Sabtu, 23 April 2011

Disambut Arema Cikarang

MalangPost-KEHADIRAN tim Arema di disambut hangat Forum Persudaraan Arema Jabotabek Korwil Cikarang saat tim asuhan Miroslav Janu ini tiba di Hotel Citra Inn, Cikarang, kemarin siang. Sekitar 10 orang Arema Cikarang ini menyambut kedatangan Zulkifli dkk di depan hotel.
    Komunitas Arek Malang yang ada di Cikarang ini membentangkan spanduk selamat datang pada rombongan tim Arema. “Selamat datang di Cikarang,” ungkap salah satu pendukung setia Arema ini kepada Miro sebelum masuk kedalam hotel.
    Meski tak banyak jumlah yang datang menyambut kehadiran Yongki Ariwibowo dkk ini, mereka telah menunjukkan Aremania tak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Dan sejatinya, jumlah mereka sebenarnya cukup besar, namun hanya perwakilan yang datang menyambut.
    “Sebenarnya banyak yang mau datang, tapi kita batasi saja, karena pemain juga lelah setelah dari perjalanan jauh, yang penting mereka tahu bahwa disini juga ada Aremania yang siap mendukung mereka,” ungkap Rachman Subekti, koordinator Arema Cikarang.
    Menurut pengakuannya, Arema Cikarang ini adalah komunitas masyarakat Malang yang berada diperantauan, khususnya diBumi Cikarang, Bekasi. Mereka siap memberi dukungan penuh saat Arema menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu (24/4) lusa.
    “Ya, kita siap untuk mensuport tim Arema, khususnya setelah kemarin tim Arema kalah dari tim China. Tidak hanya dari rekan-rekan di Cikarang, tapi dukungan datang dari Aremania Jabotabek,” terang Rachman mengaku kemarin sudah datang Aremania Batavia.
    Bahkan untuk menunjukkan besarnya dukungan Aremania pada tim Arema saat pertandingan besok, mereka siap melakukan konvoi menuju stadion. Diperkirakan jumlahnya lebih dari 500 orang. Setidaknya mengacu pada dukungan tim Arema musim lalu saat bertandang ke Karawang, jumlahnya lebih dari 300 orang.
    “Kita sudah berkoordinasi dengan suporter Pelita Jaya, termasuk dengan panpel untuk rencana kedatangan Aremania ini, kita siap untuk melakukan konvoi saat hari pertandingan nanti,” yakin Rachman kepada Malang Post, kemarin sore.
    Tak hanya datang memberi sambutan di depan hotel, Aremania ini juga hadir saat sesi latihan di lapangan Korem 503 Karawang. Mereka cukup antusias menunggu latihan Arema yang sempat diguyur hujan deras di lapangan kompleks militer itu.
    Sayangnya, agenda Arema Cikarang untuk bisa menggelar jumpa fans dengan pemain Arema belum bisa terlaksana. Khususnya menyangkut kondisi tim Arema yang cukup kelelahan usai perjalanan jauh dari China, tak memungkinkan ada pertemuan khusus dengan suporter.
    “Ya, kita berusaha memahami kondisi tim Arema, tidak apa-apa. Sebenarnya kita ingin mengadakan aca jumpa fans dan rencana untuk pengumpulan dana, tapi melihat kondisi tim Arema seperti ini, sepertinya tak memungkinkan,” yakin pria asal Bandulan ini.
    Sementara itu, untuk jumlah Aremania yang bakal datang ke stadion Singaperbangsa untuk memberi dukungan pada tim Arema saat pertandingan, hingga saat ini belum bisa dipastikan. Menyusul dukungan tak hanya datang dari Karawang, namun juga dari Jakarta.
    “Kalah menang itu biasa, yang penting kita bisa memberi dukungan pada tim Arema secara sportif,” sebut Rachman mengaku datang bersama rekan-rekannya untuk mensuport pemain Arema yang kini tengah dilanda masalah keuangan. (bua/nug)

Lupakan LCA

CIKARANG-MalangPost    Usai menghadapi tim asal China, Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan Liga Champions Asia 2011 di Shandong Luneng, Rabu (20/4) kemarin, tim Arema kini berkonsentrasi penuh menghadapi Pelita Jaya, Karawang, Minggu (24/4) besok.
    Arema dituntut bisa melupakan kekalahan telak 5-0 di kandang Shandong Luneng itu. Bahkan tim asuhan Miroslav Janu ini sudah harus melupakan pertandingan LCA dan konsentrasi penuh pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011.
Pasalnya Arema sudah tidak ada lagi peluang lolos ke babak 16 besar LCA, sekalipun masih menyisakan dua pertandingan lagi. Justru tim berjuluk Singo Edan ini masih menyisikan peluang untuk mempertahakan gelar juara ISL jika mampu sapu bersih sisa pertandingan yang ada.
Pada putaran kedua ini, Arema menyisakan tiga laga away dan empat laga home. Diatas kertas Arema masih cukup berpeluang mengejar perolehan poin pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura yang kini lebih banyak menyisakan laga away.
“Ya, sekarang kita harus konsentrasi pada pertandingan ISL daripada LCA, karena kita masih ada peluang untuk bisa mempertahankan gelar juara ISL,” ungkap striker Arema asal Singapura sekaligus kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah.
 Untuk itu, pemain Arema harus segera bangkit setelah kalah telak dari tuan rumah Shandong Luneng. Khususnya jelang menghadapi Pelita Jaya, Zulkifli dkk harus melupakan hasil lawatannya ke China itu, demi hasil maksimal di kandang Pelita.
Secara umum, dari sesi latihan tim Arema kemarin sore, pemain tampanya sudah mulai enjoy dengan kondisi mereka. Pemain tampak berlatih tanpa beban, meski baru saja dihajar Hang Peng dkk dalam pertandingan penyisihan grup G LCA itu.
“Kondisi pemain saya lihat cukup bagus, mereka bersemangat latihan sore ini, dan yang penting untuk laga berikutnya ini adalah semangat pemain dan mereka mau berlatih dengan baik,” ungkap asisten pelatih Arema, Tony Ho usai memimpin latihan di lapangan Korem 503 Karawang.
Pada sesi latihan kemarin sore, tidak semua pemain ikut dalam latihan di lapangan kompleks militer tersebut. Menyusul sebagian pemain yang tampil penuh lawan Shandong Luneng menjalani program recovery dengan jacuzy atau terapi air dingin dan air panas.
Pemain yang mengikuti latihan di lapangan antara lain Aji Saka, Kurnia Meiga, Benny Wahyudi, Roman Golian, Sunarto, Musafri, Fakhrudin, Noh Alamshah, Dendi Santoso dan Amirudin. Sedangkan pemain yang jacuzy yaitu Zulkifli, Purwaka, Waluyo, Bustomi, Juan Revi, Ridhuan dan Chmelo Roman.
    Menurut pengakuan Tony Ho, pemain Arema sudah bisa melupakan hasil buruk di China kemarin. Mental bertanding pemain pun tidak ada masalah, dan siap untuk menghadapi pertandingan lanjutan ISL menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang.
“Saya lihat mental bertanding anak-anak tidak ada masalah, mereka sudah siap untuk pertandingan berikutnya, kita lihat saja nanti,” yakin asisten pelatih asal Makassar ini usai memimpin latihan pemain di lapangan Korem 503 Karawang, kemarin sore.
Begitu usai latihan, terlihat tidak ada ketegangan di wajah mereka. Meski kemarin pagi, beberapa jam setelah tiba di Jakarta, pemain tampak lesu. Bukan karena kekalahan tersebut, namun perjalanan jauh yang mereka tempuh, membuat mereka kelelahan.
Tim Arema sendiri tiba di Citra Inn Hotel, Cikarang pukul 13.00 WIB, kemarin siang setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Jakarta. Sedangkan khusus pemain yang dari China, tiba di Hotel Aston  Cengkareng pukul 02.00 WIB, Jumat (22/4) dini hari.
Itu setelah pesawat Garuda yang ditumpangi 15 pemain Arema dari Bandara Juanda Surabaya ke Jakarta mengalami delay. Praktis, rombongan tim Arema kembali dari Jinan, China dengan menempuh perjalanan hampir 20 jam. (bua/nug)

Rabu, 20 April 2011

Minta Doa Aremania

JINAN,MalangPost-Mengandalkan satu kiper, Aji Saka yang berangkat menyusul ke China, tadi malam, kondisi tim Arema sebenarnya cukup mengkhawatirkan saat dijamu Shandong Luneng di Shadong Luneng Stadium, sore ini.
Namun demikian, Arema tetap optimis menghadapi juara Liga China ini. Termasuk keyakinan manajemen, Aji Saka bakal tampil, untuk menghindari ancaman sanksi denda jika Arema batal tampil karena tak ada kiper.
“Kita optimis Aji Saka akan tampil besok sore, karena kalau Arema tidak bermain melawan Shandong Luneng, khawatir kita mendapatkan denda yang besar untuk Arema,” ungkap pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
“Untuk saat ini, pemain dalam kondisi bagus, dan kita meminta doa restu Aremania, agar dalam pertandingan besok, kita mampu berbuat yang terbaik untuk nama Arema Indonesia,” sambung pria yang juga Ketua Panpel Arema ini.
Sementara itu, terkait dengan masalah pengurusan visa pemain Arema yang sempat terkendala dari Pemerintahan China, Abriadi mengaku sudah melaporakannya pada match commissioner asal Jepang, Kaise.
    “Dalam pertemuan ini, match commissioner memahami apa yang menjadi kebingungan dan kekecewaan Arema, sebab terjadi miskomunikasi. Ya, miskomunikasi itu terjadi antara Kedubes China tentang pengurusan visa,” terang Abriadi.
Menyusul dari data 29 pemain plus sekitar 11 official yang diajukan manajemen Arema, Keduataan China ternyata memilih atau menyeleksi sendiri. Padahal dalam surat yang ditujukan ke Arema, ada beberapa pemain yang cedera.
“Tapi nama pemain yang cedera ini tercantum untuk mengurus visa di Konjen China di Surabaya, harusnya Kedubes China menyetujui total pemain dan official, baru Arema yang memilih pemain dan official yang mesti berangkat,” jelas Abriadi.
“Hal ini menjadi pelajaran berharga agar dikemudian hari tidak terjadi. AFC sangat respon dan memperjuangkan agar akses pemain kiper yang didatangkan ke China bisa segera terpenuhi,” sambungnya.
Lantaran adanya persoalan visa ini, tim Arema berangkat dengan 14 pemain, Minggu (17/4) lalu. Baru ditambah satu kiper, Aji  Saka yang berangkat tadi malam dan diperkirakan tiba, 1,5 jam sebelum kick off sore  ini. (bua)

Selasa, 19 April 2011

Sama-Sama Pincang

Besok Sore, Arema Tantang Shandong Luneng
Jinan,MalangPost-Arema berangkat ke China tidak dalam kondisi ideal untuk menantang Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan babak penyisihan grup G Liga Champions Asia atau AFC Champions League 2010 di Shandong Luneng Stadium, Rabu (20/4) besok.
Selain persoalan finansial, Arema datang dalam kondisi tidak utuh, dengan sederet pemain tak bisa ikut ke China. Bahkan tim berjuluk SIngo Edan ini berangkat hanya dengan 14 pemain, dan ditambah satu kiper menyusul.
Satu kiper yang dijadwalkan menyusul ke China itu adalah Aji Saka, malam ini. Praktis, tim Arema hanya berkekuatan 15 pemain menghadapi tim juara Liga China tersebut. Praktis hanya ada empat pemain pengganti di bangku cadangan.
“Dua kiper Arema, Aji Saka dan Syaifudin berpeluang gabung dengan tim, setelah proses pengurusan visanya di Konjen China di Surabaya diproses hari Senin (kemarin),” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
“Namun masih menunggu tambahan surat rekomendasi undangan dari pemerintahan China,” sambung mantan wartawan ini memastikan Bustomi dkk baru tiba di Jinan (China), pukul 04.00 WIB, Senin (18/4) kemarin.
Tim Arema tiba di Hotel Crowne Plaza, Jinan setelah penerbangan di delay dua kali, dari Shenzhen Airport menuju Shandong Airport. Delay pertama penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 21.35 delay pukul 23:35.
“Setelah penumpang boarding di dalam pesawat, ternyata dengan alasan teknis pesawat didelay kembali, semua penumpang berada di dalam pesawat sekitar 1,5 jam,” terang Darmaji mengaku kondisi pemain mengalami kelelahan luar biasa.
Untuk itu, menurut Darmaji, pelatih Arema, Miroslav Janu menginstruksikan pemainnya langsung istirahat total. Pemain baru beraktifitas melakukan makan siang pukul 13.00 WIB, dan menggelar latihan di luar Stadion Shandong Luneng, kemarin sore.
“Pertandingan hari Rabu digelar pukul 15:30 waktu China, di pimpin wasit dari Uni Emirat Arab (Ali al Badawi),” sebut  Darmaji memastikan tak hanya Arema yang tak bisa menurunkan beberapa pemain intinya, seperti Noh Alamshah dan Esteban Gullien.
Kubu Shandong Luneng pun juga dipastikan tampil pincang, menyusul tiga pilarnya absent karena akumulasi kartu kuning. Tiga pemain yang absent lawan Arema itu adalah Li-Wei, Yuan Wei-Wei dan Roda Antar.
Namun demikian, bagi Miro itu tidak akan mengurangi kekuatan Shandong Luneng yang bakal diuntungkan bermain di kandangnya. Miro menegaskan, Shandong adalah tim yang kuat, sekalipun Arema mampu menahan imbang 1-1 di stadion Kanjuruhan, 5 April lalu.  
‘’Lihat besok, Arema tidak bisa main normal seperti saat main di Super Liga, Shandong Luneng tim bagus. Banyak pemain berkualitas disana. Ini masalah, jika tidak waspada dan siapkan strategi. Harus coba ambil poin di China, harus. Tidak boleh terus pikir masalah Arema soal visa dan pemain,” yakin Miro. (bua)