MALANG-Menyusul adanya keterangan Menpora Andi Mallarangeng yang tidak lagi mengakui dan membekukan kepengurusan PSSI dibawah Ketua Umum Nurdin Halid, juga berimbas pada kompetisi yang dinaungi PSSI.
Dalam keterangannya itu, Andi Mallarangeng menyebutkan bahwa semua aktivitas persepakbolaan diambil alih dan diawasi oleh KONI/KOI. Termasuk kompetisi yang selama ini dikelola oleh PT Liga Indonesia atau BLI (Badan Liga Indonesia).
Bahkan informasi terakhir menyebutkan, setiap perizinan untuk pertandingan sepakbola harus mendapatkan rekomendasi dari KONI/KOI. Atau bersama-sama dengan Penprov PSSI, dan tidak boleh lagi mendapat rekomendasi dari PSSI pusat.
Mau tidak mau, kondisi ini bakal mempengaruhi persiapan tim Arema jelang beberapa laga home di stadion Kanjuruhan. Khususnya laga terdekat menghadapi Persib Bandung, Jumat (1/4) mendatang.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan, kita masih menunggu, karena selama ini BLI yang menjalankan kompetisi. Kita tunggu kelanjutannya dari surat resmi BLI menyikapi statemen menpora itu,” ungkap Abriadi Muhara, kemarin sore.
Menurut Ketua Pelaksana Arema ini, hingga kemarin BLI belum memberikan surat resmi perihal adanya perubahan prosedur dalam menggelar pertandingan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 yang telah memasuki putaran kedua ini.
“Jadi kita terus jalankan pertandingan seperti jadwal yang sudah dirilis BLI sebelumnya. Arema tetap komitmen dengan pertandingan ISL. Termasuk untuk laga terdekat lawan Persib, kita optimis tetap dijalankan sesuai agenda,” terang Abriadi.
Meski optimis bisa menggelar laga tersebut, manajemen Arema sempat mengkhawatirkan jadwal laga home Arema bisa terganggu. Bahkan ada kemungkinan terburuk, jadwal ISL menjadi kacau atau bisa tak terlaksana.
“Kalau pertandingan ini sampai batal, itu bisa sangat merugikan Arema, dan ini kerugian besar bagi Arema, seperti saat Arema batal lawan Persema,” jelas Abriadi. “Kebetulan pada putaran kedua ini, banyak laga home Arema,” sambungnya.
Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono yang dikonfirmasi Malang Post secara terpisah mengaku tidak ambil pusing dengan keterangan Menpora itu. Menurutnya kompetisi akan tetap berjalan seperti sedia kala.
“Saya membiarkan kuliah ini terjadi in real (yang sebenarnya), karena penting bagi negeri yang peradabannya sedang tumbuh, belajar dari pertengkaran. Go on (berjalan) saja. Take it easy (dibuat mudah),” jelas Joko Driyono dalam sebuah SMS atau pesan singkat kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut Joko Driyono, Arema dan klub-klub yang bisa tetap menjalankan kompetisi sesuai jadwal. Bahkan menurutnya Malang bisa menjadi inspirasi untuk sepakbola di Indonesia. “Malang. Inspiring "new" Indonesia,” katanya. (bua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar