Senin, 05 September 2011

Optimis Satu Suara

SURABAYA - Agenda rekonsiliasi dua kubu Arema yang sama-sama mendaftarkan diri ke PSSI mulai ada titik terang. Menyusul dua kubu tersebut sudah saling bertemu di Surabaya. Tepatnya bertemu di Ria Galeria, Surabaya mulai pukul 20.30 WIB tadi malam. Menurut keterangan Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji, pertemuan berlangsung tertutup, dan hanya bisa diikuti oleh tiga orang saja. Yaitu Rendra Kresna, Muhammad Nur dan Bambang Winarno dari jajaran pengurus Yayasan Arema.
     “Rekonsiliasi itu bingkainya silaturahmi, kebetulan hari raya Idulfitri ini jadi momentum yang baik. Kita punya tujuan yang sama, pertama menyambung silaturahmi dan kedua, kita berusaha mengeksistensikan Arema,” jelas Sudarmaji kepada Malang Post.
“Sekecil apapun kesalahan itu, kita jalin kembali tali silaturahmi, agar semua lebih bagus. Silaturahmi tempatnya dimana saja, meski sebenarnya harapan kita rekonsiliasi atau silaturahmi itu bisa terlaksana di Malang,” sambungnya.
Menurut mantan wartawan ini, Malang punya keterkaitan sejarah tentang Arema. Apalagi jika proses rekonsiliasi tersebut dibicarakan di Malang, ada unsur kedekatan dengan Aremania sebagai stakeholder terbesar Arema.
“Cuma ini silaturahmi bisa bertemu dimana saja dan kapanpun juga. Yang terpenting ada percepatan untuk penyelesaian persoalan Arema ini, ya kalau dianggap masalah bisa cepat diselesaikan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Darmaji ini mengaku persoalan tempat rekonsiliasi bukan hal yang substansial. Terpenting adalah materi pembicaraan para pihak yang sempat berseteru ini untuk sepakat satu suara menjaga eksistensi Arema.
Apalagi PSSI telah memberi batas waktu pada Arema, agar bisa menyelesaikan persolan internalnya sebelum Senin (5/9) besok. Lantaran sesuai agenda, PSSI akan menyerahkan dokumen klub professional ke AFC (Asian Footbal Confederation) hari ini.
“Alhamdulillah, pertemuannya digelar sebelum tanggal 5 atau sebelum batas limit PSSI. Hari ini (kemarin, Red) masih tanggal 4, besok tanggal 5, dua hari ini kita merasa optimis, dan selalu kita bangun optimis untuk Arema,” yakin Darmaji.
“Seperti Aremania yang optimis pada Aerema. Pertemuan ini semata-mata karena optimisme Aremania tersebut.  Kita optimis bisa menyelesaikan masalah ini,” lanjut pria asal Banyuwangi ini ikut mendampingi Rendra dan Bambang ke Surabaya.
Sayang hingga berita ini ditulis pukul 22.00,Sudarmaji belum belum menyampaikan hasil pertemuan Rendra, M. Nur dan Bambang Winarno tadi malam. Pastinya pertemuan hanya dilakukan bertiga, sebagai representasi pengurus Yayasan Arema.“Jadi yang bertemu yang berkompeten di internal yayasan. Untuk babak-bapak yang berkecimpung di yayasan, ini semua demi Aremania, karena Aremania ingin segera ada pertemuan dan tidak ada istilah menang-menangan,” jelasnya.
    Pihak M. Nur yang sebenarnya juga didampingi Lucky Acub Zainal pun tak bisa ikut terlibat dalam dialog segitiga tersebut. “Ini persoalan yayasan, pertemuan dilakukan di internal yayasan dan akan diselesaikan secara kekeluargaan,” tutup Darmaji. (bua/nug)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar