GAJAYANA – Besok malam di Stadion Kanjuruhan, dua tim besar bakal saling bentrok. Arema diposisi tuan rumah, menjamu Persija Jakarta. Duel antara Singo Edan dan Macan Kemayoran ini, diprediksi bakal panas.
Apalagi pelatih kedua tim, Miroslav Janu dan Rahmad Darmawan, mengaku sama-sama bertekad meraih tiga poin. Apalagi bagi Miro, raihan tiga poin bakal mampu mendongkel posisi Persija di peringkat ketiga.
Belum lagi, optimisme Miro juga didasarkan pada laporan terakhir menyoal perkembangan kesehatan pemainnya. Hingga kemarin, hanya dua pemain yang dipastikan absen. Noh Alam Shah lantaran akumulasi kartu dan Esteban Gullien karena cedera.
‘’Hanya Noh dan Este (Esteban, Red) yang pasti tidak bisa main. Pemain lainnya, bisa lihat sendiri. Semuanya latihan bagus. Dua pemain saja yang pasti absen, lainnya punya kans main,’’ tegas Miro kepada Malang Post seusai memimpin latihan pagi kemarin.
Mantan pelatih PSM Makassar ini tidak begitu risau dengan absennya Noh dan Este. Di lini depan, masih memiliki Yongki Aribowo, Sunarto, Musafri, Ahmad Amirudin dan Dendi Santoso. Sedangkan di lini tengah tidak akan berkurang tanpa Este karena diantaranya masih bisa mengandalkan Chmelo ‘CR-9’ Roman, Ahmad Bustomi, Juan Revi dan Hendra Ridwan.
Hanya saja, Miro mengatakan, siapa yang akan tampil adalah pemain yang memiliki kondisi paling bagus. Dia bersama tim pelatih juga sudah menyiapkan beberapa strategi dan taktik untuk melibas Persija.
‘’Masih banyak pemain, tapi saya sekarang tidak mau sebut komposisi untuk lawan Persija. Saya juga tidak tahu, bagaimana komposisi Persija nanti. Latihan bagus, pemain terus maksimalkan persiapan,’’ tutur Miro, sembari menyebut, tiga poin tetap wajib didapatkan pemainnya.
Sedangkan coach RD yang membawa 20 pemain ke Malang, juga memiliki keyakinan tinggi. Apalagi pemain pilarnya bisa diturunkan semua. Sebut saja kapten tim Bambang Pamungkas, gelandang Agus Indra Kurniawan hingga legiun asing macam Greg Nwokolo dan Agu Cashmir. Sore harinya, tim menyempatkan berlatih ringan di Stadion Gajayana.
Pasca dua kali ditahan imbang tamu asal ranah Papua saat tampil di hadapan publik sendiri, Persija bertekad menebus poin yang hilang itu di Malang.
’’Tidak ada masalah. Ini jadwal yang memang harus kita lalui. Meski berturut-turut menghadapi tim besar,’’ terang RD, sembari mengaku kecewa dengan hasil imbang di dua pertandingan sebelumnya.
’’Saya berharap anak-anak bangkit. Ini bukan pertandingan gampang. Tapi juga tidak mustahil bisa dimenangi,’’ papar pelatih kelahiran Metro Lampung itu.
Meski begitu, mantan pelatih Persipura itu mengaku tetap mewaspadai kekuatan tuan rumah. Tactician jenius kelahiran 26 November 1966 itu sadar betul bahwa Arema bukanlah tim yang mudah ditaklukan di kandang.
’’Arema saat main di kandang tetaplah suatu kekuatan yang luar biasa. Siapapun pemain yang dipasang bakal berbahaya,’’ jelasnya.
Karena itulah, der trainer yang sempat menukangi Persikota Tangerang itu.
Terlebih konfidensi Arema tengah melambung. Tim berlogo kepala singa baru saja memetik satu poin berharga di Liga Champions Asia (LCA) pasca menahan imbang tim juara Liga China, Shandong Luneng.
Kala bentrok di putaran pertama, 9 Januari silam, Persija yang bertindak sebagai tuan rumah sukses menekuk Arema dengan skor 2-1. Kini saat giliran bertamu ke kandang singa, Macan Kemayoran berharap bisa mengulang kejayaan serupa.
’’Kita akan lakukan sejumlah perbaikan. Kita bisa saja terapkan pola ofensif. Besar kemungkinan kita ajak Arema main terbuka. Yang penting kita bisa curi poin dari Arema,’’ pungkas RD kepada Malang Post. (poy/tom/avi)
Sabtu, 09 April 2011
Jumat, 08 April 2011
Kehabisan Pemain
MALANGPOST -Usai menahan tim juara Liga Cina, Shandong Luneng dalam pertandingan Liga Champions Asia 2011 di Stadion Kanjuruhan, Selasa (5/4) kemarin, Arema kini konsentrasi menghadapi Persija Jakarta, Minggu (10/4) lusa.
Dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 tersebut, Arema belum bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang komposisi pemain yang pincang menyusul beberapa pemain dipastikan masih absen.
Sebut saja Esteban Gullien, gelandang Arema asal Uruguay ini masih dibekap cedera hamstring. Lalu satu lagi pemain asing Arema asal Singapura, Noh Alam Shah juga dipastikan absen lawan Persija karena akumulasi kartu kuning.
‘’Mau apa lagi, kita terus persiapan untuk lawan Persija. Kita banyak problem. Kita lihat pemain yang fit dan siap saat lawan Persija nanti, itu yang masuk line up,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu usai latihan di Stadion Gajayana, kemarin pagi.
Selain dua pemain asing tersebut, kondisi beberapa pemain lokal Arema belum fit pasca pertandingan lawan Shandong Luneng. Seperti Alfarizi dan Purwaka yang sempat mengalami pusing hingga kemarin belum gabung latihan.
Termasuk Ahmad Bustomi masih dalam proses pemulihan kondisi setelah mengalami diare. Kondisi gelandang Arema ini, menurut tim dokter masih lemas meski sudah tak lagi diare seperti dua hari sebelumnya.
‘’Bustomi masih belum pulih, Along akumulasi kartu kuning dan Esteban masih cedera. Siapa yang mau main lagi, kita liihat nanti. Kita akan tetap main 11 pemain lawan 11 pemain Persija,’’ yakin Miro tak mau spekulasi perihal komposisi pemaiannya.
‘’Kita lihat siapapun nanti yang main. Kita akan turunkan pemain yang benar-benar siap, dan kita lihat kondisi pemain hari Minggu nanti,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini mengaku perubahan starting line up timnya sudah biasa.
Menurutnya hampir di setiap pertandingan Arema, komposisi pemainya selalu berbeda. Termasuk saat menjamu Macan Kemayoran Persija, Arema dihadapkan pada problem kondisi beberapa pemain pilarnya yang belum fit.
Hanya kondisi Chmelo Roman yang mulai membaik pasca mengalami cedera paha kananya. Gelandang Arema asal Slovakia ini sempat beberapa kali tak ikut latihan penuh, namun kemarin pagi sudah mulai gabung bersama pemain lainnya.
‘’Untuk kondisi Roman sudah bagus, dan sepertinya sudah bisa main lawan Persija, selama dia tidak merasakan adanya keluhan yang lain,’’ ungkap dokter tim Arema, Albert Rudianto perihal kondisi terakhir Roman.
‘’Sedangkan Bustomi sekarang memang sudah tidak diare lagi, tapi kondisinya masih lemas, jadi pagi ini (kemarin pagi, Red.) masih belum bisa gabung latihan,’’ sambung dokter muda ini saat dikonfirmasi perihal kondisi gelandang jangkar Arema itu.
Terlepas hari ini kemungkinan Bustomi sudah ikut latihan, namun kondisi mantan pemain Persema ini diperkirakan belum pada performa terbaiknya. Seperti Roman, pada sesi latihan kemarin pagi tampak masih perlu penyesuaian kondisi.
Selain persoalan teknis menyangkut kondisi pemain ini, problem krusial lainnya tentu masih seputar gaji. Pada saat pertandingan Arema lawan Persija itu, gaji pemain dan pelatih Arema sudah terlambat 2,5 bulan. (bua/avi)
Dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 tersebut, Arema belum bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang komposisi pemain yang pincang menyusul beberapa pemain dipastikan masih absen.
Sebut saja Esteban Gullien, gelandang Arema asal Uruguay ini masih dibekap cedera hamstring. Lalu satu lagi pemain asing Arema asal Singapura, Noh Alam Shah juga dipastikan absen lawan Persija karena akumulasi kartu kuning.
‘’Mau apa lagi, kita terus persiapan untuk lawan Persija. Kita banyak problem. Kita lihat pemain yang fit dan siap saat lawan Persija nanti, itu yang masuk line up,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu usai latihan di Stadion Gajayana, kemarin pagi.
Selain dua pemain asing tersebut, kondisi beberapa pemain lokal Arema belum fit pasca pertandingan lawan Shandong Luneng. Seperti Alfarizi dan Purwaka yang sempat mengalami pusing hingga kemarin belum gabung latihan.
Termasuk Ahmad Bustomi masih dalam proses pemulihan kondisi setelah mengalami diare. Kondisi gelandang Arema ini, menurut tim dokter masih lemas meski sudah tak lagi diare seperti dua hari sebelumnya.
‘’Bustomi masih belum pulih, Along akumulasi kartu kuning dan Esteban masih cedera. Siapa yang mau main lagi, kita liihat nanti. Kita akan tetap main 11 pemain lawan 11 pemain Persija,’’ yakin Miro tak mau spekulasi perihal komposisi pemaiannya.
‘’Kita lihat siapapun nanti yang main. Kita akan turunkan pemain yang benar-benar siap, dan kita lihat kondisi pemain hari Minggu nanti,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini mengaku perubahan starting line up timnya sudah biasa.
Menurutnya hampir di setiap pertandingan Arema, komposisi pemainya selalu berbeda. Termasuk saat menjamu Macan Kemayoran Persija, Arema dihadapkan pada problem kondisi beberapa pemain pilarnya yang belum fit.
Hanya kondisi Chmelo Roman yang mulai membaik pasca mengalami cedera paha kananya. Gelandang Arema asal Slovakia ini sempat beberapa kali tak ikut latihan penuh, namun kemarin pagi sudah mulai gabung bersama pemain lainnya.
‘’Untuk kondisi Roman sudah bagus, dan sepertinya sudah bisa main lawan Persija, selama dia tidak merasakan adanya keluhan yang lain,’’ ungkap dokter tim Arema, Albert Rudianto perihal kondisi terakhir Roman.
‘’Sedangkan Bustomi sekarang memang sudah tidak diare lagi, tapi kondisinya masih lemas, jadi pagi ini (kemarin pagi, Red.) masih belum bisa gabung latihan,’’ sambung dokter muda ini saat dikonfirmasi perihal kondisi gelandang jangkar Arema itu.
Terlepas hari ini kemungkinan Bustomi sudah ikut latihan, namun kondisi mantan pemain Persema ini diperkirakan belum pada performa terbaiknya. Seperti Roman, pada sesi latihan kemarin pagi tampak masih perlu penyesuaian kondisi.
Selain persoalan teknis menyangkut kondisi pemain ini, problem krusial lainnya tentu masih seputar gaji. Pada saat pertandingan Arema lawan Persija itu, gaji pemain dan pelatih Arema sudah terlambat 2,5 bulan. (bua/avi)
Ajak Dialog Aremania
MALANGPOST -Rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket laga home Singo Edan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/5) lusa, rupanya masih menjadi pro dan kontra di kalangan Aremania.
Maklum, selama ini Aremania memiliki otoritas masing-masing sesuai dengan suara korwil mereka. Sehingga tak ada yang bisa memutuskan satu suara Aremania untuk sebuah kebijakan dari manajemen Arema.
Meski banyak yang setuju adanya kenaikan harga tiket tersebut demi pelunasan gaji pemain, ada juga yang tak setuju. Minimal, ada Aremania yang mempertanyakan rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket tersebut.
‘’Aremania kok dibuat sapi perah. Tiket naik kok tidak rembukan (diskusi) dulu. Nanti kalau kita tidak setuju dianggap tidak loyal, dan ternyata nanti gaji pemain yo gak dibayar,’’ ungkap Amin, Aremania Jalur Gaza, Sukorejo.
‘’Sebenarnya kalau duduk bersama dulu untuk rembukan dengan teman-teman Aremania bisa enak. Jadi saya sarankan manajemen untuk mengundang semua korwil,’’ sambung pria yang juga memimpin Aremania Curva North ini.
Sebelumnya, beberapa Aremania menyatakan setuju adanya kenaikan tiket tersebut, semata-mata untuk bisa membayar gaji pemain. Menyusul Aremania memahami dan memaklumi kondisi keuangan Arema yang mengandalkan hasil tiket.
Harga tiket pertandingan kompetisi Indonesia Super League ini rencananya disamakan dengan pertandingan Liga Champions Asia. Khusus Arema lawan Persija, harga tiket menjadi Rp 30 ribu (ekonomi), Rp 100 ribu (VIP) dan Rp 150 ribu (VVIP).
‘’Selama ini Aremania sudah banyak berkorban, dan sekarang tiket akan dinaikkan lagi, sementara dari manajemen belum ada sosialiasi langsung ke korwil-korwil Aremania,’’ ungkap Aremania yang tak mau namanya dikorankan.
‘’Kalau tidak disampaikan langsung ke korwil-korwil se Malang Raya dan sekitarnya, khawatir ada Aremania dari Madiun ternyata tidak tahu harga tiket naik. Ayo, manajemen duduk bersama dengan sekitar 283 korwil yang ada ini,’’ sambungnya.
Manajemen Arema pun menyambut baik keinginan korwil Aremania untuk melakukan dialog tersebut. Rencananya Sabtu (9/4) sore di kantor Arema, manajemen akan mengajak Aremania untuk berdilaog seputar tiket tersebut.
‘’Tentu kita setuju untuk bisa berdialog dengan korwil-korwil Aremania, dan kita jadwalkan hari Sabtu ada pertemuan dengan korwil. Pertemuan ini bisa Sabtu sore setelah manager meeting,’’ ungkap Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Menyusul pertemuan atau dialog dengan Aremania ini, waktunya sehari sebelum pertandingan, sehingga lebih untuk sosialisasi terkait kenaikan harga tiket. Sekaligus dalam rangka manajemen menyerap aspirasi dan inspirasi dari Aremania.
Boleh jadi dari pertemuan manajemen dan korwil Aremania ini bisa melahirkan solusi terkait masalah keuangan Arema. Setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk agenda rapat pengurus yayasan dan Direksi PT Arema Indonesia pekan depan. (bua/avi)
Maklum, selama ini Aremania memiliki otoritas masing-masing sesuai dengan suara korwil mereka. Sehingga tak ada yang bisa memutuskan satu suara Aremania untuk sebuah kebijakan dari manajemen Arema.
Meski banyak yang setuju adanya kenaikan harga tiket tersebut demi pelunasan gaji pemain, ada juga yang tak setuju. Minimal, ada Aremania yang mempertanyakan rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket tersebut.
‘’Aremania kok dibuat sapi perah. Tiket naik kok tidak rembukan (diskusi) dulu. Nanti kalau kita tidak setuju dianggap tidak loyal, dan ternyata nanti gaji pemain yo gak dibayar,’’ ungkap Amin, Aremania Jalur Gaza, Sukorejo.
‘’Sebenarnya kalau duduk bersama dulu untuk rembukan dengan teman-teman Aremania bisa enak. Jadi saya sarankan manajemen untuk mengundang semua korwil,’’ sambung pria yang juga memimpin Aremania Curva North ini.
Sebelumnya, beberapa Aremania menyatakan setuju adanya kenaikan tiket tersebut, semata-mata untuk bisa membayar gaji pemain. Menyusul Aremania memahami dan memaklumi kondisi keuangan Arema yang mengandalkan hasil tiket.
Harga tiket pertandingan kompetisi Indonesia Super League ini rencananya disamakan dengan pertandingan Liga Champions Asia. Khusus Arema lawan Persija, harga tiket menjadi Rp 30 ribu (ekonomi), Rp 100 ribu (VIP) dan Rp 150 ribu (VVIP).
‘’Selama ini Aremania sudah banyak berkorban, dan sekarang tiket akan dinaikkan lagi, sementara dari manajemen belum ada sosialiasi langsung ke korwil-korwil Aremania,’’ ungkap Aremania yang tak mau namanya dikorankan.
‘’Kalau tidak disampaikan langsung ke korwil-korwil se Malang Raya dan sekitarnya, khawatir ada Aremania dari Madiun ternyata tidak tahu harga tiket naik. Ayo, manajemen duduk bersama dengan sekitar 283 korwil yang ada ini,’’ sambungnya.
Manajemen Arema pun menyambut baik keinginan korwil Aremania untuk melakukan dialog tersebut. Rencananya Sabtu (9/4) sore di kantor Arema, manajemen akan mengajak Aremania untuk berdilaog seputar tiket tersebut.
‘’Tentu kita setuju untuk bisa berdialog dengan korwil-korwil Aremania, dan kita jadwalkan hari Sabtu ada pertemuan dengan korwil. Pertemuan ini bisa Sabtu sore setelah manager meeting,’’ ungkap Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Menyusul pertemuan atau dialog dengan Aremania ini, waktunya sehari sebelum pertandingan, sehingga lebih untuk sosialisasi terkait kenaikan harga tiket. Sekaligus dalam rangka manajemen menyerap aspirasi dan inspirasi dari Aremania.
Boleh jadi dari pertemuan manajemen dan korwil Aremania ini bisa melahirkan solusi terkait masalah keuangan Arema. Setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk agenda rapat pengurus yayasan dan Direksi PT Arema Indonesia pekan depan. (bua/avi)
Langganan:
Postingan (Atom)