Rabu, 08 Desember 2010

Miro Tunggu Gaji

ALI-Selama ini yang lebih banyak terekspos perihal keterlambatan gaji adalah milik pemain, namun ternyata tim pelatih Arema juga belum menerima hak mereka. Kondisi ini yang sempat dikeluhkan Managercoach Arema, Miroslav Janu.
Menurut Miro adanya tudingan bahwa hanya pemain yang belum menerima gaji itu tidaklah fair. Pasalnya menurut pelatih asal Republik Ceko ini, dirinya juga belum menerima gaji dari manajemen Arema, sudah hampir tiga bulan.
“Nanti tanggal 15 Desember ini, saya sudah tiga bulan belum terima gaji, jadi bukan hanya pemain, pelatih juga bekerja tanpa gaji. Saya sudah empat bulan kerja di Arema, tiga bulan tanpa gaji,” ungkap Miro kepada Malang Post.  
 “Selama ini dipikir saya sudah dapat gaji, dan tidak ada yang protes pada manajemen. Saya sama seperti pemain, belum ada gaji, dan dipikir saya ini tidak ada anak dan istri yang hidup dari gaji saya,” sambungnya.
Pelatih yang pernah menukai Arema dan PSM Makassar ini tampakanya mulai merasakan beratnya menjalani kerja di Arema tanpa gaji. Sedangkan kebutuhan keluarganya di Ceko terus berjalan, dengan jumlah yang tak sedikit.
Seperti untuk membiayai anaknya yang sekolah, membayar asuransi maupun harus membayar pajak dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. “Kalau mengerti seperti ini, saya mungkin tidak akan datang ke sini,” katanya.
Lebih lanjut, Miro mencontohkan kasus keterlambatan gaji ini dengan sepakbola di Eropa. Menurutnya, baik pemain maupun pelatih jika selama tiga bulan tak mendapatkan gajinya, maka mereka bisa secara otomatis kontraknya berakhir.
 “Jadi kalau selama tiga bulan tidak terima gaji, maka pemain bisa berstatus free transfer, bisa keluar dan ganti klub,  tidak peduli dikontrak mahal, itu sudah otomatis,” yakin Miro perihal persoalan gaji untuk sepakbola Eropa.
Menyusul kondisi keuangan Arema yang kembang-kempis ini, dan gaji masih harus menunggu dana dari sponsor, Miro pun sempat mengkhawatirkan Arema bisa batal berangkat di kompetisi Liga Champhions Asia, mulai awal Maret 2011 nanti.
Pasalnya, Miro meyakinkan kebutuhan anggaran untuk LCA tidak sedikit, baik itu untuk persiapan maupun saat berangkat ke luar negeri nanti. Sementara tim Arema sudah terlanjur terdaftar sebagai salah satu peserta yang lolos dalam penyisihan grup LCA.    “Kenapa harus ikut LCA kalau memang tidak siap uang, Arema bisa terkena sanksi yang besar, kalau nanti ternyata tidak bisa berangkat LCA, untuk TC (pemusatan latihan) di Bali saja tidak cukup, kemana bisa LCA,” sebut Miro.
Satu hal yang dicontohkan Miro adalah kebutuhan jersey untuk laga away Arema di luar negeri. Sebut saja Arema bermain di Jepang atau di Korea yang tengah musim dingin, dibutuhkan kelengkapan tim khusus untuk musim dingin.    Sementara dari Lotto, sebagai sponsor apparel Arema, tak menyediakan jersey untuk musim dingin tersebut. Sehingga mau tidak mau, manajemen Arema harus menyiapkan sendiri, jika ingin persiapan berangkat dengan maksimal.
“Hati-hati nanti bisa tidak berangkat LCA kalau tidak ada uang,” sebut Miro masih berusaha bersabar menunggu haknya dibayar oleh manajemen Arema yang hingga saat ini masih menunggu pencairan dana dari pihak sponsor. (bua/nug/Malangpost)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar