BALI-Ada yang berbeda dari skuad tim Arema saat berangkat untuk pemusatan latihan di Bali, kemarin siang. Pemain-pemain Arema sudah mengenakan T-shirt, sepatu dan jaket resmi dari sponsor apparel Lotto.
Mereka baru mendapat jatah resmi sepatu dan jaket resmi dari Lotto itu kemarin pagi, atau sesaat sebelum bertolak dari mess pemain di Jalan Semeru. Namun tidak semua dari rombongan tim Arema itu yang mendapat jatah tersebut.
Pasalnya dari 22 pemain yang berangkat ke Bali, ada dua pemain Arema U-21 yaitu Gilang Dedik Permadi dan Andik Faturohman yang ikut bergabung. Mereka masih tetap mennggunakan fasilitas dari tim Arema U-21.
“Ya, jaket dan sepatu ini baru dikirim Lotto kemarin, dan hari ini langsung kita bagikan pada pemain,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan yang memimpin rombongan tim ke Bali, kemarin siang.
Sayangnya, musim ini pemain-pemain Arema tak mendapatkan jatah tas punggung dari Lotto. Sehingga sebagian pemain membawa tas sendiri, dan sebagian masih membawa tas punggung lama yang dari Diadora.
“Saya tidak mengerti perihal fasilitas yang didapat tim Arema dari Lotto, itu tergantung dari perjanjian kerjasamanya dulu dengan manajemen,” ungkap M. Taufan perihal kelengkapan jersey yang harusnya diterima pemain.
Menurut informasi, fasilitas tim juara ini mengalami pengurangan dibanding jatah musim lalu. Seperti halnya jumlah kostum untuk pemain, kabarnya oleh pihak sponsor apprel ini dikurangi. Itu terkait dengan kesepakatan kerjasama antara Looto dengan Arema yang saat itu dilakukan Dirut Arema, M. Nur. (bua/jon/malangpost)
Mereka baru mendapat jatah resmi sepatu dan jaket resmi dari Lotto itu kemarin pagi, atau sesaat sebelum bertolak dari mess pemain di Jalan Semeru. Namun tidak semua dari rombongan tim Arema itu yang mendapat jatah tersebut.
Pasalnya dari 22 pemain yang berangkat ke Bali, ada dua pemain Arema U-21 yaitu Gilang Dedik Permadi dan Andik Faturohman yang ikut bergabung. Mereka masih tetap mennggunakan fasilitas dari tim Arema U-21.
“Ya, jaket dan sepatu ini baru dikirim Lotto kemarin, dan hari ini langsung kita bagikan pada pemain,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan yang memimpin rombongan tim ke Bali, kemarin siang.
Sayangnya, musim ini pemain-pemain Arema tak mendapatkan jatah tas punggung dari Lotto. Sehingga sebagian pemain membawa tas sendiri, dan sebagian masih membawa tas punggung lama yang dari Diadora.
“Saya tidak mengerti perihal fasilitas yang didapat tim Arema dari Lotto, itu tergantung dari perjanjian kerjasamanya dulu dengan manajemen,” ungkap M. Taufan perihal kelengkapan jersey yang harusnya diterima pemain.
Menurut informasi, fasilitas tim juara ini mengalami pengurangan dibanding jatah musim lalu. Seperti halnya jumlah kostum untuk pemain, kabarnya oleh pihak sponsor apprel ini dikurangi. Itu terkait dengan kesepakatan kerjasama antara Looto dengan Arema yang saat itu dilakukan Dirut Arema, M. Nur. (bua/jon/malangpost)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar