Sabtu, 30 April 2011

Empat Pemain Dipanggil Timnas

MALANG-Tim Arema harus siap-siap untuk ditinggal beberapa pemainnya yang akan bergabung dengan Timnas U-23. Khususnya jelang perhelatan Sea Games 2011 ini, beberapa pemain Arema dipanggil untuk mengikuti persiapan Timnas U-23.
Menurut surat pemanggilan pemain Timnas U-23 oleh Badan Tim Nasional, ada empat pemain Arema yang akan bergabung. Empat pemain itu adalah Kurnia Meiga Hermansyah, Irfan Raditya, Yongki Ariwibowo dan Dendi Santoso.
Surat panggilan untuk empat pemain Arema ini diterima manajemen kemariun sore, dan langsung disampaikan kepada headcoach Miroslav Janu. Menurut rencana, empat pemain tersebut sudah harus berkumpul di Jakarta, Senin (2/5) lusa.
 “Empat pemain yang dipanggil itu adalah Meiga, Irfan, Dendi dan Yongki, mereka harus kumpul di hotel Atlet, Jaakarta, tanggal 2 Mei,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan usai menyampaikan panggilan empat pemain tersebut kepada Miro.
Rencananya, 3 Mei mendatang,  Timnas U-23 yang bakal ditangani Rahmad Dharmawan ini akan menggelar internal meeting di Jakarta. Disusul berikutnya dilakukan tes Kesehatan, 4 Mei, tes fisik 5-6 Mei dan caracter building, 7-12 mei.
Persoalannya dari agenda Timnas U-23 untuk persiapan Sea Games tersebut, bersamaan dengan dua laga terakhir Arema di ajang LCA. Yaitu saat Arema menjamu tim asal Jepang, Cerezo Osaka, 3 Mei dan saat away ke Korea lawan Jeonbuk Hyundai Motors, 10 Mei.
Miro pun tampaknya tak bisa berbuat banyak, jika Timnas U-23 tidak memberi dispensasi pemainnya untuk ikut LCA. “Ya, kita mau apa lagi, kalau mereka memang dipanggil timnas,” terang pelatih asal Republik Ceko ini.
Jika sesui agenda, pemanggilan empat pemain Arema ini masih seleksi. Menyusul dengan pelatih baru, Rahmad Dharmawan tentu akan memilih pemain sesuai dengan kebutuhannya, dan proses seleksi renacananya melibatkan pemain dari kompetisi Liga Primer Indonesia.
Selain serangkaian tes kesehatan dan tes fisik, Rahmad Dharmawan rencanana akan mengikutkan Timnas U-23 di ajang Piala AFF U-23. Turnamen yang digelar di Palembang, 18-24 Mei ini bakal dimanfaatkannya untuk melakukan proses seleksi pemain untuk Sea Games.
Sementara itu, kapten tim Arema, Noh Alamshah menyangkan jadwal pemanggilan pemain Timnas ini bersamaan dengan jadwal pertandingan Arema di LCA. Padahal menurutnya pertandingan LCA itu sangat penting untuk menambah pengalaman pemain Arema.
 “Harusnya Timnas bisa mendahulukan pertandingan LCA itu, karena satu pertandingan LCA itu sama dengan 5 atau 10 pertandingan kompetisi Liga Super. Pertandingan LCA ini penting untuk menambah pengalaman pemain muda,” terang striker Arema asal Singapura ini. (bua)

Kamis, 28 April 2011

Tambah Poin

PADANG-Tim pelatih dan pemain Arema menyadari, peluang untuk berburu gelar juara Indonesia Super League sangat tipis bahkan nyaris tertutup. Namun Arema masih punya peluang besar untuk finish diposisi runner up klasemen akhir kompetisi musim ini.
Peluang untuk itu akan terjaga jika Arema mampu membawa pulang poin dari kandang Semen Padang, sore ini. Baik pelatih maupun pemain Arema pun bertekad untuk bisa tampil maksimal saat dijamu Semen Padang di stadion H. Agus Salim, sore ini.
“Setelah bertanding lawan Pelita (kalah 1-0), kita akan coba maksimal lawan Semen Padang, kita sudah dua hari disini kemarin, kita sudah persiapan, dan kita akan berusaha maskimal,” ungkap asisten pelatih Arema, Joko Susilo saat jumpa pers, kemarin siang.
Menurutnya, satu-satunya motivasi pemain sore ini adalah untuk merain poin demi menjaga peluang bersaing di papan atas. Sekalipun harus diakui, Semen Padang adalah tim yang bagus dan tak mudah dikalahkan saat berlaga di kandangnya.
“Untuk motivasi besok, kita ingin tambah poin, karena kemarin kita sudah kehilangan poin.Meski kita akui Semen Padang tim yang bagus, kita respek dengan mereka. Mereka di home tidak pernah kalah, tapi kita akan berusaha berbuat sesuatu,” terang Joko.
“Kita target menang, ya minimal bisa raih satu poin. Setiap bertanding kita selalu bawa semangat optimis bisa raih poin, termasuk untuk laga besok. Sedikit banyak kita sudah mengetahui Semen Padang, dan insyaalallah besok bisa maksimal,” sambungnya.
Senada dengan Joko, kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah juga mengaku rekan-rekannya sudah siap menghadapi Semen Padang, sore ini. Meski baru saja menelan kekalahan di kandang Pelita Jaya, pemain Arema tak ada beban untuk coba maksimal sore ini.
“Kita sama sekali tidak terasa ada beban, karena kami tahu apa yang harus dilakukan besok dan kita akan coba semaksimal mungkin,” yakin Along, striker Arema asal Singapura yang sore ini bakal diplot sebagai target man di lini depan Singo Edan.
Dalam skema 4-3-3, Along akan dibantu Dendi Santoso di kiri dan Ridhuan di kanan sebagai striker sayap sekaligus gelandang sayap saat bertahan. Lini tengah ada Chmelo Roman sebagai second striker, juga ada Bustomi dan Juan Revi sebagai gelandang jangkar.
Lini belakang ada Benny Wahyudi, Zulkifli Syukur, Purwaka dan Roman ‘Golo’  Golian.  Komposisi ini disiapkan Miro untuk bisa raih poin di kandang Semen Padang yang selama ini cukup angker, menyusul tak ada satu pun tim yang bisa menang.
“Saya sudah siap, dan selalu siap untuk diturunkan,” ungkap Dendi yang di beberapa lagag terakhir Arema ini mulai mendapat kepercayaan pelatih untuk posisi striker sayap.  Begitu pun Golo, mengaku sudah siap untuk menggalang pertahanan Arema.
“Ya, saya sudah siap, kita harap besok kita bisa main lebih bagus lagi,” ungkap stoper Arema asal Slovakia ini yang di pertandingan sebelumnya tak beruntung setelah kalah 1-0 dari Pelita Jaya. Meski Golo sebenarnya mengaku beruntung, karena saat itu Arema hanya kalah 1-0, mengingat banyaknya peluang mereka. (bua)

Rabu, 27 April 2011

Miro Konsen Tantang Semen Padang

PADANG-MalangPost
    Perburuan gelar juara tampaknya kini hanya menjadi milik Persipura Jayapura. Pimpinan klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 itu rasanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar mengunci gelar juara musim ini.
    Apalagi saat ini, Persipura dengan 47 poin unggul sembilan poin dengan posisi runner up, Semen Padang. Sedangkan tim Arema di posisi empat terpaut 10 poin dengan Persipura yang menyisakan tujuh pertandingan lagi dan Arema ada enam laga tersisa.
    Menyusul kenyataan ini, peluang Arema untuk bersaing dengan Persipura pun cukup tipis. Meski peluang untuk mempertahankan gelar juara itu masih tetap terbuka, namun tim Arema tampaknya sudah ‘lempar handuk’ dalam perburuan gelar juara musim ini.
    “Sudah, kita tidak pikir juara. Lebih baik kita konsentrasi pada laga terdekat Arema, yaitu menghadapi Semen Padang,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang timnya masih menyisakan dua laga away dan  empat laga home lagi.
    Selisih poin yang cukup jauh dengan Persipura, meski Arema masih menyisakan empat laga home, sulit untuk mengejar perolehan poin tim berjuluk Mutiara Hitam itu. Apalagi Persipura yang menyisakan lima laga away dan dua laga home, memiliki konsistensi permainan yang bagus.
    “Kita fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lagi, habis dari Padang, kita konsentrasi menghadapi Cerezo Osaka (tim asal Jepang) di Malang, lalu kita ke Korea lawan Jeonbuk Hyundai Motor,” sebut Miro kepada Malang Post, kemarin sore.
    “Kita tidak pusing juara, kalau kita terus pikir juara, nanti kita selesai,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini. Untuk itu, Miro dan pasukannya  kini lebih berkonsentrasi untuk menghadapi Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang, Kamis (28/4) besok.
    Khususnya setelah Arema dua kali menelan kekalahan beruntun saat lawan Shandong Luneng dan Pelita Jaya, Miro mempersiapkan timnya semaksimal mungkin untuk menghadapi Semen Padang yang merupakan salah satu pesaing kuat di papan atas ISL.
    Meski berstatus sebagi pendatang baru di ISL, Semen Padang telah menunjukkan kualitasnya musim ini. Tim Asuhan Nil Maizar ini tak bisa dipandang remeh, apalagi saat mereka berlaga di depan pendukungnya sendiri.
    Raihan poin bagi Arema sangat penting untuk menjaga peluang tim kebangaan Aremania ini bersaing di papan atas. Paling tidak untuk modal laga home menghadapi tim asal Jepang, Cerezo Osaka dalam pertandingan lanjutan Liga Champions Asia di stadion Kanjuruhan, 3 Mei nanti.
Harus diakui, target realistis untuk tim Arema saat ini adalah mengejar posisi runner up. Peluang itu terbuka bagi Arema yang kini harus bersaing dengan Semen Padang dan Persija Jakarta yang sama-sama memiliki peluang untuk finish di posisi runner up.
    “Sudah ya, berarti target kita sekarang yang realistis adalah posisi runner up, kita harus tampil maksimal lawan Semen Padang,” sebut bek kanan Arema, Zulkifli mengakui peluang Arema tipis untuk bisa mengejar posisi Persipura.
    Peluang cukup besar bagi Arema untuk runner up jika bisa memetik poin di kandang Semen Padang, lantaran Persija kini juga menyisakan empat laga home.  Jika target runner up terpenuhi, Arema ada kesempatan tampil di AFC Cup musim depan.
    Tak hanya pemain dan pelatih Arema yang kini menghitung peluang Arema kini hanya untuk posisi runner up. Selama ini pengurus Arema, tampaknya juga sudah tidak begitu ngotot untuk meneruskan target mempertahankan gelar juara. (bua)

Arema Diteror Bom

PADANG,MalangPost – Bisa jadi laga Semen Padang versus Arema, Kamis besok, masih gelap. Karena hingga kemarin, surat izin menggelar pertandingan dari Polda Sumbar, belum juga turun.
Bisa jadi hal itu terkait dengan teror bom yang terjadi di GOR H Agus Salim Padang. Senin malam (25/4) kemarin, sekitar pukul 20.30 WIB, Indra Saputra, penjaga GOR menemukan paket mencurigakan di jalan masuk menuju ruang pemain yang akan dipakai Arema.
Informasi dihimpun Padang Ekspres (Grup Malang Post) menyebutkan, awalnya Indra bersama temannya, A Tanjung, duduk-duduk di bawah pintu masuk stadion Barat 2 usai salat Magrib hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Usai itu, Indra dan Tanjung pergi ke warung membeli rokok dan kembali lagi pukul 20.30 WIB. Waktu itulah ia melihat paket mencurigakan tersebut.
‘’Mulonyo wak duduk di situ. Tu pai kalua sakitar satangah jam. Wak baliak, tibo-tibo lah ado se paket bawarna coklat sarupo bungkuih kardus tu (Awalnya, saya duduk di sana. Setelah itu, pergi sekitar setengah jam. Waktu itu, tiba-tiba sudah ada saja paket berwarna coklat serupa bungkus kardus itu, Red.),’’ ujarnya.
Paket tersebut, menurut Indra, sepintas terlihat seperti tumpukan buku ukuran A3 dibungkus rapi dan diikat tali. Awalnya, pria beralamat di Jalan Jasra No 18 (kawasan Padang Barat) itu tidak terlalu curiga.
Namun setelah memanggil temannya, Willy, 19, barulah mereka menduga benda itu paket bom, dan melaporkan penemuan itu ke Polsek Padang Barat sekitar pukul 21.00 WIB mengunakan telepon temannya, Ayang.
Tak lama berselang, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi. Sekitar pukul 22.10 WIB, tim Gegana sampai di lokasi untuk memastikan paket tersebut.
Menggunakan pakaian lengkap antibom, seorang anggota Gegana langsung bolak-balik sebanyak tiga kali. Pantauan pertama, petugas itu membawa semacam tongkat pendeteksi. Lalu, kembali lagi dengan alat semacam sensor. Terakhir, membawa selimut antiledak dan langsung membungkus paket tersebut.
Sekitar pukul 22.50 WIB paket tersebut dibawa ke mobil Gegana dan meletakkannya di tong belakang mobil tersebut. Lalu, mobil tersebut langsung melaju kencang ke arah jalan Raden Saleh.
Kapolresta Padang, M Seno Putro yang turut menyaksikan pengamanan menjelaskan, pihak kepolisian belum memastikan apa paket itu bom atau bukan. Namun, paket tersebut sudah dibawa ke markas Brimob untuk diperiksa. ’’Masih gelap. Jadi, kita belum bisa memastikan. Jika mau kepastian, harap tunggu konfirmasi dulu,’’ ungkapnya.