MALANGPOST - Meski musim lalu Arema hanya bercokol di posisi runner up, tim berjuluk Singo Edan ini sejatinya berpeluang tampil di ajang AFC Champions League atau Liga Champions Asia musim depan. Minimal memulainya dari babak play off.
Pasalnya untuk musim kemarin, PSSI gagal menggelar pertandingan Copa atau Piala Indonesia yang semestinya sang juara berhak tampil di play off LCA. Sedangkan Arema seharusnya cukup mendapat jatah tampil di AFC Cup.
Kini, baik Arema maupun Persipura yang mendapat jatah langsung tampil di LCA terancam batal. Itu jika AFC (Asian Football Confederation) benar-benar menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait persiapan kompetisi yang amburadul.
Bukan hanya lantaran format kompetisi yang rencananya digelar dua wilayah, namun juga kemungkinan karena jadwal kompetisi yang molor. Menyusul ada indikasi PSSI bakal menunda kompetisi hingga bulan November nanti.
’’Kami prihatin dan kalau benar kompetisi ini ditunda tentu kami kecewa,’’ ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. ’’Ya, keputusan itu sungguh mengecewakan bagi Arema maupun Aremania, karena kita punya kans untuk promosi di level Asia,’’ sambungnya.
Hingga kini memang belum ada rilis resmi dari PSSI untuk rencana penundaan kompetisi tersebut. Namun dari keterangan dua anggota Exco (Eksekutif Komite) PSSI yaitu, Bob Hippy dan Tony Apriliani, kemungkinan besar jadwal kompetisi bakal molor.
Bagi PSSI tampaknya sanksi AFC tak lagi digubris. Terbukti saat AFC menetapkan kompetisi profesinal itu maksimal diikuti 18 klub, PSSI justru merumuskan kompetisi dua wilayah yang rencananya diikuti 34 klub professional.
Arema sendiri tetap berharap, PSSI masih konsisten dengan agenda semula yaitu mulai menggelar kompetisi pada 8 Oktober nanti. Atau paling lambat sebelum 14 Oktober, lantaran pada tanggal tersebut merupakan deadline AFC untuk Indonesia memulai kompetisi professional.
Sementara itu, sesuai agenda dari PSSI, pada Selasa (20/9) depan, seluruh klub yang akan mengikuti kompetisi sudah mulai melakukan regristrasi ulang. Termasuk mulai mendaftarkan pemain yang telah dikontrak masing-masing klub.
Bagaimana Arema yang hingga kini masih dilanda dualisme kepengurusan? ’’Kami sangat siap dengan apapun yang menjadi syarat yang diminta PSSI, kami tetap menyuarakan agar kami bersatu,’’ jawab Darmaji kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut mantan wartawan yang mewakili manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini, PSSI diharapkan bisa objektif dan transparan terkait dengan proses regristrasi ulang tersebut.
’’Khususnya terkait kesiapan di lima aspek klub profesional, regristrasi ulang harus transparan dan semestinya mulai saat ini kembali disosialisasikan apa saja yang perlu dilengkapi dan disyaratkan untuk regristrasi ulang itu,’’ pungkas Darmaji.
Selama ini muncul kekhawatiran dari kubu Rendra, PSSI akan cenderung memihak pada kubu Muhammad Nur. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung no 9 ‘menantang’ PSSI mengirimkan tim ad hoc untuk melakukan verifikasi faktual di Malang. (bua)
Rabu, 14 September 2011
Berharap Konflik Segera Usai
WAMENA-Belum usainya konflik intern di tubuh Arema membuat Aremania Wamena, Papua ikut gelisah. Apalagi, kompetisi musim depan semakin dekat sehingga tim sudah harus konsentrasi menghadapi ajang sepak bola level tertinggi di negeri ini. Melalui Halal Bihalal yang digelar Aremania Wamena Minggu (11/9) kemarin siang di rumah Slamet, salah satu tokoh Aremania Wamena asal Lawang, mereka menginginkan konflik internal segera cepat terselesaikan.
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
Sabtu, 10 September 2011
Terbaik Untuk Arema
MALANGPOST – Satu per satu pemain resmi skuad Arema Indonesia menginjakkan kakinya di kandang singa. Kali ini, giliran penyerang lincah, Talaohu Abdul Musafri yang mulai gabung dalam serangkaian program persiapan menyambut musim mendatang oleh tim Singo Edan. Dia langsung ikut menjalani tes fisik bersama Saktiawan Sinaga dkk di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin.
Mantan pemain Persiter Ternate ini mengaku baru tiba di kota Malang, siang kemarin. Meski demikian, dia tidak merasa lelah ataupun letih setelah menjalani perjalanan udara dari rumah keluarga besar istrinya, di Lampung ke Malang. Sore harinya, Musafri memutuskan untuk langsung gabung rekan setimnya, tak terkecuali melahap serangkaian beep test Arema. Buah semangat tingginya, dia meraih catatan terbaik dalam pelaksanaan hari pertama test fisik tersebut.
Musafri menyelesaikan tingkatan tes, pada level 13 tahap 2. Musafri unggul dari raihan level pemain resmi Arema yang sebelumnya lebih dahulu gabung latihan tim. Meliputi, Johan Al Farizi (level 12 tahap 2), kiper Dian Agus Prasetyo dan Leonard Tupamahu yang kompak hingga level 11 tahap 2, Waluyo pada level 10 tahap 5 dan Juan Revi Auriqto level 10. Sepanjang membela Arema semusim lalu, Musafri tercatat pemain yang mampu secara baik menjaga kondisinya.
‘’Saya hanya coba maksimal saja dan mengimbagi pemain-pemain muda saat barengan jalani test tadi (sore kemarin, Red). Saya tidak harus paksakan masuk level berapa. Saya jalani dengan semampunya, tidak perlu dikurangi dan ditambah-tambah,” terang Musafri seusai geberan beep test berakhir, petang kemarin.
Disisi lain, optimisme memberikan yang terbaik bagi Arema diapungkan mantan top skor Liga Indonesia bersama di Persiba Balikpapan ini. Musafri siap bersaing meraih tempat utama di tim sembari percaya sepenuhnya kepada tim pelatih. Paling tidak, dia kini harus bersaing berebut tempat dengan bomber seperti Saktiawan Sinaga dan Yongki Ariwibowo.
Sebagai modal, dirinya akan berusaha selalu dalam posisi terbaik dan siap tampil membela Singo Edan musim depan. ‘’Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Arema, tentunya harus lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” tutup pemain bernomor punggung 29 Arema ini. (poy/bua)
Mantan pemain Persiter Ternate ini mengaku baru tiba di kota Malang, siang kemarin. Meski demikian, dia tidak merasa lelah ataupun letih setelah menjalani perjalanan udara dari rumah keluarga besar istrinya, di Lampung ke Malang. Sore harinya, Musafri memutuskan untuk langsung gabung rekan setimnya, tak terkecuali melahap serangkaian beep test Arema. Buah semangat tingginya, dia meraih catatan terbaik dalam pelaksanaan hari pertama test fisik tersebut.
Musafri menyelesaikan tingkatan tes, pada level 13 tahap 2. Musafri unggul dari raihan level pemain resmi Arema yang sebelumnya lebih dahulu gabung latihan tim. Meliputi, Johan Al Farizi (level 12 tahap 2), kiper Dian Agus Prasetyo dan Leonard Tupamahu yang kompak hingga level 11 tahap 2, Waluyo pada level 10 tahap 5 dan Juan Revi Auriqto level 10. Sepanjang membela Arema semusim lalu, Musafri tercatat pemain yang mampu secara baik menjaga kondisinya.
‘’Saya hanya coba maksimal saja dan mengimbagi pemain-pemain muda saat barengan jalani test tadi (sore kemarin, Red). Saya tidak harus paksakan masuk level berapa. Saya jalani dengan semampunya, tidak perlu dikurangi dan ditambah-tambah,” terang Musafri seusai geberan beep test berakhir, petang kemarin.
Disisi lain, optimisme memberikan yang terbaik bagi Arema diapungkan mantan top skor Liga Indonesia bersama di Persiba Balikpapan ini. Musafri siap bersaing meraih tempat utama di tim sembari percaya sepenuhnya kepada tim pelatih. Paling tidak, dia kini harus bersaing berebut tempat dengan bomber seperti Saktiawan Sinaga dan Yongki Ariwibowo.
Sebagai modal, dirinya akan berusaha selalu dalam posisi terbaik dan siap tampil membela Singo Edan musim depan. ‘’Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Arema, tentunya harus lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” tutup pemain bernomor punggung 29 Arema ini. (poy/bua)
Fisik Pemain Memuaskan
MALANGPOST – Serangkaian persiapan coba disusun skuad Arema Indonesia menghadapi kompetisi professional level I musim depan. Sore kemarin, tim pelatih Singo Edan giliran menuangkan tes ketahanan fisik (endurance) bagi pemain di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Mereka ingin mengetahui sejauhmana tingkatan endurance terakhir dan mengukur VO2 Maks pemain sebagai bahan acuan pelatih dalam melanjutkan program latihan kedepannya.
Sesuai agenda, tes fisik ini digeber dalam dua hari beruntun, kemarin dan sore ini. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pelatih yang dibantu tenaga dari fakultas ilmu keolahragaaan Universitas Malang (UM) ini lebih ke konsentrasi pada penggemblengan materi beep test.
Pemain berlari melintasi lintasan berjarak 20 meter dengan tahapan level tempo semakin cepat. Sedangkan, hari kedua tes, sore ini pemain akan dihadapkan menu pengukuran tingkatan endurance yang dikemas dengan materi kelincahan.
Khusus untuk beep test, asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo membagi amunisinya menjadi empat grup. Grup I : Leonard Tupamahu, Purwaka Yudhi, Waluyo, Aji Saka (gk), Dian Agus Prasetyo (gk) dan Teguh Amirudin (gk). Grup II : Roman Golian, Saktiawan Sinaga, Juan Revi, Esteban Guilien, Johan Alfarizi dan Dicho Kurniawan. Grup III : Musafri, Andri Lesmana, Zaenal Soli, Gilang Dedik Permadi dan Lucky Ariawan. Grup IV : Andik, Dedik Priyo, Teguh Ary, Darmawan dan M Rofik.
‘’Dari tes ini, kami bisa mengetahui perkembangan terakhir dari tingkat endurance pemain. Meski belum terima hasil dari tes ini, kami melihat kondisi endurance pemain baik dengan menjalani test maksimal. Kondisi itu tentunya sesuai harapan kami,” terang Joko kepada Malang Post, seusai memimpin beep test, petang kemarin.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, TA Musafri menjadi pemain yang memiliki tingkatan endurance terbaik. Striker asal Ternate ini mampu melalui tingkatan level 13 tahap 2 yang jauh unggul diatas raihan level pemain lainnya. Diluar dugaan, dibawah catatan Musafri, dua pemain Arema Indonesia U-21 berhasil menjadi yang terbaik, Zaenal Soli dan Dicho Kurniawan yang sukses melalui level 12.
Kiper baru Arema, Dian Agus Prasetyo meraih catatan terbaik di sektor penjaga gawang mengungguli Aji Saka dan Teguh Amirudin, kiper Arema U-21. Mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini mampu menggapai level 11 tahap 2. Sedangkan Aji hanya mampu melewati level 8. Sedangkan, pemain resmi Arema lainnya yang meraih catatan baik adalah Johan Al Farizi (level 12 tahap 2).
‘’Besok (hari ini, Red), kami melanjutkan tes fisik. Materi test nantinya diantaranya terdapat kelincahan dan jump. Tes fisik ini penting bagi kami dan pemain sebelum berlanjut ke program persiapan tim kedepannya,” pungkas Gethuk. (poy/bua)
Sesuai agenda, tes fisik ini digeber dalam dua hari beruntun, kemarin dan sore ini. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pelatih yang dibantu tenaga dari fakultas ilmu keolahragaaan Universitas Malang (UM) ini lebih ke konsentrasi pada penggemblengan materi beep test.
Pemain berlari melintasi lintasan berjarak 20 meter dengan tahapan level tempo semakin cepat. Sedangkan, hari kedua tes, sore ini pemain akan dihadapkan menu pengukuran tingkatan endurance yang dikemas dengan materi kelincahan.
Khusus untuk beep test, asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo membagi amunisinya menjadi empat grup. Grup I : Leonard Tupamahu, Purwaka Yudhi, Waluyo, Aji Saka (gk), Dian Agus Prasetyo (gk) dan Teguh Amirudin (gk). Grup II : Roman Golian, Saktiawan Sinaga, Juan Revi, Esteban Guilien, Johan Alfarizi dan Dicho Kurniawan. Grup III : Musafri, Andri Lesmana, Zaenal Soli, Gilang Dedik Permadi dan Lucky Ariawan. Grup IV : Andik, Dedik Priyo, Teguh Ary, Darmawan dan M Rofik.
‘’Dari tes ini, kami bisa mengetahui perkembangan terakhir dari tingkat endurance pemain. Meski belum terima hasil dari tes ini, kami melihat kondisi endurance pemain baik dengan menjalani test maksimal. Kondisi itu tentunya sesuai harapan kami,” terang Joko kepada Malang Post, seusai memimpin beep test, petang kemarin.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, TA Musafri menjadi pemain yang memiliki tingkatan endurance terbaik. Striker asal Ternate ini mampu melalui tingkatan level 13 tahap 2 yang jauh unggul diatas raihan level pemain lainnya. Diluar dugaan, dibawah catatan Musafri, dua pemain Arema Indonesia U-21 berhasil menjadi yang terbaik, Zaenal Soli dan Dicho Kurniawan yang sukses melalui level 12.
Kiper baru Arema, Dian Agus Prasetyo meraih catatan terbaik di sektor penjaga gawang mengungguli Aji Saka dan Teguh Amirudin, kiper Arema U-21. Mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini mampu menggapai level 11 tahap 2. Sedangkan Aji hanya mampu melewati level 8. Sedangkan, pemain resmi Arema lainnya yang meraih catatan baik adalah Johan Al Farizi (level 12 tahap 2).
‘’Besok (hari ini, Red), kami melanjutkan tes fisik. Materi test nantinya diantaranya terdapat kelincahan dan jump. Tes fisik ini penting bagi kami dan pemain sebelum berlanjut ke program persiapan tim kedepannya,” pungkas Gethuk. (poy/bua)
Jumat, 09 September 2011
Sunarto-Roman Cedera
MALANGPOST - Belum genap sepekan menggeber latihan, badai cedera mulai menghampiri skuad Arema Indonesia. Dua pemain Singo Edan, Sunarto dan Chmelo ‘CR-9’ Roman terpaksa harus tersingkir dari menu latihan tim yang digeber di Lapangan Tunjung Sekar, Lowokwaru, sore kemarin. Keduanya mengalami cedera pada bagian paha kanannya.
Sunarto kembali mengalami luka sobek pada otot paha kanannya. Cedera itu terdeteksi cedera lama yang sempat dialami Sunarto pada musim kemarin. Bomber muda jebolan Akademi Arema ini diperkirakan harus absen dalam tiga sampai empat minggu kedepan untuk memaksimalkan proses penyembuhannya.
‘’Cedera Sunarto bukan termasuk hamstring, tapi ada luka sobek pada paha kanannya. Luka itu sepertinya luka lama yang sebelumnya dialaminya, karena letaknya sama. Kami masih memeriksanya. Dia harus istirahat tiga sampai empat pekan,” terang Dokter tim Arema, Alberts Rudianto kepada Malang Post, sore kemarin.
Lain Sunarto, lain halnya Roman. Gelandang asal Slovakia ini mengalami cedera hamstring paha kanannya. Disaat menanti kepastian perpanjangan kontrak, dia harus menjalani progam pemulihan cedera. Kontraknya di Arema akan berakhir pada akhir September, nanti. Belum ada rilis dari manajemen terkait perpanjangan kontraknya.
Berbeda dengan Sunato, Roman harus absen beberapa hari kedepan demi memaksimalkan program pemulihan cederanya. Menurut dokter Arema, cedera itu mulai dirasakan Roman disaat melahap game dalam rangkaian menu latihan tim di Lapangan Tunjung Sekar, Rabu (7/9) lalu.
Meski cedera, mereka berdua cukup disiplin dengan tetap hadir pada latihan tim dan menjalani latihan ringan di lapanga yang sama, sore kemarin. ''Roman alami cedera hamstring pada bagian depan paha kanannya. Otot paha Roman tertarik. Kalau untuknya, butuh waktu istirahat beberapa hari untuk pemulihan cedera, tidak selama Sunarto,” tambah Albert. (poy/bua)
Sunarto kembali mengalami luka sobek pada otot paha kanannya. Cedera itu terdeteksi cedera lama yang sempat dialami Sunarto pada musim kemarin. Bomber muda jebolan Akademi Arema ini diperkirakan harus absen dalam tiga sampai empat minggu kedepan untuk memaksimalkan proses penyembuhannya.
‘’Cedera Sunarto bukan termasuk hamstring, tapi ada luka sobek pada paha kanannya. Luka itu sepertinya luka lama yang sebelumnya dialaminya, karena letaknya sama. Kami masih memeriksanya. Dia harus istirahat tiga sampai empat pekan,” terang Dokter tim Arema, Alberts Rudianto kepada Malang Post, sore kemarin.
Lain Sunarto, lain halnya Roman. Gelandang asal Slovakia ini mengalami cedera hamstring paha kanannya. Disaat menanti kepastian perpanjangan kontrak, dia harus menjalani progam pemulihan cedera. Kontraknya di Arema akan berakhir pada akhir September, nanti. Belum ada rilis dari manajemen terkait perpanjangan kontraknya.
Berbeda dengan Sunato, Roman harus absen beberapa hari kedepan demi memaksimalkan program pemulihan cederanya. Menurut dokter Arema, cedera itu mulai dirasakan Roman disaat melahap game dalam rangkaian menu latihan tim di Lapangan Tunjung Sekar, Rabu (7/9) lalu.
Meski cedera, mereka berdua cukup disiplin dengan tetap hadir pada latihan tim dan menjalani latihan ringan di lapanga yang sama, sore kemarin. ''Roman alami cedera hamstring pada bagian depan paha kanannya. Otot paha Roman tertarik. Kalau untuknya, butuh waktu istirahat beberapa hari untuk pemulihan cedera, tidak selama Sunarto,” tambah Albert. (poy/bua)
Jalani Beep Test
MALANG – Usai beberapa hari menjalani lataihan pra kondisi, penggawa skuad Arema Indonesia dijadwalkan menjalani beep test di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore ini. Beep test ini termasuk rangkaian tes fisik yang lebih mengarah pada endurance atau ketahanan pemain. Tes ini sebagai salah satu langkah Singo Edan untuk menyusun program persiapan sebelum kompetisi musim kedepan.
Asisten Pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo mengatakan, dari tes tersebut akan diketahui sejauhmana perkembangan terakhir ketahanan fisik para pemainnya. Hasil tes itupun akan dipakai sebagai bahan dasar dari tim pelatih dalam memberikan menu latihan peningkatan ketahanan fisik pemain kedepannya.
‘’Dari beep test itu, kami akan dapatkan penilaian dari perkembangan terakhir kondisi dari masing-masing pemain. Karena tes ini berfungsi mengukur VO2 Maks pemain. Hasil dari tes itu, kami bisa sesuaikan dalam menyusun program peningkatan ketahanan fisik pemain,” terang pelatih asal Cepu ini kepada Malang Post, sore kemarin.
Sekedar diketahui, VO2 Maks adalah kemampuan maksimal seseorang untuk menghirup oksigen. Menurut Gethuk, jika tingkatan endurance pemainnya dibawah, maka pemain bersangkutan bakal mendapatkan menu latihan peningkatan endurance lebih banyak dibandingkan pemain yang memiliki nilai endurance lebih baik.
Untuk mendukung program beep test, manajemen Arema akan bekerja sama dengan Universitas Malang. Beep test ini merupakan tes yang dijalankan atlit profesional dalam mengukur tingkatan endurance-nya. Kebetulan bagi tim berjuluk SIngo Edan ini, bukan hal baru dalam melakukan beep test karena beberapa kali telah melakukan tes ini setiap jelasng memasuki pra musim kompetisi.
‘’Dari hasil beep test ini bukan kemudian akan memutuskan tingkatan endurance pemain tidak layak atau tidak masuk dalam standart yang diinginkan Arema. Melainkan, beep test ini akan menjadi awal dari semua program latihan tim. Dari latihan yang sudah kita lalui, otot-otot pemain sudah kembali kuat, jadi mereka sudah siap lalui tes ini,” pungkas Gethuk.
Menurut rencana, rangkaian tes fisik ini akan digelar dua hari. Setelah hari ini tes endurance, dilanjutkan besok berupa tes kecepatan (speed), kelincahan dan kekuatan. Semua tes tersebut tetap dipimpin Gethuk, selama Arema belum memutuskan headcoach atau pelatih kepala yang bakal menangani Arema. (poy/bua)
Asisten Pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo mengatakan, dari tes tersebut akan diketahui sejauhmana perkembangan terakhir ketahanan fisik para pemainnya. Hasil tes itupun akan dipakai sebagai bahan dasar dari tim pelatih dalam memberikan menu latihan peningkatan ketahanan fisik pemain kedepannya.
‘’Dari beep test itu, kami akan dapatkan penilaian dari perkembangan terakhir kondisi dari masing-masing pemain. Karena tes ini berfungsi mengukur VO2 Maks pemain. Hasil dari tes itu, kami bisa sesuaikan dalam menyusun program peningkatan ketahanan fisik pemain,” terang pelatih asal Cepu ini kepada Malang Post, sore kemarin.
Sekedar diketahui, VO2 Maks adalah kemampuan maksimal seseorang untuk menghirup oksigen. Menurut Gethuk, jika tingkatan endurance pemainnya dibawah, maka pemain bersangkutan bakal mendapatkan menu latihan peningkatan endurance lebih banyak dibandingkan pemain yang memiliki nilai endurance lebih baik.
Untuk mendukung program beep test, manajemen Arema akan bekerja sama dengan Universitas Malang. Beep test ini merupakan tes yang dijalankan atlit profesional dalam mengukur tingkatan endurance-nya. Kebetulan bagi tim berjuluk SIngo Edan ini, bukan hal baru dalam melakukan beep test karena beberapa kali telah melakukan tes ini setiap jelasng memasuki pra musim kompetisi.
‘’Dari hasil beep test ini bukan kemudian akan memutuskan tingkatan endurance pemain tidak layak atau tidak masuk dalam standart yang diinginkan Arema. Melainkan, beep test ini akan menjadi awal dari semua program latihan tim. Dari latihan yang sudah kita lalui, otot-otot pemain sudah kembali kuat, jadi mereka sudah siap lalui tes ini,” pungkas Gethuk.
Menurut rencana, rangkaian tes fisik ini akan digelar dua hari. Setelah hari ini tes endurance, dilanjutkan besok berupa tes kecepatan (speed), kelincahan dan kekuatan. Semua tes tersebut tetap dipimpin Gethuk, selama Arema belum memutuskan headcoach atau pelatih kepala yang bakal menangani Arema. (poy/bua)
Selasa, 06 September 2011
Tanpa Batas Waktu
MALANGPOST - Jika mengacu pada keterangan Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus beberapa waktu lalu, persoalan internal Arema semestinya harus tuntas sebelum Senin (5/9) kemarin. Menyusul PSSI rencananya menyerahkan dokumen klub professional ke AFC (Asian Football Confederation), kemarin.
Nyatanya deadline atau batas waktu untuk penyelesaian masalah Arema itu masih bisa molor. Bahkan PSSI sendiri melalui Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum, belum menegaskan rencana penyerahan dokumen klub professional itu ke AFC. Meski beberapa hari ini PSSI rapat bersama otoritas sepakbola Asia itu. ‘’Kita sudah rapat di AFC, mulai Sabtu, Minggu, sampai Senin tadi pagi (kemarin, Red.),’’ ungkap Djohar saat dikonfirmasi Malang Post terkait jadwal PSSI yang rencananya Senin (5/8) kemarin menyerahkan kelengkapan kompetisi ke AFC. ‘’Jadi besok (hari ini, Red) dari FIFA dan AFC akan bertemu dengan kita untuk rapat lagi,’’ sambungnya.
Praktis, untuk agenda kompetisi musim depan, sebenarnya masih belum ada kejelasan. Bahkan Djohar sendiri menyebutkan, ada kemungkinan format kompetisi dua wilayah yang sempat disampaikan Sihar Sitorus itu bakal berubah. Sayang, hingga tadi malam Sihar sendiri tak bisa dikonfirmasi.
Dampaknya, untuk persoalan internal tim seperti di Arema pun menjadi tanpa batas waktu. Setidaknya untuk sementara waktu, tidak ada kekhawatiran Arema bakal gagal ikut kompetisi. Apalagi Djohar telah memberi garansi, tim berjuluk Singo Edan ini bakal ikut kompetisi musim depan.
Satu-satunya deadline untuk Arema adalah jadwal kompetisi itu sendiri. Khususnya jika PSSI konsisten sesuai jadwal akan menggelar kompetisi musim depan, mulai 8 Oktober nanti. Djohar berharap persoalan di internal Arema ini bisa secepatnya terselesaikan. ’’Mereka (dua kubu, Red) kan mau menyiapkan tim, ya itu disitu batas waktunya. Kalau semakin lama dan terus berlarut-larut tanpa ada solusi, timnya semakin tidak siap untuk kompetisi musim depan, lalu siapa yang rugi? Tentu Arema sendiri yang rugi,’’ terang Djohar mengaku belum menerima laporan hasil rekonsiliasi Arema.
Lantaran hingga saat ini memang masih belum ada solusi, sekalipun dua kubu yang diwakili Muhammad Nur dan Rendra Kresna sudah bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam. Dari pertemuan itu, pihak Rendra sudah memberi tawaran, meski pihak M. Nur masih belum memberi respon.
‘’Baguslah kalau sudah ada pertemuan,’’ komentar Djohar. ‘’Ya, kita minta masalah intern Arema ini bisa secepatnya diselesaikan secara intern. Semuanya ingin Arema berjaya, Arema tampil dengan semangat baru, ya selesaikanlah di Arema sendiri,’’ sambung Ketua PSSI yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini.
Meski masih belum ada solusi pasti, Djohar meyakinan agenda rekonsiliasi seperti yang diinginkan PSSI itu masih dalam proses. Sehingga pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 lalu ini tetap memprioritaskan Arema untuk mengikuti kompetisi professional level 1.
‘’Bagi kami yang penting Arema tampil di kompetisi. Itu sudah tekad dari kami, Arema harus ikut kompetisi. Masalah internal, ya selesaikanlah segera. Insya Allah Arema tetap ikut kompetisi, karena saya secara pribadi, sebelum jadi Ketua PSSI, Arema adalah kebanggaan saya,’’ yakin Ketua PSSI yang juga mantan pemain PSMS Medan ini.
Lalu siapakah pengurus yang mengelola Arema di kompetisi musim depan? ‘’Ya rame-rame mengurus Arema kan bagus. Kalau banyak yang mengurus kan bagus, karena semakin banyak yang kasih modal kan bagus. Logikanya begitu, bisa dua, tiga atau empat orang pemodal, semakin banyak kan semakin bagus,’’ jawab Djohar.
Menyusul keyakinan dari Djohar ini, menurutnya PSSI belum mau mengambil langkah untuk ikut campur dalam persoalan Arema. Harapan pria yang pernah sebagai wasit maupun pelatih ini diantara dua kubu Arema yang berseteru bisa ada kompromi demi kebaikan tim Arema.
’’Kita akan tetap memfasilitasi, dan kita akan tetap mengusahakan ada kesepakatan di Arema itu sendiri. Saya rasa keduanya ini kan mau Arema maju. Insya Allah bisa, saya doakanlah. PSSI akan terus memonitor perkembangan di Arema, dan kita mengharapkan penyelesaikan segera dilaksakan kalangan Arema sendiri,’’ pungkas Djohar.
Sementara itu dari dua kubu yang sempat bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam, belum ada tanda-tanda untuk melanjutkan pertemuan. Meski dari pihak Rendra sebenarnya kini tengah menunggu keputusan atau sikap dari M. Nur yang telah menerima tawaran opsi tetap sebagai Ketua Yayasan Arema.
Kebetulan M. Nur sendiri meminta waktu dua hari sebelum memberi jawaban. ’’Mudah-mudahan dua hari ini adalah waktu yang cukup bagi Pak Nur untuk mengambil keputusan terbaik untuk Arema,’’ sebut Sudarmaji, Manajer Media Officer Arema memastikan opsi pertama sudah tidak berlaku.
Opsi pertama adalah Rendra Kresna dan Bambang Winarno menyatakan siap mundur, jika pada Minggu malam itu Muhamad Nur menyatakan siap mengambil alih yayasan Arema. Sedangkan opsi kedua yang kini berlaku dan ditawarkan pada Muhamad Nur adalah kembali ke titik nol, yaitu Muhamad Nur tetap sebagai Ketua Yayasan.
’’Ya, sekarang kita menunggu dari Pak Nur. Kita optimis Pak Nur akan bersikap bijaksana demi Arema, apalagi opsi yang ditawarkan kompromistis. Jika diserahkan ke PSSI, kami tetap berharap PSSI obyektif, fair dalam memutuskan,’’ pungkas Darmaji. Sedangkan Muhamad Nur hingga tadi malam tak mau menjawab konfirmasi dari Malang Post. (bua/avi)
Nyatanya deadline atau batas waktu untuk penyelesaian masalah Arema itu masih bisa molor. Bahkan PSSI sendiri melalui Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum, belum menegaskan rencana penyerahan dokumen klub professional itu ke AFC. Meski beberapa hari ini PSSI rapat bersama otoritas sepakbola Asia itu. ‘’Kita sudah rapat di AFC, mulai Sabtu, Minggu, sampai Senin tadi pagi (kemarin, Red.),’’ ungkap Djohar saat dikonfirmasi Malang Post terkait jadwal PSSI yang rencananya Senin (5/8) kemarin menyerahkan kelengkapan kompetisi ke AFC. ‘’Jadi besok (hari ini, Red) dari FIFA dan AFC akan bertemu dengan kita untuk rapat lagi,’’ sambungnya.
Praktis, untuk agenda kompetisi musim depan, sebenarnya masih belum ada kejelasan. Bahkan Djohar sendiri menyebutkan, ada kemungkinan format kompetisi dua wilayah yang sempat disampaikan Sihar Sitorus itu bakal berubah. Sayang, hingga tadi malam Sihar sendiri tak bisa dikonfirmasi.
Dampaknya, untuk persoalan internal tim seperti di Arema pun menjadi tanpa batas waktu. Setidaknya untuk sementara waktu, tidak ada kekhawatiran Arema bakal gagal ikut kompetisi. Apalagi Djohar telah memberi garansi, tim berjuluk Singo Edan ini bakal ikut kompetisi musim depan.
Satu-satunya deadline untuk Arema adalah jadwal kompetisi itu sendiri. Khususnya jika PSSI konsisten sesuai jadwal akan menggelar kompetisi musim depan, mulai 8 Oktober nanti. Djohar berharap persoalan di internal Arema ini bisa secepatnya terselesaikan. ’’Mereka (dua kubu, Red) kan mau menyiapkan tim, ya itu disitu batas waktunya. Kalau semakin lama dan terus berlarut-larut tanpa ada solusi, timnya semakin tidak siap untuk kompetisi musim depan, lalu siapa yang rugi? Tentu Arema sendiri yang rugi,’’ terang Djohar mengaku belum menerima laporan hasil rekonsiliasi Arema.
Lantaran hingga saat ini memang masih belum ada solusi, sekalipun dua kubu yang diwakili Muhammad Nur dan Rendra Kresna sudah bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam. Dari pertemuan itu, pihak Rendra sudah memberi tawaran, meski pihak M. Nur masih belum memberi respon.
‘’Baguslah kalau sudah ada pertemuan,’’ komentar Djohar. ‘’Ya, kita minta masalah intern Arema ini bisa secepatnya diselesaikan secara intern. Semuanya ingin Arema berjaya, Arema tampil dengan semangat baru, ya selesaikanlah di Arema sendiri,’’ sambung Ketua PSSI yang menggantikan posisi Nurdin Halid ini.
Meski masih belum ada solusi pasti, Djohar meyakinan agenda rekonsiliasi seperti yang diinginkan PSSI itu masih dalam proses. Sehingga pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 lalu ini tetap memprioritaskan Arema untuk mengikuti kompetisi professional level 1.
‘’Bagi kami yang penting Arema tampil di kompetisi. Itu sudah tekad dari kami, Arema harus ikut kompetisi. Masalah internal, ya selesaikanlah segera. Insya Allah Arema tetap ikut kompetisi, karena saya secara pribadi, sebelum jadi Ketua PSSI, Arema adalah kebanggaan saya,’’ yakin Ketua PSSI yang juga mantan pemain PSMS Medan ini.
Lalu siapakah pengurus yang mengelola Arema di kompetisi musim depan? ‘’Ya rame-rame mengurus Arema kan bagus. Kalau banyak yang mengurus kan bagus, karena semakin banyak yang kasih modal kan bagus. Logikanya begitu, bisa dua, tiga atau empat orang pemodal, semakin banyak kan semakin bagus,’’ jawab Djohar.
Menyusul keyakinan dari Djohar ini, menurutnya PSSI belum mau mengambil langkah untuk ikut campur dalam persoalan Arema. Harapan pria yang pernah sebagai wasit maupun pelatih ini diantara dua kubu Arema yang berseteru bisa ada kompromi demi kebaikan tim Arema.
’’Kita akan tetap memfasilitasi, dan kita akan tetap mengusahakan ada kesepakatan di Arema itu sendiri. Saya rasa keduanya ini kan mau Arema maju. Insya Allah bisa, saya doakanlah. PSSI akan terus memonitor perkembangan di Arema, dan kita mengharapkan penyelesaikan segera dilaksakan kalangan Arema sendiri,’’ pungkas Djohar.
Sementara itu dari dua kubu yang sempat bertemu di Surabaya, Minggu (4/9) malam, belum ada tanda-tanda untuk melanjutkan pertemuan. Meski dari pihak Rendra sebenarnya kini tengah menunggu keputusan atau sikap dari M. Nur yang telah menerima tawaran opsi tetap sebagai Ketua Yayasan Arema.
Kebetulan M. Nur sendiri meminta waktu dua hari sebelum memberi jawaban. ’’Mudah-mudahan dua hari ini adalah waktu yang cukup bagi Pak Nur untuk mengambil keputusan terbaik untuk Arema,’’ sebut Sudarmaji, Manajer Media Officer Arema memastikan opsi pertama sudah tidak berlaku.
Opsi pertama adalah Rendra Kresna dan Bambang Winarno menyatakan siap mundur, jika pada Minggu malam itu Muhamad Nur menyatakan siap mengambil alih yayasan Arema. Sedangkan opsi kedua yang kini berlaku dan ditawarkan pada Muhamad Nur adalah kembali ke titik nol, yaitu Muhamad Nur tetap sebagai Ketua Yayasan.
’’Ya, sekarang kita menunggu dari Pak Nur. Kita optimis Pak Nur akan bersikap bijaksana demi Arema, apalagi opsi yang ditawarkan kompromistis. Jika diserahkan ke PSSI, kami tetap berharap PSSI obyektif, fair dalam memutuskan,’’ pungkas Darmaji. Sedangkan Muhamad Nur hingga tadi malam tak mau menjawab konfirmasi dari Malang Post. (bua/avi)
Langganan:
Postingan (Atom)