MALANG-Persiapan kegiatan ‘Aremania Rally Motor Wisata 2010’ semakin dimatangkan. Hingga kini pendaftaran peserta masih dibuka oleh pihak panitia. Untuk memudahkan segenap Aremania yang ingin berpartisipasi, panitia membuka pendaftaran di masing-masing korwil terdekat.
Pihak panitia sendiri sudah mendapat restu dari pihak Polres Malang Kota. Bahkan Kapolresta Malang Kota, AKBP Agus Salim kabarnya menyambut baik kegiatan rally motor ini.
“Pihak kepolisian mendukung acara ini. Kapolres Malang Kota malah berencana menyumbang door prize. Beliau bahkan berniat mengikuti rally. Karena mengaku sudah cukup lama tidak berkunjung ke Pantai Balekambang,” tandas Ketua Panitia, Hendri Anugerah kepada Malang Post kemarin.
Sedangkan jaminan dari pihak Polres Kabupaten Malang masih sebatas lisan saja. Hal ini disebabkan pihak panitia rally baru mengirimkan permohonan ke Polres Kabupaten kemarin lusa.
“Tinggal menunggu surat dari Kapolres Kabupaten Malang. Mungkin Senin (13/12) lusa sudah keluar,” terang Hendri.
Pihak kepolisian memang sangat kooperatif dalam rangka pelaksanaan acara ini. Hal ini dikarenakan kegiatan Aremania Rally Motor Wisata 2010 tidak hanya merupakan acara konvoi atau sekadar iring-iringan motor suporter. Lebih dari itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendukung program ‘safety riding’ yang digalakkan kepolisian di kawasan Malang Raya. Contohnya aturan berkendara yang aman, menggunakan alat keamanan seperti helm standart bagi pengendara, juga menyalakan lampu di siang hari.
Izin juga telah diberikan oleh pihak Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Balekambang. Kepastian tersebut tentunya semakin menjamin kelancaran kegiatan nanti. Saat ini, total tercatat sudah ada 240 orang yang mendaftar sebagai peserta. Jumlah tersebut dipastikan semakin bertambah mendekati hari-H pelaksanaan.
Kegiatan rally motor ini akan dilakukan pada 19 Desember mendatang. Start mulai pukul 06.00 WIB di depan Stasiun Kota Baru dan finish di Pantai Balekambang. Rute perjalanan mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumiayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo_Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Suwaru- Wonokerto- Bantur.
Peserta nantinya akan dikawal oleh Patwal dari Polresta Malang dan Polres Malang. Setiap peserta wajib mentaati tata tertib yang sudah ditentukan oleh panitia, yang meliputi aspek kelengkapan diri macam memakai helm standart dan membawa surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, dan memeperhatikan aspek ketertiban dan kesantunan selama perjalanan. (tom/jon)
Sabtu, 11 Desember 2010
Filipina si Kuda Hitam,Terancam Batal Main di GBK
JAKARTA - Keuntungan besar Indonesia menggelar dua laga semifinal kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta terancam. Pasalnya, PFF (PSSI-nya Filipina), mengajukan banding kepada pihak AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara ) setelah berita bahwa laga diputuskan digelar di Indonesia tersiar.
Sekjen PSSI Nugraha Besoes membenarkan kabar tersebut saat ditemui di kantor PSSI, kemarin siang (10/12). Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan dari AFF jika PFF mengajukan banding untuk menggelar pertandingan di Filipina atau Vietnam.
‘’Itu memang benar. Mereka mengajukan permohonan untuk menunda keputusan itu dan sekaligus opsi agar bisa diselenggarakan di Filipina atau memindah pertandingan minimal ke tempat yang netral,’’ kata pria yang akrab disapa Kang Nug tersebut.
Jika memang banding tersebut diterima, maka, surat bernomor AFF/Suzuki Cup (PMS 10)/dt. yang memutuskan pertandingan digelar di Indonesia bisa gugur. Karena itu, PSSI langsung menggelar rapat pada sore harinya tentang kabar itu.
Hanya, Nugraha optimistis pihak AFF tidak akan merubah keputusannya karena terlalu mendadak dan harus meminta persetujuan dari lawan, dalam hal ini Indonesia. Selain itu, sikap Filipina yang ingin menggelar pertandingan di Filipina dengan mencoba memenuhi fasilitas stadion mereka bakal sulit disetujui.
‘’Memang syaratnya tidak terlalu sulit hanya menambah kapasitas tempat duduk stadion menjadi 30 ribu. Juga, meningkatkan kekuatan lampu dari yang mereka miliki 800 lux menjadi 1200 lux. Tapi, itu kan butuh waktu lama,’’ paparnya.
Dengan waktu hanya tersisa sekitar enam hari saja, opsi pembenahan pasti butuh waktu dan bisa menyebabkan laga semifinal diundur. Sehingga, pihaknya tetap tenang.
Namun, dia masih belum mendapatkan keputusan banding itu hingga kemarin sore karena masih menunggu keputusan dari pihak AFF. Beredar kabar simpang siur, bahwa langkah yang diambil Filipina tersebut agar mendapatkan pembagian hasil dari penjualan tiket yang sebelumnya sudah di plot total untuk Indonesia.
Sayang, Nugraha masih cukup sulit dikonfirmasi terkait hal itu. Hanya, salah satu pengurus PSSI, Deputi Bidang Teknis Iman Arif menyebutkan bahwa tidak ada perubahan terkait keputusan tuan rumah dari AFF.
‘’Sudah aman. Filipina telah meminta kepastian di Jakarta. Itu Sesuai dengan arahan terakhir Sekjen PSSI. Laga tetap di Jakarta,’’ ujarnya lewat pesan singkat (SMS) tadi malam.
Sebenarnya perubahan keputusan mendadak dari Filipina tidak bisa dilepaskan dari konflik yang sedang terjadi di tubuh PFF sendiri. Ya, sebelumnya pihak yang meminta ke AFF untuk menggelar pertandingan home di Indonesi dan disetujui adalah mantan Peresiden PFF, Mari Martinez. Sedangkan, Presiden PFF baru, Mariano Arneta tidak setuju sehingga langsung mengajukan banding. (aam/jpnn)
Sekjen PSSI Nugraha Besoes membenarkan kabar tersebut saat ditemui di kantor PSSI, kemarin siang (10/12). Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan dari AFF jika PFF mengajukan banding untuk menggelar pertandingan di Filipina atau Vietnam.
‘’Itu memang benar. Mereka mengajukan permohonan untuk menunda keputusan itu dan sekaligus opsi agar bisa diselenggarakan di Filipina atau memindah pertandingan minimal ke tempat yang netral,’’ kata pria yang akrab disapa Kang Nug tersebut.
Jika memang banding tersebut diterima, maka, surat bernomor AFF/Suzuki Cup (PMS 10)/dt. yang memutuskan pertandingan digelar di Indonesia bisa gugur. Karena itu, PSSI langsung menggelar rapat pada sore harinya tentang kabar itu.
Hanya, Nugraha optimistis pihak AFF tidak akan merubah keputusannya karena terlalu mendadak dan harus meminta persetujuan dari lawan, dalam hal ini Indonesia. Selain itu, sikap Filipina yang ingin menggelar pertandingan di Filipina dengan mencoba memenuhi fasilitas stadion mereka bakal sulit disetujui.
‘’Memang syaratnya tidak terlalu sulit hanya menambah kapasitas tempat duduk stadion menjadi 30 ribu. Juga, meningkatkan kekuatan lampu dari yang mereka miliki 800 lux menjadi 1200 lux. Tapi, itu kan butuh waktu lama,’’ paparnya.
Dengan waktu hanya tersisa sekitar enam hari saja, opsi pembenahan pasti butuh waktu dan bisa menyebabkan laga semifinal diundur. Sehingga, pihaknya tetap tenang.
Namun, dia masih belum mendapatkan keputusan banding itu hingga kemarin sore karena masih menunggu keputusan dari pihak AFF. Beredar kabar simpang siur, bahwa langkah yang diambil Filipina tersebut agar mendapatkan pembagian hasil dari penjualan tiket yang sebelumnya sudah di plot total untuk Indonesia.
Sayang, Nugraha masih cukup sulit dikonfirmasi terkait hal itu. Hanya, salah satu pengurus PSSI, Deputi Bidang Teknis Iman Arif menyebutkan bahwa tidak ada perubahan terkait keputusan tuan rumah dari AFF.
‘’Sudah aman. Filipina telah meminta kepastian di Jakarta. Itu Sesuai dengan arahan terakhir Sekjen PSSI. Laga tetap di Jakarta,’’ ujarnya lewat pesan singkat (SMS) tadi malam.
Sebenarnya perubahan keputusan mendadak dari Filipina tidak bisa dilepaskan dari konflik yang sedang terjadi di tubuh PFF sendiri. Ya, sebelumnya pihak yang meminta ke AFF untuk menggelar pertandingan home di Indonesi dan disetujui adalah mantan Peresiden PFF, Mari Martinez. Sedangkan, Presiden PFF baru, Mariano Arneta tidak setuju sehingga langsung mengajukan banding. (aam/jpnn)
Janji Gaji Meleset
BALI-Janji manajemen Arema untuk membayar gaji pemain di awal bulan Desember ini ternyata meleset. Padahal sebelumnya manajemen Arema menjanjikan pembayaran gaji pemain ini dalam kisaran waktu pada tanggal 1 hingga 10 Desember kemarin.
Ternyata hingga Jumat (10/12) kemarin, tim pelatih dan pemain Arema yang berharap-harap cemas menunggu kiriman dari manajemen itu, tak kunjung datang. Hingga kemarin siang, tak ada transfer gaji untuk pemain-pemain Arema.
“Saya sudah tanya, hari ini tidak ada transfer, sekarang hari Jumat, dan sudah siang, jadi sudah tidak ada kiriman gaji,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang per tanggal 15 Desember besok, gajinya tiga bulan belum dibayar manajemen.
Sedangkan untuk pemain, per tanggal 8 Desember lalu, gaji pemain sudah tiga bulan belum dibayar. Kondisi ini yang membuat pemain menjadi resah, apalagi manajemen Arema sebelumnya telah menjanjikan untuk bayar gaji di awal Desember ini.
“Sudah biasa, kalau dijanjikan dibayar tanggal 10 Desember ini, mungkin baru akan dibayar tanggal 10 bulan depan. Kita harus siap ini, biar tidak sakit hati,” ungkap salah satu pemain Arema sebelum memulai latihan, kemarin pagi.
Bahkan demi untuk membeli oleh-oleh di Bali, si pemain ini meminta ditransfer uang dari istrinya.
“Ya, mau bagaimana lagi, saya memang belum dapat gaji selama tiga bulan ini,” sebut pemain yang tak mau namanya disebutkan ini.
“Manajemen Arema memang menjanjikan tanggal 10 Desember ini akan dibayar gaji kami, tapi ternyata sampai hari ini belum ada kabar. Sekarang sudah tiga bulan lagi, kami belum dibayar,” sebut pemain Arema yang lainnya.
Miro pun memahami kondisi pemainnya yang banyak mengeluh seputar gaji mereka. Maklum, selama di Bali, Pierre Njanka dan kawan-kawan sudah bekerja keras menyelesaikan program latihan yang tak ringan, namun belum juga dapat hak mereka.
“Problem utama kita adalah uang, saya sudah bilang itu sebelumnya, dan ini masalah pengurus. Soal gaji ini harus ada solusi saat kita kembali ke Malang nanti, karena kompetisi sudah dekat,” sebut Miro kepada Malang Post.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, timnya tidak bisa terus menerus dalam kondisi tanpa gaji seperti saat ini. Apalagi di sisa putaran pertama ini, tim kebangaan Aremania ini akan melakoni sembilan pertandingan lagi.
“Nanti kita akan ada sembilan pertandingan lagi untuk sisa putaran pertama, bisa tidak bagus, kalau tidak ada gaji, karena kita banyak pertandingan. Kalau tidak ada uang, bisa habis, mau target apa lagi,” demikian Miro pasrah.
Mantan pelatih Slavia Praha ini mengakui, hampir disetiap latihan Arema, pemain menanyakan gaji mereka. “Kita kerja, sekarang dimana ada gaji, saya mau apa lagi kalau tidak ada uang,” sebut pelatih yang pernah menukangi Arema tahun 2007 lalu ini. (bua)
Ternyata hingga Jumat (10/12) kemarin, tim pelatih dan pemain Arema yang berharap-harap cemas menunggu kiriman dari manajemen itu, tak kunjung datang. Hingga kemarin siang, tak ada transfer gaji untuk pemain-pemain Arema.
“Saya sudah tanya, hari ini tidak ada transfer, sekarang hari Jumat, dan sudah siang, jadi sudah tidak ada kiriman gaji,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang per tanggal 15 Desember besok, gajinya tiga bulan belum dibayar manajemen.
Sedangkan untuk pemain, per tanggal 8 Desember lalu, gaji pemain sudah tiga bulan belum dibayar. Kondisi ini yang membuat pemain menjadi resah, apalagi manajemen Arema sebelumnya telah menjanjikan untuk bayar gaji di awal Desember ini.
“Sudah biasa, kalau dijanjikan dibayar tanggal 10 Desember ini, mungkin baru akan dibayar tanggal 10 bulan depan. Kita harus siap ini, biar tidak sakit hati,” ungkap salah satu pemain Arema sebelum memulai latihan, kemarin pagi.
Bahkan demi untuk membeli oleh-oleh di Bali, si pemain ini meminta ditransfer uang dari istrinya.
“Ya, mau bagaimana lagi, saya memang belum dapat gaji selama tiga bulan ini,” sebut pemain yang tak mau namanya disebutkan ini.
“Manajemen Arema memang menjanjikan tanggal 10 Desember ini akan dibayar gaji kami, tapi ternyata sampai hari ini belum ada kabar. Sekarang sudah tiga bulan lagi, kami belum dibayar,” sebut pemain Arema yang lainnya.
Miro pun memahami kondisi pemainnya yang banyak mengeluh seputar gaji mereka. Maklum, selama di Bali, Pierre Njanka dan kawan-kawan sudah bekerja keras menyelesaikan program latihan yang tak ringan, namun belum juga dapat hak mereka.
“Problem utama kita adalah uang, saya sudah bilang itu sebelumnya, dan ini masalah pengurus. Soal gaji ini harus ada solusi saat kita kembali ke Malang nanti, karena kompetisi sudah dekat,” sebut Miro kepada Malang Post.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, timnya tidak bisa terus menerus dalam kondisi tanpa gaji seperti saat ini. Apalagi di sisa putaran pertama ini, tim kebangaan Aremania ini akan melakoni sembilan pertandingan lagi.
“Nanti kita akan ada sembilan pertandingan lagi untuk sisa putaran pertama, bisa tidak bagus, kalau tidak ada gaji, karena kita banyak pertandingan. Kalau tidak ada uang, bisa habis, mau target apa lagi,” demikian Miro pasrah.
Mantan pelatih Slavia Praha ini mengakui, hampir disetiap latihan Arema, pemain menanyakan gaji mereka. “Kita kerja, sekarang dimana ada gaji, saya mau apa lagi kalau tidak ada uang,” sebut pelatih yang pernah menukangi Arema tahun 2007 lalu ini. (bua)
Arema Memiliki Kekuatan Tersembunyi
Irsam Soetarto Aremania Sidoarjo
Secara tim, skuad Arema FC di LCA 2011 tentu lebih baik dari skuad tahun 2007, karena Arema 2007 berbekal juara Copa sedangkan Arema 2011 adalah Juara ISL yang lebih berprestasi dan bergengsi. Apalagi ditambah peraturan baru dari AFC untuk jatah pemain asing yakni 3+1, maksudnya tiga pemain asing non Asia + satu asing dari Asia. Berbekal dari hal di atas maka Arema FC berhak menurunkan hampir seluruh pemain asingnya (empat orang). Hal berbeda dengan tahun 2007 yang hanya tiga asing.
Materi Arema FC di LCA 2011 juga masih 80 persen bermaterikan pemain Juara ISL 2010 sehingga keterpaduan tim masih dapat terjaga dengan baik. Yang berbeda adalah style pelatih dari Robert Albert ke Miroslav Janu. Hal ini terlihat ketika diawal-awal kompetisi dimana para pemain terlihat agak kebingungan dengan pola-pola yang dikehendaki Miro.
Miro sudah melihat bahwa tahun 2011, Arema FC akan mengarungi kompetisi lebih banyak lagi (ISL, PI, dan LCA) sehingga dibutuhkan ketahanan fisik dan stamina plus agar dapat meraih hasil yang lebih baik. Atau mungkin juga berbekal pengalaman LCA 2007 lalu, dimana stamina pemain Indonesia kedodoran di babak kedua, maka point utama adalah fisik. Terlihat bagaimana Miro menerapkan drill-drill fisik selama jeda kompetisi seperti TC di Bali kemarin.
Bertanding melawan tim-tim Korea dan Jepang, bukan hanya membutuhkan skill yang baik tetapi juga stamina prima. Mereka bermain cepat, kolektif, dan fisik mumpuni karena ditunjang skill individu yang baik, tinggi badan di atas rata-rata dan menu-menu makanan berprotein tinggi.
Seorang rekan penulis yang juga ex-timnas Indonesia dan masih bermain di salah satu klub ISL, mengomentari skill pemain-pemain Jepang ketika dia mengalami sendiri harus berhadapan dengan mereka di lapangan. “tas .. tis .. tas .. tis .. sana, sini, sana, sini.. Persis kayak orang main PS aja !!”
Sekaipun demikian ada satu hal membanggakan dari tim Arema FC 2011. Dalam Starting Eleven, tim ini ditunjang oleh tujuh pemain Timnas (lima Indonesia dan dua Singapore) dan ex-timnas Piere Njanka. Jadi 90 persen pemain Arema FC adalah para pemain unggulan. Ditambah dua asing berkualitas (Roman dan/atau Esteban) maka Arema FC masih berpeluang bisa mengalahkan lawan-lawannya.
Selama Arema FC bisa memanfaatkan sebaik-baiknya peluang sebagai tuan rumah di Kanjuruhan ketika melawan tim-tim luar negeri tersebut, mungkin sejarah akan dibuat oleh Arema FC di LCA kali ini !!
Hasil drawing di Kuala Lumpur, menempatkan Arema FC harus melakoni laga pertama tandang ke Jepang melawan Cerezo Osaka tgl 1 Maret 2011. Walau kans kecil untuk bisa menang atau bahkan menahan imbang, namun ada faktor keuntungannya disini.
Sebagai partai pembuka, tentunya pemain Arema FC perlu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional, pengalaman bertanding langsung, dan peraturan ketat LCA. Belum lagi perjalanan jauh yg harus ditempuh ke Osaka Jepang memakan waktu sekitar 12 jam dari Malang. Pastinya ada semacam demam panggung disini. Walau kemungkinan besar akan kehilangan poin di Jepang, laga ini bisa berfungsi sebagai arena pencerahan Arema FC untuk laga-laga selanjutnya.
Dua laga berikutnya Arema FC akan bertindak sebagai tuan rumah melawan dua tim Korea dan China. Inilah momentum untuk tancap gas dan meraup poin semaksimal mungkin.
FAKTOR NON-TEKHNIS
Salah satu hal melemahkan kekuatan tim Arema FC ketika bertanding tandang ke luar negeri di tingkat LCA adalah minimnya waktu recovery pemain setelah perjalanan panjang dari Malang. Demikian dikeluhkan oleh pelatih Miro.
Sesuai peraturan LCA 2011, bahwa tim tamu akan dijamu oleh tim tuan rumah pada H-2 hingga H+1. Artinya jika mengikuti peraturan tersebut, maka Arema FC hanya memiliki waktu recovery tidak sampai 24 jam setelah kedatangannya, hari berikutnya harus sudah latihan dan mencoba lapangan, dan bertanding di hari selanjutnya. Jelas cukup pendek untuk persiapan suatu pertandingan internasional.
Belum lagi faktor perlunya aklimatisasi (penyesuaian cuaca) di negara-negara yang jelas memiliki suhu lebih dingin dari Indonesia.
Namun jika Arema FC harus menambah waktu persiapannya lebih lama, maka dibutuhkan biaya ekstra. Mengingat biaya akomodasi, transportasi, makan-minum, sewa lapangan untuk latihan, laundry dan lain-lain di negara tersebut cukup tinggi dan tidak ditanggung tim tuan rumah.
Namun ada satu kekuatan tersembunyi Arema FC, selain faktor dana dan managerial. Hal tersebut tak lain dan tak bukan adalah para suporter setianya, Aremania dan Aremanita … !!!
Sejarah telah membuktikan bagaimana para Aremania dan Aremanita dan bahkan Aremania Licek dengan setia dan semangat luar biasa dalam mendukung tim pujaannya hingga mencapai prestasi tertinggi dalam ISL 2010. Mereka tahu persis bahwa dukungan nyanyian, sorakan, dan gerakan-gerakan atraktif mampu membangkitkan semangat juang para pemain ketika sudah mulai kelelahan, tertekan atau lebih semangat lagi.
Aremania pulalah tercatat sebagai satu-satunya suporter klub di Indonesia yang mampu ikut menghidupi tim dengan berduyun-duyun datang ke stadion dan membeli tiket. Oleh karena itu, diharapkan dukungan sepenuh hati para Aremania dan Aremanita nantinya dalam pertandingan-pertandingan kandang di Kanjuruhan.
Selain itu, dengan label tim-tim luar negeri, skill individu dan kerjasama tim, serta dari sistim kompetisi yang lebih baik pula, maka pertandingan di Kanjuruhan pasti akan menarik dan enak untuk ditonton.
Dengan disiarkan langsung oleh TV secara nasional (RCTI), dilihat langsung oleh tim AFC, dan dipantau se Asia, maka inilah kesempatan emas para Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sportifitas dan kreatifitas mereka dalam mendukung tim dilevel yang lebih tinggi dari ISL.
Menurut pengalaman penulis, suporter tim-tim Jepang, Korea, dan China kurang memiliki semangat dan kreatifitas seperti Aremania/nita. Mereka hanya tepuk tangan, bersorak, atau berteriak. Tetapi Arema memiliki lagu-lagu kebanggaan dan gerakan-gerakan atraktif yang menjadi ciri khasnya.
Bahkan Presiden dan Manager klub Jepang Kawasaki Frontale sempat bertanya kepada penulis ketika berada di Kanjuruhan tahun 2007 mengomentari atraksi suporter Aremania saat itu : “Luar biasa … hebat, hebat. Bagaimana mereka bisa begitu padu? Kapan latihannya ?”
Nah sekarang terserah Arema FC dan Aremania/nita … tetapi inilah tahun kesempatan kita !!! (bersambung)
Secara tim, skuad Arema FC di LCA 2011 tentu lebih baik dari skuad tahun 2007, karena Arema 2007 berbekal juara Copa sedangkan Arema 2011 adalah Juara ISL yang lebih berprestasi dan bergengsi. Apalagi ditambah peraturan baru dari AFC untuk jatah pemain asing yakni 3+1, maksudnya tiga pemain asing non Asia + satu asing dari Asia. Berbekal dari hal di atas maka Arema FC berhak menurunkan hampir seluruh pemain asingnya (empat orang). Hal berbeda dengan tahun 2007 yang hanya tiga asing.
Materi Arema FC di LCA 2011 juga masih 80 persen bermaterikan pemain Juara ISL 2010 sehingga keterpaduan tim masih dapat terjaga dengan baik. Yang berbeda adalah style pelatih dari Robert Albert ke Miroslav Janu. Hal ini terlihat ketika diawal-awal kompetisi dimana para pemain terlihat agak kebingungan dengan pola-pola yang dikehendaki Miro.
Miro sudah melihat bahwa tahun 2011, Arema FC akan mengarungi kompetisi lebih banyak lagi (ISL, PI, dan LCA) sehingga dibutuhkan ketahanan fisik dan stamina plus agar dapat meraih hasil yang lebih baik. Atau mungkin juga berbekal pengalaman LCA 2007 lalu, dimana stamina pemain Indonesia kedodoran di babak kedua, maka point utama adalah fisik. Terlihat bagaimana Miro menerapkan drill-drill fisik selama jeda kompetisi seperti TC di Bali kemarin.
Bertanding melawan tim-tim Korea dan Jepang, bukan hanya membutuhkan skill yang baik tetapi juga stamina prima. Mereka bermain cepat, kolektif, dan fisik mumpuni karena ditunjang skill individu yang baik, tinggi badan di atas rata-rata dan menu-menu makanan berprotein tinggi.
Seorang rekan penulis yang juga ex-timnas Indonesia dan masih bermain di salah satu klub ISL, mengomentari skill pemain-pemain Jepang ketika dia mengalami sendiri harus berhadapan dengan mereka di lapangan. “tas .. tis .. tas .. tis .. sana, sini, sana, sini.. Persis kayak orang main PS aja !!”
Sekaipun demikian ada satu hal membanggakan dari tim Arema FC 2011. Dalam Starting Eleven, tim ini ditunjang oleh tujuh pemain Timnas (lima Indonesia dan dua Singapore) dan ex-timnas Piere Njanka. Jadi 90 persen pemain Arema FC adalah para pemain unggulan. Ditambah dua asing berkualitas (Roman dan/atau Esteban) maka Arema FC masih berpeluang bisa mengalahkan lawan-lawannya.
Selama Arema FC bisa memanfaatkan sebaik-baiknya peluang sebagai tuan rumah di Kanjuruhan ketika melawan tim-tim luar negeri tersebut, mungkin sejarah akan dibuat oleh Arema FC di LCA kali ini !!
Hasil drawing di Kuala Lumpur, menempatkan Arema FC harus melakoni laga pertama tandang ke Jepang melawan Cerezo Osaka tgl 1 Maret 2011. Walau kans kecil untuk bisa menang atau bahkan menahan imbang, namun ada faktor keuntungannya disini.
Sebagai partai pembuka, tentunya pemain Arema FC perlu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional, pengalaman bertanding langsung, dan peraturan ketat LCA. Belum lagi perjalanan jauh yg harus ditempuh ke Osaka Jepang memakan waktu sekitar 12 jam dari Malang. Pastinya ada semacam demam panggung disini. Walau kemungkinan besar akan kehilangan poin di Jepang, laga ini bisa berfungsi sebagai arena pencerahan Arema FC untuk laga-laga selanjutnya.
Dua laga berikutnya Arema FC akan bertindak sebagai tuan rumah melawan dua tim Korea dan China. Inilah momentum untuk tancap gas dan meraup poin semaksimal mungkin.
FAKTOR NON-TEKHNIS
Salah satu hal melemahkan kekuatan tim Arema FC ketika bertanding tandang ke luar negeri di tingkat LCA adalah minimnya waktu recovery pemain setelah perjalanan panjang dari Malang. Demikian dikeluhkan oleh pelatih Miro.
Sesuai peraturan LCA 2011, bahwa tim tamu akan dijamu oleh tim tuan rumah pada H-2 hingga H+1. Artinya jika mengikuti peraturan tersebut, maka Arema FC hanya memiliki waktu recovery tidak sampai 24 jam setelah kedatangannya, hari berikutnya harus sudah latihan dan mencoba lapangan, dan bertanding di hari selanjutnya. Jelas cukup pendek untuk persiapan suatu pertandingan internasional.
Belum lagi faktor perlunya aklimatisasi (penyesuaian cuaca) di negara-negara yang jelas memiliki suhu lebih dingin dari Indonesia.
Namun jika Arema FC harus menambah waktu persiapannya lebih lama, maka dibutuhkan biaya ekstra. Mengingat biaya akomodasi, transportasi, makan-minum, sewa lapangan untuk latihan, laundry dan lain-lain di negara tersebut cukup tinggi dan tidak ditanggung tim tuan rumah.
Namun ada satu kekuatan tersembunyi Arema FC, selain faktor dana dan managerial. Hal tersebut tak lain dan tak bukan adalah para suporter setianya, Aremania dan Aremanita … !!!
Sejarah telah membuktikan bagaimana para Aremania dan Aremanita dan bahkan Aremania Licek dengan setia dan semangat luar biasa dalam mendukung tim pujaannya hingga mencapai prestasi tertinggi dalam ISL 2010. Mereka tahu persis bahwa dukungan nyanyian, sorakan, dan gerakan-gerakan atraktif mampu membangkitkan semangat juang para pemain ketika sudah mulai kelelahan, tertekan atau lebih semangat lagi.
Aremania pulalah tercatat sebagai satu-satunya suporter klub di Indonesia yang mampu ikut menghidupi tim dengan berduyun-duyun datang ke stadion dan membeli tiket. Oleh karena itu, diharapkan dukungan sepenuh hati para Aremania dan Aremanita nantinya dalam pertandingan-pertandingan kandang di Kanjuruhan.
Selain itu, dengan label tim-tim luar negeri, skill individu dan kerjasama tim, serta dari sistim kompetisi yang lebih baik pula, maka pertandingan di Kanjuruhan pasti akan menarik dan enak untuk ditonton.
Dengan disiarkan langsung oleh TV secara nasional (RCTI), dilihat langsung oleh tim AFC, dan dipantau se Asia, maka inilah kesempatan emas para Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sportifitas dan kreatifitas mereka dalam mendukung tim dilevel yang lebih tinggi dari ISL.
Menurut pengalaman penulis, suporter tim-tim Jepang, Korea, dan China kurang memiliki semangat dan kreatifitas seperti Aremania/nita. Mereka hanya tepuk tangan, bersorak, atau berteriak. Tetapi Arema memiliki lagu-lagu kebanggaan dan gerakan-gerakan atraktif yang menjadi ciri khasnya.
Bahkan Presiden dan Manager klub Jepang Kawasaki Frontale sempat bertanya kepada penulis ketika berada di Kanjuruhan tahun 2007 mengomentari atraksi suporter Aremania saat itu : “Luar biasa … hebat, hebat. Bagaimana mereka bisa begitu padu? Kapan latihannya ?”
Nah sekarang terserah Arema FC dan Aremania/nita … tetapi inilah tahun kesempatan kita !!! (bersambung)
Siang ini Masuk Mess Baru
BALI-Setelah satu musim menempati mess milik Bentoel di Jalan Semeru, pemain Arema akan segera pindah mess baru. Dijadwalkan hari ini, pemain Arema akan pindah mess baru di Wisma Merdeka di Jalan Welirang.
Begitu kembali dari pemusatan latihan di Bali, rombongan tim Arema akan lengsung menuju mess baru. Rencananya siang ini, saat tim Arema tiba, akan ada acara potong tumpeng untuk menandai ditempatinya mess baru.
“Ya, besok (hari ini) tim Arema langsung masuk di mess yang baru, dan rencananya sebelum pindahan ke mess baru ini, kita adakan acara potong tumpeng dulu,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan, kemarin sore.
Jika sesuai jadwal, rombongan tim Arema terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali, siang ini pukul 13.00 WITA. Diperkirakan tiba di Bandara Juanda, Surabaya pukul 13.00 WIB, dan jika lancar maka tim Arema tiba di Malang sekitar pukul 16.00 WIB.
Mess baru untuk pemain Arema ini adalah hasil kerjasama manajemen Arema dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Kerjasama sponsorship antara Unmer dengan Arema ini untuk satu musim kompetisi.
Sedangkan untuk mess pemain yang lama sudah dikembalikan kepada manajemen Bentoel. Kabarnya, mess yang sebelumnya digunakan untuk karyawan Bentoel itu sudah laku.(bua/jon)
Begitu kembali dari pemusatan latihan di Bali, rombongan tim Arema akan lengsung menuju mess baru. Rencananya siang ini, saat tim Arema tiba, akan ada acara potong tumpeng untuk menandai ditempatinya mess baru.
“Ya, besok (hari ini) tim Arema langsung masuk di mess yang baru, dan rencananya sebelum pindahan ke mess baru ini, kita adakan acara potong tumpeng dulu,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan, kemarin sore.
Jika sesuai jadwal, rombongan tim Arema terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali, siang ini pukul 13.00 WITA. Diperkirakan tiba di Bandara Juanda, Surabaya pukul 13.00 WIB, dan jika lancar maka tim Arema tiba di Malang sekitar pukul 16.00 WIB.
Mess baru untuk pemain Arema ini adalah hasil kerjasama manajemen Arema dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Kerjasama sponsorship antara Unmer dengan Arema ini untuk satu musim kompetisi.
Sedangkan untuk mess pemain yang lama sudah dikembalikan kepada manajemen Bentoel. Kabarnya, mess yang sebelumnya digunakan untuk karyawan Bentoel itu sudah laku.(bua/jon)
Khawatirkan Persiapan SEA Games
BALI-Pelatih Arema, Miroslav Janu mengakui program tranining center (TC) atau pemusatan latihan timnya di Bali tak bisa maksimal karena tak diikuti semua pemain Arema. Menyusul ada delapan pemain yang gabung Timnas untuk piala AFF. Mereka yakni Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Kurnia Meiga, Yongki Ariwibowo dan Benny Wahyudi gabung di Timnas Indonesia. Sedangkang Noh Alam Shah dan Muhamad Ridhuan memperkuat Timnas Singapura yang baru gagal melangkah ke semifinal.
Diantara delapan pemain itu, pelatih Arema, Miroslav Janu mengkhawatirkan kondisi Meiga, Yongki dan Benny yang jarang sekali tampil. Namun Miro masih beruntung, karena kompetisi dihentikan untuk kepentingan Timnas tersebut.
Justru yang menjadi kekhawatiran pelatih asal Republik Ceko ini adalah saat Timnas U-23 melakukan persiapan untuk SEA Games. Ada kemungkinan kompetisi tetap berjalan, sekalipun ada beberepa pemain Arema gabung di Timnas U-23.
“Ya, problem lagi saat bulan Januari nanti, saat persiapan SEA Games. Arema bisa kehilangan Meiga, Dendi dan Yongki, ini bahaya,” ungkap Miro yang memprediksikan tiga pemain Arema itu akan dipanggil ke Timnas U-23.
Dari segi usia, tiga pemain itu masih cukup memenuhi syarat untuk gabung Timnas SEA Games yang rencananya masih ditangani Alfred Riedl. Meiga dan Yongki hampir pasti, sedangkan Dendi berpeluang untuk dipanggil Riedl lagi.
“Tidak hanya tiga pemain itu, bisa juga kita kehilangan Sunarto dan Alfarizi kalau ikut dipanggil Timnas U-23. Saya sudah ditelpon asisten pelatih Timnas untuk itu, tapi masih belum saya jawab,” sebut Miro perihal daftar pemainnya yang diorder Timnas.
Sebelumnya Alfarisi sempat disebut-sebut akan dipanggil Timnas, lantaran kualitas bek yang baru promosi dari tim Arema U-21 itu cukup menjanjikan. Termasuk Sunarto, striker yang juga baru naik ke tim senior ini berpeluang dipanggil Timnas.
“Persipura yang pintar, dia tidak mau kirim pemain ke Timnas, mereka bisa terus kumpul untuk latihan bersama. Saya tidak mengerti kenapa saat Boaz tidak mau datang ke Timnas, tidak ada sanksi untuknya,” terang Miro kepada Malang Post. (bua/jon)
Diantara delapan pemain itu, pelatih Arema, Miroslav Janu mengkhawatirkan kondisi Meiga, Yongki dan Benny yang jarang sekali tampil. Namun Miro masih beruntung, karena kompetisi dihentikan untuk kepentingan Timnas tersebut.
Justru yang menjadi kekhawatiran pelatih asal Republik Ceko ini adalah saat Timnas U-23 melakukan persiapan untuk SEA Games. Ada kemungkinan kompetisi tetap berjalan, sekalipun ada beberepa pemain Arema gabung di Timnas U-23.
“Ya, problem lagi saat bulan Januari nanti, saat persiapan SEA Games. Arema bisa kehilangan Meiga, Dendi dan Yongki, ini bahaya,” ungkap Miro yang memprediksikan tiga pemain Arema itu akan dipanggil ke Timnas U-23.
Dari segi usia, tiga pemain itu masih cukup memenuhi syarat untuk gabung Timnas SEA Games yang rencananya masih ditangani Alfred Riedl. Meiga dan Yongki hampir pasti, sedangkan Dendi berpeluang untuk dipanggil Riedl lagi.
“Tidak hanya tiga pemain itu, bisa juga kita kehilangan Sunarto dan Alfarizi kalau ikut dipanggil Timnas U-23. Saya sudah ditelpon asisten pelatih Timnas untuk itu, tapi masih belum saya jawab,” sebut Miro perihal daftar pemainnya yang diorder Timnas.
Sebelumnya Alfarisi sempat disebut-sebut akan dipanggil Timnas, lantaran kualitas bek yang baru promosi dari tim Arema U-21 itu cukup menjanjikan. Termasuk Sunarto, striker yang juga baru naik ke tim senior ini berpeluang dipanggil Timnas.
“Persipura yang pintar, dia tidak mau kirim pemain ke Timnas, mereka bisa terus kumpul untuk latihan bersama. Saya tidak mengerti kenapa saat Boaz tidak mau datang ke Timnas, tidak ada sanksi untuknya,” terang Miro kepada Malang Post. (bua/jon)
Cari Ganti Persibo
BALI-Persibo Bojonegoro mendadak membatalkan rencana uji coba lawan Arema yang rencana semula digelar di Stadion Kanjuruhan, 18 Desember mendatang. Tim berjuluk Angling Dharma ini memilih untuk memenuhi undangan uji coba di Malaysia.
Tim Persibo mendapatkan undangan laga persahabatan di Malaysia pada tanggal 15 hingga 21 Desember. Menurut keterangan manajer Persibo, Taufik Risnendar undangan tersebut berasal dari klub sepak bola milik tentara Malaysia.
Dengan keberangkatan Persibo ke Malaysia, tim asuhan Sartono Anwar ini akhirnya membatalkan rencana uji coba lawan Arema. Secara lisan, manajemen Persibo sudah membatalkan rencana mereka untuk datang ke Malang.
Kebetulan hingga saat ini, manajemen Persibo belum memeberi jawaban secara resmi atas surat undangan uji coba Arema. Padahal manajemen Arema sudah mengatur jadwal uji coba Arema, setelah lawan Persela Lamongan, 14 Desember akan menjamu Persibo.
Atas perubahan agenda uji coba Arema ini, Managercoach Arema, Miroslav Janu tampak kaget dengan pembatalan yang dilakukan manajemen Persibo. Sehingga pelatih asal Republik Ceko ini akhir meminta manajemen Arema untuk mencari alternatif pengganti Persibo.
“Persibo sepertinya memang tidak serius untuk uji coba lawan Arema, kita harus cari pengganti Persibo, mungkin Pelita Jaya mau datang dan uji coba lawan Arema,” ungkap Miro usai latihan di Stadion Samudra, kemarin pagi.
Sesuai jadwal semula, usai uji coba tanggal 18 Desember nanti, tim Arema akan memenuhi undangan uji coba lawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember mendatang. Berikutnya uji coba terakhir, rencananya lawan Persijap Jepara, 26 Desember nanti. (bua)
Tim Persibo mendapatkan undangan laga persahabatan di Malaysia pada tanggal 15 hingga 21 Desember. Menurut keterangan manajer Persibo, Taufik Risnendar undangan tersebut berasal dari klub sepak bola milik tentara Malaysia.
Dengan keberangkatan Persibo ke Malaysia, tim asuhan Sartono Anwar ini akhirnya membatalkan rencana uji coba lawan Arema. Secara lisan, manajemen Persibo sudah membatalkan rencana mereka untuk datang ke Malang.
Kebetulan hingga saat ini, manajemen Persibo belum memeberi jawaban secara resmi atas surat undangan uji coba Arema. Padahal manajemen Arema sudah mengatur jadwal uji coba Arema, setelah lawan Persela Lamongan, 14 Desember akan menjamu Persibo.
Atas perubahan agenda uji coba Arema ini, Managercoach Arema, Miroslav Janu tampak kaget dengan pembatalan yang dilakukan manajemen Persibo. Sehingga pelatih asal Republik Ceko ini akhir meminta manajemen Arema untuk mencari alternatif pengganti Persibo.
“Persibo sepertinya memang tidak serius untuk uji coba lawan Arema, kita harus cari pengganti Persibo, mungkin Pelita Jaya mau datang dan uji coba lawan Arema,” ungkap Miro usai latihan di Stadion Samudra, kemarin pagi.
Sesuai jadwal semula, usai uji coba tanggal 18 Desember nanti, tim Arema akan memenuhi undangan uji coba lawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, 22 Desember mendatang. Berikutnya uji coba terakhir, rencananya lawan Persijap Jepara, 26 Desember nanti. (bua)
Langganan:
Postingan (Atom)