Surabaya (beritajatim.com) - Otoritas sepakbola dunia tidak memberikan sanksi terhadap sepakbola Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh Suryadharma “Dali” Tahir, anggota Komite Etik FIFA, Rabu (2/3/2011) pagi.
"Dalam pertemuan saya dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke Senin sore lalu masalah sanksi itu memang tidak disebut-sebut olehnya. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa FIFA masih memberikan dukungannya kepada kita, sehingga masalah sanksi untuk kita tidak dibahas pada sidang Komite Asosiasi tersebut," jelas Suryadharma seperti dilansir website resmi PSSI.
Sidang Komite Asosiasi atau Associations Committee dipimpin langsung oleh ketuanya, Geoff Thompson dari Inggris, dengan wakil ketua Jacques Anouma dari Ivori Coast. Anggota Komite Asosiasi, yang kerap disebut juga sebagai Komite Emergency ini berjumlah ganjil, yakni 17 orang, untuk memudahkan bila dilakukan pemungutan suara dalam pengambilan keputusan. Ketua, wakil ketua dan 17 anggota Komite Asosiasi seluruhnya berasal dari negara yang berbeda.
Dari total 19 representasi anggota FIFA yang berada di Komite Asosiasi ini, hanya dua orang yang berasal dari benua Asia, yakni Sheiki Ahmad Bin Khalifa Al Thani dari Qatar, dan Mirabror Usmanov dari Uzbekistan.
Dali Tahir mengakui, dia mengenal cukup baik Geoff Thompson, karena sering bertemu pada berbagai acara-acara resmi FIFA. Namun demikian, dalam kunjungan terakhirnya ke Zurich pada Minggu dan Senin kemarin dia tidak sempat bertemu dengan salah satu petinggi FA Inggris itu. Yang jelas, Geoff Thompson termasuk salah satu pejabat FIFA yang pernah datang ke Indonesia mendampingi Joseph Sepp Blatter, Presiden FIFA. [but]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar