MALANG-Jika dua kubu PSSI jadi bersatu melalui mediasi AFC sebagai federasi
sepakbola Asia, kompetisi musim depan dipastikan hanya satu. Sehingga
untuk beberapa tim yang kini terpecah menjadi dua, seperti halnya Arema,
mau tidak mau harus kembali bersatu dalam satu kompetisi yang akan
datang. Wacana untuk Arema bersatu pun sempat dilontarkan
manajemen Arema yang berlaga di Kompetisi Indonesian Premier League
(IPL). Hanya saja, keinginan mereka untuk merger dengan Arema yang
berlaga di Indonesia Super League (ISL) untuk sementara ini tampaknya
baru bertepuk sebelah tangan.Kubu Arema IPL pun enggan untuk berkomentar, meski
mereka yang mengawali wacana rekonsiliasi. Bukan kapasitas saya
menanggapi hal tersebut. Tentang merger, itu merupakan bagian
petinggi-petinggi yang ada di Arema,ungkap Media Officer Arema IPL,
Noor Ramadhan saat ditemui Malang Post di Stadion Gajayana, kemarin
sore.
Pria yang juga wartawan ini pun menyarankan untuk menayakan hal merger
tersebut kepada Fanda Susilo. Kebetulan penasehat Arema IPL ini juga
hadir di Stadion Gajayana dalam sesi foto bersema. Silahkan bisa
tanyakan kepada Ibu Fanda untuk mengenai merger dan rekonsiliasi, ucapnya. Sayang, Fanda yang disebut-sebut sebagai perwakilan dari Ancora
(investor tim Arema IPL,red) tersebut juga enggan berkomentar perihal
wacana merger Arema. Waduh, maaf ya, untuk sementara ini saya tidak mau
berkomentar soal merger maupun rekonsiliasi, kata wanita asal Surabaya
ini.Sementara itu, Aremania lebih menunggu perkembangan
yang terjadi dengan tim Arema maupun kondisi sepakbola Indonesia. Mereka
berharap ada solusi terbaik untuk satu Arema kedepan. Meski sebagian
diantara mereka dengan tegas menolak adanya wacana penggabungan Arema
IPL dan Arema ISL.Tidak ada istilah penggabungan atau penyatuan. Semua
tahu, kalau Arema itu sejak zaman dulu hanya satu, dibawah bendera
Arema Indonesia. Yang benar itu Arema IPL membubarkan diri, dan
investornya gabung saja,ungkap Sutikno, Aremania korwil Blitar Raya
perihal kemungkinan merger dua Arema.Pada dasarnya Aremania ingin Arema hanya ada satu,
dan kembali seperti dulu. Meski untuk itu tentunya tidak mudah, karena
dua Arema kini sama-sama memiliki kepengurusan, manajemen dan tim yang
berkompetisi di level tertinggi. Sehingga nada penolakan untuk merger
pun disampaikan manajemen Arema ISL.Itu tergantung kedua belah pihak saja, bagaimana
solusi terbaik agar Arema kembali satu. Kalau aku pribadi ingin Arema
kembali seperti dulu lagi, rakyat Malang prihatin kenapa Arema sampai
jadi begini ini,ungkap Tembel alias Ponidi, Aremania korwil Stasiun
kepada Malang Post.Bahkan saudara Arema (Arek Malang, Red) yang di
perantauan jga turut prihatin melihat kondisi sepakbola Arema ada dua
tim, yang sama-sama pakai nama Arema. Ya, mudah-mudahan ada jalan
keluar, dan yang terpenting suara rakyat Aremania perlu di dengar,
kembalikan Arema satu lagi,sambungnya.Perihal penolakan Arema ISL untuk merger dengan Arema
IPL dan hanya mau menerima pihak Ancora sebagai sponsor, Tembel menilai
itu bisa jadi solusi terbaik. Meski dirinya berada dalam kapasitas
menunggu solusi terbaik drai kedua belah pihak. Ya, syukur kalau itu
solusi terbaik,katanya.Kalau aku sih Arema IPL itu saya anggap tidak ada
karena kompetisinya saja sudah tidak jelas, saya pribadi sangat-sangat
tidak setuju ada merger. Masyarakat bola Malang sudah tahu bahwa Arema
ISL yang dimaui masyarakat Malang Raya, terang Ludy, Aremania korwil
Gunung Kawi.Praktis, tawaran merger tampaknya bukan sebuah
solusi, khususnya bagi Arema ISL dan sebagian besar Aremania. Meski juga
tak menutup kemungkinan, ada upaya penggabungan dengan berbagai syarat.
Dengan lebih dulu Arema ISL membahasnya dengan seluruh Aremania
pendukungnya.Arema itu harusnya Cuma satu, tapi kalaupun digabung
itu perlu proses yang panjang, dari pembagian posisi ditambah manajemen
dan lain-lain, tapi yang terpenting saat ini saya mendukung saya Arema
yang saya dukung (Arema ISL, Red), masalah menjadi satu dengan IPL saya
kembalikan hasil musyawarah antara manajemen ISL dan Aremania,yakin
Hansano, Aremania korwil Plat AE. (bua)
Sabtu, 14 Juli 2012
Suharno Siap Lanjut
MALANG- Bicara soal sukses Arema mengamankan jatah bermain di kompetisi level
tertinggi musim depan, tentu tak lepas dari peran Suharno sebagai
pelatih Singo Edan. Diangkat sebagai head coach Arema saat klub berlogo
kepala singa masih terbenam di zona degradasi, akhirnya Ferry Aman
Saragih dkk finish di peringkat 12 klasemen akhir Indonesia Super League
(ISL) 2011-2012.
Tactician berlisensi A AFC itu mampu memanfaatkan 10 pertandingan
tersisa dengan baik, sehingga tim pujaan Aremania tak sampai turun
kasta. Suharno mengantar skuadra Singo Edan memetik lima kemenangan dan
sekali seri di kandang, dua kali imbang sebagai tim tamu serta dua kali
takluk di kandang lawan. Total 18 poin dihasilkan klub berlogo kepala
singa selama dinakhodai pelatih yang namanya mulai berkibar saat
menukangi Gelora Dewata di era Galatama tersebut.
Namun seiring keberhasilannya memenuhi target yang dibebankan manajemen
begitu resmi memulai tugasnya per 10 Mei lalu, masih belum ada kepastian
apakah Suharno akan tetap menjadi der trainer Arema musim 2012-2013.
Setelah menyerahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, Kamis (12/7)
lalu, praktis tugasnya sebagai head coach telah tuntas.
Seputar masa depan mantan pelatih Persiwa Wamena itu, manajemen
tampaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Meski begitu,
saat disinggung kesiapannya kembali menangani klub berlogo kepala singa,
Suharno mantap menyatakan siap. Setelah saya serahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, artinya
tugas saya sudah selesai. Saya juga sudah memenuhi target untuk
menyelematkan Arema dari degradasi. Soal bagaimana kelanjutan saya di
tim ini, semua bergantung kebijakan manajemen. Tapi kalau memang masih
diberi kepercayaan (sebagai pelatih kepala, Red), saya siap kembali
mengemban tanggung jawab,serunya saat dihubungi Malang Post siang
kemarin.
Terlepas dari kemungkinan masa depannya di Arema, sebagai warga Malang,
pelatih yang berdomisili di Sengkaling Regency itu merasa tersanjung
diberi amanat mengarsiteki tim kebanggaan Kera Ngalam sekalipun tak
sampai separo masa kompetisi.Terima kasih kepada semua yang telah mensupport tim ini. Bagaimanapun,
sukses Arema bisa bertahan bukan hanya semata karena peran saya. Masih
ada empat asisten saya, mulai dari Joko Susilo, Dwi Sasmianto, Kuncoro
dan Khoiful Ajid. Juga kepada pengurus dan tentunya Aremania,papar
Suharno yang saat dihubungi kemarin mengaku sedang berada di tanah
kelahirannya, Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai kilas balik saja, Suharno resmi diumumkan sebagai head coach
Singo Edan dalam konferensi pers di Kantor Arema, Jalan Kertangera,
tanggal 10 Mei lalu. Kala itu, skuadra Singo Edan baru saja menuntaskan
tur away Pekanbaru dan Solo yang sama-sama berakhir kekalahan.
Tak ingin tim terus terpuruk, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas
dengan mengangkat Suharno sebagai pelatih kepala dan mengembalikan Joko
Gethuk Susilo sebagai asisten pelatih.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, mantan pelatih PSS Sleman itu masih
berkonsentrasi menyiapkan timnas senior Indonesia yang menjalani
pemusatan latihan di Yogyakarta. Merasa terpanggil menyelamatkan Arema
dari ancaman degradasi, Suharno lantas mengiyakan tawaran manajemen
Singo Edan.
Hanya selang beberapa jam setelah resmi menjabat head coach, tanggal 10
Mei malam, pelatih yang mengawali kariernya sebagai pemain di klub
Perkesa 78 itu langsung memimpin latihan Seme Patrick dkk yang bersiap
menghadapi Persisam Samarinda pada tanggal 12 Mei. Debut Suharno
berjalan mulus seiring kemenangan 1-0 Singo Edan atas Persisam.
(tom/bua)
tertinggi musim depan, tentu tak lepas dari peran Suharno sebagai
pelatih Singo Edan. Diangkat sebagai head coach Arema saat klub berlogo
kepala singa masih terbenam di zona degradasi, akhirnya Ferry Aman
Saragih dkk finish di peringkat 12 klasemen akhir Indonesia Super League
(ISL) 2011-2012.
Tactician berlisensi A AFC itu mampu memanfaatkan 10 pertandingan
tersisa dengan baik, sehingga tim pujaan Aremania tak sampai turun
kasta. Suharno mengantar skuadra Singo Edan memetik lima kemenangan dan
sekali seri di kandang, dua kali imbang sebagai tim tamu serta dua kali
takluk di kandang lawan. Total 18 poin dihasilkan klub berlogo kepala
singa selama dinakhodai pelatih yang namanya mulai berkibar saat
menukangi Gelora Dewata di era Galatama tersebut.
Namun seiring keberhasilannya memenuhi target yang dibebankan manajemen
begitu resmi memulai tugasnya per 10 Mei lalu, masih belum ada kepastian
apakah Suharno akan tetap menjadi der trainer Arema musim 2012-2013.
Setelah menyerahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, Kamis (12/7)
lalu, praktis tugasnya sebagai head coach telah tuntas.
Seputar masa depan mantan pelatih Persiwa Wamena itu, manajemen
tampaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Meski begitu,
saat disinggung kesiapannya kembali menangani klub berlogo kepala singa,
Suharno mantap menyatakan siap. Setelah saya serahkan rapor evaluasi pemain kepada manajemen, artinya
tugas saya sudah selesai. Saya juga sudah memenuhi target untuk
menyelematkan Arema dari degradasi. Soal bagaimana kelanjutan saya di
tim ini, semua bergantung kebijakan manajemen. Tapi kalau memang masih
diberi kepercayaan (sebagai pelatih kepala, Red), saya siap kembali
mengemban tanggung jawab,serunya saat dihubungi Malang Post siang
kemarin.
Terlepas dari kemungkinan masa depannya di Arema, sebagai warga Malang,
pelatih yang berdomisili di Sengkaling Regency itu merasa tersanjung
diberi amanat mengarsiteki tim kebanggaan Kera Ngalam sekalipun tak
sampai separo masa kompetisi.Terima kasih kepada semua yang telah mensupport tim ini. Bagaimanapun,
sukses Arema bisa bertahan bukan hanya semata karena peran saya. Masih
ada empat asisten saya, mulai dari Joko Susilo, Dwi Sasmianto, Kuncoro
dan Khoiful Ajid. Juga kepada pengurus dan tentunya Aremania,papar
Suharno yang saat dihubungi kemarin mengaku sedang berada di tanah
kelahirannya, Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai kilas balik saja, Suharno resmi diumumkan sebagai head coach
Singo Edan dalam konferensi pers di Kantor Arema, Jalan Kertangera,
tanggal 10 Mei lalu. Kala itu, skuadra Singo Edan baru saja menuntaskan
tur away Pekanbaru dan Solo yang sama-sama berakhir kekalahan.
Tak ingin tim terus terpuruk, manajemen akhirnya mengambil langkah tegas
dengan mengangkat Suharno sebagai pelatih kepala dan mengembalikan Joko
Gethuk Susilo sebagai asisten pelatih.
Padahal, beberapa hari sebelumnya, mantan pelatih PSS Sleman itu masih
berkonsentrasi menyiapkan timnas senior Indonesia yang menjalani
pemusatan latihan di Yogyakarta. Merasa terpanggil menyelamatkan Arema
dari ancaman degradasi, Suharno lantas mengiyakan tawaran manajemen
Singo Edan.
Hanya selang beberapa jam setelah resmi menjabat head coach, tanggal 10
Mei malam, pelatih yang mengawali kariernya sebagai pemain di klub
Perkesa 78 itu langsung memimpin latihan Seme Patrick dkk yang bersiap
menghadapi Persisam Samarinda pada tanggal 12 Mei. Debut Suharno
berjalan mulus seiring kemenangan 1-0 Singo Edan atas Persisam.
(tom/bua)
Jumat, 13 Juli 2012
Tugas Suharno Selesai, Serahkan Rapor Pemain
MALANG- Pasca tim menuntaskan lawatan ke kandang Persela Lamongan yang
sekaligus partai terakhir di pentas Indonesia Super League (ISL) musim
ini, siang kemarin manajemen Arema langsung mengadakan pertemuan dengan
awak skuad Singo Edan. Meeting yang digelar mulai pukul 12.00 WIB di Mes
Wisma Unmer, Jalan Welirang tersebut diikuti tim pelatih, pemain dan
supporting staff.
Dari pihak manajemen hadir langsung direktur utama klub, Ruddy Widodo,
didampingi direktur bisnis, Fuad Ardiansyah, legal officer Eko Hendro
Prasetyo dan manajer media officer, Sudarmaji. Penyerahan rapor evaluasi
dari tim pelatih kepada manajemen menjadi agenda utama dalam pertemuan
yang berlangsung tertutup tersebut. Laporan evaluasi diserahkan langsung head coach Arema, Suharno yang
siang kemarin didampingi para asistennya, mulai dari Joko Susilo,
Kuncoro dan Dwi Sasmianto. Hari ini (kemarin, Red) kami serahkan
berkas-berkas rapor pemain kepada manajemen. Artinya, tugas tim pelatih
sudah selesai untuk kompetisi musim ini. Selanjutnya semua keputusan
bergantung manajemeterang Suharno kepada Malang Post.
Meski sudah menyerahkan berkas penilaian, rencananya antara manajemen
dengan tim pelatih masih akan merapatkan barisan lagi Senin (16/7)
depan. Pertemuan tersebut dirancang sebagai kelanjutan pembahasan rapor
yang tentunya sudah dipelajari oleh manajemen. Nanti akan ada agenda
lanjutan antara manajemen dengan tim pelatih hari Senin lanjut manajer
media officer Arema, Sudarmaji.<br>
Pada pertemuan berdurasi tak lebih dari 60 menit siang kemarin,
manajemen juga menyampaikan sejumlah hal terkait kebijakan klub kepada
para pemain. Utamanya soal kelanjutan nasib Firmansyah Apriliyanto dkk
saat kompetisi telah rampung. Pasalnya, kontrak pemain rata-rata masih
tersisa beberapa bulan.
Diantaranya berakhir bulan Agustus, namun ada pula yang terikat kontrak
sampai bulan Desember. Kabarnya urusan gaji yang tersisa akan dilunasi
tiap bulan sampai masa kontrak tuntas. Ada beberapa pemain yang
kontraknya berakhir Juli. Namun rata-rata sampai Agustus dan ada
sebagian sampai Desember, ungkap Dirut Arema, Ruddy Widodo. Kami jelaskan kepada pemain bahwa manajemen akan tetap memenuhi
komitmen dan kewajiban sesuai kontrak meski sudah tidak ada lagi latihan
dan kompetisi. Selama masih terikat kontrak dengan Arema, artinya opsi
penuh masih di Arema dan mereka belum bisa melakukan negosiasi dengan
klub lain kecuali sudah dilepas. Itu pun harus sesuai mekanisme yang
berlaku,sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga menyampaikan terima kasih
kepada para pemain atas kerja kerasnya sepanjang musim ini. “Kami
ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas kerjasamanya selama ini.
Mulai dari mereka yang sudah berjuang sejak putaran pertama, maupun
yang baru gabung di putaran kedua,sebut Ruddy.
Perjuangan tim kebanggaan Aremania ini dimulai dengan persiapan yang
sangat mepet pada putaran pertama lalu, berdampak tim terseok-seok di
papan bawah. Namun dengan segala daya dan upaya, akhirnya Arema berhasil
lolos dari degradasi dan finish di posisi 12. Sekaligus dari hasil ini
memastikan Singo Edan masih bertahan di ISL musim depan. (tom/bua)
sekaligus partai terakhir di pentas Indonesia Super League (ISL) musim
ini, siang kemarin manajemen Arema langsung mengadakan pertemuan dengan
awak skuad Singo Edan. Meeting yang digelar mulai pukul 12.00 WIB di Mes
Wisma Unmer, Jalan Welirang tersebut diikuti tim pelatih, pemain dan
supporting staff.
Dari pihak manajemen hadir langsung direktur utama klub, Ruddy Widodo,
didampingi direktur bisnis, Fuad Ardiansyah, legal officer Eko Hendro
Prasetyo dan manajer media officer, Sudarmaji. Penyerahan rapor evaluasi
dari tim pelatih kepada manajemen menjadi agenda utama dalam pertemuan
yang berlangsung tertutup tersebut. Laporan evaluasi diserahkan langsung head coach Arema, Suharno yang
siang kemarin didampingi para asistennya, mulai dari Joko Susilo,
Kuncoro dan Dwi Sasmianto. Hari ini (kemarin, Red) kami serahkan
berkas-berkas rapor pemain kepada manajemen. Artinya, tugas tim pelatih
sudah selesai untuk kompetisi musim ini. Selanjutnya semua keputusan
bergantung manajemeterang Suharno kepada Malang Post.
Meski sudah menyerahkan berkas penilaian, rencananya antara manajemen
dengan tim pelatih masih akan merapatkan barisan lagi Senin (16/7)
depan. Pertemuan tersebut dirancang sebagai kelanjutan pembahasan rapor
yang tentunya sudah dipelajari oleh manajemen. Nanti akan ada agenda
lanjutan antara manajemen dengan tim pelatih hari Senin lanjut manajer
media officer Arema, Sudarmaji.<br>
Pada pertemuan berdurasi tak lebih dari 60 menit siang kemarin,
manajemen juga menyampaikan sejumlah hal terkait kebijakan klub kepada
para pemain. Utamanya soal kelanjutan nasib Firmansyah Apriliyanto dkk
saat kompetisi telah rampung. Pasalnya, kontrak pemain rata-rata masih
tersisa beberapa bulan.
Diantaranya berakhir bulan Agustus, namun ada pula yang terikat kontrak
sampai bulan Desember. Kabarnya urusan gaji yang tersisa akan dilunasi
tiap bulan sampai masa kontrak tuntas. Ada beberapa pemain yang
kontraknya berakhir Juli. Namun rata-rata sampai Agustus dan ada
sebagian sampai Desember, ungkap Dirut Arema, Ruddy Widodo. Kami jelaskan kepada pemain bahwa manajemen akan tetap memenuhi
komitmen dan kewajiban sesuai kontrak meski sudah tidak ada lagi latihan
dan kompetisi. Selama masih terikat kontrak dengan Arema, artinya opsi
penuh masih di Arema dan mereka belum bisa melakukan negosiasi dengan
klub lain kecuali sudah dilepas. Itu pun harus sesuai mekanisme yang
berlaku,sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga menyampaikan terima kasih
kepada para pemain atas kerja kerasnya sepanjang musim ini. “Kami
ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas kerjasamanya selama ini.
Mulai dari mereka yang sudah berjuang sejak putaran pertama, maupun
yang baru gabung di putaran kedua,sebut Ruddy.
Perjuangan tim kebanggaan Aremania ini dimulai dengan persiapan yang
sangat mepet pada putaran pertama lalu, berdampak tim terseok-seok di
papan bawah. Namun dengan segala daya dan upaya, akhirnya Arema berhasil
lolos dari degradasi dan finish di posisi 12. Sekaligus dari hasil ini
memastikan Singo Edan masih bertahan di ISL musim depan. (tom/bua)
Rabu, 11 Juli 2012
Coba Skema Berbeda
LAMONGAN- Absennya Munhar tampaknya sungguh menjadi pukulan telak bagi
skuadra Singo Edan. Sampai-sampai, tim pelatih Arema harus mengubah
pakem formasi andalannya selama ini demi menyiasati kehilangan palang
pintu asal Sidoarjo tersebut. Klub berlogo kepala singa diyakini bakal
memainkan pola berbeda saat meladeni tuan rumah Persela Lamongan dalam
pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya
sore ini. Dalam simulasi game saat latihan pagi kemarin, tampak tiga stopper
dimainkan sekaligus. Rekan duet Munhar, Seme Pierre Patrick kali ini
dipasangkan dengan Johan Ibo dan Steven Hesketh. Kolaborasi tiga bek
sejajar ini belum pernah dicoba Singo Edan, karena umumnya mengandalkan
dua stopper saja dengan ditopang dua bek sayap untuk melengkapi kuartet
lini belakang. Sebelumnya, head coach Arema, Suharno memang sudah mengutarakan niatnya
mengaplikasikan strategi berbeda untuk meredam Laskar Joko Tingkir
(julukan Persela). Diantaranya adalah formasi 3-6-1. "Dengan formasi
tersebut, kita masih punya tiga orang free di belakang. Artinya kita
akan memperkuat lini tengah untuk memenangkan permainan," beber pelatih
berlisensi A AFC itu.
Dengan strategi ini, artinya dua bek sayap yang biasa beroperasi di lini
belakang akan bergerak lebih maju layaknya gelandang. Namun mereka tak
hanya dituntut efektif menggalang serangan, namun juga aktif membantu
pertahanan. Ada kalanya formasi ini nanti bisa ditransformasikan menjadi
5-3-2, 3-5-2 hingga 3-4-3. "Sebetulnya formasi ini fleksibel. Saat
menyerang maupun bertahan kita bisa siasati cepat perubahannya. Hanya
saja kali ini ada tiga stopper murni di belakang," imbuh asisten pelatih
Joko 'Gethuk' Susilo. Mereka yang berperan sebagai bek sayap adalah Khusnul Yuli dan Johan
Ahmad Farisi atau lebih akrab dipanggil Alfarizie. Sedangkan stabilitas
lini tengah akan dipercayakan pada duet gelandang muda, Hendro Siswanto
dan Ferry Aman Saragih. Dengan strategi lebih memperkuat pertahanan,
bisa jadi Hendro dan Ferry bakal lebih dioptimalkan sebagai gelandang
jangkar. Untuk urusan menopang daya dobrak, Alain N'Kong dan Muhammad Ridhuan
tampaknya bakal berperan ekstra selain sebagai penunjang ujung tombak,
juga mengatur tempo serangan dari second line. Dua legiun impor Singo
Edan ini selain dikenal piawai melakukan tusukan dari lini kedua, juga
aktif menyisir dari sektor sayap. Sedangkan Herman Dzumafo akan tetap menjadi gacoan untuk mengobrak-abrik
jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir. Bomber asal Kamerun yang telah
mengoleksi enam gol untuk Singo Edan itu akan dipasang sebagai target
man, berbeda dari beberapa laga sebelumnya dimana el capitano Arema itu
bermain lebih sebagai penyerang bayangan di belakang striker murni macam
Sunarto. (tom/bua)
skuadra Singo Edan. Sampai-sampai, tim pelatih Arema harus mengubah
pakem formasi andalannya selama ini demi menyiasati kehilangan palang
pintu asal Sidoarjo tersebut. Klub berlogo kepala singa diyakini bakal
memainkan pola berbeda saat meladeni tuan rumah Persela Lamongan dalam
pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya
sore ini. Dalam simulasi game saat latihan pagi kemarin, tampak tiga stopper
dimainkan sekaligus. Rekan duet Munhar, Seme Pierre Patrick kali ini
dipasangkan dengan Johan Ibo dan Steven Hesketh. Kolaborasi tiga bek
sejajar ini belum pernah dicoba Singo Edan, karena umumnya mengandalkan
dua stopper saja dengan ditopang dua bek sayap untuk melengkapi kuartet
lini belakang. Sebelumnya, head coach Arema, Suharno memang sudah mengutarakan niatnya
mengaplikasikan strategi berbeda untuk meredam Laskar Joko Tingkir
(julukan Persela). Diantaranya adalah formasi 3-6-1. "Dengan formasi
tersebut, kita masih punya tiga orang free di belakang. Artinya kita
akan memperkuat lini tengah untuk memenangkan permainan," beber pelatih
berlisensi A AFC itu.
Dengan strategi ini, artinya dua bek sayap yang biasa beroperasi di lini
belakang akan bergerak lebih maju layaknya gelandang. Namun mereka tak
hanya dituntut efektif menggalang serangan, namun juga aktif membantu
pertahanan. Ada kalanya formasi ini nanti bisa ditransformasikan menjadi
5-3-2, 3-5-2 hingga 3-4-3. "Sebetulnya formasi ini fleksibel. Saat
menyerang maupun bertahan kita bisa siasati cepat perubahannya. Hanya
saja kali ini ada tiga stopper murni di belakang," imbuh asisten pelatih
Joko 'Gethuk' Susilo. Mereka yang berperan sebagai bek sayap adalah Khusnul Yuli dan Johan
Ahmad Farisi atau lebih akrab dipanggil Alfarizie. Sedangkan stabilitas
lini tengah akan dipercayakan pada duet gelandang muda, Hendro Siswanto
dan Ferry Aman Saragih. Dengan strategi lebih memperkuat pertahanan,
bisa jadi Hendro dan Ferry bakal lebih dioptimalkan sebagai gelandang
jangkar. Untuk urusan menopang daya dobrak, Alain N'Kong dan Muhammad Ridhuan
tampaknya bakal berperan ekstra selain sebagai penunjang ujung tombak,
juga mengatur tempo serangan dari second line. Dua legiun impor Singo
Edan ini selain dikenal piawai melakukan tusukan dari lini kedua, juga
aktif menyisir dari sektor sayap. Sedangkan Herman Dzumafo akan tetap menjadi gacoan untuk mengobrak-abrik
jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir. Bomber asal Kamerun yang telah
mengoleksi enam gol untuk Singo Edan itu akan dipasang sebagai target
man, berbeda dari beberapa laga sebelumnya dimana el capitano Arema itu
bermain lebih sebagai penyerang bayangan di belakang striker murni macam
Sunarto. (tom/bua)
Paham Karakter Miro
LAMONGAN-Lama bekerja sama dengan Miroslav Janu, membuat Joko 'Gethuk' Susilo
cukup mengenal karakter head coach Persela Lamongan asal Ceko itu.
Termasuk untuk urusan strategi di lapangan. Maklum saja, sejak kali
pertama Miro menjadi pelatih Singo Edan tahun 2007 silam, Gethuk sudah
menjadi asistennya. Termasuk saat Miro kembali mengarsiteki Arema musim
lalu. Pemahaman itulah yang sangat berguna bagi skuadra Singo Edan untuk
meredam Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) sore ini. Gethuk sebagai
asisten pelatih Arema tentunya sudah menjabarkan segala hal yang
diperlukan untuk melemahkan strategi andalan Miro. Sebaliknya pelatih
asal Eropa Timur itu tentu masih sulit memprediksi strategi tim tamu
karena saat ini Arema ditukangi Suharno. Kepada Malang Post, Gethuk memaparkan beberapa karakteristik Miro dalam
meramu skuad besutannya. Satu yang paling menonjol dari sosok der
trainer kelahiran 8 November 1959 itu adalah semangat pantang mundurnya.
Sesulit apapun kondisi internal yang mengganggu persiapan tim, Miro
tetap akan fokus penuh ke pertandingan yang harus dihadapi. Seperti misalnya aksi mogok latihan yang dilakukan para pemain Persela
beberapa waktu lalu lantaran keterlambatan gaji tetap tak akan
mempengaruhi konsentrasi entrenador berusia 53 tahun tersebut jelang
derby Jatim di Stadion Surajaya sore nanti. "Saya melihat Miro adalah
pelatih yang tidak peduli dengan keadaan klub. Entah sedang kondusif
atau tidak. Yang penting bagi dia, setiap pertandingan harus fight,"
beber Gethuk kemarin. Soal skema permainan, pola yang paling familiar dijadikan pakem oleh
mantan asisten pelatih Slavia Prague itu adalah formasi klasik 4-4-2.
"Dia selalu mengandalkan 4-4-2 murni. Jadi serangan mengandalkan bek
sayap dan winger. Kecepatan dari sektor sayap lapangan akan benar-benar
dioptimalkan," urai Gethuk. Untuk menangkal efektifitas permainan 4-4-2 ala Miro, pelatih asal Cepu
itu menilai ada strategi ampuh yang bisa dilakukan Seme Patrick dkk.
Yang paling utama tentu saja tampil disiplin sepanjang 2 x 45 menit.
"Untuk meredamnya kita harus disiplin menjaga sektor sayap dan
standar-standar situasi. Semua lini harus disiplin dan jangan kalah saat
situasi satu lawan satu," tandas tactician berusia 41 tahun tersebut.
Sebagai tim tamu, Arema harus benar-benar rapat membangun benteng
pertahanan karena pasttinya Miro akan menginstruksikan anak asuhnya
untuk tampil ofensif. "Sebagai tuan rumah, mereka pasti akan bermain
menyerang. Kita sebagai tim tamu baiknya meladeni permainan tersebut
tidak total defensif, namun harus lebih rapat dalam organisasi
pertahanan," imbuh Gethuk. Satu hal lagi, pelatih berlisensi A Nasional itu juga menyerukan kepada
Johan Ibo dkk untuk mewaspadai setiap set piece lawan. Hal ini bisa
disiasati dengan meminimalisir pelanggaran di area pertahanan sendiri.
"Bola-bola mati Persela akan sangat berbahaya. Miro adalah salah satu
pelatih yang selalu menekankan latihan set piece untuk timnya," pungkas
Gethuk kepada Malang Post. (tom/bua)
cukup mengenal karakter head coach Persela Lamongan asal Ceko itu.
Termasuk untuk urusan strategi di lapangan. Maklum saja, sejak kali
pertama Miro menjadi pelatih Singo Edan tahun 2007 silam, Gethuk sudah
menjadi asistennya. Termasuk saat Miro kembali mengarsiteki Arema musim
lalu. Pemahaman itulah yang sangat berguna bagi skuadra Singo Edan untuk
meredam Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) sore ini. Gethuk sebagai
asisten pelatih Arema tentunya sudah menjabarkan segala hal yang
diperlukan untuk melemahkan strategi andalan Miro. Sebaliknya pelatih
asal Eropa Timur itu tentu masih sulit memprediksi strategi tim tamu
karena saat ini Arema ditukangi Suharno. Kepada Malang Post, Gethuk memaparkan beberapa karakteristik Miro dalam
meramu skuad besutannya. Satu yang paling menonjol dari sosok der
trainer kelahiran 8 November 1959 itu adalah semangat pantang mundurnya.
Sesulit apapun kondisi internal yang mengganggu persiapan tim, Miro
tetap akan fokus penuh ke pertandingan yang harus dihadapi. Seperti misalnya aksi mogok latihan yang dilakukan para pemain Persela
beberapa waktu lalu lantaran keterlambatan gaji tetap tak akan
mempengaruhi konsentrasi entrenador berusia 53 tahun tersebut jelang
derby Jatim di Stadion Surajaya sore nanti. "Saya melihat Miro adalah
pelatih yang tidak peduli dengan keadaan klub. Entah sedang kondusif
atau tidak. Yang penting bagi dia, setiap pertandingan harus fight,"
beber Gethuk kemarin. Soal skema permainan, pola yang paling familiar dijadikan pakem oleh
mantan asisten pelatih Slavia Prague itu adalah formasi klasik 4-4-2.
"Dia selalu mengandalkan 4-4-2 murni. Jadi serangan mengandalkan bek
sayap dan winger. Kecepatan dari sektor sayap lapangan akan benar-benar
dioptimalkan," urai Gethuk. Untuk menangkal efektifitas permainan 4-4-2 ala Miro, pelatih asal Cepu
itu menilai ada strategi ampuh yang bisa dilakukan Seme Patrick dkk.
Yang paling utama tentu saja tampil disiplin sepanjang 2 x 45 menit.
"Untuk meredamnya kita harus disiplin menjaga sektor sayap dan
standar-standar situasi. Semua lini harus disiplin dan jangan kalah saat
situasi satu lawan satu," tandas tactician berusia 41 tahun tersebut.
Sebagai tim tamu, Arema harus benar-benar rapat membangun benteng
pertahanan karena pasttinya Miro akan menginstruksikan anak asuhnya
untuk tampil ofensif. "Sebagai tuan rumah, mereka pasti akan bermain
menyerang. Kita sebagai tim tamu baiknya meladeni permainan tersebut
tidak total defensif, namun harus lebih rapat dalam organisasi
pertahanan," imbuh Gethuk. Satu hal lagi, pelatih berlisensi A Nasional itu juga menyerukan kepada
Johan Ibo dkk untuk mewaspadai setiap set piece lawan. Hal ini bisa
disiasati dengan meminimalisir pelanggaran di area pertahanan sendiri.
"Bola-bola mati Persela akan sangat berbahaya. Miro adalah salah satu
pelatih yang selalu menekankan latihan set piece untuk timnya," pungkas
Gethuk kepada Malang Post. (tom/bua)
Selasa, 10 Juli 2012
Tak Peduli Masalah Persela
MALANG-Jelang derby Jatim di Stadion Surajaya, Rabu (11/7) besok, tuan rumah
Persela Lamongan justru banyak direcoki permasalahan gaji yang tak
kunjung dibayarkan. Akibatnya, bukannya mematangkan persiapan untuk
menjinakkan Singo Edan, Gustavo Lopes dkk malah mogok latihan. Sejak
pekan lalu, para penggawa Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) menolak
kewajiban latihan selama hak mereka belum dibayarkan.<br>
Pertemuan dengan pihak manajemen yang diwakili Manajer Deby Kurniawan
dan Bendahara Munif Syarif yang dihadiri serta oleh pelatih Miroslav
Janu dengan dua asistennya, Didik Ludiyanto dan Assegaf, Sabtu (7/7)
lalu bahkan dianggap tidak menghasilkan apa-apa. Muncul rumor pemain
Persela akan menolak bertanding bila problem gaji ini tak juga beres
hingga hari-H pertandingan.
Namun desas-desus tersebut ditanggapi dingin oleh kubu Singo Edan. Head
coach Arema, Suharno secara tegas menyatakan problem di kubu lawan tidak
akan mempengaruhi persiapan timnya yang bertekad menjegal Laskar Joko
Tingkir di kandangnya. Menurut pelatih yang rela meninggalkan jabatan di
timnas senior Indonesia demi menyelamatkan Singo Edan dari jerat
degradasi itu, hal yang harus dipikirkan timnya adalah mematangkan
persiapan sebaik mungkin.
Urusan jadi bertanding atau tidak, dianggapnya urusan saat sudah berada
di lapangan. "Saya tidak mau mengomentari soal hal itu (Persela mogok
latihan, Red). Yang kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan tim
sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan demi meraih hasil terbaik
di kandang Persela," seru Suharno usai memimpin latihan timnya di
Stadion Gajayana pagi kemarin.
Suharno menimpali, tentu akan sangat riskan bila Arema terlalu berharap
ketidaksiapan lawan menghadapi derby Jatim besok. Pasalnya, bagaimanapun
Persela adalah tim yang sangat mumpuni dari segi kualitas pemain.
"Mereka secara tim sudah jadi. Saat di lapangan, para pemainnya sudah
saling memahami. Untuk kualitas teknik juga tidak bisa diremehkan.
Karena itulah kita harus tetap waspada walaupun mereka bilang tidak
latihan," lanjut entrenador berlisensi A AFC tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemain Persela melakukan aksi mogok
latihan karena terbentur keterlambatan gaji. Ada yang mengatakan
keterlambatan hingga tiga bulan, namun ada yang menyebut hanya dua
bulan. Rinciannya, gaji untuk bulan April yang dibayarkan bulan Mei dan
gaji bulan Mei yang dibayarkan bulan Juni. Untuk bulan Juni, seharusnya
dibayarkan Juli ini. Tapi belum bisa dikatakan terlambat karena
pembayarannya setiap tanggal 15.
Persela sendiri saat ini bertengger di peringkat empat klasemen
sementara ISL 2011-2012 dan hanya menyisakan satu pertandingan
pamungkas. Andai akhirnya tumbang dari Arema, posisi mereka terancam
melorot karena disalip Persija Jakarta maupun Pelita Jaya FC Karawang.
Namun bila mampu menundukkan Singo Edan, Laskar Joko Tingkir tetap todak
bisa naik ke peringkat tiga karena terpaut enam poin dari Persiwa
Wamena yang sudah mengkapling podium ketiga akhir musim. (tom/bua)
Persela Lamongan justru banyak direcoki permasalahan gaji yang tak
kunjung dibayarkan. Akibatnya, bukannya mematangkan persiapan untuk
menjinakkan Singo Edan, Gustavo Lopes dkk malah mogok latihan. Sejak
pekan lalu, para penggawa Laskar Joko Tingkir (julukan Persela) menolak
kewajiban latihan selama hak mereka belum dibayarkan.<br>
Pertemuan dengan pihak manajemen yang diwakili Manajer Deby Kurniawan
dan Bendahara Munif Syarif yang dihadiri serta oleh pelatih Miroslav
Janu dengan dua asistennya, Didik Ludiyanto dan Assegaf, Sabtu (7/7)
lalu bahkan dianggap tidak menghasilkan apa-apa. Muncul rumor pemain
Persela akan menolak bertanding bila problem gaji ini tak juga beres
hingga hari-H pertandingan.
Namun desas-desus tersebut ditanggapi dingin oleh kubu Singo Edan. Head
coach Arema, Suharno secara tegas menyatakan problem di kubu lawan tidak
akan mempengaruhi persiapan timnya yang bertekad menjegal Laskar Joko
Tingkir di kandangnya. Menurut pelatih yang rela meninggalkan jabatan di
timnas senior Indonesia demi menyelamatkan Singo Edan dari jerat
degradasi itu, hal yang harus dipikirkan timnya adalah mematangkan
persiapan sebaik mungkin.
Urusan jadi bertanding atau tidak, dianggapnya urusan saat sudah berada
di lapangan. "Saya tidak mau mengomentari soal hal itu (Persela mogok
latihan, Red). Yang kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan tim
sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan demi meraih hasil terbaik
di kandang Persela," seru Suharno usai memimpin latihan timnya di
Stadion Gajayana pagi kemarin.
Suharno menimpali, tentu akan sangat riskan bila Arema terlalu berharap
ketidaksiapan lawan menghadapi derby Jatim besok. Pasalnya, bagaimanapun
Persela adalah tim yang sangat mumpuni dari segi kualitas pemain.
"Mereka secara tim sudah jadi. Saat di lapangan, para pemainnya sudah
saling memahami. Untuk kualitas teknik juga tidak bisa diremehkan.
Karena itulah kita harus tetap waspada walaupun mereka bilang tidak
latihan," lanjut entrenador berlisensi A AFC tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemain Persela melakukan aksi mogok
latihan karena terbentur keterlambatan gaji. Ada yang mengatakan
keterlambatan hingga tiga bulan, namun ada yang menyebut hanya dua
bulan. Rinciannya, gaji untuk bulan April yang dibayarkan bulan Mei dan
gaji bulan Mei yang dibayarkan bulan Juni. Untuk bulan Juni, seharusnya
dibayarkan Juli ini. Tapi belum bisa dikatakan terlambat karena
pembayarannya setiap tanggal 15.
Persela sendiri saat ini bertengger di peringkat empat klasemen
sementara ISL 2011-2012 dan hanya menyisakan satu pertandingan
pamungkas. Andai akhirnya tumbang dari Arema, posisi mereka terancam
melorot karena disalip Persija Jakarta maupun Pelita Jaya FC Karawang.
Namun bila mampu menundukkan Singo Edan, Laskar Joko Tingkir tetap todak
bisa naik ke peringkat tiga karena terpaut enam poin dari Persiwa
Wamena yang sudah mengkapling podium ketiga akhir musim. (tom/bua)
Senin, 09 Juli 2012
Motivasi Tingggi Akhir Kompetisi
Layaknya sebuah proses seleksi yang cukup panjang selama satu musim kompetisi,
maka laga Arema menghadapi Persela Lamongan menjadi kunci penutupnya.
Terutama untuk pemain-pemain Arema yang bakal melakoni laga pamungkasnya
di luar kandang, bakal tampil dengan motivasi tinggi.Menyusul di laga terakhir kompetisi Indonesia Super
League (ISL) 2011/2012 ini, boleh jadi kesempatan terakhir Seme
Patrick dkk menunjukkan kepada manajemen bisa dipertahankan untuk musim
depan. Sehingga pemain dituntut tampil lebih maksimal, di Stadion
Surajaya, Lamongan, Rabu (11/7) lusa.Tidak hanya kepada manajemen Arema, penampilan
gemilang pemain tentunya juga sebagai nilai tawar pada klub-klub yang
lain, musim depan. “Saya harap pemain tampil dengan motivasi tinggi di
Lamongan, meski sebenarnya tak hanya pada pertandingan terakhir saja,
seharusnya disetiap pertandingan para pemain tampil maksimal,” ungkap
pelatih Arema, Suharno. Masing-masing pemain memiliki kesempatan untuk unjuk
kebolehan, namun Suharno menekankan kerjasama tim harus tetap
diprioritaskan Dendi Santoso dkk. Meski pada akhirnya nasib
masing-masing pemain ditentukan sendiri, Suharno berharap pasukannya
raih kemenangan dengan sebuah kekompakan.
“Bolehlah para pemain menunjukan skill individu mereka, tapi ingat ini
kerjasama tim dan jangan egois,” harap pelatih yang mematok target
maksimal di kandang Persela ini. Lantaran Suharno ingin membuktikan, tim
asuhannya benar-benar bebas dari jeratan degradasi tanpa bergantung
hasil tim lain.Pemain Arema pun bertekad akan kembali tampil maksimal saat dijamu
Laskar Joko Tingkir (julukan Persela). Baik itu pemain yang langganan
starter maupun pemain yang selama ini cadangan, bertekad ingin
menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Stadion Surajaya, Lamongan.
“Lawan Persela, saya harus bermain maksimal bila dipercaya turun oleh
coach Suharno,” ujar Catur Pamungkas, gelandang Arema. “Ini bukan karena
semata-mata kompetisi akan berakhir, saya akan tampil maksimal. Tapi
saya ingin menyuguhkan penampilan terbaik saya, di pertandingan terakhir
musim ini,” lanjutnya.
Senada dengan mantan pemain Persekam Metro FC tersebut, Sunarto juga
akan menampilkan permainan terbaiknya di kandang Persela. Seperti di
laga yang sudah-sudah, mantan pemain Akademi Arema ini siap tampil
maksimal.“Setiap pertandingan saya tetap berusaha untuk tampil
maksimal, bukan cuma saat laga tertentu saja,” katanya.
Begitu juga dengan Charis Yulianto mengaku akan tampil maksimal. Mantan
pemain Persela ini kemungkinan diproyeksikan oleh Suharno untuk
mengganti posisi Munhar yang absent karena akumulasu kartu kuning. “
Bila dipercaya turun lawan Persela, tentunya saya berusaha tampil tak
mengecewakan,” ucapnya.
maka laga Arema menghadapi Persela Lamongan menjadi kunci penutupnya.
Terutama untuk pemain-pemain Arema yang bakal melakoni laga pamungkasnya
di luar kandang, bakal tampil dengan motivasi tinggi.Menyusul di laga terakhir kompetisi Indonesia Super
League (ISL) 2011/2012 ini, boleh jadi kesempatan terakhir Seme
Patrick dkk menunjukkan kepada manajemen bisa dipertahankan untuk musim
depan. Sehingga pemain dituntut tampil lebih maksimal, di Stadion
Surajaya, Lamongan, Rabu (11/7) lusa.Tidak hanya kepada manajemen Arema, penampilan
gemilang pemain tentunya juga sebagai nilai tawar pada klub-klub yang
lain, musim depan. “Saya harap pemain tampil dengan motivasi tinggi di
Lamongan, meski sebenarnya tak hanya pada pertandingan terakhir saja,
seharusnya disetiap pertandingan para pemain tampil maksimal,” ungkap
pelatih Arema, Suharno. Masing-masing pemain memiliki kesempatan untuk unjuk
kebolehan, namun Suharno menekankan kerjasama tim harus tetap
diprioritaskan Dendi Santoso dkk. Meski pada akhirnya nasib
masing-masing pemain ditentukan sendiri, Suharno berharap pasukannya
raih kemenangan dengan sebuah kekompakan.
“Bolehlah para pemain menunjukan skill individu mereka, tapi ingat ini
kerjasama tim dan jangan egois,” harap pelatih yang mematok target
maksimal di kandang Persela ini. Lantaran Suharno ingin membuktikan, tim
asuhannya benar-benar bebas dari jeratan degradasi tanpa bergantung
hasil tim lain.Pemain Arema pun bertekad akan kembali tampil maksimal saat dijamu
Laskar Joko Tingkir (julukan Persela). Baik itu pemain yang langganan
starter maupun pemain yang selama ini cadangan, bertekad ingin
menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Stadion Surajaya, Lamongan.
“Lawan Persela, saya harus bermain maksimal bila dipercaya turun oleh
coach Suharno,” ujar Catur Pamungkas, gelandang Arema. “Ini bukan karena
semata-mata kompetisi akan berakhir, saya akan tampil maksimal. Tapi
saya ingin menyuguhkan penampilan terbaik saya, di pertandingan terakhir
musim ini,” lanjutnya.
Senada dengan mantan pemain Persekam Metro FC tersebut, Sunarto juga
akan menampilkan permainan terbaiknya di kandang Persela. Seperti di
laga yang sudah-sudah, mantan pemain Akademi Arema ini siap tampil
maksimal.“Setiap pertandingan saya tetap berusaha untuk tampil
maksimal, bukan cuma saat laga tertentu saja,” katanya.
Begitu juga dengan Charis Yulianto mengaku akan tampil maksimal. Mantan
pemain Persela ini kemungkinan diproyeksikan oleh Suharno untuk
mengganti posisi Munhar yang absent karena akumulasu kartu kuning. “
Bila dipercaya turun lawan Persela, tentunya saya berusaha tampil tak
mengecewakan,” ucapnya.
Sabtu, 07 Juli 2012
Panpel LA beri kuota 800 orang
Setelah sempat merebak isu soal bakal dipindahkannya venue
pertandingan Persela Lamongan kontra Arema karena minimnya kapasitas
stadion markas Laskar Joko Tingkir (julukan Persela), Panpel Persela
memastikan bentrok lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012
bertitel derby Jatim tersebut akan tetap dilangsungkan di Stadion
Surajaya Lamongan, 11 Juli mendatang.
Sebelumnya, muncul kekhawatiran tingginya animo Aremania yang ingin
mendukung langsung kiprah tim pujaannya di laga pamungkas Singo Edan
musim ini tak sebanding dengan kapasitas Stadion Surajaya yang hanya
bisa menampung 14 ribu penonton. Padahal dengan jarak Malang-Lamongan
yang tidak terlalu jauh, bukan tidak mungkin ribuan Aremania bakal
ngluruk kota di pesisir Pantai Utara tersebut.
Meski tetap akan digelar di Stadion Surajaya, Panpel Persela masih
bersedia membagi kuota penonton untuk pendukung tim tamu. Sayang,
jumlahnya tidak terlalu besar.
‘’Baru saja (kemarin, Red) kami mengikuti rapat koordinasi dengan Panpel
Persela. Aremania diberi kuota 500 hingga 800 orang,’’ terang Ponidi
alias Tembel, salah satu koordinator suporter Aremania yang kebetulan
kemarin mengikuti rapat koordinasi di Lamongan.<br>
Panpel tuan rumah juga sudah merilis harga tiket masuk Stadion Surajaya.
Yaitu mulai yang termurah harga Rp 20 ribu, lalu Rp 50 ribu dan
tertinggi dibanderol Rp 60 ribu.
‘’Besok (hari ini, Red) tiket sudah bisa dipesan. Kita buka stan tiket
di Korwil Stasiun. Nanti juga akan disosialisasikan ke korwil-korwil
lain,’’ lanjut Tembel ketika dihubungi Malang Post sore kemarin.
Kendati demikian, belum ada rencana untuk membuka pendaftaran tur
Lamongan. Menurut Tembel, waktu sudah cukup mepet. Belum lagi masih ada
banyak pertimbangan lain.
‘’Sementara kita tidak buka pendaftaran tur. Hanya buka pendaftaran
tiket pertandingan saja. Maklum, karena keterbatasan waktu,’’ beber
Aremania asal Sumpil itu.
Pertimbangan lain yang dimaksud Tembel adalah faktor keamanan dan
keselamatan Aremania selama di perjalanan berangkat hingga pulang dari
Lamongan nanti.
Pasalnya, di waktu bersamaan, 11 Juli mendatang akan ada tiga klub Jatim
yang menggelar partai home. Meliputi dua kontestan ISL yaitu Persegres
Gresik United dan Deltras Sidoarjo serta Persebaya 1927 yang
berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012.<br>
Secara geografis, letak ketiga kota ini berdekatan. Terlebih, diantara
ketiga kelompok suporter klub tersebut hubungannya kurang harmonis. Ini
dikhawatirkan bisa berdampak negatif buat rombongan Aremania. <br>
‘’Kita masih akan rapatkan lagi kesiapan keberangkatan ke Lamongan.
Karena harus dipikirkan juga jalur yang akan dilewati hingga
faktor-faktor lain berkaitan keselamatan Aremania selama di
perjalanan,’’ pungkas Tembel yang juga bakal mengkoordinasikannya dengan
manajemen Arema. (tom/bua)
pertandingan Persela Lamongan kontra Arema karena minimnya kapasitas
stadion markas Laskar Joko Tingkir (julukan Persela), Panpel Persela
memastikan bentrok lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012
bertitel derby Jatim tersebut akan tetap dilangsungkan di Stadion
Surajaya Lamongan, 11 Juli mendatang.
Sebelumnya, muncul kekhawatiran tingginya animo Aremania yang ingin
mendukung langsung kiprah tim pujaannya di laga pamungkas Singo Edan
musim ini tak sebanding dengan kapasitas Stadion Surajaya yang hanya
bisa menampung 14 ribu penonton. Padahal dengan jarak Malang-Lamongan
yang tidak terlalu jauh, bukan tidak mungkin ribuan Aremania bakal
ngluruk kota di pesisir Pantai Utara tersebut.
Meski tetap akan digelar di Stadion Surajaya, Panpel Persela masih
bersedia membagi kuota penonton untuk pendukung tim tamu. Sayang,
jumlahnya tidak terlalu besar.
‘’Baru saja (kemarin, Red) kami mengikuti rapat koordinasi dengan Panpel
Persela. Aremania diberi kuota 500 hingga 800 orang,’’ terang Ponidi
alias Tembel, salah satu koordinator suporter Aremania yang kebetulan
kemarin mengikuti rapat koordinasi di Lamongan.<br>
Panpel tuan rumah juga sudah merilis harga tiket masuk Stadion Surajaya.
Yaitu mulai yang termurah harga Rp 20 ribu, lalu Rp 50 ribu dan
tertinggi dibanderol Rp 60 ribu.
‘’Besok (hari ini, Red) tiket sudah bisa dipesan. Kita buka stan tiket
di Korwil Stasiun. Nanti juga akan disosialisasikan ke korwil-korwil
lain,’’ lanjut Tembel ketika dihubungi Malang Post sore kemarin.
Kendati demikian, belum ada rencana untuk membuka pendaftaran tur
Lamongan. Menurut Tembel, waktu sudah cukup mepet. Belum lagi masih ada
banyak pertimbangan lain.
‘’Sementara kita tidak buka pendaftaran tur. Hanya buka pendaftaran
tiket pertandingan saja. Maklum, karena keterbatasan waktu,’’ beber
Aremania asal Sumpil itu.
Pertimbangan lain yang dimaksud Tembel adalah faktor keamanan dan
keselamatan Aremania selama di perjalanan berangkat hingga pulang dari
Lamongan nanti.
Pasalnya, di waktu bersamaan, 11 Juli mendatang akan ada tiga klub Jatim
yang menggelar partai home. Meliputi dua kontestan ISL yaitu Persegres
Gresik United dan Deltras Sidoarjo serta Persebaya 1927 yang
berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012.<br>
Secara geografis, letak ketiga kota ini berdekatan. Terlebih, diantara
ketiga kelompok suporter klub tersebut hubungannya kurang harmonis. Ini
dikhawatirkan bisa berdampak negatif buat rombongan Aremania. <br>
‘’Kita masih akan rapatkan lagi kesiapan keberangkatan ke Lamongan.
Karena harus dipikirkan juga jalur yang akan dilewati hingga
faktor-faktor lain berkaitan keselamatan Aremania selama di
perjalanan,’’ pungkas Tembel yang juga bakal mengkoordinasikannya dengan
manajemen Arema. (tom/bua)
Jumat, 07 Oktober 2011
Dipakai Deltras, Kanjuruhan Lolos Verifikasi
KEPANJEN – Jika Stadion Gajayana Malang, dinyatakan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi kalau ingin lolos verifikasi, justru sebaliknya dengan Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Meski tanpa verifikasi, stadion yang rencananya akan menjadi homebase Deltras Sidoarjo ini sudah dinyatakan lolos verifikasi oleh tim khusus dari Asian Football Confederation (AFC).
Kabar bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen lolos verifikasi itu, kemarin disampaikan oleh Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Abdul Haris. Menurutnya tim AFC batal datang ke Stadion Kanjuruhan, karena menganggap bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen masih layak.
Padahal kedatangan tim AFC ini sendiri, kemarin sangat dinantikan oleh pengelola stasion dan Aremania yang sudah berkumpul di halaman luar Stadion sejak pagi. Mereka ingin menyampaikan kekecewaannya tentang keputusan PSSI yang menjatuhkan pilihan kepada Arema versi Muhammad Nur.
“Kata mereka, Stadion Kanjuruhan Kepanjen ini, sudah bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak perlu dilakukan verifikasi,” ungkap Abdul Haris kepada Malang Post, kemarin siang.
Menurut dia, informasi bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen dianggap masih layak oleh tim AFC, setelah konfirmasi kepada Manager Deltras Sidoarjo, Zaini. Lantaran sebelumnya AFC berencana datang ke Stadion Kanjuruhan. Haris mengaku menghubungi Zaini via telepon, karena sebelum rencana datang ke Kepanjen, tim AFC siang kemarin sedang berada di Sidoarjo.
“Saat saya konfirmasi, katanya tim AFC tidak jadi datang ke Stadion Kanjuruhan. Alasannya karena kondisi stadion ini sudah bisa dipertanggungjawabkan. Artinya Deltras Sidoarjo, bisa memakai Stadion Kanjuruhan sebagai homebase dalam pertandingan kompetisi ISL (Indonesia Super League) 2011-2012 nanti,” yakin Haris.
Ditambahkannya, bahwa Deltras Sidoarjo akan menggunakan Stadion Kanjuruhan Kepanjen sebagai homebase, hanya untuk sementara waktu saja selama Stadion Gelora Delta Sidoarjo diperbaiki. “Ya, Deltras, menggunakan Stadion Kanjuruhan ini sebagai homebase sementara sampai Desember nanti,” pungkasnya.(agp/bua)
Kabar bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen lolos verifikasi itu, kemarin disampaikan oleh Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Abdul Haris. Menurutnya tim AFC batal datang ke Stadion Kanjuruhan, karena menganggap bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen masih layak.
Padahal kedatangan tim AFC ini sendiri, kemarin sangat dinantikan oleh pengelola stasion dan Aremania yang sudah berkumpul di halaman luar Stadion sejak pagi. Mereka ingin menyampaikan kekecewaannya tentang keputusan PSSI yang menjatuhkan pilihan kepada Arema versi Muhammad Nur.
“Kata mereka, Stadion Kanjuruhan Kepanjen ini, sudah bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak perlu dilakukan verifikasi,” ungkap Abdul Haris kepada Malang Post, kemarin siang.
Menurut dia, informasi bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen dianggap masih layak oleh tim AFC, setelah konfirmasi kepada Manager Deltras Sidoarjo, Zaini. Lantaran sebelumnya AFC berencana datang ke Stadion Kanjuruhan. Haris mengaku menghubungi Zaini via telepon, karena sebelum rencana datang ke Kepanjen, tim AFC siang kemarin sedang berada di Sidoarjo.
“Saat saya konfirmasi, katanya tim AFC tidak jadi datang ke Stadion Kanjuruhan. Alasannya karena kondisi stadion ini sudah bisa dipertanggungjawabkan. Artinya Deltras Sidoarjo, bisa memakai Stadion Kanjuruhan sebagai homebase dalam pertandingan kompetisi ISL (Indonesia Super League) 2011-2012 nanti,” yakin Haris.
Ditambahkannya, bahwa Deltras Sidoarjo akan menggunakan Stadion Kanjuruhan Kepanjen sebagai homebase, hanya untuk sementara waktu saja selama Stadion Gelora Delta Sidoarjo diperbaiki. “Ya, Deltras, menggunakan Stadion Kanjuruhan ini sebagai homebase sementara sampai Desember nanti,” pungkasnya.(agp/bua)
Lucky dan M Nur Bawa Dua PT Berbeda
OSO-Ancora ‘Rebutan’ Arema
MALANG -Meski PSSI sebagai otoritas sepakbola Indonesia telah resmi memutuskan Arema dikelola Muhamad Nur, namun manajemen tim yang kini berkantor di Tidar ini belum juga mau terbuka seputar investor mereka. Bahkan hingga jelang kompetisi bergulir, sosok investor itu masih misterius.
‘’Mohon maaf, kalau soal itu (investor Arema, Red), saya belum berwenang menjawab,’’ ungkap Noor Ramadhan, Manajer Media Officer Arema Tidar saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore. Sedangkan M. Nur lagi-lagi sulit untuk dikonfirmasi perihal kejelasan investor Arema ini.
Segala urusan Arema tampaknya telah dipercayakan kepada Lucky Acub Zaenal, pendiri Arema yang kini jalan bersama M. Nur. Pria yang akrab disapa Ikul itu sebelumnya mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk memastikan investor alias penyandang dana tim Arema ini.
Terlepas itu, manejemen Arema versi M. Nur ini memastikan tidak ada masalah dengan anggaran tim Singo Edan semusim kedepan. ‘’Untuk financial, sudah dipersiapkan dana dengan estimasi cukup untuk menjalani satu musim kedepan,’’ yakin Noor Ramadhan tanpa merinci kebutuhan anggaran Arema.
Menariknya, kejelasan sosok investor yang gabung dengan Arema itu justru disampaikan oleh Andi Darussalam Tabusala. Dalam rangkainnya membeberkan fakta kemelut yang terjadi di Arema, pria yang akrab disapa ADS itu memastikan bahwa saat ini sebenarnya ada dua investor yang gabung Arema.
Hebatnya, dua investor tersebut menjalin kerjasama dengan dua PT (Perseroan Terbatas) yang berbeda di Arema. Satu PT dibawah pimpinan Lucky yaitu PT Arema Nusantara Persada dan satu lagi PT dibawah kendali M. Nur yaitu PT Arema Indonesia yang terakhir mendapatkan pengesahan dari PSSI.
‘’Ya, saya tahu bahwa Lucky itu sebenarnya mendirikan PT yang baru yaitu PT Arema Nusantara Persada,’’ ungkap ADS yang sebelumnya mengaku kecewa dengan sikap Lucky terkait dengan pencairan dana dari pihak investor sebesar 250 ribu dolar Singapura atau hampir setara Rp 1,5 miliar itu.
Dana yang menurut ADS cair dari perusahaan Ancora Grup itu, sebenarnya akan digunakan untuk membayar sisa gaji pemain, beberapa waktu lalu. Namun kenyataannya, Lucky yang menjalin kerjasama dengan Ancora tersebut telah dianggap melanggar perjanjian dengan pihak ADS.
‘’Nanti, PT yang dibentuk Lucky itu akan mengikat kerjasama dengan PT Arema Indonesia yang dipegang Pak Nur, karena kelompok usaha yang masuk pastinya lihat PT Arema Indonesia. Suka tidak suka itu fakta, bukan Arema Nusantara Persada yang diakui PSSI, tapi PT Arema Indonesia dibawah Pak Nur,’’ jelasnya.
Namun meski PSSI mengakui M. Nur, pihak Lucky yang terlanjur menerima 250 ribu dolar Singapura itu akhirnya bersinergi dengan PT Arema Indonesia. Meski menurut ADS, sebenarnya Lucky yang membutuhkan M. Nur yang secara sah mengandalikan PT Arema Indonesia.
‘’Lucky butuh Pak Nur, kalau Pak Nur tidak mau, ya berhenti. Tapi yang kerjasama sama dengan investor itu Lucky, ya Ancora itu. Sedangkan dengan Arema Indonesia masih belum, makanya sekarang ini masih hitung-hitungan,’’ yakin mantan Ketua Badan Liga Indonesia ini.
Tak dijelaskan hitung-hitungan yang dimaksudnya. Namun pastinya, Ancora kini harus berhitung dengan OSO Grup yang merupakan investor atau penyandang dana untuk M. Nur. Tepatnya kala pembayaran gaji pemain di Kota Batu, beberapa waktu lalu itu merupakan dana dari OSO Grup melalui Said Amin, pengusaha asal Kalimantan.
‘’Ya, uang pertama yang dikasih itu memang punya OSO melalui Pak Said. Pak Said itu pengusaha di Kalimantan Timur, ya keluarganya Pak Nur. Jadi sampai sekarang OSO itu ada keterikatan dengan Arema. Pasti ada keterikatan dengan Pak Nur, tidak mungkin tidak,’’ yakin ADS.
Hingga kemarin, pihak Ancora pun coba berunding dengan pihak OSO, terkait pengelolaan tim Arema ini. Boleh jadi, perundingan ini juga terkait dengan pembagian komposisi manajemen PT Arema Indonesia. Atau kemungkinan, pihak Ancora dibawah pimpinan Gita Wiryawan itu yang bakal menguasai Arema.
‘’Lihat nanti komposisi di PT Arema Indonesia, saya tidak mau ikut campur urusan itu. Pastinya Ancora itu salah pilih karena mestinya kerjasama dengan PT Arema Indonesia. Ya, kalau Ancora mau masuk, harus bicara dengan pihak OSO,’’ sebut ADS berpesan agar Lucky tak lupa diri jika benar-benar kembali ‘mendapatkan’ Arema.
‘’Lucky itu punya perusahaan lain, tidak ada hubungannya dengan PT Arema Indonesia. Jadi yang kuasa itu Pak Nur, kontrak yang tanda tangan itu ya Pak Nur,’’ sambung ADS mengaku dirinya memback up dan mengakui keabsahan Mantan Sekda kota Malang itu sebagai pengurus Arema.
Sayang, dari pihak Ancora Grup maupuan pihak OSO Grup dibawah pimpinan Oesman Sapta Odang belum bisa dikonfirmasi terkait ‘perebutan’ Arema ini. Lalu bagaimana dengan Medco Grup dibawah pimpinan Arifin Panigoro yang disebut-sebut ikut mendanai M. Nur?
‘’Soal Medco, tidak ada hubungannya,’’ jawab ADS yang mengaku dirinya saat ini juga berstatus sebagai Aremania seperti pendukung Arema yang lain. Untuk itu, ADS mengaku siap berdialog dengan siapa saja terkait Arema. Khususnya menyangkut kemelut yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. (bua
MALANG -Meski PSSI sebagai otoritas sepakbola Indonesia telah resmi memutuskan Arema dikelola Muhamad Nur, namun manajemen tim yang kini berkantor di Tidar ini belum juga mau terbuka seputar investor mereka. Bahkan hingga jelang kompetisi bergulir, sosok investor itu masih misterius.
‘’Mohon maaf, kalau soal itu (investor Arema, Red), saya belum berwenang menjawab,’’ ungkap Noor Ramadhan, Manajer Media Officer Arema Tidar saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore. Sedangkan M. Nur lagi-lagi sulit untuk dikonfirmasi perihal kejelasan investor Arema ini.
Segala urusan Arema tampaknya telah dipercayakan kepada Lucky Acub Zaenal, pendiri Arema yang kini jalan bersama M. Nur. Pria yang akrab disapa Ikul itu sebelumnya mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk memastikan investor alias penyandang dana tim Arema ini.
Terlepas itu, manejemen Arema versi M. Nur ini memastikan tidak ada masalah dengan anggaran tim Singo Edan semusim kedepan. ‘’Untuk financial, sudah dipersiapkan dana dengan estimasi cukup untuk menjalani satu musim kedepan,’’ yakin Noor Ramadhan tanpa merinci kebutuhan anggaran Arema.
Menariknya, kejelasan sosok investor yang gabung dengan Arema itu justru disampaikan oleh Andi Darussalam Tabusala. Dalam rangkainnya membeberkan fakta kemelut yang terjadi di Arema, pria yang akrab disapa ADS itu memastikan bahwa saat ini sebenarnya ada dua investor yang gabung Arema.
Hebatnya, dua investor tersebut menjalin kerjasama dengan dua PT (Perseroan Terbatas) yang berbeda di Arema. Satu PT dibawah pimpinan Lucky yaitu PT Arema Nusantara Persada dan satu lagi PT dibawah kendali M. Nur yaitu PT Arema Indonesia yang terakhir mendapatkan pengesahan dari PSSI.
‘’Ya, saya tahu bahwa Lucky itu sebenarnya mendirikan PT yang baru yaitu PT Arema Nusantara Persada,’’ ungkap ADS yang sebelumnya mengaku kecewa dengan sikap Lucky terkait dengan pencairan dana dari pihak investor sebesar 250 ribu dolar Singapura atau hampir setara Rp 1,5 miliar itu.
Dana yang menurut ADS cair dari perusahaan Ancora Grup itu, sebenarnya akan digunakan untuk membayar sisa gaji pemain, beberapa waktu lalu. Namun kenyataannya, Lucky yang menjalin kerjasama dengan Ancora tersebut telah dianggap melanggar perjanjian dengan pihak ADS.
‘’Nanti, PT yang dibentuk Lucky itu akan mengikat kerjasama dengan PT Arema Indonesia yang dipegang Pak Nur, karena kelompok usaha yang masuk pastinya lihat PT Arema Indonesia. Suka tidak suka itu fakta, bukan Arema Nusantara Persada yang diakui PSSI, tapi PT Arema Indonesia dibawah Pak Nur,’’ jelasnya.
Namun meski PSSI mengakui M. Nur, pihak Lucky yang terlanjur menerima 250 ribu dolar Singapura itu akhirnya bersinergi dengan PT Arema Indonesia. Meski menurut ADS, sebenarnya Lucky yang membutuhkan M. Nur yang secara sah mengandalikan PT Arema Indonesia.
‘’Lucky butuh Pak Nur, kalau Pak Nur tidak mau, ya berhenti. Tapi yang kerjasama sama dengan investor itu Lucky, ya Ancora itu. Sedangkan dengan Arema Indonesia masih belum, makanya sekarang ini masih hitung-hitungan,’’ yakin mantan Ketua Badan Liga Indonesia ini.
Tak dijelaskan hitung-hitungan yang dimaksudnya. Namun pastinya, Ancora kini harus berhitung dengan OSO Grup yang merupakan investor atau penyandang dana untuk M. Nur. Tepatnya kala pembayaran gaji pemain di Kota Batu, beberapa waktu lalu itu merupakan dana dari OSO Grup melalui Said Amin, pengusaha asal Kalimantan.
‘’Ya, uang pertama yang dikasih itu memang punya OSO melalui Pak Said. Pak Said itu pengusaha di Kalimantan Timur, ya keluarganya Pak Nur. Jadi sampai sekarang OSO itu ada keterikatan dengan Arema. Pasti ada keterikatan dengan Pak Nur, tidak mungkin tidak,’’ yakin ADS.
Hingga kemarin, pihak Ancora pun coba berunding dengan pihak OSO, terkait pengelolaan tim Arema ini. Boleh jadi, perundingan ini juga terkait dengan pembagian komposisi manajemen PT Arema Indonesia. Atau kemungkinan, pihak Ancora dibawah pimpinan Gita Wiryawan itu yang bakal menguasai Arema.
‘’Lihat nanti komposisi di PT Arema Indonesia, saya tidak mau ikut campur urusan itu. Pastinya Ancora itu salah pilih karena mestinya kerjasama dengan PT Arema Indonesia. Ya, kalau Ancora mau masuk, harus bicara dengan pihak OSO,’’ sebut ADS berpesan agar Lucky tak lupa diri jika benar-benar kembali ‘mendapatkan’ Arema.
‘’Lucky itu punya perusahaan lain, tidak ada hubungannya dengan PT Arema Indonesia. Jadi yang kuasa itu Pak Nur, kontrak yang tanda tangan itu ya Pak Nur,’’ sambung ADS mengaku dirinya memback up dan mengakui keabsahan Mantan Sekda kota Malang itu sebagai pengurus Arema.
Sayang, dari pihak Ancora Grup maupuan pihak OSO Grup dibawah pimpinan Oesman Sapta Odang belum bisa dikonfirmasi terkait ‘perebutan’ Arema ini. Lalu bagaimana dengan Medco Grup dibawah pimpinan Arifin Panigoro yang disebut-sebut ikut mendanai M. Nur?
‘’Soal Medco, tidak ada hubungannya,’’ jawab ADS yang mengaku dirinya saat ini juga berstatus sebagai Aremania seperti pendukung Arema yang lain. Untuk itu, ADS mengaku siap berdialog dengan siapa saja terkait Arema. Khususnya menyangkut kemelut yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. (bua
Rabu, 14 September 2011
Awas Jatah LCA Hilang
MALANGPOST - Meski musim lalu Arema hanya bercokol di posisi runner up, tim berjuluk Singo Edan ini sejatinya berpeluang tampil di ajang AFC Champions League atau Liga Champions Asia musim depan. Minimal memulainya dari babak play off.
Pasalnya untuk musim kemarin, PSSI gagal menggelar pertandingan Copa atau Piala Indonesia yang semestinya sang juara berhak tampil di play off LCA. Sedangkan Arema seharusnya cukup mendapat jatah tampil di AFC Cup.
Kini, baik Arema maupun Persipura yang mendapat jatah langsung tampil di LCA terancam batal. Itu jika AFC (Asian Football Confederation) benar-benar menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait persiapan kompetisi yang amburadul.
Bukan hanya lantaran format kompetisi yang rencananya digelar dua wilayah, namun juga kemungkinan karena jadwal kompetisi yang molor. Menyusul ada indikasi PSSI bakal menunda kompetisi hingga bulan November nanti.
’’Kami prihatin dan kalau benar kompetisi ini ditunda tentu kami kecewa,’’ ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. ’’Ya, keputusan itu sungguh mengecewakan bagi Arema maupun Aremania, karena kita punya kans untuk promosi di level Asia,’’ sambungnya.
Hingga kini memang belum ada rilis resmi dari PSSI untuk rencana penundaan kompetisi tersebut. Namun dari keterangan dua anggota Exco (Eksekutif Komite) PSSI yaitu, Bob Hippy dan Tony Apriliani, kemungkinan besar jadwal kompetisi bakal molor.
Bagi PSSI tampaknya sanksi AFC tak lagi digubris. Terbukti saat AFC menetapkan kompetisi profesinal itu maksimal diikuti 18 klub, PSSI justru merumuskan kompetisi dua wilayah yang rencananya diikuti 34 klub professional.
Arema sendiri tetap berharap, PSSI masih konsisten dengan agenda semula yaitu mulai menggelar kompetisi pada 8 Oktober nanti. Atau paling lambat sebelum 14 Oktober, lantaran pada tanggal tersebut merupakan deadline AFC untuk Indonesia memulai kompetisi professional.
Sementara itu, sesuai agenda dari PSSI, pada Selasa (20/9) depan, seluruh klub yang akan mengikuti kompetisi sudah mulai melakukan regristrasi ulang. Termasuk mulai mendaftarkan pemain yang telah dikontrak masing-masing klub.
Bagaimana Arema yang hingga kini masih dilanda dualisme kepengurusan? ’’Kami sangat siap dengan apapun yang menjadi syarat yang diminta PSSI, kami tetap menyuarakan agar kami bersatu,’’ jawab Darmaji kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut mantan wartawan yang mewakili manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini, PSSI diharapkan bisa objektif dan transparan terkait dengan proses regristrasi ulang tersebut.
’’Khususnya terkait kesiapan di lima aspek klub profesional, regristrasi ulang harus transparan dan semestinya mulai saat ini kembali disosialisasikan apa saja yang perlu dilengkapi dan disyaratkan untuk regristrasi ulang itu,’’ pungkas Darmaji.
Selama ini muncul kekhawatiran dari kubu Rendra, PSSI akan cenderung memihak pada kubu Muhammad Nur. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung no 9 ‘menantang’ PSSI mengirimkan tim ad hoc untuk melakukan verifikasi faktual di Malang. (bua)
Pasalnya untuk musim kemarin, PSSI gagal menggelar pertandingan Copa atau Piala Indonesia yang semestinya sang juara berhak tampil di play off LCA. Sedangkan Arema seharusnya cukup mendapat jatah tampil di AFC Cup.
Kini, baik Arema maupun Persipura yang mendapat jatah langsung tampil di LCA terancam batal. Itu jika AFC (Asian Football Confederation) benar-benar menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait persiapan kompetisi yang amburadul.
Bukan hanya lantaran format kompetisi yang rencananya digelar dua wilayah, namun juga kemungkinan karena jadwal kompetisi yang molor. Menyusul ada indikasi PSSI bakal menunda kompetisi hingga bulan November nanti.
’’Kami prihatin dan kalau benar kompetisi ini ditunda tentu kami kecewa,’’ ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. ’’Ya, keputusan itu sungguh mengecewakan bagi Arema maupun Aremania, karena kita punya kans untuk promosi di level Asia,’’ sambungnya.
Hingga kini memang belum ada rilis resmi dari PSSI untuk rencana penundaan kompetisi tersebut. Namun dari keterangan dua anggota Exco (Eksekutif Komite) PSSI yaitu, Bob Hippy dan Tony Apriliani, kemungkinan besar jadwal kompetisi bakal molor.
Bagi PSSI tampaknya sanksi AFC tak lagi digubris. Terbukti saat AFC menetapkan kompetisi profesinal itu maksimal diikuti 18 klub, PSSI justru merumuskan kompetisi dua wilayah yang rencananya diikuti 34 klub professional.
Arema sendiri tetap berharap, PSSI masih konsisten dengan agenda semula yaitu mulai menggelar kompetisi pada 8 Oktober nanti. Atau paling lambat sebelum 14 Oktober, lantaran pada tanggal tersebut merupakan deadline AFC untuk Indonesia memulai kompetisi professional.
Sementara itu, sesuai agenda dari PSSI, pada Selasa (20/9) depan, seluruh klub yang akan mengikuti kompetisi sudah mulai melakukan regristrasi ulang. Termasuk mulai mendaftarkan pemain yang telah dikontrak masing-masing klub.
Bagaimana Arema yang hingga kini masih dilanda dualisme kepengurusan? ’’Kami sangat siap dengan apapun yang menjadi syarat yang diminta PSSI, kami tetap menyuarakan agar kami bersatu,’’ jawab Darmaji kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut mantan wartawan yang mewakili manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini, PSSI diharapkan bisa objektif dan transparan terkait dengan proses regristrasi ulang tersebut.
’’Khususnya terkait kesiapan di lima aspek klub profesional, regristrasi ulang harus transparan dan semestinya mulai saat ini kembali disosialisasikan apa saja yang perlu dilengkapi dan disyaratkan untuk regristrasi ulang itu,’’ pungkas Darmaji.
Selama ini muncul kekhawatiran dari kubu Rendra, PSSI akan cenderung memihak pada kubu Muhammad Nur. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung no 9 ‘menantang’ PSSI mengirimkan tim ad hoc untuk melakukan verifikasi faktual di Malang. (bua)
Berharap Konflik Segera Usai
WAMENA-Belum usainya konflik intern di tubuh Arema membuat Aremania Wamena, Papua ikut gelisah. Apalagi, kompetisi musim depan semakin dekat sehingga tim sudah harus konsentrasi menghadapi ajang sepak bola level tertinggi di negeri ini. Melalui Halal Bihalal yang digelar Aremania Wamena Minggu (11/9) kemarin siang di rumah Slamet, salah satu tokoh Aremania Wamena asal Lawang, mereka menginginkan konflik internal segera cepat terselesaikan.
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
Sabtu, 10 September 2011
Terbaik Untuk Arema
MALANGPOST – Satu per satu pemain resmi skuad Arema Indonesia menginjakkan kakinya di kandang singa. Kali ini, giliran penyerang lincah, Talaohu Abdul Musafri yang mulai gabung dalam serangkaian program persiapan menyambut musim mendatang oleh tim Singo Edan. Dia langsung ikut menjalani tes fisik bersama Saktiawan Sinaga dkk di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin.
Mantan pemain Persiter Ternate ini mengaku baru tiba di kota Malang, siang kemarin. Meski demikian, dia tidak merasa lelah ataupun letih setelah menjalani perjalanan udara dari rumah keluarga besar istrinya, di Lampung ke Malang. Sore harinya, Musafri memutuskan untuk langsung gabung rekan setimnya, tak terkecuali melahap serangkaian beep test Arema. Buah semangat tingginya, dia meraih catatan terbaik dalam pelaksanaan hari pertama test fisik tersebut.
Musafri menyelesaikan tingkatan tes, pada level 13 tahap 2. Musafri unggul dari raihan level pemain resmi Arema yang sebelumnya lebih dahulu gabung latihan tim. Meliputi, Johan Al Farizi (level 12 tahap 2), kiper Dian Agus Prasetyo dan Leonard Tupamahu yang kompak hingga level 11 tahap 2, Waluyo pada level 10 tahap 5 dan Juan Revi Auriqto level 10. Sepanjang membela Arema semusim lalu, Musafri tercatat pemain yang mampu secara baik menjaga kondisinya.
‘’Saya hanya coba maksimal saja dan mengimbagi pemain-pemain muda saat barengan jalani test tadi (sore kemarin, Red). Saya tidak harus paksakan masuk level berapa. Saya jalani dengan semampunya, tidak perlu dikurangi dan ditambah-tambah,” terang Musafri seusai geberan beep test berakhir, petang kemarin.
Disisi lain, optimisme memberikan yang terbaik bagi Arema diapungkan mantan top skor Liga Indonesia bersama di Persiba Balikpapan ini. Musafri siap bersaing meraih tempat utama di tim sembari percaya sepenuhnya kepada tim pelatih. Paling tidak, dia kini harus bersaing berebut tempat dengan bomber seperti Saktiawan Sinaga dan Yongki Ariwibowo.
Sebagai modal, dirinya akan berusaha selalu dalam posisi terbaik dan siap tampil membela Singo Edan musim depan. ‘’Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Arema, tentunya harus lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” tutup pemain bernomor punggung 29 Arema ini. (poy/bua)
Mantan pemain Persiter Ternate ini mengaku baru tiba di kota Malang, siang kemarin. Meski demikian, dia tidak merasa lelah ataupun letih setelah menjalani perjalanan udara dari rumah keluarga besar istrinya, di Lampung ke Malang. Sore harinya, Musafri memutuskan untuk langsung gabung rekan setimnya, tak terkecuali melahap serangkaian beep test Arema. Buah semangat tingginya, dia meraih catatan terbaik dalam pelaksanaan hari pertama test fisik tersebut.
Musafri menyelesaikan tingkatan tes, pada level 13 tahap 2. Musafri unggul dari raihan level pemain resmi Arema yang sebelumnya lebih dahulu gabung latihan tim. Meliputi, Johan Al Farizi (level 12 tahap 2), kiper Dian Agus Prasetyo dan Leonard Tupamahu yang kompak hingga level 11 tahap 2, Waluyo pada level 10 tahap 5 dan Juan Revi Auriqto level 10. Sepanjang membela Arema semusim lalu, Musafri tercatat pemain yang mampu secara baik menjaga kondisinya.
‘’Saya hanya coba maksimal saja dan mengimbagi pemain-pemain muda saat barengan jalani test tadi (sore kemarin, Red). Saya tidak harus paksakan masuk level berapa. Saya jalani dengan semampunya, tidak perlu dikurangi dan ditambah-tambah,” terang Musafri seusai geberan beep test berakhir, petang kemarin.
Disisi lain, optimisme memberikan yang terbaik bagi Arema diapungkan mantan top skor Liga Indonesia bersama di Persiba Balikpapan ini. Musafri siap bersaing meraih tempat utama di tim sembari percaya sepenuhnya kepada tim pelatih. Paling tidak, dia kini harus bersaing berebut tempat dengan bomber seperti Saktiawan Sinaga dan Yongki Ariwibowo.
Sebagai modal, dirinya akan berusaha selalu dalam posisi terbaik dan siap tampil membela Singo Edan musim depan. ‘’Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Arema, tentunya harus lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” tutup pemain bernomor punggung 29 Arema ini. (poy/bua)
Fisik Pemain Memuaskan
MALANGPOST – Serangkaian persiapan coba disusun skuad Arema Indonesia menghadapi kompetisi professional level I musim depan. Sore kemarin, tim pelatih Singo Edan giliran menuangkan tes ketahanan fisik (endurance) bagi pemain di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Mereka ingin mengetahui sejauhmana tingkatan endurance terakhir dan mengukur VO2 Maks pemain sebagai bahan acuan pelatih dalam melanjutkan program latihan kedepannya.
Sesuai agenda, tes fisik ini digeber dalam dua hari beruntun, kemarin dan sore ini. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pelatih yang dibantu tenaga dari fakultas ilmu keolahragaaan Universitas Malang (UM) ini lebih ke konsentrasi pada penggemblengan materi beep test.
Pemain berlari melintasi lintasan berjarak 20 meter dengan tahapan level tempo semakin cepat. Sedangkan, hari kedua tes, sore ini pemain akan dihadapkan menu pengukuran tingkatan endurance yang dikemas dengan materi kelincahan.
Khusus untuk beep test, asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo membagi amunisinya menjadi empat grup. Grup I : Leonard Tupamahu, Purwaka Yudhi, Waluyo, Aji Saka (gk), Dian Agus Prasetyo (gk) dan Teguh Amirudin (gk). Grup II : Roman Golian, Saktiawan Sinaga, Juan Revi, Esteban Guilien, Johan Alfarizi dan Dicho Kurniawan. Grup III : Musafri, Andri Lesmana, Zaenal Soli, Gilang Dedik Permadi dan Lucky Ariawan. Grup IV : Andik, Dedik Priyo, Teguh Ary, Darmawan dan M Rofik.
‘’Dari tes ini, kami bisa mengetahui perkembangan terakhir dari tingkat endurance pemain. Meski belum terima hasil dari tes ini, kami melihat kondisi endurance pemain baik dengan menjalani test maksimal. Kondisi itu tentunya sesuai harapan kami,” terang Joko kepada Malang Post, seusai memimpin beep test, petang kemarin.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, TA Musafri menjadi pemain yang memiliki tingkatan endurance terbaik. Striker asal Ternate ini mampu melalui tingkatan level 13 tahap 2 yang jauh unggul diatas raihan level pemain lainnya. Diluar dugaan, dibawah catatan Musafri, dua pemain Arema Indonesia U-21 berhasil menjadi yang terbaik, Zaenal Soli dan Dicho Kurniawan yang sukses melalui level 12.
Kiper baru Arema, Dian Agus Prasetyo meraih catatan terbaik di sektor penjaga gawang mengungguli Aji Saka dan Teguh Amirudin, kiper Arema U-21. Mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini mampu menggapai level 11 tahap 2. Sedangkan Aji hanya mampu melewati level 8. Sedangkan, pemain resmi Arema lainnya yang meraih catatan baik adalah Johan Al Farizi (level 12 tahap 2).
‘’Besok (hari ini, Red), kami melanjutkan tes fisik. Materi test nantinya diantaranya terdapat kelincahan dan jump. Tes fisik ini penting bagi kami dan pemain sebelum berlanjut ke program persiapan tim kedepannya,” pungkas Gethuk. (poy/bua)
Sesuai agenda, tes fisik ini digeber dalam dua hari beruntun, kemarin dan sore ini. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pelatih yang dibantu tenaga dari fakultas ilmu keolahragaaan Universitas Malang (UM) ini lebih ke konsentrasi pada penggemblengan materi beep test.
Pemain berlari melintasi lintasan berjarak 20 meter dengan tahapan level tempo semakin cepat. Sedangkan, hari kedua tes, sore ini pemain akan dihadapkan menu pengukuran tingkatan endurance yang dikemas dengan materi kelincahan.
Khusus untuk beep test, asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo membagi amunisinya menjadi empat grup. Grup I : Leonard Tupamahu, Purwaka Yudhi, Waluyo, Aji Saka (gk), Dian Agus Prasetyo (gk) dan Teguh Amirudin (gk). Grup II : Roman Golian, Saktiawan Sinaga, Juan Revi, Esteban Guilien, Johan Alfarizi dan Dicho Kurniawan. Grup III : Musafri, Andri Lesmana, Zaenal Soli, Gilang Dedik Permadi dan Lucky Ariawan. Grup IV : Andik, Dedik Priyo, Teguh Ary, Darmawan dan M Rofik.
‘’Dari tes ini, kami bisa mengetahui perkembangan terakhir dari tingkat endurance pemain. Meski belum terima hasil dari tes ini, kami melihat kondisi endurance pemain baik dengan menjalani test maksimal. Kondisi itu tentunya sesuai harapan kami,” terang Joko kepada Malang Post, seusai memimpin beep test, petang kemarin.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, TA Musafri menjadi pemain yang memiliki tingkatan endurance terbaik. Striker asal Ternate ini mampu melalui tingkatan level 13 tahap 2 yang jauh unggul diatas raihan level pemain lainnya. Diluar dugaan, dibawah catatan Musafri, dua pemain Arema Indonesia U-21 berhasil menjadi yang terbaik, Zaenal Soli dan Dicho Kurniawan yang sukses melalui level 12.
Kiper baru Arema, Dian Agus Prasetyo meraih catatan terbaik di sektor penjaga gawang mengungguli Aji Saka dan Teguh Amirudin, kiper Arema U-21. Mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini mampu menggapai level 11 tahap 2. Sedangkan Aji hanya mampu melewati level 8. Sedangkan, pemain resmi Arema lainnya yang meraih catatan baik adalah Johan Al Farizi (level 12 tahap 2).
‘’Besok (hari ini, Red), kami melanjutkan tes fisik. Materi test nantinya diantaranya terdapat kelincahan dan jump. Tes fisik ini penting bagi kami dan pemain sebelum berlanjut ke program persiapan tim kedepannya,” pungkas Gethuk. (poy/bua)
Jumat, 09 September 2011
Sunarto-Roman Cedera
MALANGPOST - Belum genap sepekan menggeber latihan, badai cedera mulai menghampiri skuad Arema Indonesia. Dua pemain Singo Edan, Sunarto dan Chmelo ‘CR-9’ Roman terpaksa harus tersingkir dari menu latihan tim yang digeber di Lapangan Tunjung Sekar, Lowokwaru, sore kemarin. Keduanya mengalami cedera pada bagian paha kanannya.
Sunarto kembali mengalami luka sobek pada otot paha kanannya. Cedera itu terdeteksi cedera lama yang sempat dialami Sunarto pada musim kemarin. Bomber muda jebolan Akademi Arema ini diperkirakan harus absen dalam tiga sampai empat minggu kedepan untuk memaksimalkan proses penyembuhannya.
‘’Cedera Sunarto bukan termasuk hamstring, tapi ada luka sobek pada paha kanannya. Luka itu sepertinya luka lama yang sebelumnya dialaminya, karena letaknya sama. Kami masih memeriksanya. Dia harus istirahat tiga sampai empat pekan,” terang Dokter tim Arema, Alberts Rudianto kepada Malang Post, sore kemarin.
Lain Sunarto, lain halnya Roman. Gelandang asal Slovakia ini mengalami cedera hamstring paha kanannya. Disaat menanti kepastian perpanjangan kontrak, dia harus menjalani progam pemulihan cedera. Kontraknya di Arema akan berakhir pada akhir September, nanti. Belum ada rilis dari manajemen terkait perpanjangan kontraknya.
Berbeda dengan Sunato, Roman harus absen beberapa hari kedepan demi memaksimalkan program pemulihan cederanya. Menurut dokter Arema, cedera itu mulai dirasakan Roman disaat melahap game dalam rangkaian menu latihan tim di Lapangan Tunjung Sekar, Rabu (7/9) lalu.
Meski cedera, mereka berdua cukup disiplin dengan tetap hadir pada latihan tim dan menjalani latihan ringan di lapanga yang sama, sore kemarin. ''Roman alami cedera hamstring pada bagian depan paha kanannya. Otot paha Roman tertarik. Kalau untuknya, butuh waktu istirahat beberapa hari untuk pemulihan cedera, tidak selama Sunarto,” tambah Albert. (poy/bua)
Sunarto kembali mengalami luka sobek pada otot paha kanannya. Cedera itu terdeteksi cedera lama yang sempat dialami Sunarto pada musim kemarin. Bomber muda jebolan Akademi Arema ini diperkirakan harus absen dalam tiga sampai empat minggu kedepan untuk memaksimalkan proses penyembuhannya.
‘’Cedera Sunarto bukan termasuk hamstring, tapi ada luka sobek pada paha kanannya. Luka itu sepertinya luka lama yang sebelumnya dialaminya, karena letaknya sama. Kami masih memeriksanya. Dia harus istirahat tiga sampai empat pekan,” terang Dokter tim Arema, Alberts Rudianto kepada Malang Post, sore kemarin.
Lain Sunarto, lain halnya Roman. Gelandang asal Slovakia ini mengalami cedera hamstring paha kanannya. Disaat menanti kepastian perpanjangan kontrak, dia harus menjalani progam pemulihan cedera. Kontraknya di Arema akan berakhir pada akhir September, nanti. Belum ada rilis dari manajemen terkait perpanjangan kontraknya.
Berbeda dengan Sunato, Roman harus absen beberapa hari kedepan demi memaksimalkan program pemulihan cederanya. Menurut dokter Arema, cedera itu mulai dirasakan Roman disaat melahap game dalam rangkaian menu latihan tim di Lapangan Tunjung Sekar, Rabu (7/9) lalu.
Meski cedera, mereka berdua cukup disiplin dengan tetap hadir pada latihan tim dan menjalani latihan ringan di lapanga yang sama, sore kemarin. ''Roman alami cedera hamstring pada bagian depan paha kanannya. Otot paha Roman tertarik. Kalau untuknya, butuh waktu istirahat beberapa hari untuk pemulihan cedera, tidak selama Sunarto,” tambah Albert. (poy/bua)
Jalani Beep Test
MALANG – Usai beberapa hari menjalani lataihan pra kondisi, penggawa skuad Arema Indonesia dijadwalkan menjalani beep test di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore ini. Beep test ini termasuk rangkaian tes fisik yang lebih mengarah pada endurance atau ketahanan pemain. Tes ini sebagai salah satu langkah Singo Edan untuk menyusun program persiapan sebelum kompetisi musim kedepan.
Asisten Pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo mengatakan, dari tes tersebut akan diketahui sejauhmana perkembangan terakhir ketahanan fisik para pemainnya. Hasil tes itupun akan dipakai sebagai bahan dasar dari tim pelatih dalam memberikan menu latihan peningkatan ketahanan fisik pemain kedepannya.
‘’Dari beep test itu, kami akan dapatkan penilaian dari perkembangan terakhir kondisi dari masing-masing pemain. Karena tes ini berfungsi mengukur VO2 Maks pemain. Hasil dari tes itu, kami bisa sesuaikan dalam menyusun program peningkatan ketahanan fisik pemain,” terang pelatih asal Cepu ini kepada Malang Post, sore kemarin.
Sekedar diketahui, VO2 Maks adalah kemampuan maksimal seseorang untuk menghirup oksigen. Menurut Gethuk, jika tingkatan endurance pemainnya dibawah, maka pemain bersangkutan bakal mendapatkan menu latihan peningkatan endurance lebih banyak dibandingkan pemain yang memiliki nilai endurance lebih baik.
Untuk mendukung program beep test, manajemen Arema akan bekerja sama dengan Universitas Malang. Beep test ini merupakan tes yang dijalankan atlit profesional dalam mengukur tingkatan endurance-nya. Kebetulan bagi tim berjuluk SIngo Edan ini, bukan hal baru dalam melakukan beep test karena beberapa kali telah melakukan tes ini setiap jelasng memasuki pra musim kompetisi.
‘’Dari hasil beep test ini bukan kemudian akan memutuskan tingkatan endurance pemain tidak layak atau tidak masuk dalam standart yang diinginkan Arema. Melainkan, beep test ini akan menjadi awal dari semua program latihan tim. Dari latihan yang sudah kita lalui, otot-otot pemain sudah kembali kuat, jadi mereka sudah siap lalui tes ini,” pungkas Gethuk.
Menurut rencana, rangkaian tes fisik ini akan digelar dua hari. Setelah hari ini tes endurance, dilanjutkan besok berupa tes kecepatan (speed), kelincahan dan kekuatan. Semua tes tersebut tetap dipimpin Gethuk, selama Arema belum memutuskan headcoach atau pelatih kepala yang bakal menangani Arema. (poy/bua)
Asisten Pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo mengatakan, dari tes tersebut akan diketahui sejauhmana perkembangan terakhir ketahanan fisik para pemainnya. Hasil tes itupun akan dipakai sebagai bahan dasar dari tim pelatih dalam memberikan menu latihan peningkatan ketahanan fisik pemain kedepannya.
‘’Dari beep test itu, kami akan dapatkan penilaian dari perkembangan terakhir kondisi dari masing-masing pemain. Karena tes ini berfungsi mengukur VO2 Maks pemain. Hasil dari tes itu, kami bisa sesuaikan dalam menyusun program peningkatan ketahanan fisik pemain,” terang pelatih asal Cepu ini kepada Malang Post, sore kemarin.
Sekedar diketahui, VO2 Maks adalah kemampuan maksimal seseorang untuk menghirup oksigen. Menurut Gethuk, jika tingkatan endurance pemainnya dibawah, maka pemain bersangkutan bakal mendapatkan menu latihan peningkatan endurance lebih banyak dibandingkan pemain yang memiliki nilai endurance lebih baik.
Untuk mendukung program beep test, manajemen Arema akan bekerja sama dengan Universitas Malang. Beep test ini merupakan tes yang dijalankan atlit profesional dalam mengukur tingkatan endurance-nya. Kebetulan bagi tim berjuluk SIngo Edan ini, bukan hal baru dalam melakukan beep test karena beberapa kali telah melakukan tes ini setiap jelasng memasuki pra musim kompetisi.
‘’Dari hasil beep test ini bukan kemudian akan memutuskan tingkatan endurance pemain tidak layak atau tidak masuk dalam standart yang diinginkan Arema. Melainkan, beep test ini akan menjadi awal dari semua program latihan tim. Dari latihan yang sudah kita lalui, otot-otot pemain sudah kembali kuat, jadi mereka sudah siap lalui tes ini,” pungkas Gethuk.
Menurut rencana, rangkaian tes fisik ini akan digelar dua hari. Setelah hari ini tes endurance, dilanjutkan besok berupa tes kecepatan (speed), kelincahan dan kekuatan. Semua tes tersebut tetap dipimpin Gethuk, selama Arema belum memutuskan headcoach atau pelatih kepala yang bakal menangani Arema. (poy/bua)
Selasa, 06 September 2011
Tanpa Batas Waktu
MALANGPOST - Jika mengacu pada keterangan Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus beberapa waktu lalu, persoalan internal Arema semestinya harus tuntas sebelum Senin (5/9) kemarin. Menyusul PSSI rencananya menyerahkan dokumen klub professional ke AFC (Asian Football Confederation), kemarin.
Nyatanya deadline atau batas waktu untuk penyelesaian masalah Arema itu masih bisa molor. Bahkan PSSI sendiri melalui Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum, belum menegaskan rencana penyerahan dokumen klub professional itu ke AFC. Meski beberapa hari ini PSSI rapat bersama otoritas sepakbola Asia itu. ‘’Kita sudah rapat di AFC, mulai Sabtu, Minggu, sampai Senin tadi pagi (kemarin, Red.),’’ ungkap Djohar saat dikonfirmasi Malang Post terkait jadwal PSSI yang rencananya Senin (5/8) kemarin menyerahkan kelengkapan kompetisi ke AFC. ‘’Jadi besok (hari ini, Red) dari FIFA dan AFC akan bertemu dengan kita untuk rapat lagi,’’ sambungnya.
Praktis, untuk agenda kompetisi musim depan, sebenarnya masih belum ada kejelasan. Bahkan Djohar sendiri menyebutkan, ada kemungkinan format kompetisi dua wilayah yang sempat disampaikan Sihar Sitorus itu bakal berubah. Sayang, hingga tadi malam Sihar sendiri tak bisa dikonfirmasi.
Dampaknya, untuk persoalan internal tim seperti di Arema pun menjadi tanpa batas waktu. Setidaknya untuk sementara waktu, tidak ada kekhawatiran Arema bakal gagal ikut kompetisi. Apalagi Djohar telah memberi garansi, tim berjuluk Singo Edan ini bakal ikut kompetisi musim depan.
Satu-satunya deadline untuk Arema adalah jadwal kompetisi itu sendiri. Khususnya jika PSSI konsisten sesuai jadwal akan menggelar kompetisi musim depan, mulai 8 Oktober nanti. Djohar berharap persoalan di internal Arema ini bisa secepatnya terselesaikan. ’’Mereka (dua kubu, Red) kan mau menyiapkan tim, ya itu disitu batas waktunya. Kalau semakin lama dan terus berlarut-larut tanpa ada solusi, timnya semakin tidak siap untuk kompetisi musim depan, lalu siapa yang rugi? Tentu Arema sendiri yang rugi,’’ terang Djohar mengaku belum menerima laporan hasil rekonsiliasi Arema.
Lantaran hingga saat ini memang masih belum ada solusi, sekalipun dua kubu yang diwakili Muhammad Nur dan Rendra Kresna sudah bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam. Dari pertemuan itu, pihak Rendra sudah memberi tawaran, meski pihak M. Nur masih belum memberi respon.
‘’Baguslah kalau sudah ada pertemuan,’’ komentar Djohar. ‘’Ya, kita minta masalah intern Arema ini bisa secepatnya diselesaikan secara intern. Semuanya ingin Arema berjaya, Arema tampil dengan semangat baru, ya selesaikanlah di Arema sendiri,’’ sambung Ketua PSSI yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini.
Meski masih belum ada solusi pasti, Djohar meyakinan agenda rekonsiliasi seperti yang diinginkan PSSI itu masih dalam proses. Sehingga pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 lalu ini tetap memprioritaskan Arema untuk mengikuti kompetisi professional level 1.
‘’Bagi kami yang penting Arema tampil di kompetisi. Itu sudah tekad dari kami, Arema harus ikut kompetisi. Masalah internal, ya selesaikanlah segera. Insya Allah Arema tetap ikut kompetisi, karena saya secara pribadi, sebelum jadi Ketua PSSI, Arema adalah kebanggaan saya,’’ yakin Ketua PSSI yang juga mantan pemain PSMS Medan ini.
Lalu siapakah pengurus yang mengelola Arema di kompetisi musim depan? ‘’Ya rame-rame mengurus Arema kan bagus. Kalau banyak yang mengurus kan bagus, karena semakin banyak yang kasih modal kan bagus. Logikanya begitu, bisa dua, tiga atau empat orang pemodal, semakin banyak kan semakin bagus,’’ jawab Djohar.
Menyusul keyakinan dari Djohar ini, menurutnya PSSI belum mau mengambil langkah untuk ikut campur dalam persoalan Arema. Harapan pria yang pernah sebagai wasit maupun pelatih ini diantara dua kubu Arema yang berseteru bisa ada kompromi demi kebaikan tim Arema.
’’Kita akan tetap memfasilitasi, dan kita akan tetap mengusahakan ada kesepakatan di Arema itu sendiri. Saya rasa keduanya ini kan mau Arema maju. Insya Allah bisa, saya doakanlah. PSSI akan terus memonitor perkembangan di Arema, dan kita mengharapkan penyelesaikan segera dilaksakan kalangan Arema sendiri,’’ pungkas Djohar.
Sementara itu dari dua kubu yang sempat bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam, belum ada tanda-tanda untuk melanjutkan pertemuan. Meski dari pihak Rendra sebenarnya kini tengah menunggu keputusan atau sikap dari M. Nur yang telah menerima tawaran opsi tetap sebagai Ketua Yayasan Arema.
Kebetulan M. Nur sendiri meminta waktu dua hari sebelum memberi jawaban. ’’Mudah-mudahan dua hari ini adalah waktu yang cukup bagi Pak Nur untuk mengambil keputusan terbaik untuk Arema,’’ sebut Sudarmaji, Manajer Media Officer Arema memastikan opsi pertama sudah tidak berlaku.
Opsi pertama adalah Rendra Kresna dan Bambang Winarno menyatakan siap mundur, jika pada Minggu malam itu Muhamad Nur menyatakan siap mengambil alih yayasan Arema. Sedangkan opsi kedua yang kini berlaku dan ditawarkan pada Muhamad Nur adalah kembali ke titik nol, yaitu Muhamad Nur tetap sebagai Ketua Yayasan.
’’Ya, sekarang kita menunggu dari Pak Nur. Kita optimis Pak Nur akan bersikap bijaksana demi Arema, apalagi opsi yang ditawarkan kompromistis. Jika diserahkan ke PSSI, kami tetap berharap PSSI obyektif, fair dalam memutuskan,’’ pungkas Darmaji. Sedangkan Muhamad Nur hingga tadi malam tak mau menjawab konfirmasi dari Malang Post. (bua/avi)
Nyatanya deadline atau batas waktu untuk penyelesaian masalah Arema itu masih bisa molor. Bahkan PSSI sendiri melalui Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum, belum menegaskan rencana penyerahan dokumen klub professional itu ke AFC. Meski beberapa hari ini PSSI rapat bersama otoritas sepakbola Asia itu. ‘’Kita sudah rapat di AFC, mulai Sabtu, Minggu, sampai Senin tadi pagi (kemarin, Red.),’’ ungkap Djohar saat dikonfirmasi Malang Post terkait jadwal PSSI yang rencananya Senin (5/8) kemarin menyerahkan kelengkapan kompetisi ke AFC. ‘’Jadi besok (hari ini, Red) dari FIFA dan AFC akan bertemu dengan kita untuk rapat lagi,’’ sambungnya.
Praktis, untuk agenda kompetisi musim depan, sebenarnya masih belum ada kejelasan. Bahkan Djohar sendiri menyebutkan, ada kemungkinan format kompetisi dua wilayah yang sempat disampaikan Sihar Sitorus itu bakal berubah. Sayang, hingga tadi malam Sihar sendiri tak bisa dikonfirmasi.
Dampaknya, untuk persoalan internal tim seperti di Arema pun menjadi tanpa batas waktu. Setidaknya untuk sementara waktu, tidak ada kekhawatiran Arema bakal gagal ikut kompetisi. Apalagi Djohar telah memberi garansi, tim berjuluk Singo Edan ini bakal ikut kompetisi musim depan.
Satu-satunya deadline untuk Arema adalah jadwal kompetisi itu sendiri. Khususnya jika PSSI konsisten sesuai jadwal akan menggelar kompetisi musim depan, mulai 8 Oktober nanti. Djohar berharap persoalan di internal Arema ini bisa secepatnya terselesaikan. ’’Mereka (dua kubu, Red) kan mau menyiapkan tim, ya itu disitu batas waktunya. Kalau semakin lama dan terus berlarut-larut tanpa ada solusi, timnya semakin tidak siap untuk kompetisi musim depan, lalu siapa yang rugi? Tentu Arema sendiri yang rugi,’’ terang Djohar mengaku belum menerima laporan hasil rekonsiliasi Arema.
Lantaran hingga saat ini memang masih belum ada solusi, sekalipun dua kubu yang diwakili Muhammad Nur dan Rendra Kresna sudah bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam. Dari pertemuan itu, pihak Rendra sudah memberi tawaran, meski pihak M. Nur masih belum memberi respon.
‘’Baguslah kalau sudah ada pertemuan,’’ komentar Djohar. ‘’Ya, kita minta masalah intern Arema ini bisa secepatnya diselesaikan secara intern. Semuanya ingin Arema berjaya, Arema tampil dengan semangat baru, ya selesaikanlah di Arema sendiri,’’ sambung Ketua PSSI yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini.
Meski masih belum ada solusi pasti, Djohar meyakinan agenda rekonsiliasi seperti yang diinginkan PSSI itu masih dalam proses. Sehingga pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 lalu ini tetap memprioritaskan Arema untuk mengikuti kompetisi professional level 1.
‘’Bagi kami yang penting Arema tampil di kompetisi. Itu sudah tekad dari kami, Arema harus ikut kompetisi. Masalah internal, ya selesaikanlah segera. Insya Allah Arema tetap ikut kompetisi, karena saya secara pribadi, sebelum jadi Ketua PSSI, Arema adalah kebanggaan saya,’’ yakin Ketua PSSI yang juga mantan pemain PSMS Medan ini.
Lalu siapakah pengurus yang mengelola Arema di kompetisi musim depan? ‘’Ya rame-rame mengurus Arema kan bagus. Kalau banyak yang mengurus kan bagus, karena semakin banyak yang kasih modal kan bagus. Logikanya begitu, bisa dua, tiga atau empat orang pemodal, semakin banyak kan semakin bagus,’’ jawab Djohar.
Menyusul keyakinan dari Djohar ini, menurutnya PSSI belum mau mengambil langkah untuk ikut campur dalam persoalan Arema. Harapan pria yang pernah sebagai wasit maupun pelatih ini diantara dua kubu Arema yang berseteru bisa ada kompromi demi kebaikan tim Arema.
’’Kita akan tetap memfasilitasi, dan kita akan tetap mengusahakan ada kesepakatan di Arema itu sendiri. Saya rasa keduanya ini kan mau Arema maju. Insya Allah bisa, saya doakanlah. PSSI akan terus memonitor perkembangan di Arema, dan kita mengharapkan penyelesaikan segera dilaksakan kalangan Arema sendiri,’’ pungkas Djohar.
Sementara itu dari dua kubu yang sempat bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam, belum ada tanda-tanda untuk melanjutkan pertemuan. Meski dari pihak Rendra sebenarnya kini tengah menunggu keputusan atau sikap dari M. Nur yang telah menerima tawaran opsi tetap sebagai Ketua Yayasan Arema.
Kebetulan M. Nur sendiri meminta waktu dua hari sebelum memberi jawaban. ’’Mudah-mudahan dua hari ini adalah waktu yang cukup bagi Pak Nur untuk mengambil keputusan terbaik untuk Arema,’’ sebut Sudarmaji, Manajer Media Officer Arema memastikan opsi pertama sudah tidak berlaku.
Opsi pertama adalah Rendra Kresna dan Bambang Winarno menyatakan siap mundur, jika pada Minggu malam itu Muhamad Nur menyatakan siap mengambil alih yayasan Arema. Sedangkan opsi kedua yang kini berlaku dan ditawarkan pada Muhamad Nur adalah kembali ke titik nol, yaitu Muhamad Nur tetap sebagai Ketua Yayasan.
’’Ya, sekarang kita menunggu dari Pak Nur. Kita optimis Pak Nur akan bersikap bijaksana demi Arema, apalagi opsi yang ditawarkan kompromistis. Jika diserahkan ke PSSI, kami tetap berharap PSSI obyektif, fair dalam memutuskan,’’ pungkas Darmaji. Sedangkan Muhamad Nur hingga tadi malam tak mau menjawab konfirmasi dari Malang Post. (bua/avi)
PSSI Jamin Arema Ikut
MALANGPOST - Jika sesuai rencana, agenda rekonsiliasi dua kubu yang berseteru di Arema semestinya berlangsung pada Minggu (4/9) hari ini. Menyusul Senin (5/9) besok adalah batas waktu penyerahan dokumen klub profesional oleh PSSI ke AFC (Asian Football Confederation).
Lepas hari ini dan besok, maka persoalan dualisme kepengurusan Arema bakal sampai di meja AFC dengan kemungkinan terburuk tim kebangaan Aremania ini gagal mengikuti kompetisi profesional level 1. Meski semua masih bergantung dari keputusan PSSI sebagai otoritas tertinggi sepakbola Indonesia. Berdasarkan pertemuan PSSI dengan dua kubu yang berseteru di Jakarta, Jumat (26/9) lalu, diharapkan konflik internal di Arema bisa selesai dengan rekonsiliasi. Satu kubu Rendra Kresna bersama Iwan Kurniawan dan Eddy Rumpoko sebagai Pembina Yayasan, serta Iwan Budianto sebagai wakil investor.
Satu kubu lagi adalah Muhamad Nur bersama pendiri Arema, Lucky Acub Zainal. Dua kubu ini diharapkan oleh PSSI bisa menyatu untuk bersama-sama mengelola Arema. Meski hingga kemarin, belum ada tanda-tanda kedua kubu bakal kembali bertemu untuk rencana proses rekonsiliasi itu.
’’Saya sudah coba berkali-kali menghubungi Pak Nur, tapi tidak bisa. Saya sebenarnya tidak tahu siapa yang sebenarnya mengundang dan saya tidak dalam posisi itu. Saya beranikan diri untuk mengundang Pak Nur, karena ini semua demi Arema,’’ ungkap Rendra Kresna kepada Malang Post, kemarin sore.
’’Setiap saya telpon Pak Nur tidak diangkat, di sms juga tidak masuk. Lalu saya suruh Sudarmaji sebagai Manajer Media Officer. Sekali lagi saya sebenarnya tidak punya wewenang untuk mengundang, tapi ini demi Arema, kita mengundang Pak Nur,’’ sambung Pembina Yayasan yang juga Bupati Malang ini.
Rendra mengakui, pihaknya berencana bisa bertemu dengan pihak Muhamad Nur hari ini juga, tepatnya pukul 13.00 WIB. Namun bisa jadi pertemuan itu batal terwujud, karena hingga semalam belum ada komunikasi dengan Muhamad Nur.
’’Kita juga minta coba Pak Bambang (Pengawas Yayasan Arema, Red) yang menghubungi, tapi juga tidak bisa. Rencananya besok (hari ini, Red) jam satu siang kita bisa ketemu dan kita tidak bicara siapa yang mengundang, karena ini demi Arema,’’ yakin Rendra.
Menariknya dari pengakuan mantan Wakil Bupati Malang ini, dirinya menerima laporan bahwa ada Aremania yang berhasil menghubungi Muhamad Nur. Aremania yang dimaksud adalah Ahmadi korwil Bululawang. Muhamad Nur menyebutkan bahwa untuk rencana pertemuan diserahkan pada Rendra.
’’Ya, menurut Aremania ini, Pak Nur bilang pertemuannya tergantung saya untuk waktu dan tempatnya, tapi begitu saya telpon tidak diangkat,’’ kata Rendra. ’’Sebenarnya harapan kita dari pertemuan ini adalah ingin bertemu, duduk bersama dan sebenarnya mereka maunya apa,’’ lanjutnya.
’’Ya kalau ada yang bisa dikompromikan, kenapa tidak? Itu bisa dilakukan bersama-sama. Kita minta kepastian dari Pak Nur untuk bertemu, ternyata tidak bisa dihubungi. Mudah-mudahan saja besok (hari ini, Red.) jam satu siang bisa ada pertemuan, kita lihat besok (hari ini, Red.),’’ tandas Rendra.
Sementara saat Malang Post coba kembali menghubungi Muhamad Nur, mantan Sekda Kota Malang ini memang tak mau menjawab. Hanya saja Ahmadi membenarkan bahwa dirinya sempat menjalin komunikasi dengan Muhamad Nur. Sedikitnya dua kali, Ahmad mengaku bisa berkomunikasi dengan Muhamad Nur melalui telpon genggamnya.
’’Pada intinya Pak Nur memang tidak mau bertemu dan menyerahkan persoalan Arema ini ke PSSI. Alasanya agar secepatnya masalah Arema ini bisa diselesaikan PSSI dan segara ada keputusan PSSI’’ ungkap Ahmadi saat dikonfirmasi Malang Post perihal dialognya dengan Muhamad Nur, tadi malam.
Dalam dialog tersebut, Muhamad Nur justru mengaku belum dihubungi pihak Rendra Kresna. ’’Kalau kontak tidak, tapi kalau ucapan hari raya idul fitri itu ada, dan sudah saya balas. Kalau memang Pak Rendra hubungi saya, pasti saya angkat,’’ ucap Muhamad Nur seperti disampaikan Ahmadi.
’’Persoalan Arema ini sudah kita serahkan ke PSSI, beberapa waktu lalu sudah kita sampaikan ke Pak Ketua PSSI dan kemarin juga sudah ditanggapi Pak Sihar (Ketua Komite Kompetisi PSSI, Red). Ya sudahlah biar ini diselesaikan PSSI. Biar Arema ini tetap jalan, yang penting sabar saja dulu, nanti diselesaikan dengan baik,’’ ujar Ahmadi menirukan perkataan Muhamad Nur.
’’Kalau tidak demi Arema, saya sudah lama tidak urus Arema. Sungguh saya tidak ada tendensi apa pun mengurus Arema ini. PSSI sudah melangkah, malu kalau saya tarik lagi,’’ sebut M. Nur.
Persoalannya, PSSI sendiri mengaku belum menerima laporan dari pihak Muhamad Nur. Paling tidak dari pengakuan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin ternyata masih berpikir persoalan internal Arema bisa diselesaikan oleh pengurus Arema sendiri. Artinya PSSI menganggap masih ada peluang untuk proses rekonsiliasi.
‘’Ya, untuk masalah Arema kita serahkan ke Arema. Bagaimana Arema menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri. Sampai saat ini (kemarin sore, Red.) belum ada laporan perihal kondiri terakhir di Malang. Jadi PSSI masih belum memutuskan apa pun, dan kita minta itu diselesaikan di Arema sendiri,’’ terang Djohar kepada Tembel, Aremania korwil Stasiun saat dikonfirmasi perihal kemelut yang terjadi di Arema.
Djohar pun berharap diantara dua kubu bisa bersatu untuk bersama-sama mengelola dan mengurus Arema. Lantaran Ketua Umum yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini meyakinkan bahwa Arema mutlak harus tetap ikut kompetisi professional level 1 musim depan.
’’Arema mesti muncul di kompetisi musim depan, itu mutlak. Ya pengurus bisa bersama-sama mengelola Arema. Saya jamin, Arema pasti ikut kompetisi musim depan,’’ yakin Djohar tanpa menyebutkan pengurus yang bakal mendapat restu PSSI jika rekonsiliasi nantinya tak bisa terealisasi. (bua/avi)
Lepas hari ini dan besok, maka persoalan dualisme kepengurusan Arema bakal sampai di meja AFC dengan kemungkinan terburuk tim kebangaan Aremania ini gagal mengikuti kompetisi profesional level 1. Meski semua masih bergantung dari keputusan PSSI sebagai otoritas tertinggi sepakbola Indonesia. Berdasarkan pertemuan PSSI dengan dua kubu yang berseteru di Jakarta, Jumat (26/9) lalu, diharapkan konflik internal di Arema bisa selesai dengan rekonsiliasi. Satu kubu Rendra Kresna bersama Iwan Kurniawan dan Eddy Rumpoko sebagai Pembina Yayasan, serta Iwan Budianto sebagai wakil investor.
Satu kubu lagi adalah Muhamad Nur bersama pendiri Arema, Lucky Acub Zainal. Dua kubu ini diharapkan oleh PSSI bisa menyatu untuk bersama-sama mengelola Arema. Meski hingga kemarin, belum ada tanda-tanda kedua kubu bakal kembali bertemu untuk rencana proses rekonsiliasi itu.
’’Saya sudah coba berkali-kali menghubungi Pak Nur, tapi tidak bisa. Saya sebenarnya tidak tahu siapa yang sebenarnya mengundang dan saya tidak dalam posisi itu. Saya beranikan diri untuk mengundang Pak Nur, karena ini semua demi Arema,’’ ungkap Rendra Kresna kepada Malang Post, kemarin sore.
’’Setiap saya telpon Pak Nur tidak diangkat, di sms juga tidak masuk. Lalu saya suruh Sudarmaji sebagai Manajer Media Officer. Sekali lagi saya sebenarnya tidak punya wewenang untuk mengundang, tapi ini demi Arema, kita mengundang Pak Nur,’’ sambung Pembina Yayasan yang juga Bupati Malang ini.
Rendra mengakui, pihaknya berencana bisa bertemu dengan pihak Muhamad Nur hari ini juga, tepatnya pukul 13.00 WIB. Namun bisa jadi pertemuan itu batal terwujud, karena hingga semalam belum ada komunikasi dengan Muhamad Nur.
’’Kita juga minta coba Pak Bambang (Pengawas Yayasan Arema, Red) yang menghubungi, tapi juga tidak bisa. Rencananya besok (hari ini, Red) jam satu siang kita bisa ketemu dan kita tidak bicara siapa yang mengundang, karena ini demi Arema,’’ yakin Rendra.
Menariknya dari pengakuan mantan Wakil Bupati Malang ini, dirinya menerima laporan bahwa ada Aremania yang berhasil menghubungi Muhamad Nur. Aremania yang dimaksud adalah Ahmadi korwil Bululawang. Muhamad Nur menyebutkan bahwa untuk rencana pertemuan diserahkan pada Rendra.
’’Ya, menurut Aremania ini, Pak Nur bilang pertemuannya tergantung saya untuk waktu dan tempatnya, tapi begitu saya telpon tidak diangkat,’’ kata Rendra. ’’Sebenarnya harapan kita dari pertemuan ini adalah ingin bertemu, duduk bersama dan sebenarnya mereka maunya apa,’’ lanjutnya.
’’Ya kalau ada yang bisa dikompromikan, kenapa tidak? Itu bisa dilakukan bersama-sama. Kita minta kepastian dari Pak Nur untuk bertemu, ternyata tidak bisa dihubungi. Mudah-mudahan saja besok (hari ini, Red.) jam satu siang bisa ada pertemuan, kita lihat besok (hari ini, Red.),’’ tandas Rendra.
Sementara saat Malang Post coba kembali menghubungi Muhamad Nur, mantan Sekda Kota Malang ini memang tak mau menjawab. Hanya saja Ahmadi membenarkan bahwa dirinya sempat menjalin komunikasi dengan Muhamad Nur. Sedikitnya dua kali, Ahmad mengaku bisa berkomunikasi dengan Muhamad Nur melalui telpon genggamnya.
’’Pada intinya Pak Nur memang tidak mau bertemu dan menyerahkan persoalan Arema ini ke PSSI. Alasanya agar secepatnya masalah Arema ini bisa diselesaikan PSSI dan segara ada keputusan PSSI’’ ungkap Ahmadi saat dikonfirmasi Malang Post perihal dialognya dengan Muhamad Nur, tadi malam.
Dalam dialog tersebut, Muhamad Nur justru mengaku belum dihubungi pihak Rendra Kresna. ’’Kalau kontak tidak, tapi kalau ucapan hari raya idul fitri itu ada, dan sudah saya balas. Kalau memang Pak Rendra hubungi saya, pasti saya angkat,’’ ucap Muhamad Nur seperti disampaikan Ahmadi.
’’Persoalan Arema ini sudah kita serahkan ke PSSI, beberapa waktu lalu sudah kita sampaikan ke Pak Ketua PSSI dan kemarin juga sudah ditanggapi Pak Sihar (Ketua Komite Kompetisi PSSI, Red). Ya sudahlah biar ini diselesaikan PSSI. Biar Arema ini tetap jalan, yang penting sabar saja dulu, nanti diselesaikan dengan baik,’’ ujar Ahmadi menirukan perkataan Muhamad Nur.
’’Kalau tidak demi Arema, saya sudah lama tidak urus Arema. Sungguh saya tidak ada tendensi apa pun mengurus Arema ini. PSSI sudah melangkah, malu kalau saya tarik lagi,’’ sebut M. Nur.
Persoalannya, PSSI sendiri mengaku belum menerima laporan dari pihak Muhamad Nur. Paling tidak dari pengakuan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin ternyata masih berpikir persoalan internal Arema bisa diselesaikan oleh pengurus Arema sendiri. Artinya PSSI menganggap masih ada peluang untuk proses rekonsiliasi.
‘’Ya, untuk masalah Arema kita serahkan ke Arema. Bagaimana Arema menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri. Sampai saat ini (kemarin sore, Red.) belum ada laporan perihal kondiri terakhir di Malang. Jadi PSSI masih belum memutuskan apa pun, dan kita minta itu diselesaikan di Arema sendiri,’’ terang Djohar kepada Tembel, Aremania korwil Stasiun saat dikonfirmasi perihal kemelut yang terjadi di Arema.
Djohar pun berharap diantara dua kubu bisa bersatu untuk bersama-sama mengelola dan mengurus Arema. Lantaran Ketua Umum yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini meyakinkan bahwa Arema mutlak harus tetap ikut kompetisi professional level 1 musim depan.
’’Arema mesti muncul di kompetisi musim depan, itu mutlak. Ya pengurus bisa bersama-sama mengelola Arema. Saya jamin, Arema pasti ikut kompetisi musim depan,’’ yakin Djohar tanpa menyebutkan pengurus yang bakal mendapat restu PSSI jika rekonsiliasi nantinya tak bisa terealisasi. (bua/avi)
Senin, 05 September 2011
Optimis Satu Suara
SURABAYA - Agenda rekonsiliasi dua kubu Arema yang sama-sama mendaftarkan diri ke PSSI mulai ada titik terang. Menyusul dua kubu tersebut sudah saling bertemu di Surabaya. Tepatnya bertemu di Ria Galeria, Surabaya mulai pukul 20.30 WIB tadi malam. Menurut keterangan Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji, pertemuan berlangsung tertutup, dan hanya bisa diikuti oleh tiga orang saja. Yaitu Rendra Kresna, Muhammad Nur dan Bambang Winarno dari jajaran pengurus Yayasan Arema.
“Rekonsiliasi itu bingkainya silaturahmi, kebetulan hari raya Idulfitri ini jadi momentum yang baik. Kita punya tujuan yang sama, pertama menyambung silaturahmi dan kedua, kita berusaha mengeksistensikan Arema,” jelas Sudarmaji kepada Malang Post.
“Sekecil apapun kesalahan itu, kita jalin kembali tali silaturahmi, agar semua lebih bagus. Silaturahmi tempatnya dimana saja, meski sebenarnya harapan kita rekonsiliasi atau silaturahmi itu bisa terlaksana di Malang,” sambungnya.
Menurut mantan wartawan ini, Malang punya keterkaitan sejarah tentang Arema. Apalagi jika proses rekonsiliasi tersebut dibicarakan di Malang, ada unsur kedekatan dengan Aremania sebagai stakeholder terbesar Arema.
“Cuma ini silaturahmi bisa bertemu dimana saja dan kapanpun juga. Yang terpenting ada percepatan untuk penyelesaian persoalan Arema ini, ya kalau dianggap masalah bisa cepat diselesaikan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Darmaji ini mengaku persoalan tempat rekonsiliasi bukan hal yang substansial. Terpenting adalah materi pembicaraan para pihak yang sempat berseteru ini untuk sepakat satu suara menjaga eksistensi Arema.
Apalagi PSSI telah memberi batas waktu pada Arema, agar bisa menyelesaikan persolan internalnya sebelum Senin (5/9) besok. Lantaran sesuai agenda, PSSI akan menyerahkan dokumen klub professional ke AFC (Asian Footbal Confederation) hari ini.
“Alhamdulillah, pertemuannya digelar sebelum tanggal 5 atau sebelum batas limit PSSI. Hari ini (kemarin, Red) masih tanggal 4, besok tanggal 5, dua hari ini kita merasa optimis, dan selalu kita bangun optimis untuk Arema,” yakin Darmaji.
“Seperti Aremania yang optimis pada Aerema. Pertemuan ini semata-mata karena optimisme Aremania tersebut. Kita optimis bisa menyelesaikan masalah ini,” lanjut pria asal Banyuwangi ini ikut mendampingi Rendra dan Bambang ke Surabaya.
Sayang hingga berita ini ditulis pukul 22.00,Sudarmaji belum belum menyampaikan hasil pertemuan Rendra, M. Nur dan Bambang Winarno tadi malam. Pastinya pertemuan hanya dilakukan bertiga, sebagai representasi pengurus Yayasan Arema.“Jadi yang bertemu yang berkompeten di internal yayasan. Untuk babak-bapak yang berkecimpung di yayasan, ini semua demi Aremania, karena Aremania ingin segera ada pertemuan dan tidak ada istilah menang-menangan,” jelasnya.
Pihak M. Nur yang sebenarnya juga didampingi Lucky Acub Zainal pun tak bisa ikut terlibat dalam dialog segitiga tersebut. “Ini persoalan yayasan, pertemuan dilakukan di internal yayasan dan akan diselesaikan secara kekeluargaan,” tutup Darmaji. (bua/nug)
“Rekonsiliasi itu bingkainya silaturahmi, kebetulan hari raya Idulfitri ini jadi momentum yang baik. Kita punya tujuan yang sama, pertama menyambung silaturahmi dan kedua, kita berusaha mengeksistensikan Arema,” jelas Sudarmaji kepada Malang Post.
“Sekecil apapun kesalahan itu, kita jalin kembali tali silaturahmi, agar semua lebih bagus. Silaturahmi tempatnya dimana saja, meski sebenarnya harapan kita rekonsiliasi atau silaturahmi itu bisa terlaksana di Malang,” sambungnya.
Menurut mantan wartawan ini, Malang punya keterkaitan sejarah tentang Arema. Apalagi jika proses rekonsiliasi tersebut dibicarakan di Malang, ada unsur kedekatan dengan Aremania sebagai stakeholder terbesar Arema.
“Cuma ini silaturahmi bisa bertemu dimana saja dan kapanpun juga. Yang terpenting ada percepatan untuk penyelesaian persoalan Arema ini, ya kalau dianggap masalah bisa cepat diselesaikan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Darmaji ini mengaku persoalan tempat rekonsiliasi bukan hal yang substansial. Terpenting adalah materi pembicaraan para pihak yang sempat berseteru ini untuk sepakat satu suara menjaga eksistensi Arema.
Apalagi PSSI telah memberi batas waktu pada Arema, agar bisa menyelesaikan persolan internalnya sebelum Senin (5/9) besok. Lantaran sesuai agenda, PSSI akan menyerahkan dokumen klub professional ke AFC (Asian Footbal Confederation) hari ini.
“Alhamdulillah, pertemuannya digelar sebelum tanggal 5 atau sebelum batas limit PSSI. Hari ini (kemarin, Red) masih tanggal 4, besok tanggal 5, dua hari ini kita merasa optimis, dan selalu kita bangun optimis untuk Arema,” yakin Darmaji.
“Seperti Aremania yang optimis pada Aerema. Pertemuan ini semata-mata karena optimisme Aremania tersebut. Kita optimis bisa menyelesaikan masalah ini,” lanjut pria asal Banyuwangi ini ikut mendampingi Rendra dan Bambang ke Surabaya.
Sayang hingga berita ini ditulis pukul 22.00,Sudarmaji belum belum menyampaikan hasil pertemuan Rendra, M. Nur dan Bambang Winarno tadi malam. Pastinya pertemuan hanya dilakukan bertiga, sebagai representasi pengurus Yayasan Arema.“Jadi yang bertemu yang berkompeten di internal yayasan. Untuk babak-bapak yang berkecimpung di yayasan, ini semua demi Aremania, karena Aremania ingin segera ada pertemuan dan tidak ada istilah menang-menangan,” jelasnya.
Pihak M. Nur yang sebenarnya juga didampingi Lucky Acub Zainal pun tak bisa ikut terlibat dalam dialog segitiga tersebut. “Ini persoalan yayasan, pertemuan dilakukan di internal yayasan dan akan diselesaikan secara kekeluargaan,” tutup Darmaji. (bua/nug)
Rabu, 13 Juli 2011
Arema Tunggu PSSI
MALANG – Skuad Arema Indonesia berharap PSSI segera menentukan format atau sistem kompetisi musim depan. Apalagi setelah induk organisasi sepakbola tanah air tersebut baru saja menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, Sabtu (9/7) lalu dan menghasilkan Ketua PSSI. Singo Edan ingin segera mendapat kepastian sehingga bisa dijadikan pijakan untuk mulai menyusun amunisi musim depan.
Meski demikian, Arema ternyata tidak hanya diam sepanjang menunggu kepastian tentang agenda musim kompetisi baru nantinya. Mereka pelan-pelan mulai merangkai persiapan. Apalagi Arema akan turun di dua ajang berbeda musim depan. Meliputi, kompetisi Indonesia Super Liga (ISL) dan AFC Cup. Meski hingga kemarin, PSSI sendiri juga belum memberikan kepastian.
Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia mengatakan, langkah awal yang dilakukan Arema adalah menjalankan organisasi untuk menyusun kerangka tim, baik di Yayasan Arema dan Direksi PT Arema Indonesia. Pihaknya berharap ketika PSSI mengumumkan kepastian format atau sistem kompetisi ISL musim depan, manajerial di tubuh Arema sudah siap menatap kompetisi musim depan.
‘’Sambil jalan, kami tetap siapkan kerangka tim. Kami coba jalankan organisasi di tim Arema ini, baik di yayasan dan direksi. Karena belum ada kepastian dari PSSI, kami juga mendorong agar PSSI segera dapat mengutamakan penataan kompetisi untuk musim depan,’’ terang Sudarmaji kepada Malang Post, semalam.
Mantan wartawan ini menyebut, kepastian atau keputusan PSSI seputar bagaimana kompetisi ISL musim depan, menjadi pondasi klub-klub dalam mulai menyusun kekuatannya untuk musim depan. Diharapkan, PSSI dibawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI baru, Djohar Arifin Husin, bisa secepatnya melahirkan keputusan soal hal ini.
Sembari menunggu keputusan PSSI, Arema tetap fokus membangun kerangka timnya untuk musim depan. Mereka sadar tidak ingin asal-asalan lantaran juga akan mewakili Indonesia di ajang AFC Cup. Selain tentunya meraih prestasi lebih baik lagi di ISL musim depan.
Meski diakui Darmaji, Singo Edan ini juga akan terlebih dahulu menggelar evaluasi tim sepanjang penampilannya di musim lalu. Arema meraih runner up ISL musim lalu, dan hanya sebagai penggembira di AFC Champions League (LCA).
‘’Harapannya ketika kerangka tim sudah tersusun, PSSI juga sudah putuskan soal bagaima format musim depan, atau setidaknya sejalan bersama. Selain itu, PSSI juga bisa segera sosialisasikan format kompetisi nantinya kepada klub-klub sehingga bisa dijadikan acuan untuk menyusun tim untuk kompetisi musim depan,” pungkas Darmaji. (poy/bua)
Meski demikian, Arema ternyata tidak hanya diam sepanjang menunggu kepastian tentang agenda musim kompetisi baru nantinya. Mereka pelan-pelan mulai merangkai persiapan. Apalagi Arema akan turun di dua ajang berbeda musim depan. Meliputi, kompetisi Indonesia Super Liga (ISL) dan AFC Cup. Meski hingga kemarin, PSSI sendiri juga belum memberikan kepastian.
Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia mengatakan, langkah awal yang dilakukan Arema adalah menjalankan organisasi untuk menyusun kerangka tim, baik di Yayasan Arema dan Direksi PT Arema Indonesia. Pihaknya berharap ketika PSSI mengumumkan kepastian format atau sistem kompetisi ISL musim depan, manajerial di tubuh Arema sudah siap menatap kompetisi musim depan.
‘’Sambil jalan, kami tetap siapkan kerangka tim. Kami coba jalankan organisasi di tim Arema ini, baik di yayasan dan direksi. Karena belum ada kepastian dari PSSI, kami juga mendorong agar PSSI segera dapat mengutamakan penataan kompetisi untuk musim depan,’’ terang Sudarmaji kepada Malang Post, semalam.
Mantan wartawan ini menyebut, kepastian atau keputusan PSSI seputar bagaimana kompetisi ISL musim depan, menjadi pondasi klub-klub dalam mulai menyusun kekuatannya untuk musim depan. Diharapkan, PSSI dibawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI baru, Djohar Arifin Husin, bisa secepatnya melahirkan keputusan soal hal ini.
Sembari menunggu keputusan PSSI, Arema tetap fokus membangun kerangka timnya untuk musim depan. Mereka sadar tidak ingin asal-asalan lantaran juga akan mewakili Indonesia di ajang AFC Cup. Selain tentunya meraih prestasi lebih baik lagi di ISL musim depan.
Meski diakui Darmaji, Singo Edan ini juga akan terlebih dahulu menggelar evaluasi tim sepanjang penampilannya di musim lalu. Arema meraih runner up ISL musim lalu, dan hanya sebagai penggembira di AFC Champions League (LCA).
‘’Harapannya ketika kerangka tim sudah tersusun, PSSI juga sudah putuskan soal bagaima format musim depan, atau setidaknya sejalan bersama. Selain itu, PSSI juga bisa segera sosialisasikan format kompetisi nantinya kepada klub-klub sehingga bisa dijadikan acuan untuk menyusun tim untuk kompetisi musim depan,” pungkas Darmaji. (poy/bua)
Langganan:
Postingan (Atom)







