Selasa, 07 Desember 2010

Timnas Tak Ingin Suporter Kecewa

Jakarta (beritajatim.com) - Timnas Indonesia akan menjalani laga terakhir Grup A AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (7/12). Apapun hasil pertandingan ini tidak akan mengubah posisi Irfan Bachdim dkk sebagai pemuncak grup A.

Meski sudah tidak lagi menentukan, para pemain tetap akan bermain serius menghadapi Thailand. Seperti ditegaskan oleh pelatih Alfred Riedl, timnas tak inign mengecewakan puluhan ribu suporternya yang sengaja datang langsung ke stadion untuk mendukung mereka.

“Kami akan melakukan perubahan dalam komposisi pemain sekitar 30 persen. Target kami adalah tetap menampilkan permainan yang bagus dan memenangkan pertandingan. Kami disini bukan untuk berlibur dan harus memberikan yang terbaik. Timnas tak ingin suporter kecewa,” kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih timnas Indonesia.

Perubahan itu juga terkait dengan kondisi beberapa pemain yang kurang fit seperti Hamka Hamzah dan Yesaya Desnam. Selain itu juga menjaga pemain dari hukuman akumulasi kartu kuning saat semi final nanti. Hingga dua pertandingan, ada dua pemain Indonesia yang telah terkena kartu kuning, yakni Ahmad Bustomi dan Firman Utina.

Lebih lanjut, Wolfgang Pikal memprediksikan Thailand akan bermain menyerang total. Pasalnya mereka membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke semi final. Kondisi ini tidak lantas membuat Indonesia takut.

“Dengan permainan menyerang yang ditunjukkan Thailand, saya harap akan memberikan ruang kosong pada pertahanan mereka. Sektor itulah yang harus kita manfaatkan dengan maksimal,” ungkap Wolfgang.

Yang jelas, para tim pelatih Indonesia meminta pemainnya untuk tetap waspada terhadap Thailand yang punya rekor bagus jika bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ada empat pemain yang menjadi pusat perhatian.

“Kita mewaspadai playmaker tim Thonglao Datsakorn, pencetak dua gol Sarayoot Chaikamdee, striker berpengalaman Teerasil Dangda dan Suree Sukha yang sangat cepat da sering mengirimkan umpan crossing yang berbahaya,” papar Wolfgang. [but]

Robson: Ini Stadion Keberuntungan Thailand

Jakarta (beritajatim.com) - Timnas Thailand optimistis menyikapi laga terakhir Grup A AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (7/12). Pelatih Thailand, Bryan Robson meyakini pemainnya bisa mengatasi berbagai tekanan di lapangan.

“Thailand dihuni oleh skuad yang sangat berpengalaman. Mereka sudah terbiasa tampil di stadion besar yang dipenuhi penonton. Mereka pasti bisa mengatasi tekanan apapun,” kata Robson dengan yakin.

Selain faktor pengalaman pemainnya, mantan bintang Manchester United ini juga menyatakan Thailand selalu beruntung jika tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno. “Ini boleh dibilang sebagai stadion keberuntungan bagi Thailand. Di luar itu, jika para pemain percaya diri dengan kemampuan mereka, kemenangan pada laga lawan Indonesia pasti bisa diraih,” tegas Robson.

Mantan pelatin Middlesbrough ini juga tidak menganggap Indonesia yang kemungkinan tampil dengan pemain pelapis sebagai keuntungan. Ia justru berpikir sebaliknya. Para pemain cadangan itu memiliki tenaga yang masih fresh dan punya motivasi tinggi untuk membuktikan kualitasnya kepada pelatih maupun fans.

Pertandingan antara Indonesia melawan Thailand ini akan mulai berlangsung pada pukul 19:30 WIB. Di saat yang bersamaan, timnas Malaysia juga bertanding melawan Laos di Stadion Jakabaring, Palembang.

Riedl,kita manfaatkan kelelahan Thailand

Jakarta--Pelatih timnas senior Alfred Riedl akan memanfaatkan kelelahan yang dialami Thailand saat kedua tim saling bentrok dalam pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa [7/12/2010].

Pertandingan antara Indonesia dan Thailand ini sudah tidak menentukan bagi tuan rumah, namun menjadi laga hidup-mati bagi tim Gajah Putih. Thailand wajib memenangi duel ini jika ingin merebut tiket ke semifinal.

“Thailand adalah tim yang bagus, dan mempunyai banyak peluang mencetak gol melawan Malaysia dan Laos. Tapi kelemahan mereka ada pada kondisi fisik pemainnya yang tidak bugar. Kelemahan ini yang akan kami manfaatkan,” ujar Riedl.

“Tapi kami tetap waspada. Thailand pasti akan bermain ngotot, karena mereka ingin memenangi pertandingan ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk tetap menang.”

Riedl juga mengindikasikan bakal melakukan perombakan di semua sektor menghadapi laga ini. Pelatih asal Austria ini mengaku dirinya sudah harus memikirkan kondisi pemain untuk laga semifinal. “Akan ada beberapa perubahan pemain yang diturunkan, bisa kemungkinan dua, tiga atau empat pemain untuk semua sektor. Kualitas antara pemain yang telah diturunkan dan yang belum tidak ada perbedaan. Kemampuan mereka tak perlu diragukan,” kata Riedl

Senin, 06 Desember 2010

Jelang drawing LCA, Arema tanpa euforia

Drawing grup Liga Champion Asia (LCA) tak lama lagi dihelat, tepatnya Selasa (7/12) di Kuala Lumpur Malaysia. Sebagai salah satu wakil dari Indonesia, selain Sriwijaya FC, Arema nampaknya tak terlalu euforia. Realistis?

Manajer-Coach Arema, Miroslav Janu tidak terlalu ambisius dalam mengantarkan Singo Edan ke level Asia. Sebagai pelatih yang pernah membawa Arema ke LCA pada 2007 silam, Miro rupanya paham benar bagaimana persaingan di sana.

“Untuk lolos fase grup saja sudah sulit. Itu yang perlu diketahui. Kita menghadapi tim-tim yang bagus,” ujar Miro, sebagaimana dilansir oleh SI (5/12).

“Klub dari Indonesia menghadapi problem sendiri ketika melakukan pertandingan away. Apalagi jika jarak tempuh jauh seperti di Jepang, China atau Australia. Biasanya tim hanya menginap dua atau tiga hari dan nyaris tak punya waktu untuk recovery dan konsentrasi ke pertandingan.”

Miro mengakui tim Indonesia, termasuk Arema, belum bisa disandingkan dengan kekuatan Asia. Baik dari kualitas pemain, mental maupun pendanaan, Indonesia masih jauh di bawah negara lain yang masuk LCA. Perbedaan itu bahkan tak menjamin tim Indonesia sukses, sekalipun di kandang.

Ia menunjuk tim asal Indonesia yang pernah berjibaku di ajang tersebut. Belum pernah ada yang benar-benar kompetitif dan merajai fase grup. Itu diprediksi juga akan terjadi di LCA musim ini, dimana Indonesia mengirimkan Arema dan Sriwijaya FC. Sementara Persipura kebagian jatah di AFC Cup. (ksi/onn/ovi)

Melawan Kelelahan, Masih Harus Uji Coba Hari Ini

BALI - Training Center (TC) atau pemusatan latihan selalu identik dengan latihan fisik. Itulah yang kini harus dilalui pemain-pemain Arema selama di Bali. Paling tidak mulai kemarin pagi, pemain digenjot latihan fisik di pantai Kuta.
Namun Pierre Njanka dkk tidak hanya konsentrasi latihan fisik, melainkan juga latihan teknik dan taktik. Termasuk juga menyelesaikan dua laga ujicoba yang digelar Senin (6/12) sore ini, dan Kamis (9/12) besok. Untuk ujicoba sore ini, Arema akan menghadapi tim lokal bali, Putra Perkanti di stadion Yoga Perkanthi, Jimbaran. Tak ada target khusus yang dipatok pelatih Arema, Miroslav Janu pada laga ujicoba tim asuhannya, sore ini.
Pastinya, meski lawan yang dihadapi levelnya adalah tim lokal, persoalannya adalah pemain Arema dalam kondisi kelelahan. Lantaran pemain Arema masih harus menyelesaikan menu latihan fisik, diselingi dengan laga ujicoba.
Termasuk pagi ini, Miro menjadwalkan pemainnya masih ada latihan lagi, sebelum nanti menyelesaikan laga ujicoba. Praktis, lawan yang dihadapi pemain-pemain Arema sebenarnya tak hanya tim Putra Perkanti, tapi juga rasa lelah mereka.
‘’Besok (sore ini, Red.) kita ujicoba saja, ya hanya ujicoba,’’ ungkap Miro saat disingggung perihal target timnya dalam laga ujicoba lawan tim lokal Bali ini. Pelatih asal Republik Ceko ini pun mengaku belum memastikan komposisi pemain yang akan diturunkannya.
Termasuk kemungkinan untuk menurunkan semua pemainnya, Miro masih akan melihat perkembangan kondisi terakhir pemainnya. Pastinya tadi malam dan pagi ini, masih ada agenda latihan yang harus diselesaikan pemain-pemain Arema.
‘’Besok pagi (pagi ini, Red.) ada latihan dan sore ada jadwal ujicoba, ini biasa. Kita ada 22 pemain yang ke Bali, kita lihat kondisi mereka nanti, mungkin nanti ada yang cedera, saya tidak tahu, lihat nanti,’’ sebut Miro kepada Malang Post.
Sementara itu pemain Arema, tampaknya sudah siap untuk menyelesaikan laga ujicoba pertama yang termasuk bagian dari program TC di Bali ini. Sekalipun kondisi mereka sebenarnya kelelahan, karena menu latihan yang berat.
‘’Latihan fisik dalam pemusatan latihan itu sudah biasa, tidak ada masalah. Besok (hari ini, Red.) ada laga ujicoba, kita sebagai pemain harus siap untuk menjalani program dari pelatih ini,’’ sebut gelandang Arema asal Uruguay, Esteban Gullien.
Bahkan beberapa pemain Arema menganggap, datang TC ke Bali ini tidak hanya untuk lari dan lari. Sehingga mereka sudah siap dengan menu latihan maupun program ujicoba yang telah disusun Miro sebelum berangkat ke Bali.
Persoalannya adalah pemain jadi rawan cedera disaat kondisi minim recovery. Apalagi lawan yang bakal dihadapi Arema, yaitu Putra Perkanti masih belum diketahui kekuatan meeka, khususnya formasi pemain yang bakal diiturunkan.
Kebetulan Arema baru kemarin memastikan calon lawan ujicoba ini, karena kesulitan mendapatkan lawan latih tanding. Termasuk stadion untuk laga ujicoba ini, baru dipastikan kemarin sore, bersamaan dengan latihan Arema di stadion Yoga Perkanthi.
Sementara itu kubu Putra Perkanthi berjanji siap memberi perlawanan sengit pada tim Arema. Kebetulan tim yang banyak dihuni pemain muda ini baru selesai latihan di stadion Yoga Perkanthi, saat tim Arema akan memulai latihan.
‘’Kita sebenarnya sudah pernah ujicoba lawan Arema, dua tahun kemarin, kita hanya kalah 1-0 dari gol penalti, dan besok kita akan kembali memberi perlawanan sengit pada tim Arema,’’ ungkap Ketua Putra Perkanthi, Nyoman Warte, kemarin sore.
‘’Ya, kita sudah tahu kelasnya tim Liga Super seperti Arema, tapi kita sudah siap untuk tampil fight, kebetulan kita juga lagi persiapan untuk turnamen Perkanthi Cup,’’ sambung Nyoman mengakui Arema sebagai tim bagus dengan pelatih yang bagus. (bua/avi)

Tiga Pemain Tumbang

BALI-Bukan Miroslav Janu pelatihnya kalau tak bisa membuat pemain ngos-ngosan mengatur nafas, untuk latihan fisik. Pelatih asal Republik Ceko ini cukup terkenal sebagai pelatih yang mengedepankan urusan fisik, seperti ciri sepakbola Eropa Timur.
Korbannya, tiga pemain harus tumbang pada sesi latihan pertama di Pantai Kuta, kemarin pagi. Mereka adalah Irfan Raditya, Hermawan dan Pierre Njanka yang tak bisa menyelesaikan lari dengan jarak tempuh total 5,4 kilometer ini.
Pertama Irfan, usai menyelesaikan set pertama untuk lari 2x200 meter, 2x300 meter dan 2x400 meter sudah merasakan sakit di bagian belakang lutut kaki kirinya. Sehingga bek Arema ini harus mendapatkan perawatan dokter dengan dikompres es.
“Kalau pertama tidak terasa, bisa untuk pemanasan dan lari sprint, tapi lama kelamaan mulai terasa sakit, saya tidak tahu kenapa,” ungkap Irfan perihal cederanya yang perlu untuk dilakukan pemeriksaan medis melalui scan itu.
Sepintas tidak terlalu parah, namun Miro meminta tim dokter Arema untuk segera memastikan kondisi yang dialami Irfan. Sehingga mantan pelatih Slavia Praha ini sempat mempertimbangkan untuk memulangkan Irfan jika tak bisa melanjutkan latihan.
Dua pemain lainnya yang tumbang adalah Hermawan dan Njanka yang memilih duduk di bawah pohon sebelum set terakhir diselesaikannya. Seperti halnya Irfan, mereka berdua juga harus dikompress di bagian lututnya.
Namun untuk Njanka, menurut pengakuannya pada tim dokter tidak ada masalah yang serius dengan lututnya. Hanya saja kapten tim Arema ini mengaku memang kelelahan dengan latihan fisik yang harus diselesaikannya.
Sedangkan Hermawan mengaku, cedera di bagian lututnya itu adalah cedera lama, yang sebelumnya sudah dirasakannya saat saat latihan di Malang. Hanya saja Miro kurang begitu percaya, dan menganggap bek sayap Arema itu hanya ingin istirahat.
“Saya harus tahu problem pemain, apakah memang cedera atau karena pengaruh faktor usia. Saya harus tahu, karena nanti Arema akan menghadapi jadwal yang sangat padat, saya harus tahu kondisi cedera pemain,” ungkap Miro.
Sementara pada sesi latihan di Stadion Yoga Perkanthi, Jimbaran, kemarin sore, Njanka sudah gabung latihan seperti biasanya, termasuk Hermawan. Hanya Irfan dan Purwaka yang latihan sendiri dipinggir lapangan. Purwaka, tampaknya cedera lamanya kambuh lagi.  (bua/jon/malangpost)

 

Hari Pertama, Lari 5,4 KM

BALI-Program pemusatan latihan atau training center (TC) Arema secara resmi dimulai, Minggu (5/12) kemarin pagi. Pada latihan hari pertama ini, pemain Arema digenjot latihan fisik berupa lari di atas pasir pantai Kuta, Bali.
Masing-masing pemain, mendapat jatah lari sejauh total 5,4 kilometer. Itu dilakukan secara bertahap, dalam dua kelompok pemain. Tiap kelompok terdiri dari 10 pemain, menempuh jarah 2x200 meter, 2x300 meter dan 2x400 meter.
Tiap menyelesaikan tiga jarak tempuh yang berbeda itu, pemain mendapat kesempatan istirahat sekitar tiga menit untuk minum. Semua itu dilakukan sebanyak tiga set, sehingga total tiap pemain menempuh jarak 5,5 kilometer.
Tak sekadar lari, pelatih Arema, Miroslav Janu yang memimpin latihan fisik ini juga memberi batas waktu di setiap jarak tempuh. Total waktu yang harus diselesaikan pemain dalam jaka 5,4 kilometer itu adalah 15 menit.
Sehingga Miro akan meminta pemainnya untuk lebih mempercepat larinya jika tak memenuhi waktu yang telah ditentukannya. Sehingga dalam satu kelompok pemain itu, tak semuanya bisa menyelesaikan dalam waktu bersamaan.
Khususnya pada set terakhir, dalam kondisi kelelahan, hanya pemain-pemain yang memiliki fisik bagus, bisa berada di depan. Dan dari 22 pemain yang ikut TC di Bali, dua kiper tidak mendapat jatah untuk lari.
Aji Saka dan Ahmad Kurniawan, ditangani langsung pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto. Mereka berdua harus menyelesaikan menu latihan fisik yang menurut Dwi difokuskan untuk melatih kekuatan dan daya tahan.
Usai latihan fisik ini, pemain mendapatkan kesempatan untuk menceburkan diri di Pantai Kuta. Sekadar untuk rileksasi setelah digenjot lari di atas pasir yang kondisinya lebih berat dibanding lari di atas rumput.
“Kita datang kesini tidak untuk liburan, disini kita latihan terus, pagi dan sore kita latihan terus, seperti pagi ini bisa kamu lihat program latihannya, besok lagi,” ungkap Miro usai latihan yang disaksikan turis-turis di Pantai Kuta ini.
“Nanti sore (kemarin sore) kita ada latihan lagi, tapi nanti latihan dengan menggunakan bola di lapangan,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini menerapkan program latihan sehari dua kali selama TC di Bali.
Pierre Njanka dan kawan-kawan yang paginya digenjot latihan fisik, menyelesaikan latihan dengan bola di Stadion Yoga Perkanti. Latihan dimulai pukul 18.00 WITA, dibawah sorot lampu stadion yang berada di daerah Jimbaran  ini. (bua/jon)