Senin, 06 Desember 2010

Dijatah 20 Orang ke Padang

BALI-Manajemen Arema akhirnya mendapat konfirmasi resmi terkait dengan keikutsertaan Arema dalam laga amal menghadapi Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Padang, tanggal 22 Desember mendatang. Kepastian itu diperoleh Arema melalui surat dengan nomer 317/KRE/KSSP/12.2010 tertanggal 4 Desember yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang, Toto Sudibyo.
Dalam surat tersebut disebutkan, laga amal ini bakal diperuntukkan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Mentawai, 25 Oktober lalu. Menariknya, dalam surat tersebut, panitia menjatah rombongan tim Arema sebanyak 20 orang.
 “Ya, kita hanya dijatah 20 orang, dan siapa-siapa yang nanti akan berangkat ke Padang, akan kita bicarakan dulu dengan pelatih. Jatah 20 orang ini terkait dengan biaya transportasi dan akomodasi yang disiapkan panitia,” ungkap pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Tak hanya menyiapkan biaya transportasi dan akomodasi, panitia juga siap memberi match fee untuk tim Arema pada laga amal tersebut. Diperkirakan tim Arema akan menambah biaya sendiri untuk menambah jumlah rombongan ke Padang.
Kecuali Miro hanya akan membawa 15 pemain, plus lima official yang berangkat ke Padang. Meski saat dikonfirmasi, pelatih asal Republik Ceko ini menyerahkan pengaturan jadwal ujicoba Arema, termasuk adanya tawaran turnamen di Kota Tarakan, Kalimantan Timur.
 “Saya belum tahu jadwal Arema untuk ujicoba di Padang dan Tarakan itu, semua manajemen yang urus jadwalnya. Saya tidak mau ada istilah Arema 1 atau Arema 2,” ungkap Miro perihal dua tim Arema yang akan berangkat ke Padang dan Tarakan.
Kebetulan untuk turnamen di Tarakan yang bakal diikuti empat tim, termasuk tuan rumah, Gelora Putra Paguntaka. Tim yang dipersiapkan tampil di  kompetisi Divisi III Nasional ini akan menghadapi Arema, Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta.
Menurut rencana, turnaman segi empat dalam rangka hari ulang tahun Kota Tarakan itu akan digelar 21 hingga 28 Desember mendatang. Dan rombongan tim Arema diminta untuk berangkat ke Tarakan, tanggal 19 Desember nanti.
 “Untuk tim yang berangkat ke Tarakan nanti adalah tim Arema U-21,” ungkap Miro yang belum memastikan untuk mengikutsertakan pemain senior yang selama ini duduk sebagai cadangan. “Kita lihat nanti, karena kalau disini banyak yang cedera, hanya tim U-21 yang berangkat,” katanya. (bua/jon)

Puji Bustomi-Zulkifli

BALI-    Sukses Timnas Indonesia membantai Timnas Laos 6-0 mendapat perhatian khusus dari Managercoach Arema, Miroslav Janu. Maklum, ada dua pemain Arema yang masuk dalam starting eleven Timnas Indonesia saat menang besar itu.
Dua pemain itu adalah Ahmad Bustomi dan Zulkifli Syukur, serta Benny Wahyudi yang masuk di akhir babak kedua. Benny masuk menggantikan Zulkifli, sedangkan dua pemain Arema lainnya, Yongki Ariwibowo dan Kurnia Meiga cadangan.
“Ya saya nonton laga Indonesia lawan Laos. Saya lihat penampilan pemain Arema di timnas sudah lebih bagus dibanding saat pertandingan sebelumnya  lawan Malaysia,” ungkap Miro memuji penampilan Bustomi dan Zulkifli.
 “Saya lihat Zulkifli main bagus, awalnya takut naik untuk membantu serangan, tapi dia akhirnya mampu membantu serangan, lalu Benny masuk dan main sebentar. Tapi kita lihat nanti, saat Indonesia lawan tim yang kuat,” sambungnya.
Perihal dua pemain Arema lainnya, Yongki dan Meiga yang belum mendapatkan kesempatan tampil, menurut Miro kurang bagus. Pasalnya kondisi mereka tidak terpantau, dan tidak ada kesempatan untuk mengasah kemampuan.
“Yongki tidak bagus, karena duduk terus, tapi memang tidak bisa main semua. Ini pertandingan sepakbola, hanya ada sebelas pemain yang tampil,” sebut Miro yang akan kembali memantau penampilan Arema saat menjamu Timnas Thailand nanti.
Ada kemungkinan, dengan status Timnas Indonesia lolos ke babak berikutnya di Piala AFF sebagai juara grup, pelatih Timnas, Alfred Riedl bakal menurunkan pemain pelapis seperti memberi kesempatan Yongki untuk tampil.
 “Saya tidak tahu, mereka diturunkan atau tidak saat lawan Thailand, kita lihat saja nanti. Saya sebenarnya mau lihat siaran langsung Timnas Singapura, tapi dimana. Saya mau lihat Noh Alam Shah dan Ridhuan, saya dengar Ridhuan cedera,” kata Miro.
Pelatih asal Republik Ceko ini tampaknya ingin memastikan kondisi tujuh pemainnya yang tergabung di Timnas. Pasalnya Miro ingin saat mereka kembali gabung Arema, kondisi mereka sudah siap tempur dan tidak ada masalah. (bua/jon/malangpost)

Korwil Aremania Sawojajar Dideklarasikan

SAWOJAJAR-Korwil Aremania Sawojajar (AS) mencatatkan diri menjadi korwil ke 273 setelah dideklarasikan di Café O-Ren Jalan Danau Kerinci Raya Sawojajar, kemarin. Deklarasi itu berlangsung meriah dengan kehadiran perwakilan korwil Aremania Malang Raya. Bahkan Jakmania Ngalam turut hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan Aremania di Sawojajar.
Deklarasi itu dihadiri Bambang DH Suyono selaku sesepuh Sawojajar, pendiri Arema Lucky Acub Zaenal, perwakilan Manajemen Mbak Sri. Tak ketinggalan sejumlah perwakilan Korwil dari wilayah yang jauh, seperti Korwil Aremania Jalur Gaza Sukorejo Pasuruan dan Korwil Aremania Wonosari di Gunung Kawi.
Ketua Korwil Aremania AS Kholidul Azhar mengatakan, saat ini anggotanya sudah berjumah sekitar 120 orang. Mayoritas anggota korwil AS adalah para mahasiswa, sehingga ada juga yang berasal dari luar daerah. Korwil AS memiliki anggota dari Lumajang dan Mojokerto.
“Kita berdiri untuk mendukung Arema, tak ingin melobi manajemen demi mendapat jatah tiket. Selama ini yang kita andalkan ta ticket box, seperti Malang Post, Senaputra, RCB,” tegas Kholid sapaan akrabnya.
Aremania yang bermukim di Jalan Danau Toba itu menambahkan, Korwil AS akan terus mendukung Arema hingga kapanpun. Mengenai kegiatan lainnya, hingga saat ini pihaknya belum memiliki perencanaan. Tentu saja, yang terpenting adalah tetap menjalin kebersamaan bersama rekan Aremania dimanapun berada.
“Yang penting kebersamaan, hari ini kami sebar undangan 70 sampai 80, yang hadir mencapai 300 orang,” imbuhnya.
Sementara itu, Bambang DH Suyono dalam sambutannya mengaku senang dengan hadirnya korwil Sawojajar itu. Mantan Sekkota Malang itu mengaku salut dengan kiprah Aremania selama ini. Supporter itu tetap setia menjaga kebersamaan demi mendukung tim kesayangannya Arema. ”Salam satu jiwa,” teriaknya berulang kali.
Sedangkan, Mbak Sri mewakili pihak manajemen Arema meminta agar dukungan terus diberikan kepada tim. Sri mengakui saat ini pihak manajemen tengah kebingungan mencari sponsor. Pasalnya, gaji pemain belum juga dipenuhi karena alasan keuangan yang tak mencukupi.
“Kami manajemen, terbuka terhadap kritik, serta ide-ide dari rekan-rekan semuanya, yang terpenting tetap berikan dukungan kepada Arema,” pinta Aremania Balikpapan itu. (ary/jon)

Minggu, 05 Desember 2010

Dapat jatah sepatu-jaket

BALI-Ada yang berbeda dari skuad tim Arema saat berangkat untuk pemusatan latihan di Bali, kemarin siang. Pemain-pemain Arema sudah mengenakan T-shirt, sepatu dan jaket resmi dari sponsor apparel Lotto.
Mereka baru mendapat jatah resmi sepatu dan jaket resmi dari Lotto itu kemarin pagi, atau sesaat sebelum bertolak dari mess pemain di Jalan Semeru. Namun tidak semua dari rombongan tim Arema itu yang mendapat jatah tersebut.
Pasalnya dari 22 pemain yang berangkat ke Bali, ada dua pemain Arema U-21 yaitu Gilang Dedik Permadi dan Andik Faturohman yang ikut bergabung. Mereka masih tetap mennggunakan fasilitas dari tim Arema U-21.
“Ya, jaket dan sepatu ini baru dikirim Lotto kemarin, dan hari ini langsung kita bagikan pada pemain,” ungkap Sekretaris Tim Arema, Muhammad Taufan yang memimpin rombongan tim ke Bali, kemarin siang.
Sayangnya, musim ini pemain-pemain Arema tak mendapatkan jatah tas punggung dari Lotto. Sehingga sebagian pemain membawa tas sendiri, dan sebagian masih membawa tas punggung lama yang dari Diadora.
“Saya tidak mengerti perihal fasilitas yang didapat tim Arema dari Lotto, itu tergantung dari perjanjian kerjasamanya dulu dengan manajemen,” ungkap M. Taufan perihal kelengkapan jersey yang harusnya diterima pemain.
Menurut informasi, fasilitas tim juara ini mengalami pengurangan dibanding jatah musim lalu. Seperti halnya jumlah kostum untuk pemain, kabarnya oleh pihak sponsor apprel ini dikurangi. Itu terkait dengan kesepakatan kerjasama antara Looto dengan Arema yang saat itu dilakukan Dirut Arema, M. Nur. (bua/jon/malangpost)

Aremania adakan Rally Motor Wisata

MALANG- Mencermati salah satu kreatifitas Aremania dalam bentuk konvoi kendaraan bermotor di jalan raya masih belum menunjukkan perilaku positif, sehingga kurang mendapat simpatik dari masyarakat. Muncul stigma Aremania sering mengganggu ketertiban umum, tidak memiliki etika berkendara yang baik dan tidak mematuhi peraturan lalu lintas sehingga di cap meresahkan masyarakan pengguna jalan.
Berangkat dari fenomena dampak konvoi semacam itu, muncul gagasan melakukan pembelajaran etika konvoi yang baik dan terkoodinir di kalangan Aremania. Digagaslah kegiatan ‘Aremania Rally Motor Wisata 2010’.
“Kita juga ingin membantu program-program kepolisian dengan tujuan mendukung keamanan dan kelancaran berlalu lintas di jalan raya yang dikemas dalam bentuk kegiatan ini,” ujar ketua pelaksana, Hendri Anugerah.
Kegiatan rally motor ini akan dilakukan pada 19 Desember mendatang. Start mulai pukul 6.00 WIB di depan Stasiun Kota Baru atau di depan Malang Post dan finish di Pantai Balekambang. Rute perjalanan mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumi Ayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo_Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Swaru- Wonokerto- Bantur.
Peserta nantinya akan dikawal oleh Pat Wal dari Polresta Malang dan Polres Malang. Setiap peserta wajib mentaati tata tertib yang sudah ditentukan oleh panitia, yang meliputi aspek kelengkapan diri macam memakai helm standart dan membawa surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, dan memeperhatikan aspek ketertiban dan kesantunan selama perjalanan.
Menurut Hendri, kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai latar belakang dan tujuan. Diantaranya, sebagai wujud rasa syukur atas prestasi Arema sebagai juara ISL musim lalu dan runner-up Piala Indonesia 2010. Juga untuk menyatukan visi dan misi Aremania se-Malang Raya agar makin solid.
Selain sebagai bentuk loyalitas dan kecintaan Aremania terhadap tim pujaannya, event ini juga ditujukan untuk menghilangkan image atau kesan konvoi yang tidak terarah sehingga Aremania bisa lebih meningkatkan kesadaran hokum berlalu lintas di jalan raya. “Tentunya kita juga ingin mengajak komunitas suporter Aremania untuk refreshing dan berwisata dengan rally bersama-sama,” tandas Hendri kepada Malang Post. (tom/jon/malangpost)

Disambut Aremania Dewata

BALI-Rombongan tim Arema, kembali mendapat sambutan hangat dari komunitas arek Malang yang berada di Bali, Arema Dewata. Puluhan Arema Dewata menyambut di depan pintu keluar bandara, sesaat setelah tim Arema di bandara Ngurah Rai, Bali.
Mereka pun memberi kalungan bunga pada Managercoach Arema, Miroslav Janu dan pada beberapa pemain asing Arema. Ini adalah kali kedua dalam setahun, Arema Dewata meyambut kedatangan tim Arema di Bali.
Sebelumnya, bulan April lalu, tim Arema juga mengadakan pemusatan latihan di Bali dan disambut Arema Dewata.
“Ya, kita ketemu lagi,” ungkap pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto pada beberapa Aremania yang sudah tak asing lagi itu.
Kesempatan kembali bertemu tim pujaannya, dengan komposisi yang berbeda, khususnya dengan pelatih baru, Arema Dewata dengan salah satu korwilnya yaitu Aremania Dewata Cyber melakukan foto bersama dengan Pierre Njanka dkk.
Bahkan Arema  Dewata sempat ikut mengantarkan tim Arema dari bandara menuju hotel. Namun sambutan mereka tidak sebanyak saat tim Arema ditangani Robert Alberts beberapa waktu lalu, setelah baru bertanding dari Jayapura.
“Sebenarnya banyak yang datang menyambut kedatangan tim Arema, tapi memang kita batasi karena sekarang Sabtu, jalan-jalan lagi macet, bisa bahaya kalau banyak Aremania yang datang,” ungkap Yance, Ketua Korwil Aremania Dewata.
Lantaran sudah untuk kedua kalinya, mereka menyambut kedatangan tim Arema, mereka tampak santai dengan pemain-pemain Arema. Termasuk Miro, kelihatan menikmati sambutan dan pengalungan bunga oleh Arema Dewata ini. (bua/jon/malangpost)

Arema dibagi dua

BALI-Disaat tarik ulur Arema dengan pihak Liga Primer Indonesia belum ada solusi yang pasti, tim kebanggaan Aremania ini siap-siap untuk dibagi dua. Namun bukan berarti Arema akan tampil di dua kompetisi berbeda, Indonesia Super League dan LPI.Melainkan Arema dibagi dua untuk dua even ujicoba berbeda, satu di Padang dan satu lagi di Tarakan. Arema telah memastikan berangkat ke Padang untuk laga amal menghadapi Semen Padang, dan mendapat lampu hijau untuk turnamen di Tarakan. Menurut keterangan Pelaksana Harian   PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara, Arema dipastikan dijamu Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang pada 22 Desember mendatang, sedangkan turnamen di Tarakan, 19-26 Desember.“Kita sudah pastikan memenuhi undangan Semen Padang, tanggal 22 Desember nanti. Sekarang kita tinggal menunggu surat resmi dari pihak Semen Padang,” ungkap Abriadi saat mendampingi tim Arema sebelum berangkat ke Bali, kemarin siang.
Menurut keterangan pria yang juga Ketua Panpel Arema  ini, pihak Semen Padang telah siap untuk menanggung semua kebutuhan tim Arema selama laga amal. Namun lantaran ini laga amal, Arema tak mematok match fee yang tinggi.“Kebetulan untuk laga amal ini, hanya tim Arema yang siap untuk memenuhi undangan Semen Padang. Untuk kepastian kita berangkat ke Padang nanti, kita masih menunggu surat dari manajemen Semen Padang itu,” terang Abriadi.
Menyusul kepastian berangkatnya Arema ke Padang ini, membawa resiko laga ujicoba Arema menghadapi Persijap Jepara yang dijadwalkan 22 Desember mendatang terpaksa harus berubah, dan rencananya digeser tanggal 27 Desember nanti.“Ya, untuk ujicoba lawan Persijap kita geser tanggal 27 Desember, sedangkan untuk tawaran ujicoba di Tarakan itu rencananya digelar 19 sampai 26 Desember, dan ini adalah pertandingan turnamen segi empat,” sebut Abriadi.
Khusus undangan turnamen di Tarakan ini adalah untuk merayakan hari ulang tahun Kota Tarakan sekaligus sebagai persiapan tim tuan rumah, Gelora Putra Paguntaka untuk tampil di ajang kompetisi Divisi III Nasional. Tiga Liga Super yang diundang untuk turnamen segi empat ini adalah Arema, Persiba Balikpapan dan PSM Makassar. Menurut rencana, Arema akan membawa pemain yang selama ini duduk sebagai cadangan, plus beberapa pemain Arema U-21.
Pasalnya tim inti Arema sudah dipersiapkan untuk laga amal di Padang. Meski pihak panitia dari Tarakan mengajukan syarat, agar tim Arema yang bakal menurunkan tim cadangannya itu harus mengikutsertakan satu pemain asing Arema ke Tarakan.
“Karena kita akan melakukan dua ujicoba berbeda di Padang dan Tarakan itu, kita akan membagi tim menjadi dua, satu tim ke Padang dan satu lagi ke Tarakan. Kita masih akan membahasnya lagi dengan pelatih,” jelas Abriadi.Pria asal Makassar ini meyakinkan, meski tim Arema harus dibagi dua, tidak akan menganggu program ujicoba Arema. Termasuk saat menjamu Persijap, 27 Desember nanti, Arema akan menurunkan tim yang datng dari Padang.“Sekarang kita menunggu surat resmi dari pihak Tarakan sekaligus menunggu kepastian dari pelatih perihal rencana pembagian tim Arema jadi dua ini,” pungkas Abriadi kepada Malang  Post. (bua/nug/malangpost)