PADANG - Datang ke Kota Padang, tim Arema tanpa ada risiko. Untuk urusan yang satu ini, rombongan tim Arema rupanya menyimpan bayang-bayang terjadinya gempa di Padang beberapa waktu lalu. Apalagi, Arema datang untuk laga amal korban gempa dan Tsunami di Pulau Nias.
Meski tak begitu besar pengaruhnya, paling tidak kota Padang sebagai kota langganan gempa ada di benak pemain. Seperti diakui kiper Arema, Aji Saka, belum-belum sudah menerima informasi bahwa Padang tengah kembali dilanda gempa.
Tepatnya saat tim Arema tengah transit di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Aji mendapat pesan singkat dari keluarganya bahwa Padang dan Yogykarta dikabarkan ada gempa. Langsung pesan singkat itu, menyebar di antara pemain Arema, meski juga belum tahu persis yang terjadi di Padang.
"Ya, tadi saya dapat sms, kalau Padang dan Yogyakarta mengalami gempa, tidak tahu seperti apa, katanya ada beritanya di ANTV, saya diminta untuk hati-hati di Padang," ungkap Aji yang dibenarkan Fahrudin dan Waluyo yang juga mendengar informasi adanya gempa itu.
Sementara, satu pemain Arema yang asli dari Padang, Tommy Pranata membenarkan bahwa di Padang memang sering gempa. Termasuk gempa yang terjadi kemarin, menurutnya sesuatu yang tak asing bagi penduduk Padang. Untuk itu Tommy meminta rekan-rekannya siap jika sewaktu-waktu datang gempa.
"Ya, di Padang memang sudah biasa terjadi gempa, seperti hujan saja, tiba-tiba datang gempa. Rasakan saja nanti, karena sekarang masih sering gempa, seperti tadi kabarnya juga ada gempa," terang Tommy yang pernah dua musim memperkuat Semen Padang.
Begitu tiba di Padang, pemain pun masih mendapati bekas reruntuhan bangunan yang terkena gempa, 30 September 2009 lalu. Salah satu pemain yang tak bisa melupakan bencana gempa yang merenggut banyak nyawa itu adalah kiper Arema, Ahmad Kurniawan. Kiper asal Jakarta ini gabung dengan Semen Padang saat terjadi gempa.
"Ya, saya ikut merasakan saat terjadi gempa, tapi mess pemain Semen Padang tak sampai hancur, mudah-mudah tak ada lagi gempa seberat itu," ungkap AK yang satu musim memperkuat Semen Padang dan ikut mengantarkan tim berjuluk Kabau Sirah ini promosi ke Liga Super.
Pemain Arema pun dibuat merinding saat melewati hotel Abacang yang hancur dihajar gempa. Dan kebetulan saat tiba di Bunda Hotel, tempat tim Arema menginap selama di Padang, kondisinya masih renovasi. Sehingga membuat pemain sempat was-was juga.
"Meski di hotel, kita tidak bisa senang-senang, kita harus siaga juga, dan nanti malam mungkin bisa gak nyenyak tidur ini," ungkap Leo Tupamahu saat tiba di hotel, pada pukul 16:00 WIB, kemarin sore. (bua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar