Selasa, 15 Maret 2011

Presiden Kehormatan Arema: Manajemen Tak Transparan

Malang(beritajatim.com) - Bupati Malang Rendra Kresna yang juga Penasehat Tim Arema Malang mengaku jika keterlambatan gaji pemain akibat sikap manajemen yang tidak terbuka.

Hal itu diungkapkan Rendra  di Pendopo Agung Kabupaten Malang saat ditemui wartawan. Rendra menangkap jika Manajemen Arema tidak transparan lagi.

“Ketidak tepatan soal pembayaran gaji pemain ini, karena tidak transparannya manajemen. Saya selaku pihak luar dalam tim itu sendiri menilai manajemen tidak terbuka," ungkap politisi Partai Golkar ini.

Dijelaskannya, meski posisinya saat ini hanya sebagai penasehat saja Rendra menganggap jerih payahnya juga sudah tidak dihargai lagi oleh manajemen.

Munculnya masalah keterlambatan gaji sebenarnya, saat tim hendak bertandang pada LCA ke Jepang beberapa waktu lalu. Dimana, saat itu para pemain sudah mogok bermain dan tidak mau ikut bermain di Jayapura.

Tetapi, lewat campur tangannya selaku penasehat, dirinya saat itu bersedia menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Tetapi, ketika kesepakatan sudah disepakati bersama, beberapa pemain dianggapnya tidak mentaati kesepakatan. Dari situlah, ia merasa kecewa dengan sikap para pemain.
Termasuk, sangat menyayangkan sikap manajemen yang dinilainya, tidak transparan serta tertutup dalam menyelesaikan persoalan tentang pendapatan selama Arema bermain di Stadion Kanjuruhan.

"Sampai hari ini, kami tidak tahu berapa pendapatan selama bermain di Stadioan Kanjuruhan. Dari sini berarti sudah tidak ada transparansi," terang Rendra.

Politisi Partai Golkar Kabupaten Malang itu menambahkan, saat dirinya duduk dalam susunana manajemen Arema, selalu dilakukan pembicaraan dulu.

Pada masa dirinya sebagai orang di manajemen, soal transaksi pemain selalu dilakukan pembicaraan. Namun, hal itu berbeda pada saat ini. Dimana, ada kejanggalan kenaikan gaji kontrak pemain sampai 30 persen.

“Dulu kami selalu melakukan pembicaraan dulu sebelum melakukan sesuatu. Tapi sekarang, saya lihat sudah tidak begitu lagi,” ucapnya.

Ditambahkannya, untuk mensiasati gaji pemain yang terlambat itu, bisa dilakukan dengan cara mengangsur tanpa harus menunggu satu bulan gaji penuh.

Dengan begitu, tidak sampai memberatkan dan menimbulkan persoalan baru. Kuncinya adalah, setiap komponen dalam tim Arema harus saling mengisi. Serta, adanya keterbukaan dan transparansi dalam segi apapun. Termasuk, soal pendapatan Arema selama bermain di Stadion Kanjuruhan. [yog/ted]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar