Rabu, 08 Desember 2010

Yang Muda, Yang Kerja

foto: Pemain Arema U-21 membantu angkat air minum untuk latihan.

BALI-Resiko sebagai pemain muda yang bergabung dengan tim senior di Liga Super, harus siap untuk ‘diplonco’. Seperti halnya beberapa pemain Arema U-21 yang gabung dengan tim Arema senior, harus siap untuk kerja lebih keras.
Bukan hanya urusan keras saat latihan, namun juga di luar lapangan. Tepatnya sebelum atau sesudah latihan, mereka harus ikut membantu ball boy untuk angkut-angkut barang, termasuk angkat air minum untuk latihan.
Kebetulan saat ini ada empat pemain Arema U-21 yang gabung dengan tim senior. Selain Sunarto dan Alfarisi yang sudah masuk dalam bagian tim senior, ada Gilang Andik Permadi dan Andik Faturrohman yang ikut pemusatan latihan di Bali.
Empat pemain muda ini bergantian untuk membantu bagian perlengkapan, baik itu angkat tas sepatu maupun ikut angkat bola, dari bus ke lapangan  dan sebaliknya. Termasuk saat latihan di pantai Kuta, mereka juga yang angkat dari hotel.
 “Tidak mengapa mas,” ungkap Sunarto perihal kesibukannya untuk membantu tim Arema ini. Mereka pun tak pernah mengeluh, dan tak banyak bicara seperti halnya pemain senior yang tentu tak akan bersedia untuk ikut angkat-angkat barang.
Selama ini, pelatih Arema, Miroslav Janu memang meminta mereka pemain muda untuk kerja lebih keras, baik untuk urusan latihan maupun yang tak ada hubungannya dengan latihan, seperti harus ikut angkat mistar gawang.
Boleh jadi, itu semacam aturan tak terulis, bahwa yang muda yang harus kerja. Maklum, pemain-pemain mudah ini memang jarang ada kesempatan untuk masuk dalam tim inti, sehingga diminta untuk kerja keras selama latihan.“Kita memang masukan pada pemain-pemain muda ini untuk berlatih serius, tanpa terpengaruh dengan senior mereka, karena ini juga untuk mereka sendiri nanti. Mereka memang harus hormat pada yang senior, tapi untuk urusan latihan, mereka harus bisa lebih baik dari seniornya,” sebut asisten pelatih Arema, Tony Ho. (bua/nug)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar