Kamis, 17 Februari 2011

Di Jepang Dipaksa Main Malam

Suhu Bisa di Bawah Nol Derajat
MALANGPOST-Tuan rumah Cerezo Osaka tampaknya benar-benar memaksimalkan faktor non teknis cuaca dingin di Jepang untuk bisa mengalahkan tim Arema pada laga pertama Liga Champions Asia di Osaka Nagai Stadium, Jepang, 2 Maret nanti. Terbukti Cerezo ‘memaksa’ Arema untuk bermain malam hari di Jepang. Itu sesuai dengan jadwal kick off yang diajukan tim asuhan Levir Culpi itu pada AFC (Asian Football Confederation) selaku penyelenggara LCA.
Kebetulan untuk penentuan kick off diputuskan oleh klub peserta LCA masing-masing. Seperti Arema, memilih untuk menggelar laga kandangnya mulai pukul 15.30 WIB, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Malang. Termasuk empat tahun silam saat Arema tampil di LCA 2007, tiga laga home Arema digelar sore. Kala itu tim Arema ingin mamksimal cuaca panas untuk memetik keuntungan lawan tim-tim yang terbiasa bermain di tempat dingin.
“Ya, untuk kick off pertandingan LCA penentuannya dari klub dan disampaikan pada AFC untuk kemudian dicek kesiapannya, seperti kalau diusulkan main malam akan dicek kekuatan lampunya,” ungkap Sekretaris tim Arema, Muhammad Taufan.
“Begitu pun main sore, juga akan dilihat kondisi lampunya jika pertandingan terpaksa diundur malam. Kalau di Jepang sudah umum main malam, karena orang-orang yang sore kerja bisa lihat,” sambung mantan wartawan ini kemarin pagi.
Persoalannya bagi Arema adalah kesulitan untuk bisa mengembangkan permainan dalam cuaca dingin. Apalagi suhu pada malam hari di Kota Osaka diperkirakan bisa minus atau dibawah nol derajat celcius.
Sekadar diketahui suhu di Osaka pada Rabu (16/2) kemarin siang berkisar 6 hingga 10 derajat celcius. Untuk ukuran pemain Indonesia, suhu tersebut sudah cukup dingin, seperti di Gunung Bromo pada malam hari.
Bahkan pemain Cerezo Osaka pun harus mengenakan pakain dingin saat berlatih siang hari. Itu dari foto latihan di official web site tim Cerezo Osaka dua hari lalu, pagi hari  pemain Cerezo Osaka berlatih dengan mengenakan jaket dingin dan sarung tangan.
Sementara untuk suhu di Kota Osaka pada malam hari menurut pusat cuaca di Jepang berkisar antara 2 hingga minus 5 derajat celcius. Bahkan bisa minus 10 derajat jika terjadi hujan salju seperti yang diperkirakan untuk Kamis (17/2) malam ini.
“Saya sudah tahu nanti di Jepang, kita main malam. Mau apalagi, tidak ada problem. Masalah hanya cuaca dingin di Jepang,” ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu berusaha tetap optimis dengan kendala yang bakal dihadapi tim asuhannya.
Secara umum, hampir semua pemain Arema tidak terbiasa bermain di cuaca dingin. Kecuali Chmelo Roman, gelandang asal Slovakia ini mengaku sudah biasa bermain di tempat dingin seperti di negara asalnya. (bua/jon) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar