Senin, 06 Desember 2010

Jelang drawing LCA, Arema tanpa euforia

Drawing grup Liga Champion Asia (LCA) tak lama lagi dihelat, tepatnya Selasa (7/12) di Kuala Lumpur Malaysia. Sebagai salah satu wakil dari Indonesia, selain Sriwijaya FC, Arema nampaknya tak terlalu euforia. Realistis?

Manajer-Coach Arema, Miroslav Janu tidak terlalu ambisius dalam mengantarkan Singo Edan ke level Asia. Sebagai pelatih yang pernah membawa Arema ke LCA pada 2007 silam, Miro rupanya paham benar bagaimana persaingan di sana.

“Untuk lolos fase grup saja sudah sulit. Itu yang perlu diketahui. Kita menghadapi tim-tim yang bagus,” ujar Miro, sebagaimana dilansir oleh SI (5/12).

“Klub dari Indonesia menghadapi problem sendiri ketika melakukan pertandingan away. Apalagi jika jarak tempuh jauh seperti di Jepang, China atau Australia. Biasanya tim hanya menginap dua atau tiga hari dan nyaris tak punya waktu untuk recovery dan konsentrasi ke pertandingan.”

Miro mengakui tim Indonesia, termasuk Arema, belum bisa disandingkan dengan kekuatan Asia. Baik dari kualitas pemain, mental maupun pendanaan, Indonesia masih jauh di bawah negara lain yang masuk LCA. Perbedaan itu bahkan tak menjamin tim Indonesia sukses, sekalipun di kandang.

Ia menunjuk tim asal Indonesia yang pernah berjibaku di ajang tersebut. Belum pernah ada yang benar-benar kompetitif dan merajai fase grup. Itu diprediksi juga akan terjadi di LCA musim ini, dimana Indonesia mengirimkan Arema dan Sriwijaya FC. Sementara Persipura kebagian jatah di AFC Cup. (ksi/onn/ovi)

1 komentar:

  1. Mr.Mijan sebaiknya jgn pesimis dulu , ttep semangad hadapi tim manapun. apapun hasilnya Aremania ttep terima hasilnya toh qt harus bangga sudah ikut ke level asia.

    BalasHapus