BALI-Rencana Arema mengikuti uji coba di luar kandang terancam batal. Yakni memenuhi undangan Semen Padang dan Kota Tarakan. Semua terkendala kebijakan dari Managercoach Miroslav Janu yang memutuskan keduanya bakal batal berangkat.
Pertama terkait dengan undangan dari manajemen Semen Padang untuk menggelar laga amal di stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember mendatang, Miro mempertanyakan match fee untuk tim asuhannya.
Menurut surat undangan dengan nomer 317/KRE/KSSP/12.2010 tertanggal 4 Desember, manajemen Semen Padang siap menanggung akomodasi dan transportasi untuk rombongan tim Arema yang berjumlah 20 orang.
Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa Semen Padang pun siap memberi match fee, namun tak dijelaskan nilainya. Menurut informasi, untuk laga Semen Padang lawan Arema itu, panitia kabarnya siap memberi match fee sekitar Rp 7 juta.
“Kalau kita hanya dapat match fee hanya Rp 7 juta, kita tidak mau berangkat, jauh-jauh ke Padang. Arema saja bayar match fee untuk laga uji coba lawan Deltras Rp 15 juta,” ungkap Managercoach Arema, Miroslav Janu.
“Kita tidak mau, mereka (Semen Padang) dapat banyak pemasukan dari laga lawan Arema, tapi kita hanya dapat match fee Rp 7 juta, ya lihat saja nanti,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini tak mau merugi untuk datang ke Padang.
Rencananya tim inti yang akan berangkat ke Padang, lantaran Arema sudah pernah bertemu beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk memenuhi undangan Kota Tarakan, manajemen Arema rencananya akan mengirimkan tim Arema U-21.
Miro tak mau mengirim tim inti dalam turnamen segi empat di Tarakan itu lantaran dua tim Liga Super yang bakal dihadapi adalah Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta. Kedua tim masih belum dihadapi Arema pada laga resmi Liga Super.
Persoalannya panitia dari Tarakan meminta tim Arema juga mengikutsertakan satu atau dua pemainnya dari tim senior. Termasuk keinginan untuk bisa mengundang satu pemain asing Arema bergabung dalam turnamen tersebut.
Sayangnya, dalam turnamen yang digelar 19-28 Desember ini, Miro memastikan tak bisa mengirim pemain seniornya untuk gabung tim Arema U-21. Pasalnya, dengan delapan pemain Arema gabung Timnas, jumlah pemain Arema sudah terbatas.
Kebetulan pemain asing Arema juga tengah merayakan hari Natal, sehingga tak memungkinkan untuk berangkat ke Tarakan. Kini, pihak panitia tengah mempertimbangkan ulang untuk mengajak Arema dalam turnamen tersebut.
“Ya, kita mau bagaimana lagi, itu adalah keputusan dari pelatih, kita sudah berusaha meyakinkan, dan kita serahkan keputusannya kembali pada manajemen dan pelatih,” sebut Sekretaris ti Arema, Muhammad Taufan. (bua/jon)
Pertama terkait dengan undangan dari manajemen Semen Padang untuk menggelar laga amal di stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember mendatang, Miro mempertanyakan match fee untuk tim asuhannya.
Menurut surat undangan dengan nomer 317/KRE/KSSP/12.2010 tertanggal 4 Desember, manajemen Semen Padang siap menanggung akomodasi dan transportasi untuk rombongan tim Arema yang berjumlah 20 orang.
Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa Semen Padang pun siap memberi match fee, namun tak dijelaskan nilainya. Menurut informasi, untuk laga Semen Padang lawan Arema itu, panitia kabarnya siap memberi match fee sekitar Rp 7 juta.
“Kalau kita hanya dapat match fee hanya Rp 7 juta, kita tidak mau berangkat, jauh-jauh ke Padang. Arema saja bayar match fee untuk laga uji coba lawan Deltras Rp 15 juta,” ungkap Managercoach Arema, Miroslav Janu.
“Kita tidak mau, mereka (Semen Padang) dapat banyak pemasukan dari laga lawan Arema, tapi kita hanya dapat match fee Rp 7 juta, ya lihat saja nanti,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini tak mau merugi untuk datang ke Padang.
Rencananya tim inti yang akan berangkat ke Padang, lantaran Arema sudah pernah bertemu beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk memenuhi undangan Kota Tarakan, manajemen Arema rencananya akan mengirimkan tim Arema U-21.
Miro tak mau mengirim tim inti dalam turnamen segi empat di Tarakan itu lantaran dua tim Liga Super yang bakal dihadapi adalah Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta. Kedua tim masih belum dihadapi Arema pada laga resmi Liga Super.
Persoalannya panitia dari Tarakan meminta tim Arema juga mengikutsertakan satu atau dua pemainnya dari tim senior. Termasuk keinginan untuk bisa mengundang satu pemain asing Arema bergabung dalam turnamen tersebut.
Sayangnya, dalam turnamen yang digelar 19-28 Desember ini, Miro memastikan tak bisa mengirim pemain seniornya untuk gabung tim Arema U-21. Pasalnya, dengan delapan pemain Arema gabung Timnas, jumlah pemain Arema sudah terbatas.
Kebetulan pemain asing Arema juga tengah merayakan hari Natal, sehingga tak memungkinkan untuk berangkat ke Tarakan. Kini, pihak panitia tengah mempertimbangkan ulang untuk mengajak Arema dalam turnamen tersebut.
“Ya, kita mau bagaimana lagi, itu adalah keputusan dari pelatih, kita sudah berusaha meyakinkan, dan kita serahkan keputusannya kembali pada manajemen dan pelatih,” sebut Sekretaris ti Arema, Muhammad Taufan. (bua/jon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar