MALANG-Salah satu pemain Arema yang belum menunjukkan performa terbaiknya saat ujicoba adalah Chmelo Roman. Gelandang asal Slovakia ini belum menjukkan kelasnya sebagai gelandang serang yang diposisikan sebagai second striker.
Khususnya pada laga ujicoba terakhir Arema menghadapi Persijap Jepara, di stadion Kanjuruhan, Minggu (26/12) kemarin, Roman gagal menyelesaikan beberapa peluang yang dimilikinya untuk menjadi gol.
Beruntung Arema masih bisa menang tipis lewat gol bunuh diri bek Persijap, Kasiadi pada menit 49. Roman pun mengaku tidak tahu menahu perihal penyebab lemahnya penyelesaian akhir dari kakinya.
“Saya tidak tahu, kenapa sulit cetak gol,” terang Roman. “Mungkin saya perlu sedikit konsentrasi lagi. Kadangkala, bisa terjadi seperti ini. Kita sudah maksimal, tapi tidak bisa masuk, mungkin kita simpan untuk laga lawan Persema,” sambungnya.
Sayangnya pertandingan derby Malang, Arema menghadapi Persema yang seyogyanya digelar di stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti ternyata harus diundur pada akhir putaran kedua, tepatnya 1 Februari 2011.
Artinya gol-gol milik Roman itu bakal dipersiapkan untuk laga away Arema menghadapi Persija Jakarta, 9 Januari mendatang. Sayang, pemain dengan spesialisasi tendangan kaki kiri ini tak mau janji jumlah gol yang bakal dicetaknya nanti.
Sementara gelandang Arema asal Uruguay, Esteban Gullien mengaku performa timnya akan lebih baik di pertandingan resmi. Menurutnya, pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) nanti, lini depan Arema akan lebih tajam.
“Saya puas melihat beberapa peluang yang kita ciptakan saat ujicoba lawan Persijap kemarin, Koordinasi menyerang terlihat bagus. Pasti saat Liga nanti, akurasinya akan lebih tajam lagi,” yakin Esteban kepada Malang Post.
Jika melihat banyaknya peluang yang dimiliki Arema pada laga ujicoba tersebut, menurut pelatih Arema, Miroslav Janu, tim asuhannya minimal bisa menang 10-0. Namun dengan lini depan yang mandul, Arema hanya menang tipi 1-0. (bua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar