MALANG-Setelah setengah musim kompetisi digunakan untuk laga home Arema di ajang Indonesia Super League (ISL), Stadion Kanjuruhan akan segera direnovasi. Tepatnya usai laga terakhir Arema menjamu Persiwa, stadion milik Pemerintah Kabupaten Malang ini langsung akan dibenahi.
“Ya, setelah laga terakhir Arema lawan Persiwa ini, Stadion Kanjuruhan akan langsung kita renovasi,” ungkap Abdul Haris, Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan perihal rencananya untuk memperbaiki stadion dengan kepastitas 40 ribu penonton itu.
Menurut rencana, perbaikan dilakukan mulai kondisi rumput lapangan, tribun penonton hingga lampu stadion untuk memenuhi standart FIFA seperti yang disyaratkan AFC jelang kompetisi Liga Champions Asia 2011.
“Ya, mulai besok, rumput lapangan akan kita benahi, termasuk dengan melakukan pemupukan, melakukan pengecatan tribun penonton dan membenahi lampu stadion,” sebut Abdul Haris untuk rencana renovasi Stadion Kanjuruhan.
Termasuk juga menyiapkan air panas di ruang ganti pemain seperti yang disyaratkan oleh AFC dalam inspeksi Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Pengelola stadion manargetkan, sebelum kick off LCA di Kanjuruhan, renovasi sudah selesai.
“Kita targetkan sehari sebelum pertandingan pertama Arema di Stadion Kanjuruhan untuk ajang LCA tanggal 16 Maret nanti, renovasi sudah selesai dan stadion siap dipakai,” yakin Abdul Haris kepada Malang Post.
Laga home pertama Arema untuk LCA adalah menghadapi tim asal Korea, Jeonbuk Hyundai Motors. Untuk keperluan laga tersebut, pengelola stadion siap menambah sekitar 60 titik lampu untuk pertandingan malam.
“Untuk saat ini ada 80 titik lampu, dan rencananya akan ditambah 60 titik lampu lagi,” terang Abdul Haris memastikan selama ronovasi, Stadion Kanjuruhan harus steril. “Karena kita fokus untuk pertandingan LCA nanti,” sambungnya.
Sayangnya, pria yang juga mantan Ketua Panpel Arema ini tak mau merinci total anggaran yang bakal digunakan untuk renovasi stadion kabanggaan Kabupaten Malang tersebut. Kabarnya total nilai proyek renovasi ini mencapai sekitar Rp 5 miliar. (bua/jon)
Sabtu, 12 Februari 2011
Ngebet Pinjam Kurnia Meiga
MALANG–Skuad Arema kini konsentrasi ke pertandingan Liga Champion Asia (LCA). Persiapan pun terus disusun tim berjuluk Singo Edan ini sebelum dinyatakan mulai turun di ajang turnamen antar klub bergengsi se Asia ini, awal Maret nanti. Sang jawara bertahan kompetisi Super Liga ini juga coba melengkapi amunisinya.
Diantaranya, Arema berniat meminjam kembali tenaga kiper Kurnia Meiga Hermansyah dari Badan Tim Nasional (BTN). Itu karena, kiper yang akrab disapa Enthong ini lagi membela timnas U-23 di Pra Olimpiade. Manajemen Singo Edan resmi mengajukan permohonan ke BTN melalui lisan dan surat ke BTN sejak dua minggu lalu. Hanya saja, hingga kemarin, BTN belum merespon permohonan Arema tersebut.
‘’Belum ada jawaban dari BTN. Sudah dua minggu lalu, konfirmasi informal juga dilakukan Bang Abri (Abriadi Mohara-Manajer Arema, Red),” terang Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia kepada Malang Post, siang kemarin.
Pengajuan peminjaman tersebut didasari hasil kesepatan antara tim pelatih dan manajemen agar lini kiper Arema solid. Meski jika BTN tidak memperkenankan Meiga kembali ke kandang singa, Singo Edan tetap akan memaksimalkan sisa tiga stok kipernya. Yakni, Ackmad ‘AK’ Kurniawan yang tampil sebagai man on the match saat tim menang 4-0 atas Persiwa Wamena (10/2), Aji Saka dan kiper baru Syaiffudin yang dikontrak Arema setelah memutuskan keluar dari Persibo Bojonegoro yang gabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).
Dwi Sasmianto, pelatih kiper Arema menilai, lini kipernya akan semakin solid jika nantinya Meiga sampai kembali bergabung dengan Arema jelang turun di LCA nanti. Sebab, performance kiper asal Jakarta ini lagi di atas hingga terakhir membela Arema saat menahan imbang 1-1 tuan rumah Sriwijaya FC Palembang lalu. Selain itu, tiga kiper Arema lainnya, meliputi AK, Syaifuddin dan Aji juga dalam peningkatan performance.
‘’Jika Meiga bisa gabung, kekuatan di kiper akan semakin solid. Saat ini, AK alami peningkatan performance. Syaifudin cepat sekali adaptasi dan kembalikan performancenya setelah hampir 1,5 bulan tidak latihan setelah keluar dari tim lamanya. Aji juga demikian, meski jam terbangnya masih kurang, tapi kondisinya bagus. Aji saat ini gabung ke Arema U-21 sejak 10 Februari kemarin, untuk persiapan tim lawan Pelita Jaya Karawang, Minggu besok,” terang Dwi, terpisah. (poy/jon)
Diantaranya, Arema berniat meminjam kembali tenaga kiper Kurnia Meiga Hermansyah dari Badan Tim Nasional (BTN). Itu karena, kiper yang akrab disapa Enthong ini lagi membela timnas U-23 di Pra Olimpiade. Manajemen Singo Edan resmi mengajukan permohonan ke BTN melalui lisan dan surat ke BTN sejak dua minggu lalu. Hanya saja, hingga kemarin, BTN belum merespon permohonan Arema tersebut.
‘’Belum ada jawaban dari BTN. Sudah dua minggu lalu, konfirmasi informal juga dilakukan Bang Abri (Abriadi Mohara-Manajer Arema, Red),” terang Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia kepada Malang Post, siang kemarin.
Pengajuan peminjaman tersebut didasari hasil kesepatan antara tim pelatih dan manajemen agar lini kiper Arema solid. Meski jika BTN tidak memperkenankan Meiga kembali ke kandang singa, Singo Edan tetap akan memaksimalkan sisa tiga stok kipernya. Yakni, Ackmad ‘AK’ Kurniawan yang tampil sebagai man on the match saat tim menang 4-0 atas Persiwa Wamena (10/2), Aji Saka dan kiper baru Syaiffudin yang dikontrak Arema setelah memutuskan keluar dari Persibo Bojonegoro yang gabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).
Dwi Sasmianto, pelatih kiper Arema menilai, lini kipernya akan semakin solid jika nantinya Meiga sampai kembali bergabung dengan Arema jelang turun di LCA nanti. Sebab, performance kiper asal Jakarta ini lagi di atas hingga terakhir membela Arema saat menahan imbang 1-1 tuan rumah Sriwijaya FC Palembang lalu. Selain itu, tiga kiper Arema lainnya, meliputi AK, Syaifuddin dan Aji juga dalam peningkatan performance.
‘’Jika Meiga bisa gabung, kekuatan di kiper akan semakin solid. Saat ini, AK alami peningkatan performance. Syaifudin cepat sekali adaptasi dan kembalikan performancenya setelah hampir 1,5 bulan tidak latihan setelah keluar dari tim lamanya. Aji juga demikian, meski jam terbangnya masih kurang, tapi kondisinya bagus. Aji saat ini gabung ke Arema U-21 sejak 10 Februari kemarin, untuk persiapan tim lawan Pelita Jaya Karawang, Minggu besok,” terang Dwi, terpisah. (poy/jon)
Tunggu Gol Amir di Jepang
MALANG-Ahmad Amiruddin membuktikan bahwa dirinya belum ‘habis’. Sebagai seorang bomber, ketajamannya sering diragukan lantaran sempat tak kunjung menyumbangkan gol bagi timnya. Namun, penyerang berusia 28 tahun itu mementahkan anggapan bahwa memainkannya adalah keputusan keliru.
Dua gol yang disarangkannya ke gawang Persiwa Kamis (10/2) lalu seolah menjadi garansi penampilannya. Dimainkan sebagai pengganti di babak kedua, eks penyerang PSM Makassar itu tampil menawan dalam membombardir pertahanan tim asal Wamena. Aremania pun berpesta merayakan gol pemilik nomor 99 Arema itu di menit 76 dan 89.
Pemain kelahiran Bone itu bermain apik sebagai winger kiri. Meski bukan pemain spesialis sayap, Amir (sapaan akrabnya) mampu memerankan tugas dengan sempurna. Bukan hanya merepotkan sektor belakang kubu tamu, mantan pilar timnas itu justru sukses mengoyak jala Persiwa dua kali untuk menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 4-0.
Atas performa memikat yang ditunjukkannya, Amir berpeluang menjadi starter di laga-laga Arema selanjutnya. Pelatih Miroslav Janu tampaknya puas dengan kinerjanya di lapangan. Apalagi, der trainer asal Ceko itu kekurangan opsi di lini depan, seiring dipanggilnya Dendi Santoso dan Yongki Aribowo memperkuat timnas U-23. TA Musafri dan M Fachrudin juga belum menunjukkan aksi gemilang saat dipercaya mengisi pos penyerang sayap kiri.
Meski begitu, Amir tak lantas besar kepala. Menurutnya, tetap pelatih lah yang memiliki kewenangan untuk memainkannya di setiap pertandingan.
“Tergantung pelatih saja. Kalau dipasang ya main. Lalu main dan bisa mencetak gol ya disyukuri. Kan sudah ada yang menentukan,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.
Penyerang yang dikenal memiliki akselerasi dan dribbling mengagumkan itu berkesempatan menunjukkan aksi menawannya saat Arema bertanding kembali 2 Maret mendatang. Tak tanggung-tanggung, Singo Edan bakal mengawali kiprah di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011 dengan lawatan ke kandang Cerezo Osaka.
Kontestan J-League (Liga Jepang) itu jelas tak bisa disamakan dengan skuad Liga Super yang selama ini dihadapi tim berlogo kepala singa. Perjuangan para bomber Singo Edan dipastikan cukup berat untuk menembus barikade pertahanan tuan rumah yang tampil di hadapan publiknya sendiri.
“Dulu PSM juga pernah berlaga di LCA. Lawannya juga tim asal Jepang, yaitu Yokohama Marinos. Tapi untuk bertanding di Jepang, saya belum pernah. Ini bakal menjadi kesempatan berharga,” tukas suami Evi itu bersemangat. (tom/jon)
Dua gol yang disarangkannya ke gawang Persiwa Kamis (10/2) lalu seolah menjadi garansi penampilannya. Dimainkan sebagai pengganti di babak kedua, eks penyerang PSM Makassar itu tampil menawan dalam membombardir pertahanan tim asal Wamena. Aremania pun berpesta merayakan gol pemilik nomor 99 Arema itu di menit 76 dan 89.
Pemain kelahiran Bone itu bermain apik sebagai winger kiri. Meski bukan pemain spesialis sayap, Amir (sapaan akrabnya) mampu memerankan tugas dengan sempurna. Bukan hanya merepotkan sektor belakang kubu tamu, mantan pilar timnas itu justru sukses mengoyak jala Persiwa dua kali untuk menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 4-0.
Atas performa memikat yang ditunjukkannya, Amir berpeluang menjadi starter di laga-laga Arema selanjutnya. Pelatih Miroslav Janu tampaknya puas dengan kinerjanya di lapangan. Apalagi, der trainer asal Ceko itu kekurangan opsi di lini depan, seiring dipanggilnya Dendi Santoso dan Yongki Aribowo memperkuat timnas U-23. TA Musafri dan M Fachrudin juga belum menunjukkan aksi gemilang saat dipercaya mengisi pos penyerang sayap kiri.
Meski begitu, Amir tak lantas besar kepala. Menurutnya, tetap pelatih lah yang memiliki kewenangan untuk memainkannya di setiap pertandingan.
“Tergantung pelatih saja. Kalau dipasang ya main. Lalu main dan bisa mencetak gol ya disyukuri. Kan sudah ada yang menentukan,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.
Penyerang yang dikenal memiliki akselerasi dan dribbling mengagumkan itu berkesempatan menunjukkan aksi menawannya saat Arema bertanding kembali 2 Maret mendatang. Tak tanggung-tanggung, Singo Edan bakal mengawali kiprah di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011 dengan lawatan ke kandang Cerezo Osaka.
Kontestan J-League (Liga Jepang) itu jelas tak bisa disamakan dengan skuad Liga Super yang selama ini dihadapi tim berlogo kepala singa. Perjuangan para bomber Singo Edan dipastikan cukup berat untuk menembus barikade pertahanan tuan rumah yang tampil di hadapan publiknya sendiri.
“Dulu PSM juga pernah berlaga di LCA. Lawannya juga tim asal Jepang, yaitu Yokohama Marinos. Tapi untuk bertanding di Jepang, saya belum pernah. Ini bakal menjadi kesempatan berharga,” tukas suami Evi itu bersemangat. (tom/jon)
Deg-degan Tunggu LCA
MALANGPOST-Moment berharga bakal dimiliki Sunarto andai dia dimainkan pada partai perdana Arema di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011. Kebetulan. tim berlogo kepala singa bakal mengawali kiprah dengan lawatan ke markas Cerezo Osaka pada 2 Maret mendatang di Jepang.
Itulah kesempatan kali pertama si ‘Joker’ untuk bisa tampil di luar negeri. Penyerang berjuluk Sunartotti itu bakal mencatatkan debutnya di turnamen akbar antar klub sepakbola Asia. Hal itu jelas menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi penggawa muda macam Ato (panggilan akrabnya). Bayangkan, sulung dari dua bersaudara itu menorehkan prestasi internasional saat usianya belum genap 21 tahun.
Namun, pemilik nomor 15 Arema itu tak mau berandai-andai. Pemuda kelahiran 18 Mei 1990 itu memilih menanggapi dengan wajar. Menurutnya, kesempatan langka bertanding di Negeri Sakura adalah momen bersejarah dalam kariernya.
“Kalau masuk dalam skuad, tentu ini pengalaman pertama saya ikut LCA. Ke luar negeri saja mungkin baru ini nanti,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Jebolan Akademi Arema ini memilih bersikap bijak atas peluang mencatatkan debut di event bergengsi tersebut. Baginya, yang paling penting adalah terus meningkatkan performanya di lapangan.
“Ingin main konsisten dulu saja mas. Perkara nanti jadi pemain inti atau tidak, sudah ada yang mengatur. Yang penting diberi kepercayaan pelatih dulu,” tandas sulung pasangan Suwadi dan Umul Hayati itu bijak.
Terlebih LCA bukanlah turnamen amatir yang pantas diremehkan. Liga klub-klub terbaik ranah Asia itu bakal menyuguhkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat. Pantas bila Ato merasa minder sebelum bertanding.
“Jelas deg-degan. Minder juga rasanya. Kan masih pemain baru di tim senior,” selorohnya.
Meski begitu, pahlawan Arema saat membekuk Persipura (6/2) serta menahan imbang Sriwijaya FC ini berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Singo Edan bila benar-benar diturunkan. Tak peduli sekalipun lawannya adalah klub papan atas J-League (Liga Jepang) yang akan tampil di muka publiknya sendiri.
“Saya akan bekerja keras berikan yang terbaik buat tim,” timpal pemain yang dikenal pemalu itu bertekad. (tom/jon)
Itulah kesempatan kali pertama si ‘Joker’ untuk bisa tampil di luar negeri. Penyerang berjuluk Sunartotti itu bakal mencatatkan debutnya di turnamen akbar antar klub sepakbola Asia. Hal itu jelas menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi penggawa muda macam Ato (panggilan akrabnya). Bayangkan, sulung dari dua bersaudara itu menorehkan prestasi internasional saat usianya belum genap 21 tahun.
Namun, pemilik nomor 15 Arema itu tak mau berandai-andai. Pemuda kelahiran 18 Mei 1990 itu memilih menanggapi dengan wajar. Menurutnya, kesempatan langka bertanding di Negeri Sakura adalah momen bersejarah dalam kariernya.
“Kalau masuk dalam skuad, tentu ini pengalaman pertama saya ikut LCA. Ke luar negeri saja mungkin baru ini nanti,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Jebolan Akademi Arema ini memilih bersikap bijak atas peluang mencatatkan debut di event bergengsi tersebut. Baginya, yang paling penting adalah terus meningkatkan performanya di lapangan.
“Ingin main konsisten dulu saja mas. Perkara nanti jadi pemain inti atau tidak, sudah ada yang mengatur. Yang penting diberi kepercayaan pelatih dulu,” tandas sulung pasangan Suwadi dan Umul Hayati itu bijak.
Terlebih LCA bukanlah turnamen amatir yang pantas diremehkan. Liga klub-klub terbaik ranah Asia itu bakal menyuguhkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat. Pantas bila Ato merasa minder sebelum bertanding.
“Jelas deg-degan. Minder juga rasanya. Kan masih pemain baru di tim senior,” selorohnya.
Meski begitu, pahlawan Arema saat membekuk Persipura (6/2) serta menahan imbang Sriwijaya FC ini berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Singo Edan bila benar-benar diturunkan. Tak peduli sekalipun lawannya adalah klub papan atas J-League (Liga Jepang) yang akan tampil di muka publiknya sendiri.
“Saya akan bekerja keras berikan yang terbaik buat tim,” timpal pemain yang dikenal pemalu itu bertekad. (tom/jon)
Lawan Dingin
MALANGPOST - Bukan hanya masalah administrasi dan finansial saja yang harus dipersiapkan kubu Arema jelang lawatan ke markas Cerezo Osaka awal Maret depan. Awak tim berlogo kepala singa harus bersiap menghadapi cuaca dingin kota yang terletak di tepi teluk Pulau Honshu itu.
Suhu udara Osaka yang mencapai 3-10 derajat celcius dipastikan bakal menyulitkan Noh Alam Shah dkk untuk beradaptasi. Kota yang berada di wilayah Kansai itu jauh lebih dingin dibanding kota tersejuk di Indonesia sekalipun. Untuk meredam perlawanan tuan rumah, Chmelo Roman dkk terlebih dulu harus mengatasi bekunya hawa setempat. Apalagi jika laga digelar pada malam hari, tidak mustahil suhu sangat ekstrim lantaran bisa mencapai -1 derajat.
Kini manajemen tengah dipusingkan urusan memenuhi kebutuhan perlengkapan tim berlaga di cuaca ekstrem. Setidaknya, rombongan skuad memerlukan berbagai piranti sandang yang khusus dipakai untuk menahan hawa dingin.
‘’Secara materi skuad kita siap. Tapi masih harus memenuhi perlengkapan kebutuhan cuaca dingin Osaka yang mencapai 10 derajat celcius dan terendah bisa sampai 3 derajat,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmadji.
Pasalnya, Arema tidak mendapat pasokan perlengkapan yang dibutuhkan dari pihak Lotto selaku apparel resmi klub. Lotto hanya menyediakan perlengkapan kebutuhan seperti yang selama ini digunakan tim saat mengarungi Liga Super. Tak ada perlengkapan tambahan yang disiapkan menyiasati bakal berkiprahnya Singo Edan di negara dingin macam Jepang.
Untuk itu, pihak manajemen tak menutup kemungkinan bakal menjalin kerjasama dengan pihak lain. Manajemen Arema berniat menggandeng apparel atau produsen yang bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tim saat berlaga di luar negeri. Namun, bukan berarti lantas menggantikan Lotto sebagai apparel resmi.
‘’Kita tidak dapat (perlengkapan cuaca dingin) dari apparel resmi kita (Lotto). Jadi kita akan jalin kerja sama dengan pihak lain,’’ imbuh Darmadji.
Komunikasi intens pun dilakukan pihak manajemen dengan sejumlah pihak yang berpotensi menjadi partner. Harapannya, segera diperoleh titik temu sehingga persiapan menuju Osaka benar-benar mulus. Kabarnya, sudah ada salah satu pihak yang menyatakan kesanggupannya.
‘’Mereka bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tersebut. Jadi kita komunikasikan terus,’’ beber pria yang juga dikenal sebagai dosen itu kepada Malang Post.
Sementara itu dari prakiraan cuaca yang dilansir The Weather Channel, ketika Arema berada di Osaka, yakni mulai 27 Februari hingga 3 Maret, suhu tertinggi antara 9-11 derajat. Terendah pada kisaran 2-3 derajat. Cuaca diprediksikan hujan.
Belum lagi kalau pertandingan yang bakal dilangsungkan di Kincho Stadium dan digelar malam hari, suhu bisa mencapai -1 derajat. Jelas Arema bakal menghadapi laga yang tidak ringan. (tom/avi)
Suhu udara Osaka yang mencapai 3-10 derajat celcius dipastikan bakal menyulitkan Noh Alam Shah dkk untuk beradaptasi. Kota yang berada di wilayah Kansai itu jauh lebih dingin dibanding kota tersejuk di Indonesia sekalipun. Untuk meredam perlawanan tuan rumah, Chmelo Roman dkk terlebih dulu harus mengatasi bekunya hawa setempat. Apalagi jika laga digelar pada malam hari, tidak mustahil suhu sangat ekstrim lantaran bisa mencapai -1 derajat.
Kini manajemen tengah dipusingkan urusan memenuhi kebutuhan perlengkapan tim berlaga di cuaca ekstrem. Setidaknya, rombongan skuad memerlukan berbagai piranti sandang yang khusus dipakai untuk menahan hawa dingin.
‘’Secara materi skuad kita siap. Tapi masih harus memenuhi perlengkapan kebutuhan cuaca dingin Osaka yang mencapai 10 derajat celcius dan terendah bisa sampai 3 derajat,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmadji.
Pasalnya, Arema tidak mendapat pasokan perlengkapan yang dibutuhkan dari pihak Lotto selaku apparel resmi klub. Lotto hanya menyediakan perlengkapan kebutuhan seperti yang selama ini digunakan tim saat mengarungi Liga Super. Tak ada perlengkapan tambahan yang disiapkan menyiasati bakal berkiprahnya Singo Edan di negara dingin macam Jepang.
Untuk itu, pihak manajemen tak menutup kemungkinan bakal menjalin kerjasama dengan pihak lain. Manajemen Arema berniat menggandeng apparel atau produsen yang bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tim saat berlaga di luar negeri. Namun, bukan berarti lantas menggantikan Lotto sebagai apparel resmi.
‘’Kita tidak dapat (perlengkapan cuaca dingin) dari apparel resmi kita (Lotto). Jadi kita akan jalin kerja sama dengan pihak lain,’’ imbuh Darmadji.
Komunikasi intens pun dilakukan pihak manajemen dengan sejumlah pihak yang berpotensi menjadi partner. Harapannya, segera diperoleh titik temu sehingga persiapan menuju Osaka benar-benar mulus. Kabarnya, sudah ada salah satu pihak yang menyatakan kesanggupannya.
‘’Mereka bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tersebut. Jadi kita komunikasikan terus,’’ beber pria yang juga dikenal sebagai dosen itu kepada Malang Post.
Sementara itu dari prakiraan cuaca yang dilansir The Weather Channel, ketika Arema berada di Osaka, yakni mulai 27 Februari hingga 3 Maret, suhu tertinggi antara 9-11 derajat. Terendah pada kisaran 2-3 derajat. Cuaca diprediksikan hujan.
Belum lagi kalau pertandingan yang bakal dilangsungkan di Kincho Stadium dan digelar malam hari, suhu bisa mencapai -1 derajat. Jelas Arema bakal menghadapi laga yang tidak ringan. (tom/avi)
Tiket LCA Rp 30 Ribu
MALANGPOST-Berdasarkan keterangan dari perwakilan Worldsportgroup sebagai marketing partner AFC (Asia Football Confederation), manajemen Arema dipastikan tak bisa menjual pertandingan Liga Champions Asia (LCA) untuk mencari sponsor baru. Termasuk beberapa sponsor Arema selama ini, tak bisa masuk ke stadion.
Pada even kompetisi paling bergengsi di Asia ini, Arema hanya diperkenankan memasang satu sponsor utama di kostum. Sedangkan untuk sponsor di dalam dan sekitar stadion, termasuk A board di pinggir lapangan, semuanya menjadi hak Worldsportgroup yang mengatur sponsorship LCA yang dimulai awal Maret nanti.
Manajemen Arema pun telah mendapat keterangan langsung dari Bryan Chow, Vanue Manager Worldsportgrup saat melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, Selasa (8/2) lalu. Meski Bryan sempat menyarankan manajemen Arema untuk berkirim surat ke AFC untuk penjelasan resmi secara tertulis dari otoritas sepakbola Asia itu.
“Ya, kita sudah dapat kepastian kalau sponsor dan A board yang selama ini pasang di Arema tidak bisa lagi saat pertandingan LCA nanti, tapi kemarin Bryan Chow minta manajemen Arema agar kirim surat ke AFC, karena dia memahami kebutuhan klub,” ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji.
“Menurut Bryan selama ini memang klub sering menanyakan soal sponsor klub ini, tapi untuk LCA sudah dibranding sponsor AFC. Makanya kita diminta kirim surat ke AFC, agar AFC bisa memberi penjelasan resmi seputar sponsor ini,” sambung mantan wartawan asal Banyuwangi ini.
Lantaran tak mendapatkan pemasukan dari sponsor tersebut, manajemen Arema bakal memaksimalkan dari hasil penjualan tiket laga home Arema. Sedikitnya ada tiga laga home Arema pada babak penyisihan grup G. Dan bakal ada laga home berikutnya jika Arema lolos ke babak 16 besar atau babak 8 besar.
“Ya, pada pertandingan LCA nanti kita murni hanya dapat keuntungan dari hasil penjualan tiket. Kita telah memutuskan pada pertandingan LCA nanti untuk harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Pertimbangan kita menaikkan harga tiket ini karena ini level Asia,” jelas Darmaji.
“Setelah sempat kita konsultasikan pada Bryan Chow saat datang ke kantor Arema kemarin, menurutnya harga tiket tersebut sudah cukup, karena di tempat lain atau di luar negeri harga tiket rata-rata minimal Rp 40 ribu. Harapannya bisa mengundang animo penonton dan harga tiket terjangkau,” lanjutnya.
Sementara itu, selain datang untuk melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, menurut Darmaji, perwakilan dari Worldsportgroup ini juga meninjau kondisi stadion alternatif untuk tempat latihan tim tamu. Diantaranya memantau kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh yang selama ini tempat latihan Arema.
“Selain melihat kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh, Bryan juga melihat dua hotel yang rencananya sebagai alternative untuk secretariat AFC nanti yaitu Hotel Santika dan Hotel Regent,” sebut Darmaji perihal agenda kedatangan Bryan yang meninjau tempat-tepat yang rencananya dibranding oleh sponsor LCA. (bua/jon)
Harga Tiket:
Ekonomi Rp 30 ribu
VIP Rp 100 ribu
VVIP Rp 150 ribu
Pada even kompetisi paling bergengsi di Asia ini, Arema hanya diperkenankan memasang satu sponsor utama di kostum. Sedangkan untuk sponsor di dalam dan sekitar stadion, termasuk A board di pinggir lapangan, semuanya menjadi hak Worldsportgroup yang mengatur sponsorship LCA yang dimulai awal Maret nanti.
Manajemen Arema pun telah mendapat keterangan langsung dari Bryan Chow, Vanue Manager Worldsportgrup saat melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, Selasa (8/2) lalu. Meski Bryan sempat menyarankan manajemen Arema untuk berkirim surat ke AFC untuk penjelasan resmi secara tertulis dari otoritas sepakbola Asia itu.
“Ya, kita sudah dapat kepastian kalau sponsor dan A board yang selama ini pasang di Arema tidak bisa lagi saat pertandingan LCA nanti, tapi kemarin Bryan Chow minta manajemen Arema agar kirim surat ke AFC, karena dia memahami kebutuhan klub,” ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji.
“Menurut Bryan selama ini memang klub sering menanyakan soal sponsor klub ini, tapi untuk LCA sudah dibranding sponsor AFC. Makanya kita diminta kirim surat ke AFC, agar AFC bisa memberi penjelasan resmi seputar sponsor ini,” sambung mantan wartawan asal Banyuwangi ini.
Lantaran tak mendapatkan pemasukan dari sponsor tersebut, manajemen Arema bakal memaksimalkan dari hasil penjualan tiket laga home Arema. Sedikitnya ada tiga laga home Arema pada babak penyisihan grup G. Dan bakal ada laga home berikutnya jika Arema lolos ke babak 16 besar atau babak 8 besar.
“Ya, pada pertandingan LCA nanti kita murni hanya dapat keuntungan dari hasil penjualan tiket. Kita telah memutuskan pada pertandingan LCA nanti untuk harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Pertimbangan kita menaikkan harga tiket ini karena ini level Asia,” jelas Darmaji.
“Setelah sempat kita konsultasikan pada Bryan Chow saat datang ke kantor Arema kemarin, menurutnya harga tiket tersebut sudah cukup, karena di tempat lain atau di luar negeri harga tiket rata-rata minimal Rp 40 ribu. Harapannya bisa mengundang animo penonton dan harga tiket terjangkau,” lanjutnya.
Sementara itu, selain datang untuk melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, menurut Darmaji, perwakilan dari Worldsportgroup ini juga meninjau kondisi stadion alternatif untuk tempat latihan tim tamu. Diantaranya memantau kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh yang selama ini tempat latihan Arema.
“Selain melihat kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh, Bryan juga melihat dua hotel yang rencananya sebagai alternative untuk secretariat AFC nanti yaitu Hotel Santika dan Hotel Regent,” sebut Darmaji perihal agenda kedatangan Bryan yang meninjau tempat-tepat yang rencananya dibranding oleh sponsor LCA. (bua/jon)
Harga Tiket:
Ekonomi Rp 30 ribu
VIP Rp 100 ribu
VVIP Rp 150 ribu
Jumat, 11 Februari 2011
Berkat Doa Aremania
MALANGPOST-Kiper Persiwa, Galih Firmansyah sebenarnya sudah benar membaca arah bola hasil tendangan babas kaki kanan Ahmad Bustomi. Yaitu bola harusnya menuju ke tiang sebelah kanan, namun ternyata berubah arah setelah membentur pagar pemain Persiwa.
Meski datangnya bola sebenarnya tidak terlalu keras, namun Galih yang sudah mati langkah tak bisa menjangkau si kulit bundar. Bustomi pun menjadi pencatk gol pertama dari empat gol kemenangan Arema atas Persiwa, kemarin sore.
Gol yang tak diduga-duga ini pun mengangkat moral bertanding pemain Arema yang sempat mendapat perlawanan sengit dari Eddie Foday dkk. Sehingga gol demi gol lainnya, bisa dicetak Ridhuan dan Amirudin pada babak kedua.
“Gol ini aku persembahkan untuk semuanya, untuk keluarga saya dan untuk Aremania semua. Saya senang bisa mencetak gol pertama saya musim ini. Syukur alhamdulillah, gol ini berkat doa Aremania, bapak dan ibu saya,” ungkap Bustomi.
Pemain Arema benar-benar bisa merasakan happy ending pada laga pamungkas putaran pertama ini. Meski tim berjuluk Singo Edan tak bisa mengulang prestasi musim lalu saat menjadi juara paruh musim yang kini dipegang Persipura Jayapura.
“Saya puas hati dengan hasil pertandingan sore ini, meski prestasi kita tidak bagus (tidak juara paruh musim), tapi kita bisa menang telak 4-0 dari Persiwa, ini bagus,” ungkap Ridhuan, pencetak gol kedua Arema kemarin sore.
“Terbukti kita masih bisa menang besar, meski prestasi kita kurang bagus, kita bisa cetak banyak gol, saya senang bisa cetak gol untuk Arema dan Aremania,” sambung pemain asal Singapura ini kepada Malang Post.
Ridhuan berhasil menjebol gawang Persiwa melalui tandukannya setelah meneruskan bola hasil tendangan bebas Chmelo Roman. Ridhuan yang tak terkawal, bisa dengan mudah memperbesar kemenangan Arema. (bua/jon)
Meski datangnya bola sebenarnya tidak terlalu keras, namun Galih yang sudah mati langkah tak bisa menjangkau si kulit bundar. Bustomi pun menjadi pencatk gol pertama dari empat gol kemenangan Arema atas Persiwa, kemarin sore.
Gol yang tak diduga-duga ini pun mengangkat moral bertanding pemain Arema yang sempat mendapat perlawanan sengit dari Eddie Foday dkk. Sehingga gol demi gol lainnya, bisa dicetak Ridhuan dan Amirudin pada babak kedua.
“Gol ini aku persembahkan untuk semuanya, untuk keluarga saya dan untuk Aremania semua. Saya senang bisa mencetak gol pertama saya musim ini. Syukur alhamdulillah, gol ini berkat doa Aremania, bapak dan ibu saya,” ungkap Bustomi.
Pemain Arema benar-benar bisa merasakan happy ending pada laga pamungkas putaran pertama ini. Meski tim berjuluk Singo Edan tak bisa mengulang prestasi musim lalu saat menjadi juara paruh musim yang kini dipegang Persipura Jayapura.
“Saya puas hati dengan hasil pertandingan sore ini, meski prestasi kita tidak bagus (tidak juara paruh musim), tapi kita bisa menang telak 4-0 dari Persiwa, ini bagus,” ungkap Ridhuan, pencetak gol kedua Arema kemarin sore.
“Terbukti kita masih bisa menang besar, meski prestasi kita kurang bagus, kita bisa cetak banyak gol, saya senang bisa cetak gol untuk Arema dan Aremania,” sambung pemain asal Singapura ini kepada Malang Post.
Ridhuan berhasil menjebol gawang Persiwa melalui tandukannya setelah meneruskan bola hasil tendangan bebas Chmelo Roman. Ridhuan yang tak terkawal, bisa dengan mudah memperbesar kemenangan Arema. (bua/jon)
PESTA PELAPIS
Gilas Persiwa 4-0, Arema Happy Ending
KEPANJEN - Istimewa! Arema menutup paruh musim ini dengan torehan fantastis. Singo Edan berhasil memperpanjang rekor kandangnya musim ini usai menggebuk tamunya di Stadion Kanjuruhan sore kemarin.
Adalah Persiwa yang sore itu menjadi mangsa ketujuh di kandang singa. Purwaka Yudi dkk membantai tim asal Lembah Baliem itu dengan skor telak 4-0 (2-0).
Kemenangan besar yang diraih skuad besutan Miroslav Janu mengantar tim berlogo kepala singa mengukuhkan diri sebagai runner up putaran pertama ISL 2010-2011. Arema unggul produktivitas gol atas Semen Padang meski sama-sama mengemas 26 poin.
Dalam tiga laga terakhir yang dilakoni Singo Edan, tampaknya menjadi arena pembuktian para penyererang pelapis. Bila Sunarto tampil sebagai ‘Joker’ penyelamat di dua laga sebelumnya, kemarin giliran Ahmad Amiruddin yang menjelma sebagai kartu truf. Pemain berdarah Bone itu menyumbangkan dua gol kemenangan timnya meski berstatus sebagai pemain pengganti.
‘’Amiruddin memang cetak dua gol. Dia juga mampu menunjukkan kemampuannya. Tapi kalau harus memilih man of the match, tetap AK (Ahmad Kurniawan),’’ ujar Miroslav Janu, usai pertandingan.
Tanpa hadirnya Esteban Gullien yang menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, lini tengah Arema tetap tampil kreatif. Hendra Ridwan yang menggantikan peran gelandang asal Uruguay itu juga tampil tak mengecewakan dalam debutnya berkostum logo kepala singa. Praktis sepanjang 2 x 45 menit, permainan kubu tamu sama sekali tak berkembang.
Tuan rumah langsung tampil menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan wasit Ahmad Suparman. Baru tujuh menit babak pertama bergulir, Arema nyaris menggetarkan jala Persiwa andai tandukan Noh ‘Along’ Alam Shah yang menerima umpan silang Chmelo Roman tidak melebar.
Dua menit berselang, giliran Roman yang memiliki peluang. Sayang, sundulannya masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Galih Firmansyah.
Serangan demi serangan terus dilancarkan anak-anak Singo Edan untuk membombardir pertahanan Persiwa yang dikomando Sasa Zecevic.
Meski terus digempur, lini belakang tim asal Lembah Baliem itu masih cukup kokoh. Sejumlah skema serangan yang dibangun Musafri maupun Ridhuan dari sektor sayap mampu dimentahkan.
Rapatnya benteng tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah bukan berarti tak bisa diakali. Melalui skema tendangan bebas, akhirnya Arema mampu menjebol gawang tim besutan Suharno itu. Adalah eksekusi Ahmad Bustomi yang sukses merobek jala Persiwa di menit ke-23.
Tembakan pilar timnas itu berhasil mengecoh Galih Firmansyah, setelah sebelumnya bola berbelok arah karena membentur kepala bek Persiwa, Supriyadi. Perubahan arah lesatan bola memperdaya penjaga gawang yang kesulitan mengantisipasi. Gol pertama di pertandingan tersebut sekaligus menjadi gol perdana Bustomi bagi Arema musim ini.
Tak butuh waktu lama bagi Arema untuk menambah keunggulan. Bermaksud memenangkan duel udara untuk menghentikan bola sepakan bebas Roman di sisi kanan pertahanan timnya, Galih memutuskan melompat keluar dari sarangnya. Namun kiper Persiwa itu justru kehilangan bola dari dekapannya.
Bola yang melesat cepat lantas memantul tanah dan langsung disambar Ridhuan dengan sundulan. Bola pun meluncur mulus menembus jala gawang yang ditinggalkan penghuninya. Gol di menit ke-34 tersebut membawa Singo Edan unggul 2-0. Sekaligus memantapkan winger asal Singapura itu sebagai top skor tim dengan tujuh gol.
Persiwa sempat mengancam di masa injury time melalui aksi Boakay Edy Foday. Beruntung penjaga gawang Achmad Kurniawan tampil brilian menggagalkan peluang kapten Persiwa itu. Kiper yang akrab disebut AK itu cukup sigap membendung tandukan legiun asing asal Liberia yang berdiri bebas di hadapannya. Penyelamatan tersebut menutup babak pertama dengan skor 2-0 bagi keunggulan tuan rumah.
Tak ada yang berubah dari permainan Singo Edan usai jeda turun minum. Miroslav Janu tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil offensive. Pertahanan Persiwa terus dikurung oleh Zulkifly dkk. Tak pelak, gawang Persiwa diberondong gol oleh para bomber Arema.
Diawali aksi Along pada menit ke-61. Menerima umpan terobosan dari Ridhuan, pemilik nomor 12 Arema itu langsung membawa bola memasuki petak penalti lawan. Dengan sedikit gocekan, kapten Singo Edan itu sukses memperdaya Galih Firmansyah. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis lebih dulu menngangkat bendera tanda offside.
Padahal dalam tayangan ulang televisi, sangat jelas sekali tidak ada offside. Along justru coming from behind dan masih ada pemain Persiwa yang berada di depan Along, ketika Ridhuan memberikan bola matang.
Gol ketiga baru lahir pada menit ke-75. Kali ini berkat kecerdikan Ahmad Amiruddin. Penyerang asal Makassar itu baru masuk lapangan setelah menggantikan Musafri, lima menit sebelumnya. Lewat aksi solo run, penggawa bernomor punggung 99 itu sukses menembus barikade pertahanan Persiwa. Tanpa kesusahan, mantan kapten PSM itu melepaskan tendangan mendatar yang tak bisa diantispasi kiper.
Unggul 3-0 tak mengendurkan semangat Juan Revi dkk untuk memperbesar skor. Miro bahkan terus memasukkan amunisi baru untuk meningkatkan daya dobrak. Tactician asal Ceko itu tampaknya belum puas dengan tiga gol yang tercipta. Mantan asisten pelatih Slavia Prague itu memasukkan sang ‘Joker’, Sunarto untuk menambah pundi-pundi gol.
Namun, bukan sang ‘Joker’ yang tampil sebagai pahlawan sore kemarin. Adalah Ahmad Amiruddin yang menjawab kepercayaan pelatih dengan performa gemilang. Pemain kelahiran Bone, 3 Oktober 29 tahun silam itu kembali mencetak gol saat waktu normal menyisakan satu menit saja.
Akselerasinya dari rusuk kiri tak mampu dihentikan Sasa Zecevic yang coba mengawal. Mantan pilar timnas itu kembali berhasil memasuki kotak terlarang dan lantas melepaskan tembakan kaki kiri ke arah tiang jauh. Bola melesat deras tanpa mampu dibaca arahnya oleh Galih Firmansyah. Jadilah kiper Persiwa itu memungut bola untuk kali keempat di pertandingan tersebut. Skor 4-0 bagi Arema tak berubah hingga wasit Ahmad Suparman meniup peluit panjang.
‘’Selamat untuk Arema. Mereka tampil sangat bagus sore ini (kemarin sore, Red.). Sejak awal saya sudah sampaikan ke pemain, Arema sangat berbahaya, apapun keadaannya. Sementara kami, justru berada pada posisi anti klimaks,’’ sebut Suharno, pelatih Persiwa. (tom/bua/avi)
Data Fakta:
Stadion : Kanjuruhan, Malang
Cuaca : Cerah/Mendung
Penonton : 24 ribu
PP : Dwi Purwanto (Klaten)
Wasit : Ahmad Suparman (Bandung)
AW1 : Jaka Mulyana (Semarang)
AW2 : Rahman Pontoh (Palu)
Cadangan : Mardi (Purwakarta)
Kartu Kuning : Habel Satya 33’, Sasa Bacevic 70’ (Persiwa)
Pencetak Gol : Bustomi 23’, Ridhuan 35’, Amirudn 76’, 89’ (Arema)
Formasi Pemain :
Arema : Ahmad Kurniawan (pg), Benny Wahyudi, Waluyo, Purwaka, Zulkifli, Hendra Ridwan, Ahmad Bustomi/Juan Revi 68’, Chmelo Roman, Musafri/Amirudin 45’, Ridhuan, Noh Alamshah/Sunarto 79’. Pelatih: Miroslav Janu.
Persiwa : Galih Firmansyah (pg), Sas Bacevic, Fircy Aprianto, Supriadi, Joko Kuspito, Daniel Metwali/Ferdinand Sinaga 32’, Isak Konon, Habel Satya/Fernando Mote 86’, Erick Weeks, Boakay Eddy Foday, Pieter Romaropen/Li Hou Nyuan 66’. Pelatih: Suharno
Statistik Pertandingan
Arema Persiwa
Gol 4 0
Tendangan ke Gawang 3 5
Tendangan Melenceng 3 4
Tendangan Sudut 4 5
Sundulan 2 2
Penyelamatan 3 1
Pelanggaran 15 16
Off Side 2 1
Kartu Kuning 0 2
Penguasaan Bola 55 45
KEPANJEN - Istimewa! Arema menutup paruh musim ini dengan torehan fantastis. Singo Edan berhasil memperpanjang rekor kandangnya musim ini usai menggebuk tamunya di Stadion Kanjuruhan sore kemarin.
Adalah Persiwa yang sore itu menjadi mangsa ketujuh di kandang singa. Purwaka Yudi dkk membantai tim asal Lembah Baliem itu dengan skor telak 4-0 (2-0).
Kemenangan besar yang diraih skuad besutan Miroslav Janu mengantar tim berlogo kepala singa mengukuhkan diri sebagai runner up putaran pertama ISL 2010-2011. Arema unggul produktivitas gol atas Semen Padang meski sama-sama mengemas 26 poin.
Dalam tiga laga terakhir yang dilakoni Singo Edan, tampaknya menjadi arena pembuktian para penyererang pelapis. Bila Sunarto tampil sebagai ‘Joker’ penyelamat di dua laga sebelumnya, kemarin giliran Ahmad Amiruddin yang menjelma sebagai kartu truf. Pemain berdarah Bone itu menyumbangkan dua gol kemenangan timnya meski berstatus sebagai pemain pengganti.
‘’Amiruddin memang cetak dua gol. Dia juga mampu menunjukkan kemampuannya. Tapi kalau harus memilih man of the match, tetap AK (Ahmad Kurniawan),’’ ujar Miroslav Janu, usai pertandingan.
Tanpa hadirnya Esteban Gullien yang menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, lini tengah Arema tetap tampil kreatif. Hendra Ridwan yang menggantikan peran gelandang asal Uruguay itu juga tampil tak mengecewakan dalam debutnya berkostum logo kepala singa. Praktis sepanjang 2 x 45 menit, permainan kubu tamu sama sekali tak berkembang.
Tuan rumah langsung tampil menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan wasit Ahmad Suparman. Baru tujuh menit babak pertama bergulir, Arema nyaris menggetarkan jala Persiwa andai tandukan Noh ‘Along’ Alam Shah yang menerima umpan silang Chmelo Roman tidak melebar.
Dua menit berselang, giliran Roman yang memiliki peluang. Sayang, sundulannya masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Galih Firmansyah.
Serangan demi serangan terus dilancarkan anak-anak Singo Edan untuk membombardir pertahanan Persiwa yang dikomando Sasa Zecevic.
Meski terus digempur, lini belakang tim asal Lembah Baliem itu masih cukup kokoh. Sejumlah skema serangan yang dibangun Musafri maupun Ridhuan dari sektor sayap mampu dimentahkan.
Rapatnya benteng tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah bukan berarti tak bisa diakali. Melalui skema tendangan bebas, akhirnya Arema mampu menjebol gawang tim besutan Suharno itu. Adalah eksekusi Ahmad Bustomi yang sukses merobek jala Persiwa di menit ke-23.
Tembakan pilar timnas itu berhasil mengecoh Galih Firmansyah, setelah sebelumnya bola berbelok arah karena membentur kepala bek Persiwa, Supriyadi. Perubahan arah lesatan bola memperdaya penjaga gawang yang kesulitan mengantisipasi. Gol pertama di pertandingan tersebut sekaligus menjadi gol perdana Bustomi bagi Arema musim ini.
Tak butuh waktu lama bagi Arema untuk menambah keunggulan. Bermaksud memenangkan duel udara untuk menghentikan bola sepakan bebas Roman di sisi kanan pertahanan timnya, Galih memutuskan melompat keluar dari sarangnya. Namun kiper Persiwa itu justru kehilangan bola dari dekapannya.
Bola yang melesat cepat lantas memantul tanah dan langsung disambar Ridhuan dengan sundulan. Bola pun meluncur mulus menembus jala gawang yang ditinggalkan penghuninya. Gol di menit ke-34 tersebut membawa Singo Edan unggul 2-0. Sekaligus memantapkan winger asal Singapura itu sebagai top skor tim dengan tujuh gol.
Persiwa sempat mengancam di masa injury time melalui aksi Boakay Edy Foday. Beruntung penjaga gawang Achmad Kurniawan tampil brilian menggagalkan peluang kapten Persiwa itu. Kiper yang akrab disebut AK itu cukup sigap membendung tandukan legiun asing asal Liberia yang berdiri bebas di hadapannya. Penyelamatan tersebut menutup babak pertama dengan skor 2-0 bagi keunggulan tuan rumah.
Tak ada yang berubah dari permainan Singo Edan usai jeda turun minum. Miroslav Janu tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil offensive. Pertahanan Persiwa terus dikurung oleh Zulkifly dkk. Tak pelak, gawang Persiwa diberondong gol oleh para bomber Arema.
Diawali aksi Along pada menit ke-61. Menerima umpan terobosan dari Ridhuan, pemilik nomor 12 Arema itu langsung membawa bola memasuki petak penalti lawan. Dengan sedikit gocekan, kapten Singo Edan itu sukses memperdaya Galih Firmansyah. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis lebih dulu menngangkat bendera tanda offside.
Padahal dalam tayangan ulang televisi, sangat jelas sekali tidak ada offside. Along justru coming from behind dan masih ada pemain Persiwa yang berada di depan Along, ketika Ridhuan memberikan bola matang.
Gol ketiga baru lahir pada menit ke-75. Kali ini berkat kecerdikan Ahmad Amiruddin. Penyerang asal Makassar itu baru masuk lapangan setelah menggantikan Musafri, lima menit sebelumnya. Lewat aksi solo run, penggawa bernomor punggung 99 itu sukses menembus barikade pertahanan Persiwa. Tanpa kesusahan, mantan kapten PSM itu melepaskan tendangan mendatar yang tak bisa diantispasi kiper.
Unggul 3-0 tak mengendurkan semangat Juan Revi dkk untuk memperbesar skor. Miro bahkan terus memasukkan amunisi baru untuk meningkatkan daya dobrak. Tactician asal Ceko itu tampaknya belum puas dengan tiga gol yang tercipta. Mantan asisten pelatih Slavia Prague itu memasukkan sang ‘Joker’, Sunarto untuk menambah pundi-pundi gol.
Namun, bukan sang ‘Joker’ yang tampil sebagai pahlawan sore kemarin. Adalah Ahmad Amiruddin yang menjawab kepercayaan pelatih dengan performa gemilang. Pemain kelahiran Bone, 3 Oktober 29 tahun silam itu kembali mencetak gol saat waktu normal menyisakan satu menit saja.
Akselerasinya dari rusuk kiri tak mampu dihentikan Sasa Zecevic yang coba mengawal. Mantan pilar timnas itu kembali berhasil memasuki kotak terlarang dan lantas melepaskan tembakan kaki kiri ke arah tiang jauh. Bola melesat deras tanpa mampu dibaca arahnya oleh Galih Firmansyah. Jadilah kiper Persiwa itu memungut bola untuk kali keempat di pertandingan tersebut. Skor 4-0 bagi Arema tak berubah hingga wasit Ahmad Suparman meniup peluit panjang.
‘’Selamat untuk Arema. Mereka tampil sangat bagus sore ini (kemarin sore, Red.). Sejak awal saya sudah sampaikan ke pemain, Arema sangat berbahaya, apapun keadaannya. Sementara kami, justru berada pada posisi anti klimaks,’’ sebut Suharno, pelatih Persiwa. (tom/bua/avi)
Data Fakta:
Stadion : Kanjuruhan, Malang
Cuaca : Cerah/Mendung
Penonton : 24 ribu
PP : Dwi Purwanto (Klaten)
Wasit : Ahmad Suparman (Bandung)
AW1 : Jaka Mulyana (Semarang)
AW2 : Rahman Pontoh (Palu)
Cadangan : Mardi (Purwakarta)
Kartu Kuning : Habel Satya 33’, Sasa Bacevic 70’ (Persiwa)
Pencetak Gol : Bustomi 23’, Ridhuan 35’, Amirudn 76’, 89’ (Arema)
Formasi Pemain :
Arema : Ahmad Kurniawan (pg), Benny Wahyudi, Waluyo, Purwaka, Zulkifli, Hendra Ridwan, Ahmad Bustomi/Juan Revi 68’, Chmelo Roman, Musafri/Amirudin 45’, Ridhuan, Noh Alamshah/Sunarto 79’. Pelatih: Miroslav Janu.
Persiwa : Galih Firmansyah (pg), Sas Bacevic, Fircy Aprianto, Supriadi, Joko Kuspito, Daniel Metwali/Ferdinand Sinaga 32’, Isak Konon, Habel Satya/Fernando Mote 86’, Erick Weeks, Boakay Eddy Foday, Pieter Romaropen/Li Hou Nyuan 66’. Pelatih: Suharno
Statistik Pertandingan
Arema Persiwa
Gol 4 0
Tendangan ke Gawang 3 5
Tendangan Melenceng 3 4
Tendangan Sudut 4 5
Sundulan 2 2
Penyelamatan 3 1
Pelanggaran 15 16
Off Side 2 1
Kartu Kuning 0 2
Penguasaan Bola 55 45
Along Sang Penyemangat
MALANGPOST-Noh Alam Shah memang tidak menyumbangkan gol saat Arema membantai Persiwa dengan skor telak 4-0 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin. Meski demikian, peran penyerang timnas Singapura ini sangat vital bagi kekuatan Singo Edan pada laga pamungkas di putaran pertama Indonesia Super Legua (ISL) musim 2010-2011.
Di laga itu, Along panggilan akrabnya dalam kondisi tidak di titik puncak. Bahkan ia masih dalam proses penyebuhan cedera engkel kirinya. Hanya saja, tim pelatih memaksakan menurunkannya dengan tujuan mampu menjadi leader tim dan menempatkannya sebagai seorang kapten.
Selain itu, semangat tinggi yang selalu ditunjukkan Along di setiap turun membela Arema, diharapkan bisa menular ke rekan setimnya.
‘’Noh mampu menjalankan perannya dengan baik. Dia jadi leader yang baik dan penyemangat tanding bagi pemain Arema lainnya. Sebenarnya, kondisi Noh sendiri belum seratus persen pulih dari cedera,” terang Tony Ho, Asisten Pelatih Arema kepada Malang Post, seusai pertandingan.
Demi mengejar hal itu, Along tampak memaksakan diri. Dia menjalankan tugasnya sebagai sang kapten dengan baik. Mantan penyerang Temprinas Rovers Singapura ini beberapa kali tampak mampu meredam emosi rekan setimnya saat berada di dalam lapangan. Along sendiri sempat mencetak gol di menit 61 memanfaatkan umpan datar Muhammad Ridhuan. Hanya saja, gol itu dianulir karena dinilai wasit terperangap offside terlebih dahulu.
‘’Saya terima saja keputusan wasit, biar semua yang bisa lihat dengan lebih jelas. Dan buat saya, kalau saya tadi (kemarin, Red) cetak gol adalah bonus. Tapi yang diutamakan kemenangan dan timbulnya perwira (pahlawan, Red) baru di Bhumi Arema ini,” terang Noh Alam Shah, seusai pertandingan.
Disisi lain, pemain bernomor punggung 12 ini mengakui, jika kondisinya belum seratus persen dari cederanya. Hanya saja, dia mengaku tetap berusaha menampilkan permainan terbaiknya saat sudah berada di tengah lapangan. Langkah tersebut sebagai bentuk sikap professionalnya dalam memperkuat Singo Edan. Tapi, pelatih tetap menariknya dan digantikan oleh Sunarto di menit 79.
‘’Kalau sudah di lapangan, semua pemain harus beri yang terbaik buat tim. Apapun kondisinya, walau kondisinya belum seratus persen. Semua harus kerja keras agar tim ini dapat kemenangan,” pungkas Along. (poy/jon)
Di laga itu, Along panggilan akrabnya dalam kondisi tidak di titik puncak. Bahkan ia masih dalam proses penyebuhan cedera engkel kirinya. Hanya saja, tim pelatih memaksakan menurunkannya dengan tujuan mampu menjadi leader tim dan menempatkannya sebagai seorang kapten.
Selain itu, semangat tinggi yang selalu ditunjukkan Along di setiap turun membela Arema, diharapkan bisa menular ke rekan setimnya.
‘’Noh mampu menjalankan perannya dengan baik. Dia jadi leader yang baik dan penyemangat tanding bagi pemain Arema lainnya. Sebenarnya, kondisi Noh sendiri belum seratus persen pulih dari cedera,” terang Tony Ho, Asisten Pelatih Arema kepada Malang Post, seusai pertandingan.
Demi mengejar hal itu, Along tampak memaksakan diri. Dia menjalankan tugasnya sebagai sang kapten dengan baik. Mantan penyerang Temprinas Rovers Singapura ini beberapa kali tampak mampu meredam emosi rekan setimnya saat berada di dalam lapangan. Along sendiri sempat mencetak gol di menit 61 memanfaatkan umpan datar Muhammad Ridhuan. Hanya saja, gol itu dianulir karena dinilai wasit terperangap offside terlebih dahulu.
‘’Saya terima saja keputusan wasit, biar semua yang bisa lihat dengan lebih jelas. Dan buat saya, kalau saya tadi (kemarin, Red) cetak gol adalah bonus. Tapi yang diutamakan kemenangan dan timbulnya perwira (pahlawan, Red) baru di Bhumi Arema ini,” terang Noh Alam Shah, seusai pertandingan.
Disisi lain, pemain bernomor punggung 12 ini mengakui, jika kondisinya belum seratus persen dari cederanya. Hanya saja, dia mengaku tetap berusaha menampilkan permainan terbaiknya saat sudah berada di tengah lapangan. Langkah tersebut sebagai bentuk sikap professionalnya dalam memperkuat Singo Edan. Tapi, pelatih tetap menariknya dan digantikan oleh Sunarto di menit 79.
‘’Kalau sudah di lapangan, semua pemain harus beri yang terbaik buat tim. Apapun kondisinya, walau kondisinya belum seratus persen. Semua harus kerja keras agar tim ini dapat kemenangan,” pungkas Along. (poy/jon)
Harusnya Menang 6-3
MALANGPOST- Setelah susah payah menaklukkan Persipura Jayapura 1-0, Arema sukses membantai Persiwa Wamena 4-0 dalam laga terakhir putaran pertama kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, kemarin sore.
Empat gol kemenangan Arema masing-masing dicetak Ahmad Bustomi (23’), Muhamd Ridhuan (35’) dan Amirudin dua gol (76’, 89’). Hasil ini mengantarkan Arema menempati posisi runner up klasemen sementara ISL musim ini.
Menurut pelatih Arema, Miroslav Janu, pada pertandingan kemarin sore Arema harusnya bisa hingga enam gol. Meski pelatih asal Republik Ceko ini juga mengakui, Persiwa memiliki tiga peluang bagus yang juga bisa berbuah gol.
“Menurut saya hasil 4-0 sore ini tidak bagus untuk Persiwa, karena saya pikir kita harusnya bisa menang 6-3. Persiwa main bagus, mereka punya pemain depan yang bagus, kita tahu kualitas mereka,’’ komentar Miro usai pertandingan kemarin sore.
Pelatih asal Republik Ceko ini tak merinci tambahan dua gol untuk timnya, namun dirinya yakin Arema harusnya minimal dapat dua kali hadiah penalti. Sayangnya, wasit asal Bandung, Ahmad Suparman terlihat sering merugikan tim Arema.
‘’Soal wasit, saya tidak mau komentar, kamu bisa lihat sendiri, menurut saya, kita harusnya dapat hadiah dua penalti,’’ ungkap Miro perihal peluang timnya untuk bisa menang lebih besar pada pertandingan kemarin sore.
Selain beberapa peluang bagus lainnya, ada sedikitnya dua kali Arema dirugikan dengan keputusan wasit terkait peluang dari penalti. Pertama menit 52 saat Chmelo Roman dilanggar pemain belakang Persiwa di kotak penalti dibiarkan begitu saja.
Berikutnya menit 70, pemain asing Persiwa, Sasa Becevic terlihat melakukan handsball di kontak penalti, juga dibiarkan oleh wasit. Secara umum, wasit cenderung merugikan tim Arema pada pertandingan kemarin sore.
Termasuk pada menit 61 saat striker Arema, Noh Alamshah mencetak gol setelah menerima umpan dari Ridhuan ternyata dianulir wasit karena dianggap offside. Padahal striker asal Singapura ini melakukan pergerakan dari belakang.
Terlepas itu, tim tamu juga memiliki beberapa peluang bagus yang cukup mengancam gawang Arema. Namun dengan solidnya pertahanan Arema dan penampilan kiper Ahmad Kurniawan yang bagus, tak satu pun peluang Persiwa jadi gol.
‘’Sore ini kita menghadapi tim yang diuntungjan jadwal karena memiliki istirahat yang bagus, sedangkan pemain kita capek. Terlihat pemain tidak ada speed. Tapi sore ini kita main dengan hati, untuk bisa menang,’’ terang Miro.
‘’Kita main maksimal untuk Aremania yang datang ke stadion, terimakasih untuk pemain dan terimakasih untuka Aremania. Satu bulan lagi kita akan main di home lagi,’’ sambung pelatih yang mengisntruksikan pemainnya untuk menang.
Meski demikian, Miro tak membantah performa timnya saat lawan Persiwa kemarin tak sebagai seperti saat lawan Persipura. Faktor kelelahan menjadi alasan pemainnya yang dua kali secara beruntun menjamu tim asal Papua itu.
‘’Saya tahu performa sore ini tidak seperti lawan Persipura. Itu pengaruh karena ada satu tim bisa seminggu istirahat dan satu tim lainnya hanya tiga hari istirahat. Kalau saja Persiwa bertanding lawan Persema, tentu akan berbeda,’’ jelas Miro.
Untuk itu pergantian pemain tetap menjadi salah satu kunci sukses Arema kemarin sore. Seperti mengganti Musafri dengan Amirudin sejak kick off babak kedua, menjadi salah satu pergantian yang tepat untuk kemenangan kemarin sore,
‘’Kita ganti Musafri karena kita tahu Amirudin punya teknis dan kecepatan bagus. Kita harus ganti pemain yang lebih bagus, seperti saya lihat Bustomi tadi capek dan kita ganti Juan Revi. Pergantian ini harus lebih baik,’’ yakin Miro. (bua/avi/malangpost )
Empat gol kemenangan Arema masing-masing dicetak Ahmad Bustomi (23’), Muhamd Ridhuan (35’) dan Amirudin dua gol (76’, 89’). Hasil ini mengantarkan Arema menempati posisi runner up klasemen sementara ISL musim ini.
Menurut pelatih Arema, Miroslav Janu, pada pertandingan kemarin sore Arema harusnya bisa hingga enam gol. Meski pelatih asal Republik Ceko ini juga mengakui, Persiwa memiliki tiga peluang bagus yang juga bisa berbuah gol.
“Menurut saya hasil 4-0 sore ini tidak bagus untuk Persiwa, karena saya pikir kita harusnya bisa menang 6-3. Persiwa main bagus, mereka punya pemain depan yang bagus, kita tahu kualitas mereka,’’ komentar Miro usai pertandingan kemarin sore.
Pelatih asal Republik Ceko ini tak merinci tambahan dua gol untuk timnya, namun dirinya yakin Arema harusnya minimal dapat dua kali hadiah penalti. Sayangnya, wasit asal Bandung, Ahmad Suparman terlihat sering merugikan tim Arema.
‘’Soal wasit, saya tidak mau komentar, kamu bisa lihat sendiri, menurut saya, kita harusnya dapat hadiah dua penalti,’’ ungkap Miro perihal peluang timnya untuk bisa menang lebih besar pada pertandingan kemarin sore.
Selain beberapa peluang bagus lainnya, ada sedikitnya dua kali Arema dirugikan dengan keputusan wasit terkait peluang dari penalti. Pertama menit 52 saat Chmelo Roman dilanggar pemain belakang Persiwa di kotak penalti dibiarkan begitu saja.
Berikutnya menit 70, pemain asing Persiwa, Sasa Becevic terlihat melakukan handsball di kontak penalti, juga dibiarkan oleh wasit. Secara umum, wasit cenderung merugikan tim Arema pada pertandingan kemarin sore.
Termasuk pada menit 61 saat striker Arema, Noh Alamshah mencetak gol setelah menerima umpan dari Ridhuan ternyata dianulir wasit karena dianggap offside. Padahal striker asal Singapura ini melakukan pergerakan dari belakang.
Terlepas itu, tim tamu juga memiliki beberapa peluang bagus yang cukup mengancam gawang Arema. Namun dengan solidnya pertahanan Arema dan penampilan kiper Ahmad Kurniawan yang bagus, tak satu pun peluang Persiwa jadi gol.
‘’Sore ini kita menghadapi tim yang diuntungjan jadwal karena memiliki istirahat yang bagus, sedangkan pemain kita capek. Terlihat pemain tidak ada speed. Tapi sore ini kita main dengan hati, untuk bisa menang,’’ terang Miro.
‘’Kita main maksimal untuk Aremania yang datang ke stadion, terimakasih untuk pemain dan terimakasih untuka Aremania. Satu bulan lagi kita akan main di home lagi,’’ sambung pelatih yang mengisntruksikan pemainnya untuk menang.
Meski demikian, Miro tak membantah performa timnya saat lawan Persiwa kemarin tak sebagai seperti saat lawan Persipura. Faktor kelelahan menjadi alasan pemainnya yang dua kali secara beruntun menjamu tim asal Papua itu.
‘’Saya tahu performa sore ini tidak seperti lawan Persipura. Itu pengaruh karena ada satu tim bisa seminggu istirahat dan satu tim lainnya hanya tiga hari istirahat. Kalau saja Persiwa bertanding lawan Persema, tentu akan berbeda,’’ jelas Miro.
Untuk itu pergantian pemain tetap menjadi salah satu kunci sukses Arema kemarin sore. Seperti mengganti Musafri dengan Amirudin sejak kick off babak kedua, menjadi salah satu pergantian yang tepat untuk kemenangan kemarin sore,
‘’Kita ganti Musafri karena kita tahu Amirudin punya teknis dan kecepatan bagus. Kita harus ganti pemain yang lebih bagus, seperti saya lihat Bustomi tadi capek dan kita ganti Juan Revi. Pergantian ini harus lebih baik,’’ yakin Miro. (bua/avi/malangpost )
Kamis, 10 Februari 2011
Sunartotti Siap Beraksi
MALANG-Dua pertandingan sebelumnya, striker muda Arema, Sunarto menjadi kartu truf sukses Arema menahan tuan rumah Sriwijaya FC imbang 1-1 dan berhasil mengalahkan Persipura 1-0 di Stadion Kanjuruhan. Laga berikutnya pemain yang akrab disapa Sunartotti ini diharapkan kembali bisa menjadi pemain joker saat Arema menjamu Persiwa Wamena, sore ini. Paling tidak saat tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.
“Untuk persiapan lawan Persiwa besok seperti biasanya, tidak ada yang khusus. Ya, semoga saja, saya bisa kembali cetak gol, tapi yang terpenting Arema bisa menang,” ungkap Sunarto kepada Malang Post, kemarin sore.
Jika skema permainan Arema tak jauh beda seperti saat menaklukkan Persiwa, kemungkinan Sunarto bakal diplot menggantikan posisi Noh Alam Shah. Meski juga ada peluang striker jebolan Akademi Arema bisa dipasang sejak awal babak pertama.
Menurut Sunarto tidak mudah untuk bisa menaklukkan Persiwa yang pada laga tandang terakhirnya mampu menahan Persipura imbang 1-1 di Jayapura. Tercatat lima kali pertandingan terakhir Persiwa belum pernah kalah.
“Persiwa tim yang bagus, terbukti mereka berada di papan atas, dan saya rasa kualitas Persiwa tidak jauh beda dengan kualitas Persipura. Jadi kita harus kerjas keras untuk menang,” yakin Sunarto perihal peluang timnya.
Tak hanya kerja keras lini depan untuk bisa menjabol gawang Persiwa, namun lini belakang Arema juga harus disiplin menahan serangan Eddy Foday dkk. Maklum, serangan balik tim asuhan Suharno ini juga cukup berbahaya.
“Tidak ada masalah, yang penting lini belakang Arema ada Purwaka,” ungkap bek sayap kanan Arema, Zulkifli.
“Minimal kita harus bermain seperti lawan Persipura, kita tampil maksimal untuk dapat poin,” sambung pemain asal Makassar ini. (bua/jon/malangpost)
“Untuk persiapan lawan Persiwa besok seperti biasanya, tidak ada yang khusus. Ya, semoga saja, saya bisa kembali cetak gol, tapi yang terpenting Arema bisa menang,” ungkap Sunarto kepada Malang Post, kemarin sore.
Jika skema permainan Arema tak jauh beda seperti saat menaklukkan Persiwa, kemungkinan Sunarto bakal diplot menggantikan posisi Noh Alam Shah. Meski juga ada peluang striker jebolan Akademi Arema bisa dipasang sejak awal babak pertama.
Menurut Sunarto tidak mudah untuk bisa menaklukkan Persiwa yang pada laga tandang terakhirnya mampu menahan Persipura imbang 1-1 di Jayapura. Tercatat lima kali pertandingan terakhir Persiwa belum pernah kalah.
“Persiwa tim yang bagus, terbukti mereka berada di papan atas, dan saya rasa kualitas Persiwa tidak jauh beda dengan kualitas Persipura. Jadi kita harus kerjas keras untuk menang,” yakin Sunarto perihal peluang timnya.
Tak hanya kerja keras lini depan untuk bisa menjabol gawang Persiwa, namun lini belakang Arema juga harus disiplin menahan serangan Eddy Foday dkk. Maklum, serangan balik tim asuhan Suharno ini juga cukup berbahaya.
“Tidak ada masalah, yang penting lini belakang Arema ada Purwaka,” ungkap bek sayap kanan Arema, Zulkifli.
“Minimal kita harus bermain seperti lawan Persipura, kita tampil maksimal untuk dapat poin,” sambung pemain asal Makassar ini. (bua/jon/malangpost)
Along Siap, Hendra Gantikan Esteban
MALANG-Meski kondisinya masih belum pulih 100 persen, Noh ‘Along’ Alam Shah mengaku siap tampil lawan Persiwa Wamena di Stadion Kanjuruhan, sore ini. Namun kali ini sudah tak lagi harus disuntik anti nyeri seperti saat lawan Persipura.
Along yang tenaganya dibutuhkan untuk mengisi lini depan Arema mengaku siap menahan sakit. Tak sekadar menjadi ujung tombak Singo Edan, striker Arema asal Singapura ini juga diharapkan bisa memimpin rekan-rekannya raih poin penuh.
“Lebih baik saya menahan sakit daripada disuntik terus, karena itu juga tidak bagus. Ya harus mainlah,” ungkap Along usai latihan di Stadion Gajayana, kemarin sore mengaku masih sedikit merasakan sakit dibagian engkel kaki kirinya.
Sedangkan dokter tim Arema, Albert Rudianto saat dikonfirmasi kemarin mengaku kondisi Along memang belum sembuh total. Meski menurutnya cedera engkel yang dialami Along itu sudah ada kemajuan dibanding kondisi sebelumnya.
“Along memang belum sembuh total, tapi dia sudah ada banyak peningkatan, dan tinggal sedikit nyeri saja. Kalau kata Along, besok dia siap main lawan Persiwa,” terang dr. Albert kepada Malang Post usai latihan kemarin sore.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun meyakinkan Along sudah siap main lawan Persiwa. Setidaknya dari sesi latihan terakhir kemarin, kapten tim Arema itu bisa menyelesaikan latihan penuh selama satu jam.
Sementara itu, untuk pengganti Esteban Gullian yang absen karena akumulasi kartu kuning, Miro tampaknya sudah menyiapkan Hendra Ridwan sebagai penggantinya.
“Ya, pengganti Esteban sudah siap,” katanya.
Gelandang asal Makasar yang baru dikontrak Arema ini pun mengaku sudah siap jika sore ini diturunkan lawan Persiwa. Mantan pemain PSM Makassar yang tak ikut gabung LPI ini diperkirakan bakal berduet dengan Ahmad Bustomi di lini tengah Arema.
“Insya Allah saya sudah siap,” ungkap Hendra sesaat sebelum meninggalkan lapangan usai latihan kemarin sore.
Pemain yang musim lalu memperkuat Persipura Jayapura ini bakal diplot sebagai gelandang jangkar. (bua/jon/malangpost)
Along yang tenaganya dibutuhkan untuk mengisi lini depan Arema mengaku siap menahan sakit. Tak sekadar menjadi ujung tombak Singo Edan, striker Arema asal Singapura ini juga diharapkan bisa memimpin rekan-rekannya raih poin penuh.
“Lebih baik saya menahan sakit daripada disuntik terus, karena itu juga tidak bagus. Ya harus mainlah,” ungkap Along usai latihan di Stadion Gajayana, kemarin sore mengaku masih sedikit merasakan sakit dibagian engkel kaki kirinya.
Sedangkan dokter tim Arema, Albert Rudianto saat dikonfirmasi kemarin mengaku kondisi Along memang belum sembuh total. Meski menurutnya cedera engkel yang dialami Along itu sudah ada kemajuan dibanding kondisi sebelumnya.
“Along memang belum sembuh total, tapi dia sudah ada banyak peningkatan, dan tinggal sedikit nyeri saja. Kalau kata Along, besok dia siap main lawan Persiwa,” terang dr. Albert kepada Malang Post usai latihan kemarin sore.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun meyakinkan Along sudah siap main lawan Persiwa. Setidaknya dari sesi latihan terakhir kemarin, kapten tim Arema itu bisa menyelesaikan latihan penuh selama satu jam.
Sementara itu, untuk pengganti Esteban Gullian yang absen karena akumulasi kartu kuning, Miro tampaknya sudah menyiapkan Hendra Ridwan sebagai penggantinya.
“Ya, pengganti Esteban sudah siap,” katanya.
Gelandang asal Makasar yang baru dikontrak Arema ini pun mengaku sudah siap jika sore ini diturunkan lawan Persiwa. Mantan pemain PSM Makassar yang tak ikut gabung LPI ini diperkirakan bakal berduet dengan Ahmad Bustomi di lini tengah Arema.
“Insya Allah saya sudah siap,” ungkap Hendra sesaat sebelum meninggalkan lapangan usai latihan kemarin sore.
Pemain yang musim lalu memperkuat Persipura Jayapura ini bakal diplot sebagai gelandang jangkar. (bua/jon/malangpost)
Penting Menang!
MALANG-Menghadapi Persiwa Wamena sore ini di Stadion Kanjuruhan, mengingatkan kembali akan sukses Arema saat menaklukkan tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah 2-0 (1-0) di Stadion Pendidikan, Wamena, musim lalu. Pasalnya Arema menjadi satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan Persiwa di kandangnya. Bahkan dengan kemenangan itu, membuka jalan Arema akhirnya keluar sebagai juara Liga Super edisi 2009/2010.
Dua pemain asing yang menjadi kunci kemenangan Arema saat itu adalah Muhamad Ridhuan dan Chmelo Roman. Ridhuan pencetak gol pertama, dan Roman memperbesar kemenangan Arema yang cukup fantastis itu.
Sore ini, menjadi kesempatan dua penyerang Arema ini untuk kembali menjebol gawang Persiwa. Meski baik Ridhuan maupun Roman sama-sama mengaku tidak penting siapa yang bakal cetak gol, yang penting Arema menang.
“Saya tidak berfikir untuk cetak gol, yang penting Arema bisa menang, siapapun yang nanti akan cetak gol. Bagi saya yang terpenting adalah bisa dapat poin penuh,” ungkap Ridhuan sebelum mulai latihan di Stadion Gajayana, kemarin sore.
Menurutnya dengan kemenangan atas Persiwa sore ini, akan menjadi happy ending atau akhir manis bagi Arema pada putaran pertama ini. Setidaknya untuk peluang finish di posisi runner up klasemen akhir putaran pertama.
“Apalagi kita main di kandang, harus bisa kita maksimalkan,” sebut Ridhuan mengaku kualitas Persiwa tak jauh beda seperti musim lalu.
Menurutnya permainan Persiwa tak sebagus saat mereka bermain di kandangnya. “Saya lihat kalau mereka bermain di luar kandang sedikit santai atau tidak stabil. Keinginannya untuk menang kurang saat main di luar kandang, tapi Persiwa tetap tak bisa kita anggap enteng,” sambung gelandang Arema asal Singapura ini.
Sedangkan Roman akan kembali mencoba untuk bisa cetak gol ke gawang Persiwa. Meski gelandang Arema asal Slovakia ini tak bisa menjamin dirinya bisa menjebol gawang tim asuhan Suharno tersebut.
“Saya tidak tahu, besok bisa cetak gol lagi atau tidak, tapi saya akan coba. Kadang-kadang bisa, kadang-kadang tidak bisa cetak gol, tapi yang penting kita dapat tiga poin, karena kita kerja untuk menang,” yakin Roman.
“Setiap pertandingan itu berbeda, dan Persiwa sekarang sedikit beda dengan musim lalu karena ada beberapa pemain baru dan ada pelatih baru. Style permainan mereka sepertinya beda,” sambungnya.
Harus diakui kehadiran pelatih baru yaitu Suharno tampaknya bakal memberi warna tersendiri pada gaya permainan Persiwa. Apalagi pelatih yang pernah menangani Arema ini sudah mengerti karakter permainan Arema dan dukungan Aremania. (bua/jon/malangpost)
Dua pemain asing yang menjadi kunci kemenangan Arema saat itu adalah Muhamad Ridhuan dan Chmelo Roman. Ridhuan pencetak gol pertama, dan Roman memperbesar kemenangan Arema yang cukup fantastis itu.
Sore ini, menjadi kesempatan dua penyerang Arema ini untuk kembali menjebol gawang Persiwa. Meski baik Ridhuan maupun Roman sama-sama mengaku tidak penting siapa yang bakal cetak gol, yang penting Arema menang.
“Saya tidak berfikir untuk cetak gol, yang penting Arema bisa menang, siapapun yang nanti akan cetak gol. Bagi saya yang terpenting adalah bisa dapat poin penuh,” ungkap Ridhuan sebelum mulai latihan di Stadion Gajayana, kemarin sore.
Menurutnya dengan kemenangan atas Persiwa sore ini, akan menjadi happy ending atau akhir manis bagi Arema pada putaran pertama ini. Setidaknya untuk peluang finish di posisi runner up klasemen akhir putaran pertama.
“Apalagi kita main di kandang, harus bisa kita maksimalkan,” sebut Ridhuan mengaku kualitas Persiwa tak jauh beda seperti musim lalu.
Menurutnya permainan Persiwa tak sebagus saat mereka bermain di kandangnya. “Saya lihat kalau mereka bermain di luar kandang sedikit santai atau tidak stabil. Keinginannya untuk menang kurang saat main di luar kandang, tapi Persiwa tetap tak bisa kita anggap enteng,” sambung gelandang Arema asal Singapura ini.
Sedangkan Roman akan kembali mencoba untuk bisa cetak gol ke gawang Persiwa. Meski gelandang Arema asal Slovakia ini tak bisa menjamin dirinya bisa menjebol gawang tim asuhan Suharno tersebut.
“Saya tidak tahu, besok bisa cetak gol lagi atau tidak, tapi saya akan coba. Kadang-kadang bisa, kadang-kadang tidak bisa cetak gol, tapi yang penting kita dapat tiga poin, karena kita kerja untuk menang,” yakin Roman.
“Setiap pertandingan itu berbeda, dan Persiwa sekarang sedikit beda dengan musim lalu karena ada beberapa pemain baru dan ada pelatih baru. Style permainan mereka sepertinya beda,” sambungnya.
Harus diakui kehadiran pelatih baru yaitu Suharno tampaknya bakal memberi warna tersendiri pada gaya permainan Persiwa. Apalagi pelatih yang pernah menangani Arema ini sudah mengerti karakter permainan Arema dan dukungan Aremania. (bua/jon/malangpost)
Langganan:
Postingan (Atom)