Rabu, 29 Desember 2010

Aremania Tret Tet Tet ke Jakarta

MALANG -     Tak mau kalah dengan kelompok suporter lainnya, Aremania berangkat menuju stadion Gelora Bung Karno, Jakarta untuk memberi dukungan pada Timnas Indonesia saat menjamu Malaysia dalam pertandingan second leg Final Piala AFF, malam ini.
Suporter Arema yang berangkat mendukung perjuangan Ahmad Bustomi dkk ini terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok berangkat dengan naik bus, dan satu lagi berangkat naik kereta api dari stasiun Kota Baru, kemarin siang.
Puluhan suporter yang berangkat naik kereta api, lengkap dengan atribut merah-putih untuk mendukung timnas. Termasuk membawa drum dan spanduk yang bertuliskan : "Nasionalisme Dari Malang, Untuk Indonesia.’’
‘’Hari ini (kemarin, Red.) hanya ada 17 orang yang berangkat ke Jakarta, sedangkan yang berangkat kemarin sudah ada 9 orang," ungkap Roland, koordinator rombongan Aremania yang berangkat dengan kereta Matarmaja, pukul 15.00 WIB, kemarin sore.
Perihal vouncher tiket untuk menyaksikan langsung laga final malam ini, Roland mengaku sudah ada rekannya di Jakarta yang mengurus tiketnya. Meski peluang Indonesia tipis untuk keluar sebagai juara, Roland mengaku tetap optimis.
‘’Saya memprediksikan Indonesia menang 4-0, dan bukan hanya menang, tapi juga bisa juara tahun ini,’’ harapnya. Indonesia butuh menang empat gol tanpa balas untuk raih juara, karena pada first leg di Malaysia, kalah 3-0.
Sementara itu, untuk rombongan Aremania dengan naik bus, berangkat dari gang Payaman, Balearjosari. Ada sekitar 55 orang yang berangkat dengan satu bus, dibawah koordinir Tri Priyo Handoko atau yang akrab disapa Benjol.
‘’Bus ini sengaja tidak penuh, agar kursi yang kosong bisa digunakan teman-teman untuk istirahat. Kita berangkat ke Jakarta dengan biaya spontanitas, ada yang bayar Rp 50 ribu, ada yang Rp 500 ribu, ada juga yang Rp 800 ribu,’’ terang Benjol
Dalam deretan Aremania yang berangkat ke Jakarta naik bus ini ada Yuli Sumpil, Dirijen Aremania, didampingi Kepet, mantan Dirijen Aremania. Mereka satu suara untuk memberi dukungan pada Timnas Indonesia menghadapi Malaysia.
‘’Intinya kita beri dukungan Timnas. Sebenarnya ini sudah biasa kita lakukan, karena kita memang sering memberi dukungan pada Timnas, sejak tahun 2002 lalu, saat Timnas berlaga di Piala Tiger (sebelum ganti nama Piala AFF),’’ sebut Benjol, Aremania yang berprofesi sebagai pengusaha truk ini kepada Malang Post. (bua/avi

Yakin Lebih Tajam

MALANG-Salah satu pemain Arema yang belum menunjukkan performa terbaiknya saat ujicoba adalah Chmelo Roman. Gelandang asal Slovakia ini belum menjukkan kelasnya sebagai gelandang serang yang diposisikan sebagai second striker.
Khususnya pada laga ujicoba terakhir Arema menghadapi Persijap Jepara, di stadion Kanjuruhan, Minggu (26/12) kemarin, Roman gagal menyelesaikan beberapa peluang yang dimilikinya untuk menjadi gol.
Beruntung Arema masih bisa menang tipis lewat gol bunuh diri bek Persijap, Kasiadi pada menit 49. Roman pun mengaku tidak tahu menahu perihal penyebab lemahnya penyelesaian akhir dari kakinya.
“Saya tidak tahu, kenapa sulit cetak gol,” terang Roman. “Mungkin saya perlu sedikit konsentrasi lagi. Kadangkala, bisa terjadi seperti ini. Kita sudah maksimal, tapi tidak bisa masuk, mungkin kita simpan untuk laga lawan Persema,” sambungnya.
Sayangnya pertandingan derby Malang, Arema menghadapi Persema yang seyogyanya digelar di stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti ternyata harus diundur pada akhir putaran kedua, tepatnya 1 Februari 2011.
Artinya gol-gol milik Roman itu bakal dipersiapkan untuk laga away Arema menghadapi Persija Jakarta, 9 Januari mendatang. Sayang, pemain dengan spesialisasi tendangan kaki kiri ini tak mau janji jumlah gol yang bakal dicetaknya nanti.
Sementara gelandang Arema asal Uruguay, Esteban Gullien mengaku performa timnya akan lebih baik di pertandingan resmi. Menurutnya, pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) nanti, lini depan Arema akan lebih tajam.
“Saya puas melihat beberapa peluang yang kita ciptakan saat ujicoba lawan Persijap kemarin, Koordinasi menyerang terlihat bagus. Pasti saat Liga nanti, akurasinya akan lebih tajam lagi,” yakin Esteban kepada Malang Post.
Jika melihat banyaknya peluang yang dimiliki Arema pada laga ujicoba tersebut, menurut pelatih Arema, Miroslav Janu, tim asuhannya minimal bisa menang 10-0. Namun dengan lini depan yang mandul, Arema hanya menang tipi 1-0. (bua)

Langsung Tur Jakarta

MALANG-Untuk sementara Aremania harus mengalihkan konsentrasinya, dari laga derby Malang, langsung siap-siap tur Jakarta. Pasalnya, bentrok Arema lawan Persema yang jadwal semula digelar 4 Januari ternyata diundur 1 Februari 2011 nanti.
Perubahan jadwal derby Malang yang rencananya digelar di stadion Kanjuruhan ini membuat tim Arema langsung persiapan untuk laga berikutnya menghadapi Persija Jakarta di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 9 Januari mendatang.
Aremania pun ancang-ancang tur Jakarta untuk memberikan dukungan penuh pada Singo Edan. Kebetulan panitia tur Jakarta sudah terbentuk beberapa waktu lalu, dan sudah bergerak mempersiapkan keberangkatan Aremania.
“Untuk rencana tur Aremania ke Jakarta, kita sudah menghubungi pihak PT Kereta Api Indonesia, dan kita siap untuk membirukan stadion Gelora Bung Karno, 9 Januari nanti,” ungkap Ahmad Ghozali, ketua tur Jakarta.
Menurutnya, PT KAI sudah memberi lampu hijau untuk mengangkut Aremania dengan kereta api Matarmaja ke Jakarta pada tanggal 8 Januari nanti. Rencananya, satu rangkaian kereta api, dengan 11 gerbong akan membawa Aremania.
 “PT KAI tidak keberatan dan sudah memberi ijin untuk mengangkut Aremania, asalkan bisa tertib, menjaga keamanan selama di jalan dan tidak melakukan provokasi yang memancing keributan di jalan,” terang Aremania Klayatan ini.
Pihaknya juga sudah koordinasi dengan kelompok supporter yang bakal dilewati rombongan tim Arema, seperti Kediri, Solo, Semarang dan bahkan Bandung. Menurutnya, mereka semua tidak ada masalah dengan rencana keberangkatan Aremania.
 “Kita juga sudah koordinasi dengan pihak panpel Persija, bahwa 99 persen pertandingan Persija lawan Arema itu digelar di Gelora Bung Karno, dan secara lisan ijin dari Polda sudah turun,” sebut pria yang akrab disapa AK ini.
“Pendaftaran tur Jakarta sekarang sudah dibuka di depan City of Arema di sebelah utara stasiun Kota Baru. Untuk biaya pendafataran yaitu Rp 130 ribu, sudah termasuk tiket pertandingan,” sambungnya. (bua)

Derby d’Ngalam Mundur

MALANG - Setelah hampir dua bulan menunggu laga yang paling menegangkan antara Arema menghadapi Persema, PT Liga Indonesia akhirnya memutuskan untuk mengundur jadwal pertandingan derby d’Ngalam yang rencana semula digelar 4 Januari 2011 ini.
Menurut keterangan Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara, laga derbi itu akan diundur hingga 1 Februari 2011 nanti. Itu artinya, pertandingan tersebut digelar di akhir putaran pertama nanti. ‘’Terkait dengan recovery pemain yang ikut Timnas, PT Liga Indonesia mengeluarkan surat, pertandingan tanggal 4 Januari diundur menjadi tanggal 1 Februari,’’ ungkap Abriadi kepada Malang Post, kemarin sore.
Kebetulan di tim Arema, ada lima pemainnya yang bergabung dengan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF yang berakhir, Rabu (29/12) malam ini. Mereka adalah Kurnia Meiga, Ahmad Bustomi, Zulkifli Syukur, Yongki Aribiwobo dan Benny Wahyudi. Sedangkan di tim Persema, tercatat ada satu pemainnya yang memperkuat Timnas merah-putih, Irfan Bachdim.
Sementara itu, wacana tim Persema untuk mundur dari ISL dan beralih ke Liga Primer Indonesia terus bergulir. Kondisi ini membuat panpel Arema diambang kerugian jika harus gagal menggelar laga derby Malang tersebut.
Pasalnya salah satu jackpot sebagai pemasukan yang besar untuk manajemen Arema adalah dari pertandingan Singo Edan menghadapi Persema itu. Sehingga rugi besar bagi Arema jika derby Malang itu tak jadi digelar di Stadion Kanjuruhan.
Untuk itu, manajemen Arema berharap tim berjuluk Laskar Ken Arok ini tak sampai mundur dari ISL. Manajemen pun meminta tim asuhan Miroslav Janu tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan penuh gengsi tersebut.
‘’Kami berharap mereka (Persema) tidak mundur, dan kami optimis partai derby nanti tetap bisa digelar. Kalau dibilang rugi, pasti sangat rugi, kalau pertandingan ini batal digelar,’’ ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
‘’Siapapun musuhnya, bila batal digelar, jelas sangat merugikan, apalagi untuk partai derby ini, panpel Arema telah mempersiapkannya jauh-jauh hari, termasuk soal izin pertandingannya,’’ sambung mantan wartawan ini kepada Malang Post.
Manajemen Arema mengakui, laga Arema vs Persema memiliki daya tarik yang cukup tinggi, dengan harapan bisa memberi pemasukan yang besar. Sehingga sangat disayangkan jika pertandingan yang telah ditunggu-tunggu itu batal digelar.
‘’Selain ini menjadi daya tarik Aremania dan pecinta bola Malang Raya, Arema sangat realistis bahwa dari partai itu kita berharap mampu memberikan kontribusi besar pada pemasukan, tapi Arema tidak akan lengah,’’ terang Darmaji.
Menurutnya, ada kemungkinan juga, wacana Persema mundur dari ISL adalah bagian dari strategi tim asuhan Timo Scheunemann untuk bisa memenangkan laga derby. Yaitu dengan merusak konsentrasi tim dan manajemen Arema.
‘’Kita khawatir ini menjadi strategi lawan agar Arema lengah. Sampai saat ini panpel dan tim tetap fokus mempersiapkan laga derby tersebut. Jadi kita masih optimis laga bisa digelar sesuai jadwal,’’ yakin Darmaji.
Sementara Persema, menurut informasi hampir pasti bergabung dengan LPI, dan tinggal memastikan kontrak baru untuk pemain dan pelatih yang ikut LPI. Sehingga mau tidak mau, panpel Arema juga harus menghadapi kemungkinan terburuk itu.
‘’Kalau tidak jadi digelar, kita sangat kecewa. Kita berharap semua pihak bijaksana melihat pentingnya laga ini untuk Arema, karena itu kita berharap laga tetap tergelar agar partai klasik untuk menunjukkan Malang sebagai barometer sepakbola Indonesia benar-benar terwujud,’’ pungkas Darmaji. (bua/avi)