Jumat, 15 April 2011

Hasil Tiket Tetap Untuk Gaji

MALANGPOST – Tugas berat terus menanti manajemen Arema Indonesia seiring mendampingi kiprah Singo Edan di kompetisi Indonesia Super Liga (ISL) musim ini. Mereka harus pandai-pandai dalam mengelola keuangan tim untuk dapat mencukupi seluruh kebutuhan tim. Betapa tidak, disaat berjuang melunasi pembayaran gaji pemain, manajemen juga harus menyelesaikan tunggakan lainnya.
Siang kemarin, manajemen Arema Indonesia ‘ditagih’ Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Malang melakukana perwakilannya dengan datang langsung ke Kantor Arema. Pasalnya, manajemen Arema masih belum melunasi pembayaran pajak penyelenggaraan pertandingan kandang Singo Edan. Berapa jumlah tunggakan itu? Manajemen tim juara Super Liga ini enggan membeberkan secara pasti nominalnya, namun diisyaratkan jumlahnya lumayan besar.
‘’Perwakilan dispenda datang dalam rangka menanyakan tanggungan pajak kita. Kita memang masih memiliki tanggungan pajak. Kita sudah transparan, termasuk ke teman-teman media. Dan kami berharap dukungan seluruh pihak atas hal ini. Kita tidak bisa menyebutkan, yang jelas kita masih punya tanggungan pajak yang lumayan besar,” aku Sudarmaji, Media Officer PT Arema Indonesia kepada wartawan di Kantor Arema, siang kemarin.
Mantan wartawan ini menyampaikan, tunggakan tersebut terjadi, sebagai dampak tidak langsung, dari setelah adanya kebijakan manajemen Arema terkait hasil pendapatan tiket pertandingan diprioritaskan untuk pembayaran gaji pemain. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, manajemen Arema selalu menyampaikan permohonan maaf dan dipensasi waktu kepada pihak dispenda.
Sudarmaji menjelaskan, Arema tidak meminta untuk pemutihan. Arema pun akan melunasi tunggakan itu sesuai dengan aturan wajib pajak dari hasil penyelenggaraan laga. Manajemen Arema sadar jika home Arema memang memiliki magnet untuk menciptakan animo tinggi dan mendatangkan penonton dengan jumlah besar. Tunggakan itu akan dibayar usai Ahmad Bustomi dkk menuntaskan serangkaian laga AFC Champions League (LCA) dengan memaksimalkan hasil laga home tersisa milik Arema.
‘’Dalam aturannya, pajak itu 20 persennya, dan kita menyetujui untuk membayar 10 persen. Dengan asumsi, setelah menyelesaikan LCA, kemudian away ke Semen Padang, Pelita Jaya Karawang dan Persijap Jepara, setelah itu kita main di home. Disisa home itulah kita maksimalkan untuk membayar seluruh tanggungan yang menjadi kewajiban Arema,” tambah Sudarmaji sembari mengisyaratkan hasil laga home lawan PSPS kembali diprioritaskan untuk pembayaran gaji pemain. (poy/bua)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar