JAKARTA - Tim nasional (timnas) Indonesia akan mendapat ujian sesungguhnya. Untuk kali pertama, Firman Utina dkk akan menjalani laga tandang dalam Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) 2010.
Itu pun langsung berlaga dalam laga putaran pertama final melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil pada 26 Desember mendatang. Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, lolos ke final setelah memenangi lima pertandingan yang dilakoni. Tiga kali di babak penyisihan dua kali di fase di semifinal. Tapi semua pertandingan itu dilakukan di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Jadi, kehebatan Firman Utina cs sama sekali berlum teruji di kandang lawan.
Nah, sebelum terbang ke Kualu Lumpur, Malaysia, pada Jumat lusa (24/12), jeda waktu semifinal ke final dimaksimalkan betul oleh pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl untuk mematangkan timnya, baik dari sisi strategi permainan maupun mentalnya.
Dipastikan, di putaran pertama final, Indonesia akan mendapat teror habis-habisan baik dari dalam lapangan maupun dari tribun penonton di Stadion Bukit Jalil. Bermain di hadapan publiknya sendiri, Malaysia pasti bakal tampil sangat percaya diri.
Tapi, Riedl percaya tim asuhannya bisa mengatasi. Bahkan, pelatih asal Austria itu menyatakan, menghadapi Malaysia dirinya akan tetap menginstrusikan bermain menyerang seperti pada pertemuan di babak penyisihan grup lalu yang berkesudahan dengan skor 5-1 (1/12) untuk Indonesia.
Menurut Riedl, bermain bertahan justru akan membuat timnya tidak bisa tampil maksimal. ‘’Tim ini masih cukup kuat untuk tampil menyerang di kandang Malaysia,’’ jelas Riedl usai memimpin latihan di lapangan timnas, Senayan, Jakarta, kemarin.
‘’Mungkin kami akan sedikit tampil bertahan di awal laga. Tapi, pada prinsipnya, kami akan tetap tampil menyerang,’’ lanjut dia.
Indonesia sempat memilih strategi bertahan sambil mencari kesempatan menjebol gawang lawan. Bahkan, saat menghadapi Thailand, Riedl menerapkan strategi serangan balik di laga akhir babak penyisihan grup A (7/12). Padahal, saat itu, Indonesia sudah memastikan lolos dengan predikat juara grup.
Tapi karena lebih banyak bertahan, saat itu gawang Indonesia justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-68 lewat Suree Sukha. Untung, Indonesia berhasil bangkit dan membalik keadaan lewat dua gol penalti Bambang Pamungkas. Indonesia pun menang dengan skor 2-1.
Sementara itu, dalam latihan kemarin pagi, dua pemain yang dibelit cedera Firman Utina dan Oktavianus Maniani masih menjalani latihan terpisah dengan pemain lain. Itu dilakukan agar cedera yang dialami tidak keduanya bertambah parah.
Firman dan Okto, sapaan karib Oktavianus, mengalami cedera setelah membela Pasukan Garuda melawan Filipina di leg kedua semifinal (19/12). Firman mengalami cedera lutut kanan, sedangkan Okto cedera hamstring.
Usai latihan, Fiman mengatakan kondisinya sudah membaik. Namun, tim medis dan fisioterapis timnas Indonesia memintanya untuk tetap beristirahat agar bisa benar-benar pulih sebelum tampil di final nanti.
‘’Kondisi saya sudah mulai pulih. Sudah mulai enakan. Tapi, belum bisa dipaksakan untuk latihan dan masih diminta untuk tetap istirahat,’’ ucap Firman. .
Dalam latihan kemarin, Firman dan Okto didampingi oleh fisioterapis Mathias Ibo dan Muhammad Yanizar. Kedua pemain tersebut hanya menjalani latihan ringan dan selesai lebih dulu dibanding pemain lainnya.
‘’Kami akan upayakan agar keduanya (Firman dan Okto) bisa pulih sebelum bertemu Malaysia di final,’’ ujar Mathias.
Dalam sesi latihan kemarin, Riedl juga memisahkan pemain-pemain yang jadi starter lawan Filipina. Maman Abdurahman dkk mendapat porsi latihan game bola tangan dan permainan mirip sepak takraw. Sebaliknya, pemain-pemain yang tampil sebagai pelapis mendapat menu lebih berat.
Selain mengasah kemampuan dribbling, pemain-pemain tersebut juga diminta bertarung satu lawan satu dalam mencetak gol. Di antara pemain yang mendapat porsi latihan berat kemarin adalah Irfan Bachdim. Pemain yang lagi digandrungi penggila bola tanah air itu di laga terakhir tidak dimainkan karena cedera pangkal paha. (ali/jpnn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar