Rabu, 11 Juli 2012

Coba Skema Berbeda

LAMONGAN- Absennya Munhar tampaknya sungguh menjadi pukulan telak bagi
skuadra Singo Edan. Sampai-sampai, tim pelatih Arema harus mengubah
pakem formasi andalannya selama ini demi menyiasati kehilangan palang
pintu asal Sidoarjo tersebut. Klub berlogo kepala singa diyakini bakal
memainkan pola berbeda saat meladeni tuan rumah Persela Lamongan dalam
pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya
sore ini. Dalam simulasi game saat latihan pagi kemarin, tampak tiga stopper
dimainkan sekaligus. Rekan duet Munhar, Seme Pierre Patrick kali ini
dipasangkan dengan Johan Ibo dan Steven Hesketh. Kolaborasi tiga bek
sejajar ini belum pernah dicoba Singo Edan, karena umumnya mengandalkan
dua stopper saja dengan ditopang dua bek sayap untuk melengkapi kuartet
lini belakang. Sebelumnya, head coach Arema, Suharno memang sudah mengutarakan niatnya
mengaplikasikan strategi berbeda untuk meredam Laskar Joko Tingkir
(julukan Persela). Diantaranya adalah formasi 3-6-1. "Dengan formasi
tersebut, kita masih punya tiga orang free di belakang. Artinya kita
akan memperkuat lini tengah untuk memenangkan permainan," beber pelatih
berlisensi A AFC itu.
Dengan strategi ini, artinya dua bek sayap yang biasa beroperasi di lini
 belakang akan bergerak lebih maju layaknya gelandang. Namun mereka tak
hanya dituntut efektif menggalang serangan, namun juga aktif membantu
pertahanan. Ada kalanya formasi ini nanti bisa ditransformasikan menjadi
 5-3-2, 3-5-2 hingga 3-4-3. "Sebetulnya formasi ini fleksibel. Saat
menyerang maupun bertahan kita bisa siasati cepat perubahannya. Hanya
saja kali ini ada tiga stopper murni di belakang," imbuh asisten pelatih
 Joko 'Gethuk' Susilo. Mereka yang berperan sebagai bek sayap adalah Khusnul Yuli dan Johan
Ahmad Farisi atau lebih akrab dipanggil Alfarizie. Sedangkan stabilitas
lini tengah akan dipercayakan pada duet gelandang muda, Hendro Siswanto
dan Ferry Aman Saragih. Dengan strategi lebih memperkuat pertahanan,
bisa jadi Hendro dan Ferry bakal lebih dioptimalkan sebagai gelandang
jangkar. Untuk urusan menopang daya dobrak, Alain N'Kong dan Muhammad Ridhuan
tampaknya bakal berperan ekstra selain sebagai penunjang ujung tombak,
juga mengatur tempo serangan dari second line. Dua legiun impor Singo
Edan ini selain dikenal piawai melakukan tusukan dari lini kedua, juga
aktif menyisir dari sektor sayap. Sedangkan Herman Dzumafo akan tetap menjadi gacoan untuk mengobrak-abrik
 jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir. Bomber asal Kamerun yang telah
mengoleksi enam gol untuk Singo Edan itu akan dipasang sebagai target
man, berbeda dari beberapa laga sebelumnya dimana el capitano Arema itu
bermain lebih sebagai penyerang bayangan di belakang striker murni macam
 Sunarto. (tom/bua)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar