Rapat Tertutup di De Liv, Kemarin Sore
MALANGPOST- Adanya keterlambatan gaji yang kini sudah 2,5 bulan dan minimnya perhatian pengurus disebut-sebut jadi pemicu menurunnya performa tim Arema belakang ini. Itu terlihat jelas saat Singo Edan kalah telak 0-4 atas Cerezo Osaka dalam pertandingan Liga Champions Asia di stadion Kanjuruhan, Selasa (3/5) kemarin.
Bahkan termasuk juga mulai menurunnya motivasi para pemain saat berlatih. Meski tak lagi ada aksi mogok latihan seperti yang sudah-sudah, latihan di Araya Family Club kemarin pagi terlihat banyak pemain yang kurang bersemangat.
Baik saat menjalani recovery maupun conditioning, pemain tampak kurang bergairah. Termasuk juga banyak pilar Arema memilih untuk tidak mengikuti program recovery yang sebenarnya berfungsi mengembalikan kebugaran pasca pertandingan lawan Cerezo.
“Bagaimana mau main bagus, hak kita memang belum dibayar, dan perhatian dari pengurus juga hampir tidak ada saat ini,” ungkap salah satu pemain Arema yang memaksa agar namanya tak disebutkan di Koran.
Tak hanya peraoalan gaji, menurut pemain ini bonus juga mulai tersendat. Sementara dari pengurus, setidaknya hingga kemarin, belum ada yang menemui pemain untuk bisa memecahkan persoalan finansial ini.
“Ya, kami sangat berharap agar pengurus atau yayasan bisa segera berbicara dan juga menyelesaikan sisa hak kami yang masih tertunda ini. Kalau tidak ada perhatian pengurus, bagaimana kita bisa menang apalagi juara,” kata pemain tersebut.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun membenarkan bahwa saat ini timnya membutuhkan perhatian dari pengurus. Selain untuk menyelesaikan persoalan gaji, kehadiran para pengurus dinilai juga bisa menyuntikkan motivasi kepada para pemain.
’’Sekarang tidak ada pengurus. Saya tidak bisa kontak Pak Nur, bahkan terakhir saya ketemu dia di Samarinda, pada partai away Arema. Dengan kondisi sekarang tanpa kehadiran pengurus, pasti susah untuk kami bisa jadi yang terbaik,” ungkap Miro.
Secara de Jure, Muhammad Nur masih menjadi pengurus Arema sebagai Ketua Yayasan Arema sekaligus Direktur PT Arema Indonesia. Meski selama ini, mantan Sekda Kota Malang itu memang sudah tak pernah muncul di Arema.
Meski tak pernah menangani Arema, M. Nur meyakinkan masih sebagai pemilik hak suara Arema. Sedangkan selama ini, manajemen Arema ditangani oleh Abriadi Muhara selaku Pelaksana Harian PT Arema Indonesia yang sebenarnya bukan pemegang kebijakn tertinggi di Arema.
“Jadi pengurus yang ditanyakan oleh Miro itu bukan pengurus yang ada disini, tapipengurus yang mengaku Arema di PSSI,” ungkap Abriadi kepada Malang Post saat ditemui di kantor Arema, kemarin sore.
Pengurus yang dimaksud tentunya M. Nur dan Siti Nurzanah yang kini sebagai anggota Komite Normalisasi PSSI. Seperti halnya M. Nur, secara de Jure, Nurzanah masih tercatat sebagai Direktur PT Arema Indonesia.
“Miro mengatakan, kenapa pengurus yang ngaku-ngaku Arema itu tidak melihat kondisi Arema saat ini. Kondisi Arema sebenarnya lebih urgent, karena Arema tidak ikut kongres sebenarnya juga tidak masalah,” terang Abriadi.
Kini, baik pemain, pelatih maupun manajemen Arema tengah menunggu sikap dari pengurus. Khususnya sikap dari Pengurus Yayasan dan Direksi PT Arema Indonesia, untuk mengelola atau lebih tepatnya menyelamatkan tim Arema ini.
Kebetulan dari pantauan Malang Post, pengurus Arema telah melakukan pertemuan tertutup di Café De Liv, di jalan Semeru, kemarin sore. Hingga tadi malam, belum bisa dipastikan siapa-siapa yang hadir dalam pertemuan tersebut.
“Maaf, sementara (hasil pertemuan pengurus) ini masih off the record,” sebut manajer media officer Arema, Sudarmaji saat dikonfirmasi perihal adanya pertemuan yang digagas oleh Presiden Club Arema, Rendra Kresna tersebut. (mg3/bua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar