MALANG-Menyusul adanya keterangan Menpora Andi Mallarangeng yang tidak lagi mengakui dan membekukan kepengurusan PSSI dibawah Ketua Umum Nurdin Halid, juga berimbas pada kompetisi yang dinaungi PSSI.
Dalam keterangannya itu, Andi Mallarangeng menyebutkan bahwa semua aktivitas persepakbolaan diambil alih dan diawasi oleh KONI/KOI. Termasuk kompetisi yang selama ini dikelola oleh PT Liga Indonesia atau BLI (Badan Liga Indonesia).
Bahkan informasi terakhir menyebutkan, setiap perizinan untuk pertandingan sepakbola harus mendapatkan rekomendasi dari KONI/KOI. Atau bersama-sama dengan Penprov PSSI, dan tidak boleh lagi mendapat rekomendasi dari PSSI pusat.
Mau tidak mau, kondisi ini bakal mempengaruhi persiapan tim Arema jelang beberapa laga home di stadion Kanjuruhan. Khususnya laga terdekat menghadapi Persib Bandung, Jumat (1/4) mendatang.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan, kita masih menunggu, karena selama ini BLI yang menjalankan kompetisi. Kita tunggu kelanjutannya dari surat resmi BLI menyikapi statemen menpora itu,” ungkap Abriadi Muhara, kemarin sore.
Menurut Ketua Pelaksana Arema ini, hingga kemarin BLI belum memberikan surat resmi perihal adanya perubahan prosedur dalam menggelar pertandingan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 yang telah memasuki putaran kedua ini.
“Jadi kita terus jalankan pertandingan seperti jadwal yang sudah dirilis BLI sebelumnya. Arema tetap komitmen dengan pertandingan ISL. Termasuk untuk laga terdekat lawan Persib, kita optimis tetap dijalankan sesuai agenda,” terang Abriadi.
Meski optimis bisa menggelar laga tersebut, manajemen Arema sempat mengkhawatirkan jadwal laga home Arema bisa terganggu. Bahkan ada kemungkinan terburuk, jadwal ISL menjadi kacau atau bisa tak terlaksana.
“Kalau pertandingan ini sampai batal, itu bisa sangat merugikan Arema, dan ini kerugian besar bagi Arema, seperti saat Arema batal lawan Persema,” jelas Abriadi. “Kebetulan pada putaran kedua ini, banyak laga home Arema,” sambungnya.
Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono yang dikonfirmasi Malang Post secara terpisah mengaku tidak ambil pusing dengan keterangan Menpora itu. Menurutnya kompetisi akan tetap berjalan seperti sedia kala.
“Saya membiarkan kuliah ini terjadi in real (yang sebenarnya), karena penting bagi negeri yang peradabannya sedang tumbuh, belajar dari pertengkaran. Go on (berjalan) saja. Take it easy (dibuat mudah),” jelas Joko Driyono dalam sebuah SMS atau pesan singkat kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut Joko Driyono, Arema dan klub-klub yang bisa tetap menjalankan kompetisi sesuai jadwal. Bahkan menurutnya Malang bisa menjadi inspirasi untuk sepakbola di Indonesia. “Malang. Inspiring "new" Indonesia,” katanya. (bua)
Rabu, 30 Maret 2011
Minggu, 27 Maret 2011
WAKTUNYA MENANG
Tampil Full Team Jamu Sriwijaya FC
MALANG -Tiga pertandingan putaran kedua Indonesia Super League 2010/2011 dilewati Arema hanya dengan torehan satu poin. Maklum tiga laga tersebut, semuanya di luar kandang, dua kali kalah di Papua, dan terakhir menahan imbang Persiba Balikpapan tanpa gol.
Posisi Arema pun masih tertahan di peringkat lima klasemen sementara dengan 27 poin. Tim kebangaan Aremania ini terpaut 12 poin dengan pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura yang sudah mengemas 39 poin.
Untuk itu, satu-satunya cara Arema menjaga peluang raih gelar juara adalah dengan memetik poin sempurna saat menjamu Sriwijaya FC dalam pertandingan lanjutan ISL 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, sore ini mulai pukul 15.30 WIB.
Hanya dengan tambahan tiga poin, Arema bakal kembali meramaikan persaingan di papan atas. Sekaligus dengan kemenangan itu akan menutup peluang Sriwijaya FC yang kini juga mengemas 27 poin untuk coba mendongkel posisi Arema.
‘’Sekarang kita harus menang. Besok (hari ini, Red.) kita akan coba maksimal saat bermain di hadapan Aremania dan juga ada siaran langsung, semua akan lihat performa tim Arema,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu usai latihan di Kanjuruhan kemarin sore.
‘’Kita mau ada di papan atas. Semua mau kita di papan atas. Pemainm, pelatih dan pengurus mau kita di papan atas. Tapi ini sepakbola, semua bisa terjadi. Kita akan coba maksimum,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini kepada Malang Post.
Perihal hasil buruk Arema saat dikalahkan Sriwijaya FC 1-3 pada pertandingan Community Shield atau laga pembuka kompetisi ISL di stadion Kanjuruhan, 25 September lalu, menurut Miro sudah tak bisa dijadikan tolok ukur.
‘’Sekarang sudah beda. Saat itu kita tidak bisa tampil full team. Kompetisi ISL berbeda, sekarang harus menang,’’ sebut Miro yang pada putaran pertama lalu berhasil curi satu poin di Palembang setelah berhasil menahan Sriwijaya FC imbang 1-1.
Mantan pelatih Slavia Praha ini memastikan Arema bakal tampil full team menyusul kembali tampilnya Noh Alam Shah. Setelah sempat mengalami cedera punggung dan hamstring, striker Arema asal Singapura ini siap diturunkan.
Menurut Miro hanya Waluyo yang absen karena akumulasi kartu kuning. Namun sebagai gantinya di posisi center back, sudah ada Purwaka yang sudah siap tampil kembali untuk berduet dengan Leonard Tumpamahu di lini belakang Arema.
‘’Kita sudah siapkan pengganti Waluyo yang absen karena akumulasi kartu kuning. Alon sudah fit, semua pemain fit, kecuali Dendi yang masih dalam proses pemulihan kondisi,’’ yakin Miro perihal komposisi timnya.
Sementara itu, perihal kekuatan calon lawannya, pelatih yang pernah menangani PSM Makassar tahun 2004 lalu ini mengaku sudah mempelajari rekaman pertandingan Sriwijaya FC. Baik mempelajarinya sendiri, maupun bersama pemain Arema.
‘’Saya sudah lihat rekaman pertandingan Sriwijaya FC dua kali. Saya tahu mereja tidak banyak pilihan pemain karena banyak pemain cedera, tapi lini depan Sriwijaya FC punya banyak pilihan variasi,’’ yakin Miro.
‘’Sriwijaya FC punya Budi Sudarsono, Kayamba Gums, Okto, Arif dan juga Jajang. Mereka punya banyak variasi penyerang. Kita harus hentikan serangan Sriwijaya di lini tengah,’’ sambung pelatih yang juga mantan pemain Timnas Ceko ini.
Menurutnya, jika lini tengah Sriwijaya bisa dimatikan, kemungkinan serangan tim asuhan Ivan Kolev ini tak berkembang. Kebetulan dari latihan kemarin pagi, Sriwijaya FC tampaknya akan memaksimalkan serangan sayap yang dibangun dari tengah.
Absennya Ponaryo Astaman dan Firman Utina yang selama ini jadi jendral lapangan tengah Sriwijaya FC bisa jadi keuntungan tersendiri bagi Arema. Meski pemain seperti Dirga Lasut dan gelandang asing Sriwijaya FC, Kim Yong Hee atau Junsik Im juga tak bisa dipandang sebelah mata. (bua/avi)
MALANG -Tiga pertandingan putaran kedua Indonesia Super League 2010/2011 dilewati Arema hanya dengan torehan satu poin. Maklum tiga laga tersebut, semuanya di luar kandang, dua kali kalah di Papua, dan terakhir menahan imbang Persiba Balikpapan tanpa gol.
Posisi Arema pun masih tertahan di peringkat lima klasemen sementara dengan 27 poin. Tim kebangaan Aremania ini terpaut 12 poin dengan pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura yang sudah mengemas 39 poin.
Untuk itu, satu-satunya cara Arema menjaga peluang raih gelar juara adalah dengan memetik poin sempurna saat menjamu Sriwijaya FC dalam pertandingan lanjutan ISL 2010/2011 di stadion Kanjuruhan, sore ini mulai pukul 15.30 WIB.
Hanya dengan tambahan tiga poin, Arema bakal kembali meramaikan persaingan di papan atas. Sekaligus dengan kemenangan itu akan menutup peluang Sriwijaya FC yang kini juga mengemas 27 poin untuk coba mendongkel posisi Arema.
‘’Sekarang kita harus menang. Besok (hari ini, Red.) kita akan coba maksimal saat bermain di hadapan Aremania dan juga ada siaran langsung, semua akan lihat performa tim Arema,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu usai latihan di Kanjuruhan kemarin sore.
‘’Kita mau ada di papan atas. Semua mau kita di papan atas. Pemainm, pelatih dan pengurus mau kita di papan atas. Tapi ini sepakbola, semua bisa terjadi. Kita akan coba maksimum,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini kepada Malang Post.
Perihal hasil buruk Arema saat dikalahkan Sriwijaya FC 1-3 pada pertandingan Community Shield atau laga pembuka kompetisi ISL di stadion Kanjuruhan, 25 September lalu, menurut Miro sudah tak bisa dijadikan tolok ukur.
‘’Sekarang sudah beda. Saat itu kita tidak bisa tampil full team. Kompetisi ISL berbeda, sekarang harus menang,’’ sebut Miro yang pada putaran pertama lalu berhasil curi satu poin di Palembang setelah berhasil menahan Sriwijaya FC imbang 1-1.
Mantan pelatih Slavia Praha ini memastikan Arema bakal tampil full team menyusul kembali tampilnya Noh Alam Shah. Setelah sempat mengalami cedera punggung dan hamstring, striker Arema asal Singapura ini siap diturunkan.
Menurut Miro hanya Waluyo yang absen karena akumulasi kartu kuning. Namun sebagai gantinya di posisi center back, sudah ada Purwaka yang sudah siap tampil kembali untuk berduet dengan Leonard Tumpamahu di lini belakang Arema.
‘’Kita sudah siapkan pengganti Waluyo yang absen karena akumulasi kartu kuning. Alon sudah fit, semua pemain fit, kecuali Dendi yang masih dalam proses pemulihan kondisi,’’ yakin Miro perihal komposisi timnya.
Sementara itu, perihal kekuatan calon lawannya, pelatih yang pernah menangani PSM Makassar tahun 2004 lalu ini mengaku sudah mempelajari rekaman pertandingan Sriwijaya FC. Baik mempelajarinya sendiri, maupun bersama pemain Arema.
‘’Saya sudah lihat rekaman pertandingan Sriwijaya FC dua kali. Saya tahu mereja tidak banyak pilihan pemain karena banyak pemain cedera, tapi lini depan Sriwijaya FC punya banyak pilihan variasi,’’ yakin Miro.
‘’Sriwijaya FC punya Budi Sudarsono, Kayamba Gums, Okto, Arif dan juga Jajang. Mereka punya banyak variasi penyerang. Kita harus hentikan serangan Sriwijaya di lini tengah,’’ sambung pelatih yang juga mantan pemain Timnas Ceko ini.
Menurutnya, jika lini tengah Sriwijaya bisa dimatikan, kemungkinan serangan tim asuhan Ivan Kolev ini tak berkembang. Kebetulan dari latihan kemarin pagi, Sriwijaya FC tampaknya akan memaksimalkan serangan sayap yang dibangun dari tengah.
Absennya Ponaryo Astaman dan Firman Utina yang selama ini jadi jendral lapangan tengah Sriwijaya FC bisa jadi keuntungan tersendiri bagi Arema. Meski pemain seperti Dirga Lasut dan gelandang asing Sriwijaya FC, Kim Yong Hee atau Junsik Im juga tak bisa dipandang sebelah mata. (bua/avi)
Selasa, 22 Maret 2011
Main Malam, Dijatah Sore
BALIKPAPAN-Terbatasnya lahan atau lapangan untuk latihan, memaksa tim Arema untuk berlatih di atas gedung kompleks Hotel Aston Balikpapan, kemarin sore. Tepatnya berlatih di lapangan tennis yang berada tepat di atas gedung fitness center.
Meski dengan tempat terbatas, pelatih Arema Miroslav Janu memaksimal waktu sekitar satu jam untuk latihan timnya. Tak hanya sekedar stretching atau peregangan, latihan kemarin juga dengan menggunakan bola.
“Kita datang sudah terlalu sore, tidak memungkinkan untuk berangkat latihan di lapangan, jaraknya telalu jauh, saat ini juga turun hujan,” ungkap Miro saat timnya tiba di Hotel Aston dengan disambut hujan deras.
Miro tak mau berspekulasi berangkat ke lapangan yang jaraknya sekitar 30 hingga 45 menit perjalanan, jika ternyata turun hujan. Kebetulan kemarin sore memang hujan, dan tim Persiba kabarnya tak bisa berlatih di lapangan karena hujan deras.
Usai lari keliling lapangan tennis melakukan pemanasan, pemain berlatih dengan bola. Setelah latihan control bola, Miro menggelar small game atau kucing-kucingan dengan membagi pemainnya menjadi dua kelompok.
Beruntung latihan di bawah gedung bertingkat ini tidak sampai turun hujan. Meski pihak hotel sudah menyiapkan alternative kedua, jika turun hujan, latihan Arema akan dialihkan ke baseman, atau areal parkir dibawah gedung.
Sementara itu tim Arema dipastikan bertanding lawan Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, Rabu (23/3) malam. Kick off pertandingan rencananya dimulai pukul 19.00 WIT. Menurut jadwal dari PT Liga Indonesia, laga tersebut disiarkan langsung ANTV.
Namun meski pertandingan tersebut digelar malam, tim Arema mendapat jatah latihan sore.
“Ya, besok kita latihan sore, ini di Stadion Persiba,” terang asisten pelatih Arema, Tony Ho, kemarin sore.
Jatah latihan sore untuk Arema ini diberikan oleh panpel Persiba sehingga mau tidak mau tim asuhan Miroslav Janu harus latihan sore. Meski dengan kemungkinan terburuk, saat sore hari turun hujan deras.
“Semua tergantung panpel, memang biasanya di Indonesia demikian, karena kalau latihan malam, itu pakai lampu, jadi biaya tuan rumah membengkak. Lain kalau Liga Champions Asia, memang sudah wajib latihan malam,” yakin Tony Ho.
Jika ternyata sore ini turun hujan deras, yang tak memungkinkan Arema berlatih, maka menjadi kerugian tersendiri bagi Zulkifli dkk. Seperti Persiba, kemarin sore tak bisa latihan di Stadion Persiba karena hujan deras. (bua/jon)
Meski dengan tempat terbatas, pelatih Arema Miroslav Janu memaksimal waktu sekitar satu jam untuk latihan timnya. Tak hanya sekedar stretching atau peregangan, latihan kemarin juga dengan menggunakan bola.
“Kita datang sudah terlalu sore, tidak memungkinkan untuk berangkat latihan di lapangan, jaraknya telalu jauh, saat ini juga turun hujan,” ungkap Miro saat timnya tiba di Hotel Aston dengan disambut hujan deras.
Miro tak mau berspekulasi berangkat ke lapangan yang jaraknya sekitar 30 hingga 45 menit perjalanan, jika ternyata turun hujan. Kebetulan kemarin sore memang hujan, dan tim Persiba kabarnya tak bisa berlatih di lapangan karena hujan deras.
Usai lari keliling lapangan tennis melakukan pemanasan, pemain berlatih dengan bola. Setelah latihan control bola, Miro menggelar small game atau kucing-kucingan dengan membagi pemainnya menjadi dua kelompok.
Beruntung latihan di bawah gedung bertingkat ini tidak sampai turun hujan. Meski pihak hotel sudah menyiapkan alternative kedua, jika turun hujan, latihan Arema akan dialihkan ke baseman, atau areal parkir dibawah gedung.
Sementara itu tim Arema dipastikan bertanding lawan Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, Rabu (23/3) malam. Kick off pertandingan rencananya dimulai pukul 19.00 WIT. Menurut jadwal dari PT Liga Indonesia, laga tersebut disiarkan langsung ANTV.
Namun meski pertandingan tersebut digelar malam, tim Arema mendapat jatah latihan sore.
“Ya, besok kita latihan sore, ini di Stadion Persiba,” terang asisten pelatih Arema, Tony Ho, kemarin sore.
Jatah latihan sore untuk Arema ini diberikan oleh panpel Persiba sehingga mau tidak mau tim asuhan Miroslav Janu harus latihan sore. Meski dengan kemungkinan terburuk, saat sore hari turun hujan deras.
“Semua tergantung panpel, memang biasanya di Indonesia demikian, karena kalau latihan malam, itu pakai lampu, jadi biaya tuan rumah membengkak. Lain kalau Liga Champions Asia, memang sudah wajib latihan malam,” yakin Tony Ho.
Jika ternyata sore ini turun hujan deras, yang tak memungkinkan Arema berlatih, maka menjadi kerugian tersendiri bagi Zulkifli dkk. Seperti Persiba, kemarin sore tak bisa latihan di Stadion Persiba karena hujan deras. (bua/jon)
Minggu, 20 Maret 2011
Arifin Panigoro Diberi Sanksi PSSI
Jakarta (beritajatim.com) - Penggagas Kompetisi Liga Primer Indonesia Arifin Panigoro mendapat sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Sanksi berupa larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang di dalam yurisdiksi PSSI.
Dengan sanksi ini, Arifin Panigoro dipastikan tidak bisa dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Padahal, Arifin merupakan salah satu kandidat untuk bersaing dengan ketua umum saat ini, yakni Nurdin Halid.
Dari rilis yang dikeluarkan PSSI, selain Arifin, ada sekitar 56 daftar terhukum. Pemberian sanksi dimaktubkan melalui SK Komdis tertanggal 7 Maret 2011.
Pada tanggal 18 Ferbruari lalu, Komdis telah lebih dulu merilis 53 daftar para terhukum yang terdiri dari perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Total daftar terhukum tersebut saat ini menjadi 110.
"Komdis berusaha menegakkan kedaulatan sepakbola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepakbola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," ungkap Ketua Komdis PSSI, Dr. Hinca Pandjaitan, A.C.C.S, SH.
"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepakbola," tegas Hinca Pandjaitan. [but]
Dengan sanksi ini, Arifin Panigoro dipastikan tidak bisa dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Padahal, Arifin merupakan salah satu kandidat untuk bersaing dengan ketua umum saat ini, yakni Nurdin Halid.
Dari rilis yang dikeluarkan PSSI, selain Arifin, ada sekitar 56 daftar terhukum. Pemberian sanksi dimaktubkan melalui SK Komdis tertanggal 7 Maret 2011.
Pada tanggal 18 Ferbruari lalu, Komdis telah lebih dulu merilis 53 daftar para terhukum yang terdiri dari perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Total daftar terhukum tersebut saat ini menjadi 110.
"Komdis berusaha menegakkan kedaulatan sepakbola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepakbola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," ungkap Ketua Komdis PSSI, Dr. Hinca Pandjaitan, A.C.C.S, SH.
"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepakbola," tegas Hinca Pandjaitan. [but]
Jumat, 18 Maret 2011
Bidik Persiba
Lupakan LCA, Target Poin di Balikpapan
MALANG - Arema harus segera melupakan kekalahan telak 0-4 dari Jeonbuk Hyundai Motors di Stadion Kanjuruhan Rabu (16/3) lalu. Pasalnya, Singo Edan dituntut mengarahkan konsentrasi pada lanjutan kompetisi Liga Super musim ini. Skuad besutan pelatih Miroslav Janu bakal kembali bertanding pada 23 Maret mendatang.
Tak tanggung-tanggung, tim berlogo kepala singa lagi-lagi harus bertandang ke markas lawan. Kali ini lawan yang akan dihadapi adalah Persiba Balikpapan. Tim berjuluk Beruang Madu itu bertekuk lutut 0-3 saat melawat ke kandang Arema 19 Januari lalu di putaran pertama.
Hanya saja, Zulkifli Syukur dkk patut mewaspadai semangat balas dendam tim asal kota minyak tersebut. Apalagi Persiba di putaran babak kedua ini banyak melakukan perubahan pemain. Termasuk, ditangani pelatih baru Hariyadi yang mengantikan Junaedi.
Manager coach Miroslav Janu mengaku tengah menyiapkan pasukan terbaiknya agar bisa membawa oleh-oleh poin dari Balikpapan. Terlebih, mencuri poin di markas tim yang kini masih terdampar di peringkat 12 klasemen sementara ISL itu tidaklah mudah.
‘’Sabtu dan Minggu kita latihan. Senin (21/3) sudah berangkat karena Selasa (22/3) harus coba lapangan. Kita bawa 18 pemain. Semua pemain harus siap,’’ beber pelatih asal Ceko itu.
Kondisi tim yang mulai kondusif pasca beresnya masalah finansial yang mendera dirasa cukup melegakan. Der trainer yang sempat mengarsiteki PSM Makassar itu pun tak segan memuji semangat juang anak asuhnya.
‘’Pemain latihan serius. Mereka maksimal. Sekarang gaji satu bulan sudah dibayar. Problem finansial sudah oke. Kita fokus Persiba,’’ terangnya kepada Malang Post.
Disinggung soal kekuatan calon lawan, pelatih berusia 51 tahun itu mengaku bahwa Persiba bukanlah tim yang bisa diremehkan bila bermain di kandangnya. Terbukti, tim kuat macam Persipura Jayapura dipaksa pulang tertunduk dengan kekalahan 0-1 dalam lawatan ke Balikpapan. ‘’Saya lihat Persiba sebagai tim kuat,’’ tandas Miro.
Meski baru saja dipecundangi Persija Jakarta dengan skor besar 1-5, tidak menjadi gambaran permainan Persiba yang sesungguhnya.
‘’Saat lawan Persija, sebenarnya mereka bermain bagus di babak kedua. Tapi jelas permainan mereka berbeda saat melawan tim yang berbeda pula. Kita harus waspadai itu,’’ pungkas pelatih kelahiran 8 November 1959 tersebut. (tom/avi)
MALANG - Arema harus segera melupakan kekalahan telak 0-4 dari Jeonbuk Hyundai Motors di Stadion Kanjuruhan Rabu (16/3) lalu. Pasalnya, Singo Edan dituntut mengarahkan konsentrasi pada lanjutan kompetisi Liga Super musim ini. Skuad besutan pelatih Miroslav Janu bakal kembali bertanding pada 23 Maret mendatang.
Tak tanggung-tanggung, tim berlogo kepala singa lagi-lagi harus bertandang ke markas lawan. Kali ini lawan yang akan dihadapi adalah Persiba Balikpapan. Tim berjuluk Beruang Madu itu bertekuk lutut 0-3 saat melawat ke kandang Arema 19 Januari lalu di putaran pertama.
Hanya saja, Zulkifli Syukur dkk patut mewaspadai semangat balas dendam tim asal kota minyak tersebut. Apalagi Persiba di putaran babak kedua ini banyak melakukan perubahan pemain. Termasuk, ditangani pelatih baru Hariyadi yang mengantikan Junaedi.
Manager coach Miroslav Janu mengaku tengah menyiapkan pasukan terbaiknya agar bisa membawa oleh-oleh poin dari Balikpapan. Terlebih, mencuri poin di markas tim yang kini masih terdampar di peringkat 12 klasemen sementara ISL itu tidaklah mudah.
‘’Sabtu dan Minggu kita latihan. Senin (21/3) sudah berangkat karena Selasa (22/3) harus coba lapangan. Kita bawa 18 pemain. Semua pemain harus siap,’’ beber pelatih asal Ceko itu.
Kondisi tim yang mulai kondusif pasca beresnya masalah finansial yang mendera dirasa cukup melegakan. Der trainer yang sempat mengarsiteki PSM Makassar itu pun tak segan memuji semangat juang anak asuhnya.
‘’Pemain latihan serius. Mereka maksimal. Sekarang gaji satu bulan sudah dibayar. Problem finansial sudah oke. Kita fokus Persiba,’’ terangnya kepada Malang Post.
Disinggung soal kekuatan calon lawan, pelatih berusia 51 tahun itu mengaku bahwa Persiba bukanlah tim yang bisa diremehkan bila bermain di kandangnya. Terbukti, tim kuat macam Persipura Jayapura dipaksa pulang tertunduk dengan kekalahan 0-1 dalam lawatan ke Balikpapan. ‘’Saya lihat Persiba sebagai tim kuat,’’ tandas Miro.
Meski baru saja dipecundangi Persija Jakarta dengan skor besar 1-5, tidak menjadi gambaran permainan Persiba yang sesungguhnya.
‘’Saat lawan Persija, sebenarnya mereka bermain bagus di babak kedua. Tapi jelas permainan mereka berbeda saat melawan tim yang berbeda pula. Kita harus waspadai itu,’’ pungkas pelatih kelahiran 8 November 1959 tersebut. (tom/avi)
Selasa, 15 Maret 2011
Laga Arema Bebas dari Rokok
Malang (beritajatim.com) - Peraturan tegas yang dikeluarkan AFC selaku penyelanggara Liga Champion Asia (LCA), nampaknya tidak akan ada dispensasi lagi. Bahkan, denda Rp 50 juta siap diberikan jika sampai penonton yang duduk di tribun Very Importan Person (VIP), ketahuan merokok. Dengan begitu, tempat duduk esklusif bagi penonton VIP dan juga pekerja media di tempat itu dipastikan akan bebas dari asap rokok.
“Itu sudah aturan. Jika kami tidak ingin kena denda lima ribu dolar atau setara dengan lima puluh juta rupiah, jangan merokok di tribun VIP saat pertandingan nanti,” ungkap Humas Arema, Sudarmaji, Senin (14/3/2011) siang pada beritajatim.com.
Peraturan dilarang merokok itu menurut Sudarmaji sudah berlaku untuk pertandingan international manapun. Itu sebabnya, panita pelaksana pertandingan Arema nantinya, akan melarang penonton di tribun VIP untuk menghembuskan asap rokoknya. Para pecandu bola yang biasanya menikmati asap rokok di tribun VIP tersebut, akan menjadi target dirinya agar jangan ada denda dari AFC dan LCA terkait asap rokok.
Sudarmaji juga menjelaskan, selain tidak boleh merokok, tribun VIP selama LCA berlangsung harus bebas dari pedagang asongan. Dimana, pedagang asongan yang tergabung dalam ASOKA (Asongan Kanjuruhan) itu, dilarang keras dan tidak diperbolehkan berada di tribun VIP.
“Tadi juga ada satu asongan yang mendatangi kami. Ia bertanya, apakah boleh berjualan di tribun VIP, ya saya suruh tanya sendiri ke petugas dari LCA yang sedang survey. Jawabnya, tidak boleh. Itu berarti, selain tribun VIP bebas dari asap rokok, juga tidak boleh ada asongan ditempat itu,” ucapnya.
Hal yang sama menurut Sudarmaji pula, sebenarnya terjadi pada tribun ekonomi. Tapi, karena harus ada rasa kemanusian juga, ia akan berpikir keras agar asongan bisa berjualan di tribun ekonomi. Masalahnya, di pertandingan International manapun, tidak ada yang namanya asongan. Kalaupun ada, produk yang dijual di dalam stadion nanti, kemasannya harus diubah dan diganti menggunakan plastik. Karena itu sudah aturan resminya, mau tidak mau pihaknya juga akan mengikuti aturan itu.
“Kami akan mengikuti aturan nantinya. Jangan sampai denda Rp 50 juta itu ditanggung bagi teman-teman asongan yang nekat jualan di VIP. Kalau sampai ketahuan, ya bayar sendiri dendanya,” urai Sudarmaji.
Ditambahkannya, selain melarang tribun VIP dari asongan dan asap rokok, makan dari luar yang di bawa penonton untuk masuk kedalam stadion nanti juga akan dilakukan pemeriksaan lebih dulu. Meski akan melakukan pemeriksaan soal makanan maupun minuman yang dibawa penonton, semuanya dilakukan masih memegang rasa kemanusian.
“Tetap bawaan makanan akan kita periksa. Kalau ada yang bawa kaleng atau botol minuman tertentu, kita pindahkan ke dalam plastik. Kasihan juga kalau nggak boleh bawa makanan dan minuman. Kalau pingsan, siapa nanti yang bertanggung jawab,” pungkas Sudarmaji. [yog/but]
“Itu sudah aturan. Jika kami tidak ingin kena denda lima ribu dolar atau setara dengan lima puluh juta rupiah, jangan merokok di tribun VIP saat pertandingan nanti,” ungkap Humas Arema, Sudarmaji, Senin (14/3/2011) siang pada beritajatim.com.
Peraturan dilarang merokok itu menurut Sudarmaji sudah berlaku untuk pertandingan international manapun. Itu sebabnya, panita pelaksana pertandingan Arema nantinya, akan melarang penonton di tribun VIP untuk menghembuskan asap rokoknya. Para pecandu bola yang biasanya menikmati asap rokok di tribun VIP tersebut, akan menjadi target dirinya agar jangan ada denda dari AFC dan LCA terkait asap rokok.
Sudarmaji juga menjelaskan, selain tidak boleh merokok, tribun VIP selama LCA berlangsung harus bebas dari pedagang asongan. Dimana, pedagang asongan yang tergabung dalam ASOKA (Asongan Kanjuruhan) itu, dilarang keras dan tidak diperbolehkan berada di tribun VIP.
“Tadi juga ada satu asongan yang mendatangi kami. Ia bertanya, apakah boleh berjualan di tribun VIP, ya saya suruh tanya sendiri ke petugas dari LCA yang sedang survey. Jawabnya, tidak boleh. Itu berarti, selain tribun VIP bebas dari asap rokok, juga tidak boleh ada asongan ditempat itu,” ucapnya.
Hal yang sama menurut Sudarmaji pula, sebenarnya terjadi pada tribun ekonomi. Tapi, karena harus ada rasa kemanusian juga, ia akan berpikir keras agar asongan bisa berjualan di tribun ekonomi. Masalahnya, di pertandingan International manapun, tidak ada yang namanya asongan. Kalaupun ada, produk yang dijual di dalam stadion nanti, kemasannya harus diubah dan diganti menggunakan plastik. Karena itu sudah aturan resminya, mau tidak mau pihaknya juga akan mengikuti aturan itu.
“Kami akan mengikuti aturan nantinya. Jangan sampai denda Rp 50 juta itu ditanggung bagi teman-teman asongan yang nekat jualan di VIP. Kalau sampai ketahuan, ya bayar sendiri dendanya,” urai Sudarmaji.
Ditambahkannya, selain melarang tribun VIP dari asongan dan asap rokok, makan dari luar yang di bawa penonton untuk masuk kedalam stadion nanti juga akan dilakukan pemeriksaan lebih dulu. Meski akan melakukan pemeriksaan soal makanan maupun minuman yang dibawa penonton, semuanya dilakukan masih memegang rasa kemanusian.
“Tetap bawaan makanan akan kita periksa. Kalau ada yang bawa kaleng atau botol minuman tertentu, kita pindahkan ke dalam plastik. Kasihan juga kalau nggak boleh bawa makanan dan minuman. Kalau pingsan, siapa nanti yang bertanggung jawab,” pungkas Sudarmaji. [yog/but]
Presiden Kehormatan Arema: Manajemen Tak Transparan
Malang(beritajatim.com) - Bupati Malang Rendra Kresna yang juga Penasehat Tim Arema Malang mengaku jika keterlambatan gaji pemain akibat sikap manajemen yang tidak terbuka.
Hal itu diungkapkan Rendra di Pendopo Agung Kabupaten Malang saat ditemui wartawan. Rendra menangkap jika Manajemen Arema tidak transparan lagi.
“Ketidak tepatan soal pembayaran gaji pemain ini, karena tidak transparannya manajemen. Saya selaku pihak luar dalam tim itu sendiri menilai manajemen tidak terbuka," ungkap politisi Partai Golkar ini.
Dijelaskannya, meski posisinya saat ini hanya sebagai penasehat saja Rendra menganggap jerih payahnya juga sudah tidak dihargai lagi oleh manajemen.
Munculnya masalah keterlambatan gaji sebenarnya, saat tim hendak bertandang pada LCA ke Jepang beberapa waktu lalu. Dimana, saat itu para pemain sudah mogok bermain dan tidak mau ikut bermain di Jayapura.
Tetapi, lewat campur tangannya selaku penasehat, dirinya saat itu bersedia menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Tetapi, ketika kesepakatan sudah disepakati bersama, beberapa pemain dianggapnya tidak mentaati kesepakatan. Dari situlah, ia merasa kecewa dengan sikap para pemain.
Termasuk, sangat menyayangkan sikap manajemen yang dinilainya, tidak transparan serta tertutup dalam menyelesaikan persoalan tentang pendapatan selama Arema bermain di Stadion Kanjuruhan.
"Sampai hari ini, kami tidak tahu berapa pendapatan selama bermain di Stadioan Kanjuruhan. Dari sini berarti sudah tidak ada transparansi," terang Rendra.
Politisi Partai Golkar Kabupaten Malang itu menambahkan, saat dirinya duduk dalam susunana manajemen Arema, selalu dilakukan pembicaraan dulu.
Pada masa dirinya sebagai orang di manajemen, soal transaksi pemain selalu dilakukan pembicaraan. Namun, hal itu berbeda pada saat ini. Dimana, ada kejanggalan kenaikan gaji kontrak pemain sampai 30 persen.
“Dulu kami selalu melakukan pembicaraan dulu sebelum melakukan sesuatu. Tapi sekarang, saya lihat sudah tidak begitu lagi,” ucapnya.
Ditambahkannya, untuk mensiasati gaji pemain yang terlambat itu, bisa dilakukan dengan cara mengangsur tanpa harus menunggu satu bulan gaji penuh.
Dengan begitu, tidak sampai memberatkan dan menimbulkan persoalan baru. Kuncinya adalah, setiap komponen dalam tim Arema harus saling mengisi. Serta, adanya keterbukaan dan transparansi dalam segi apapun. Termasuk, soal pendapatan Arema selama bermain di Stadion Kanjuruhan. [yog/ted]
Hal itu diungkapkan Rendra di Pendopo Agung Kabupaten Malang saat ditemui wartawan. Rendra menangkap jika Manajemen Arema tidak transparan lagi.
“Ketidak tepatan soal pembayaran gaji pemain ini, karena tidak transparannya manajemen. Saya selaku pihak luar dalam tim itu sendiri menilai manajemen tidak terbuka," ungkap politisi Partai Golkar ini.
Dijelaskannya, meski posisinya saat ini hanya sebagai penasehat saja Rendra menganggap jerih payahnya juga sudah tidak dihargai lagi oleh manajemen.
Munculnya masalah keterlambatan gaji sebenarnya, saat tim hendak bertandang pada LCA ke Jepang beberapa waktu lalu. Dimana, saat itu para pemain sudah mogok bermain dan tidak mau ikut bermain di Jayapura.
Tetapi, lewat campur tangannya selaku penasehat, dirinya saat itu bersedia menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Tetapi, ketika kesepakatan sudah disepakati bersama, beberapa pemain dianggapnya tidak mentaati kesepakatan. Dari situlah, ia merasa kecewa dengan sikap para pemain.
Termasuk, sangat menyayangkan sikap manajemen yang dinilainya, tidak transparan serta tertutup dalam menyelesaikan persoalan tentang pendapatan selama Arema bermain di Stadion Kanjuruhan.
"Sampai hari ini, kami tidak tahu berapa pendapatan selama bermain di Stadioan Kanjuruhan. Dari sini berarti sudah tidak ada transparansi," terang Rendra.
Politisi Partai Golkar Kabupaten Malang itu menambahkan, saat dirinya duduk dalam susunana manajemen Arema, selalu dilakukan pembicaraan dulu.
Pada masa dirinya sebagai orang di manajemen, soal transaksi pemain selalu dilakukan pembicaraan. Namun, hal itu berbeda pada saat ini. Dimana, ada kejanggalan kenaikan gaji kontrak pemain sampai 30 persen.
“Dulu kami selalu melakukan pembicaraan dulu sebelum melakukan sesuatu. Tapi sekarang, saya lihat sudah tidak begitu lagi,” ucapnya.
Ditambahkannya, untuk mensiasati gaji pemain yang terlambat itu, bisa dilakukan dengan cara mengangsur tanpa harus menunggu satu bulan gaji penuh.
Dengan begitu, tidak sampai memberatkan dan menimbulkan persoalan baru. Kuncinya adalah, setiap komponen dalam tim Arema harus saling mengisi. Serta, adanya keterbukaan dan transparansi dalam segi apapun. Termasuk, soal pendapatan Arema selama bermain di Stadion Kanjuruhan. [yog/ted]
Langganan:
Postingan (Atom)