Sabtu, 19 Februari 2011

Hadapi Jadwal Padat

MALANGPOST-Tim Arema dipastikan tak sendiri saat melakoni putaran kedua Indonesia Super League 2010/2011 yang dimulai 5 Maret nanti. Pasalnya, tim berjuluk Singo Edan ini sudah memiliki couple atau pasangan untuk laga putaran kedua nanti.
Setelah pada putaran pertama lalu sempat berpasangan dengan Persema sebelum memutuskan keluar dari ISL dan gabung Liga Primer Indonesia, tim Arema kini dipastikan telah berganti pasangan dengan Persijap Jepara.
Sehingga untuk laga away Arema ke Papua menghadapi Persipura Jayapura (7/3) dan Persiwa Wamena (10/3), Persijap bakal mendampinginya.
“Saya akan lihat lihat dulu jadwal lengkapnya, tapi Arema sepertinya memang satu paket dengan Persijap,” ungkap Miro yang di akhir putaran pertama lalu sempat mengeluhkan mundurnya Persema telah menguntungkan lawan Arema.
Meski Persijap dan Arema jadi satu paket, namun jadwal kedua tim tak semuanya berpasanngan. Setidaknya menurut jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia, jadwal putaran kedua sedikit diacak, karena jumlah peserta yang hanya 15 tim.
Kebetulan pada putaran kedua nanti, disela-sela pertandingan Arema di ISL, tim kebanggaan Aremania ini juga tampil di Liga Champions Asia. Sehingga sebenarnya tidak ada dua tim yang benar-benar menjadi pasangan.
Apalagi pengaturan jadwal yang baru ini tak lagi menganut system dua laga away dilanjutkan dua laga home, atau sebaliknya. Seperti Arema yang diputaran kedua banyak memiliki laga home, memiliki jadwal empat laga home berturut-turut.
Terlepas Arema bakal melakoni delapan laga home pada putaran kedua nanti, tim berjuluk SIngo Edan ini akan menghadapi jadwal pada pada bulan Maret dan bula April nanti. Itu sebagai resiko Arema tampil di dua kompetisi berbeda.
“Ya, kita akan menghadapi jadwal padat, lihat nanti,” terang Miro. Untuk bulan Maret saja, tim Arema harus menjalani enam pertandingan. Disusul pada bulan April, Arema ada tujuh pertandingan, termasuk dua laga LCA. (bua/jon)

Jumat, 18 Februari 2011

Dijamu Konjen RI

Aremania Dapat Diskon Tiket 50 Persen
MALANGPOST -Meski bertanding di luar negeri, bukan berarti Arema akan berjuang sendiri saat menantang Cerezo Osaka pada pertandingan pertama Liga Champions Asia (LCA) 2011 di Osaka Nagai Stadium, Jepang, 2 Maret mendatang.
Tak hanya dukungan Aremania yang bakal hadir di Nagai Stadium, Arema dipastikan juga bakal mendapat dukungan resmi dari pemerintah Republik Indonesia melalui Konsulat Jendral (Konjen) RI yang barada di Kota Osaka.
Konjen RI di Osaka sebagai perwakilan dari Kedutaan Besar RI di Jepang ini rencananya akan mengundang tim Arema dalam sebuah jamuan makan malam. Tepatnya setelah rombongan tim Arema tiba di Osaka.
Manajemen Arema pun telah mendapatkan konfirmasi dari Nishitetsu travel yaitu agen perjalanan tim Arema di Jepang terkait rencana jamuan oleh Konjen RI tersebut. Diperkirakan Senin (28/2) malam, Konjen RI di Osaka akan menerima tim Arema.
‘’Ya, kita diundang Konjen RI yang ada di Osaka. Mereka sudah menjalin komunikasi dengan agen travel yang ada di Jepang,’’ ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji perihal adanya undangan dari Konjen RI tersebut.
‘’Ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah Indonesia kepada Arema yang mewakili Indonesia di ajang LCA nanti. Karena kehadiran Arema juga membawa nama bangsa dan negara. Mereka akan menyambut kedatangan Arema dan memberikan dukungan pada kita,’’ lanjutnya.
Menurut mantan wartawan yang dipastikan bakal ikut rombongan tim Arema ke Jepang ini, untuk kepastian jadwal jamuan makan siang atau makan malam dengan Konjen RI itu masih akan disesuaikan dengan jadwal kedatangan tim Arema.
‘’Undangan itu mungkin dalam bentuk makan siang atau makan malam. Tapi kita masih belum tahu pasti jadwalnya, yang pasti kita akan penuhi undangan tersebut. Kita menyambut baik undangan tersebut, ya sekaligus kita permisi datang ke Osaka,’’ jelasnya.
‘’Kita masih harus menghitung jadwal keberangkatan kita ke Osaka, mungkin sekitar 11 jam perjalananan. Kalau makan siang sepertinya tidak memungkinkan, jadi mungkin bisa makan malam pada hari pertama tiba di Jepang,’’ sambung Darmaji.
Agenda pertajalanan tim asuhan Miroslav Janu ini sudah diatur travel dan Konjen RI. Termasuk rencana dukungan Aremania di Nagai Stadium telah dikoordinir oleh Konjen RI setelah berkoordinasi dengan panpel setempat.
‘’Semua ditata dan diatur mereka, termasuk Konjen RI di Osaka juga membuka pendaftaran suporter Arema di Jepang. Mereka juga sudah menghubungi panpel Cerezo Osaka untuk pendaftaran Aremania,’’ terang Darmaji.
Menurut Darmaji dari keterangan Nishitetsu travel bahwa tim Cerezo Osaka menyambut baik kedatangan Aremania. Untuk itu, pengaturan rencana kedatangan Aremania termasuk pembelian tiketnya diserahkan pada Konjen RI di Osaka.
‘’Khusus tiket untuk Aremania mendaftar melalui Konjen RI akan mendapat diskon sekitar 50 persen dengan menunjukkan visa. Ini merupakan langkah bagus untuk memberi dukungan pada tim Arema,’’ katanya.
’’Semua yang mengoragnisir adalah dari pihak Konjen. Kita harus memberi apresiasi atas dukungan Konsulat Jendral RI di Osaka ini,’’ sebut Darmaji memastikan rombongan tim Arema akan berangkat ke Osaka pada tanggal 27 Februari.
Berdasarkan keterangan dari Konjen RI di Osaka, panpel Cerezo Osaka tak akan membatasi jumlah Aremania yang datang ke Nagai Stadium. Stadion dengan kapasitas 50 ribu penonton itu siap menerima berapa pun jumlah Aremania yang datang.
Jika harga tiket pertandingan Cerezo Osaka normalnya pada hari H seharga 2.500 yen (Rp 2,5 juta) dan sebelum hari H seharga 2000 yen (Rp 2 juta), maka khusus untuk Aremania mendapat harga 1000 yen (Rp 1 juta) untuk dewasa dan 500 yen (Rp 500 ribu) untuk anak-anak. (bua/avi)

Kamis, 17 Februari 2011

Miro Ngebet Intip Jeonbuk

MALANGPOST-Setelah beberapa waktu lalu perwakilan tim asal Jepang, Cerezo Osaka datang ke Malang, giliran perwakilan tim asal Korea, Jeonbuk Hunday Motors yang rencananya akan berkunjung ke kandang Arema. Calon lawan Arema pada laga kedua di ajang Liga Champhions Asia itu akan ke Malang sebelum tim Arema berangkat ke Jepang. Manajemen Jeonbuk Hunday Motors pun sudah memberikan konfirmasi pada Arema perihal kedatangan mereka.
“Perwakilan Jeonbuk Hunday Motors  yang menghubungi kita namanya Taemi Lee, dia sampaikan perwakilan akan datang sebelum tanggal 27 Februari,” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.
“Mereka datang sebelum tanggal 27 itu karena sudah kami sampaikan kita akan berangkat ke Jepang. Mereka tanya soal stadion, hotel, lapangan tempat latihan, juga soal transportasi,” sambung mantan wartawan ini kepada Malang Post.
Sesuai jadwal untuk penyisihan grup G LCA 2011, Arema akan menjamu Jeonbuk Hunday Motors di Stadion Kanjuruhan, 16 Maret nanti. Itu setelah Arema melakoni laga away ke kandang Cerezo Osaka, 2 Maret ini.
Dibanding Cerezo Osaka yang datang saat Arema bertanding lawan Persiba Balikpapan, 19 Januari lalu, perwakilan Jeonbuk Hunday Motors tak bisa menyaksikan pertandingan Arema karena jedah kompetisi.
Sementara itu, pelatih Arema, Miroslav Janu yang telah mengetahui bakal kedatangan tim Jeonbuk Hunday Motors untuk melihat kesiapan tuan rumah Arema, pelatih asal Republik Ceko ini juga berharap bisa datang ke Korea.
Itu setelah dirinya tak bisa datang ke Jepang untuk menyaksikan langsung pertandingan Cerezo Osaka. Harapan Miro dengan melihat langsung ke Jepang atau ke Korea, bisa mengetahui kekuatan calon lawan Arema.
“Kalau Jeonbuk mau kesini, saya juga mau kesana, kenapa saya tidak bisa,” ungkap Miro usai latihan, kemarin pagi.
“Kalau saya tidak bisa kesana, lalu saya mau tanya siapa soal kekuatan lawan,” sambungnya.
Menurut Miro, kondisi semacam ini sudah pernah dialaminya pada tahun 2007 lalu saat menangani Arema yang juga tampil di LCA. Tim Arema tak bisa mematai-matai kekuatan lawannya, semantara tim lawan bisa datang ke Malang.
“Ya, 2007 juga sama, kita hanya lihat dari internet. Ini tidak professional. Harusnya saya atau asisten pelatih, ada yang berangkat ke sana melihat permainan lawan,” sebut Miro yang kini hanya bermodal video rekaman pertandingan Cerezo Osaka lewat internet. (bua/jon)

Siapkan Pressing

MALANGPOST-Menyadari kualitas lawan yang lebih bagus untuk ajang Liga Champions Asia, pelatih Arema Miroslav Janu menyiapkan pemainnya untuk bisa tampil dengan agresifitas tinggi dengan mengandalkan pressing ketat. Gaya permainan dengan melakukan pressing-pressing ini pernah berhasil dilakukan Timnas Yunani saat keluar sebagai juara Piala Eropa 2004. Meski secara kualitas tim tidak diunggulkan, Yunani mengalahkan Portugal di final 2-1.
Untuk kualitas permainan tim maupun kualitas individu pemain, di atas kertas Yunani kalah dari Portugal. Namun dengan pertahanan yang solid dan mengandalkan serangan balik, Yunani terbukti sukses membalikkan prediksi.
Boleh jadi itu menginspirasi Miro untuk coba diterapkan pada timnya jelang melakoni laga away menghadapi Cerezo Osaka di Osaka Nagai Stadium, Jepang, 2 Maret nanti. Paling tidak untuk bisa mencuri satu poin di kandang Cerezo Osaka.
Seperti pada sesi latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi, Miro menginstruksikan pemainnya untuk melakukan pressing dalam sebuah game lapangan sempit, tepatnya tiga per empat luas lapangan.
Pada game 11 pemain lawan 11 pemain tersebut, Zulkifli dkk diminta tampil dengan jarak dekat. Artinya pemain lawan yang menguasai bola mendapat pressing agar tak memiliki ruang gerak untuk mengembangkan permainan.
“Ya, pagi ini kita latihan game di lapangan kecil, kita harus main dekat, main blok dan kita latihan pressing,” ungkap Miro perihal program latihan timnya yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB, kemarin pagi.
Bermain dengan tempo cepat menuntut pemain untuk selalu aktif bergerak dan dengan kurasi passing yang bagus. Tak hanya cepat dalam menyerang, Miro juga mengingatkan pemainnya agar cepat kembali bertahan.
Sebelum itu, mantan pelatih Slavia Praha ini memberikan menu latihan kombinasi teknik bola dan latihan fisik. Yaitu latihan kecepatan yang dipadukan teknik kontrol bola dengan kaki maupun dengan kepala, sekalgus melibatkan kiper Arema.
Pemain dibagi menjadi tiga kelompok mendapat menu latihan kombinasi dengan beberapa macam variasi kontrol bola. Selain itu, pemain juga mendapat menu latihan khusus mengatur frekuensi lari, mulai pelan hingga kecepatan tinggi. (bua/jon)

Terima Rekaman Cerezo Osaka

MALANGPOST-Tidak seperti rekaman pertandingan calon lawan Arema di kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang mudah didapat, manajemen Arema mengaku kesulitan untuk mendapatkan video rekaman lawan Arema di Liga Champions Asia. Seperti mendapatkan rekaman pertandingan Cerezo Osaka, calon lawan pertama Arema di Jepang, manajemen akhirnya terpaksa mengumpulkan potongan-potongan video pertandingan Cerezo yang ada di internet.
Potongan video yang didownload melalui situs youtube itu pun dijadikan satu dalam kepinngan VCD dan diserahkan pada pelatih Arema, kemarin pagi. Itu pun adalah rekaman pertandingan Cerezo Osaka musim kemarin.
“Ya, video ini hanya highlight atau potongan-potongan rekaman video pertandingan Cerezo Osaka yang kita ambil dari internet, meski tidak utuh, minimal itu cukup membantu,” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji.
Mantan wartawan yang menyerahkan langsung VCD itu pada Miro usai latihan kemarin pagi ini mengaku belum mendapatkan rekaman video terbaru Cerezo Osaka lantaran kompetisi di Jepang baru akan dimulai lagi awal Maret nanti.
“Itu rekaman pertandingan musim lalu, karena musim ini belum ada pertandingan lagi, kompetisinya belum mulai dan menurut jadwal kompetisi di Jepang mulai tanggal 5 Maret nanti,” yakin Darmaji kepada Malang Post.
Manajemen Arema sebenarnya sudah lama mencari rekaman pertandingan Cerezo Osaka secara utuh dalam durasi 2x45 menit, namun hingga saat ini tak mendapatkannya. Baik melalui biro perjalanan wisata maupun dari Aremania di Jepang, kesulitan mendapatkan video pertandingan Cerezo Osaka. (bua/jon)

Main di Rumput Sintetis

MALANGPOST - Dua minggu sebelum kick off babak pertama Liga Champion Asia, Cerezo Osaka menghadapi Arema di stadion Osaka Nagai Stadium, Jepang, pelatih Arema, Miroslav Janu berfikir untuk melatih pasukannya di lapangan sintetis.
Pasalnya pelatih asal Republik Ceko ini mendapatkan informasi dari manajemen, Arema akan bermain di lapangan dengan rumput sintetis. Untuk itu, Miro mengagendakan latihan timnya di lapangan futsal. ‘’Ya, kita mungkin main di lapangan sintetis. Mau apa lagi? Sekarang dimana bisa latihan dengan lapangan sintetis yang bagus. Di Indonesia tidak ada,’’ ungkap Miro usai memimpin latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi.
Menurut pengakuannya, bermain di lapangan sitentis itu berbeda dari lapangan dengan rumput alami. Termasuk lapangan futsal dengan rumput sintetis yang ada di Indonesia, menurutnya berbeda kualitasnya dengan lapangan sintentis untuk sepakbola.
‘’Lapangan sintetis itu beda. Bola bisa mengalir cepat, jadi harus akurasi yang bagus. Kalau di Eropa banyak lapangan sintetis. Ya, nanti kita coba latihan di lapangan futsal, meski kualitasnya beda,’’ terang Miro.
Lantaran beda kualitas lapangan sintetis ini, Miro mengaku sepatu yang digunakan juga beda. Menurutnya, meski dengan lapangan sintetis, dengan kualitas yang bagus, pemain masih bisa tetap menggunakan sepatu bola.
‘’Disini lapangan biasa, mau apa lagi, kita main saja,’’ sebut Miro yang selama ini banyak menghabiskan waktu latihan timnya di lapangan Aabdurrahman Saleh. ‘’Disini tumput jelek, tidak bagus dan lapangan keras,’’ katanya.
Terlepas Miro berencana untuk antisipasi lapangan sintetis, manajemen Arema masih belum bisa memastikan stadion yang bakal digunakan untuk pertandingan nanti. Pasalnya, Cerezo Osaka memang memiliki dua stadion yang berbeda.
Pertama Kincho Stadium dengan kapasitas 20 ribu penonton memang memiliki lapangan sintentis atau rumput buatan. Kedua adalah Osaka Nagai Stadium yaitu stadion dengan kapasitas 50 ribu dengan rumput alami.
‘’Masih akan kita pastikan, dimana Arema akan bertanding. Kalau bertanding di Kincho Stadium itu menggunakan rumput sintetis,’’ terang manajer media officer Arema, Sudarmaji saat dikonfirmasi, kemarin pagi.
Jika mengacu pada jadwal yang telah dirilis oleh otoritas sepakbola Asia atau AFC (Asian Fottball Confederation) sebagai penyelanggara LCA, pertandingan Cerezo Osaka vs Arema, 2 Maret nanti bakal digelar di Osaka Nagai Stadium.
Kebetulan Nagai Stadium dan KINCHO Stadium ini berada cukup dekat dan masih dalam satu komplek Osaka City Nagai Sport Center. Selain dua stadion tersebut ada juga Nagai Aid Stadium dan lapangan Baseball.
Jika mengacu pada kapasitas pertandingan LCA ini, Cerezo Osaka tampaknya akan bermain di Nagai Stadium. Apalagi untuk kompetisi Liga Jepang, Cerezo Osaka juga berkandang di stadion milik Kota Osaka itu.
Nagai Stadium memiliki pengalaman pernah menjadi tuan rumah tiga pertandingan Piala Dunia 2002 yang digelar di Jepang dan Korea. Yaitu menggelar putaran pertama Nigeria vs Ingris, Tunisia vs Jepang dan babak Perempat final, Senegal vs Turki. (bua/avi)

Di Jepang Dipaksa Main Malam

Suhu Bisa di Bawah Nol Derajat
MALANGPOST-Tuan rumah Cerezo Osaka tampaknya benar-benar memaksimalkan faktor non teknis cuaca dingin di Jepang untuk bisa mengalahkan tim Arema pada laga pertama Liga Champions Asia di Osaka Nagai Stadium, Jepang, 2 Maret nanti. Terbukti Cerezo ‘memaksa’ Arema untuk bermain malam hari di Jepang. Itu sesuai dengan jadwal kick off yang diajukan tim asuhan Levir Culpi itu pada AFC (Asian Football Confederation) selaku penyelenggara LCA.
Kebetulan untuk penentuan kick off diputuskan oleh klub peserta LCA masing-masing. Seperti Arema, memilih untuk menggelar laga kandangnya mulai pukul 15.30 WIB, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Malang. Termasuk empat tahun silam saat Arema tampil di LCA 2007, tiga laga home Arema digelar sore. Kala itu tim Arema ingin mamksimal cuaca panas untuk memetik keuntungan lawan tim-tim yang terbiasa bermain di tempat dingin.
“Ya, untuk kick off pertandingan LCA penentuannya dari klub dan disampaikan pada AFC untuk kemudian dicek kesiapannya, seperti kalau diusulkan main malam akan dicek kekuatan lampunya,” ungkap Sekretaris tim Arema, Muhammad Taufan.
“Begitu pun main sore, juga akan dilihat kondisi lampunya jika pertandingan terpaksa diundur malam. Kalau di Jepang sudah umum main malam, karena orang-orang yang sore kerja bisa lihat,” sambung mantan wartawan ini kemarin pagi.
Persoalannya bagi Arema adalah kesulitan untuk bisa mengembangkan permainan dalam cuaca dingin. Apalagi suhu pada malam hari di Kota Osaka diperkirakan bisa minus atau dibawah nol derajat celcius.
Sekadar diketahui suhu di Osaka pada Rabu (16/2) kemarin siang berkisar 6 hingga 10 derajat celcius. Untuk ukuran pemain Indonesia, suhu tersebut sudah cukup dingin, seperti di Gunung Bromo pada malam hari.
Bahkan pemain Cerezo Osaka pun harus mengenakan pakain dingin saat berlatih siang hari. Itu dari foto latihan di official web site tim Cerezo Osaka dua hari lalu, pagi hari  pemain Cerezo Osaka berlatih dengan mengenakan jaket dingin dan sarung tangan.
Sementara untuk suhu di Kota Osaka pada malam hari menurut pusat cuaca di Jepang berkisar antara 2 hingga minus 5 derajat celcius. Bahkan bisa minus 10 derajat jika terjadi hujan salju seperti yang diperkirakan untuk Kamis (17/2) malam ini.
“Saya sudah tahu nanti di Jepang, kita main malam. Mau apalagi, tidak ada problem. Masalah hanya cuaca dingin di Jepang,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu berusaha tetap optimis dengan kendala yang bakal dihadapi tim asuhannya.
Secara umum, hampir semua pemain Arema tidak terbiasa bermain di cuaca dingin. Kecuali Chmelo Roman, gelandang asal Slovakia ini mengaku sudah biasa bermain di tempat dingin seperti di negara asalnya. (bua/jon)