PADANG-Tim pelatih dan pemain Arema menyadari, peluang untuk berburu gelar juara Indonesia Super League sangat tipis bahkan nyaris tertutup. Namun Arema masih punya peluang besar untuk finish diposisi runner up klasemen akhir kompetisi musim ini.
Peluang untuk itu akan terjaga jika Arema mampu membawa pulang poin dari kandang Semen Padang, sore ini. Baik pelatih maupun pemain Arema pun bertekad untuk bisa tampil maksimal saat dijamu Semen Padang di stadion H. Agus Salim, sore ini.
“Setelah bertanding lawan Pelita (kalah 1-0), kita akan coba maksimal lawan Semen Padang, kita sudah dua hari disini kemarin, kita sudah persiapan, dan kita akan berusaha maskimal,” ungkap asisten pelatih Arema, Joko Susilo saat jumpa pers, kemarin siang.
Menurutnya, satu-satunya motivasi pemain sore ini adalah untuk merain poin demi menjaga peluang bersaing di papan atas. Sekalipun harus diakui, Semen Padang adalah tim yang bagus dan tak mudah dikalahkan saat berlaga di kandangnya.
“Untuk motivasi besok, kita ingin tambah poin, karena kemarin kita sudah kehilangan poin.Meski kita akui Semen Padang tim yang bagus, kita respek dengan mereka. Mereka di home tidak pernah kalah, tapi kita akan berusaha berbuat sesuatu,” terang Joko.
“Kita target menang, ya minimal bisa raih satu poin. Setiap bertanding kita selalu bawa semangat optimis bisa raih poin, termasuk untuk laga besok. Sedikit banyak kita sudah mengetahui Semen Padang, dan insyaalallah besok bisa maksimal,” sambungnya.
Senada dengan Joko, kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah juga mengaku rekan-rekannya sudah siap menghadapi Semen Padang, sore ini. Meski baru saja menelan kekalahan di kandang Pelita Jaya, pemain Arema tak ada beban untuk coba maksimal sore ini.
“Kita sama sekali tidak terasa ada beban, karena kami tahu apa yang harus dilakukan besok dan kita akan coba semaksimal mungkin,” yakin Along, striker Arema asal Singapura yang sore ini bakal diplot sebagai target man di lini depan Singo Edan.
Dalam skema 4-3-3, Along akan dibantu Dendi Santoso di kiri dan Ridhuan di kanan sebagai striker sayap sekaligus gelandang sayap saat bertahan. Lini tengah ada Chmelo Roman sebagai second striker, juga ada Bustomi dan Juan Revi sebagai gelandang jangkar.
Lini belakang ada Benny Wahyudi, Zulkifli Syukur, Purwaka dan Roman ‘Golo’ Golian. Komposisi ini disiapkan Miro untuk bisa raih poin di kandang Semen Padang yang selama ini cukup angker, menyusul tak ada satu pun tim yang bisa menang.
“Saya sudah siap, dan selalu siap untuk diturunkan,” ungkap Dendi yang di beberapa lagag terakhir Arema ini mulai mendapat kepercayaan pelatih untuk posisi striker sayap. Begitu pun Golo, mengaku sudah siap untuk menggalang pertahanan Arema.
“Ya, saya sudah siap, kita harap besok kita bisa main lebih bagus lagi,” ungkap stoper Arema asal Slovakia ini yang di pertandingan sebelumnya tak beruntung setelah kalah 1-0 dari Pelita Jaya. Meski Golo sebenarnya mengaku beruntung, karena saat itu Arema hanya kalah 1-0, mengingat banyaknya peluang mereka. (bua)
Kamis, 28 April 2011
Rabu, 27 April 2011
Miro Konsen Tantang Semen Padang
PADANG-MalangPost
Perburuan gelar juara tampaknya kini hanya menjadi milik Persipura Jayapura. Pimpinan klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 itu rasanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar mengunci gelar juara musim ini.
Apalagi saat ini, Persipura dengan 47 poin unggul sembilan poin dengan posisi runner up, Semen Padang. Sedangkan tim Arema di posisi empat terpaut 10 poin dengan Persipura yang menyisakan tujuh pertandingan lagi dan Arema ada enam laga tersisa.
Menyusul kenyataan ini, peluang Arema untuk bersaing dengan Persipura pun cukup tipis. Meski peluang untuk mempertahankan gelar juara itu masih tetap terbuka, namun tim Arema tampaknya sudah ‘lempar handuk’ dalam perburuan gelar juara musim ini.
“Sudah, kita tidak pikir juara. Lebih baik kita konsentrasi pada laga terdekat Arema, yaitu menghadapi Semen Padang,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang timnya masih menyisakan dua laga away dan empat laga home lagi.
Selisih poin yang cukup jauh dengan Persipura, meski Arema masih menyisakan empat laga home, sulit untuk mengejar perolehan poin tim berjuluk Mutiara Hitam itu. Apalagi Persipura yang menyisakan lima laga away dan dua laga home, memiliki konsistensi permainan yang bagus.
“Kita fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lagi, habis dari Padang, kita konsentrasi menghadapi Cerezo Osaka (tim asal Jepang) di Malang, lalu kita ke Korea lawan Jeonbuk Hyundai Motor,” sebut Miro kepada Malang Post, kemarin sore.
“Kita tidak pusing juara, kalau kita terus pikir juara, nanti kita selesai,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini. Untuk itu, Miro dan pasukannya kini lebih berkonsentrasi untuk menghadapi Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang, Kamis (28/4) besok.
Khususnya setelah Arema dua kali menelan kekalahan beruntun saat lawan Shandong Luneng dan Pelita Jaya, Miro mempersiapkan timnya semaksimal mungkin untuk menghadapi Semen Padang yang merupakan salah satu pesaing kuat di papan atas ISL.
Meski berstatus sebagi pendatang baru di ISL, Semen Padang telah menunjukkan kualitasnya musim ini. Tim Asuhan Nil Maizar ini tak bisa dipandang remeh, apalagi saat mereka berlaga di depan pendukungnya sendiri.
Raihan poin bagi Arema sangat penting untuk menjaga peluang tim kebangaan Aremania ini bersaing di papan atas. Paling tidak untuk modal laga home menghadapi tim asal Jepang, Cerezo Osaka dalam pertandingan lanjutan Liga Champions Asia di stadion Kanjuruhan, 3 Mei nanti.
Harus diakui, target realistis untuk tim Arema saat ini adalah mengejar posisi runner up. Peluang itu terbuka bagi Arema yang kini harus bersaing dengan Semen Padang dan Persija Jakarta yang sama-sama memiliki peluang untuk finish di posisi runner up.
“Sudah ya, berarti target kita sekarang yang realistis adalah posisi runner up, kita harus tampil maksimal lawan Semen Padang,” sebut bek kanan Arema, Zulkifli mengakui peluang Arema tipis untuk bisa mengejar posisi Persipura.
Peluang cukup besar bagi Arema untuk runner up jika bisa memetik poin di kandang Semen Padang, lantaran Persija kini juga menyisakan empat laga home. Jika target runner up terpenuhi, Arema ada kesempatan tampil di AFC Cup musim depan.
Tak hanya pemain dan pelatih Arema yang kini menghitung peluang Arema kini hanya untuk posisi runner up. Selama ini pengurus Arema, tampaknya juga sudah tidak begitu ngotot untuk meneruskan target mempertahankan gelar juara. (bua)
Perburuan gelar juara tampaknya kini hanya menjadi milik Persipura Jayapura. Pimpinan klasemen sementara kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 itu rasanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar mengunci gelar juara musim ini.
Apalagi saat ini, Persipura dengan 47 poin unggul sembilan poin dengan posisi runner up, Semen Padang. Sedangkan tim Arema di posisi empat terpaut 10 poin dengan Persipura yang menyisakan tujuh pertandingan lagi dan Arema ada enam laga tersisa.
Menyusul kenyataan ini, peluang Arema untuk bersaing dengan Persipura pun cukup tipis. Meski peluang untuk mempertahankan gelar juara itu masih tetap terbuka, namun tim Arema tampaknya sudah ‘lempar handuk’ dalam perburuan gelar juara musim ini.
“Sudah, kita tidak pikir juara. Lebih baik kita konsentrasi pada laga terdekat Arema, yaitu menghadapi Semen Padang,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu yang timnya masih menyisakan dua laga away dan empat laga home lagi.
Selisih poin yang cukup jauh dengan Persipura, meski Arema masih menyisakan empat laga home, sulit untuk mengejar perolehan poin tim berjuluk Mutiara Hitam itu. Apalagi Persipura yang menyisakan lima laga away dan dua laga home, memiliki konsistensi permainan yang bagus.
“Kita fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lagi, habis dari Padang, kita konsentrasi menghadapi Cerezo Osaka (tim asal Jepang) di Malang, lalu kita ke Korea lawan Jeonbuk Hyundai Motor,” sebut Miro kepada Malang Post, kemarin sore.
“Kita tidak pusing juara, kalau kita terus pikir juara, nanti kita selesai,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini. Untuk itu, Miro dan pasukannya kini lebih berkonsentrasi untuk menghadapi Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang, Kamis (28/4) besok.
Khususnya setelah Arema dua kali menelan kekalahan beruntun saat lawan Shandong Luneng dan Pelita Jaya, Miro mempersiapkan timnya semaksimal mungkin untuk menghadapi Semen Padang yang merupakan salah satu pesaing kuat di papan atas ISL.
Meski berstatus sebagi pendatang baru di ISL, Semen Padang telah menunjukkan kualitasnya musim ini. Tim Asuhan Nil Maizar ini tak bisa dipandang remeh, apalagi saat mereka berlaga di depan pendukungnya sendiri.
Raihan poin bagi Arema sangat penting untuk menjaga peluang tim kebangaan Aremania ini bersaing di papan atas. Paling tidak untuk modal laga home menghadapi tim asal Jepang, Cerezo Osaka dalam pertandingan lanjutan Liga Champions Asia di stadion Kanjuruhan, 3 Mei nanti.
Harus diakui, target realistis untuk tim Arema saat ini adalah mengejar posisi runner up. Peluang itu terbuka bagi Arema yang kini harus bersaing dengan Semen Padang dan Persija Jakarta yang sama-sama memiliki peluang untuk finish di posisi runner up.
“Sudah ya, berarti target kita sekarang yang realistis adalah posisi runner up, kita harus tampil maksimal lawan Semen Padang,” sebut bek kanan Arema, Zulkifli mengakui peluang Arema tipis untuk bisa mengejar posisi Persipura.
Peluang cukup besar bagi Arema untuk runner up jika bisa memetik poin di kandang Semen Padang, lantaran Persija kini juga menyisakan empat laga home. Jika target runner up terpenuhi, Arema ada kesempatan tampil di AFC Cup musim depan.
Tak hanya pemain dan pelatih Arema yang kini menghitung peluang Arema kini hanya untuk posisi runner up. Selama ini pengurus Arema, tampaknya juga sudah tidak begitu ngotot untuk meneruskan target mempertahankan gelar juara. (bua)
Arema Diteror Bom
PADANG,MalangPost – Bisa jadi laga Semen Padang versus Arema, Kamis besok, masih gelap. Karena hingga kemarin, surat izin menggelar pertandingan dari Polda Sumbar, belum juga turun.
Bisa jadi hal itu terkait dengan teror bom yang terjadi di GOR H Agus Salim Padang. Senin malam (25/4) kemarin, sekitar pukul 20.30 WIB, Indra Saputra, penjaga GOR menemukan paket mencurigakan di jalan masuk menuju ruang pemain yang akan dipakai Arema.
Informasi dihimpun Padang Ekspres (Grup Malang Post) menyebutkan, awalnya Indra bersama temannya, A Tanjung, duduk-duduk di bawah pintu masuk stadion Barat 2 usai salat Magrib hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Usai itu, Indra dan Tanjung pergi ke warung membeli rokok dan kembali lagi pukul 20.30 WIB. Waktu itulah ia melihat paket mencurigakan tersebut.
‘’Mulonyo wak duduk di situ. Tu pai kalua sakitar satangah jam. Wak baliak, tibo-tibo lah ado se paket bawarna coklat sarupo bungkuih kardus tu (Awalnya, saya duduk di sana. Setelah itu, pergi sekitar setengah jam. Waktu itu, tiba-tiba sudah ada saja paket berwarna coklat serupa bungkus kardus itu, Red.),’’ ujarnya.
Paket tersebut, menurut Indra, sepintas terlihat seperti tumpukan buku ukuran A3 dibungkus rapi dan diikat tali. Awalnya, pria beralamat di Jalan Jasra No 18 (kawasan Padang Barat) itu tidak terlalu curiga.
Namun setelah memanggil temannya, Willy, 19, barulah mereka menduga benda itu paket bom, dan melaporkan penemuan itu ke Polsek Padang Barat sekitar pukul 21.00 WIB mengunakan telepon temannya, Ayang.
Tak lama berselang, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi. Sekitar pukul 22.10 WIB, tim Gegana sampai di lokasi untuk memastikan paket tersebut.
Menggunakan pakaian lengkap antibom, seorang anggota Gegana langsung bolak-balik sebanyak tiga kali. Pantauan pertama, petugas itu membawa semacam tongkat pendeteksi. Lalu, kembali lagi dengan alat semacam sensor. Terakhir, membawa selimut antiledak dan langsung membungkus paket tersebut.
Sekitar pukul 22.50 WIB paket tersebut dibawa ke mobil Gegana dan meletakkannya di tong belakang mobil tersebut. Lalu, mobil tersebut langsung melaju kencang ke arah jalan Raden Saleh.
Kapolresta Padang, M Seno Putro yang turut menyaksikan pengamanan menjelaskan, pihak kepolisian belum memastikan apa paket itu bom atau bukan. Namun, paket tersebut sudah dibawa ke markas Brimob untuk diperiksa. ’’Masih gelap. Jadi, kita belum bisa memastikan. Jika mau kepastian, harap tunggu konfirmasi dulu,’’ ungkapnya.
Bisa jadi hal itu terkait dengan teror bom yang terjadi di GOR H Agus Salim Padang. Senin malam (25/4) kemarin, sekitar pukul 20.30 WIB, Indra Saputra, penjaga GOR menemukan paket mencurigakan di jalan masuk menuju ruang pemain yang akan dipakai Arema.
Informasi dihimpun Padang Ekspres (Grup Malang Post) menyebutkan, awalnya Indra bersama temannya, A Tanjung, duduk-duduk di bawah pintu masuk stadion Barat 2 usai salat Magrib hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Usai itu, Indra dan Tanjung pergi ke warung membeli rokok dan kembali lagi pukul 20.30 WIB. Waktu itulah ia melihat paket mencurigakan tersebut.
‘’Mulonyo wak duduk di situ. Tu pai kalua sakitar satangah jam. Wak baliak, tibo-tibo lah ado se paket bawarna coklat sarupo bungkuih kardus tu (Awalnya, saya duduk di sana. Setelah itu, pergi sekitar setengah jam. Waktu itu, tiba-tiba sudah ada saja paket berwarna coklat serupa bungkus kardus itu, Red.),’’ ujarnya.
Paket tersebut, menurut Indra, sepintas terlihat seperti tumpukan buku ukuran A3 dibungkus rapi dan diikat tali. Awalnya, pria beralamat di Jalan Jasra No 18 (kawasan Padang Barat) itu tidak terlalu curiga.
Namun setelah memanggil temannya, Willy, 19, barulah mereka menduga benda itu paket bom, dan melaporkan penemuan itu ke Polsek Padang Barat sekitar pukul 21.00 WIB mengunakan telepon temannya, Ayang.
Tak lama berselang, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi. Sekitar pukul 22.10 WIB, tim Gegana sampai di lokasi untuk memastikan paket tersebut.
Menggunakan pakaian lengkap antibom, seorang anggota Gegana langsung bolak-balik sebanyak tiga kali. Pantauan pertama, petugas itu membawa semacam tongkat pendeteksi. Lalu, kembali lagi dengan alat semacam sensor. Terakhir, membawa selimut antiledak dan langsung membungkus paket tersebut.
Sekitar pukul 22.50 WIB paket tersebut dibawa ke mobil Gegana dan meletakkannya di tong belakang mobil tersebut. Lalu, mobil tersebut langsung melaju kencang ke arah jalan Raden Saleh.
Kapolresta Padang, M Seno Putro yang turut menyaksikan pengamanan menjelaskan, pihak kepolisian belum memastikan apa paket itu bom atau bukan. Namun, paket tersebut sudah dibawa ke markas Brimob untuk diperiksa. ’’Masih gelap. Jadi, kita belum bisa memastikan. Jika mau kepastian, harap tunggu konfirmasi dulu,’’ ungkapnya.
Sabtu, 23 April 2011
Disambut Arema Cikarang
MalangPost-KEHADIRAN tim Arema di disambut hangat Forum Persudaraan Arema Jabotabek Korwil Cikarang saat tim asuhan Miroslav Janu ini tiba di Hotel Citra Inn, Cikarang, kemarin siang. Sekitar 10 orang Arema Cikarang ini menyambut kedatangan Zulkifli dkk di depan hotel.
Komunitas Arek Malang yang ada di Cikarang ini membentangkan spanduk selamat datang pada rombongan tim Arema. “Selamat datang di Cikarang,” ungkap salah satu pendukung setia Arema ini kepada Miro sebelum masuk kedalam hotel.
Meski tak banyak jumlah yang datang menyambut kehadiran Yongki Ariwibowo dkk ini, mereka telah menunjukkan Aremania tak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Dan sejatinya, jumlah mereka sebenarnya cukup besar, namun hanya perwakilan yang datang menyambut.
“Sebenarnya banyak yang mau datang, tapi kita batasi saja, karena pemain juga lelah setelah dari perjalanan jauh, yang penting mereka tahu bahwa disini juga ada Aremania yang siap mendukung mereka,” ungkap Rachman Subekti, koordinator Arema Cikarang.
Menurut pengakuannya, Arema Cikarang ini adalah komunitas masyarakat Malang yang berada diperantauan, khususnya diBumi Cikarang, Bekasi. Mereka siap memberi dukungan penuh saat Arema menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu (24/4) lusa.
“Ya, kita siap untuk mensuport tim Arema, khususnya setelah kemarin tim Arema kalah dari tim China. Tidak hanya dari rekan-rekan di Cikarang, tapi dukungan datang dari Aremania Jabotabek,” terang Rachman mengaku kemarin sudah datang Aremania Batavia.
Bahkan untuk menunjukkan besarnya dukungan Aremania pada tim Arema saat pertandingan besok, mereka siap melakukan konvoi menuju stadion. Diperkirakan jumlahnya lebih dari 500 orang. Setidaknya mengacu pada dukungan tim Arema musim lalu saat bertandang ke Karawang, jumlahnya lebih dari 300 orang.
“Kita sudah berkoordinasi dengan suporter Pelita Jaya, termasuk dengan panpel untuk rencana kedatangan Aremania ini, kita siap untuk melakukan konvoi saat hari pertandingan nanti,” yakin Rachman kepada Malang Post, kemarin sore.
Tak hanya datang memberi sambutan di depan hotel, Aremania ini juga hadir saat sesi latihan di lapangan Korem 503 Karawang. Mereka cukup antusias menunggu latihan Arema yang sempat diguyur hujan deras di lapangan kompleks militer itu.
Sayangnya, agenda Arema Cikarang untuk bisa menggelar jumpa fans dengan pemain Arema belum bisa terlaksana. Khususnya menyangkut kondisi tim Arema yang cukup kelelahan usai perjalanan jauh dari China, tak memungkinkan ada pertemuan khusus dengan suporter.
“Ya, kita berusaha memahami kondisi tim Arema, tidak apa-apa. Sebenarnya kita ingin mengadakan aca jumpa fans dan rencana untuk pengumpulan dana, tapi melihat kondisi tim Arema seperti ini, sepertinya tak memungkinkan,” yakin pria asal Bandulan ini.
Sementara itu, untuk jumlah Aremania yang bakal datang ke stadion Singaperbangsa untuk memberi dukungan pada tim Arema saat pertandingan, hingga saat ini belum bisa dipastikan. Menyusul dukungan tak hanya datang dari Karawang, namun juga dari Jakarta.
“Kalah menang itu biasa, yang penting kita bisa memberi dukungan pada tim Arema secara sportif,” sebut Rachman mengaku datang bersama rekan-rekannya untuk mensuport pemain Arema yang kini tengah dilanda masalah keuangan. (bua/nug)
Komunitas Arek Malang yang ada di Cikarang ini membentangkan spanduk selamat datang pada rombongan tim Arema. “Selamat datang di Cikarang,” ungkap salah satu pendukung setia Arema ini kepada Miro sebelum masuk kedalam hotel.
Meski tak banyak jumlah yang datang menyambut kehadiran Yongki Ariwibowo dkk ini, mereka telah menunjukkan Aremania tak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Dan sejatinya, jumlah mereka sebenarnya cukup besar, namun hanya perwakilan yang datang menyambut.
“Sebenarnya banyak yang mau datang, tapi kita batasi saja, karena pemain juga lelah setelah dari perjalanan jauh, yang penting mereka tahu bahwa disini juga ada Aremania yang siap mendukung mereka,” ungkap Rachman Subekti, koordinator Arema Cikarang.
Menurut pengakuannya, Arema Cikarang ini adalah komunitas masyarakat Malang yang berada diperantauan, khususnya diBumi Cikarang, Bekasi. Mereka siap memberi dukungan penuh saat Arema menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu (24/4) lusa.
“Ya, kita siap untuk mensuport tim Arema, khususnya setelah kemarin tim Arema kalah dari tim China. Tidak hanya dari rekan-rekan di Cikarang, tapi dukungan datang dari Aremania Jabotabek,” terang Rachman mengaku kemarin sudah datang Aremania Batavia.
Bahkan untuk menunjukkan besarnya dukungan Aremania pada tim Arema saat pertandingan besok, mereka siap melakukan konvoi menuju stadion. Diperkirakan jumlahnya lebih dari 500 orang. Setidaknya mengacu pada dukungan tim Arema musim lalu saat bertandang ke Karawang, jumlahnya lebih dari 300 orang.
“Kita sudah berkoordinasi dengan suporter Pelita Jaya, termasuk dengan panpel untuk rencana kedatangan Aremania ini, kita siap untuk melakukan konvoi saat hari pertandingan nanti,” yakin Rachman kepada Malang Post, kemarin sore.
Tak hanya datang memberi sambutan di depan hotel, Aremania ini juga hadir saat sesi latihan di lapangan Korem 503 Karawang. Mereka cukup antusias menunggu latihan Arema yang sempat diguyur hujan deras di lapangan kompleks militer itu.
Sayangnya, agenda Arema Cikarang untuk bisa menggelar jumpa fans dengan pemain Arema belum bisa terlaksana. Khususnya menyangkut kondisi tim Arema yang cukup kelelahan usai perjalanan jauh dari China, tak memungkinkan ada pertemuan khusus dengan suporter.
“Ya, kita berusaha memahami kondisi tim Arema, tidak apa-apa. Sebenarnya kita ingin mengadakan aca jumpa fans dan rencana untuk pengumpulan dana, tapi melihat kondisi tim Arema seperti ini, sepertinya tak memungkinkan,” yakin pria asal Bandulan ini.
Sementara itu, untuk jumlah Aremania yang bakal datang ke stadion Singaperbangsa untuk memberi dukungan pada tim Arema saat pertandingan, hingga saat ini belum bisa dipastikan. Menyusul dukungan tak hanya datang dari Karawang, namun juga dari Jakarta.
“Kalah menang itu biasa, yang penting kita bisa memberi dukungan pada tim Arema secara sportif,” sebut Rachman mengaku datang bersama rekan-rekannya untuk mensuport pemain Arema yang kini tengah dilanda masalah keuangan. (bua/nug)
Lupakan LCA
CIKARANG-MalangPost Usai menghadapi tim asal China, Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan Liga Champions Asia 2011 di Shandong Luneng, Rabu (20/4) kemarin, tim Arema kini berkonsentrasi penuh menghadapi Pelita Jaya, Karawang, Minggu (24/4) besok.
Arema dituntut bisa melupakan kekalahan telak 5-0 di kandang Shandong Luneng itu. Bahkan tim asuhan Miroslav Janu ini sudah harus melupakan pertandingan LCA dan konsentrasi penuh pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011.
Pasalnya Arema sudah tidak ada lagi peluang lolos ke babak 16 besar LCA, sekalipun masih menyisakan dua pertandingan lagi. Justru tim berjuluk Singo Edan ini masih menyisikan peluang untuk mempertahakan gelar juara ISL jika mampu sapu bersih sisa pertandingan yang ada.
Pada putaran kedua ini, Arema menyisakan tiga laga away dan empat laga home. Diatas kertas Arema masih cukup berpeluang mengejar perolehan poin pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura yang kini lebih banyak menyisakan laga away.
“Ya, sekarang kita harus konsentrasi pada pertandingan ISL daripada LCA, karena kita masih ada peluang untuk bisa mempertahankan gelar juara ISL,” ungkap striker Arema asal Singapura sekaligus kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah.
Untuk itu, pemain Arema harus segera bangkit setelah kalah telak dari tuan rumah Shandong Luneng. Khususnya jelang menghadapi Pelita Jaya, Zulkifli dkk harus melupakan hasil lawatannya ke China itu, demi hasil maksimal di kandang Pelita.
Secara umum, dari sesi latihan tim Arema kemarin sore, pemain tampanya sudah mulai enjoy dengan kondisi mereka. Pemain tampak berlatih tanpa beban, meski baru saja dihajar Hang Peng dkk dalam pertandingan penyisihan grup G LCA itu.
“Kondisi pemain saya lihat cukup bagus, mereka bersemangat latihan sore ini, dan yang penting untuk laga berikutnya ini adalah semangat pemain dan mereka mau berlatih dengan baik,” ungkap asisten pelatih Arema, Tony Ho usai memimpin latihan di lapangan Korem 503 Karawang.
Pada sesi latihan kemarin sore, tidak semua pemain ikut dalam latihan di lapangan kompleks militer tersebut. Menyusul sebagian pemain yang tampil penuh lawan Shandong Luneng menjalani program recovery dengan jacuzy atau terapi air dingin dan air panas.
Pemain yang mengikuti latihan di lapangan antara lain Aji Saka, Kurnia Meiga, Benny Wahyudi, Roman Golian, Sunarto, Musafri, Fakhrudin, Noh Alamshah, Dendi Santoso dan Amirudin. Sedangkan pemain yang jacuzy yaitu Zulkifli, Purwaka, Waluyo, Bustomi, Juan Revi, Ridhuan dan Chmelo Roman.
Menurut pengakuan Tony Ho, pemain Arema sudah bisa melupakan hasil buruk di China kemarin. Mental bertanding pemain pun tidak ada masalah, dan siap untuk menghadapi pertandingan lanjutan ISL menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang.
“Saya lihat mental bertanding anak-anak tidak ada masalah, mereka sudah siap untuk pertandingan berikutnya, kita lihat saja nanti,” yakin asisten pelatih asal Makassar ini usai memimpin latihan pemain di lapangan Korem 503 Karawang, kemarin sore.
Begitu usai latihan, terlihat tidak ada ketegangan di wajah mereka. Meski kemarin pagi, beberapa jam setelah tiba di Jakarta, pemain tampak lesu. Bukan karena kekalahan tersebut, namun perjalanan jauh yang mereka tempuh, membuat mereka kelelahan.
Tim Arema sendiri tiba di Citra Inn Hotel, Cikarang pukul 13.00 WIB, kemarin siang setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Jakarta. Sedangkan khusus pemain yang dari China, tiba di Hotel Aston Cengkareng pukul 02.00 WIB, Jumat (22/4) dini hari.
Itu setelah pesawat Garuda yang ditumpangi 15 pemain Arema dari Bandara Juanda Surabaya ke Jakarta mengalami delay. Praktis, rombongan tim Arema kembali dari Jinan, China dengan menempuh perjalanan hampir 20 jam. (bua/nug)
Arema dituntut bisa melupakan kekalahan telak 5-0 di kandang Shandong Luneng itu. Bahkan tim asuhan Miroslav Janu ini sudah harus melupakan pertandingan LCA dan konsentrasi penuh pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011.
Pasalnya Arema sudah tidak ada lagi peluang lolos ke babak 16 besar LCA, sekalipun masih menyisakan dua pertandingan lagi. Justru tim berjuluk Singo Edan ini masih menyisikan peluang untuk mempertahakan gelar juara ISL jika mampu sapu bersih sisa pertandingan yang ada.
Pada putaran kedua ini, Arema menyisakan tiga laga away dan empat laga home. Diatas kertas Arema masih cukup berpeluang mengejar perolehan poin pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura yang kini lebih banyak menyisakan laga away.
“Ya, sekarang kita harus konsentrasi pada pertandingan ISL daripada LCA, karena kita masih ada peluang untuk bisa mempertahankan gelar juara ISL,” ungkap striker Arema asal Singapura sekaligus kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah.
Untuk itu, pemain Arema harus segera bangkit setelah kalah telak dari tuan rumah Shandong Luneng. Khususnya jelang menghadapi Pelita Jaya, Zulkifli dkk harus melupakan hasil lawatannya ke China itu, demi hasil maksimal di kandang Pelita.
Secara umum, dari sesi latihan tim Arema kemarin sore, pemain tampanya sudah mulai enjoy dengan kondisi mereka. Pemain tampak berlatih tanpa beban, meski baru saja dihajar Hang Peng dkk dalam pertandingan penyisihan grup G LCA itu.
“Kondisi pemain saya lihat cukup bagus, mereka bersemangat latihan sore ini, dan yang penting untuk laga berikutnya ini adalah semangat pemain dan mereka mau berlatih dengan baik,” ungkap asisten pelatih Arema, Tony Ho usai memimpin latihan di lapangan Korem 503 Karawang.
Pada sesi latihan kemarin sore, tidak semua pemain ikut dalam latihan di lapangan kompleks militer tersebut. Menyusul sebagian pemain yang tampil penuh lawan Shandong Luneng menjalani program recovery dengan jacuzy atau terapi air dingin dan air panas.
Pemain yang mengikuti latihan di lapangan antara lain Aji Saka, Kurnia Meiga, Benny Wahyudi, Roman Golian, Sunarto, Musafri, Fakhrudin, Noh Alamshah, Dendi Santoso dan Amirudin. Sedangkan pemain yang jacuzy yaitu Zulkifli, Purwaka, Waluyo, Bustomi, Juan Revi, Ridhuan dan Chmelo Roman.
Menurut pengakuan Tony Ho, pemain Arema sudah bisa melupakan hasil buruk di China kemarin. Mental bertanding pemain pun tidak ada masalah, dan siap untuk menghadapi pertandingan lanjutan ISL menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang.
“Saya lihat mental bertanding anak-anak tidak ada masalah, mereka sudah siap untuk pertandingan berikutnya, kita lihat saja nanti,” yakin asisten pelatih asal Makassar ini usai memimpin latihan pemain di lapangan Korem 503 Karawang, kemarin sore.
Begitu usai latihan, terlihat tidak ada ketegangan di wajah mereka. Meski kemarin pagi, beberapa jam setelah tiba di Jakarta, pemain tampak lesu. Bukan karena kekalahan tersebut, namun perjalanan jauh yang mereka tempuh, membuat mereka kelelahan.
Tim Arema sendiri tiba di Citra Inn Hotel, Cikarang pukul 13.00 WIB, kemarin siang setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Jakarta. Sedangkan khusus pemain yang dari China, tiba di Hotel Aston Cengkareng pukul 02.00 WIB, Jumat (22/4) dini hari.
Itu setelah pesawat Garuda yang ditumpangi 15 pemain Arema dari Bandara Juanda Surabaya ke Jakarta mengalami delay. Praktis, rombongan tim Arema kembali dari Jinan, China dengan menempuh perjalanan hampir 20 jam. (bua/nug)
Rabu, 20 April 2011
Minta Doa Aremania
JINAN,MalangPost-Mengandalkan satu kiper, Aji Saka yang berangkat menyusul ke China, tadi malam, kondisi tim Arema sebenarnya cukup mengkhawatirkan saat dijamu Shandong Luneng di Shadong Luneng Stadium, sore ini.
Namun demikian, Arema tetap optimis menghadapi juara Liga China ini. Termasuk keyakinan manajemen, Aji Saka bakal tampil, untuk menghindari ancaman sanksi denda jika Arema batal tampil karena tak ada kiper.
“Kita optimis Aji Saka akan tampil besok sore, karena kalau Arema tidak bermain melawan Shandong Luneng, khawatir kita mendapatkan denda yang besar untuk Arema,” ungkap pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
“Untuk saat ini, pemain dalam kondisi bagus, dan kita meminta doa restu Aremania, agar dalam pertandingan besok, kita mampu berbuat yang terbaik untuk nama Arema Indonesia,” sambung pria yang juga Ketua Panpel Arema ini.
Sementara itu, terkait dengan masalah pengurusan visa pemain Arema yang sempat terkendala dari Pemerintahan China, Abriadi mengaku sudah melaporakannya pada match commissioner asal Jepang, Kaise.
“Dalam pertemuan ini, match commissioner memahami apa yang menjadi kebingungan dan kekecewaan Arema, sebab terjadi miskomunikasi. Ya, miskomunikasi itu terjadi antara Kedubes China tentang pengurusan visa,” terang Abriadi.
Menyusul dari data 29 pemain plus sekitar 11 official yang diajukan manajemen Arema, Keduataan China ternyata memilih atau menyeleksi sendiri. Padahal dalam surat yang ditujukan ke Arema, ada beberapa pemain yang cedera.
“Tapi nama pemain yang cedera ini tercantum untuk mengurus visa di Konjen China di Surabaya, harusnya Kedubes China menyetujui total pemain dan official, baru Arema yang memilih pemain dan official yang mesti berangkat,” jelas Abriadi.
“Hal ini menjadi pelajaran berharga agar dikemudian hari tidak terjadi. AFC sangat respon dan memperjuangkan agar akses pemain kiper yang didatangkan ke China bisa segera terpenuhi,” sambungnya.
Lantaran adanya persoalan visa ini, tim Arema berangkat dengan 14 pemain, Minggu (17/4) lalu. Baru ditambah satu kiper, Aji Saka yang berangkat tadi malam dan diperkirakan tiba, 1,5 jam sebelum kick off sore ini. (bua)
Namun demikian, Arema tetap optimis menghadapi juara Liga China ini. Termasuk keyakinan manajemen, Aji Saka bakal tampil, untuk menghindari ancaman sanksi denda jika Arema batal tampil karena tak ada kiper.
“Kita optimis Aji Saka akan tampil besok sore, karena kalau Arema tidak bermain melawan Shandong Luneng, khawatir kita mendapatkan denda yang besar untuk Arema,” ungkap pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
“Untuk saat ini, pemain dalam kondisi bagus, dan kita meminta doa restu Aremania, agar dalam pertandingan besok, kita mampu berbuat yang terbaik untuk nama Arema Indonesia,” sambung pria yang juga Ketua Panpel Arema ini.
Sementara itu, terkait dengan masalah pengurusan visa pemain Arema yang sempat terkendala dari Pemerintahan China, Abriadi mengaku sudah melaporakannya pada match commissioner asal Jepang, Kaise.
“Dalam pertemuan ini, match commissioner memahami apa yang menjadi kebingungan dan kekecewaan Arema, sebab terjadi miskomunikasi. Ya, miskomunikasi itu terjadi antara Kedubes China tentang pengurusan visa,” terang Abriadi.
Menyusul dari data 29 pemain plus sekitar 11 official yang diajukan manajemen Arema, Keduataan China ternyata memilih atau menyeleksi sendiri. Padahal dalam surat yang ditujukan ke Arema, ada beberapa pemain yang cedera.
“Tapi nama pemain yang cedera ini tercantum untuk mengurus visa di Konjen China di Surabaya, harusnya Kedubes China menyetujui total pemain dan official, baru Arema yang memilih pemain dan official yang mesti berangkat,” jelas Abriadi.
“Hal ini menjadi pelajaran berharga agar dikemudian hari tidak terjadi. AFC sangat respon dan memperjuangkan agar akses pemain kiper yang didatangkan ke China bisa segera terpenuhi,” sambungnya.
Lantaran adanya persoalan visa ini, tim Arema berangkat dengan 14 pemain, Minggu (17/4) lalu. Baru ditambah satu kiper, Aji Saka yang berangkat tadi malam dan diperkirakan tiba, 1,5 jam sebelum kick off sore ini. (bua)
Selasa, 19 April 2011
Sama-Sama Pincang
Besok Sore, Arema Tantang Shandong Luneng
Jinan,MalangPost-Arema berangkat ke China tidak dalam kondisi ideal untuk menantang Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan babak penyisihan grup G Liga Champions Asia atau AFC Champions League 2010 di Shandong Luneng Stadium, Rabu (20/4) besok.
Selain persoalan finansial, Arema datang dalam kondisi tidak utuh, dengan sederet pemain tak bisa ikut ke China. Bahkan tim berjuluk SIngo Edan ini berangkat hanya dengan 14 pemain, dan ditambah satu kiper menyusul.
Satu kiper yang dijadwalkan menyusul ke China itu adalah Aji Saka, malam ini. Praktis, tim Arema hanya berkekuatan 15 pemain menghadapi tim juara Liga China tersebut. Praktis hanya ada empat pemain pengganti di bangku cadangan.
“Dua kiper Arema, Aji Saka dan Syaifudin berpeluang gabung dengan tim, setelah proses pengurusan visanya di Konjen China di Surabaya diproses hari Senin (kemarin),” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
“Namun masih menunggu tambahan surat rekomendasi undangan dari pemerintahan China,” sambung mantan wartawan ini memastikan Bustomi dkk baru tiba di Jinan (China), pukul 04.00 WIB, Senin (18/4) kemarin.
Tim Arema tiba di Hotel Crowne Plaza, Jinan setelah penerbangan di delay dua kali, dari Shenzhen Airport menuju Shandong Airport. Delay pertama penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 21.35 delay pukul 23:35.
“Setelah penumpang boarding di dalam pesawat, ternyata dengan alasan teknis pesawat didelay kembali, semua penumpang berada di dalam pesawat sekitar 1,5 jam,” terang Darmaji mengaku kondisi pemain mengalami kelelahan luar biasa.
Untuk itu, menurut Darmaji, pelatih Arema, Miroslav Janu menginstruksikan pemainnya langsung istirahat total. Pemain baru beraktifitas melakukan makan siang pukul 13.00 WIB, dan menggelar latihan di luar Stadion Shandong Luneng, kemarin sore.
“Pertandingan hari Rabu digelar pukul 15:30 waktu China, di pimpin wasit dari Uni Emirat Arab (Ali al Badawi),” sebut Darmaji memastikan tak hanya Arema yang tak bisa menurunkan beberapa pemain intinya, seperti Noh Alamshah dan Esteban Gullien.
Kubu Shandong Luneng pun juga dipastikan tampil pincang, menyusul tiga pilarnya absent karena akumulasi kartu kuning. Tiga pemain yang absent lawan Arema itu adalah Li-Wei, Yuan Wei-Wei dan Roda Antar.
Namun demikian, bagi Miro itu tidak akan mengurangi kekuatan Shandong Luneng yang bakal diuntungkan bermain di kandangnya. Miro menegaskan, Shandong adalah tim yang kuat, sekalipun Arema mampu menahan imbang 1-1 di stadion Kanjuruhan, 5 April lalu.
‘’Lihat besok, Arema tidak bisa main normal seperti saat main di Super Liga, Shandong Luneng tim bagus. Banyak pemain berkualitas disana. Ini masalah, jika tidak waspada dan siapkan strategi. Harus coba ambil poin di China, harus. Tidak boleh terus pikir masalah Arema soal visa dan pemain,” yakin Miro. (bua)
Jinan,MalangPost-Arema berangkat ke China tidak dalam kondisi ideal untuk menantang Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan babak penyisihan grup G Liga Champions Asia atau AFC Champions League 2010 di Shandong Luneng Stadium, Rabu (20/4) besok.
Selain persoalan finansial, Arema datang dalam kondisi tidak utuh, dengan sederet pemain tak bisa ikut ke China. Bahkan tim berjuluk SIngo Edan ini berangkat hanya dengan 14 pemain, dan ditambah satu kiper menyusul.
Satu kiper yang dijadwalkan menyusul ke China itu adalah Aji Saka, malam ini. Praktis, tim Arema hanya berkekuatan 15 pemain menghadapi tim juara Liga China tersebut. Praktis hanya ada empat pemain pengganti di bangku cadangan.
“Dua kiper Arema, Aji Saka dan Syaifudin berpeluang gabung dengan tim, setelah proses pengurusan visanya di Konjen China di Surabaya diproses hari Senin (kemarin),” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
“Namun masih menunggu tambahan surat rekomendasi undangan dari pemerintahan China,” sambung mantan wartawan ini memastikan Bustomi dkk baru tiba di Jinan (China), pukul 04.00 WIB, Senin (18/4) kemarin.
Tim Arema tiba di Hotel Crowne Plaza, Jinan setelah penerbangan di delay dua kali, dari Shenzhen Airport menuju Shandong Airport. Delay pertama penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 21.35 delay pukul 23:35.
“Setelah penumpang boarding di dalam pesawat, ternyata dengan alasan teknis pesawat didelay kembali, semua penumpang berada di dalam pesawat sekitar 1,5 jam,” terang Darmaji mengaku kondisi pemain mengalami kelelahan luar biasa.
Untuk itu, menurut Darmaji, pelatih Arema, Miroslav Janu menginstruksikan pemainnya langsung istirahat total. Pemain baru beraktifitas melakukan makan siang pukul 13.00 WIB, dan menggelar latihan di luar Stadion Shandong Luneng, kemarin sore.
“Pertandingan hari Rabu digelar pukul 15:30 waktu China, di pimpin wasit dari Uni Emirat Arab (Ali al Badawi),” sebut Darmaji memastikan tak hanya Arema yang tak bisa menurunkan beberapa pemain intinya, seperti Noh Alamshah dan Esteban Gullien.
Kubu Shandong Luneng pun juga dipastikan tampil pincang, menyusul tiga pilarnya absent karena akumulasi kartu kuning. Tiga pemain yang absent lawan Arema itu adalah Li-Wei, Yuan Wei-Wei dan Roda Antar.
Namun demikian, bagi Miro itu tidak akan mengurangi kekuatan Shandong Luneng yang bakal diuntungkan bermain di kandangnya. Miro menegaskan, Shandong adalah tim yang kuat, sekalipun Arema mampu menahan imbang 1-1 di stadion Kanjuruhan, 5 April lalu.
‘’Lihat besok, Arema tidak bisa main normal seperti saat main di Super Liga, Shandong Luneng tim bagus. Banyak pemain berkualitas disana. Ini masalah, jika tidak waspada dan siapkan strategi. Harus coba ambil poin di China, harus. Tidak boleh terus pikir masalah Arema soal visa dan pemain,” yakin Miro. (bua)
Langganan:
Postingan (Atom)