BALI-Pelatih Arema, Miroslav Janu mengakui program tranining center (TC) atau pemusatan latihan timnya di Bali tak bisa maksimal karena tak diikuti semua pemain Arema. Menyusul ada delapan pemain yang gabung Timnas untuk piala AFF. Mereka yakni Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Kurnia Meiga, Yongki Ariwibowo dan Benny Wahyudi gabung di Timnas Indonesia. Sedangkang Noh Alam Shah dan Muhamad Ridhuan memperkuat Timnas Singapura yang baru gagal melangkah ke semifinal.
Diantara delapan pemain itu, pelatih Arema, Miroslav Janu mengkhawatirkan kondisi Meiga, Yongki dan Benny yang jarang sekali tampil. Namun Miro masih beruntung, karena kompetisi dihentikan untuk kepentingan Timnas tersebut.
Justru yang menjadi kekhawatiran pelatih asal Republik Ceko ini adalah saat Timnas U-23 melakukan persiapan untuk SEA Games. Ada kemungkinan kompetisi tetap berjalan, sekalipun ada beberepa pemain Arema gabung di Timnas U-23.
“Ya, problem lagi saat bulan Januari nanti, saat persiapan SEA Games. Arema bisa kehilangan Meiga, Dendi dan Yongki, ini bahaya,” ungkap Miro yang memprediksikan tiga pemain Arema itu akan dipanggil ke Timnas U-23.
Dari segi usia, tiga pemain itu masih cukup memenuhi syarat untuk gabung Timnas SEA Games yang rencananya masih ditangani Alfred Riedl. Meiga dan Yongki hampir pasti, sedangkan Dendi berpeluang untuk dipanggil Riedl lagi.
“Tidak hanya tiga pemain itu, bisa juga kita kehilangan Sunarto dan Alfarizi kalau ikut dipanggil Timnas U-23. Saya sudah ditelpon asisten pelatih Timnas untuk itu, tapi masih belum saya jawab,” sebut Miro perihal daftar pemainnya yang diorder Timnas.
Sebelumnya Alfarisi sempat disebut-sebut akan dipanggil Timnas, lantaran kualitas bek yang baru promosi dari tim Arema U-21 itu cukup menjanjikan. Termasuk Sunarto, striker yang juga baru naik ke tim senior ini berpeluang dipanggil Timnas.
“Persipura yang pintar, dia tidak mau kirim pemain ke Timnas, mereka bisa terus kumpul untuk latihan bersama. Saya tidak mengerti kenapa saat Boaz tidak mau datang ke Timnas, tidak ada sanksi untuknya,” terang Miro kepada Malang Post. (bua/jon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar