rencana penundaan kompetisi tersebut. Namun dari keterangan dua anggota Exco (Eksekutif Komite) PSSI yaitu, Bob Hippy dan Tony Apriliani, kemungkinan besar jadwal kompetisi bakal molor.
Bagi PSSI tampaknya sanksi AFC tak lagi digubris. Terbukti saat AFC menetapkan kompetisi profesinal itu maksimal diikuti 18 klub, PSSI justru merumuskan kompetisi dua wilayah yang rencananya diikuti 34 klub professional.
Arema sendiri tetap berharap, PSSI masih konsisten dengan agenda semula yaitu mulai menggelar kompetisi pada 8 Oktober nanti. Atau paling lambat sebelum 14 Oktober, lantaran pada tanggal tersebut merupakan deadline AFC untuk Indonesia memulai kompetisi professional.
Sementara itu, sesuai agenda dari PSSI, pada Selasa (20/9) depan, seluruh klub yang akan mengikuti kompetisi sudah mulai melakukan regristrasi ulang. Termasuk mulai mendaftarkan pemain yang telah dikontrak masing-masing klub.
Bagaimana Arema yang hingga kini masih dilanda dualisme kepengurusan? ’’Kami sangat siap dengan apapun yang menjadi syarat yang diminta PSSI, kami tetap menyuarakan agar kami bersatu,’’ jawab Darmaji kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut mantan wartawan yang mewakili manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini, PSSI diharapkan bisa objektif dan transparan terkait dengan proses regristrasi ulang tersebut.
’’Khususnya terkait kesiapan di lima aspek klub profesional, regristrasi ulang harus transparan dan semestinya mulai saat ini kembali disosialisasikan apa saja yang perlu dilengkapi dan disyaratkan untuk regristrasi ulang itu,’’ pungkas Darmaji.
Selama ini muncul kekhawatiran dari kubu Rendra, PSSI akan cenderung memihak pada kubu Muhammad Nur. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung no 9 ‘menantang’ PSSI mengirimkan tim ad hoc untuk melakukan verifikasi faktual di Malang. (bua)
Rabu, 14 September 2011
Berharap Konflik Segera Usai
WAMENA-Belum usainya konflik intern di tubuh Arema membuat Aremania Wamena, Papua ikut gelisah. Apalagi, kompetisi musim depan semakin dekat sehingga tim sudah harus konsentrasi menghadapi ajang sepak bola level tertinggi di negeri ini. Melalui Halal Bihalal yang digelar Aremania Wamena Minggu (11/9) kemarin siang di rumah Slamet, salah satu tokoh Aremania Wamena asal Lawang, mereka menginginkan konflik internal segera cepat terselesaikan.
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
Langganan:
Postingan (Atom)