Senin, 11 April 2011

Happy B'day 02 Purwaka Yudhi

Purwaka Yudhi Pratomo (lahir di Lampung, 11 April 1984; umur 26 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia. Sebelumnya ia memperkuat Deltras Sidoarjo, Persekabpas Pasuruan dan Gresik United. Purwaka adalah salah satu anggota timnas PSSI U-23 SEA Games 2007 Thailand. Ia biasa menempati posisi sebagai pemain bertahan dan Gelandang

Klub

  • Deltras Sidoarjo
  • Persekabpas Pasuruan
  • Deltras Sidoarjo
  • Gresik United
  • Arema Malang
.

Timnas

  • PSSI U-23

Gelar

  • Juara Liga Super Indonesia 2009/2010 bersama Arema Indonesia
  • Runner up Piala Indonesia 2010

Terima Kasih Aremania

MALANGPOST -     Arema akhirnya berhasil membayar lunas kekalahan pada putaran pertama lalu di Jakarta saat kalah 1-2 dari Persija. Kemarin giliran Singo Edan berhasil mengalahkan tim berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 2-1 di stadion Kanjuruhan, tadi malam.
Kemenangan ini pun disambut gembira tim pelatih dan pemain Arema yang sempat tertekan pada babak kedua. Khususnya pelatih Arema, Miroslav Janu tampak emosional menerima kemenangan timnya dari tim yang cukup tangguh itu.
’’Ini pertandingan beda atmosfir dengan pertandingan Liga Champions Asia saat Arema lawan Shanong Luneng. Malam ini Persija main ofensif dan  babak kesatu kita main ofensif, kita lakukan pressing dengan baik dan dapat dua gol,’’ evaluasi Miro.
’’Babak kedua, dengan Sunarto dapat kartu merah, permainan sedikit berubah. Kita sebenarnya mau ganti Sunarto, tapi ini pemain muda, lakukan kesalahan dan dapat kartu merah,’’ sambungnya saat jumpa pers usai pertandingan.
Secara umum, menurut pelatih asal Republik Ceko ini permainan timnya tadi malam cukup imbang dengan Persija. Bahkan ada peluang Persija untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2, tadi malam.  
’’Kita main penuh malam ini (semalam, Red.). Terima kasih pemain yang semuanya kerja keras dan hampir mati. Kita sebenarnya bisa saja ditahan imbang. Persija punya peluang bagus saat menurunkan Makor dan Bambang Pamungs,’’ terang Miro.
Diakuinya, Persija tim yang bagus dengan kualitas serangan yang cukup berbahaya. ’’Tapi malam ini kita semua main bagus dan disiplin. Kita juga ada dua sampai tiga peluang di babak kedua tadi,’’ jelasnya.
Mantan pelatih Slavia Praha ini meyakinkan, sejak awal pemainnya memangh diinstruksikan untuk bermain cepat. Menurutnya dengan kondisi lapangan becek karena diguyur hujan tidak menjadi persoalan timnya.
’’Terima kasih Aremania yang datang memenuhi stadion Kanjuruhan, mereka dukung Arema penuh semangat, meski hujan deras. Terima kasih pemain yang tampil bagus dan terimakasih Persija. Ini kualitas permainan yang tinggi,’’ pungkas Miro.
Sementara itu pelatih Persija Rahmad Dharmawan merasa kecewa dengan hasil yang diraih timnya menelan kekalahan 1-2. Menginggat banyak peluang yang tercipta melalui pemain-pemainnya. Terutama di babak kedua setelah Arema bermain dengan sepuluh pemain karena Sunarto diganjar kartu merah.
Beberapa kali melalui Agu Casmir, Bambang Pamungkas maupun Greg mengancam gawang Singo Edan. ‘’Kita memiliki banyak peluang namun penyelesaian akhir yang kurang. Itulah sepak bola,’’ kata Rahmad Dharmawan dalam sesi jumpa press setelah pertandingan.
Menurut pelatih asal Metro Lampung itu, seharusnya timnya bisa mencetak gol lebih banyak. Hanya saja, banyak peluang yang terbuang sia-sia.
Kekecewaan mantan pelatih Sriwijaya dan Persipura ini juga dikarenakan timnya mendapat hukuman penalti di menit-menit awal babak pertama.
Alasannya, ia tidak mengerti dengan keputusan wasit asal Malaysia itu dengan memberikan hadiah penalti. ‘’Tetapi kita tetap menghormati keputusan wasit. Saya sendiri tidak mengerti wasit memberikan hadiah penalti,’’ katanya. (bua/avi)

Alhamdulillah Bayaran.

MALANGPOST -     Begitu pertama kali masuk ke dalam lapangan sesaat setelah tiba di stadion Kanjuruhan, tadi malam, pemain dan tim pelatih Arema tampak bisa tersenyum. Maklum, mereka datang menyaksikan kondisi stadion penuh dengan penonton.
Pertanda target manajemen untuk bisa membayar satu kali gaji pemain bisa terpenuhi. Setidaknya dari ukuran jumlah penonton yang hadir, pemasukan dari hasil penjualan tiket semestinya cukup untuk membayar gaji pemain.
Benar saja, dari hasil checker atau alat hitung oleh Dispenda Kabupaten Malang tercatat stadion Kanjuruhan dipenuhi 32 ribu lebih penonton. Tepatnya ada 32.957 orang yang datang ke stadion milik Pemkab Malang tersebut.
Namun belum ada rincian dari jumlah tersebut, untuk penonton ekonomi, VIP dan VIP. Pastinya menurut kalkulasi panpel Arema, diperkirakan dari hasil penjualan tiket tersebut bisa mencapai angka Rp 1 miliar lebih.
’’Alhamdulillah. Hasil kalkulasi kita, Insya Allah hasil pertandingan malam ini bisa sampai Rp 1 milar,’’ ungkap Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara kepada Malang Post usai pertandingan tadi  malam.
Menurut perhitungannya, pemasukan kotor dari hasil big match semalam Rp 1,2 miliar, dengan asumsi tiket yang terjual 32.800 lembar. Sehingga dengan jumlah tersebut, cukup untuk membayar satu kali gaji pemain Arema sebesar Rp 1,1 miliar.
’’Ya, kalau dari asumsi kita dengan jumlah penonton bersih 32.800, maka pemasukan kotor kita adalah Rp 1,2 miliar. Berarti itu cukup untuk membayar satu kali gaji. Alhamdulillah,’’ sebut Abriadi.
Jumlah Rp 1 miliar lebih tersebut bisa dicapai oleh panpel Arema menyusul harga tiket pertandingan Arema lawan Persija memang naik, seperti harga tiket untuk pertandingan Liga Champions Asia.
Tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Kenaikan harga tiket ini berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen Arema dan Aremania demi untuk bisa membayar gaji pemain yang sudah terlambat 2,5 bulan.
Menurut rencana, Senin (11/4) hari ini, atau paling lambat besok, hasil penjualan tiket itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemain Arema. Itu sesuai dengan komitmen manajemen untuk membayar gaji pemain dari hasil tiket.
Kehadiran Aremania tadi malam benar-benar membuktikan loyalitas mereka pada Arema. Tak hanya dukungan secara finansial, sepanjang 2x45 menit, Aremania tak henti memberi support pada perjuangan Zulkifli dkk, tadi malam. (bua/avi)

Minggu, 10 April 2011

Balas Dendam Lunas

Aremania Surabaya-Berbekal usung misi "revans" atas kekalahan pada putaran pertama di senayan 2-1 Arema Indonesia kembali menunjukkan keganasannya saat bermain di stadion Kanjuruhan kepanjen kabupaten Malang. Dengan bermain di bawah dukungan 35 ribu supporter militan yang dimiliki oleh Arema yaitu Aremania, Arema langsung menguasai dan mendominasi pertandingan. Sejak dilanggarnya Roman Chamelo pada menit ke-5 Arema sudah dapat mencetak goal hanya kurang dari waktu 5 menit. Awal kemenangan Arema dicetak melalui titik putih oleh striker asal Slovakia bernomor punggung 9 yaitu Roman Chamelo setelah ia dijatuhkan di dalam kotak terlarang tersebut

Memasuki menit ke 14 dominasi dan determinasi pemain Arema tidak berhenti, alhasil pada menit ke 15 kartu truf yang selama ini menjadi pemain pengganti yaitu young lion Sunarto berhasil menggandakan keunggulan memanfaatkan bola liar hasil tembakan keras dari kaki Zulkifli Syukur. Keunggulan 2-0 membuat kedua tim bermain keras bahkan sempat melahirkan kartu kuning bagi sang kapten Zulkifli Syukur dan Sunarto. Persija sempat beberapa kali membahayakan gawang Arema melalui seorang pemain yang dominan dengan kecepatannya yaitu Greg Nwokolo. Keunggulan 2-0 untuk Arema bertahan hingga turun minun

Di babak ke-2 Persija Jakarta mencoba memanfaatkan berkurangnya determinasi permainan Arema. Dengan memasukkan Bambang Pamungkas serangan anak-anak ibu kota ini menjadi lebih hidup. Entah apa yang terjadi, pemain Arema yang selama ini menjadi kartu penyelamat bagi tim Arema berubah menjadi malapetaka untuk tim Arema, Sunarto mengantongi dua kartu kuning dan harus memaksa wasit dari Malaysia itu mengeluarkan kartu merah setelah dia dengan sengaja menggapai bola tinggi dengan tangannya. Keluarnya satu dari pemain Arema benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak ibu kota untuk memperkecil keadaan. Alhasil melalui soloran yang dilakukan oleh Greg yang memberikan umpan kepada BP langsung disambut oleh sundulan mematikan oleh BP. Goal! 2-1 masih keunggulan Arema. Sayangnya waktu tidak cukup untuk BP dkk menyelamatkan Persija dari kekalahan. Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit asal Malaysia, kedudukan masih 2-1 untuk Arema. -Ichal-

Sabtu, 09 April 2011

Saling Sumbar

GAJAYANA – Besok malam di Stadion Kanjuruhan, dua tim besar bakal saling bentrok. Arema diposisi tuan rumah, menjamu Persija Jakarta. Duel antara Singo Edan dan Macan Kemayoran ini, diprediksi bakal panas.
Apalagi pelatih kedua tim, Miroslav Janu dan Rahmad Darmawan, mengaku sama-sama bertekad meraih tiga poin. Apalagi bagi Miro, raihan tiga poin bakal mampu mendongkel posisi Persija di peringkat ketiga.
Belum lagi, optimisme Miro juga didasarkan pada laporan terakhir menyoal perkembangan kesehatan pemainnya. Hingga kemarin, hanya dua pemain yang dipastikan absen. Noh Alam Shah lantaran akumulasi kartu dan Esteban Gullien karena cedera.
‘’Hanya Noh dan Este (Esteban, Red) yang pasti tidak bisa main. Pemain lainnya, bisa lihat sendiri. Semuanya latihan bagus. Dua pemain saja yang pasti absen, lainnya punya kans main,’’ tegas Miro kepada Malang Post seusai memimpin latihan pagi kemarin.
Mantan pelatih PSM Makassar ini tidak begitu risau dengan absennya Noh dan Este. Di lini depan, masih memiliki Yongki Aribowo, Sunarto, Musafri, Ahmad Amirudin dan Dendi Santoso. Sedangkan di lini tengah tidak akan berkurang tanpa Este karena diantaranya masih bisa mengandalkan Chmelo ‘CR-9’ Roman, Ahmad Bustomi, Juan Revi dan Hendra Ridwan.
Hanya saja, Miro mengatakan, siapa yang akan tampil adalah pemain yang memiliki kondisi paling bagus. Dia bersama tim pelatih juga sudah menyiapkan beberapa strategi dan taktik untuk melibas Persija.
‘’Masih banyak pemain, tapi saya sekarang tidak mau sebut komposisi untuk lawan Persija. Saya juga tidak tahu, bagaimana komposisi Persija nanti. Latihan bagus, pemain terus maksimalkan persiapan,’’ tutur Miro, sembari menyebut, tiga poin tetap wajib didapatkan pemainnya.
Sedangkan coach RD yang membawa 20 pemain ke Malang, juga memiliki keyakinan tinggi. Apalagi pemain pilarnya bisa diturunkan semua. Sebut saja kapten tim Bambang Pamungkas, gelandang Agus Indra Kurniawan hingga legiun asing macam Greg Nwokolo dan Agu Cashmir. Sore harinya, tim menyempatkan berlatih ringan di Stadion Gajayana.
Pasca dua kali ditahan imbang tamu asal ranah Papua saat tampil di hadapan publik sendiri, Persija bertekad menebus poin yang hilang itu di Malang.
’’Tidak ada masalah. Ini jadwal yang memang harus kita lalui. Meski berturut-turut menghadapi tim besar,’’ terang RD, sembari mengaku kecewa dengan hasil imbang di dua pertandingan sebelumnya.
’’Saya berharap anak-anak bangkit. Ini bukan pertandingan gampang. Tapi juga tidak mustahil bisa dimenangi,’’ papar pelatih kelahiran Metro Lampung itu.
Meski begitu, mantan pelatih Persipura itu mengaku tetap mewaspadai kekuatan tuan rumah. Tactician jenius kelahiran 26 November 1966 itu sadar betul bahwa Arema bukanlah tim yang mudah ditaklukan di kandang.
’’Arema saat main di kandang tetaplah suatu kekuatan yang luar biasa. Siapapun pemain yang dipasang bakal berbahaya,’’ jelasnya.
Karena itulah, der trainer yang sempat menukangi Persikota Tangerang itu.
Terlebih konfidensi Arema tengah melambung. Tim berlogo kepala singa baru saja memetik satu poin berharga di Liga Champions Asia (LCA) pasca menahan imbang tim juara Liga China, Shandong Luneng.
Kala bentrok di putaran pertama, 9 Januari silam, Persija yang bertindak sebagai tuan rumah sukses menekuk Arema dengan skor 2-1. Kini saat giliran bertamu ke kandang singa, Macan Kemayoran berharap bisa mengulang kejayaan serupa.
’’Kita akan lakukan sejumlah perbaikan. Kita bisa saja terapkan pola ofensif. Besar kemungkinan kita ajak Arema main terbuka. Yang penting kita bisa curi poin dari Arema,’’  pungkas RD kepada Malang Post. (poy/tom/avi)

Jumat, 08 April 2011

Kehabisan Pemain

MALANGPOST -Usai menahan tim juara Liga Cina, Shandong Luneng dalam pertandingan Liga Champions Asia 2011 di Stadion Kanjuruhan, Selasa (5/4) kemarin, Arema kini konsentrasi menghadapi Persija Jakarta, Minggu (10/4) lusa.
Dalam pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011 tersebut, Arema belum bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang komposisi pemain yang pincang menyusul beberapa pemain dipastikan masih absen.
Sebut saja Esteban Gullien, gelandang Arema asal Uruguay ini masih dibekap cedera hamstring. Lalu satu lagi pemain asing Arema asal Singapura, Noh Alam Shah juga dipastikan absen lawan Persija karena akumulasi kartu kuning.
‘’Mau apa lagi, kita terus persiapan untuk lawan Persija. Kita banyak problem. Kita lihat pemain yang fit dan siap saat lawan Persija nanti, itu yang masuk line up,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu usai latihan di Stadion Gajayana, kemarin pagi.
Selain dua pemain asing tersebut, kondisi beberapa pemain lokal Arema belum fit pasca pertandingan lawan Shandong Luneng. Seperti Alfarizi dan Purwaka yang sempat mengalami pusing hingga kemarin belum gabung latihan.
Termasuk Ahmad Bustomi masih dalam proses pemulihan kondisi setelah mengalami diare. Kondisi gelandang Arema ini, menurut tim dokter masih lemas meski sudah tak lagi diare seperti dua hari sebelumnya.
‘’Bustomi masih belum pulih, Along akumulasi kartu kuning dan Esteban masih cedera.  Siapa yang mau main lagi, kita liihat nanti. Kita akan tetap main 11 pemain lawan 11 pemain Persija,’’ yakin Miro tak mau spekulasi perihal komposisi pemaiannya.
‘’Kita lihat siapapun nanti yang main. Kita akan turunkan pemain yang benar-benar siap, dan kita lihat kondisi pemain hari Minggu nanti,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini mengaku perubahan starting line up timnya sudah biasa.
Menurutnya hampir di setiap pertandingan Arema, komposisi pemainya selalu berbeda. Termasuk saat menjamu Macan Kemayoran Persija, Arema dihadapkan pada problem kondisi beberapa pemain pilarnya yang belum fit.
Hanya kondisi Chmelo Roman yang mulai membaik pasca mengalami cedera paha kananya. Gelandang Arema asal Slovakia ini sempat beberapa kali tak ikut latihan penuh, namun kemarin pagi sudah mulai gabung bersama pemain lainnya.
‘’Untuk kondisi Roman sudah bagus, dan sepertinya sudah bisa main lawan Persija, selama dia tidak merasakan adanya keluhan yang lain,’’ ungkap dokter tim Arema, Albert Rudianto perihal kondisi terakhir Roman.
‘’Sedangkan Bustomi sekarang memang sudah tidak diare lagi, tapi kondisinya masih lemas, jadi pagi ini (kemarin pagi, Red.) masih belum bisa gabung latihan,’’ sambung dokter muda ini saat dikonfirmasi perihal kondisi gelandang jangkar Arema itu.
Terlepas hari ini kemungkinan Bustomi sudah ikut latihan, namun kondisi mantan pemain Persema ini diperkirakan belum pada performa terbaiknya. Seperti Roman, pada sesi latihan kemarin pagi tampak masih perlu penyesuaian kondisi.
Selain persoalan teknis menyangkut kondisi pemain ini, problem krusial lainnya tentu masih seputar gaji. Pada saat pertandingan Arema lawan Persija itu, gaji pemain dan pelatih Arema sudah terlambat 2,5 bulan. (bua/avi)

Ajak Dialog Aremania

MALANGPOST -Rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket laga home Singo Edan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/5) lusa, rupanya masih menjadi pro dan kontra di kalangan Aremania.
Maklum, selama ini Aremania memiliki otoritas masing-masing sesuai dengan suara korwil mereka. Sehingga tak ada yang bisa memutuskan satu suara Aremania untuk sebuah kebijakan dari manajemen Arema.
Meski banyak yang setuju adanya kenaikan harga tiket tersebut demi pelunasan gaji pemain, ada juga yang tak setuju. Minimal, ada Aremania yang mempertanyakan rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket tersebut.
‘’Aremania kok dibuat sapi perah. Tiket naik kok tidak rembukan (diskusi) dulu. Nanti kalau kita tidak setuju dianggap tidak loyal, dan ternyata nanti gaji pemain yo gak dibayar,’’ ungkap Amin, Aremania Jalur Gaza, Sukorejo.
‘’Sebenarnya kalau duduk bersama dulu untuk rembukan dengan teman-teman Aremania bisa enak. Jadi saya sarankan manajemen untuk mengundang semua korwil,’’ sambung pria yang juga memimpin Aremania Curva North ini.
Sebelumnya, beberapa Aremania menyatakan setuju adanya kenaikan tiket tersebut, semata-mata untuk bisa membayar gaji pemain. Menyusul Aremania memahami dan memaklumi kondisi keuangan Arema yang mengandalkan hasil tiket.
Harga tiket pertandingan kompetisi Indonesia Super League ini rencananya disamakan dengan pertandingan Liga Champions Asia. Khusus Arema lawan Persija, harga tiket menjadi Rp 30 ribu (ekonomi), Rp 100 ribu (VIP) dan Rp 150 ribu (VVIP).
‘’Selama ini Aremania sudah banyak berkorban, dan sekarang tiket akan dinaikkan lagi, sementara dari manajemen belum ada sosialiasi langsung ke korwil-korwil Aremania,’’ ungkap Aremania yang tak mau namanya dikorankan.
‘’Kalau tidak disampaikan langsung ke korwil-korwil se Malang Raya dan sekitarnya, khawatir ada Aremania dari Madiun ternyata tidak tahu harga tiket naik. Ayo, manajemen duduk bersama dengan sekitar 283 korwil yang ada ini,’’ sambungnya.
Manajemen Arema pun menyambut baik keinginan korwil Aremania untuk melakukan dialog tersebut. Rencananya Sabtu (9/4) sore di kantor Arema, manajemen akan mengajak Aremania untuk berdilaog seputar tiket tersebut.
‘’Tentu kita setuju untuk bisa berdialog dengan korwil-korwil Aremania, dan kita jadwalkan hari Sabtu ada pertemuan dengan korwil. Pertemuan ini bisa Sabtu sore setelah manager meeting,’’ ungkap Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Menyusul pertemuan atau dialog dengan Aremania ini, waktunya sehari sebelum pertandingan, sehingga lebih untuk sosialisasi terkait kenaikan harga tiket. Sekaligus dalam rangka manajemen menyerap aspirasi dan inspirasi dari Aremania.
Boleh jadi dari pertemuan manajemen dan korwil Aremania ini bisa melahirkan solusi terkait masalah keuangan Arema. Setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk agenda rapat pengurus yayasan dan Direksi PT Arema Indonesia pekan depan. (bua/avi)