Rabu, 08 Desember 2010

Evaluasi Pemain

Hasil Ujicoba, Menang 3 Kalah 1

BALI-Faktor kelelahan setelah digenjot latihan fisik tampaknya membawa pengaruh pada hasil laga ujicoba Arema menghadapi tim lokal, PS Putra Perkanthi di stadion Yoga Perkanthi, Jimbaran, Senin (6/12).
Menghadapi tim yang levelnya jauh dibawah Arema ini, Pierre Njanka dkk hanya menang 3-1. Tiga gol kemenangan Arema dicetak pada babak pertama, dan satu gol balasan tuan rumah terjadi babak kedua.
Pada babak pertama, pelatih Arema, Miroslav Janu menurunkan formasi pemain yang selama ini sering masuk line up, sedangkan di babak kedua, ganti pemain yang biasa cadangan plus dua pemain Arema U-21.
Atas kemenangan tiga gol pada babak pertama dan kalah satu gol di babak kedua itu, Miro langsung mengevaluasi pemainnya. Lantaran secara umum penampilan tim Arema, khususnya di babak kedua tak sesuai harapan.
“Ya, usai ujicoba kita lakukan evaluasi pemain, kita babak pertama bisa menang 3-0, kenapa babak kedua kita kalah 0-1.Kita tidak bisa seperti ini, harusnya kita bisa menang lebih banyak lagi,” ungkap Miro, usai latihan kemarin pagi.
Formasi pemain di babak pertama sore itu adalah kiper Ahmad Kurniawan, belakang Pierre Njanka, Leo Tupamahu, Gunawan dan Waluyo, tengah Roni Firmansyah, Esteban Gullien dan Chmelo Roman, depan Dendi Santoso, Sunarto dan Musafri.
Pada babak kedua, kiper diganti Aji Saka,  belakang tetap Njanka dan Leo ditambah Hermawan serta Alfarisi, tengah ada Juan Revi, Tommy Pranata dan Gilang (U-21), depan Amirudin, Fakhrudin dan Andik Faturrohman (U-21).
Untuk penampilan di 45 menit pertama, Arema yang menurunkan tiga pemain asingnya mampu menguasai jalannya permainan. Gol pertama menit 7 dicetak Roman melalui eksekusi penalti, setelah pemain belakang Putra Perkanthi melakukan handsball.
Disusul gol kedua menit 23, kembali dicetak Roman lewat tendangan keras kaki kirinya setelah menerima umpan matang dari Musafri. Lalu gol ketiga menit 33 dicetak Sunarto melalui sundulan setelah meneruskan umpan silang Gunawan.
Selain tiga gol ini, Arema beberapa kali memiliki peluang bagus, seperti dari kaki Musafri maupun Roman, namun gagal berbuah gol. Mereka tampak kurang konsentrasi, dan terlalu bernafsu untuk cetak gol, sehingga peluang terbuang percuma.
Sedangkan di babak kedua, meski menguasai permainan, lini depan Arema tak mampu cetak gol. Justru tuan rumah melalui tendangan bebas menit 69 diselesaikan striker Putra Perkanthi, Andika melalui tandukannya menjebol gawang Arema.
Pemain Arema tampak kebingungan menghadapi tim lokal yang banyak dihunu pemain muda ini. Padahal Juan Revi dkk sebenarnya mendapat menu latihan yang sama dan instruksi yang sama seperti tim pada babak pertama.“Mereka (Putra Perkanthi) sepertinya ada line up yang lebih bagus pada babak kedua, kita ada problem finishing, dan  kita selalu paksa main di tengah, kita kurang bermain dari sayap, kurang ada bola-bola crossing,” jelas Miro.
Untuk itu, pada sesi latihan di stadion Samudra, Badung, kemarin pagi, pelatih asal Slavia Praha ini, kembali membenahi bola-bola crossing serta finishing. Termasuk memberi menu latihan teknik dasar passing dan kontrol bola.Sementara itu, perihal gol tunggal Putra Perkanthi yang diawali dari bola mati itu, Miro mengakui pemainnya kurang konsentrasi. Kapten tim Arema, Pierre Njanka pun mengakui, penampilan timnya pada babak kedua memang tidak bagus.
 “Babak pertama sudah bagus, tapi babak kedua kita tidak bagus, sekarang kita harus konsentrasi dan harus fokus untuk latihan dan ujicoba,” sebut Njanka kepada Malang Post usai latihan, kemarin pagi. (bua/nug/malangpost)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar