MALANG - Laga uji coba Arema melawan Persela Lamongan di Stadion Gajayana, sore kemarin berakhir dengan hasil imbang 0-0. Hasil ini sama saat Arema bertanding di Stadion Surajaya di putaran pertama Indonesia Super League (ISL), Minggu 24 Oktober lalu.
Di laga uji coba yang disaksikan sekitar 15 ribu penonton itu, tim asuhan pelatih Subangkit tampil full team. Hanya satu pemain asingnya asal Singapura Mustafic Fakruddin yang tidak main karena belum gabung tim setelah membela negaranya di ajang Piala AFF. Persela sengaja menurunkan seluluh kekuatannya untuk menguji mental pemainnya di lanjutan ISL.
Sementara Arema juga menurunkan seluruh pemain asingnya minus Chmelo Roman yang kemarin ke Jakarta. Duo Singapura Noh Alam Shah dan M Ridhuan sudah dimainkan pelatih Miroslav Janu di babak kedua. Begitupula Pierre Njanka dan Esteban Guillen dimainkan sejak kick off dimulai.
Di awal-awal babak pertama, Arema tampil kurang greget. Komunikasi antar pemain kurang padu. Selain itu, pemain sering kehilangan bola sehingga lawan lebih banyak menguasai bola.
Justru tim lawan terlebih dahulu memiliki peluang cetak gol melalui Jimmy Suparto di menit ke empat. Peluang ini tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Arema yang dijaga Ahmad Kurniawan. Beruntung gawang kakak kandung Kurnia Meiga ini masih terselamatkan.
Arema baru memiliki peluang di menit ke 14 melalui striker mudanya Dendi Santoso. Melalui serangan balik dan tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang Persela I Koman Putra, bola dihalau pemain belakang lawan.
Beberapa menit kemudian Dendi berhasil masuk daerah pertahanan Persela. Namun ia tidak memiliki peluang tembak karena dihalang-halangi Charis Yulianto.
Satu menit kemudian, Persela kembali memiliki peluang melalui Zaenal Arifin. Tendangan kerasnya dihalau Waluyo dengan kepalanya. Namun bola justru meluncur deras ke arah gawang Arema. Beruntung Ahmad Kurniawan menepisnya dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Di menit ke 20 Arema nyaris mencetak gol setelah kapten Persela melakukan kesalahan. Bermaksud menghalau bola, justru mengarah ke Ahmad Amirudin. Namun pemain asal Makassar ini kalah cepat sehingga bola dibuang Fabiano.
Striker Persela Bakorwi menyia-siakan peluang emas setelah mendapat umpan pojok. Berdiri sendiri tanpa pengawalan dan gawang sudah dalam keadaan kosong, namun tendangannya melambung tinggi. Hingga babak pertama usai, kedua tim gagal mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Arema menarik enam pemainnya dan memasukkan Noh Alam Shah, Irfan Raditya, M Ridhuan, Roni Firmansyah, Gunawan dan TA Musafri. Masuknya enam pemain ini sedikit menambah daya serang pemain-pemain Arema. Terutama, TA Musafri yang sering merepotkan barisan belakang Persela yang ditempati Fabiano, Charis Yulianto, Slamet Riayadi dan Taufik.
Terbukti, babak pertama baru berjalan enam menit, TA Musafri yang mendapat umpan dari M Ridhuan nyaris cetak gol. Tendangan pemain yang musim lalu memperkuat Persija Jakarta itu dihalau I Komang Putra.
Di menit ke 53 I Komang Putra membuat kesalahan fatal dengan memberikan bola justru jatuh di kaki Esteban Guillen. Hanya saja, Esteban gagal memanfaatkannya sehingga peluang terbuang sia-sia.
Hingga pertengahan babak kedua, baik Arema maupun Persela terus melakukan serangan. Kedua tim juga melakukan beberapa pergantian untuk memenangkan pertandingan. Namun, hingga pertandingan usai, tak satu pun gol yang tercipta. Kkedudukan hingga pertandingan usai tetap imbang 0-0.(bua/jon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar