Irsam Soetarto Aremania Sidoarjo
Secara tim, skuad Arema FC di LCA 2011 tentu lebih baik dari skuad tahun 2007, karena Arema 2007 berbekal juara Copa sedangkan Arema 2011 adalah Juara ISL yang lebih berprestasi dan bergengsi. Apalagi ditambah peraturan baru dari AFC untuk jatah pemain asing yakni 3+1, maksudnya tiga pemain asing non Asia + satu asing dari Asia. Berbekal dari hal di atas maka Arema FC berhak menurunkan hampir seluruh pemain asingnya (empat orang). Hal berbeda dengan tahun 2007 yang hanya tiga asing.
Materi Arema FC di LCA 2011 juga masih 80 persen bermaterikan pemain Juara ISL 2010 sehingga keterpaduan tim masih dapat terjaga dengan baik. Yang berbeda adalah style pelatih dari Robert Albert ke Miroslav Janu. Hal ini terlihat ketika diawal-awal kompetisi dimana para pemain terlihat agak kebingungan dengan pola-pola yang dikehendaki Miro.
Miro sudah melihat bahwa tahun 2011, Arema FC akan mengarungi kompetisi lebih banyak lagi (ISL, PI, dan LCA) sehingga dibutuhkan ketahanan fisik dan stamina plus agar dapat meraih hasil yang lebih baik. Atau mungkin juga berbekal pengalaman LCA 2007 lalu, dimana stamina pemain Indonesia kedodoran di babak kedua, maka point utama adalah fisik. Terlihat bagaimana Miro menerapkan drill-drill fisik selama jeda kompetisi seperti TC di Bali kemarin.
Bertanding melawan tim-tim Korea dan Jepang, bukan hanya membutuhkan skill yang baik tetapi juga stamina prima. Mereka bermain cepat, kolektif, dan fisik mumpuni karena ditunjang skill individu yang baik, tinggi badan di atas rata-rata dan menu-menu makanan berprotein tinggi.
Seorang rekan penulis yang juga ex-timnas Indonesia dan masih bermain di salah satu klub ISL, mengomentari skill pemain-pemain Jepang ketika dia mengalami sendiri harus berhadapan dengan mereka di lapangan. “tas .. tis .. tas .. tis .. sana, sini, sana, sini.. Persis kayak orang main PS aja !!”
Sekaipun demikian ada satu hal membanggakan dari tim Arema FC 2011. Dalam Starting Eleven, tim ini ditunjang oleh tujuh pemain Timnas (lima Indonesia dan dua Singapore) dan ex-timnas Piere Njanka. Jadi 90 persen pemain Arema FC adalah para pemain unggulan. Ditambah dua asing berkualitas (Roman dan/atau Esteban) maka Arema FC masih berpeluang bisa mengalahkan lawan-lawannya.
Selama Arema FC bisa memanfaatkan sebaik-baiknya peluang sebagai tuan rumah di Kanjuruhan ketika melawan tim-tim luar negeri tersebut, mungkin sejarah akan dibuat oleh Arema FC di LCA kali ini !!
Hasil drawing di Kuala Lumpur, menempatkan Arema FC harus melakoni laga pertama tandang ke Jepang melawan Cerezo Osaka tgl 1 Maret 2011. Walau kans kecil untuk bisa menang atau bahkan menahan imbang, namun ada faktor keuntungannya disini.
Sebagai partai pembuka, tentunya pemain Arema FC perlu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional, pengalaman bertanding langsung, dan peraturan ketat LCA. Belum lagi perjalanan jauh yg harus ditempuh ke Osaka Jepang memakan waktu sekitar 12 jam dari Malang. Pastinya ada semacam demam panggung disini. Walau kemungkinan besar akan kehilangan poin di Jepang, laga ini bisa berfungsi sebagai arena pencerahan Arema FC untuk laga-laga selanjutnya.
Dua laga berikutnya Arema FC akan bertindak sebagai tuan rumah melawan dua tim Korea dan China. Inilah momentum untuk tancap gas dan meraup poin semaksimal mungkin.
FAKTOR NON-TEKHNIS
Salah satu hal melemahkan kekuatan tim Arema FC ketika bertanding tandang ke luar negeri di tingkat LCA adalah minimnya waktu recovery pemain setelah perjalanan panjang dari Malang. Demikian dikeluhkan oleh pelatih Miro.
Sesuai peraturan LCA 2011, bahwa tim tamu akan dijamu oleh tim tuan rumah pada H-2 hingga H+1. Artinya jika mengikuti peraturan tersebut, maka Arema FC hanya memiliki waktu recovery tidak sampai 24 jam setelah kedatangannya, hari berikutnya harus sudah latihan dan mencoba lapangan, dan bertanding di hari selanjutnya. Jelas cukup pendek untuk persiapan suatu pertandingan internasional.
Belum lagi faktor perlunya aklimatisasi (penyesuaian cuaca) di negara-negara yang jelas memiliki suhu lebih dingin dari Indonesia.
Namun jika Arema FC harus menambah waktu persiapannya lebih lama, maka dibutuhkan biaya ekstra. Mengingat biaya akomodasi, transportasi, makan-minum, sewa lapangan untuk latihan, laundry dan lain-lain di negara tersebut cukup tinggi dan tidak ditanggung tim tuan rumah.
Namun ada satu kekuatan tersembunyi Arema FC, selain faktor dana dan managerial. Hal tersebut tak lain dan tak bukan adalah para suporter setianya, Aremania dan Aremanita … !!!
Sejarah telah membuktikan bagaimana para Aremania dan Aremanita dan bahkan Aremania Licek dengan setia dan semangat luar biasa dalam mendukung tim pujaannya hingga mencapai prestasi tertinggi dalam ISL 2010. Mereka tahu persis bahwa dukungan nyanyian, sorakan, dan gerakan-gerakan atraktif mampu membangkitkan semangat juang para pemain ketika sudah mulai kelelahan, tertekan atau lebih semangat lagi.
Aremania pulalah tercatat sebagai satu-satunya suporter klub di Indonesia yang mampu ikut menghidupi tim dengan berduyun-duyun datang ke stadion dan membeli tiket. Oleh karena itu, diharapkan dukungan sepenuh hati para Aremania dan Aremanita nantinya dalam pertandingan-pertandingan kandang di Kanjuruhan.
Selain itu, dengan label tim-tim luar negeri, skill individu dan kerjasama tim, serta dari sistim kompetisi yang lebih baik pula, maka pertandingan di Kanjuruhan pasti akan menarik dan enak untuk ditonton.
Dengan disiarkan langsung oleh TV secara nasional (RCTI), dilihat langsung oleh tim AFC, dan dipantau se Asia, maka inilah kesempatan emas para Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sportifitas dan kreatifitas mereka dalam mendukung tim dilevel yang lebih tinggi dari ISL.
Menurut pengalaman penulis, suporter tim-tim Jepang, Korea, dan China kurang memiliki semangat dan kreatifitas seperti Aremania/nita. Mereka hanya tepuk tangan, bersorak, atau berteriak. Tetapi Arema memiliki lagu-lagu kebanggaan dan gerakan-gerakan atraktif yang menjadi ciri khasnya.
Bahkan Presiden dan Manager klub Jepang Kawasaki Frontale sempat bertanya kepada penulis ketika berada di Kanjuruhan tahun 2007 mengomentari atraksi suporter Aremania saat itu : “Luar biasa … hebat, hebat. Bagaimana mereka bisa begitu padu? Kapan latihannya ?”
Nah sekarang terserah Arema FC dan Aremania/nita … tetapi inilah tahun kesempatan kita !!! (bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar