Sabtu, 16 April 2011

Miro Cuekin Protes PSPS

MALANGPOST – Head coach Arema Indonesia, Miroslav ‘Miro’ Janu puas dengan kemenangan 4-2 (2-1) timnya atas tamunya PSPS Pekanbaru di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin. Kemenangan ini menandai sukses Singo Edan tidak terkalahkan hingga empat laganya secara beruntun pada lanjutan Indonesia Super Liga (ISL).  Meski tertinggal cepat 0-1 oleh lawannya, Arema kemudian mampu bangkit hingga sukses menyarangkan empat gol penghantar kemenangan.
Di laga ini, PSPS memberikan perlawanan sengit dengan tampil menyerang dan menekan Arema hingga mengurung separuh lapangan. Pantas, Miro merasa lega setelah timnya mampu mengamankan tiga angka laga kandangnya dengan kemenangan itu.
Dia cukup jeli dengan cepat menarik Beny Wahyudi yang dinilainya tampil tidak bagus dan kemudian menempatkan gelandang serba bisa Juan Revi di bek kanan. Sedangkan, Waluyo berposisi di kiri membantu peran dua bek tengah, Romah Golian dan Purwaka Yudhi.
‘’Alasan (ganti Benny, Red)? Saya tidak mau alasan, main tidak bagus, saya ganti pemain. Dimana cari alasan, ini sudah biasa. Kita tahu, babak pertama main jelek, tidak 100 persen konsentrasi. Pemain PSPS bisa cepat (cetak gol), karena tidak ada main sebelumnya. Mereka full team, PSPS ada pmain bagus, Shin Hyun Joon teknik bagus, Herman Dzumafo sangat fit. Kenapa PSPS tidak main seperti ini saat main Persipura, hari ini (kemarin, Red), mereka main kerja keras,’’ terang Miro dalam jumpa pers, seusai laga.
Mantan pelatih PSM Makassar ini enggan berkomentar soal nada protes pelatih PSPS, Abdurahman Gurning atas kepemimpinan wasit, Mardi (Purwakarta). Miro selayaknya juga protes lantaran timnya juga seharusnya dapat penalti dari wasit saat Amirudin benar dijatuhkan oleh defender lawan.
Disamping itu, dia menegaskan, empat gol Arema yang dicetak Noh Alam Shah seluruhnya punya proses bersih. Tiga diantaranya dari hasil standart situasi dan satu gol terakhir dari kombinasi antara Amirudin, Chmelo Roman dan Noh Alam Shah.
‘’Saya tidak mau protes, ini pelatih (PSPS) lawan protes. Kalau bicara soal penalti, Amirudin juga bersih penalti. Soal kartu kuning, saya tidak mau cari komentar. Soal wasit asing, setiap disini, ada wasit asing, ada siaran langsung terus. Sudah lama tidak ada wasit lokal disini. Harus obyektif, berapa kali posisi seperti ini,’’ imbuhnya.
‘’Okelah belakang, babak kedua kita main bagus. 30 menit main bagus. Sudah 4-1 mulai tidak konsentrasi, sudah hilang konsentrasi lima menit terakhir. Saya tahu, ini pertandingan susah. Bisa alasan wasit wasit wasit, tidak apa-apa. Tapi, empat gol kita semua bersih,’’ pungkas Miro.
Sebelumnya, nada protes disampaikan kubu PSPS seusai laga. Pelatih PSPS, Abdurahman Gurning mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan timnya.
Dia menyebut, timnya seharusnya dapat beberapa penalti disaat pemainnya dilanggar pemain Arema di kotak terlarang, namun wasit membiarkannya.
Sebaliknya, ketika pemain PSPS melakukan pelanggaran, wasit langsung menunjuk pelanggaran. Walhasil, timnya sempat melakukan aksi mogok selama lima menit sebagai bentuk kekecewaan.
Mantan pelatih Persitara Jakarta Utara ini menilai, timnya sudah bermain bagus, tapi karena ulah wasit, mental pemainnya langsung drop. Pasalnya, PSPS datang di Malang untuk curi angka, makanya tetap menampilkan skema menyerang untuk mampu mencetak gol, dan tim bisa meraih kemenangan.
Tapi permainan ciamik timnya kacau dikarenakan ulah wasit. Meski diakuinya, kiper Dede Sulaiman merupakan pemain yang bermain paling jelek, hingga terpaksa harus digantikan oleh kiper lainnya, Fance Haryanto.
‘’Menurut saya, ini semua pertandingan yang buat rusuh itu wasit. Makanya kita adakan tadi mogok, okelah terjadi gol. Tadi Along bilang lepas, tapi itu gol. Herman berapa kali dilanggar lawan, tapi wasit tidak beri penalti. Kita main bola, mau cari menang, bukan cari draw. Sebelum main, kita bilang mau main tertutup, tapi itu strategi. Gol ketiga PSPS, ada yang banyak sms ke saya, Lopez dari Deltras, gol tiga PSPS, itu murni gol, tapi dianulir,’’ terang Gurning, pelatih PSPS, seusai laga. (poy/avi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar