Selasa, 08 Maret 2011

Masyarakat Makassar Pecat Nurdin Sebagai Warga

Andi Aisyah - Okezone 
MAKASSAR - Mahasiswa dan masyarakat Makassar menyatakan pemecatan Nurdin Halid sebagai warga Makassar. Hal itu disuarakan dalam unjuk rasa Komite Mahasiswa dan Masyarakat Pemerhati PSSI di Monumen Mandala Senin, (7/3/2011) sore.

Mereka berunjuk rasa sambil membawa spanduk pamflet dan brosur. Dalam orasinya Jenderal Lapangan Basdir menilai Nurdin Halid telah melampaui batas. Akibatnya, orang Sulsel merasa dipermalukan dari Sabang sampai Merauke.

"Kami semua mengharamkan Bapak Nurdin Halid meninjakkan kaki di tanah dan bumi Sulsel. Ini adalah harga diri kami sebagai orang Sulsel," tegas Basdir.

Basdir mengkhwatirkan kemelut PSSI menjadi penyebab terpecahnya masyarakat Indonesia. Menurutnya, itu akan merugikan dan menjadi disintegrasi bangsa.

"Kami mendesak penegak hukum mengusut dan menangkap Nurdin Halid atas semua dugaan korupsinya selama menjadi Ketum PSSI," pungkasnya lagi.

Dalam aksinya, para pengunjukrasa bermaksud membakar foto-foto Nurdin Halid. Namun sayang karena unjuk rasa dilangsungkan di tengah hujan yang turun, poster dan pamflet itu urung terbakar walau telah disiram bensin dan dibakar dengan pemantik.

Para pengunjukrasa berasal dari mahasiswa, anak-anak dan ibu-ibu rumahtangga. Usai berorasi mereka berkonvoi keliling kota Makassar di beberapa jalan protokol sambil tetap berorasi menggunakan megaphone yang mereka bawa.
(zwr)
 

Jumat, 04 Maret 2011

Inilah Putusan FIFA tentang PSSI

Zurich (beritajatim.com) - Nasib persepakbolaan Indonesia akhirnya mendapat putusan dari Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA. Setelah melalui rapat eksekutif, FIFA tidak memberikan sanksi kepada PSSI. Hanya saja, ada beberapa putusan yang harus dilaksanakan.

Melalaui situs resminya, FIFA meminta PSSI menggelar Kongres Luar Biasa dengan agenda pemilihan ketua umum berserta jajarannya. Pelaksanaan kongres paling lambat 30 April 2011. Pemilihan tanggal itu sesuai dengan berakhirnya masa jabatan Nurdin Halid pada 29 April 2011.

Putusan ini berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Deputi Sekjen Bidang Luar Negeri PSSI Dali Tahir dua hari sebelumnya. Saat itu, Dali Tahir menyatakan bahwa PSSI diberi batas waktu kongres sampai Juli 2011. Jika merujuk pada keterangan Dali Tahir, Nurdin mendapat perpanjangan jabatan selama 3 bulan.

FIFA juga meminta PSSI agar membentuk Komite Pemilihan paling lambat 26 Maret 2011. Berbeda dengan Komite Pemilihan yang sebelumnya, komite kali ini harus mengadopsi Electoral Code dari Standar Electoral Code FIFA.

Sekadar diketahui, Kongres Luar Biasa PSSI sedianya digelar tanggal 26 Maret 2011 di Bali. PSSI membuat kebijakan penundaan atas agenda empat tahunan tersebut. Pasalnya, Komite Banding yang diketuai oleh Tjipta Lesmana menganulir semua kandidat ketua umum. Mereka adalah Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan D Bakrie, dan Arifin Panigoro.

Sebelumnya, Komite Pemilihan menganulir pencalonan dari George Toisutta dan Arifin Panigoro. Calon yang diloloskan hanya Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie. Keputusan Komite Pemilihan ini memantik reaksi keras dari masyarakat pecinta bola di tanah air. Ribuan suporter melalukan menuntut pemerintah agar membekukan PSSI. Bahkan, kantor PSSI sempat disegel oleh massa. [but]
Hasil Rapat Komite Eksekutif FIFA :

The FIFA Executive Committee, chaired by President Joseph S. Blatter, took note of the 2010 FIFA Financial Report announcing a positive result of USD 631 million for the four-year period 2007-2010 during a two-day meeting held in Zurich on 2 and 3 March. The committee also decided on the hosts of eight FIFA competitions, including the FIFA Women’s World Cup 2015™, which will be held in Canada, and the slots per confederation for the 2014 FIFA World Cup™.

During the 2007-2010 four-year cycle, FIFA obtained revenue of USD 4,189 million, while the expenses amounted to USD 3,558 million, leading to an overall result of USD 631 million. This very positive result reflects the financial success of the 2010 FIFA World Cup™ in South Africa, which has allowed FIFA to continue with its development programmes and the organisation of football competitions and events. The financial result from this period has also helped to strengthen FIFA’s reserves (now amounting to USD 1,280 million), which is required by the FIFA Statutes and is also important in view of FIFA’s strong financial dependency on the FIFA World Cup™. The FIFA Financial Report is produced in accordance with IFRS (International Financial Reporting Standards) and can be read in its entirety on FIFA.com.

The committee also decided on the slots for the 2014 FIFA World Cup™, which will be as follows: AFC 4.5, CAF 5.0, CONCACAF 3.5, CONMEBOL 4.5, OFC 0.5, UEFA 13.0 and one slot the host Brazil. This is the same distribution of slots as for the 2006 and 2010 FIFA World Cups™. For the play-offs relating to the half slots, a draw will determine how the four confederations involved (AFC, CONCACAF, CONMEBOL and OFC) will pair off. Sufficient time will be allowed between the home and away legs of these play-offs.

Furthermore, the committee appointed the hosts for several FIFA competitions in the years 2012 to 2015. These decisions were as follows: FIFA Women’s World Cup 2015™ and FIFA U-20 Women’s World Cup 2014 awarded to Canada; FIFA U-20 World Cup 2013 to Turkey; FIFA U-20 World Cup 2015 to New Zealand; FIFA U-17 World Cup 2013 to the United Arab Emirates; FIFA U-17 World Cup 2015 to Chile; FIFA U-20 Women’s World Cup 2012 to Uzbekistan and FIFA U-17 Women’s World Cup 2014 to Costa Rica.

Meanwhile, Budapest (Hungary) was selected as the venue of the 62nd FIFA Congress in 2012 and Mauritius was appointed as the venue of the 63rd FIFA Congress in 2013.

Franz Beckenbauer was confirmed as chairman of the FIFA Task Force Football 2014, which will work on concrete proposals to improve football in areas such as the Laws of the Game, refereeing, competition regulations, women’s football, medical matters and fair play.

The Executive Committee approved the Regulations Governing International Matches, which will ensure that the notification, reporting and registration of international “A” matches is more transparent and efficient. These regulations are now pending the adoption of amendments to the FIFA Statutes by the FIFA Congress 2011.

Regarding the situation in various associations, the committee approved the following proposals:

- Indonesia (PSSI): the PSSI should organise the general assembly on 26 March 2011 to elect the electoral commission and adopt an electoral code based on the FIFA standard electoral code. The electoral commission will then organise elections before 30 April 2011. In addition, if the PSSI is not able to regain control of the breakaway league, the case will be submitted to the FIFA Executive Committee for a potential suspension.

- Benin (FBF): the appointment of the co-opted members of the FBF Executive Committee will be submitted for the approval of the general assembly by mid-April. If accepted, they will stay in place until the end of the mandate. If not, the FBF should organise elections within two months as stipulated in their statutes.

In addition, the Football Federation of Kosovo (FFK) has requested authorisation to play international friendly games at both club and representative team level. It was agreed that this request should be referred to UEFA.

Finally, the committee was informed of the launch of FIFA’s media rights programme for the 2018 and 2022 FIFA World Cups™, and approved the TV agreements made so far, which are worth USD 1.7 billion. These agreements cover the Middle East and selected territories in Asia and Latin America and represent a 90% increase approximately compared to the same territories for the 2010 and 2014 FIFA World Cups™.

At the start of the meeting, the committee welcomed two new members, FIFA Vice-President David Chung, elected as OFC President at the 2011 OFC Congress in Pago Pago (American Samoa), and FIFA Executive Committee member Mohamed Raouraoua, elected by CAF in the recently-held CAF Congress in Khartoum (Sudan).

Rabu, 02 Maret 2011

Kemelut PSSI : FIFA Pastikan tak Ada Sanksi

Surabaya (beritajatim.com) - Otoritas sepakbola dunia tidak memberikan sanksi terhadap sepakbola Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh Suryadharma “Dali” Tahir, anggota Komite Etik FIFA, Rabu (2/3/2011) pagi.

"Dalam pertemuan saya dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke Senin sore lalu masalah sanksi itu memang tidak disebut-sebut olehnya. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa FIFA masih memberikan dukungannya kepada kita, sehingga masalah sanksi untuk kita tidak dibahas pada sidang Komite Asosiasi tersebut," jelas Suryadharma seperti dilansir website resmi PSSI.

Sidang Komite Asosiasi atau Associations Committee dipimpin langsung oleh ketuanya, Geoff Thompson dari Inggris, dengan wakil ketua Jacques Anouma dari Ivori Coast. Anggota Komite Asosiasi, yang kerap disebut juga sebagai Komite Emergency ini berjumlah ganjil, yakni 17 orang, untuk memudahkan bila dilakukan pemungutan suara dalam pengambilan keputusan. Ketua, wakil ketua dan 17 anggota Komite Asosiasi seluruhnya berasal dari negara yang berbeda.

Dari total 19 representasi anggota FIFA yang berada di Komite Asosiasi ini, hanya dua orang yang berasal dari benua Asia, yakni Sheiki Ahmad Bin Khalifa Al Thani dari Qatar, dan Mirabror Usmanov dari Uzbekistan.

Dali Tahir mengakui, dia mengenal cukup baik Geoff Thompson, karena sering bertemu pada berbagai acara-acara resmi FIFA. Namun demikian, dalam kunjungan terakhirnya ke Zurich pada Minggu dan Senin kemarin dia tidak sempat bertemu dengan salah satu petinggi FA Inggris itu. Yang jelas, Geoff Thompson termasuk salah satu pejabat FIFA yang pernah datang ke Indonesia mendampingi Joseph Sepp Blatter, Presiden FIFA. [but]

Sabtu, 19 Februari 2011

Jadwal Arema LCA dan ISL 2nd Leg

Jadwal Arema
2/3     Cerezo Osakavs Arema  
7/3    Persipura vs Arema
10/3    Persiwa vs Arema
16/3     Arema vs Jeonbuk Hyundai Motors
23/3    Persiba vs Arema
27/3    Arema vs Sriwijaya FC
1/4    Arema vs Persib
5/4     Arema vs Shandong Luneng FC
10/4    Arema vs Persija
15/4    Arema vs PSPS
20/4    Shandong Luneng FC vs Arema
24/4    Pelita vs Arema
28/4    Semen Padang vs Arema
3/5    Arema vs Cerezo Osaka
10/5     Jeonbuk Hyundai Motors vs Arema  
29/5    Arema vs Deltras  
4/6    Arema vs Persela
8/6    Persijap vs Arema
15/6    Arema vs Persisam
19/6    Arema vs Bontang

Jadwal Gila

MALANGPOST -     Arema tampaknya harus memulai putaran kedua kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 dengan langkah yang cukup berat. Pasalnya usai dari Jepang, tim asuhan Miroslav Janu ini langsung melakoni tur maut ke Papua. Sesuai jadwal baru yang dirilis PT Liga Indonesia, untuk putaran kedua nanti, Arema langsung menghadapi juara paruh musim, Persipura Jayapura, 7 Maret. Disusul laga berikutnya meghadapi Persiwa Wamena, 10 Maret nanti.
Dua tim asal Papua itu akan menjamu Arema setelah tim kebangaan Aremania ini Menghadapi Tim asal Jepang, Cerezo Osaka dalam pertandingan pertama Liga Champions Asia 2011, di Osaka Nagai Stadium, 2 Maret mendatang.
Jelas sebuah jadwal yang sangat berat. Bukan sekadar rute yang ’gila’, tapi Arema juga dihadapkan pada perubahan cuaca yang ekstrim.
Untuk rute, setelah kembali dari Jepang, Arema tidak ke Malang tapi langsung melanjutkan perjalanan ke Papua. Yakni dengan rute, Osaka-Malaysia-Jakarta-Makasar-Papua.
Yang lebih ekstrim lagi soal suhu. Di Osaka, Arema bertanding di bawah suhu antara 3-6 derajat. Kemudian di Papua, suhu bisa mencapai 35 derajat. Lantas ke Wamena dengan suhu yang kembali pada kisaran 15-20 derajat.
Mau tidak mau, untuk hasil maksimal di dua kompetisi berbeda tersebut, menurut Miro salah satu kuncinya adalah pengaturan recovery yang bagus. Karena itulah, pelatih asal Republik Ceko ini mengagendakan usai dari Jepang langsung ke Papua.
‘’Jadwal putaran kedua Arema setelah dari Jepang sama dengan jadwal yang dulu. Nanti saya akan bicara dengan pengurus. Sepertinya kita tidak usah kembali ke Malang dulu, dari Jepang langsung ke Papua,’’ ungkap Miro, kemarin sore.
‘’Kita bisa tinggal di Makassar sehari untuk bisa recovery, daripada kita kembali ke Malang, lalu pagi harus berangkat lagi, pemain bisa capek, itu tidak bagus,’’ sambung mantan pelatih Slavia Praha ini perihal agenda timnya usai dari Jepang.
Manajemen pun meresponnya dengan menjadwalkan kedatangan tim Arema dari Jepang bakal langsung ke Papua. Begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dari Osaka, 3 Maret nanti, tim Arema tak langsung ke Surabaya seperti rencana semula.
Menurut rencana, penerbangan Arema dari Jakarta langsung dialihkan ke Makassar. Zulkifli dkk bisa sehari istirahat atau latihan di Makassar, sebelum 5 Maret nanti melanjutkan perjalanan ke Jayapura.
‘’Kondisi seperti ini sama seperti tahun 2007 lalu saat kita juga tampil di LCA.  Setelah dari Korea, kita tidak kembali ke Malang, tapi langsung ke Sidoarjo untuk satu pertandingan dan melanjutkannya ke Jogjakarta,’’ kenang Miro.
Lantaran tak banyak waktu pasca away ke Jepang untuk ke Papua, pelatih yang pernah menangani PSM Makassar tahun 2005 silam ini mengaku fokus pada recovery. Khususnya dengan kondisi Jepang dan Papua yang suhunya bertolak belakang.
‘’Ya, recovery harus bagus, karena setelah dari Jepang kita langsung ke Papua, disana beda cuaca. Kalau di Jepang bisa minus, di Papua bisa 35 derajat celcius, beda suhu.Tidak apa-apa, harus dijalani saja,’’ katanya.
Menariknya, usai menghadapi Cerezo Osaka di tempat dingin, lalu Arema berlaga di Jayapura dengan cuaca panas disusul berikutnya main lagi di daerah pegunungan Wamena yang dingin. Ini bisa jadi kendala tersendiri untuk pemain Arema.
Tak hanya terkendala cuaca, perjalanan jauh diperkirakan juga bakal mempengaruhi kondisi kebugaran pemain. Apalagi lawan yang diahadapi Arema terbilang tim tangguh yang tak mudah ditaklukkan saat berlaga di kandangnya. (bua/avi)
 

Pasrah Soal Pemain Timnas

MALANGPOST-Seminggu jelang keberangkatan tim Arema ke Jepang untuk melakoni laga perdana Liga Champions Asia 2011 menghadapi Cerezo Osaka, manajemen Arema belum juga mendapat kepastian dari Badan Tim Nasional.
Khususnya menyangkut rencana peminjaman pemain Arema yang gabung di Timnas U-23, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal dilepas untuk bisa memperkuat Singo Edan diajang LCA nanti.
Setidaknya hingga kemarin, manajemen Arema belum menerima jawaban dari BTN untuk bisa meminjam Kurnia Meiga, Yongki Ariwibowo, Dendi Santoso maupun Alfarizi yang tengah dipersiapkan Pra Olimpiade.
“Untuk pemninjaman pemain Timnas, sampai saat ini belum ada kabar. Sepertinya kita sudah pasrah dengan keputusan BTN,” ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji kemarin sore.
Sementara untuk daftara 18 pemain yang bakal dibawa ke Jepang juga masih belum diputuskan oleh pelatih Arema, Miroslav Janu. Meski pelatih asal Republik Ceko ini tampaknya juga sudah tak banyak berharap pada pemain Timnas itu.
“Untuk daftar nama 18 pemain yang akan dibawa ke Jepang masih belum muncul, mungkin dalam waktu dekat ini,” terang Darmaji yang rencananya ikut mendampingi tim Arema ke Jepang. (bua) 

AK Demam, Purwaka Cedera Otot

MALANGPOST-Kiper Arema, Ahmad Kurniawan kembali tak ikut latihan Arema bersama rekan-rekannya di stadion Kanjuruhan, tadi malam. Seperti sehari sebelumnya, kiper yang akrab disapa AK ini absen latihan karena sakit.
Menurut keterangan dokter tim Arema, Albert Rudianto, AK tak datang latihan karena sakit demam. Meski sakitnya tidak begitu serius, kakak kandung Kurnia Meiga ini memilih tak ikut dalam latihan untuk persiapan Liga Champions Asia itu.
“AK demam biasa, ada sedikit batuk, tapi sakitnya bukan demam yang tinggi. Tadi sempat saya tanya, dia mengaku belum siap untuk ikut latihan malam ini,” ungkap dr Albert perihal kondisi AK yang memang sering absent karena sakit.
Berbeda dengan AK, Purwaka yang sehari sebelumnya mengalami cedera pada bagian telapak kaki kirinya tetap ikut latihan tadi malam. Meski hanya latihan ringan, bek Arema ini tetap hadir untuk latihan sendiri.
Menurut keterangan dr. Albert berdasarkan hasil foto rontgen pada kaki kiri Purwaka ternyata tidak ada gangguan pada tulangnya. Sehingga ada kemungkinan cedera yang dialami Purwaka terkait dengan cedera otot.
“Purwaka sudah difoto, dan tidak ada kelainan dengan tulang kakinya, sepertinya itu cedera otot di bagian tumitnya. Ya karena pengaruh lapangan keras itu,” terang dr. Albert mengaku pemain Arema lainnya juga rawan cedera kaki pada kondisi lapangan yang keras. (bua)