Bek Arema itu meninggalkan rekan-rekannya Senin (6/12) siang, dan sudah tak kelihatan saat laga ujicoba lawan PS Putra Perkanthi. Purwaka harus pulang menyusul kondisi cedera otot perut bagian bawahnya kembali kambuh.
Cedera lama ini kembali dirasakan Purwaka pada hari pertama TC di Bali, yaitu saat digenjot latihan fisik di pantai Kuta, Minggu (5/12) pagi. Sehingga saat latihan Minggu sore, pemain asal Lampung ini memilih hanya nonton di pinggir lapangan.“Purwaka sudah pulang, cedera lamanya sakit lagi. Saya tidak mengerti, sudah enam dokter, termasuk dokter spesialis bilang tidak ada masalah dengan cederanya, tapi Purwaka bilang sakit terus,” ungkap Miro, kemarin pagi.
“Saya tidak tahu, dia pulang untuk cari alternatif penyembuhan, saya tidak tahu apalagi. Hari ini Ahmad Kurniawan (kiper) tidak ikut latihan karena sakit, saya tidak tahu kenapa sakit terus, tanya dokter,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini.
Sementara dokter tim Arema, Albert Rudinato mengakui, kondisi Purwaka memang tidak bisa dipaksakan untuk terus ikut latihan di Bali, sehingga diputuskan untuk pulang. Sedangkan AK absen latihan karena sakit demam.
“Purwaka cederanya yang lama sakit lagi, dia kemarin sudah tak bisa ikut latihan, jadi disuruh pulang saja dan terapi di Malang. Sedangkan AK tak ikut latihan karena sakit demam, saya masih akan cek lagi kondisinya nanti,” jelas dr. Albert.
Lantaran jumlah pemain kini tinggal 21 orang, Miro tak bisa melakukan control game secara idela 11 lawan 11 pemain. Bahkan pada sesi latihan di stadion Samudra, kemarin pagi, hanya ada satu kiper yaitu Aji Saka yang ‘dihajar’ sendiri.
Miro pun tak ada rencana untuk memanggil satu pemain atau kiper Arema U-21 untuk gabung TC Bali. Menurutnya, untuk posisi penjaga gawang, pelatih kiper Dwi Sasmianto bisa dimaksimalkan jika AK memang belum bisa latihan.“Tidak perlu panggil kiper lagi, masih ada Dwi, dia masih bagus untuk jadi kiper,” sebut Miro. Dan Dwi ‘Kirun’ Sasmianto pun menjawabnya dengan tampil menggantikan Aji saat sesi latihan fisinishing touch, kemarin pagi.
Meski gerakannya tak selincah saat masih jadi kiper Arema, Kirun masih cukup cekatan menghalau bola. Namun tentunya tak bisa maksimal, karena faktor usia tak bisa memaksa Kirun tampil untuk benar-benar mengganti posisi AK. (bua/nug/Malangpost)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar