Sabtu, 11 Desember 2010

Filipina si Kuda Hitam,Terancam Batal Main di GBK

JAKARTA - Keuntungan besar Indonesia menggelar dua laga semifinal kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta terancam. Pasalnya, PFF (PSSI-nya Filipina), mengajukan banding kepada pihak AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara ) setelah berita bahwa laga diputuskan digelar di Indonesia tersiar.
Sekjen PSSI Nugraha Besoes membenarkan kabar tersebut saat ditemui di kantor PSSI, kemarin siang (10/12). Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan dari AFF jika PFF mengajukan banding untuk menggelar pertandingan di Filipina atau Vietnam.
‘’Itu memang benar. Mereka mengajukan permohonan untuk menunda keputusan itu dan sekaligus opsi agar bisa diselenggarakan di Filipina atau memindah pertandingan minimal ke tempat yang netral,’’ kata pria yang akrab disapa Kang Nug tersebut.
Jika memang banding tersebut diterima, maka, surat bernomor AFF/Suzuki Cup (PMS 10)/dt. yang memutuskan pertandingan digelar di Indonesia bisa gugur. Karena itu, PSSI langsung menggelar rapat pada sore harinya tentang kabar itu.
Hanya, Nugraha optimistis pihak AFF tidak akan merubah keputusannya karena terlalu mendadak dan harus meminta persetujuan dari lawan, dalam hal ini Indonesia. Selain itu, sikap Filipina yang ingin menggelar pertandingan di Filipina dengan mencoba memenuhi fasilitas stadion mereka bakal sulit disetujui.
‘’Memang syaratnya tidak terlalu sulit hanya menambah kapasitas tempat duduk stadion menjadi 30 ribu. Juga, meningkatkan kekuatan lampu dari yang mereka miliki 800 lux menjadi 1200 lux. Tapi, itu kan butuh waktu lama,’’ paparnya.
Dengan waktu hanya tersisa sekitar enam hari saja, opsi pembenahan pasti butuh waktu dan bisa menyebabkan laga semifinal diundur. Sehingga, pihaknya tetap tenang.
Namun, dia masih belum mendapatkan keputusan banding itu hingga kemarin sore karena masih menunggu keputusan dari pihak AFF. Beredar kabar simpang siur, bahwa langkah yang diambil Filipina tersebut agar mendapatkan pembagian hasil dari penjualan tiket yang sebelumnya sudah di plot total untuk Indonesia.
Sayang, Nugraha masih cukup sulit dikonfirmasi terkait hal itu. Hanya, salah satu  pengurus PSSI, Deputi Bidang Teknis Iman Arif menyebutkan bahwa tidak ada perubahan terkait keputusan tuan rumah dari AFF.
‘’Sudah aman. Filipina telah meminta kepastian di Jakarta. Itu Sesuai dengan arahan terakhir Sekjen PSSI. Laga tetap di Jakarta,’’ ujarnya lewat pesan singkat (SMS) tadi malam.
Sebenarnya perubahan keputusan mendadak dari Filipina tidak bisa dilepaskan dari konflik yang sedang terjadi di tubuh PFF sendiri. Ya,  sebelumnya pihak yang meminta ke AFF  untuk menggelar pertandingan home di Indonesi dan disetujui adalah mantan Peresiden PFF, Mari Martinez. Sedangkan, Presiden PFF baru, Mariano Arneta tidak setuju sehingga langsung mengajukan banding. (aam/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar