Jumat, 10 Desember 2010

Hajar Pespa 9-1

BALI-Hasil gemilang diraih Arema saat uji coba melawan tim lokal Bali, Pespa (Persatuan Sepakbola Padang Sambiang) dengan skor telak 9-1 (5-1) di Stadion Gelora Samudra, Badung, kemarin sore. Pada laga uji coba kedua dalam rangkaian pemusatan latihan atau training center (TC) di Bali ini, Arema tampil lebih baik dibanding uji coba sebelumnya yang menang 3-1 atas tim Putra Perkanthi, di Stadion Yoga Perkanthi, Senin (6/12) lalu.
Sembilang gol kemenangan Arema dicetak Leo Tupamahu (3’), Roni Firmansyah (20’), Farhrudin (39’, 43’), Chmelo Roman (45’), Amirudin (66’, 78’) dan  Musafri (67’, 84). Sedangkan satu-satunya gol balasan tuan rumah dicetak Wijaya menit 40.
Secara keseluruhan, Arema meski tanpa beberapa pemain pilarnya di Timnas, unggul segalanya atas Pespa. Meski tim asuhan Miroslav Janu ini sempat hilang konsentrasi sehingga tim asal Denpasar ini berhasil curi satu gol dari serangan balik.
Terlepas itu, Arema mampu menguasai jalannya pertandingan, sejak kick off babak pertama hingga akhir babak kedua. Terbukti lima gol berhasil diciptakan Roman dkk pada babak pertama, ditambah empat gol lagi pada babak kedua.
Pada babak pertama, Miro menurunkan formasi pemain dengan kiper Aji Saka, lini belakang Alfarisi, Leo Tupamahu, Pierre Njanka dan Waluyo. Lini tengah ada Roni Firmansyah, Roman dan Juan Revi. Lini depan ada Deni Santoso, Sunarto dan Fahrudin.
Babak kedua, tetap dengan pola 4-3-3, kiper tetap Aji Saja, lini belakang Alfarisi, Irfan Raditya, Leo dan Revi yang ditarik sebagai bek kanan. Lini tengah Roman, Tommy Pranata dan Roni yang kemudian digantikan pemain U-21 Gilang Dedik Permadi.
Lini depan ditempati Amirudin Musafri dan Dendi Santoso yang pada babak pertama sebagai striker sayap kiri berganti posisi di tengah. Namun menit 68, bersamaan dengan digantinya Roni, Dendi juga diganti oleh Andik Faturrohman, striker U-21.
“Kita berterimakasih kepada tim Arema yang sore ini telah memberi pelajaran kepada kami. Sore ini, kita menghadapi tim berkualitas sekelas Arema sebagai tim Liga Super,” komentar pelatih Pespa I Kadek Ediana usai pertandingan, kemarin sore.
“Team work dan kekompakan tim Arema cukup bagus, ini pelajaran berharga buat kami yang baru berkumpul hari ini, karena saat ini rehat kompetisi,” sambung pelatih yang mengantarkan Pespa sebagai juara kompetisi Perseden ini.
Arema yang diuntungkan dengan kondisi lapangan bagus sebenarnya bisa unggul lebih dari sembilan gol. Sayang, dengan sedikitnya ada enam peluang bagus yang dimiliki lini depan, harus terbuang percuma karena kurang tenang.
Sebut saja peluang yang dimiliki Dendi dan Roman pada babak pertama, harusnya minimal bisa tercipta tiga gol lagi. Sedangkan pada babak kedua, Musafri telah membuang peluang gol tiga kali di depan gawang Pespa.
“Pertandingan sore ini memang harusnya bisa cetak lebih banyak gol lagi, tapi sembilan gol ini juga sudah cukup, setiap pertandingan itu tidak sama. Saya tidak mau evaluasi satu per satu pemain, saya bicara tim,” ungkap Miro.
Secara umum, pelatih asal Republik Ceko ini mengaku puas dengan performa timnya. Meski harus kebobolan satu gol, timnya sudah bermain sesuai dengan instruksinya yaitu bermain dengan bola-bola bawah.
“Sore ini uji coba yang bagus, pemain bisa enjoy, semua pemain bisa tampil dengan banyak kombinasi serangan, mereka bisa main cepat dengan bola-bola bawah. Pemain kerja keras selama TC di Bali ini,” yakin Miro kepada Malang Post. (bua/jon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar