Senin, 06 Desember 2010

Melawan Kelelahan, Masih Harus Uji Coba Hari Ini

BALI - Training Center (TC) atau pemusatan latihan selalu identik dengan latihan fisik. Itulah yang kini harus dilalui pemain-pemain Arema selama di Bali. Paling tidak mulai kemarin pagi, pemain digenjot latihan fisik di pantai Kuta.
Namun Pierre Njanka dkk tidak hanya konsentrasi latihan fisik, melainkan juga latihan teknik dan taktik. Termasuk juga menyelesaikan dua laga ujicoba yang digelar Senin (6/12) sore ini, dan Kamis (9/12) besok. Untuk ujicoba sore ini, Arema akan menghadapi tim lokal bali, Putra Perkanti di stadion Yoga Perkanthi, Jimbaran. Tak ada target khusus yang dipatok pelatih Arema, Miroslav Janu pada laga ujicoba tim asuhannya, sore ini.
Pastinya, meski lawan yang dihadapi levelnya adalah tim lokal, persoalannya adalah pemain Arema dalam kondisi kelelahan. Lantaran pemain Arema masih harus menyelesaikan menu latihan fisik, diselingi dengan laga ujicoba.
Termasuk pagi ini, Miro menjadwalkan pemainnya masih ada latihan lagi, sebelum nanti menyelesaikan laga ujicoba. Praktis, lawan yang dihadapi pemain-pemain Arema sebenarnya tak hanya tim Putra Perkanti, tapi juga rasa lelah mereka.
‘’Besok (sore ini, Red.) kita ujicoba saja, ya hanya ujicoba,’’ ungkap Miro saat disingggung perihal target timnya dalam laga ujicoba lawan tim lokal Bali ini. Pelatih asal Republik Ceko ini pun mengaku belum memastikan komposisi pemain yang akan diturunkannya.
Termasuk kemungkinan untuk menurunkan semua pemainnya, Miro masih akan melihat perkembangan kondisi terakhir pemainnya. Pastinya tadi malam dan pagi ini, masih ada agenda latihan yang harus diselesaikan pemain-pemain Arema.
‘’Besok pagi (pagi ini, Red.) ada latihan dan sore ada jadwal ujicoba, ini biasa. Kita ada 22 pemain yang ke Bali, kita lihat kondisi mereka nanti, mungkin nanti ada yang cedera, saya tidak tahu, lihat nanti,’’ sebut Miro kepada Malang Post.
Sementara itu pemain Arema, tampaknya sudah siap untuk menyelesaikan laga ujicoba pertama yang termasuk bagian dari program TC di Bali ini. Sekalipun kondisi mereka sebenarnya kelelahan, karena menu latihan yang berat.
‘’Latihan fisik dalam pemusatan latihan itu sudah biasa, tidak ada masalah. Besok (hari ini, Red.) ada laga ujicoba, kita sebagai pemain harus siap untuk menjalani program dari pelatih ini,’’ sebut gelandang Arema asal Uruguay, Esteban Gullien.
Bahkan beberapa pemain Arema menganggap, datang TC ke Bali ini tidak hanya untuk lari dan lari. Sehingga mereka sudah siap dengan menu latihan maupun program ujicoba yang telah disusun Miro sebelum berangkat ke Bali.
Persoalannya adalah pemain jadi rawan cedera disaat kondisi minim recovery. Apalagi lawan yang bakal dihadapi Arema, yaitu Putra Perkanti masih belum diketahui kekuatan meeka, khususnya formasi pemain yang bakal diiturunkan.
Kebetulan Arema baru kemarin memastikan calon lawan ujicoba ini, karena kesulitan mendapatkan lawan latih tanding. Termasuk stadion untuk laga ujicoba ini, baru dipastikan kemarin sore, bersamaan dengan latihan Arema di stadion Yoga Perkanthi.
Sementara itu kubu Putra Perkanthi berjanji siap memberi perlawanan sengit pada tim Arema. Kebetulan tim yang banyak dihuni pemain muda ini baru selesai latihan di stadion Yoga Perkanthi, saat tim Arema akan memulai latihan.
‘’Kita sebenarnya sudah pernah ujicoba lawan Arema, dua tahun kemarin, kita hanya kalah 1-0 dari gol penalti, dan besok kita akan kembali memberi perlawanan sengit pada tim Arema,’’ ungkap Ketua Putra Perkanthi, Nyoman Warte, kemarin sore.
‘’Ya, kita sudah tahu kelasnya tim Liga Super seperti Arema, tapi kita sudah siap untuk tampil fight, kebetulan kita juga lagi persiapan untuk turnamen Perkanthi Cup,’’ sambung Nyoman mengakui Arema sebagai tim bagus dengan pelatih yang bagus. (bua/avi)

Tiga Pemain Tumbang

BALI-Bukan Miroslav Janu pelatihnya kalau tak bisa membuat pemain ngos-ngosan mengatur nafas, untuk latihan fisik. Pelatih asal Republik Ceko ini cukup terkenal sebagai pelatih yang mengedepankan urusan fisik, seperti ciri sepakbola Eropa Timur.
Korbannya, tiga pemain harus tumbang pada sesi latihan pertama di Pantai Kuta, kemarin pagi. Mereka adalah Irfan Raditya, Hermawan dan Pierre Njanka yang tak bisa menyelesaikan lari dengan jarak tempuh total 5,4 kilometer ini.
Pertama Irfan, usai menyelesaikan set pertama untuk lari 2x200 meter, 2x300 meter dan 2x400 meter sudah merasakan sakit di bagian belakang lutut kaki kirinya. Sehingga bek Arema ini harus mendapatkan perawatan dokter dengan dikompres es.
“Kalau pertama tidak terasa, bisa untuk pemanasan dan lari sprint, tapi lama kelamaan mulai terasa sakit, saya tidak tahu kenapa,” ungkap Irfan perihal cederanya yang perlu untuk dilakukan pemeriksaan medis melalui scan itu.
Sepintas tidak terlalu parah, namun Miro meminta tim dokter Arema untuk segera memastikan kondisi yang dialami Irfan. Sehingga mantan pelatih Slavia Praha ini sempat mempertimbangkan untuk memulangkan Irfan jika tak bisa melanjutkan latihan.
Dua pemain lainnya yang tumbang adalah Hermawan dan Njanka yang memilih duduk di bawah pohon sebelum set terakhir diselesaikannya. Seperti halnya Irfan, mereka berdua juga harus dikompress di bagian lututnya.
Namun untuk Njanka, menurut pengakuannya pada tim dokter tidak ada masalah yang serius dengan lututnya. Hanya saja kapten tim Arema ini mengaku memang kelelahan dengan latihan fisik yang harus diselesaikannya.
Sedangkan Hermawan mengaku, cedera di bagian lututnya itu adalah cedera lama, yang sebelumnya sudah dirasakannya saat saat latihan di Malang. Hanya saja Miro kurang begitu percaya, dan menganggap bek sayap Arema itu hanya ingin istirahat.
“Saya harus tahu problem pemain, apakah memang cedera atau karena pengaruh faktor usia. Saya harus tahu, karena nanti Arema akan menghadapi jadwal yang sangat padat, saya harus tahu kondisi cedera pemain,” ungkap Miro.
Sementara pada sesi latihan di Stadion Yoga Perkanthi, Jimbaran, kemarin sore, Njanka sudah gabung latihan seperti biasanya, termasuk Hermawan. Hanya Irfan dan Purwaka yang latihan sendiri dipinggir lapangan. Purwaka, tampaknya cedera lamanya kambuh lagi.  (bua/jon/malangpost)

 

Hari Pertama, Lari 5,4 KM

BALI-Program pemusatan latihan atau training center (TC) Arema secara resmi dimulai, Minggu (5/12) kemarin pagi. Pada latihan hari pertama ini, pemain Arema digenjot latihan fisik berupa lari di atas pasir pantai Kuta, Bali.
Masing-masing pemain, mendapat jatah lari sejauh total 5,4 kilometer. Itu dilakukan secara bertahap, dalam dua kelompok pemain. Tiap kelompok terdiri dari 10 pemain, menempuh jarah 2x200 meter, 2x300 meter dan 2x400 meter.
Tiap menyelesaikan tiga jarak tempuh yang berbeda itu, pemain mendapat kesempatan istirahat sekitar tiga menit untuk minum. Semua itu dilakukan sebanyak tiga set, sehingga total tiap pemain menempuh jarak 5,5 kilometer.
Tak sekadar lari, pelatih Arema, Miroslav Janu yang memimpin latihan fisik ini juga memberi batas waktu di setiap jarak tempuh. Total waktu yang harus diselesaikan pemain dalam jaka 5,4 kilometer itu adalah 15 menit.
Sehingga Miro akan meminta pemainnya untuk lebih mempercepat larinya jika tak memenuhi waktu yang telah ditentukannya. Sehingga dalam satu kelompok pemain itu, tak semuanya bisa menyelesaikan dalam waktu bersamaan.
Khususnya pada set terakhir, dalam kondisi kelelahan, hanya pemain-pemain yang memiliki fisik bagus, bisa berada di depan. Dan dari 22 pemain yang ikut TC di Bali, dua kiper tidak mendapat jatah untuk lari.
Aji Saka dan Ahmad Kurniawan, ditangani langsung pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto. Mereka berdua harus menyelesaikan menu latihan fisik yang menurut Dwi difokuskan untuk melatih kekuatan dan daya tahan.
Usai latihan fisik ini, pemain mendapatkan kesempatan untuk menceburkan diri di Pantai Kuta. Sekadar untuk rileksasi setelah digenjot lari di atas pasir yang kondisinya lebih berat dibanding lari di atas rumput.
“Kita datang kesini tidak untuk liburan, disini kita latihan terus, pagi dan sore kita latihan terus, seperti pagi ini bisa kamu lihat program latihannya, besok lagi,” ungkap Miro usai latihan yang disaksikan turis-turis di Pantai Kuta ini.
“Nanti sore (kemarin sore) kita ada latihan lagi, tapi nanti latihan dengan menggunakan bola di lapangan,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini menerapkan program latihan sehari dua kali selama TC di Bali.
Pierre Njanka dan kawan-kawan yang paginya digenjot latihan fisik, menyelesaikan latihan dengan bola di Stadion Yoga Perkanti. Latihan dimulai pukul 18.00 WITA, dibawah sorot lampu stadion yang berada di daerah Jimbaran  ini. (bua/jon)

Dijatah 20 Orang ke Padang

BALI-Manajemen Arema akhirnya mendapat konfirmasi resmi terkait dengan keikutsertaan Arema dalam laga amal menghadapi Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Padang, tanggal 22 Desember mendatang. Kepastian itu diperoleh Arema melalui surat dengan nomer 317/KRE/KSSP/12.2010 tertanggal 4 Desember yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang, Toto Sudibyo.
Dalam surat tersebut disebutkan, laga amal ini bakal diperuntukkan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Mentawai, 25 Oktober lalu. Menariknya, dalam surat tersebut, panitia menjatah rombongan tim Arema sebanyak 20 orang.
 “Ya, kita hanya dijatah 20 orang, dan siapa-siapa yang nanti akan berangkat ke Padang, akan kita bicarakan dulu dengan pelatih. Jatah 20 orang ini terkait dengan biaya transportasi dan akomodasi yang disiapkan panitia,” ungkap pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Tak hanya menyiapkan biaya transportasi dan akomodasi, panitia juga siap memberi match fee untuk tim Arema pada laga amal tersebut. Diperkirakan tim Arema akan menambah biaya sendiri untuk menambah jumlah rombongan ke Padang.
Kecuali Miro hanya akan membawa 15 pemain, plus lima official yang berangkat ke Padang. Meski saat dikonfirmasi, pelatih asal Republik Ceko ini menyerahkan pengaturan jadwal ujicoba Arema, termasuk adanya tawaran turnamen di Kota Tarakan, Kalimantan Timur.
 “Saya belum tahu jadwal Arema untuk ujicoba di Padang dan Tarakan itu, semua manajemen yang urus jadwalnya. Saya tidak mau ada istilah Arema 1 atau Arema 2,” ungkap Miro perihal dua tim Arema yang akan berangkat ke Padang dan Tarakan.
Kebetulan untuk turnamen di Tarakan yang bakal diikuti empat tim, termasuk tuan rumah, Gelora Putra Paguntaka. Tim yang dipersiapkan tampil di  kompetisi Divisi III Nasional ini akan menghadapi Arema, Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta.
Menurut rencana, turnaman segi empat dalam rangka hari ulang tahun Kota Tarakan itu akan digelar 21 hingga 28 Desember mendatang. Dan rombongan tim Arema diminta untuk berangkat ke Tarakan, tanggal 19 Desember nanti.
 “Untuk tim yang berangkat ke Tarakan nanti adalah tim Arema U-21,” ungkap Miro yang belum memastikan untuk mengikutsertakan pemain senior yang selama ini duduk sebagai cadangan. “Kita lihat nanti, karena kalau disini banyak yang cedera, hanya tim U-21 yang berangkat,” katanya. (bua/jon)

Puji Bustomi-Zulkifli

BALI-    Sukses Timnas Indonesia membantai Timnas Laos 6-0 mendapat perhatian khusus dari Managercoach Arema, Miroslav Janu. Maklum, ada dua pemain Arema yang masuk dalam starting eleven Timnas Indonesia saat menang besar itu.
Dua pemain itu adalah Ahmad Bustomi dan Zulkifli Syukur, serta Benny Wahyudi yang masuk di akhir babak kedua. Benny masuk menggantikan Zulkifli, sedangkan dua pemain Arema lainnya, Yongki Ariwibowo dan Kurnia Meiga cadangan.
“Ya saya nonton laga Indonesia lawan Laos. Saya lihat penampilan pemain Arema di timnas sudah lebih bagus dibanding saat pertandingan sebelumnya  lawan Malaysia,” ungkap Miro memuji penampilan Bustomi dan Zulkifli.
 “Saya lihat Zulkifli main bagus, awalnya takut naik untuk membantu serangan, tapi dia akhirnya mampu membantu serangan, lalu Benny masuk dan main sebentar. Tapi kita lihat nanti, saat Indonesia lawan tim yang kuat,” sambungnya.
Perihal dua pemain Arema lainnya, Yongki dan Meiga yang belum mendapatkan kesempatan tampil, menurut Miro kurang bagus. Pasalnya kondisi mereka tidak terpantau, dan tidak ada kesempatan untuk mengasah kemampuan.
“Yongki tidak bagus, karena duduk terus, tapi memang tidak bisa main semua. Ini pertandingan sepakbola, hanya ada sebelas pemain yang tampil,” sebut Miro yang akan kembali memantau penampilan Arema saat menjamu Timnas Thailand nanti.
Ada kemungkinan, dengan status Timnas Indonesia lolos ke babak berikutnya di Piala AFF sebagai juara grup, pelatih Timnas, Alfred Riedl bakal menurunkan pemain pelapis seperti memberi kesempatan Yongki untuk tampil.
 “Saya tidak tahu, mereka diturunkan atau tidak saat lawan Thailand, kita lihat saja nanti. Saya sebenarnya mau lihat siaran langsung Timnas Singapura, tapi dimana. Saya mau lihat Noh Alam Shah dan Ridhuan, saya dengar Ridhuan cedera,” kata Miro.
Pelatih asal Republik Ceko ini tampaknya ingin memastikan kondisi tujuh pemainnya yang tergabung di Timnas. Pasalnya Miro ingin saat mereka kembali gabung Arema, kondisi mereka sudah siap tempur dan tidak ada masalah. (bua/jon/malangpost)

Korwil Aremania Sawojajar Dideklarasikan

SAWOJAJAR-Korwil Aremania Sawojajar (AS) mencatatkan diri menjadi korwil ke 273 setelah dideklarasikan di Café O-Ren Jalan Danau Kerinci Raya Sawojajar, kemarin. Deklarasi itu berlangsung meriah dengan kehadiran perwakilan korwil Aremania Malang Raya. Bahkan Jakmania Ngalam turut hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan Aremania di Sawojajar.
Deklarasi itu dihadiri Bambang DH Suyono selaku sesepuh Sawojajar, pendiri Arema Lucky Acub Zaenal, perwakilan Manajemen Mbak Sri. Tak ketinggalan sejumlah perwakilan Korwil dari wilayah yang jauh, seperti Korwil Aremania Jalur Gaza Sukorejo Pasuruan dan Korwil Aremania Wonosari di Gunung Kawi.
Ketua Korwil Aremania AS Kholidul Azhar mengatakan, saat ini anggotanya sudah berjumah sekitar 120 orang. Mayoritas anggota korwil AS adalah para mahasiswa, sehingga ada juga yang berasal dari luar daerah. Korwil AS memiliki anggota dari Lumajang dan Mojokerto.
“Kita berdiri untuk mendukung Arema, tak ingin melobi manajemen demi mendapat jatah tiket. Selama ini yang kita andalkan ta ticket box, seperti Malang Post, Senaputra, RCB,” tegas Kholid sapaan akrabnya.
Aremania yang bermukim di Jalan Danau Toba itu menambahkan, Korwil AS akan terus mendukung Arema hingga kapanpun. Mengenai kegiatan lainnya, hingga saat ini pihaknya belum memiliki perencanaan. Tentu saja, yang terpenting adalah tetap menjalin kebersamaan bersama rekan Aremania dimanapun berada.
“Yang penting kebersamaan, hari ini kami sebar undangan 70 sampai 80, yang hadir mencapai 300 orang,” imbuhnya.
Sementara itu, Bambang DH Suyono dalam sambutannya mengaku senang dengan hadirnya korwil Sawojajar itu. Mantan Sekkota Malang itu mengaku salut dengan kiprah Aremania selama ini. Supporter itu tetap setia menjaga kebersamaan demi mendukung tim kesayangannya Arema. ”Salam satu jiwa,” teriaknya berulang kali.
Sedangkan, Mbak Sri mewakili pihak manajemen Arema meminta agar dukungan terus diberikan kepada tim. Sri mengakui saat ini pihak manajemen tengah kebingungan mencari sponsor. Pasalnya, gaji pemain belum juga dipenuhi karena alasan keuangan yang tak mencukupi.
“Kami manajemen, terbuka terhadap kritik, serta ide-ide dari rekan-rekan semuanya, yang terpenting tetap berikan dukungan kepada Arema,” pinta Aremania Balikpapan itu. (ary/jon)

Minggu, 05 Desember 2010

Dapat jatah sepatu-jaket

BALI-Ada yang berbeda dari skuad tim Arema saat berangkat untuk pemusatan latihan di Bali, kemarin siang. Pemain-pemain Arema sudah mengenakan T-shirt, sepatu dan jaket resmi dari sponsor apparel Lotto.
Mereka baru mendapat jatah resmi sepatu dan jaket resmi dari Lotto itu kemarin pagi, atau sesaat sebelum bertolak dari mess pemain di Jalan Semeru. Namun tidak semua dari rombongan tim Arema itu yang mendapat jatah tersebut.
Pasalnya dari 22 pemain yang berangkat ke Bali, ada dua pemain Arema U-21 yaitu Gilang Dedik Permadi dan Andik Faturohman yang ikut bergabung. Mereka masih tetap mennggunakan fasilitas dari tim Arema U-21.
“Ya, jaket dan sepatu ini baru dikirim Lotto kemarin, dan hari ini langsung kita bagikan pada pemain,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan yang memimpin rombongan tim ke Bali, kemarin siang.
Sayangnya, musim ini pemain-pemain Arema tak mendapatkan jatah tas punggung dari Lotto. Sehingga sebagian pemain membawa tas sendiri, dan sebagian masih membawa tas punggung lama yang dari Diadora.
“Saya tidak mengerti perihal fasilitas yang didapat tim Arema dari Lotto, itu tergantung dari perjanjian kerjasamanya dulu dengan manajemen,” ungkap M. Taufan perihal kelengkapan jersey yang harusnya diterima pemain.
Menurut informasi, fasilitas tim juara ini mengalami pengurangan dibanding jatah musim lalu. Seperti halnya jumlah kostum untuk pemain, kabarnya oleh pihak sponsor apprel ini dikurangi. Itu terkait dengan kesepakatan kerjasama antara Looto dengan Arema yang saat itu dilakukan Dirut Arema, M. Nur. (bua/jon/malangpost)