MALANGPOST-Menyadari kualitas lawan yang lebih bagus untuk ajang Liga Champions Asia, pelatih Arema Miroslav Janu menyiapkan pemainnya untuk bisa tampil dengan agresifitas tinggi dengan mengandalkan pressing ketat. Gaya permainan dengan melakukan pressing-pressing ini pernah berhasil dilakukan Timnas Yunani saat keluar sebagai juara Piala Eropa 2004. Meski secara kualitas tim tidak diunggulkan, Yunani mengalahkan Portugal di final 2-1.
Untuk kualitas permainan tim maupun kualitas individu pemain, di atas kertas Yunani kalah dari Portugal. Namun dengan pertahanan yang solid dan mengandalkan serangan balik, Yunani terbukti sukses membalikkan prediksi.
Boleh jadi itu menginspirasi Miro untuk coba diterapkan pada timnya jelang melakoni laga away menghadapi Cerezo Osaka di Osaka Nagai Stadium, Jepang, 2 Maret nanti. Paling tidak untuk bisa mencuri satu poin di kandang Cerezo Osaka.
Seperti pada sesi latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi, Miro menginstruksikan pemainnya untuk melakukan pressing dalam sebuah game lapangan sempit, tepatnya tiga per empat luas lapangan.
Pada game 11 pemain lawan 11 pemain tersebut, Zulkifli dkk diminta tampil dengan jarak dekat. Artinya pemain lawan yang menguasai bola mendapat pressing agar tak memiliki ruang gerak untuk mengembangkan permainan.
“Ya, pagi ini kita latihan game di lapangan kecil, kita harus main dekat, main blok dan kita latihan pressing,” ungkap Miro perihal program latihan timnya yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB, kemarin pagi.
Bermain dengan tempo cepat menuntut pemain untuk selalu aktif bergerak dan dengan kurasi passing yang bagus. Tak hanya cepat dalam menyerang, Miro juga mengingatkan pemainnya agar cepat kembali bertahan.
Sebelum itu, mantan pelatih Slavia Praha ini memberikan menu latihan kombinasi teknik bola dan latihan fisik. Yaitu latihan kecepatan yang dipadukan teknik kontrol bola dengan kaki maupun dengan kepala, sekalgus melibatkan kiper Arema.
Pemain dibagi menjadi tiga kelompok mendapat menu latihan kombinasi dengan beberapa macam variasi kontrol bola. Selain itu, pemain juga mendapat menu latihan khusus mengatur frekuensi lari, mulai pelan hingga kecepatan tinggi. (bua/jon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar